JIKAN TRAVEL

.

.

BY: KOUKURO

...

NARUTO©Masashi Kishimoto

.

.

GENRE: ROMANCE/FRIENDSHIP/COMEDY /TIME TRAVEL

RATED: T semi M

.

.

NOTE: Typo dan kata kata masih berantakan. NO YURI!

Enjoy the story

.

.

Prolog

.

.

Konoha, 2019. 10.40pm

Pernahkah kau berfikir ingin menghilang saja dari dunia ini atau pergi jauh ketempat dimana kau tidak mau menjadi dirimu saat ini?

Jika tidak, yaa mungkin kalian termasuk orang orang yang beruntung di kehidupan ini.

Berbanding terbalik denganku, keberuntunganku di dunia ini sangat lah tipis, seakan dunia ini selalu menggiringku menuju kegagalan.

Bayangkan saja, hari ini aku di pecat dari pekerjaanku hanya karena alasan yang tidak masuk akal, dan diusir dari rumah kontrakanku.

Dan yang paling buruknya lagi adalah , wanita yang aku cintai sejak dulu baru saja mengirimkan undangan pernikahannya.

Damn it! Semuanya terjadi dalam satu hari.

Jujur Aku tak tau lagi apa yang harus ku lakukan, semua ini terlalu mendadak, ini sudah di luar batasku untuk menahannya.

Dan disinilah aku sekarang , berjalan di trotoar jalan yang sepi dengan sebotol bir di tanganku, setidaknya efek alkohol bisa sedikit meringankan beban pikiranku saat ini.

Naruto pov end

Malam semakin larut, bintang pun tak menunjukkan sinarnya karena terhalang oleh mendung, langit malam ini seolah menggambarkan suasana hati naruto saat ini.

Entah sudah berapa lama Naruto terus berjalan sempoyongan tanpa arah dan tujuan, yang ia inginkan saat ini hanyalah pergi sejauh jauh nya yang ia bisa.

Naruto pun menghentikan langkahnya, ia memandang ke sebrang jalan.

'kalau tidak salah di sebrang jalan sana ada jurang, mungkin akan jauh lebih baik jika aku mengakhiri hidupku di sana, lagi pula sudah tidak ada lagi tempatku untuk pulang' ujar naruto dalam hati.

Naruto yang sudah tidak bisa berfikir jernih lagi pun mencoba melangkahkan kakinya menuju ke sebrang jalan.

Saat di pertengahan jalan naruto tidak sadar jika ada sebuah bus yang sedang melintas di jalan tersebut, naruto yang saat itu tengah mabuk berat tidak dapat berbuat banyak, lagi pula tidak masalah jika ia harus mati tertabrak bus, toh lagian tujuannya memang ingin mati, begitulah fikirnya.

Cahaya bus semakin mendekat, naruto hanya mampu menutup matanya, 'akhirnya aku akan terlepas dari semua beban ini' fikir naruto.

Sudah beberapa detik berlalu sejak naruto memejamkan matanya namun ia tak merasakan sakit sama sekali. Naruto pun mencoba membuka matanya perlahan, ternyata bus tersebut berhenti tepat beberapa centi dari tempatnya berdiri sekarang.

Naruto melihat bus tersebut, bus tersebut memiliki bentuk yang cukup aneh, terdapat sebuah jam besar yang cukup mencolok berada di atasnya, naruto bahkan belum pernah melihat bus seperti itu sebelumnya.

"Jikan Travel" gumam naruto membaca tulisan yang ada di atas kaca bus tersebut, mungkin itu adalah nama dari bus tersebut fikir naruto.

ckleekkk..

Pintu bus pun terbuka.

Dirasa tak kunjung ada yang keluar, naruto pun mecoba mengecek kedalam bus tersebut, tanpa ada rasa keraguan naruto pun menaiki tangga masuk kedalam bus.

Mata naruto melihat kesegala sudut ruangan bus, namun ia tidak melihat seorangpun berada di sana bahkan ia tidak melihat sopir bus tersebut.

Jika naruto saat ini sedang berada di kondisi normal mungkin ia akan ketakutan dan merasa kalau bus ini adalah bus hantu, namun saat ini fikirannya sedang kacau , ia berfikir mungkin ini adalah bus yang akan mengantarkannya ke akhirat.

Tanpa ambil pusing naruto pun duduk di tempat duduk penumpang, naruto melihat di sebelah tempat duduknya terdapat meja kecil yang di atasnya terdapat kertas dan pulpen bulu.

Naruto mengambil kertas tersebut dan membaca tulisan yang ada di kertas itu.

"Kemana anda ingin pergi?"

Itulah yang tertulis di kertas tersebut, naruto sempat berfikir untuk apa menanyakan tujuan seseorang melalui sebuah surat?

Karena tak mau terlalu banyak berfikir, Naruto pun mengambil pulpen bulu tersebut dan mengisi pertanyaan di surat itu.

"aku ingin pergi ke tempat dimana aku ingin menjadi orang yang berbeda" ucap naruto sambil menuliskan tujuannya di surat tersebut.

Naruto pun meletakkan kembali kertas dan pulpen tersebut di meja sebelahnya, tak lama setelah itu mesin bus pun menyala , dan muncul sebuah running text di depan kursi penumpang.

"Selamat menikmati perjalan baru anda, semoga menyenangkan" gumam naruto membaca running text tersebut.

Hooaaaaammmm~~

Entah kenapa naruto merasa sangat mengantuk setelah membaca running text tersebut, tanpa sadar ia pun mulai terlelap bersamaan dengan bus yang mulai bergerak meninggalkan tempat itu.

O

.

O

.

O

.

O

11.40 pm, Konoha

Seorang wanita berambut pirang yang di perkirakan berumur sekitar 30 tahun sedang berjalan di sebuah jalan yang lumayan sepi di daerah kota konoha.

"ah sialan si tua bangka itu, bisa bisanya dia menyuruhku masuk kerja di hari liburku ini, bahkan membuatku sampai pulang selarut ini" gerutu wanita tersebut yang masih mengenakan name tag bertuliskan 'Tsunade Senju'.

Tsunade mempercepat langkah kakinya ingin segera sampai ke rumahnya, mengingat jalan yang ia lewati ini pun lumayan sepi, ia tidak ingin terjadi hal hal yang tidak di inginkan.

Beberapa meter di depan tsunade saat ini terdapat sebuah halte bus, tsunade seperti melihat seseorang yang tengah tertidur di kursi halte tersebut. Dengan perasaan yang sedikit was was, tsunade pun mencoba perlahan mendekati halte tersebut.

Setelah terasa cukup dekat, Tsunade pun dapat melihat dengan jelas siapa yang sedang tertidur di bangku halte tersebut. Dia adalah seorang gadis yang Tsunade fikir umurnya sekitar 18 tahun, berambut kuning panjang lebih pekat dari pada miliknya dan memiliki paras yang cantik meski sedikit tertutup oleh rambutnya yang berantakan. Dan yang membuat Tsunade tak habis fikir lagi kenapa dia tidur disini dalam keadaan telanjaaang!?

"apa apaan anak ini tidur di tempat seperti ini dalam keadaan telanjang, Heeyy kau, bangun, jika kau memang ingin tidur setidaknya kenakan dulu pakaianmu" ujar Tsunade sambil mengguncang guncang tubuh gadis itu.

"engggghhhhhh" gadis itu pun terbangun dan mengerjapkan matanya beberapa kali. Ia pun terkejut setelah melihat tsunade yang sedang ada di depannya dan segera mengambil posisi duduk.

"Maaf anda siapa?" tanya gadis itu sedikit kebingungan.

"Seharusnya aku yang tanya begitu, siapa kau dan apa yang sedang kau lakukan disini dengan keadaan telanjang seperti itu?" tanya Tsunade ke gadis itu.

"Telanjang?" gadis berambut kuning itu malah bertanya balik. Ia pun melihat ke arah tubuhnya, ia melihat ada dua buah benda yang bergantungan di dadanya, Masih belum bisa mencerna apa yang sedang terjadi, ia lalu mencoba memegang kedua benda tersebut.

Cuiiit cuiit cuiit cuittt

'Oh sial ini lembut sekalil, ini terasa begitu nyata' fikirnya sambil terus meremas remas dadanya.

Tsunade yang melihat tingkah aneh gadis itu malah bengong sendiri, 'apakah anak ini sudah tidak waras?' fikir Tsunade.

"emm nona.. apa kau baik baik saja?" tanya Tunade untuk memastikan apakah orang yang di depannya ini orang yang waras atau tidak.

Gadis itu kembali melihat kearah Tsunade sedikit kebingungan dengan pertanyaan Tsunade.

"Nona? Maaf apakah anda tidak bisa melihat kalau aku ini adalah laki laki?" ujar gadis itu malah balik bertanya.

Okeee orang ini sudah tidak waras fikir Tsunade sambil tersenyum. "lalu jika kau adalah laki laki bisakah kau jelaskan sesuatu yang sejak tadi kau pegang itu?"

Gadis yang tampak kebingungan itu pun kembali melihat sesuatu yang sejak tadi ia remas remas. Seperti sudah sedikit tersadar dengan apa yang sedang terjadi saat ini, gadis itu pun seketika mematung dan wajahnya berubah menjadi pucat.

Seakan masih tidak percaya, gadis itu pun perlahan menurunkan tangannya menuju daerah bawah sambil memejamkan matanya berharap kalau semua ini tidak nyata, dan benar saja.

ITUU HILAAAAAAAAANGGG...!

"WAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!"