Disclaimer: Saya bukan pemilik Naruto atau One Piece. Saya cuman minjem karakter nya.
BAB VII.
Sebelum nya~
Mereka diselamatkan oleh paus, termasuk dua orang asing yang tadi melarikan diri. Mereka bersujud kepada yang lainnya, "Tolong beri kami tumpangan sampai ke Whiskey Peak!" mereka memohon.
"Whiskey Peak? Nama pulau yang sangat aneh." Luffy berkomentar, "Mengapa kami harus mengantar kalian setelah apa yang sudah kalian lakukan?" mereka terdiam sebelum si perempuan menjawab.
"Kami tidak akan melakukan nya lagi, kami hanya menjalankan sebuah misi. Kami berjanji tidak akan mengganggu paus ini lagi. Tapi, tolong berikan kami tumpangan." Naruto sedikit simpatik melihat nya sebelum akhirnya bertanya.
"Dimana kapal kalian?" tanya nya.
"Kapal kami sudah rusak saat menjalankan misi." Jawab si pria.
"Tapi apa kalian yakin ingin ikut dengan kami? Kami baru saja merusak Log pose nya sehingga kita tidak bisa berlayar." Nami bermain-main dengan mereka. Mereka melotot kepada nya menyumpahi nya karena merusak Log pose mereka.
"Oh, tapi kami memiliki Log pose cadangan disini." Nami memegang tangan Naruto menarik nya ke atas. Mereka bersujud lagi dan memohon lagi membuat Nami terkikik. Naruto yang melihat nya terdiam dengan keringat menetes.
"Bagaimana Luffy? Kau ingin membantu mereka?" Naruto akhirnya buka suara dan bertanya kepada Luffy, dia melihat laki-laki itu mengangguk kepadanya, "Ya, biarkan mereka naik." Crocus menatap Luffy dengan tajam.
"Kalian tidak perlu membantu nya, mereka orang jahat." Luffy menggeleng padanya, "Tidak, mereka orang yang baik, aku yakin itu." Crocus menghela napas nya, "Kau tau, jalur yang kau lalui itu sangat sulit, Lho." Luffy tersenyum kepada nya meyakinkan.
"Tidak masalah, tidak peduli sesulit apapun itu, kami pasti bisa melewati nya." Crocus tersenyum melihat nya sebelum akhirnya mengangguk mengerti.
"Kedua orang asing itu berdiri dan menatap Luffy, "Siapa kau sebenarnya?" si pria bertanya kepada Luffy. Dia menjawab nya dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi, "Aku adalah seseorang yang akan menjadi Raja Bajak Laut!" seru nya keras membuat kedua orang itu tertawa dalam diam, menganggap impiannya sangat bodoh.
Menjelang malam, saat itu langit terlihat sangat indah dengan warna orange nya. Mereka sedang menunggu Log pose yang sedang merekam medan magnet pulau yang akan mereka tuju, "Sepertinya semua sudah siap? Bagaimana dengan Log pose nya? Apakah sudah menuju Whiskey Peak?" tanya Crocus kepada Nami.
Nami mengangguk menatap Log pose, "Ya, ini mengarah langsung ke sana." Jawab nya. Mereka mulai menaiki kapal dan bersiap berangkat. "Yosh! Terima kasih Oji-san sudah membantu! Paus, aku akan kembali lagi nanti!" Luffy memberi salam perpisahan.
Crocus mengangguk kepada nya, "Yosh, Minna! Kita akan menuju Whiskey Peak! Maju dengan kecepatan penuh!" seru nya memberi perintah.
"YA!" Mereka berteriak serempak, Paus dibelakang nya juga ikut berteriak. Crocus melambai disamping Laboon, dia merasa bernostalgia melihat kelompok pemuda itu.
"Sepertinya mereka lah Bajak Laut yang kau tunggu-tunggu, kan Roger?" dia melihat pemuda pirang disana terakhir kali nya, diam tidak bersuara.
Sekarang~
Sudah beberapa hari setelah mereka akhirnya memulai kembali petualangan mereka dari Twin Cape. Hanya beberapa hari setelah perjalanan, semua kru kapal akhirnya mengerti mengapa lautan Grandline disebut sebagai Lautan yang berbahaya.
Itu karena mereka baru saja mengalami masalah cuaca yang aneh dan cukup ekstrim, seperti yang mereka alami beberapa saat lalu. Itu adalah hari yang cerah dengan terik matahari, hari yang sangat bagus untuk berlayar, tapi mereka dikejutkan dengan turun nya salju yang tak butuh waktu lama untuk menutupi sebagian kapal.
Seolah olah itu belum cukup, badai besar muncul membuat perjalanan itu menjadi semakin sulit. Itu merupakan salah satu hari yang melelahkan bagi mereka semua kecuali Zoro yang tertidur dan tidak benar-benar terganggu dengan cuaca disekitar.
Ini menjadi pelajaran bagi mereka semua untuk tidak meremehkan laut Grandline dan akan memastikan dimasa depan mereka akan siap dengan sesuatu seperti ini.
Sekarang, mereka sedang mengatur napas mereka setelah akhirnya berhasil melewati badai tersebut. Beberapa dari mereka menghela napas lega mengetahui bahwa mereka entah bagaimana berhasil selamat dari badai itu. Yah, mereka beruntung memiliki Naruto dan klon nya yang banyak membantu. Nami dan Usopp bergidik memikirkan jika Naruto tidak ikut mereka dan harus melewati ini hanya dengan kapten yang idiot, pendekar pedang pemalas dan seorang koki mesum.
Dari atas tiang kapal, terlihat Naruto yang sedang mengotak atik layar kapal dengan serius, dia tidak benar-benar terlihat lelah setelah kejadian tersebut.
Kembali ke bawah, Zoro baru saja datang dsn melihat mereka tertidur membuat nya bingung, "Ada apa dengan kalian tidur di hari yang cerah seperti ini? Jangan bermalas-malasan." Nami, Sanji dan Usopp menatap pemuda itu nyalang,
'KAU...!' batin mereka bertiga serempak. Zoro mengalihkan pandangannya pada kedua orang asing yang mereka temui di dalam perut paus, "Mengapa kalian berdua ada disini? Siapa kalian?" Zoro bertanya mengintimidasi mereka berdua.
Naruto menonton dari atas melihat interaksi mereka semua sambil mengerjakan pekerjaan nya untuk kapal. Dia memiliki pikiran sendiri tentang kedua orang itu.
Luffy yang berada di depan duduk diantara kepala kapal nya yang baru saja diperbaiki menoleh ke Zoro, "Kami setuju untuk mengantar mereka kembali ke rumah mereka di Whiskey Peak," Luffy menjelaskan dengan santai.
Zoro mengangguk paham sebelum menatap kedua orang itu, "Jadi, begitu? Kalau begitu siapa nama kalian berdua? Seperti nya kalian orang yang licik."" mereka berdua bergerak tidak nyaman ditanya oleh nya. Pria dengan simbol di pipi nya akhirnya menjawab, "Ka..Kau bi...bisa memanggil ku Mr. 9!" Ucap nya gugup.
Gadis disampingnya ikut menimpali ucapannya, "A..Aku Miss. Wednesday! Partner Mr. 9." Kata gadis itu. Zoro terlihat mengelus dagu nya sebelum menyeringai, "Hm, jadi kalian menggunakan sebuah kode untuk identitas kalian. Jika di pikir-pikir aku seperti nya mengingat sesuatu tentang..." Ucapannya tidak pernah terselesaikan saat sebuah pukulan mendarat di kepala nya.
Di belakang nya berdiri Nami dengan pandangan membunuh dan seolah-olah ada aura orange tidak menyenangkan berputar liar di sekujur tubuh nya. "Kau..! Sepertinya kau tidur siang dengan nyenyak, ya? Apa kau menikmati nya?" Nami bertanya pelan membuat bulu kuduk mereka merinding.
Zoro menatap ke belakang dengan aura hijau yang sedikit gelap, menatap gadis orange itu dengan pandangan membunuh juga. Itu tak bertahan lama sebelum pukulan demi pukulan bersarang di kepala Zoro. Dia saat ini sedang duduk diam menahan sakit dari Benjolan yang disebabkan oleh gadis itu.
Nami berjalan kedepan mereka dengan tatapan tegas, tangan nya saat ini berada di pinggang nya, "Semua nya tetaplah waspada, kita tidak tau apa yang akan terjadi berikutnya." Nami berkata dengan tangan nya mengepal keatas.
"Lautan ini sangatlah mengerikan. Sekarang, kita tau mengapa Grandline disebut sebagai lautan paling berbahaya. Tapi, tenang saja, aku akan memastikan kita semua akan berhasil dengan kemampuan navigator ku!" Dia berseru semangat.
Usopp terlihat skeptis melihat nya, "Apa kau yakin kita akan benar-benar selamat?" Nami mengangguk yakin kepada nya, dia kemudian mengalihkan pandangan nya mencari seseorang.
"Dimana Naruto-kun? Aku belum melihat nya setelah badai tadi." Mereka semua melihat sekitar kapal tidak menemukan nya, suara seseorang mengalihkan pandangan mereka ke atas, "Tenang saja Nami-chan, aku ada disini." Dia melambai kepada mereka.
Naruto tersenyum saat melihat hasil karya nya sebelum akhirnya dia turun, "Apa yang kau lakukan Naruto-kun?" Nami bertanya mendekati pemuda itu.
Naruto tersenyum mendengar nya dan mengangkat bahu nya, "Tidak ada yang spesifik, aku hanya mengotak atik beberapa hal pada layar kapal. Setidak nya itu akan membantu kita jika ada sesuatu yang gawat seperi badai tadi." Mereka menatap nya bingung, tidak mengerti dia membicarakan apa.
Naruto tertawa melihat wajah mereka, "Tenang saja, itu tidak akan membahayakan kapal sama sekali, aku justru berpikir kalian akan berterima kasih kepada ku nanti." Ucap nya geli. Usopp menggosok hidung nya sambil bertanya.
"Apa maksud mu, Naruto? Apa yang kau lakukan sebenarnya dengan layar kapal?" Naruto menghela napas lelah melihat mereka, "Ingat apa yang aku katakan tentang Chakra dan keajaiban apa saja yang bisa dilakukan nya? Aku menerapkan nya kepada kapal ini. Apa kalian percaya kepada ku?" mereka semua mengangguk kecuali dua orang yang sedari tadi menjauh sambil mendengarkan pembicaraan mereka.
"Heh, hanya itu yang kubutuhkan. Kalian akan melihat nanti apa yang kulakukan dengan kapal ini, tidak sekarang karena tidak ada sesuatu yang darurat. Lagipula kita tidak ingin mereka mengetahui apa yang kulakukan pada kapal ini, bukan?" Naruto mengakhiri nya sambil menunjuk dua orang itu.
Zoro yang dari tadi mendengarkan kemudian menatap yang lain, "Sudahlah, kita percayakan saja kepada nya, lagipula tidak seperti kita tidak akan melihat apapun yang dia lakukan karena kita berada dikapal ini, kan?" Luffy mengangguk membenarkan.
"Ya, Zoro benar. Apapun yang Naruto lakukan pasti tidak akan membahayakan kita, lagipula aku ingin melihat trik sulap nya lagi. HEY, NARUTO TUNJUKKAN JURUS NINJA MU LAGI KEPADAKU!" Luffy berteriak diakhir dengan semangat.
Nami meninju kepala nya keras membuat si empu terjatuh, "Kau berisik, lihat lah kedepan! Kita sudah mencapai tujuan pertama kita, tidak ada waktu untuk melihat trik aneh Naruto-kun, tidak sampai kita cukup aman meninggalkan pulau ini." Kata nya kepada Luffy.
Mereka melihat kebelakang saat kedua orang asing yang ikut dengan kapal mereka melompat ke atas pagar kapal, "Terima kasih sudah mengantarkan kami pulang." Si pria berbicara.
"Kami akan turun disini, jadi sampai berjumpa lagi, baby!" Mereka berdua melompat kedalam air dan berenang menjauh. Mereka menatap kedua orang itu dengan aneh.
"Mereka pergi." Nami bergumam pelan.
"Ada apa dengan mereka?" giliran Usopp bertanya. Luffy hanya nyengir dan menatap pulau didepan dengan seringai lebar. "Biarkan saja mereka, ayo kita kepulau itu!" Kata nya semangat. Ini merupakan pulau pertama nya di Grandline dan dia menjadi tidak sabar untuk melihat nya.
"Lihat! Ada sungai disana, kita akan berlabuh didekat sana." Kata Nami mengarahkan kapal ke sungai. Mereka melihat sekitar dengan waspada karena kabut tebal yang menutupi pulau itu.
"Bagaimana jika ada monster di pulau itu?" Usopp menggigil saat memikirkan itu, Sanji menghembuskan napas asap nya ke udara. "Itu mungkin saja, lagipula ini adalah Grandline yang kita bicarakan." Luffy menyeringai mendengar nya.
"Jika ada monster tinggal dihajar saja, kan?" kata nya nyengir. Naruto melipat tangannya santai, dia melihat area pulau ini dengan seksama, "Luffy benar, monster atau tidak jika dia menghalangi lebih baik hajar saja." Luffy melihat nya dengan senang sebelum memberi jempol.
"Aku tau kau suka Naruto." Naruto menyeringai mendengar nya, Nami berteriak kepada mereka membuat mereka melihat nya. "Dengar, kita tidak perlu berlama-lama di pulau ini. Kami hanya akan berhenti disini dan mengisi log pose kembali dengan medan magnet pulau ini atau kita tidak akan bisa melanjutkan perjalanan ke pulau selanjutnya." Katanya kepada mereka.
"Waktu yang dibutuhkan juga berbeda-beda di setiap pulau. Ada yang hanya membutuhkan waktu 4 jam atau bahkan satu hari." Dia menunjuk ke log pose di pergelangan tangannya. Usopp menatap Nami kaget.
"Apa?! Jadi maksud mu kita harus tinggal di pulau ini hingga log terisi penuh?" Nami mengangguk pada Usopp. Luffy tersenyum mendengar nya, tidak memiliki masalah dengan pengaturan waktu.
"Shishishi! Itu tidak masalah, kita hanya akan langsung pergi setelah log pose terisi penuh." Kata nya. Zoro berdiri di belakang Sanji memegang pedang nya, "Luffy benar, lagipula tidak ada yang bisa dilakukan di pulau itu."
"Tidak peduli apapun yang terjadi, aku akan selalu melindungi Nami-san!" Sanji berbicara sambil berpose, Naruto terkekeh mendengar nya.
Mereka kemudian kembali melihat ke depan, hanya kabut sejauh mata memandang. Sebuah siluet tiba-tiba terlihat, itu hanya satu awal nya dan setelah nya banyak siluet lain bermunculan.
"Berhati-hatilah! Seperti nya itu manusia." Zoro berkata waspada. Apa yang membuat mereka terkejut setelah nya adalah terdengar suara sorakan bahagia. Mereka fokus melihat kedepan dan melihat banyak orang menatap mereka dengan bahagia.
"SELAMAT DATANG DI GRANDLINE!"
"SELAMAT DATANG DI KOTA KAMI!"
"INI ADALAH KOTA PERAYAAN, WHISKEY PEAK!"
Mereka terpaku melihat nya, tidak mengerti apa yang baru saja terjadi, "Aku kira ini adalah pulau monster." Usopp melihat menggunakan kacamata nya.
"Apa-apaan ini?!" Sanji juga terkejut melihat nya. Mereka mendengar sorakan tentang bajak laut merupakan pahlawan dan semacam nya. Sanji terlihat senang saat melihat para gadis cantik berteriak untuk nya, mungkin.
Usopp juga melambai dan memberikan ciuman kepada mereka, menikmati semua pujian yang dilontarkan warga kota kepada mereka.
Naruto sendiri sedang mengamati sekitar, merasa aneh bahwa bajak laut begitu disambut di kota ini. Tidak jauh dari Naruto, Zoro berpikiran yang sama dengan nya.
Mereka turun dari kapal dan berdiri didepan pria paruh baya berbadan besar dengan rambut panjang yang keriting seperti wig, memiliki hidung berwarna merah pendek. Dia memakai baju seperti bangsawan dengan terompet di tangannya.
"Selamat datang!" dia menyambut nya dengan hangat, "Namaku adalah Igarappoi, walikota Whiskey Peak ini."
Luffy menatap nya polos, memperhatikan rambut nya yang aneh, "Aku Luffy, senang berkenalan dengan mu!" ucap Luffy, dia kemudian menunjuk rambut nya bertanya, "Paman, kenapa rambut mu keriting seperti itu?"
Igarappoi mengabaikan nya, dia berdehem sedikit, "Ma..Ma..Ma! Kota kami merupakan kota penghasil sake terbaik, Whiskey Peak. Kami sangat bangga dengan keramahan dan kami juga mempunyai sake yang sangat enak." Dia menjelaskan kepada mereka.
"Apakah kalian mau bergabung dengan kami untuk merayakan dan berbagi cerita tentang petualangan kalian?" katanya dengan suara serak diakhir, dia kembali berdehem. "Ma..Ma..Mah! Kuharap kalian mau.." dia tersenyum.
"DENGAN SENANG HATI!" Luffy, Sanji dan Usopp yang bergandengan berseru kompak. Tiga anggota yang lain menatap tiga orang itu dengan datar.
"Dasar tiga orang bodoh." Nami berkata dengan tangan di pinggang, Naruto dan Zoro hanya diam. Naruto menatap sekitar dengan pelan, merasakan sesuatu yang salah.
"Ngomong-ngomong, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengisi log pose di pulau ini?" Nami bertanya kepada Igarappoi, dia mengangkat log di pergelangan tangannya. Igarappoi memegang bahu nya.
"Log? Jangan membicarakan hal-hal yang membosankan seperti itu dulu. Akan lebih baik bagi anda untuk menghibur diri terlebih dahulu." Katanya mengejutkan Nami.
"Minna! Siapkan sebuah perayaan! Ada tamu yang harus kita layani." Mereka semua bersorak keras setuju. Mereka membawa orang-orang itu ke bar. Naruto yang didorong oleh para gadis tersenyum malu dan membiarkan mereka melakukan hal itu.
XxX
Ini sudah beberapa jam setelah perayaan, mereka semua berpesta hingga larut malam. Mereka menari, minum, menggoda gadis-gadis cantik dan bercerita tentang aksi heroik mereka selama ini.
Itu adalah sesuatu yang aneh menurut Naruto, sebuah kota yang menyambut sekelompok bajak laut adalah sesuatu yang mustahil. Dia juga merasakan perasaan aneh diantara bukit kaktus itu, seperti Kematian.
Karena perasaan itulah, Naruto memutuskan untuk berpura-pura dan mengikuti keinginan mereka.
Sekarang, dia sedang duduk diantara atap rumah memandang kearah bulan. Tatapan nya terlihat kosong seakan tidak ada kehidupan didalam mata biru nya yang indah. Dia mengalihkan pandangannya ke bawah saat beberapa orang muncul dan berkumpul bersama dua orang yang mereka selamatkan di Twin Cape.
"Merasakan sesuatu yang salah, Zoro?" Naruto berkata pelan tanpa memandang pemuda di belakang nya. Zoro berjalan ke depan dan duduk disebelahnya, mencoba untuk bersantai.
"Jadi, kau juga menyadari nya." Naruto mengangkat bahu nya, "Sangat jarang melihat sebuah kota menyambut sekelompok bajak laut, mayoritas penduduk kota atau desa sangat membenci bajak laut dan tidak menginginkan bajak laut singgah di pulau mereka." Zoro mengangguk kepada nya, mengerti dengan perkataan nya.
"Sepertinya kota ini merupakan kota para pemburu hadiah bajak laut, mereka sepertinya tergabung dengan organisasi tertentu yang baru saja aku ingat kembali." Kata Zoro kepada Naruto.
Dia dapat mengingat nya tepat saat dia mengintrogasi kedua orang yang mereka selamatkan. Naruto melihat nya sedikit tertarik, "Sebuah organisasi? Apa yang kau ketahui?" Naruto bertanya.
"Sebuah organisasi hitam bernama Baroque Works, organisasi dengan anggota yang tidak saling mengenal bahkan dikatakan tidak ada yang tau siapa bos dan letak markas nya." Jelas Zoro kepada Naruto.
Naruto merenungkan nya didalam pikiran nya, merasa tertarik dengan organisasi ini. "Jika mereka tidak saling mengenal lalu bagaimana mereka saling terhubung?" Naruto bertanya. Dia menatap Zoro bingung.
"Mereka memiliki sebuah kode panggilan masing-masing, seperti contoh pria yang kita selamatkan tadi, dia menggunakan kode angka dan wanita itu menggunakan kode hari." Kata Zoro membuat Naruto mengangguk.
"Jadi begitu, ya. Heh, aku menjadi tertarik dengan organisasi ini." Naruto terkekeh sedikit sebelum menunjuk kebawah nya, "Hey, Zoro mau menyapa mereka dan bertanya tentang bos mereka? Mungkin mereka tau sedikit." Naruto menggoyang alis nya membujuk pemuda itu.
Zoro mengangkat bahu nya santai, dia tidak menentang gagasan itu karena dia juga penasaran dengan bos dari organisasi ini. "Ya, terserah aku tidak akan menentang nya. Lagipula aku juga ingin mencoba pedang baru ku ini, dan mereka sangat cocok untuk menguji pedang ini." Kata Zoro memegang Sandai Kitetsu di tangan nya.
Mereka berdua melihat kebawah mendengar percakapan mereka, mereka berdua terlihat tertarik melihat wali kota yang merupakan salah satu dari organisasi itu. Naruto dan Zoro juga mendengar bahwa mereka akan membiarkan kru untuk hidup dan mengambil hadiah dari kepala Naruto dan Luffy. Naruto sedikit terkekeh mendengar mereka berbicara untuk mengambil kepala nya dan menyerahkan ke pemerintah dunia, dia menganggap itu lelucon yang bagus.
"Hahahaha! Itu menarik mendengar nya bahwa kalian ingin mengambil kepala ku dan Luffy, aku harap itu bukanlah bualan semata!" mereka semua memandang terkejut ke atas dan melihat dua orang sedang duduk membayangi bulan.
"Kau..! Tidak mungkin! Bukannya kalian sudah tidur tadi?!" Naruto mengangkat bahu nya sedikit, "Yah, tidak bisa mengabaikan panggilan alam ditambah pemandangan disini terlalu indah untuk diabaikan, benarkan Zoro?" Naruto menyenggol Zoro meminta perhatian nya.
Zoro hanya diam tidak menanggapi nya, itu membuat Naruto kesal karena diabaikan. Mereka kemudian melihat satu orang berlari keluar tergesa-gesa memberi tau bahwa ada dua orang yang menghilang.
Miss Wednesday menunjuk ke atas, "Mereka ada diatas sana." Orang itu terlihat terkejut. Zoro menyeringai kepada mereka, "Aku tidak akan tertipu dengan trik kalian ini, aku tau kota ini merupakan tempat para pemburu hadiah berkumpul dan mereka menjebak para bajak laut dengan pesta dan kemudian merampas segala nya." Kata nya kepada mereka.
Zoro bangun dari duduk nya, menarik pedang nya keluar, "Seperti nya disini ada 100 pemburu hadiah yang berkumpul. Heh, aku akan melayani kalian semua... Baroque Works!" dia menyeringai muram membuat mereka semua terkejut karena organisasi mereka terungkap.
"Ba.. Bagaimana kau tau dengan nama itu?!" Igarappoi bertanya dengan tajam, "Tentu saja aku tau, dulu aku merupakan salah satu pemburu hadiah. Kemudian, organisasi kalian menghubungi ku dan menawariku untuk bergabung dan aku menolak nya." Jelas nya kepada semua orang disana.
"Tidak mengetahui identitas satu sama lain dan saling memanggil dengan kode, bahkan tidak mengetahui identitas dan markas pusat dari organisasi, Baroque Works! Itu organisasi kalian, kan?!" kata Zoro menyeringai muram. Naruto yang berada disampingnya juga terlihat menyeringai muram mengikuti Zoro.
"Baka! Kenapa kau ikut menyeringai, hah?!" Zoro menghardik nya membuat Naruto tersenyum malu, "Yah, aku hanya mencoba bersenang-senang. Tidak asik jika hanya kau saja yang mencoba mengintimidasi mereka, aku juga mau!" Naruto merengut kesal menyilang tangan nya.
Zoro menepuk kepala nya pelan, menyerah dengan tingkah nya yang aneh. Mereka semua juga terlihat berkeringat melihat mereka yang bercanda, "Apakah mereka berdua serius?" bisik gadis berambut biru kepada rekannya.
Mr. 9 mengangkat bahu nya tidak tau, kemudian dia menatap pria besar disampingnya, "Bagaimana selanjutnya, Mr. 8?!" Mr. 8 atau yang dikenal dengan nama Igarappoi terdiam muram. Dia menatap kedua laki-laki itu tajam.
"Karena kau sudah mengetahui rahasia kami, kami akan membunuhmu! Lalu, kami akan menambahkan mu kedalam salah satu kuburan di bukit kaktus itu!" terang nya kepada Naruto dan Zoro, mereka berdua menatap satu sama lain dan mengangguk.
"SERANG MEREKA!" Seru Igarappoi keras menunjuk dua orang diatas sana. Mereka semua terkejut saat melihat kedua orang itu sudah hilang, "Me...Mereka meng... menghilang!" gagap Miss. Wednesday.
"Wah, mereka menghilang, kemana mereka berdua pergi?" mereka semua melotot saat melihat kedua pemuda itu berdiri diantara mereka sambil memandang tempat mereka berdua berdiri tadi. Mereka berdua tersenyum mengejek kepada mereka sebelum menghilang lagi menghindari tembakan para pemburu yang mengenai rekan mereka sendiri.
"Ap...Apa ini? Mereka menghilang lagi?" seru Igarappoi, mereka mencari kesana kemari.
Ditempat persembunyian Naruto dan Zoro, terlihat mereka berdua sedang berdiri dengan tembok menghalangi mereka. "Hey, Zoro aku tidak mau kau bersenang-senang sendiri, aku juga ingin melawan mereka." Zoro menatap nya dengan alis terangkat.
"Kau bergabung? Padahal aku ingin menguji pedang ku kepada mereka semua, tapi baiklah. Mari membagi nya." Naruto mengangkat tinju nya semangat.
"Yosh! Kalau begitu kau ambil 30 dan aku sisa nya." Kata Naruto mengabaikan Zoro yang melotot pada nya, "Apa?! Pembagian macam apa itu? Tidak mungkin aku setuju, kau bakayaro!" Naruto melenguh mendengar nya, tidak melihat ada yang salah dengan pembagian itu, menurut nya itu adil.
"Apa masalah nya?! Bukankah itu sudah paling adil?" tanya Naruto polos.
"Adil matamu!" seru nya dengan wajah lucu, Naruto melambai pada nya mengacuhkan nya, "Bagi menjadi setengah atau aku tidak akan membiarkan mu melawan mereka!" Zoro tidak meninggalkan ruang untuk berdebat kembali membuat Naruto menghela napas pasrah.
"Kau tidak serius, kan?" Naruto menatap nya meminta konfirmasi. Zoro diam dan melototi nya kejam.
Naruto melambai pelan kearah nya, "Baiklah, baiklah! Hentikan tatapan mu kepada ku, itu seperti kau mencoba menelanjangi ku hanya dengan tatapan mu." Zoro kembali melotot mendengar nya sebelum menghembuskan napas nya pelan, mengatur emosi nya.
"Hah! Aku menemukan kalian. Minna, mereka ada disini!" Naruto dan Zoro melihat keatas menemukan satu orang dengan pistol teracung ke arah mereka berdua. Naruto dan Zoro masuk kedalam rumah dibelakang mereka bersembunyi diantara meja.
"Zoro, ayo selesaikan ini. Kau ambil kiri, aku akan ke kanan!" kata Naruto kepada Zoro, dia mengangguk dan mereka segera berlari keluar menghajar mereka semua yang menghalangi mereka di pintu.
Selama beberapa menit kedepan, pertempuran dua orang melawan para pemburu hadiah terjadi. Hm, seperti nya bukan pertempuran, itu lebih seperti pembantaian dan permainan bagi Zoro dan Naruto.
Zoro terlihat serius menebas musuh-musuh nya, berbeda dengan Naruto yang hanya berlari, menghindar, dan memukul mereka. Yang membuat mereka menatap ngeri pada Naruto adalah bagaimana dia dengan santai tertawa saat menghindar dan memukul mereka, dan itu bukan pukulan biasa.
Bagaimana itu bisa disebut pukulan biasa jika hanya dengan satu pukulan mereka semua akan terbang melayang. Sekarang mereka mengerti mengapa dia mendapat bounty sebesar itu, apalagi dengan wajah psikopat itu pikir mereka.
"A.. Apa-apaan dia itu?! Dia memukul mereka seolah bukan hal yang paling sulit dan lihat wajah nya?! ADA APA DENGANNYA?!" Mr. 9 berteriak ketakutan sambil memeluk rekan gadis nya menangis.
"Si..siapa dia sebenarnya? Bagaimana mungkin ada manusia dengan pukulan sekuat itu?" Igarappoi tergagap, matanya menatap panik pasukannya.
"Oh, namaku Uzumaki Naruto, salah satu kru Mugiwara, Yoroshiku ne!" mereka melotot saat melihat dia sudah berdiri disamping mereka memperkenalkan diri. Naruto menggaruk kepala nya sedikit agak gugup.
Dia melanjutkan sambil menunjuk ke orang-orang yang sudah dia pukuli, "Maafkan aku tentang mereka, tapi aku belum mendapatkan satu pun pertarungan semenjak kami berlayar di Grandline, yah kau tau, ini merupakan pulau pertama kami sebagai bajak laut dan aku begitu bersemangat. Sayang sekali mereka tidak bisa menghibur ku." Naruto mengakhiri perkataan nya sambil mengangkat bahu.
"Kau sialan! Apa kau ini sebenarnya? Apa kau pengguna Akuma no Mi?" tanya Igarappoi keras, dia menggertakkan gigi nya, "Aku hanya seorang manusia dan aku tidak memakan buah-buahan yang tidak enak itu, kau bisa menganggap ku istimewa." Naruto mengangkat bahu santai menjelaskan kepada mereka.
Naruto melompat ke tempat Zoro saat dia menghindar dari tembakan Igarappoi, matanya menatap kesal pria itu, "Hey, itu curang sialan!" Seru Naruto keras dari atas rumah. Naruto kemudian melihat Zoro yang berjalan ke arah nya, dia mengusap darah yang ada di dahinya.
"Seperti biasa nya bukan, kau nampak tidak terluka." Zoro berkomentar melihat penampilan nya, Naruto mendengus mendengar nya, "Hah! Seolah-olah aku akan membiarkan mereka menyentuh ku, sang Sage Uzumaki Naruto yang agung! Tidak dalam seratus tahun!" seru Naruto menyilangkan tangannya.
Zoro mendengus mendengar nya, walau bagian Sage itu membuat nya tertarik, dia akan menanyakan nya nanti, "Yah, terserah. Kau tidak menggunakan pedang mu lagi?" Zoro bertanya lagi. Naruto menggeleng dan menepuk pedang nya.
"Tidak, aku tidak ingin mengotori pedang ku dengan darah mereka, mereka tidak pantas." Gumam Naruto pelan.
"Hm, begitu. Naruto, ayo selesaikan ini." Zoro tidak bertanya lagi, mereka menatap ketiga orang dibawah sana.
"Ini benar-benar memalukan, kita semua dikalahkan hanya dengan mereka berdua, sepertinya kita harus turun tangan langsung." Igarappoi berkata kepada rekannya. Mr. 9 kemudian berbicara sistem peringkat kepada Naruto dan Zoro yang diam mendengarkan.
"Hm, aku tidak peduli dengan peringkat sialan mu, bagiku yang menang lah yang kuat. Jadi, ayo buktikan saja." Kata Zoro kepada mereka. Naruto dan Zoro melompat menghindari tembakan Igarappoi.
Mr. 9 mulai melompat dan menyerang Zoro menggunakan pemukul besi. Zoro yang tidak ingin membuang waktu menyerang nya membuat Mr. 9 mundur dan terjatuh dari ketinggian.
Dengan Naruto, dia saat ini sedang berdiri diam menghadapi gadis itu, dia tertawa sedikit saat melihat pertengkaran yang terjadi antara gadis itu dengan hewan bebek peliharaan nya.
Naruto menatap nya bingung saat melihat dia memegang sebuah parfum sebelum mata nya melotot, "Seorang gadis akan menari untukku? Hahaha! Aku tau aku memilih pilihan yang tepat menghadapi mu. Kemarilah dan menari untuk ku, sayang!" Naruto dengan semangat duduk ditanah menyeringai mesum.
Miss Wednesday yang melihat itu tersenyum dan berlari dengan bebek nya ke arah pemuda itu mencoba menyerang nya dengan senjata ditangannya yang berputar cepat. Naruto menatap kosong saat melihat gadis itu melewati nya, tidak mengetahui apa yang dia lakukan.
"KEMBALI KESINI GADIS PENARI! KAU HARUS MENYELESAIKAN TARIANNYA UNTUK KU!" Naruto berteriak marah, dia menginjak tanah dibawah nya kesal. Dia kemudian melihat Zoro yang tangannya diikat menggunakan rantai besi.
Naruto terlihat tidak khawatir, dia masih kesal dengan gadis itu yang kabur. Kemudian dia melihat gadis itu kembali membawa Luffy, "Kalian! Jangan bergerak atau aku akan membunuh teman kalian!" Miss Wednesday mengancam, Zoro yang melihat itu mendecih tidak suka.
"Akhirnya kau kembali juga gadis penari! Sekarang menari kembali untukku!" Naruto memerintahkan membuat gadis itu berkeringat. Mereka kemudian mendengar suara tembakan dan melihat Zoro menarik Mr. 9 membuat nya terkena serangan itu.
Zoro kemudian melempar pria yang sudah gosong itu ke arah gadis berambut biru itu menjauhkan mereka dari Luffy, dan melompat ke arah Igarappoi menebas nya. Pria itu terjatuh ke arah rekannya meninggalkan jejak debu.
"Yosh! Selesai juga." Kata Zoro, dia berteriak kesakitan saat kepala nya terkena jitakan. "Kau bakayaro! Apa yang kau lakukan kepada gadis itu? Kau tidak melihat dia akan melakukan tariannya didepan ku?!" Naruto berseru kesal. Wajah nya memerah dengan setiap teriakannya.
"Berisik! Dia mengancam kita dengan Luffy, mana mungkin aku membiarkan nya." Zoro yang tidak mau mengalah membalas. Naruto menaruh jari nya didagu, "Itu benar juga, tapi ini masih salah mu sehingga gadis itu tidak menari untuk ku." Naruto melotot kepada Zoro yang balas melotot.
Mereka menyudahi pertempuran mata mereka sebelum akhirnya duduk dan menikmati ketenangan.
Tidak lama setelah mereka bisa beristirahat, mereka melihat dua orang berbeda gender datang dan berjalan ke arah Igarappoi dan yang lain. Mereka berdua duduk diam mendengar setiap pembicaraan mereka.
"Oh sial, Luffy masih dibawah sana. Kenapa kau tidak membawa nya ke atas tadi?" Zoro mendelik ke arah Naruto, dia mengangkat bahu nya tidak peduli, "Yah, aku marah kepada mu karena mengacaukan gadis penari itu untuk ku jadi aku naik kesini dan memukul mu, aku bahkan tidak ingat sejak kapan dia membawa Luffy kesana." Naruto berkata polos.
Mereka teralihkan suara ledakan dan melihat Igarappoi terlempar. Zoro yang tidak sabar turun kebawah dan menarik Luffy menjauh. Naruto tetap diam diatas sana, memperhatikan gadis penari itu dan dua orang baru itu.
"Jadi dia seorang putri kerajaan ya? Heh! Ini semakin menarik saja." Kata Naruto berbicara sendiri. Dia melihat rekan gadis itu Mr. 9 terlempar terkena sebuah ... Upil?
"Sial, itu sangat menjijikkan. Aku berharap serangan itu tidak terkena tubuh ku." Naruto bergidik melihat nya. Dia kemudian melihat gadis itu lari menjauh dikejar kedua orang itu. Naruto turun ke tempat Zoro dan Mr. 8 berada. Disana juga terlihat Nami, mereka terlibat pembicaraan yang serius.
"Aku mohon, bantu aku melindungi tuan putri kembali ke Kerajaan Arabasta. Kalian bisa merundingkan hadiah dengan Putri Vivi nanti." Nami terlihat senang mendengar nya.
"Jadi kami harus melindungi nya terlebih dahulu? Baiklah itu tidak masalah." Katanya bangun dari posisi nya, dia kemudian menatap Zoro, "Zoro, pergi bantu dia sekarang!" Zoro melototi nya dengan keras.
"Apa-apaan kau ini? Kenapa bukan kau sendiri yang pergi menyelamatkan nya? Kau kan yang bernegosiasi dengannya?!" Zoro berseru keras. Naruto mengabaikan perdebatan mereka dan berjalan ke pria itu.
Naruto berjongkok didepannya, "Ada sesuatu yang terjadi pada Negeri mu, kan?" Naruto bertanya to the point. Mr. 8 atau nama asli nya sekarang Igaram terdiam mengalihkan pandangannya tidak ingin dia melihat nya.
Naruto menghela napas lelah melihat nya, "Aku akan menganggap itu ya kalau begitu. Sekarang aku memiliki pertanyaan kepadamu." Igaram menatap nya sekarang, penasaran dengan pertanyaan nya.
"Apakah putri ini benar-benar penting? Apakah dengan dia hidup masalah negeri mu bisa diselesaikan? Katakan ya atau tidak." Naruto menunggu jawaban nya sebentar, bahkan sekarang perdebatan Zoro dan Nami berhenti dan menatap mereka berdua.
"Ya, dia!" kata Igaram membuat Naruto mengangguk, dia kembali berdiri dan menatap temannya. "Aku akan pergi Zoro, Nami." Zoro menghentikan nya.
"Tunggu dulu Naruto, kita perlu bertanya kepada Luffy, dia kapten nya." Zoro berkata dengan tajam, Naruto melirik kepada nya sebelum menghela napas. "Ya, aku tau itu. Aku hanya akan menyelamatkan gadis penari itu dari dua orang itu, setelah itu kita bisa merundingkan nya kembali dengan Luffy, bagaimana?" Naruto memberikan sarannya.
Zoro terlihat berpikir sebelum akhirnya mengangguk, Naruto tersenyum dan melesat pergi meninggalkan mereka, tak jauh dari sana, Naruto akhirnya melihat gadis penari itu yang saat ini terdiam menatap kedua orang itu.
Naruto menyipitkan matanya saat melihat pria bom itu, Naruto mengeluarkan Kunai dari pinggang nya dan datang tepat waktu untuk mengiris upil menjadi dua.
"Uh, aku merasakan tubuh ku bergetar setelah mengiris itu. Untung saja aku tidak menggunakan mu." Naruto berbicara sendiri sambil menepuk pedang nya.
"Ada apa dengan mu? Kau masih mengejar ku untuk mengabulkan keinginan bodoh mu itu?!" Naruto terkekeh mendengar nya sebelum menatap gadis itu, "Itu salah satu alasannya, tapi alasan sebenarnya adalah aku memutuskan untuk melindungi mu. Tenang saja, aku tidak akan membunuhmu."
Gadis itu menatap Naruto dengan curiga, masih belum mempercayai nya, "Bagaimana aku bisa mempercayai mu? Kau musuh ku sebelum nya?" Naruto terlihat bingung sebelum menatap gadis itu dan cengengesan.
"Aku memang musuh mu sebelum nya, tapi pengawal mu meminta bantuan kami, aku setuju dan sekarang aku disini melindungi mu. Namamu Vivi, kan?" Gadis itu mengangguk ragu.
"Ya." Jawab nya.
"Namaku Uzumaki Naruto, seorang ninja. Senang berkenalan dengan mu." Naruto berkata riang, gadis itu terdiam lagi membuat Naruto menghela napas nya sebelum melambai pelan, "Percaya saja padaku, lagipula ini bukan kali pertama aku menyelamatkan seorang putri kerajaan." Kata Naruto lelah.
"Kau pernah menyelamatkan seorang putri?" kali ini gadis itu mulai tertarik, Naruto menyeringai melihat ketertarikan nya, "Ya, aku pernah beberapa kali menyelamatkan putri, tapi itu untuk cerita lain waktu. Sekarang, aku harus mengalahkan mereka sebelum mereka menyentuhmu." Jelas Naruto.
Naruto mengalihkan pandangannya ke samping saat melihat Zoro datang, dia terlihat lelah setelah berlari agak jauh, "Kau datang, Zoro? Aku kira kau tidak ingin membantu." Naruto bergumam kepada Zoro, pemuda itu mendengus mendengar nya.
"Wanita licik itu membuat ku melakukan ini, dia mengancam ku dan aku tidak punya pilihan lain." Naruto ber'oh'ria dan kembali fokus ke musuh. Mereka diam sedari tadi walau wajah mereka nampak kesal.
"Oi, kalian! Bukannya kalian yang mengalahkan semua orang yang ada di kota ini? Mengapa kalian melindungi gadis kecil itu?" tanya Mr. 5. Dia adalah pria bertubuh tinggi dengan kulit gelap dan memiliki rambut hitam keriting gimbal, dia memakai pakaian serba cokelat dengan jas panjang cokelat juga dan dasi merah, celana panjang, dan kacamata hitam. Didada kiri nya terdapat angka 5 berdasarkan kode nya.
"Ya, kami tidak bisa membiarkan gadis cantik seperti dia mati ditangan kalian disaat negeri nya membutuhkan nya, ditambah dia menari untuk ku dan aku akan melindungi setiap gadis yang menari untukku!" Naruto berseru kuat mengepalkan tangannya keatas.
Mereka semua berkeringat mendengar nya alasan nya, "Kau cabul..!" Naruto tertohok mendengar nada tajam dari gadis penari itu. "Aku tidak cabul! Kau lah yang menari untuk ku, siapa aku untuk menghentikan tarian mu itu, jadi aku menikmati nya." Naruto membela diri.
Vivi memerah mendengar nya, dia menatap ke arah lain malu. Naruto menyeringai melihat nya sebelum melihat ke depan lagi, "Ya, inti nya kami disini untuk melindungi nya dari kalian semua, para bajingan tengik!" Naruto berseru keras.
"Ya, aku tidak peduli kalau kau menjadi musuh kami, lebih baik kalian menyerah saja." Kata Mr. 5, rekan wanitanya tertawa disampingnya, "Hahaha! Ya, menyerah saja kalian." Mereka berdua mengambil posisi saat pria itu mencungkil hidung nya.
Pertarungan mereka terganggu saat dari kejauhan Luffy berteriak, "KETEMU!"
"Oh, Luffy kau disini juga. Apa kau ingin membantu gadis ini juga dan meminta imbalan?" Zoro bertanya kepada si topi jerami. Naruto mengamati nya sedikit tertarik.
"AKAN KUHAJAR KAU ZORO, NARUTO!" Naruto dan Zoro memandang terkejut Luffy, mereka bingung sekarang. "A..apa maksud mu, ha? Apa yang kami lakukan?!" Zoro bertanya balik, Luffy berjalan ke arah mereka dengan tubuh besar nya.
"KALIAN BAJINGAN TIDAK BERPERASAAN, MEREKA TELAH MENYAMBUT KITA DAN MEMBERI MAKANAN ENAK DAN KALIAN MALAH MELUKAI MEREKA! AKU AKAN MENGHAJAR KALIAN BERDUA!" teriak Luffy penuh emosi. Naruto dan Zoro terlihat berkeringat mendengarnya.
"Ya, itu benar juga sih. Tapi, Luffy kau tidak mengerti..." ucapan Zoro terpotong.
"AKU TIDAK PEDULI, KALIAN MATI!" Luffy menerjang ke arah mereka berdua. Naruto menghindar menjauh meninggalkan Luffy yang mengejar Zoro terlebih dahulu. Naruto menghela napas nya kasar.
"Apa-apaan dia itu? Apakah dia gila?" Naruto menatap gadis penari yang bertanya itu dengan lelah, "Mungkin saja, tidak perlu hiraukan dia, orang itu akan kembali normal setelah beberapa saat." Naruto meyakinkan nya.
Naruto kemudian menatap kedua orang dari Baroque Works itu dan melesat ke arah mereka dengan cepat, dia akan menyelesaikan ini dengan cepat sebelum menenangkan Luffy.
Naruto mengangkat kunai nya untuk mengenai tubuh dari pria itu dan dengan insting nya melompat setelah senjata nya bersentuhan dengan tubuh pria itu, "Jadi begitu ya, aku mengerti." Kata Naruto, dia kemudian menghindari beberapa lemparan upil yang dilakukan pria itu.
Selagi menghindar Naruto memperpendek jarak mereka sebelum akhirnya menghilang dari hadapannya, Mr. 5 terkejut melihat nya menatap sekeliling sebelum dia akhirnya mendengar suara dibelakang nya dan disana berdiri pemuda itu membawa sebuah bola seukuran bola kasti ditangannya.
"Enyahlah bajingan!" Seru Naruto keras.
"Rasengan!"
Naruto mendaratkan serangan nya dan mendorong nya menjauh sebelum melepaskan nya membiarkan nya meledak bersama rumah dibelakang nya. Naruto menyeringai melihat nya sebelum menatap keatas nya. Dia menyeringai melihat sesuatu yang menarik perhatian nya.
Gadis yang terbang itu terlihat malu dan menarik baju nya kebawah, "Dasar bajingan Cabul!" Seru Miss Valentine keras, dia adalah wanita muda yang cantik dengan rambut pirang pendek dan bermata hijau.
Dia memakai topi kuning dan orange, serta baju kuning dengan pola lemon, anting lemon dan sepatu putih bertumit tinggi, dia juga membawa sebuah payung warna hijau terang dengan garis biru.
"Aku tidak cabul, kau lah yang menunjukkan penampilan seperti itu. Ingat, aku hanya menikmati hehehe!" Naruto tertawa mesum sebelum dia melompat menjauh menghindari wanita itu yang ingin menimpa nya.
"Hey, berhati-hatilah! Aku bisa remuk jika kau menjatuhkan diri seperti itu." Naruto berkata kesal. Wanita itu terlihat geram dan memandang nya dengan pandangan membunuh.
"Mengapa kau tidak mati saja, cabul? Diamlah dan biarkan aku menghancurkan mu!" Naruto bergidik melihat nya sebelum melompat menjauhi nya, "Tidak, dan tidak akan pernah. Jika harus mati, maka aku memilih mati di pelukan wanita cantik daripada tertimpa seorang wanita. Yah, itu sedikit menarik mati di antara pantat mu, tapi tidak." Naruto berkata ngawur.
"KEMARI DAN BAWA PANTAT MU KEARAH KU ZORO! AKU AKAN MENGHAJAR MU KARENA MELAKUKAN INI KEPADA WARGA KOTA INI!" Teriak Luffy dari kejauhan membuat Naruto mendesah kesal.
"DASAR BAKA! DENGARKAN PENJELASAN KU DULU! KAU TIDAK MENGERTI!" Naruto menatap datar kedua orang itu sebelum menatap wanita itu lagi.
"Hah... Aku akan mati dengan bocah itu disekitar ku." Gumam Naruto pelan, dia memijit pelipis nya pelan.
"Ayo, kita selesaikan ini, aku perlu mengurus bocah itu." Naruto berkata sebelum akhirnya melesat kedepan mengejutkan wanita itu. Wanita itu tidak siap saat melihat nya berada didepan nya. Dia melihat tangannya yang siap memukul nya.
Sayang nya, entah karena dia yang terlalu lambat atau pukulan itu yang terlalu cepat, yang wanita itu tau saat itu adalah sakit kepala yang hebat dan tubuh nya menabrak tepat diatas tubuh rekan pria nya yang tidak sadarkan diri.
Naruto menghela napas nya pelan, dia tidak ingin memukul nya, tapi jika dia tidak melakukan itu, wanita itu akan membunuh putri penari disana. Dia hanya berharap pukulan nya tidak terlalu keras.
Naruto melihat kembali pada dua idiot yang masih bertarung dan saat ini siap untuk puncak nya. Naruto melotot saat melihat dua orang itu jatuh setelah di pukul oleh Nami yang datang.
"U..Uh, jangan pernah membuat Nami marah! Ya, jangan pernah membuat dia marah!" Naruto mengulangi nya seperti sebuah mantra. Dia kemudian berjalan kearah mereka, tangannya memberi isyarat kepada Vivi untuk mengikuti nya.
"Dasar bodoh! Apa yang kalian berdua lakukan? Kalian hampir membuat Vivi terbunuh! Kita beruntung ada Naruto-kun disini yang menghentikan kedua orang dari Baroque Works itu!" dia mengomel kepada mereka berdua membuat Naruto terkekeh.
Nami melihat ke arah Naruto dengan senyum syukur, "Apa jadi nya kami jika kamu tidak ada disini Naruto-kun, kami beruntung kamu bergabung kedalam kru." Naruto melambai kepada malu.
"Ah..Hahaha tidak masalah Nami-chan, senang dibutuhkan disini." Kata Naruto malu-malu.
"Kau yang disana! Kenapa menyelamatkan ku? Apa yang kalian inginkan?" Vivi bertanya kepada Nami yang tersenyum kepada nya. "Sepertinya kita perlu membicarakan nya, kan?"
XxX
"Hahahaha! Jadi begitu ya, Zoro. Gomen, ne!" Zoro melotot kepada Luffy yang tertawa, "BAKA! AKU SUDAH BILANG DARI TADI KAN!" Zoro berteriak lucu. Naruto juga ikut tertawa melihat Zoro.
Nami menggeplak kepala Luffy membuat nya terdiam, "Vivi, ayo buat kontrak kerja diantara kita. Kami akan membantu mu untuk kembali dengan selamat dan imbalannya adalah 1 miliar Berry, bagaimana? Bukankah itu angka yang kecil bagi sebuah kerajaan." Nami bertanya kepada Vivi dengan santai, Vivi terlihat terkejut sebelum duduk dengan lemas.
"Kalian tidak mengerti situasi kerajaan Arabasta sekarang, kan?" mereka semua menggelengkan kepala nya, "Tidak. Memang nya ada apa?" Nami bertanya lagi.
Vivi menghela napas nya sebelum akhirnya menjelaskan tentang negeri nya yang saat ini sedang terjadi perang saudara dan bagaimana dia mencoba menyusup kedalam organisasi ini untuk mendapatkan informasi.
"Untuk seukuran tuan putri, kau memiliki keberanian, bukan." Naruto berkata sambil tersenyum.
"Yah, jika menyangkut sebuah perang maka uang sebanyak itu tidak mungkin ada, kan. Mau bagaimana lagi." Nami mengangkat bahu nya. Vivi yang melihat nya tertunduk lesu membuat Naruto merasa simpatik.
Luffy menoleh kepada Vivi, "Vivi, siapa dalang dibalik ini?" Vivi menatap nya panik sebelum menggoyang tangannya panik, "Bos? Maksud mu Mr. 0? Tidak mungkin aku memberi tau kalian. Bahkan sekalipun kalian tau, kalian tidak akan bisa menandingi nya. Dia merupakan salah satu Shichibukai yang terkenal, Crocodile!" jelas nya cepat.
Mereka semua memandang nya dengan kosong, "Siapa dia, ya?" Luffy bertanya polos.
Dari atas rumah, terlihat burung dan berang-berang menatap mereka semua, kedua hewan itu pergi meninggalkan mereka.
Nami mengguncang tubuh Vivi dengan kencang memelototi nya, "Ah, keceplosan ya." Luffy menyambung nya dengan seringai lebar.
"KENAPA KAU MENGATAKAN NYA? APA YANG SALAH DENGAN MU? DAN SIAPA HEWAN ITU?!" Teriak Nami ketakutan, Vivi terlihat mengucapkan permintaan maaf nya berulang kali.
"Hahaha! Jadi seorang Shichibukai, ya? Zoro, Naruto bukannya ini menarik." Luffy berkata dengan senang, Naruto terlihat menyeringai bersama Zoro. "Seorang Shichibukai, ya? Sepertinya dia orang yang kuat, Luffy mau melawan nya?" Zoro bertanya kepada kapten nya yang mengangguk penuh semangat.
"DIAM KALIAN! KITA TIDAK AKAN MELAWAN SHICHIBUKAI!" Nami berteriak lucu kepada mereka. Dia mendramatisir nya saat air mata berterbangan, "Padahal kami baru sampai Grandline dan sekarang seumur hidup kami akan dikejar Shichibukai." Dia menangis dalam diam, mereka semua mengabaikan nya.
"Terserah, aku akan pergi saja. Terima kasih kalian semua..." dia berhenti saat melihat burung itu kembali dan menggambar mereka semua secara detail. Nami berteriak ke langit mengutuk mereka sebelum kembali lagi.
Mereka kemudian melihat Igaram datang dengan dandanan yang aneh, Luffy datang dan tertawa melihat nya, "Paman, ada apa dengan baju mu itu? Sangat aneh." Luffy berkata blak-blakan. Igaram mengabaikan nya.
"Vivi-sama, kau tau bagaimana jika ada seseorang yang mengetahui identitas bos, bukan?" Vivi mengangguk, "Ya, kita akan dikejar seluruh pemburu hadiah." Nami menatap ke arah mereka dengan silau dimata nya.
"Aku akan menyamar sebagai putri Vivi dan membawa 4 boneka ini bersama ku menuju Arabasta, sementara itu, kalian bisa berlayar dengan aman tanpa ada yang mengikuti kalian." Jelas nya kepada mereka.
Luffy memiringkan kepala nya, "Putri Vivi? Kau seorang putri?" Luffy bertanya bodoh. Naruto menjitak kepala nya kesal, "Kau tidak memperhatikan, bukan?" tanya nya kesal. Luffy cengengesan mendengar nya.
"Kalian akan mengantarkan nya dengan selamat, bukan?" Igaram bertanya serius kepada mereka. Luffy mengangguk pada nya, "Tentu saja kami akan mengantarnya." Nami terlihat ingin menyela sebelum Naruto memegang nya.
"Tidak apa Nami-chan, kami sudah sepakat tadi untuk mengantar nya, kita harus menepati janji, kau tidak pernah mengingkari janji bukan?" Naruto bertanya menggoda nya, Nami terlihat menatap nya kesal sebelum menghela napas.
"Baiklah, kita akan mengantarkan nya." Naruto tersenyum kepada nya sebelum memeluk nya, "Bagus sekali, tidak perlu takut Nami-chan, Aku akan melindungi mu." Nami memerah mendengar nya sebelum mengangguk sedikit.
XxX
"Baiklah Vivi-sama, aku berdoa untuk keselamatan mu." Kata Igaram kepada Vivi. Mereka saat ini sedang berdiri di dekat pelabuhan tempat kapal Igaram berada. Naruto dan yang lainnya juga berdiri disana mengantar kepergian nya.
"Igaram, Aku..." Vivi tidak tau apa yang ingin dikatakan nya, dia khawatir untuk nya. Igaram mengangkat tangannya dan meletakkan nya diatas kepala Vivi. "Aku akan baik-baik saja, Vivi-sama. Kamu harus tetap hidup apapun yang terjadi, hanya kamu yang bisa menghentikan semua ini." Igaram berkata lembut.
Igaram menengadah tangannya kepada Vivi, "Vivi-sama, Eternal Pose nya." Dia meminta. Vivi mengambil nya dibelakang baju nya dan menyerahkan nya kepada Igaram. Nami yang melihat itu bingung.
"Eternal Pose? Apa itu?" tanya Nami kepada Igaram, "Ah, kau tidak mengetahui nya? Aku akan menjelaskan nya." Dia mulai menjelaskan tentang perbedaan Eternal Pose dan Log Pose. Jika Log Pose menyimpan medan magnet dan mengarahkan dari satu pulau ke pulau lain, maka Eternal Pose menyimpan satu medan magnet yang hanya akan mengarah ke satu tujuan tersebut, sebagai contoh Eternal Pose ini yang mengunci arah ke Arabasta.
Nami mengangguk mengerti dan Igaram mulai menaiki kapal nya, dia melambai kepada mereka dan berlayar menjauh. "Yah, dia sudah menjauh. Sepertinya nya kita harus berangkat juga." Kata Luffy santai, mereka dikejutkan dengan perubahan nada Naruto.
"Ada sesuatu yang salah, aku bisa merasakan nya." Mereka menatap nya bingung sebelum ledakan besar mengejutkan mereka, disana kapal yang ditumpangi oleh Igaram meledak. Mereka sedikit terdorong dengan angin yang tertiup kencang menerbangkan topi Luffy.
Luffy mengambil topi nya mengambil napas, "Minna ayo berangkat! Jangan sia-siakan pengorbanan nya!" seru Luffy mulai berlari, Zoro terlihat mengikuti nya dari belakang. Naruto menatap dua gadis itu dengan pandangan khawatir.
"Nami-chan, Vivi-chan kita harus berangkat sekarang!" seru Naruto kepada mereka. Nami menatap Naruto dan mengangguk. Naruto mulai berlari mengejar dua yang lainnya. Kembali pada Nami, dia saat ini menatap khawatir Vivi yang hanya diam saja.
Nami memeluk nya erat menenangkan nya, "Vivi-chan, tidak perlu khawatir. Kita semua berjanji akan membawa mu pulang dengan selamat. Kau bisa mempercayai mereka, walau mereka terlihat bodoh dan konyol, mereka sangat kuat. Mereka juga merupakan pahlawan dari East Blue dan hampir mengalahkan semua bajak laut disana. Tidak peduli Baroque Works atau Shichibukai Crocodile..."
"Mereka tidak ada apa-apa nya!" Seru Nami meyakinkan, Vivi menitikkan air matanya sebelum melepas pelukan nya dan mengangguk. Mereka mulai berlari.
Kembali pada Naruto dan yang lain beberapa menit sebelum nya, Naruto baru saja menyusul Luffy dan Zoro, "Luffy, Zoro aku akan langsung ke kapal dan menyiapkan nya. Kalian pergilah jemput Sanji dan Usopp." Tanpa mendengar mereka lebih lanjut, Naruto menghilang membuat mereka terkejut.
"Pergi jemput mereka Luffy, aku akan membantu Naruto menyiapkan nya." Kata Zoro kepada Luffy.
"Baiklah!"
Luffy berhasil sampai di bar dan menemukan Usopp dan Sanji, dia menarik mereka dengan polos, tidak mengerti penderitaan mereka berdua. Mereka bertiga akhirnya sampai di kapal.
"Aku sudah membawanya!" Luffy berseru kepada mereka. Naruto dan Zoro menatap nya, "Kami juga sudah siap disini! Ayo naik semua nya." Kata Naruto kepada mereka. Dia memiliki beberapa Bunshin yang membantu dan menghilangkan mereka.
"Oi! Ada apa dengan kalian? Cepat naik." Zoro berkata kepada Nami dan Vivi. "Karoo, hewan peliharaan nya tidak ada." Ucap Nami kepada Zoro, "Vivi sudah memanggil nya tapi dia tidak datang." Lanjut nya.
Zoro menunjuk kesampingnya, "Apakah maksud kalian dia?" Tanya Zoro menunjuk bebek disampingnya.
"SEJAK KAPAN KAU DISANA?!" Nami dan Vivi berteriak kompak. "Dia sudah berada disini dari tadi." Jelas Zoro, mereka akhirnya mulai naik dan menjalankan kapal.
"Jika kita mengikuti arus sungai ini, kita akan cepat sampai ke laut." Kata Vivi kepada mereka. Luffy terlihat kagum dengan kabut disekitar nya. "Wow, banyak kabut disekitar sini." Katanya.
"Tentu saja baka! Ini adalah kabut pagi." Suasana hening tercipta saat itu, tidak ada yang berbicara sama sekali, "Wah, cara pelarian yang sangat bagus." Kata seseorang, Nami tersenyum senang, "Tentu saja."
"Sebaiknya kalian waspada terhadap sekelompok orang yang meledakkan kapal." Kata orang itu lagi, "Percayakan saja kepadaku." Kata Nami lagi.
Keheningan kembali terjadi sebelum Nami menatap Luffy, "Luffy, apa kau mengatakan sesuatu?" tanya Nami.
Luffy menatap nya bingung sebelum mereka menoleh terkejut ke belakang. Disana duduk seorang wanita bertubuh tinggi, tubuh nya ramping dan memiliki rambut sebahu. Dia memakai baju kemeja seperut pendek berwarna ungu yang menampilkan belahan dada nya dan pusarnya. Memakai rok pendek ungu dan sepatu yang mencapai betis. Dia juga memiliki topi koboi diatas kepala nya.
"Kau...!"
"Halo, Miss Wednesday. Aku baru saja bertemu dengan Mr. 8 diseberang sana." Vivi menggertakkan gigi nya marah.
"Kau yang membunuh Igaram?!" dia bertanya marah, Luffy menatap nya bingung, "Aku tidak peduli kau siapa, apa yang kau lakukan dikapal ku?" tanya Luffy kepada nya yang diabaikan oleh nya.
"Apa yang akan kau lakukan disini, Miss All Sunday?!" Nami menatap Vivi kaget, "Miss All Sunday? Pasangan nomor berapa dia?" tanya Nami kepada Vivi.
"Mr. 0, bos organisasi ini." Nami melotot kepada nya. "Dia adalah seseorang yang mengetahui siapa identitas bos, aku berhasil mengetahui identitas bos setelah mengikuti dia." Jelas Vivi kepada mereka.
"Lebih tepat nya, aku membiarkan mu mengikuti ku." Koreksi Miss All Sunday, Vivi menggertakkan gigi nya, "Aku tau itu, kau juga yang melaporkan kami kepada bos, kan? Sebenarnya apa mau kalian, ha?!" Vivi menghardik nya.
"Ada deh, Sepertinya kalian sangat ingin mengetahui nya, tapi itu sama sekali tidak penting. Berpikir bahwa seorang putri mencoba menghentikan Baroque Works dan mencoba menghentikan peperangan di negeri nya, betapa bodoh nya dia." Katanya pelan, nada nya terdengar meremehkan.
"TUTUP MULUT MU BRENGSEK!" Vivi berteriak marah, Sanji dan Usopp mengarahkan pistol dan ketapel mereka kearah nya. Luffy mengepalkan tangannya, Nami mengambil tongkat nya dan Zoro memegang senjata nya.
Lemparan kunai terlihat meluncur ke arah wanita itu menggores pipi nya sedikit. Dari sana keluar darah segar yang membuat Wanita itu terkejut.
"Kau mengatakan sesuatu tadi, Ojo-chan?" Dibelakang wanita itu terlihat Naruto yang memegang kunai yang dia lemparkan tadi dan menjilat darah di bilah kunai nya. Wanita itu berkeringat melihat itu sebelum menggunakan jurus nya mengeluarkan banyak tangan menjatuhkan mereka.
Naruto yang dibelakang terlihat menghilang menjadi kepulan asap meninggalkan wanita itu sendiri lagi.
"Jadi, kau adalah Uzumaki Naruto yang terkenal itu, dan disebelah mu Mugiwara no Luffy. Kalian sudah menjadi incaran Baroque Works karena gadis kecil itu." Kata Miss All Sunday mengambil topi Luffy.
Luffy terlihat memaki dia dan meminta nya untuk mengembalikan topi nya, dia akhirnya menjelaskan alasan dia datang dan bagaimana dia menawarkan sebuah Eternal Pose yang mengarahkan mereka ketempat aman tanpa harus dikejar oleh anggota Baroque Works yang lain.
Dan seperti biasanya, kapten kita yang bodoh menolak tawaran nya dan menghancurkan Eternal Pose tersebut. Wanita itu terlihat tertarik melihat nya sebelum akhirnya menyudahi sapaan nya.
"Begitu, sayang sekali kalian menolak bantuan ku. Jika kalian masih bertahan, aku harap kita bisa bertemu lagi." Dia melompat ke kapal nya yang ternyata adalah kura-kura raksasa. Dia menoleh kembali pada Naruto, "Jangan mati, Uzumaki Naruto." Katanya sebelum akhirnya dia pergi.
Nami mengerutkan kening nya menatap wanita itu dan Naruto, tidak menyukai nada suaranya.
Matahari mulai menjulang diatas mereka, saat ini mereka sedang berkumpul digeladak kapal. "Apakah tidak apa-apa aku berada dikapal ini? Aku takut menjadi beban kalian." Vivi berkata dengan tidak enak. Dia memegang kemeja baju nya pelan.
"Tentu saja kau menjadi beban, kau tidak menceritakan semua nya dari awal kepada kami." Vivi meminta maaf lagi kepada nya dengan pelan, "Jadi, bagaimana Luffy?" Nami bertanya kepada kaptennya.
"Yosh, mari kita semua makan, aku lapar!" Nami dan Vivi berkeringat mendengar nya. Sanji mengambil rokok nya, dia menghidupkan nya dengan korek ditangannya, "Jadi, pulau selanjut nya..."
"... Ya, Little Garden bukan kata wanita itu." Zoro menyambung nya, Usopp terlihat panik sedikit. "Aku merasakan sesuatu yang tidak enak berada disana, bisakah kita melewati nya saja?" Usopp bertanya yang diabaikan mereka.
"Tenang saja, Nami-chan, Vivi-chan, aku akan melindungi kalian berdua dari apapun." Sanji melotot kepada nya tidak terima, "Tidak, akulah yang akan melindungi mereka, bukan kau." Naruto melambai pada nya tidak peduli.
"Terserah, lagipula aku sudah berjanji kepada mereka." Sanji mulai mengoceh dan mengumpat untuk nya, Luffy mengabaikan nya dan memberi perintah nya, "Yosh, kalau begitu kita akan ke Little Garden! Semua nya berlayar dengan kecepatan penuh!" seru nya semangat.
"YO!"
XxX
To be continued~
XxX
A/N: Terima kasih telah membaca cerita ini, dan beri tahu saya jika ada kesalahan.
Yo gaes balik lagi bersama saya di chapter terbaru ini, semoga Chapter terbaru ini bisa memuaskan dan kalian bisa menikmati nya di hari minggu ini. Silahkan tinggalkan review kalian di kolom review, semua saran dan kritik kalian akan sangat membantu saya kedepannya.
Ah, jangan lupa untuk klik tombol Follow dan Favorit agar kalian tidak ketinggalan update terbaru dari fic ini. Thank you!
Saya sudah membaca review dari fic ini dan saya sangat senang dengan respon positif kalian, saya akan tetap berusaha untuk membuat cerita ini menjadi menarik dan layak untuk kalian baca, sekali lagi terima kasih semua nya. Ah, sekedar informasi saya akan mengupdate fic ini setiap hari minggu, tapi jika ada suatu halangan saya akan memberi tahu nya di A/N seperti ini biasanya.
Saya juga berterima kasih kepada seseorang dengan nama akun Uchiha D. Itachi dan akun Guest karena telah membantu saya memberi saran tentang Haki, saya senang kita memiliki pikiran yang sama tentang hal itu, jadi saya akhirnya memutuskan untuk Naruto tidak memiliki Haki. Tetapi, saya masih dengan tangan terbuka untuk menerima saran dari kalian tentang Haki ini.
Berhubung cerita One Piece ini tidak menjelaskan terlalu banyak tentang Haki sebelum Time Skip, maka kita belum akan melihat banyak orang menggunakan haki sampai Time Skip terjadi, jadi saran apapun tentang Naruto yang bisa menggunakan Haki atau tidak masih akan terbuka, oke Gaes!..
Mungkin hanya itu saja yang ingin saya katakan, selamat menikmati weekend ini dan selamat menunaikan ibadah puasa bagi umat muslim. Sampai jumpa lagi di chapter selanjutnya gaes.
See you and enjoy.
Bye.
