Lala-chan ssu and val pururin proudly present
It's Like Beauty and the Beast: Side Story
Pair: AoAka
Rated: Kembali ke T
Disclaimer: Mau saya nangis darah dan jadi demon slayer juga Kurobas hanya milik om Fujitada
Warning: AU, OMEGAVERSE, TWIN!BOKUSHI ORESHI, BAHASA CAMPUR ADUK BAKU-GAUL, GAJE, ABAL, OOC, NISTA, DLL DKK
Note: Disini Shiori masih hidup dan Masaomi sayang sama oreshi
DLDR
~~oo00oo~~
Chapter 14: Oh Hell No!
~~oo00oo~~
"Hei, hei. Sudah dengar belum?"
"Dengar soal apa?"
"Itu lho, soal murid pertukaran pelajar!"
"Oohh tentu saja sudah!"
Aomine menguap dan menyamankan posisi kepalanya. Berusaha tak mempedulikan gibahan kedua cewek di depannya. Yah biasa namanya cewek. Gak gibah gak afdol.
"Daiki, masa sudah tidur sejak pagi?" Akashi menegurnya dan menepuk kepala Aomine pelan dengan buku. Aomine menoleh sedikit dan menarik Akashi ke pangkuannya. Wajah Akashi sontak memerah.
"D-Daiki, kita ada di kelas." Tegur Akashi.
"Hm...lalu kenapa?" Aomine menyenderkan kepalanya di bahu Akashi membuat wajah Akashi kian memerah.
"Woy pasangan bucin! Buruan ke tempat masing-masing, dah ada guru!" tegur Kise. Aomine mendecak.
"Bacot kuning alay."
"DIKASIH TAU KOK NGEGAS SIH?!"
Akashi menunduk menyembunyikan wajahnya yang memerah lalu bangkit dan duduk di bangkunya. Tak lama seorang guru datang dan pelajaran dimulai dengan khidmat
Halah sok-sokan khidmat padahal banyak yang tidur /digebuk/
~~oo00oo~~
Pelajaran selesai, guru pun keluar dari kelas setelah memberi tugas yang alamak banyak sekaliii
Murid lain pun asyik bercengkrama dan menikmati waktu istirahat. Aomine sendiri? Tentunya menggunakan waktu dengan baik yaitu melaksanakan kegiatan pokok yang dibutuhkan manusia
Tidur
Enak banget author juga mau bobok /WEY/
Namun kedamaian itu hanya berlangsung sesaat. Baru saja Aomine akan dibawa ke alam mimpi, pintu pun didobrak keras.
"WOY AHOMINEE!"
"HALAH APAAN SIH BAKAGAMI BACOT! AMPE INI SOAL SKOR ONE-ON-ONE KITA LAGI GUA GEBUG LU."
"BUKAN ITU, TOLOL!"
"Duh kalian ini tukang ngegas berisik." Keluh Kuroko. "Untung gua diberkahi kekaleman yang paripurna."
"Bacot lu bogel." Rutuk Murasakibara
"Dih kok ngegas sih?"
"Ga penting bat asli." Midorima menyela. "Aomine, kita kemari untuk memberitahu soal murid pertukaran pelajar."
Ya, selain pertukaran pelajar internasional, Teikou juga melakukan pertukaran pelajar antar sekolah. Terutama di jenjang SMA.
"Ya terus? Santuy elah, gua tetep yang paling ganteng." Ujar Aomine.
"KEPEDEAN LU CUIH HUEK!"
"BILANG AJA NGIRI LU BAKAGAMI!"
"Bukan itu maksudku, nodayo!" tegur Midorima. "Maksudku itu—"
"KYYAAAA!"
Terdengar riuh suara fangirl dari kejauhan. Aomine bingung padahal Kise ada di belakangnya. Lalu dari mana kah fangirl itu berasal?
Baru saat melihat sosok yang dikerumuni para fangirl itu, Aomine terkejut seketika.
"Murid pertukaran pelajar tahun ini dari Rakuzan. Dan dia adalah..."
Iris heterokrom itu menatapnya dan tersenyum dengan amat sangat menyeramkan nya.
"...Akashi Seijirou."
~~oo00oo~~
"Waahh ada dua Akashi. Hebaatt."
"Seijirou dari SMA Rakuzan? Kerennyaaa."
"Kakaknya tampan dan adiknya manis, sempurna sekali yaa..."
Seketika si kembar Akashi menjadi perbincangan hangat seisi sekolah. Namun seluruh anggota Generasi Keajaiban nampak tak senang terutama Aomine. Alasannya adalah
"Permisi. Aku ingin duduk di sini."
Belum sempat di jawab, Seijirou sudah mengklaim tempat duduk di sebelah Akashi. Akashi yang sudah tahu perihal pertukaran pelajar itu dan nyaman berada di dekat Seijirou menurut saja saat kakaknya duduk di sebelahnya. Aomine cemberut.
"Seijuurou, kau makan apa?" tanya Seijirou.
"Oh? Ini sup tofu. Supnya enak sekali, kakak juga harus coba." Ujar Akashi senang. Aura di sekitarnya terasa berkilauan
Haduh kokoro gak kuat.
"Ung. Lain kali akan kubeli. Nah, Seijuurou makan yang lahap ya."
"Ung! Tentu saja, kak."
Akashi kembali fokus pada makan siangnya, sementara Seijirou menatap Aomine. Mereka pun saling bertukar pesan melewati mata batin (?)
'Mampus lu ga bisa deketin adek gua'
'Anjir lu'
'Eh, ngatain gua lu?'
'Ampun, ndoro.'
~~oo00oo~~
Selama Seijirou berada di Teikou, Aomine dan Akashi jadi sulit bermesraan. Hal itu tentu saja menghibur para anggota Generasi Keajaiban
Sampai mereka merasakan momok iblis seorang Akashi Seijirou
Pada siang hari yang damai, kebetulan Midorima dan Murasakibara sedang berjalan menuju kelas. Dan mereka tanpa sengaja melihat sosok berambut merah sedang duduk di taman dengan santainya.
Tanpa pikir panjang, Murasakibara langsung menghampiri dan memeluk tubuh mungil sosok berambut merah itu.
"Aka-chiiinn sedang apa?" tanya Murasakibara sambil mengelus wajahnya ke bahu si rambut merah itu.
"Murasakibara, jangan sembarangan!" tegur Midorima.
"Ya, jangan sembarangan." Midorima dan Muraskaibara mematung mendengar suara yang agak berat tersebut. Rupanya eh rupanya
Yang Murasakibara peluk adalah Seijirou.
Murasakibara mengerjap pelan sementara Seijirou memasang senyuman 'manis'nya.
"Kalian pasti sangat dekat dengan Seijuurou." Ujar Seijirou
SYAATT
Gunting pun melesat dari wajah Murasakibara ke wajah Midorima. Murasakibara mengerjap sedangkan Midorima mematung. Para murid yang kebetulan lewat pun shock seketika melihat atarksi pelemparan gunting (atraksi ndasmu)
"Awas jika kalian ketahuan mendekati adikku." Ujar Seijirou final sebelum bangkit dan pergi.
Midorima menganga sedangkan Murasakibara tetap di posisinya. Dalam hati mereka memikirkan hal yang sama
'Iblis darimana sih anj—'
~~oo00oo~~
Suasana perpustakaan benar-benar hening. Ya namanya juga perpustakaan ya sepi kali
Tapi dengan adanya Seijirou di antara mereka suasana jadi 5x lebih menegangkan.
Anggota generasi keajaiban saling menatap. Berharap semua ini akan cepat berakhir. Astaga belajar bersama Seijirou ternyata semengerikan ini.
Kise meneguk ludah sejenak. Ia mengambil bukunya dan mulai membaca soal yang diberikan.
'Njir soal macam apa ini?!'
Terlihat Kagami dan Aomine merasakan penderitaan yang sama. Yah, susahnya jadi trio geblek di grup. Yang lain tengah sibuk mengerjakan tugas—kecuali Murasakibara yang numpang tidur—
Kise menggerutu. Ia mencoret asal-asalan di atas bukunya. Aomine dan Kagami pun melakukan hal yang sama.
"Ah, kalian salah." Seijirou yang kebetulan melihat lembar PR milik Kise. Seijirou segera mengambil pulpennya dan menunjuk lembar PR Kise.
"Saat tipe soal seperti ini gunakan persamaan rumus biasa, jangan pakai pitagoras." Tegur Seijirou sambil menunjuk buku milik Kise. Ia berbalik menatap Kagami dan Aomine
"Lalu Kagami, ingat-ingat sudut istimewa. Dan Aomine Daiki...aku tak ingin berkomentar."
"MAKSUD LU GUA SEBEGO ITU?!"
"SSSHHTT!"
Aomine terdiam begitu pengunjung lain menyuruhnya diam sementara anggota Generasi Keajaiban lain menahan tawa
~~oo00oo~~
"Kakak besok akan kembali ke Rakuzan?"
Pertanyaan Akashi membuat seluruh anggota Generasi Keajaiban membulat dan fokus terhadap Akashi.
Yaahh akhirnya mereka bebas medekati sang Maharatu.
Seijirou hanya tersenyum dan menepuk kepala adik kembarnya.
"Aku tetap harus kembali." Ujarnya. "Jadi anak baik ya, Seijuurou." Pesan Seijirou.
"Aku bukan anak-anak." Keluh Akashi.
Semuanya terdiam melihat interaksi kedua Akashi yang nampak begitu dekat. Ya wajar, mereka saudara kembar.
"Dan kalian." Seijirou menatap seluruh anggota generasi keajaiban
"Ayo main basket."
"...hah?"
~~oo00oo~~
"15-9! Kakak mencetak skor lagi!"
Seluruh anggota Generasi Keajaiban terkapar di lapangan. Mereka sudah tahu bahwa Akashi Seijirou itu iblis, namun tak sangka tenaganya juga tenaga iblis.
"Bagaimana kalau main per-grup?" tanya Seijirou. "Sepertinya akan lebih menyenangkan."
Yang lain segera bangkit dari posisinya.
"SEIJUUROUCCHI DENGANKU SSU!"
"GA BISA POKOKNYA SAMA GUA!"
"HEH GUA CALON ADEK IPARNYA!"
"COT!"
"Ehem!" Seijirou berdehem. "Akan lebih adil bila hom-pim-pah—"
Seketika yang lain memasang posisi.
"Hah! Aku tak akan kalah!"
"Seijirou-chin akan masuk ke timku!"
"Lihat saja nanti!"
Seijirou mengerjap lalu beralih ke arah Akashi yang menahan tawa.
"Apa mereka memang selalu begini?" tanya Seijirou.
"Ya begitulah mereka." Akashi terkekeh.
Akhirnya tim pun dibagikan
Tim 1: Midorima, Kise, Kuroko, Murasakibara
Tim 2: Seijirou, Aomine, Kagami
Game pun dimulai. Bola direbut oleh tim 1 yang diuntungkan oleh badan tinggi Murasakibara. Namun bola direbut oleh Seijirou.
"Hey pass!" seru Kagami. Seijirou langsung melempar bola menuju Kagami dan diambil dengan baik. Kagami langsung saja melakukan dunk. Skor pertama direbut oleh tim 2!
"Terima kasih! Nice pass!" ujar Kagami. Seijirou tersenyum pada Kagami.
"Hilih gua ga pernah digituin." Gerutu Aomine
"Protes gak gua restuin."
"Ampun kanjeng."
Permainan dilanjutkan. Kali ini tim 2 yang membawa bola dengan operan beruntun dari Kagami ke Aomine. Baru Aomine hendak melakukan dunk, Murasakibara menghalangi di depannya.
Biasanya Aomine akan langsung memasukkan bola sendirian dengan formless shoot, namun kali ini ia melempar bola ke belakang menuju Seijirou. Seijirou segera melakukan tembakan three point dan tim 2 berhasil memimpin 5 angka!
Mereka terus bermain hingga kelelahan dan tidak ada lagi yang menghitung skornya. Yang terpenting adalah mereka tertawa dan menikmati waktu bersama.
"Kalian."
Seijirou membuka suara. Seluruh anggota Generasi Keajaiban menoleh.
"Terima kasih." Seijirou memasang senyumannya. "Karena kalian aku merasakan rasanya teman yang mau berjuang denganku. Dengan permainan basket tadi. Terima kasih."
Seketika hati para anggota generasi keajaiban terenyuh. Tak disangka Seijirou sebaik ini.
"Kalau begitu lain kali kita main sama-sama lagi ssu!" seru Kise. "Ayo bertukar sosmed!"
Yang lain pun saling menulis nama sosial media mulai dari LAIN, whatsup, sampai fesbuk. Di saat anggota Generasi Keajaiban lain mengerumuni Seijirou, Aomine diam-diam mendekat dan merangkul Akashi.
"Ada apa, Daiki?" tanya Akashi. Aomine menggeleng.
"Kalau begini...Seijirou terlihat baik." Ujar Aomine.
"Kakak selalu baik."
"Iya, iya."
Aomine mengecup pelan bibir Akashi. Akashi tersenyum dengan semburat merah di pipi.
"Kau senang kakakmu kemari?" tanya Aomine.
"Aku senang. Tapi aku jadi tak bisa dekat-dekat denganmu." Keluh Akashi.
"Kita masih bisa dekat." Aomine menunduk dan melumat bibir Akashi. Akashi mengerang, merasakan bibir Aomine. Sudah lama mereka tak saling merasakan bibir masing-masing
SYUUTT
TAAAKKK!
"Memang aku bilang kalian boleh bermesraan di sini, hm?"
Aomine merasa nyawanya hilang karena gunting yang melesat di dekat wajahnya. Didengarnya suara tawa Generasi Keajaiban yang menggelegar dan suara Akashi mengomel karena bahaya
Yah itulah (calon) kakak ipar Aomine. Kisah mereka pun menjadi lebih berwarna dengan kehadiran kakak kembar titisan iblis itu
~~~TO BE CONTINUED~~~
HIYAHIYAHIYA /plak
HAI READERS IYA AUTHORNYA GEBLE BANGET HARUSNYA NGERJAIN ARTIKEL MALAH UPDATE . UPDATE DOUBLE PULA/plak again
Bales review dulu~
Tsukigakirei Maap authornya hobi bikin plot ginian. Yah yang punya ide Val tapi Lala hobi bikin gituan /HEH/ IYALAH AKASHI MILIK AHOMINE NAN MESUM /plak/ ini udah update semoga suka~~
Yak segitu aja gaes
RnR~?
