[]卍卍卍O o+[]oO*[+]*Oo[]+oO卍卍[]

.

.

[]-The Black Blossom Shine-[]

.

By

.

[]-Lightning Shun-[]

.

.

.

[]卍卍卍O o+[]oO*[+]*Oo[]+oO卍卍[]

.

.

.

Senjata yang paling ampuh di muka bumi ini adalah jiwa, bagaimata pedang membunuh dari dua arah

.

Note 2 -[Rencana Keji]

Sudah berapa jam Kirie mendekam diatas kuda dengan seseorang pria tak dikenal membuat, dia emosi tingkat-tinggi, siap menjadi gila, dengan hati terpaksa dia harus duduk seperti ini dengan posisi memalukan."Sebenarnya datang dari-mana dirimu ini,"Tanyanya tampa mengelahkan pandangan, dari arah jalanan.

"Harusnya aku yang bertanya!,"Ucap Kirie cetus, sudah ditanya namun malah dijawab dengan pertanyaan juga, membuat Lu Bu menghelah nafas. "Dan kita mau kemana!,"Ucap Kirie.

"Ini adalah Dynasty Hu tahun 190 didataran Tiongkok,"Jawab Lu Bu, sementara bagai disambit petir, Kirie yang mendengar angka tahun asing yang berarti ini bukan masanya, hanya menghelah nafas tak percaya, tubuhnya langsung lesu, dia tak tahu harus bertingkah bagai-mana sekarang. "Lalu namamu?!,"Tanya Lu Bu melirik wajah gadis dipangkuanya.

"Shinzu Kirie,"Jawab Kirie lemah. "Lalu siapa kau sendiri?!,"Tanyanya kembali, membuat memasang pandangan cetus kearah lelaki itu.

"Namaku adalah Lu Bu, Komandan Jendral Dinasty kerajaan Hu, yang dipimpin Kaisar-Xian, ibukota Louyan,"Jawab Lu Bu dengan tatapan mengintimidasi, mendengar itu semua Kirie merasa tersambar Petir-extra untuk kedua kalinya, Kirie tak sanggup lagi memberi komentar atau berpikir lebih jernih, ia juga hanya bisa terdiam sepanjang perjalanan.

"Apa-apaan ini!,"Kirie mengerang Frustasi dalam hati, dia benar-benar terlempar kemasa-lalu, dimana itu peradaban Tiongkok orde-lama. Ingin rasanya dia menjedotkan kepalanya berkali-kali agar dia bisa keluar dari mimpi ini, atau melempar dirinya kedasar jurang kegelapan, astaga demi apa, salah apa dirinya sampai mendapat cobaan yang terlalu melebihi apa yang pernah bisa dia hadapi. Dan bagaimana dia pulang kemasanya saat ini?.

Kirie hanya termenung sembari mencari pemikiran yang positif agar menghadapi kondisinya dan beradaptasi pelan-pelan.

"Hormatku pada Tuan,"Ucap Beberapa anak buah, berjaga didepan gerbang istana, usai Lu Bu dan krunya hadir disana, pintu Gerbang-pun dibuka memasuki wilayah kerajaan.

Bola mata, Kirie membulat sempurna memandang kawasaan kerajaan yang begitu epik, lapangan luas dengan deretan patung buatan manusia ternama, selain hiasan tempat itu juga disi dengan beberapa pohon hias dengan jalan setapak mulus, (yah meski zaman itu belum mengenal tol) namun tempat ini sengaja dipasang oleh beton batu-datar sebagai penyempurna jalan, Kerajaan tradisional dengan lambang merah sebuah istana terbangun kokoh dengan puncak berlantai-lantai, tempat yang besar ditembok yang bergradasi warna oranye dengan hiasan naga dan matahari, beberapa lambang bulan tertera dipintu masuk, dengan seng kokoh berwarna merah-darah nampak megah, memberi kesan mencolok ketimbang rumah-rumah biasa, bahkan kaum bangsawan tak seperti ini. Kirie hanya memandang kondisi dengan cermat ia tak mau banyak komentar, mata hijaunya sibuk melihat - lihat sekeliling.

[MODE OPEN OPRATION!,]

[KAMERA OPERT RAID ON ACTIVET]

[KLIK]

[KLIK]

Bola mata Kirie kehijauan, tampa tak disadari orang lain bahkan Lu Bu, menampilkan dua bulatan, berwarna ungu ditengahnya berputar layaknya roda-dengan pelan, berbeda dengan mata Normal, Kirie yang dalam modus foto, mencoba mengambil beberapa Foto dan menganalisanya nanti, dengan kamera yang tertanam pada matanya yang tersambung pada Bill-Virtualy, ia menghelah nafas, ia bersyukur Eventorynya benar-benar masih bisa berfungsi dengan baik, namun ada beberapa panel-panel Bill-Virtualy yang tak bisa berguna disini, membuat ia mengeram sendiri karna ia harus mengunakan jaringan Wifi atau MU namun mana ada benda itu ditempat seperti ini.

Sambil melihat lokasi-lokasi baru, matanya terus menganalisa tempat dengan mengunakan Jaringan-internal langsung pada tubuhnya, meng-scan beberapa informasi tentang apa saja yang ia lihat, sampai ia sadar kuda Lu Bu berhenti tepat didepan istana, bersamaan dengan beberapa prajurit memberi hormat, ada pula yang memberi beberapa informasi pada sang jendral, dan ada pula prajurit yang khusus datang mengambil kuda, dan akan meletakan ditempat kuda kerajaan. "Selamat datang Tuanku!,"Ucap salah seorang Prajurit membungkuk sembari mendekati Lu Bu.

"Hmm..."Ucapnya sembari Turun dari Kuda, dan langsung menarik gadis dipangkuanya dengan sekali hentakan, dan posisinya kembali terlihat begitu absurd. Dikarnakan Lu Bu memposisikan tubuhnya dalam posisi wanita ala pengantin, membuat ia merasa hari ini,semakin dipermalukan.

"CUKUP! AKU PUNYA KAKI!,"Sentak Kirie dengan penuh emosi, bahkan suaranya amat keras sampai para-prajurit yang kebetulan lewat langsung terkaget, ada pula yang terjatuh dengan indahnya karna tak fokus. "Tak perlu kau menggendongku, aku tak akan kabur,"Ucap Kirie kesal, mukanya sudah merah sampai batas telinga, membuat membuang muka dari Lu Bu, dan pria itu mempersilahkan ia berdiri dengan kakinya, berada diatas kuda berjam-jam membuat dia merasa mual.

"Huaaah~,"Bola mata Kirie memandang langit, lalu mengambil nafas, mencari pasokan udara keparu-parunya, udara tempat ini begitu hangat dan bersih, ketimbang dunianya, yang penuh sesak, asap noksit dimana-mana, bahkan udara yang tercemar akibat misil peperangan, menemukan tempat seperti ini. Sudah sangat langkah baginya jika dizamanya, angin bertiup mengibaskan rambutnya dengan tiupan rendah keterpa angin, entah kenapa perasaanya sangat nyaman disana, tampa menyadari keberadaan orang lain, banyak orang prajurit yang meliriknya dengan pandangan terpesona, mungkin wajahnya yang cantik dan juga dikarnakan kulit wajahnya berbeda dengan orang Tiongkok, yang berwarna seputih-beras, sementara notabene wanita Tiongkok memiliki warna tubuh merah-gading, membuat Kirie menjadi pusat perhatian.

"Jaga tingkahmu, atau kau akan menyesal,"Jawaban itu langsung keluar dari mulut Lu Bu, membuat Kirie hanya menyambut dengan tatapan dingin disertai anggukan. Ia lalu mengekori kemana sang Jendral itu pergi bersama beberapa pengawal juga ikut memandu mereka berdua.

"Aku tak akan lari,"Sungutnya.

DUK!

"Kyaaa~" Sebuah jeritan terlihat dari seorang wanita bergaun ungu dia terjembab jatuh dilantai berbatu, bersamaan dengan tumpukan buku yang dia bawa, tepat tak jauh dari depan Kirie.

Bola mata Kirie membulat, ia lalu berjalan lebih dulu sembari mendekat wanita itu, sementara Lu Bu terkaget bagaimana mungkin gadis itu bisa bergerak-cepat tampa terlihat olehnya. "Kau tak apa-apa!,"Tanya Kirie cepat sembari membantu memungut buku yang tergeletak dilantai.

"Saya tak apa- apa terimakasi,"Ucapnya sembari membungkuk, sementara, mata Kirie nampak melihat beberapa buku dan Covernya. Ini adalah buku lumayan penting, penasaran dengan isinya ia tampa pikir panjang meng-scan semua buku itu, tampa ketahuan. Setelah ia berpamitan dengan wanita tadi mereka lalu kembali mengekori Lu Bu.

"Ah siapa dia Lu Bu!, "Kening Dong Zhuo menyengit saat Lu Bu dan Kirie memasuki aula istana, saat itu Lu Bu pun menjelaskan soal keadaan yang sebenarnya prihal kemunculan Kirie. Sementara yang dibicarakan tengah sibuk memperhatikan hal lain, ia menatap ruang tahta istana megah dengan warna merah, bertiran emas, tembaga, lambang dengan dekorasi ruangan serba merah-membara, terdapat guci terbuat dari emas murni dengan pahatan naga disekitar ukiran kayu didalam. Wow luar mewah dalamnya apa lagi.

"Jadi kau gadis itu?!, kau yang datang dengan kekuatan aneh?!,"Tanya sang Kaisar memandang Kirie, dari ujung rambut hingga ujung kaki membuat gadis itu nampak tak nyaman, dengan tatapan terlihat mata yang haus akan sesuatu, seribu akal picik ada disana.

"Ah! Benar, ada apa Yang-mulia,"Ucap Kirie memandang datar, lelaki yang disebut kaisar itu memang memiliki wajah lembut, hidung yang tirus, juga tampan, tapi Kirie bisa bertaruh jika lelaki itu tak-baik, ada yang ganjil dalam sikap dan pola gerakanya

"Jadi Gadis ini muncul dari langit, sukar untuk dipercaya,"Ucap Sang Kaisar memandang lembut wajah, Kirie semakin tak nyaman.

"Ah!,"Kirie menghelah nafas berat, ia merasakan Firasat buruk, mata Kirie teralihkan pada sosok wanita dengan warna kulit putih gading, penampilannya, Rambut dengan dua-kepang dilengkungan-pipi dengan sedikit aksesoris kecil, dan. Dua ponytail-kecil dan panjang rapih, ber-longcoat biru tua, celana armor hitam lumayan tertutup, sarung tangan hitam, berbando ungu beberapa manik dikepala, dan kakinya mengenakan boots hitam juga. Dengan sedikit armor dada dibalik longcoat-nya.

"Selamat datang Ryou-Taichou, selamat atas kemenangan anda,"Ucap wanita itu sembari tersenyum.

"Ya,"Ucapnya sembari mengangguk dengan sedikit senyuman tipis. "Bagaimana dengan kabarmu Li Yingqi!?,"Tanyanya sembari membuat wanita bernama Li Yingqi nampak tersenyum lebar.

"Sangat baik,"Jawabnya cepat.

Melihat suasana ringan yang dibawa Wanita barusan, membuat Kirie menghelah nafas nyaman lalu itu, pandangan Kirie kembali dihadapkan pada Kaisar Xian yang mulai angkat bicara. "Kurasa gadis ini butuh istirahat, kita akan bicara lain-kali saja, aku akan memanggilkan seorang dayang yang mengantarmu kekamar tamu, karna kau adalah tamu kami,"Ucap sang Kaisar dengan tatapan gentelman. Kirie menatap mata Kaisar dengan senyuman tipis, sembari membungkuk pelan.

"Terimakasi atas bantuanya,"Ucap Kirie tetap pada gelagat yang normal. "Sudah kuduga!,"Pikir Kirie dengan masih memamerkan senyuman tipis, menyamarkan pandangan, tak nyaman dirautnya.

"Ah! Yang-mulia,"Ucap Li Yingqi. Membuat mata Kaisar Xian memandangi wanita itu,"Em.. biarkan saya mengantarnya, tenang saja saya hapal dengan semua dena, kamar tamu,"Ucapnya sembari tersenyum.

"Li Yingqi baiklah silahkan kau mengantar tamu kita,"Ucap Kaisar Xian. Akhirnya kedua perempuan itu, keluar setelah memberi hormat, meninggalkan Lu Bu, Kaisar Xian, Dong Zhuo, di altar istana ketiganya nampak membicarakan sesuatu yang sangat serius.

.

.

.

Baik Li Yingqi, maupun Kirie telah berjalan menyusuri lorong istana tampa percakapan, suasana nampak canggung, tidak seperti sebelumnya saat ia berinteraksi dengan Lu Bu, nampaknya gadis itu bukan wanita yang bisa diakrabkan dengan muda.

"Li Yingqi!,"Panggil seseorang tepat dibelakang mereka, baik Li Yingqi, dan Kirie menoleh memandang siapa yang memanggil, sebuah suara lembut seorang wanita, dengan rambut kecoklatan diikat pony-tail, berwajah cantik-jelita, berkulit gading-putih, dengan gaun berenda pink, yang nampak terpasang pada tubuhnya yang indah serta proposional.

"Lady Daochan,"Ucap Li Yingqi.

"Apakah dia yang dibawa Lu Bu-sama, kemari,"Tanyanya melirik Li Yingqi, sementara Li Yingqi nampak mengangguk dengan engan entah kenapa kenapa.

"Benar Lady,"Ucap Li Yingqi, dan mata wanita yang dipanggil Daochan melirik langsung kearah Kirie.

"Aku sudah mendengar Informasimu dari mata-mata kerajaan?, kau dan bisa bertempur dimedan perang,"Ucapnya dengan tatapan tajam. "Kau bukan gadis biasa bukan,"Simpuhnya.

"Ya aku memang bisa bertarung, tapi aku bukan mata-mata,"Ucap Kirie dingin sembari menatap tak kalah tajam. "Aku tak punya masalah apa-pun dengan kerajaan ini, aku terikut kesini tampa sengaja,"Ucapnya.

"Maaf tapi aku tak bisa terlalu percaya dengan orang baru ,"Tatap Daochan, sembari mengeluarkan sebuah cambuk, yang terpasang ditas kecil yang terikat dipahanya. "Sebagai wanita petarung aku menantangmu untuk bertarung melawanku?!,"Jawabnya tegas.

"Maaf-maaf saja! Aku tak suka memukul sesama wanita,"Ucap Kirie berdecak pinggang, sembari mendengkus tajam.

TSAS!

Suara Cambuk berbunyi dilantai, mengema pada ruangan itu, bersamaan aura tak menyenangkan keluar dari tubuh Daochan, membuat mata Kirie menyengit, ada apa dengan wanita ini?. "Tapi aku menantangmu, jadi mohon bantuanya,"Ucap Daochan, lalu mengancung senjatanya, dan dengan sekali hentakan gadis itu, mengarahkan Cambuk berdurinya pada Kirie.

TSAS!

Mata Kirie menyipit, lalu menghempaskan tubunya kebelakang, ia melakukan akrobati kekiri saat menatap mata Cambuk nyaris menyabet tubuhnya, ia lalu mendaratkan kakinya dengan mulus memasang, kuda-kuda untuk menghindari serangan selanjutnya, matanya masih membaca gerakan sang-gadis dengan alur dan tempo lembut. "Dia begitu serius, apa yang sebenarnya dia pikirkan "Pikir Kirie lalu menanyentuh tas dipahanya berisi Aries-Gun, namun entah kenapa dia memutuskan tak mengeluarkan senjata itu dari sabuknya. "Aku tak bisa melakukan ini, aku tak bisa menyerang gadis itu,"Pikir Kirie dengan pandangan penuh kebimbangan, bersamaan

sebuah Pecutan cambuk kembali lagi. "Tak salah lagi dia ini,"Mata Kirie membulat.

"D-Daochan-Lady,"Ucap Li Yingqi membulatkan mata-safir indahnya, dengan penuh cemas.

TSAS!

Tubuh Kirie terhempas dibelakang bersamaan dengan angin, namun ia tak bisa mundur lagi, karna ada tembok dibelakangnya, mata hijaunya kembali memandang kedepan menemukan rincingan Pecutan Cambuk sudah berada dihadapanya, beberapa jengkal lagi. Ia lalu berputar kearah dinding belakangnya dan bersalto, dengan kecepatan tinggi berpijak keatas, dengan memanfaatkan medan, agar melompat lebih tinggi. Ia lalu mendarat disamping Daochan.

SET!

Tangan kanan Kirie bergerak dengan cepat, lalu menotok gerakan dibagian tulang lengan Daochan, hingga cambuk itu telepas dari genggaman, dengan jarak dekat ia lalu mengunci gadis bergaun tersebut. "Ahk,!,"Jerit Daochan dengan posisi tertahan, sendi belakangnya terasa ngilu.

"Dengar,"Bisik Kirie dan bahkan bisa didengar

Li Yingqi karna gadis itu mendekat. "Aku tak tahu mengapa kau datang dan menantangku, sambil menunjukan emosimu mengebu-gebu seperti itu, namun aku tak bisa menyerang musuh yang tak bahkan tak memiliki fokus penuh, dan kelemahan yang bahkan terlihat oleh musuhnya,"Ucap Kirie tajam.

"A-apa maksutmu,"Ucap Daochan membulat.

"Gerakan dasar kuda-kudamu tak seimbang, tubuhmu begitu monoton saat kau menyerangku, tenaga tak teraktur serangan yang memiliki cela dibagian kiri dan kau menantangku setelah kita bertarung, aku sadar ada yang ganjal padamu kondisi kaki-kiri dan tangan kananmu cedera dari awalkan,"Jawab Kirie.

Kirie memandangi ada raut tercengang dari wajah Daochan yang cantik-jelita, terlihat urat keletihan yang tak bisa disembunyikan lagi.

"Lalu jika kamu tahu, titik kelemahanku itu makanya kau tak mengeluarkan senjatamu?,"Ucap Daochan dengan kondisi tertatih dilantai.

"..."Sementara Kirie terdiam, sementara Li Yingqi tak bisa mengomentari apa-pun.

"KAU MENGASIHANIKU! KAN,"Teriaknya membahana, Daochan tak mampu menyembunyikan rasa malunya, karna kalah dengan telak oleh Kirie.

"Tidak aku tak megasihanimu sama sekali, Aku sudah mengeluarkan sejataku,"Jawab Kirie, dengan pandangan dingin.

"KAU BOHONG!,"Selaknya membahana. " Kau tak mengeluarkan apa-pun, tak ada senjata apa-pun ditangamu,"Ucapnya sembari menahan rasa sakit ditubuhnya bekas ditotok.

"Pertarungan ini sudah selesai, Kirie,"Ucap Li Yingqi Mendekat namun tangan Kirie terangkat, membuat Li Yingqi Itu agar tak maju.

"Senjata itu ada dihadapanmu!,"Ucap Kirie dingin, iris hijaunya menyalak penuh makna pada Daochan lalu memukul dadanya sendiri, lalu melepas kuncianya. "Senjata terkuat manusia yang paling kuat adalah Tubuh!,"Ucap Kirie tajam.

"Manusia tak hanya mengandalkan sebuah pedang, tombak, panah saat perang, namun tekat dimana manusia menyiapkan dirinya dalam kondisi tubuh yang prima,"Tandas Kirie makin keras. "Aku bukan petarung yang hanya memanfaatkan kelemahan manusia sebagai poin untuk menang, tapi kita bertarung untuk hidup,"Ucap Kirie lalu berdecik, ada kemarahan dalam dirinya, dan mencoba menenagkan emosinya.

"Kirie..kau! "Li Yingqi tahu ada kemarahan tersendiri yang berusaha gadis itu simpan.

Setelah beberapa menit terdiam, seulas senyuman tulus dari Kirie terlihat samar, lalu yang awalnya berdiri memutuskan berjungkuk menatap Daochan yang masih terduduk dilantai, tanganya mengarah pada Gadis-jelita itu. "Tapi jika kau sudah lebih baik atau kau benar pulih kita bisa bertarung lagi, kulayani tantanganmu sepenuh hati,"Ucap Kirie lalu membantu Daochan berdiri hingga, gadis itu berdiri sempurna, ia juga tak segan menepuk - menepuk rok merah-muda Daochan yang sedikit berdebu.

"Kau,"Ucapan Daochan tertahan dibibirnya, sementara kepala Kirie dimiringkan, memamerkan senyum ramah, ia lalu dengan ini inisitiatif memasang cambuk Daochan pada bag dipaha-wanita itu.

"Maafkan jika saya tak sopan,"Ucap Kirie membungkuk pada Daochan lalu melirik ke Li Yingqi dengan isyarat, mengantarnya kekamar yang dibilang, lalu meninggalkan Daochan disana.

.

.

.

[Kirie Pov]

Saat aku berpisah dengan wanita bernama Daochan, Li Yingqi mengantarku sebuah kamar Tamu yang dikatakan oleh kaisar sebuah-kamar-tamu. Ruangan besar dangan mantera-emas mewah, kasur besar berkelambu dari sutra dengan warna merah-hati, dengan fasilitas lengkap sebuah lemari baju, dan dekorasi indah didalamnya, nyaris membuatku tercengang.

"Baiklah inilah Kamarmu!,"Ucap Li Yingqi. "Jika kau butuh bantuan kau bisa minta pada pelayan atau pengawal,"Terangnya datar.

"Terimakasi,"Sahutku.

"Sama-sama!,"Ucapnya sembari membungkuk formal dan meninggalkan aku, dikamar itu sendirian, kepergianya membuatku mendengkus pelan nampaknya aku belum bisa akrab denganya.

Usai ditinggal oleh Li Yingqi Aku memutuskan untuk, mendudukan bokongku, disisi kasur sembari memikirkan semua yang tadi kulihat, dan aku akhirnya bisa menganalisanya. Sepertinya Lu Bu menceritakan semua tentangku pada Kaisar Xian dan, gelagatnya dengan santai, menyuruhku untuk jadi tamu, bukanlah hal yang biasa diterima seseorang begitu saja, jelas aku tahu itu adalah sebuah tak-tik, dibalik suatu rencana.

Aku lalu bangkit dari kasur, untuk menatap seisi kamar, mulai dari memeriksa isi kasur, sudut lemari, lubang, jendela, teras, dinding dan temperatur kekerasan dinding, terakhir pintu, aku yakin ia menaruh-aku dikamar tamu yang sering dilewati penjaga, untuk mengawasiku, namun untung aku cukup paham situasi hingga menyadari ini semua. Usai memeriksa semua ruangan dan tak menemukan (sesuatu yang mencurigakan), aku kembali duduk dikasur, setelah mengunci pintu dari dalam. Aku mengecek beberapa layanan Bill-Virtualy Miliku dan bersyukur masih hidup, memang ada beberapa part yang tak bisa digunakan tampa WIFI tapi itu tak masalah bagiku. Sebuah Hologram memunculkan sebuah panel layar, dan beberapa barang berharga miliku, aku mencoba men-scan semua buku yang sempatku scan dijaringanku menjadi data, agar bisa menguak informasi tentang dunia yang sedang kudatangi ini.

DOCUMENT OFFILS

TO YOU RECORD BRAIN

ACTIVET

Aku menyetujui opratorku dan menekan tombol panel 'Yes' dan Document hasil Scan itu telah mulai tercompres.

"Astaga..!,"Bola mataku membulat setelah data yangku scan tadi telah menjadi data-recod, dan masuk ke-otaku dalam waktu transfer selama 5 menit. "Yang benar saja!,"Ucapku terkaget dengan informasi buku yang tak sengaja kupegan tadi membuat kaget, dan nyaris menjerit melihat semua informasi muncul diotaku "Astaga..!,"Aku menutup rapat mulutku, karna aku tak percaya buku yang dibawa dayang tadi bukan buku biasa, itu adalah Laporan pembangunan dan susunan hasil kekayaan tambang, dan pajak dari rakyat biasa, dan juga daftar orang-orang yang akan dibunuh.

[Pov End, look normal Pov]

.

.

.

BRAK!

"Aku tak menyangka Xian, masih saja bertingkah tenang setelah kita mendapatkan, Kota Hyu Lui, dan malah membangun sebuah gapura-emas ditengah kota dan memperluas kekayaanya sendiri,"Ucap Dong Zhuo mengeram kesal dengan semua itu.

"..."Bola mata Lu Bu, hanya terdiam memandang Dong Zhuo sang Ayah angkatnya, yang naik pitam karna tak senang dengan jabatanya sebagai perdana mentri yang tak dianggap sama sekali. "Ayah bukankah kau sendirilah yang meminta, aku mengulingkan Kaisar sebelumnya setelah kau memilih Xian menjadi pengantinya,"Ucap Lu Bu tajam.

BRAK!

Dong Zhuo kembali mengebrak meja, wajahnya semakin menunjukan kekejaman, dan keserakahan yang berarti, ia mendelik memandang Lu Bu. "Apa kau pikir aku hanya puas dengan ini saja!, HAAH!,"Umpat Lelaki itu tajam.

"Tahu apa kau tentang politik!,"Kecamnya memandang Lu Bu dengan tatapan mendelik. "Kau hanya seorang jendral yang hanya bertugas untuk berperang, dan kau tak pernah berpikir semua aset kekayaan yang dipegang Xian adalah ancaman bagi kita,"kecam Dong Zhuo, ia lalu mendekati Lu Bu dengan pandang penuh kedengkihan.."Aku inginkan kau membereskan semua yang menganggu,"Ucap Dong Zhuo.

"Apa jangan-jangan kau!,"Ucap Lu Bu dengan pandangan aneh.

"Ya! Anakku, aku ingin kau mengulingkan Xian, dan mengambil bangku Louyang menjadi milikku,"Ucapnya tersenyum sinis.

.

.

.

[Kembali ketitah istana]

"Apa mengundang Keluarga Wu untuk pesta setelah perang ,"Penyataan kaget datang dari seorang kaum mentri dalam negara Tao Mi.

"Tentu agar mereka, dapat mengetahui kekuasaan seperti apa yang aku miliki," ucapnya, sembari tersenyum sinis sementara Tao Mi hanya memadang sembari menyengit. "Apa lagi aku mendengar sepak terjang Xu Gong, sang pemberontak yang kalah telak oleh keluarga Wu, mungkin kita bisa memanfaatkan mereka, jika melakukan kerja sama,"Ucapnya sembari tersenyum.

"Jadi maksunya meminta aliran keluarga datang disini hanya ajang pamer kekayaan dan kekuasaan toh,"Ucapnya dalam hati, sembari mendencik kesal yang nampak samar diwajahnya yang tua, dibesarkan dalam Klan Wudang, benar-benar membuatnya menjadi pribadi manusia yang tenang.

"Lalu dimana Dong Zhuo?!,"Tanya Kaisar Xian-menghelah nafas dititahnya, yang sedari tadi hanya malas-malasan.

"Nampaknya dia sedang keluar yang mulia,"Jawabnya.

"Baiklah dan kau Li Yingqi,"Panggil Xian sembari memberi senyuman yang picik. "Aku ingin kau mengawasi Shinzu Kirie, mungkin gadis itu bisa kita manfaatkan,"Ucapnya lalu pandangan sang Kaisar melirik Li Yingqi dengan senyum sinis. "Namun jika dia bertingkah macam-macam kau boleh membunuhnya,"Ucapnya sembari tertawa.

Sementara terlihat raut kaget diwajah cantiknya, lalu raut dingin kembali terpancar dari rautnya. "Saya mengerti Yang mulia,"Ucap Li Yingqi.

.

.

.

[Kembali Ke-Kirie]

Kembali disibukan dengan Layar hologram dihadapanya, mengompres semua data dalam otaknya benar-benar membuat tubuhnya, benar-benar kelelahan ini adalah jika dia mengunakan compress brain secara berlebihan, ditambah segala informasi masuk dalam kepalanya membuat ia terkaget-kaget, ia mendengkus lalu menutup hologram dihadapanya, agar merebahkan diri untuk istirahat. Saat mengatur tubuhnya untuk tidur, ia merasakan sebuah benda hidup ada disampingnya(?) ,bola matanya membulat saat melihat sosok pria yang harusnya tak ada disampingnya tidur dengan posisi santai disampingnya, dan juga tak tahu malunya(?).

Bola mata Kirie membulat dan melompat, sembari terkejutnya tampa suara, dia lalu memandang sosok lelaki dengan rambut hijau panjang melebihi pinggang, dengan baju Jubah berwarna abu-abu dalaman hitam, celana kain- hitam, dan sepatu bots tentara, sosok itu membuat Kirie tercengang pasalnya baju dengan model yang dikenakan pria itu sangat sama dengan model era dunianya. "Senjata bagus,"Ucap lelaki itu bangkit dari kasur, melirik wajah Kirie sembari tersenyum dingin, ow dia memiliki iris senda dengan warna rambutnya.

"Siapa kau ini,"Ucap Kirie tajam, sebuah bilah kunai muncul ditanganya.

"Aku!,"Tanyanya memiringkan kepala. "Sebenarnya tak penting juga kau tahu,"Jawabnya sembari tersenyum.

"Tentu saja aku ingin tahu jati diri siapa yang tiba-tiba muncul dan berbaring diatas tempat tidur orang,"Ungkap Kirie memandang tajam sementara lelaki itu tersenyum.

"Namaku adalah Shun, bisa kau sebut aku Penyihir antar dimensi, atau bisa disebut juga penjelajah waktu,"Jawabnya.

"Pe-Penyihir!,"Tanya Kirie memandang dengan penuh kejutan.

"Tentu kau ingin tahu bukan mengapa dirimu bisa sampai terlempar dari masamu, dan sampai ke Dinasty padang bambu ini?!,"Tanyanya melirik Kirie memposisikan kedua lenganya kedada.

"Beritahu aku!,"Ucap Kirie dingin.

"Baiklah,"Ucap Shun mengelengkan kepalanya pelan, memandang jendela menunjukan malam akan segera tiba. "Ini terjadi kekuatan-pengantar yang datang tiba-tiba bangkit lalu memunculkan Sebuah portal yang membuatmu terlempar kemari,"Ucap Shun.

"Buku itu!,"Ucap Kirie membulat, ya ia teringat bola mata hijaunya merincing mengingat berawal buku yang tak-sengaja dibelinya ditempat buku bekas, saat pulang menyelesaikan misi. Ia terlempar kesini, gadis itu merunduk, matanya terkepal lalu ia lalu melangkah mendekati lelaki bernama Shun dan memegang lengan lelaki itu. "Apakah aku bisa kembali, apa aku bisa pulang!,"Tanyanya dengan arogan.

Shun terdiam mata Giok bertemu dengan mata-hijau Kirie, lalu mendengkus lemah. "Tergantung apa yang kau lakukan nantinya,"Ucap lelaki itu.

"Apa maksutmu!,"Ucap Kirie.

"Bukan aku yang dapat mengembalikan dirimu keduniamu,"Ucap Shun. "Keajaiban yang bisa melakukanya,"Ucap Shun tiba-tiba sebuah cahaya mengelilingi laki-laki itu, dan lenyap secara tiba-tiba.

.

.

.

[Dream Kirie]

[Kirie Pov]

"Kembalikan...Kembalikan adiku,"Sosok wanita yang kurindukan nampak berteriak berlari. Menjangkau kearahku, ia menatap seseorang lelaki tak jauh dariku, dengan tubuhku tepat terjengkuk lemah menunggu ajalku-tiba. lalu berdiri membelakangiku sembari memandang wajah lelaki itu, tak ada geraman ketakutan, bahkan kebimbangan dimata wanita itu, mata wanita yang berwarna biru tua, terkena cahaya benar - benar, menenangkan hatiku setiap kali aku menatap matanya.

"Kau tahu bahwa dia adalah anak yang terlahir dari Klan Shinzu, kita sebagai klan Hakama harus merontokan Klan-kotor itu,"Umpat sang lelaki.

"Tapi dia tak bisa disalahkan! Terlahir dari Klan itu, dia tetap adiku dia tak bersalah,"Ucapnya, hatiku tercetos mendengarnya airmataku-jatuh semakin keras, topeng abadiku yang kudempul habis-habisan, dengan tekat telah hancur berkeping-keping, bagai anak tak berdaya.

"Jangan ganggu aku! Liam,"Ucap lelaki itu dengan kegemaran dan penuh amarah.

Sebuah kunai milik Liam tengah tergenggam erat ditanganya, bersama sebuah katana-panjang disarungkan ditangan kirinya, aku hanya terdiam saat mereka bertarung, menatap tubuhku terkulai tampa bisa bergerak benar-benar mengutuk diri sendiri.

TASTBUK!

Bola mataku membulat saat melihat Pria itu, meninju tepat pada bagian perut Liam, membuatnya memuntahkan banyak darah segar, tubuhku seperti tersambar petir, jantungku seolah berhenti.

"AAAAAAAAAHHHH!,"Reaksiku lalu menjerit bersamaan airmataku semakin keluar. "TIDAAAAAKKK!,"

.

.

.

"Ah!,"Bola mataku membulat, aku terbangun dari tidurku, ya aku kembali menatap dunia nyata, airmataku masih terlihat merembes jatuh, lalu memandang langit-langit kamar berornamen merah-kelabu, benar aku masih berada disini di Kerajaan Louyang, dimasa lalu.

Aku mendengkus lalu membangkit dari kasur lalu, mengepalkan tangan dikasur. Lalu bangkit dari Kasur, memutuskan keluar dari kamar tidurku, saat membuka pintu menemukan beberapa pengawal menjaga disekitar kamarku, aku tahu akulah yang diawasi, namun aku tak perduli.

"Nona, mau kemana?!,"Tanya Pengawal dengan tegas, hawa tak menyenangkan keluar dari mereka, namun aku tak perduli, moodku sedang tak baik sekarang.

"Mencari angin segar,"Ucapku melengos, tampa bisa dicegah oleh para pria itu, aku dengan gontai melangkah meninggalkan penjaga, tak perduli mereka mengikutku dari belakang serta mengawasi aku tak perduli. Setelah berjalan cukup lama berkeliling aku menghentikan langkah-kakiku pada sebuah beranda istana, yang menghadap bulan terang-benterang disana, bola-mataku menatap cahaya bulan dengan sendu. "Aku tak bisa melupakanmu ,"Ucapku dalam hati.

[Pov End, look normal Pov]

.

.

.

"Apa yang kau lakukan disini,"Sebuah suara berat terpat dibelakang kirie, sosok pria bertubuh tinggi besar, memandangiku dengan pandangi mengintrogasi, dan itu adalah sosok Lu Bu, pria itu tak mengenakan baju kebesaran cuma sebuah pakaian biasa, ia juga tak mengenakan armor berlebihan atau helmet-dengan ekor merah diatas kepalanya, matanya menjelajahi Kirie untuk menebak pemikiran gadis itu.

"Hanya mimpi buruk!,"Ucap Kirie bola matanya tertutup, rautnya yang sebelumnya marah-marah sepanjang hari berubah senduh. "Dan bukan masalah besar,"Ucap Kirie, membiarkan angin memainkan surai hitam-lurus miliknya, suara jangkrik terdengar lembut sebagai alunan malam, dengan raut-sedih.

Pria itu menghelah nafas matanya memandang rembulan indah diatas sana berpijar, kemilau bintang menjadi permata malam yang begitu abadi. "Mimpi seperti apa?! Huh apa hanya karna sebuah mimpi kau menunjukan kesedihan dirautmu itu!,"Ucapnya lagi.

"..."Sementara Kirie terdiam, tampa berkata apa-apa, bibirnya terkunci rapat.

"Aku benar bukan!," Tanyanya dengan raut kesal Lu Bu berdecik. "Kesedihan membuat manusia menjadi lemah, Aku benci orang melihat raut senduh, yang menunjukan kelemahanya pada orang lain,"Ucap Lu Bu memandang dingin. "Itu terlihat mengelikan,"Ucapnya.

Puppil mata Kirie mengecil, lalu memandang Lu Bu dengan raut dingin, expresinya berubah drastis, juga Aura tidak-penuh kesukaan pada pria tampan itu. "Tarik ucapanmu,"Ucap Kirie tajam, memandang Lu Bu sorot hijaunya tajam, dengan kepalan tangan kuat. "Orang kuat tampa belas-kasihan tahu apa! Tentang perasaan orang lain, tampa memikirkan perasaan seseorang kau tahu apa!, kau hanya punya kekuatan tapi mengunakanya tampa hati!,"Ucap Kirie pelan, sembari menundukan kepala. "Pada akhirnya seseorang yang kuat hanya, hanya dijadikan boneka, dan dimanfaatkan,"Ucap Kirie bengis raut cantiknya benar-benar nampak dingin, lalu ia membalik meninggalkan Lu Bu kembali menuju kamarnya. Tampa menyadari keberadaan seseorang nampak menguping pembicaraan mereka.

.

.

.

[Paginya]

"Wah bangunmu pagi juga," Sosok Li Yingqi, muncul memasuki kamar, memperhatikan sosok Kirie nampak memandang sebuah cermin, dimeja rias, kasur tamu-pun sudah diatur kembali oleh gadis itu.

"Kau Li Yingqi,"Ucap Kirie sementara gadis itu mengangguk, lalu tersenyum.

"Pagi ini ada jamuan-makan penting, Yang mulia Kaisar memitaku dan Lady-Daochan untuk menyiapkanmu agar menemuinya dengan tampilan yang seharusnya,"Ucap Li Yingqi.

"Baiklah!, tapi menyiapkan aku untuk apa,"Tanya Kirie, ia merasakan firasat buruk, dari senyuman Li Yingqi, seolah berkata bersiaplah.

Bersambung

Sabtu-25-Juni-2016

"}Note{"

Halo All! Saya Lightning-Shun, makasi atas suport pada cerita ini, oh ya sekaligus mau memberi pengguman-penting dikit(!) Bahwa The Black Blossom Shine akan abdet dalam seminggu dimalam minggu [hari Sabtu] tapi jika kalau Author gak sibuk-sibuk amat mungkin bisa abdet 2 kali series sekaligus dalam seminggu, doain aja :p

Btw Fic ini muncul karna Author sedang main game bertema dynasty china, kalau online author lagi main Moonlight blade online, diserver indo dan server luar btw, kalau ada yang main invit saya ya.

Informasi lagi : Li Yingqi dalam cerita ini, adalah sah dan milik RosyMiranto, dia bukan milik author, jika pengen tahu tentang dia langsung aja chat orangnya :3

[:RosyMiranto18:]

Author : Terimakasi Rosy!

Li Yingqi : Kirie-chan, apa anda bawa coklat dalam Bill-Virtualy anda? Kalau iya, Boleh minta coklatnya? Oh atau apa Kirie-chan bisa ajari saya bikin kue?

Kirie : Tentu (mengangguk) Aku sering membawa coklet-beku kedalam, Bill-Virtualy, dengan permen juga karna aku lumayan suka manis-manis, saat dimedan perang atau posisi mengintai akan terasa membosankan..Oh tentu saja boleh (senyum) Aku bisa mengajarimu! Kapan-kapan.

.

.

.

[:Shizuka:]

Shizuka :Keren, next!.."

Author : Terimakasi :D

.

.

.

[Nivans erlangga :]

Nivans :Woaaaah! Langsung ketemu Lu Bu kirie, gimana rasanya ketemu langsung ama iblis, ama kudanya.

Kirie : (melirik Author) Sangat menyebalkan.

Raiden : apa Bill-Virtualynya masih berfungsi? Setelah kamu sampai disana?

Kirie : Ya bisa namun ada beberapa Panel yang, yang tak bisa kuakses lagi karna butuh jaringan..(Suram langsung)

.

.

.

[:Aira508;]

Aira :Thor , thor, kau membuatku gaalauuuuu~ q jadi keinget co di mimpiku, miriip gni ceritanya -_-.

Author : (Natap kaget melihat kesuraman Aira) Ano~ Sumiiemasheeenn...Author gak sengaja membuat anda baper! (Berusaha menenangkan)...\(TAT)\

Kirie : ini salahmu..! (Natap Author)

Shun : apa boleh buat, ( ^_^")

Author : *pundung*

.

.

.

[:Noctlight:]

Noctlight : Keren XD gak nyangka ada yang mau masangin, Lu Bu yang seramnya kayak babon bisa ada yang kepikiran buat pairnya...

Author : Ah soal babon! *ngelirik ngeri Lu Bu dah ada dibelakang Author* pemikiranya muncul saat main Dynasty warrior 8 aja, dan teruslah mengalir.

.

.

.

[:Axoire:]

Axoire : RAITONINGU SHUUNN (baca : Lightning Shun) akhirnya kamu bikin cerita DW baruu. Singkat cerita : I. LOVE. THIS. STORY.

Disini Lu Bu-nya kalem, kukira dia bakal lebih brutal HAHA (biasalah tipikal Lu Bu). Taapppiiii, aku suka respondnya. Aww socute did a great job. UPDATE secepatnya ya, gamau tau xD

Author: sebenarnya kalau dibilang dia kalem gak sih! *ngelirik Lu Bu yang terlihat berapi-api* tapi author gak mau mengeluarkan karakter Lu Bu terlalu frontal-dan berapi-api dipart pertama(but is my steyls). aku mencoba membuat Lu Bu dengan sisi yang juga memiliki sisi manusia, tak penuh ambisi dengan peran antagonis mulu, karna aku ingin carita ini berjalan apa adanya, untuk abdet pasti stay-tune aja.

.

.

.

[:Arisato yukito:]

Arisato Yukito :O_O WTHELL!

Setelah tak ada kabarnya penulis ff yang jarang, nulis akhirnya kembali kok ada Lu Bunya pair apakah nantinya ini?

Love Pair

SuportPair Yang mana?!

Author :ia baru balik lagi, karna kesibukan jadi ya ada ide langsung nulis! Soal pair! Masih rahasia, Stay-tune aja.