.
.
[]卍卍卍O o+[]oO*[+]*Oo[]+oO卍卍卍[]
.
.
[卍]-The Black Blossom Shine-[卍]
.
By
.
[卍]-Lightning Shun-[卍]
.
.
[]卍卍卍O o+[]oO*[+]*Oo[]+oO卍卍卍[]
.
.
.
Kenyataan yang kau hadapi meski pahit
Kau harus melewatinya, tak ada cara menghentikanya.
Selain melewatinya.
.
.
Note 5 -[Sisi Kabut]
Aku terdiam dan tak tahu harus melakukan apa, pacu jantungku melanda cepat dan saat reflex aku akan bergerak menuju tempat exekusi seketika pula tangan Li Yingqi mencegahku kesana, aku lalu memandangnya, sementara raut cemas nampak terlihat disana dan ia lalu mengelengkan kepala.
"Li Yingqi," Panggilku dengan pandangan horror, tanganya masih menahan bahuku.
"Jangan bertindak gegabah! Kita akan mencari tahu apa yang terjadi, kau tak bisa seenaknya seperti saat kau langsung datang menyelamatkan Tuan Pao-Tao,"Ucap Li Yingqi lalu menarik tanganku lebih mendekat kearah kerumunan.
"Hei jangan seenaknya memasuki, ini garis hukum,"Ucap Seorang pengawal pada Li Yingqi, sementara Li Yingqi memajukan tubuhnya, kearah tempat exekusi, lalu menariku dengan santai.
"HEI Wanita JALANG!," Handrik pengawal dengan keras kearah Li Yingqi, sebelum wanita itu memandang sang-pengawalan sebagai perlawanan.
GREB!
"Jangan menghalangiku pria-hina, atau Crossbow-ku akan mengeksekusi kalian semua hari ini,"Ancam Li Yingqi mengacungkan Crossbow-hitamnya dengan tangan kiri kearah leher sang pengawal. "Sekarang jelaskan apa yang terjadi,"tanyanya pandanganya menyalak tajam, membuatku terdiam.
"Siapa si Jalang ini, panggil seseorang dan gantung dia,"Ucap pengawal itu dengan senyuman merendahkan.
DUAK!
Bola mata Li Yingqi membulat, alis matanya ditekuk tinggi dan langsung menendang selangkangan pria dihadapanya, hingga lelaki itu terpental jauh. Sementara aku hanya terdiam memandang lelaki tadi, tangan Li Yingqi masih fokus membidik dengan Crossbow dan tangan lainya masih sibuk mengenggam tanganku.
"TANGKAP WANITA JALANG ITU!,"Ucap pria yang sudah terpental jauh mengacungkan telunjuk pada Li Yingqi, dan aku menyadari pengawal lainya sudah siap menyergap kami dari belakang lewat ekor mataku.
"Li Yingqi," desisku namun aku yakin ia bisa mendengarkan apa yang aku katakan. "Aku pinjam bahumu, bola-mataku kembali merincing tegas, emosiku meluap-luap sekarang.
Aku membalikan tubuhku, tampa melepaskan pegangan tanganku darinya, lalu mengarahkan kakiku dengan tendangan kaki tinggi terkuatku tepat kearah tenguk lelaki yang berada dibelakang kami, tanganku yang bebas lainya langsung merangkul bahu Li Yingqi kuat, dan memutar hingga Li Yingqi juga secara otomatis memutar hingga, aku berhasil menendang tiga orang pengawal dalam sekali gerakan.
"AKU LI YINGQI SALAH SATU JENDRAL NEGRI HAN! JIKA BERANI MENGHUNUSKAN SENJATA MAKA HARI INI AKU AKAN MENJAMIN PEMAKAMAN KALIAN SEMUA !,"Handriknya murka, aku menyadari raut berubah dari para Prajurit wajah meremehkan, berubah seketika, saat Li Yingqi membeberkan identitasnya pada semua orang, aura yang nampak sangat aneh aku merasakan aura yang gila dimana, itu adalah seperti sesuatu objeck yang siap membunuh dalam sekali hantam.
"A-Anda nona Li Yingqi!,"Ucap sang lelaki yang hawa mengintimidasinya menjadi turun dalam sekejab.
"Wanita itu Jendral Li Yingqi,"Jerit lainya.
"Jelaskan apa maksut eksekusi sebelum, aku menjadikan eksekusi pemenggalan kepala kalian,"Ucap Li Yingqi berdesis.
"Ka-kami akan menjelaskan pada anda nona!,"Ucapnya dengan nada ketakutan, sementara aku hanya membuang mata kearah tahanan yang masih selamat, sembari berdoa agar mereka tetap pada posisi hidup, nampak jelas aku bisa melihat hawa-penuh dengan keputus asaan diwajah mereka semua, aku juga melihat beberapa kisaran orang yang belum dieksekusi mati 10 lelaki-muda, 5 lelaki-tua, dan 20 wanita yang masih hidup dan menunggu ajalnya.
Hatiku terasa sakit.
Sementara yang mati, aku menutup rapat mataku, dengan nafas yang mendengkus kasar memandang 20 orang terdiri dari 15 pria, 3 wanita, dan juga 2 anak lelaki usia belasan, sudah dieksekusi dengan mayat yang tengah disamping lahan exekusi didepan hal rakyat ramai.
"Kami mendapat laporan jika mereka pedagang mencurigakan, yang datang dari perairan lain,"Ucap sang pengawal membuat mataku membulat.
Apa..mereka pedagang mencurigakan!.
Aku menundukan kepalaku, tubuhku terasa gemetar tak percaya dengan apa yang terjadi, bola mataku membulat ketika suara seseorang berteriak dikumpulan manusia yang siap dieksekusi.
"
"Watashitachi wa warui hitode wanai, watashitachiha futsū no shōnindatta mujitsudesu!(Kami tak bersalah kami hanya pedangang biasa, kami bukan orang jahat!),"Teriak Pedagang-tua yang ku jumpai didermaga, membuat jantung seolah akan berhenti.
"Okane no kensaku de kite watashitachi ningen dake"
(Kami hanya manusia yang datang demi mencari uang),"Dia terisak kuat dengan bahasa jepang-fasih yang tak dimengerti rakyat, malah membuat bingung, dianggap meracaw tak jelas.
"DIAM KAU TUA BANGKA!,"Ucap seorang penggawal terdekat langsung siap menancapkan, sebuah bidikan tombak dikepala sang pedagang tua.
PRAK!
"Kalian!,"Aku mempelototi Pengawal bersamaan dengan Amukanku yang sudah kutahan telah habis, sebuah katana muncul ditanganku dengan emosiku yang kian mengeluar. Dan siap mencabik mereka.
SHAAAAT!
Dan dalam detik berikutnya, Pedang itu telah dilayangkan tepat dikepala, Sang penjaga tak ada yang sanggup berbicara, Bahkan Li Yingqi tak sangup mencegah tindakanku.
.
.
.
[Pov Kirie, look normal Pov]
BUUK!.
"Hentikan Nak!," Suara penuh dengan bijaksan nampak terdengar amat rendah membuat bola-mata hijau Kirie membulat seolah ditarik oleh alam sadarnya yang sudah-kalap dan penuh kegelapan. lalu mata Kirie memfokuskan apa yang terjadi. Dimana ia melihat sosok pengawal yang sudah meringkuk ketakutan dengan tombak yang ditebas Kirie terbelah menjadi dua bagian, Gadis itu memandang sebuah tangan bercahaya berwarna putih-keemasan mengenggam tangan Kirie yang memegang pedangnya, Gadis itu terdiam pada sosok bijaksana itu.
"….."
"Tenanglah Bertindaklah Dengan tenang dalam kondisi apa-pun, bertindak dengan penu amarah tak akan membantu sama sekali,"Sosok menganggumkan lelaki dengan tubuh tua, penuh keriput, rambut serta janggut yang memutih panjang, mengunakan jubah putih, Nampak tersenyum pada Kirie.
"Tuan Pao-Tao!,"Ujar Li-yingqi Nampak mendekat lalu membungkuk hormat. "Mengapa anda masih disini bukankah anda sudah mengundurkan diri,"Ucap Li yingqi.
"Terimakasi untukmu juga Anaku, dan kau juga Kirie"Seulas senyuman juga kembali muncul diwajah tuanya, "Aku kembali karna Aku bersama dengan Komandan Gema,"Ucapnya lalu melirik seorang lelaki tak jauh dari mereka.
SLAT!
SLAT!
SLAT!
Sosok Seorang lelaki berpostur tinggi 197, Nampak berdiri tenang dipinggir tempat exekusi, ia juga melempar 3 cabang belati dengan target. (Tali-gantungan) seketika semua tali gantungan putus membuat para orang-orang yang akan diexekusi langsung terjatuh dan nyawa mereka selamat.
"Apa-apaan semua ini, besok Adalah acara besar diistana, tamu-tamu dari segala penjuru akan datang lalu mengapa ada acara Eksekusi dihalayak ramai,"Tanyanya datar, membuat semua terdiam, Kirie nampak memandang lelaki baru bernama Gema.
Kesan Kirie cukup aneh dengan nama itu, Dalam bahasa china-kuno penjabaran nama itu belum begitu di gunakan, bukan hanya nama saja namun kesan-nya terlihat wajar namun aneh, Yah lelaki ini memiliki warna tubuh cenderung agak gelap, dengan warnanya kuning langsat, menandakan dia datang atau terlahir dari Suku-daya Asia tropis. Dia memiliki warna mata Coklat-kehitaman, rambut yang hitam lurus, ia mengenakan baju putih berarmor kuning-biru dan celana hitam, bood hitam.
Seorang Pengawal lalu mendekatinya, bersamaan Kirie, Pao tao dan Li Yingqi mendekat dan mendengar apa yang terjadi sebenarnya. "Kami mendapat perintah dari Perdana Mentri tuan Dong Zhuo, beberapa waktu yang lalu tentang, maraknya pedagang dari lokasi lain yang dianggap 'Pedagang Mencurigakan' diperairan kita dan kami disuruh mengesekusi mereka dengan undang-undang kita!,"Jelas Sang kepala-pengawal panjang dan amat mengejutkan.
"Amithaba!,"Raut Tua Pao-Tao Nampak terlihat sedih, lalu melantunkan bisikan doa-doa penganut budha murni," Semoga Tuhan menerima mereka,"Ucap Pao-Tao menghelah nafas memandang langit.
"Dong Zhuo benar-benar keterlaluan-kali ini, Apakah yang kita harus lakukan Tuan Pao Tao,"Li lingqi mendelik memandang datar pada pria tua itu yang sibuk mengelus jengot panjang disamping Kirie.
"Jangan katakana itu Li-Yingqi,"Ucap Pao-Tao mengeleng.
"Jujur Aku kurang menyukainya,"Ucap Gema singkat.
"Secara kemimpinan aku sudah Pensiun dalam Pemerintahan,"Pao-Tao memejamkan matanya. "Jika bukanlah Aku diundang keistana untuk istana ini, Aku seharusnya pulang kekampung halamanku,"Ucapnya.
"Selama anda disini sebaiknya, kita menghadap untuk bicara dengan Kaisar, saya yakin anda adalah orang yang tepat untuk membicarakan hal ini dengan kaisar,"Ucap Gema, sementara kedua wanita hanya terdiam.
"Sebaiknya kita bergegas,"Ucap Kirie dan semuanya mengangguk setuju, Li-Yingqi lalu naik keatas kuda bersamaan dengan Kirie, Sementara Gema dan Pao-tao menaiki kuda masing-masing kembali Keistana, namun sebelum itu, Kuda sang lelaki tua itu berhenti tepat didepan Sang Prajurit pimpinan tadi.
"Dengarkan Kata-kataku Nak!. Eksekusi dibatalkan Lepaskan mereka-semua biarkan mereka pulang,"Ucap Pao-Tao dengan nada terdengar tajam.
"Tapi Perdana mentri Dong-Zhuo akan,"Ucap Sang Pemimpin-Prajurit.
JEDARRRR!
Sebuah Cahaya Petir berwarna kuning, Nampak muncul ditangan Kiri yang Lelaki tua, Bersamaan Mendungnya cahaya dilangit yang awal cerah/ berubah mendung, membuat masyarakat kebingungan. Bersama mata bercahaya miliknya langsung menatap Sang-Pemimpin Prajurit. "Jangan lupa Prajurit kau juga seorang manusia dari ras-Rakyat -biasa, Jika kau tak mengabdikan diri sebagai Prajurit Kau sama saja tak ada harganya dimata pemerintah" Jawab Pao-Tao tajam.
JRED!
Kata-kata itu sungguh seperti Tombak yang menghujam pada titik Nurani Sang-Pemimpin Prajurit terdalam, Ucapan Pao-Tao Memang sungguh Keji Seperti seorang Antagonis yang mendesak seorang Pratagonis dalam Lakon drama, namun ucapan dibalik itu memiliki makna yang dalam, Namun Sepertinya pandangan lawan bicaranya tak paham.
"Apa kau tahu!,"Tanyanya lagi sembari memiringkan kepala memandang Sang-Pemimpin. "Tidak bukan Hanya Kau Tapi kalian Semua, Tidak hanya Kalian Tapi Aku!,"Ucap Pao-Tao berseru.
"Jika mereka Keluarga yang kalian cintai Apa kalian siap mengantung mereka ditiang Gantungan atau ditempat penggalan itu?!,"Tanya Pao-tao
"…." Semua orang nampak terdiam tampa suara.
"Bahkan kalian mau mengeksekusi manusia yang belum jelas apa mereka bersalah disini!, dimana Nurani kalian Pantaskah kalian yang jadi Prajurit-Rakyat membunuh Rakyat awam yang bahkan tak bisa melawan bahkan tak berani memandang senjata,"Ucap Pao Tao. "Bahkan kalian belum Melakukan pemeriksaan tentang benar atau salahnya tuduhan Konyol ini,"
"…"
"Aku mungkin membunuh mereka tampa ampun jika mereka dinyatakan bersalah disini dan Ada Bukti, mau dia siapa karna itulah kita mengabdi dan melindungi Negara,"Ucap Pao tao mengeram. "Tapi jika kalian hanya seperti Anjing-pemakan muntah, yang hanya mengikuti intruksi tampa kejelasan Adalah Prajurit Yang tak pantas untuk dibanggakan justu begitu hina! SANGAT HINA!,"
"Tuan Pao Tao,"Ucap Gema memandang Lelaki berambut putih itu sedang murka.
"Aku akan menjadikan diriku sebagai Jaminan mereka,"Pao Tao mengangkat tanganya keatas dengan Aura keemasan mengelilinginya "Saya "Wou-Pao-Tao -lah yang menjadi Saksinya disini, jadi.."
"LEPASKAN MEREKA!,"
.
.
.
[Kembali Ketahta Kaisar]
Pao Tao, Gema, Kirie dan Li Yingqi memasuki Ruangan besar secara bersama-sama Mata mereka langsung bertuju pada Seorang lelaki yang nampak dikelilingi para wanita, membuat Pandangan Sang Lelaki mewah diatas tahta Nampak tersenyum simpul memandang beberapa tamu yang memasuki tahtanya. "Hai Pao Tao, Nampaknya rautmu terlihat begitu lusuh?!,"Tanyanya.
"Anda benar yang Mulia!,"Jawab Pao-Tao datar.
"Tenang saja, Esok adalah Hari yang besar Wajah Kusutmu akan hilang saat acara nanti,"Ulasnya sembari tersenyum manis.
"Aku nampaknya tak akan bisa berpesta dengan tenang disini Yang-mulia!,"Ucap Pao-Tao datar. "Tak aka nada pesta dengan Ending yang bahagia ditanah ini jika wilayah kita sedang berlumur darah Yang-mulia, Langit-mungkin malah murka terhadap kita,"Ucap Pao-Tao sembari mengelus janggut panjangnya.
"Apa maksutmu!,"Tanyanya Singkat ia menatap dengan pandangan penasaran dan bangkit dari kursi tahtanya, ia memandang Pao-Tao.
"Hari Aku menemui Komandan Gema diperbatasan, ia bersama pasukanya kembali dengan kemenangan yang gemilang, namun semua berubah ,"Pao-Tao memiringkan kepalanya dan memandang dengan tampang kesal. "Aku memandang Banyak kematian yang disaksikan Masyarakat di Alun-alun kota Yang mulia,"Ucap Pao-Tao.
"Maaf Yang-mulia Saya memotong pertanyaan ini,"Ucap Tao-Mi yang Nampak berdiri disamping kursi tahta,Mengalihkan pandangan semua orang termaksut Kaisar-Xian, sendiri.
"Silahkan Perdana Mentri,"Jawab Kaisar-Xian memandang.
"Apa yang membuatmu berkata seperti ini disaat ini Tuan Pao-Tao,"Tao-Mi memandang Sengit lelaki tua dihadapanya, dan satunya juga memandang dengan tatapan yang sama, bahkan aura mereka Nampak terlihat cukup menyesakan.
Mata Kirie membulat memandang kedua lelaki-tua dengan, Aura mengerikan Nampak menyalur disetiap pori-pori tubuh-mereka, mereka berdua sangat mengerikan, bagai Figuer-figuer Laki-laki tua di yang datang dari duna-fantasy.
"Beberapa Prajurit mengeksekusi beberapa penduduk local dari negri lain dialun-alun,bahkan didepan masyarakat, Yang mulia pasti bisa menjelaskan apa maksutnya ini!,"Ucap Pao-Tao sementara Tao-Mi hanya mendengkus dengan pandangan bingung.
"Kau tahu Soal ini?,"Kaisar Xian tak menyambut pertanyaan Pao-Tao, malah memandang Tao-Mi, dengan aura penasaran.
"Tidak yang mulia!, Saya adalah Perdana mentri dalam istana namun tak berkepentingan dalam urusan luar istana,"Ucap Tao-Mi sembari membungkuk dilantai, dengan penuh kesungguhan. "Saya menjadi tangan kiri anda sebagai pengurus istana luar istana bukan urusan saya, yang berkepentingan adalah tuan Dong Zhuo."Sambil sikap berdiri lalu memandang Dong Zhuo, dengan isyarat meminta penjelasan.
"Saya memang Menugaskan mereka menangkap srta mengadili mereka semua,"Ujar Dong Zhuo dengan tenang. "Saya sudah mengamati maraknya kejadian-kejadian kedatangan pedagang Asing dinegara kita Tuanku,"Ucap Dong Zhuo sembari menyatakan pendapatnya. "Kita harus mengawasi dan melakukan tendakan yang ketat agar barang-barang yang menumbangkan Negara kita tak akan masuk kemari,"Ucap Dong Zhuo.
"Barang-Barang!,"Ucap Kirie.
"Musuh akan selalu datang dari mana saja Tuanku,"Ucap Dong Zhuo. "Termaksut dari pedagang itu,"Jelas Dong Zhuo Datar.
"Intrupsi yang Mulia!,"Ucap Pao-Tao tajam, sementara Kaisar-Xian memandang datar lalu mengangguk mempersilahkan lelaki tua itu bicara. "Haruskah Perdana Mentri Dong Zhuo melakukan itu, Meski anda adalah Perdana Mentri Luar yang mengurus Visi pasukan, haruskan anda melakukan ini semua,"Ucapnya datar.
"Apakah Anda tak mengambil Pemikiran melakukan penyelidikan,"
"Apakah Anda Tak mengambil keputusan ini dengan terburu-buru,"
"Apakah Anda Tak menyadari Resiko apa yang akan terjadi nantinya?,"
.
.
.
"….."Bola mata Kirie memandang redup memandang ruang tidurnya, bersamaan dengan angin nampaknya memainkan rambutnya akibat jendela yang dibiarkan terbukan serta sinar jendela menyinari seperempat ruangan, Kirie bahkan tak menyalakan lentera kamar karna zaman ini, tak memiliki kapasitas listrik hingga istana hanya mengunakan lentera atau cahaya lidah api sebagai media penerangan dimalam hari. "Benar-benar dimensi yang menyebalkan, Aku membenci ini,"Umpatnya dalam hati.
Kejadian yang terjadi diruang tahta tadi sore, benar-benar membuat hati Kirie tercetus jika mengingat kembali, sebuah kenyataan yang kejam dizaman ini dan bahkan terdengar ditelinganya, jika ia bertindak sembrono dia mungkin bisa saja mendarat senjatanya, seperti monster kesurupan pada Dong Zhuo, jika dia bias namun dia tak sanggup melakuakan.
"Tak perlu Khawatir Tuan Pao-Tao, mereka hanya rakyat rendahan, keberadaan mereka yang mati tak ada harganya bagi kita, cukup memberi upeti berupa hektar gandum atau seguci emas, harga diri mereka bisa kita bayar dengan uang,"
"…"Bola mata Kirie merincing tajam lalu mengeratkan kepalan tanganya meremas kuat gaun yang sekarang ia kenakan, kewaspadaanya mengetat saat pintu kamarnya diketuk pelan oleh seseorang.
Tok – Tok – Tok!
"Kirie ini Aku!,"Suara seseorang wanita terdengar lembut dari luar kamarnya terdengar membuat kewaspadaan berkurang, menyadari bawah itu adalah Suara dari Dayang-Diao-Chan.
"Ya silahkan Aku tak mengunci pintunya jadi silahkan,"Ucap Kirie lalu merubah posisi duduknya dikasur dan sedikit merapikan sesuatu dari tubuhnya yang berantahkan. Pintu terbuka pelan menampilkan sesosok wanita berambut panjang, dengan balutan gaun mini(plus dada) berwarna pingk, dengan seulas senyuman hangat menapik keindahan yang mampu membuat orang memandangny terkagum-kagum oleh kecantikanya. Ia bergerak lembut menuju Kirielalu duduk disampingnya.
"Kau mengunci diri dikamar setelah pulang bersama Li-Yingqi,"Ucap Diao-Chan menatap lembut wajah Kirie yang Nampak menampilkan wajah buram.
"…Maaf!,"Ucap Kirie menunduk.
"Tenang saja aku sudah memdengar dari Li-Yingqi semuanya,"Ucap Diao-Chan memandang dengan raut sedih yang tipis, matanya yang sebelumnya terbias indah Nampak menyipit.
"…."Sementara Kirie hanya terdiam lalu menekuk wajahnya memandang kasur, dengan hawa yang hampa, membuat Diao-chan memandang wajah gadis dihadapanya dengan sedih.
"Semuanya akan baik-baik saja!,"Ucap Diao-Chan lalu mendekat, meraih bahu Kirie, dan langsung memberinya sebuah pelukan tepat didadanya. "Aku Tahu kejadian itu membuatmu Nampak tak nyaman, Namun Semua akan baik-baik saja!,"Ucapnya menyemangati dirinya, mendominasi .
Ini Jauh Sebelum aku bergabung UFS, saat itu yang kelewati hanya mendung dan kegelapan menguasaiku tampa cahaya, bahkan cerita ini berawal dari masa lalu yang tak biasa seperti cerita sedih orang-orang, ini bukan cerita sinetron percintaan yang tentang broken-hart atau picisan, atau apalah, namun sisi gelapku sendiri.
Aku terlahir dari keluarga Shinzu, Keluarga yang menjadi salah satu klan sepuh dari dunia hitam, dari zaman edo sampai zamanku saat ini yang terbentuk dari 49 Generasi, Klanku telah banyak menumpahkan darah dengan nama mereka.
Sudah menjadi Takdir dari anak yang terlahir dari Klan Shinzu akan menjadi Pembunuh sejak usia 10 tahun, dengan tangan yang berlumuran darah seperti pembunuh pesycopat yang membunuh tampa pandang-buluh, demi menerima bayaran dan membunuh sesuai apa yang diminta seorang 'peminta' atau kami bias juga disebut seorang Assassin.
Ya Assassin.
Namun ini tak sekeren seperti realita karna kami benar-benar melakukanya.
Kami bukan Assassin dalam Film atau game, yang melakukan pekerjaan diam-diam dengan tugas Mulia yang bergerak diam-diam layaknya peterpan, atau assassin-india dalam film yang mencuri barang orang kaya untuk kemakmuran orang-orang kecil.
cih
Kami tak seperti itu, kami hidup untuk membunuh dan menanggung dosa ini sampai kami mati. Kami hidup istemawa dari hasil orang – orang yang mempekerjaan atas kerja kami menghilangkan nyawa seseorang dan memngiris kulit mereka dengan sadis layaknya kanibal yang menghancurkan kulit mereka dengan katana.
Aku juga begitu meski aku wanita
Tak ada perbedaan dari keluarga ini. mau wanita atau pria kami harus mengikuti tradisi ini, melumurkan tanganmu dengan darah segar dan pulang kediaman dan bersantai pada bantal tercintamu, namun bagi manusia biasa mungkin itu sangat menganggu namun bagi kami itu hal yang biasa.
Seperti diriku yang disiksa mati - matian dengan cambuk ayahku, karna dipaksa menjadi Agent- Assassin yang baik, ia mengajarkan tehnik – tehnik brutal kekerasan, penuh dengan ambisi, saat itu aku beberapa kali disiksa berakhir dengan darah serta bekas luka, dikunci dilorong gelap dipaksa memakan bangkai tikus mentah karna melakukan kesalahan, dikurung tampa makan berhari-hari.
Saat aku diminta untuk tes menjadi pembunuh yang bisa diandalkan Test itu adalah membunuh salah satu adik-perguranku. Jika dia mati aku lolos jika tidak aku dihukum, Ini adalah Tradisi keluarga salah satu dari kami hari saling membunuh untuk mendapatkan tingkat dalam Klan, namun aku menolaknya.
Aku menentang opini ayahku, Meski darah Ayahku ada didalam tubuhku hati kecilku tidak menginginkan itu, aku membencinya, aku seperti layaknya boneka yang dikendalikan dengan tali, atau Anjing dengan tali kekang anjing dilehernya.
Setiap membunuh selalu memberi kesan yang dalam padaku, layaknya seperti radio-kaset hitam putih dalam kepalaku, adegan demi adegan terlihat membuatku muak, bahkan selalu terlihat sampai mimpiku, rasanya seperti ada api ditubuhmu yang membuatmu akan terbakar rasa berdosaku muncul dan perasaan itu semakin membuat aku sering menangis dalam batinku.
Aku tak siap dengan ini!, Aku tak bisa menerima ini, aku tersiksa dan kejadian dialun-alun dan kejadian Louyang membuat semua ingatan ini teringat kembali membuatku terdiam sepanjang hari dalam kamar tampa bicara dengan siapa-pun.
"Semua akan baik – baik saja,"Ucap Diao-chan kembali memeluk erat aku membuat aku kembali pada kenyataan ternyata tak kusangka aku kembali pada kenyataan ini, namun aku tak bisa menutup mata dan menghilangkan ingatan terkutuk itu dariku, aku tak sanggup.
"Terimakasi atas bantuanya,"Aku merasa canggung dia memelukku seperti ini,aku menilai aku seperti sosok anak kecil dalam pelukanya, anak yang rapuh dan penuh tekanan merasa tak berdaya, aku memang merasa rapuh dengan apa yang kurasakan, hatiku juga berkata demikian.
"Sama-sama!,"Seulas senyuman tulus tersiar diwajahnya, "Aku datang memintamu untuk mencegah Li-yingqi paling tidak awasi cara kerjanya, tadi kulihat dia membuat coklat-gandum dan aku berharap tak ada kesalaaan fatal seperti kemarin,"Ucap Diao-chan memiringkan kepalanya.
"Haaah! Kemarin?."Tanyaku heran.
"Ooh..bukankah kau yang mengajari trik membuat kue coklat kemarin,"Ucapnya.
"Ah Ya sedikit!,'Ucapku dengan canggung.
"Kemarin dia membuat kue namun kesalahan pada pematangan bukan,"Tanyanya.
"Yah…Aku sudah menyicipinya,"Ucapku.
"Dan kejadian ini membuat tiga tungku meledak, tampa pengawasan,"Ucap Diao-chan.
"HEEH! O_o?,"Ucapku tak percaya.
"Ayo kita pergi awasi dia^^!?,"Ucap Diao-chan.
.
.
.
Seorang lelaki nampak terdiam didepan beranda salah-satu kamar kerajaan, matanya berfokus kearah rembulan diatas sana. Malam itu dia tak mengunakan armor lengkap hanya mengunakan Yukata biru-polos sederhana, ditambah celana kain hitam. Penampilanya cukup sederhana malam itu, paling-paling dia akan langsung menuju kasur setelahnya untuk mengakhiri malam.
"Shinzu Kirie,"Pemikiran mengarah pada pertemuanya pada sosok aneh di alun-alun Loyang , dengan ciri khas berbeda dari gadis yang lain, gadis itu Nampak berbeda.
"Apa yang kau pikirkan Gema,"Sebuah suara terdengar rendah bersamaan dengan semilir-angin bersamaan bayangan-hitam dari reflexi sinar bulan, mata sosok lelaki bernama Gema melirik sesuatu.
Yang terlihat sosok pemuda bersurai long hair, go-greend yang sengaja mengurai rambut panjang sepinggang, mengenakan kemeja putih dengan lengan sedikit dilipit setengah, celana hitam jins dan sepatu boots-kulit hitam, sembari tersenyum penuh misteri dengan sikap-berdiri diatas balkon tampa takut terjatuh.
"Tak kusangka bias bertemu denganmu lagi setelah ratusan tahun telah lewat!,"Jawab Gema Singkat ia lalu membuang muka kearah lain."Penyihir,"Jawabnya.
"Kau tak berubah saat terakhir kali kita berjumpa,"Ucapnya melirik Gema, sembari tersenyum.
"Kau juga,"Jeda Gema singkat.
"Memikirkan apa?!,"Ucap Shun.
"Tak ada!,"Ucap Gema.
"Berbohong, biar aku tebak!,"Ucap Shun sembari memiringkan kepalanya dan pose-berpikir sembali tersenyum sinis. "Kau tertarik dengan keberadaan Shinzu Kirie bukan!?,"Tanyan sembari tersenyum licik.
"Oh!, Jadi kau tahu juga soal dia,"
.
.
.
[BERSAMBUNG]
[Sabtu—Juli-2016]
.
.
.
Halo..! Minna-San. yah maaf dipart sebelumnya, saya gak abdet cerita ini dan juga beberapa cerita lain juga sempat saya (Pending) karna ada beberapa masalah
saya jujur kurang enak badan selama seminggu lalu, dan computer saya mengalami error selama tiga-hari, hingga menunggu masa perbaikan,
(Namun terjadi masalah lagI)
karna tokonya gak terbuka (Maklum masih masa-lebaran) Jadi mau gak mau saya harus menunggu beberapa hari untuk memperbaikinya, jadi mungkin saya akan mengunakan sarana lain untuk mengetik dan abred setiap minggunya, saya akan mengunakan BB teman untuk menulis, sampai computer saya baik lagi.
33("-_-")33
(Story Life Dota)
Ini adalah salah satu kejadian dimana Author, gak menulis selam seminggu, karna meriang membuat Author main game dota sepanjang hari.
Keterangan :
[Light_Shun] : [Lightning Shun] : [Kepper of the Light]
[Play_Beequeen] : [Coco] : [Janggernut]
[Tahkoyuki] : [Arisato Yukito] : [Windranger]
[Adhi] : [Adipathi Nugroho] : [Bristleback]
[Kim_Hye] : [Charstray_Artyu] : [Kunkka]
[Ayu_Shinzu] : [Nivans Erlangga] : [Luna]
(Kebanyakan Support Karna kita terbiasa main dengan karakter ini, meski begitu Teman-teman saya kalau main party mereka gila semua isinya, Padahal lagi Battel sempat-sempatnya ngegosipin Selingkuhan Pacar tetangganya, Ketemu mantannya, Curhat masalah pribadi, Sejarah, Iluminati , Film yang baru rilis ampe Kucing melahirkan pun dibahas padahal masih hokus ama lawan-lagi -_-)
Percakapan Awanya nampak sangat Normal.
[Play_Beequeen] : Ghuys! Kompak!
[Light_Shun] : Mari berusaha.
[Play_Beequeen] : Gandaf tolong Support aku kita urus jalur tengah.*Kebiasaan teman teman Karna Saya biasanya Suka make karakter Keeper of the Light atau Lone Druid atau yang tua-tua Makanya suka dipanggil gandaf atau Aki-aki bahkan Eyang-_- /True-story*
[Arisato Yukito] : Kanan
[Ayu_Shinzu] : Aku jalur Kiri tolong ada yang beli Dash, aku udah tele soalnya.
[Play_Beequeen] : Selow saya beli kok.
[Adhi] : Saya juga beli, Tapi jangan terlalu Rusuh santai aja.
[Kim_Hye] : Aye Sir!.
Sampai sebuah percakapan.
[Kim_Hye] : Eyang! Saya dah dapat Beberapa Artikel cukup menarik di Kee**eb, Nanti saya kirim Lewat MS.
[Kim_Hye] : EYANG HELP! ADA BERUANG NGAMUK! (Maksutnya Kursa)
[Ayu_Shinzu] : Tenang Ada Aku!
[Kim_Hye] : Thangs :D
[Play_Beequeen] : Apa nih Ngapai ampe cari kesana, bahaya loh kalau pake akun Asli disana gak ada undang-undangnya.
[Kim_Hye] : Slow Anonim kok.
[Ayu_Shinzu] : Emang referensi macam apa?
[Adhi] : Saya nungguin setiap sabtu.
[Light_Shun] : Makashi bantuanya, Jadi tambah semangat.
[Kim_Hye] : GAWAT LAWANYA PARAH!
[Adhi] : Duh jaga Tower.
[Thakoyuki] : Tenang aja carahnya agar menang mudah.
Sampai tiba-tiba.
[Thakoyuki] : Yuu-chan Jangan cuman Nulis Fic, maen Game, ama focus kerja..Cari Jodoh sana.
[Light_Shun] : … *Suram* lalu Dilampiaskan membunuh player musuh yang kebetulan lewat. [Light_Shun] : Kill : [Happytime] -[Im Noob]
[Play_Beequeen] : WTF!
[Kim_Hye] : Yah dia ulty, belum apa-apa Ngamuk pula.
[Thakoyuki] : Heheheheh…Saya benarkan, kalau magenya ngamuk kita bakal cepat menang jadi Push.
[Ayu_Shinzu] : Sabar Kakek!
[Light_Shun] : T_T…. [Light_Shun] : Kill: [Jalllal99]
[Play_Beequeen] : Sama Saya juga jomblo *Merasa diri*
[Adhi] : Semoga Jodoh Eyang WKWKWKWK!
[Light_Shun] : DIAM KAMU SAYA MENUNGGU KATA-KATA ITU! DARI SESEORANG!BUKAN ANDA!
[Play_Beequeen] : WKWKWKWKWKW Eaaaa Aki-Aki Ngamuk! Gandaf! Deket-deket aja kalau dia ulty nanti heal kita bakal penuh. (orang suram dia malah senang).
[Kim_Hye] : Udah kebanyakan bicaranya ayo pusht, Ada yang bawa mana tambahan.
[Light_Shun] : Aku gak bawa tapi Aku bisa memulihkan Mana yang hilang jika mau.
Dan akhirnya Sampailah Pada penghujung Acara *Hah!* Teamku menang dengan indah dan lumayan memuaskan, namun Rasa pundung saya gak ilang selama sehari penuh.
