.

.

"Apa yang kau pikirkan Gema,"Sebuah suara terdengar rendah bersamaan dengan semilir-angin bersamaan bayangan-hitam dari reflexi sinar bulan, mata sosok lelaki bernama Gema melirik sesuatu.

Yang terlihat sosok pemuda bersurai long hair, go-greend yang sengaja mengurai rambut panjang sepinggang, mengenakan kemeja putih dengan lengan sedikit dilipit setengah, celana hitam jins dan sepatu boots-kulit hitam, sembari tersenyum penuh misteri dengan sikap-berdiri diatas balkon tampa takut terjatuh.

"Tak kusangka bias bertemu denganmu lagi setelah ratusan tahun telah lewat!,"Jawab Gema Singkat ia lalu membuang muka kearah lain."Penyihir,"Jawabnya.

"Kau tak berubah saat terakhir kali kita berjumpa,"Ucapnya melirik Gema, sembari tersenyum.

"Kau juga,"Jeda Gema singkat.

.

.

[]卍卍卍O o+[]oO*[+]*Oo[]+oO卍卍[]

.

.

[]-The Black Blossom Shine-[]

.

By

.

[]-Lightning Shun-[]

.

.

[]卍卍卍O o+[]oO*[+]*Oo[]+oO卍卍[]

.

.

.

Kenyataan yang kau hadapi meski pahit

Kau harus melewatinya, tak ada cara menghentikanya.

Selain melewatinya.

.

.

Note 6 -[Tiga Takdir]

"Berbohong, biar aku tebak!,"Ucap Shun sembari memiringkan kepalanya dan pose-berpikir sembali tersenyum sinis. "Kau tertarik dengan keberadaan Shinzu Kirie bukan!?,"Tanyan sembari tersenyum licik.

"Oh!, Jadi kau tahu juga soal dia,"Gema Nampak memandang lelaki yang masih berdiri lurus diatas penghalang beranda tampa takut jatuh, atau takut ada orang yang berteriak panic mengira dia mau bunuh diri.

"Ya,"Jawabnya singkat lalu melirik Gema dengan iris hijau-pucatnya."Akan Tetapi tak semuanya,"Jawab Shun membuang pandangan kearah lain.

"Lalu mau apa kau kemari?,"Tanya Gema pada Shun sementara lelaki itu hanya memiringkan kepalanya.

"Aku hanya ingin menyapamu, berhubung aku tengah berada di Dimensi ini, apa salahnya menemui seorang teman lama yang sungguh mengenal baik diriku,"Ucap Shun melipat tanganya kedada.

"Begitu?,"Tanyanya lagi.

"Bagaimana keadaan tubuhmu, Kuharap kau tak memaksakan diri,"ucap Shun sembari tersenyum.

"….."Gema terdiam lalu mendengkus lalu melirik sebentar lelaki disampingnya, dengan pandangan tak suka. "Aku sudah biasa dengan olaraga kasar jadi aku tak masalah jika memaksakan diri,"Ucapnya cetus. "Aku tak butuh simpatimu, kau bergerak atas hukum dan takdir serta, pilihan yang ditempuh seseorang,"Ucapnya.

"Aku tahu!,"Shun mengangguk lalu berbalik posisinya memandang Gema, dan seulas senyuman penuh-pasti terpapar diwajahnya. "Aku tak datang dengan rasa simpatiku padamu,"Ucap Shun.

"Apa maumu?!," Tanya Gema datar.

"Aku membutuhkan pertolonganmu.

"Apa!,"Gema menaikan alisnya, dengan pandangan penasaran, namun ada sesuatu yang sedang diinginkan darinya.

"Tentu saja! Permintaanku tidak gratis, permintaanku membuatmu akan beruntung,"Ucapnya dengan tatapan menyidik. "Kupastikan bayaranku sangat menguntungkan untuknya,"Tawa Shun sinis.

"Aku tak percaya dengan apa yang, kau katakan,"Ucap Gema sinis.

"Kau tahu siapa aku bukan,"

.

.

.

.

[MODE OPEN OPRATION!,]

[FIRTUALY BILL ACTIVET]

[KLIK]

[KLIK]

Disaat yang sama Kirie memutuskan kembali kekamarnya, melakukan ritual membasuh wajahnya dengan air, menganti piamanya dan mengecek sesuatu dalam virtuall-bill kesayanganya. "Seperti biasa bendamu itu bisa diandalkan, layaknya sebuah sihir evencry-dalam beberapa dimensi yang pernah aku temui,"Ucap Shun.

"Kau selalu masuk seperti maling,"Ucap Kirie yang menatap lelaki yang tak punya rasa sopa-santu itu berada diatas ranjangnya dengan posisi nyaman tampa rasa malu sama sekali.

"Maafkan aku,"Jawab Shun memposisikan dirinya menjadi duduk dan berada disamping Kirie.

"Kami tak memiliki sihir seperti itu, meski sihir seperti itu ada didunia kami kami biasanya menyebutnya 'Chakra' dan juga atas bantuan teknologi serta DNA pembentukan, dengan sains yang amat maju,"Jawab Kirie masih focus pada layar hologram dan lalu mengeluarkan sebuah bantal-busa bulu dari Eventory membentuk benda itu muncul.

"Aku tak menyangka kau membawa bantal dalam, benda itu,"Ucap Shun Nampak menaikan sebelah alisnya bingung, ia lalu tertarik menatap hologram didepanya.

"Aku tak biasa dengan bantal kecil dunia ini, aku membawa bantal untuk tidur dimana-saja selama misi, yang kujalani,"Ucap Kirie masih terus mengetik, sementara Shun memperhatikan hologram dengan Bill yang berisi item dengan serius.

"Dalam Kotak (Item) ada Beberapa Baju ganti, Mulai dari kaos, celana sepatu, training, Peralatan menginap-tenda darurat, Dalam kotak selanjutnya (Madic) Ada obat –obat, dan dalam Kotak (Ulty Wapon) ada senjata yang lengkap dan juga bahan-bahan asahan seperti batu-asa dan element didalamnya, Kau ini mau perang atau seorang pandai besi,"Ucap Shun menaikan alis.

"Memangnya salah jika menyimpanya untuk jaga-jaga,"Ucap Kirie cetus.

"Lalu mana kotak perhiasan atau Make-up bukanya wanita suka mengunakanya,"Ucap Shun lalu dengan jarinya mengetuk-ngetuk hologram seperti sudah biasa mengunakanya (LOH?).

"Tak ada benda seperti itu dalam Bill-ku,"Ucap Kirie cetus benda seperti itu adalah alat yang paling Kirie hindari.

"Kau ini laki-laki atau perempuan sih,"Jawab Shun dengan pandangan Risih. "Apakah jangan-jangan kau ini trans gender?!,"Ucap Shun Horor.

"Berisik!,"Ucap Kirie datar.

"Dan apa yang sedang kau lakukan saat ini?,"Jawab Shun.

"Aku masih mencari informasi, entah kenapa aku jadi merasa penasaran,"Ucap Kirie dengan serius memandang sengit pada sebuah panel hologram kotak (Document) yang sibuk dia periksa sedari tadi.

"Kau ini lebih mirip robot ketimbang manusia,"Komentar Shun datar.

"Begitulah Kami pada zamanku, semua informasi didapatkan dengan mudah bahkan dengan langkah cepat, tak seperti zaman ini,"Ucap Kirie.

"Tapi kau mulai menyukai tempat ini,"Ucap Shun.

"…."Tak satupun ucapan yang keluar dari mulutnya dan terus memfokuskan matanya kelayar monitor, dan tanganya terus mengetuk-ngetuk pilar hologram.

"Ah oh ya aku sebenarnya tak datang dengan tangan kosong, tapi dengan urusan penting,"Ucap Shun datar, sementara Kirie Nampak terpaku sejenak karna entah atmosfir sekitar mereka Nampak berubah-pesat.

"Apa itu,"Kini Kirie menatap dengan wajah tak memperhatikan monitor, pandangan menatap lurus pada Shun sementara Lelaki dihadapanya memandanginya dengan intens.

"Bukankah kukatakan tiga tahun lagi kau bisa kembali keduniamu,"Ucap Shun memiringkan kepala.

"Ya terus kenapa?,"Tanya Kirie dengan wajah tak niat.

Shun terdiam dan jari telunjuknya, dimainkan bersamaan cahaya seperti tali bercahaya langsung muncul dileher Kirie, cahaya-putih itu lalu pelahan-lahan menjadi sebuah kalung berbentuk botol kecil, berisi sebuah cairan bening layaknya mata air secara tiba-tiba muncul di lehernya, membuat Shun kaget. "Apa ini,"Tanya Kirie.

"Itu adalah The-Bottle-Cry,"Jawab Shun menghelah nafas, "Dan seperti kau lihat liontinya berbentuk mata air bukan, sebenarnya ada beberapa tetes air didalamnya serta berkhasiat,"Ucap Shun dengan nada Serius.

"Cairan apa ini!,"Ucap Kirie memiringkan kepalanya. "Dan Untuk apa?,"Jawab Kirie.

"Cairan penghilang kenangan,"Ucap Shun serius.

"Buat apa kau memberi alat macam-ini padaku,"Ucap Kirie.

"Kelak kau harus meminumnya,"Jawab Shun datar.

"Kenapa kau mau menghilangkan ingatanku,"Ucap Kirie lalu mempelototi Shun dengan wajah datar.

"Kau tidak harus meminum cairan itu Sekarang…..tapi nanti,"Ucap Shun lalu berkata lagi."Seperti yang kukatakan kesempatanmu kembali hanya saat munculnya Tronst-Light muncul setelah 3 tahun yang akan datang. Namun aku belum selesai menjelaskan semua ini,"Ucap Shun.

"Apa.."

"Venomena Tronst-Light hanya muncul ratusan tahun lamanya, dan tiga tahun lagi adalah venomena itu, tapi jika kamu gagal maka kau sudah tak bisa pulang lagi untik selamanya,"

"Kenapa kau tak menjelaskan Hal ini lebih cepat.."

"Maaf soal itu, Aku melupakanya! Oh ya..Ehm soal Liontin itu. Fungsinya agar melupakan apa-pun yang pernah kau lakukan didunia ini, Jika kau telah sampai didunia-asalmu, "Jawab Shun lagi.

"Ta-Tapi kenapa?!,"Ucap Kirie.

"Kau adalah seseorang yang melakukan perpindahan yang illegal, kau tidak mengikuti sesuai hukum-dunia penyihir dimensi atau dewa memiliki 'Hukum' bahwa orang yang berpindah dunia adalah orang yang bisa melakukanya dan menurut Hukum-kami kau dinyatakan sebagai ilegal yang tak sengaja terlempar kemari, jadi tak-sah"Ucap Shun. "Aku memberikan benda itu agar jika kelak kau kembali kedunia asalmu lalu meminumnya, dan kerahasian antar dimensi tetap seimbang,"Ucap Shun.

"Jadi begitu,"Ucap Kirie memandang sedikit suram.

"Tapi Air itu bukan hanya menghilangkan kenangan tapi memiliki Khasiat lain,"Ucapnya.

"….."

"Jika kau nanti kau tak berhasil pulang 3 tahun yang akan datang, kau harus meminum Air itu dan fungsinya akan berubah, jika kau meminumnya saat berada disini maka seluru ingatan dari orang yang mengenalmu diduniamu akan terhapuskan,"Ucap Shun mendengkus nafas setelah bicara panjang lebar. "Maaf ini memang kejam tapi itu harus kukatakan padamu, kelak kau harus memilih,"Ucap Shun.

"Aku mengerti,"

.

.

.

.

[Esokan Harinya]

"Anu Daochan Apa baju ini tidak terlalu mencolok,"Bola mata Kirie kembali Suram 100% karna pagi yang dilewatkanya, dengan amat tidak bahagia. Bagai mana jika ada orang yang langsung masuk dikamarmu dan membangunkanmu dengan cara, mengendongmu dengan beberapa ajudan lalu memaksamu mandi, dan memberikanmu macam-macam polesan make-up berat, baju yang berlapis-lapis, atau pernak-pernik berat yang ada dikepalamu, secara bersamaan.

"Eeeeeeeeeeeeeeee!-"Ucap Kirie memandangi wajahnya dengan pandangan penuh dengan aura suram.

"Kau cantik kok!,"Ucap Diao-chan.

"Tapi ini terlalu seksi apa! Tak terlalu terbuka," Ucap Kirie memperhatikan bajunya yang telalu minim dan risih dengan penampilanya, yang telalu membuat akin dibagian dadanya nampak sedikit tembus pandang membuat belahan dadanya terlihat ia hanya mengembungkan pipinya.

"Disini itu pakaian yang pantas,"Ucap Diaochan.

"Tapi ini bahkan tak pantas sama sekali,"

.

.

.

.

[Pelabuhan Louyang :]

Kondisi yang ramai dan hari yang sibuk untuk dermaga nelayan dipinggiran dermaga utama Louyang. Terlihat Sebuah perahu nelayan kecil nampak berlabuh diperairan dangkal, yang memiliki kapasitas sekitar dua atau tiga orang -pengguna, seorang lelaki pendayung perahu dengan tenang mendayung sampai samping dermaga, dan mencapai pinggiran tepinya.

"Kita sudah sampai Tuan! Silahkan,"Ucap Lelaki-Pendayung itu dengan ramah, lalu berbalik pada seseorang yang duduk diatas perahunya dengan tenang.

"Terimaksi atas bantuanya,"Ucap seseorang lelaki dari atas perahu. Sesosok pria berambut Darkbrow turun dari atas perahu melewati cela menuju ketepian, Cirinya adalah seorang lelaki beryukata hitam, dengan hakama berwarna coklat kusam, mengunakan celana panjang dan sandal tali selayaknya seorang Pengembara, sebuah topi lebar terbuat dari anyaman bamboo-dplus jerami Nampak terlihat kusam, menandakan pemiliknya selalu membawanya kemana-pun, dengan sebuah tasbuntalan kecil berwarna ungu yang cukup tebah digandengnya.

"Sama-sama Anak-muda, Omong-omong apa yang kau akan lakukan dilouyang?,"Tanya Sang Pendayung tampa ragu.

"Aku mencari pekerjaan,"Ucap Pria itu dengan santai, dengan matanya Nampak menunjukan iris Dark-violet, yang dingin namun menimpan sisi ramah dalam berbahasa.

"Mencari pekerjaan,"Sang Pria tua itu Nampak terdiam kaku, lalu matanya melirik sebuah bagian tubuh Pria itu deng iba, bagaimana tidak lengan Pria-muda yang diantarnya sudah tidak-utuh lelaki itu memiliki cacat, pada lengan kanannya yang telah terpotong. "Aku berharap kau bisa menyelesaikan pekerjaanmu dengan baik,"Ucap Pria tua itu, lalu tersenyum.

"Terimakasi,"Ucapnya.

"Berjuanglah!,"Ucap Lelaki tua itu.

"Oh iya Tuan-Pendayung,"Panggil Pria muda itu.

"Ada apa?,"Ucap Sang-Pendayung sembari menata Pemuda yang nampak eran, karna lelaki-muda itu tengah merabah Saku bajunya.

"Ada sedikit uang, karna memberiku tumpangan kemari,"Ucap Pria itu lembut lalu menyerahkan segepok koin dalam sebuah karung kecil berwarna merah.

"Ti-Tidak usah Anak-muda lagi pula, saya hanya tak sengaja bertemu denganmu! Kau pasti akan lebih membutuhkan uang ini untuk memulai pekerjaanmu barumu dikota ini,"Ucap Pendayung sembari memadang bingung.

"Terimalah Tuan aku memberi ini dengan Iklas,"Ucapnya Sembari tersenyum, dan setelah didesak beberapa kali lelaki itu akhirnya mau menerima, segepok uang pemberian Sang-pria dan akhirnya pria itu berlalu dengan cepat.

"Oiii! Tuan,"Panggil Sang pendayung lagi.

"Namaku Fu Siapa Namamu Nak!,"Ucap Sang-Pendayung sembari melambaikan tangan. Kemudian membalas respon Fu sang pria-muda itu lalu berbalik dan berkata :.

"Namaku….."

.

.

.

.

"Kita harus mengawasi Tanda-tanda terjadinya penyusup didermaga lebih ketat, maupun saat tamu sudah dalam kediaman istana,"Ucap Qilu-dia seorang salah satu Perdana mentri yang ada dalam ruangan itu.

"Sebagai salah satu pengurus istana dalam, saya juga berusaha melakukan yang terbaik jadi mohon bantuan kalian semua,"Ucap Tao-Mi yang Nampak sibuk membaca gulungan-kulit yang berantakan diatas meja.

"Tidak perlu merasa sewaspada begitu, Perdana mentri Tao-mi,"Ucap Dong Zhuo sembari memainkan sebuah pena-bulu ditanganya. "Semua akan seperti apa yang kita semua rencanakan.

"Anda jangam terlalu sesumbar Tuan Dong Zhuo, masalah tak akan memberitahukan kapan dia muncul atau kapan dia pergi,"Ucap Pao-tao dengan bijak dan datar, sembari memandang Dong Zhuo dengan sengit, kejadian diaula istana kemarin benar-benar membuat hubungan mereka semakin panas saja.

"Saya jujur saja merasa aneh mengapa anda yang sudah meninggalkan bangku-perdana Mentri masih ada disini, Tuan- Mantan Perdana mentri Pao-Tao,"Ujar Dong Zhuo dengan sinis.

"Tenanglah Perdana mentri Dong Zhuo, Saya telah mendapatkan surat penarikan surat atas nama Perdana-mentri Pao-Tao, Jadi dia masih memiliki Hak penuh disini,"Ujar Qiu-dia datar.

"Benar-benar sandiwara yang luar biasa,"Ucap Dong Zhuo dengan sengit.

"Kuharap anda bisa tenang Perdana-mentri Dong Zhuo, simpan masalah pribadimu untuk nanti saja,"Timpal Tao-Mi dengan tajam, lalu mengalihkan pandanganya pada Dong Zhuo sementara, yang dipandangi hanya membuang mukanya, sementara Pao-tao hanya memasang wajah datar, serta menghembuskan nafas beberapa kali.

BRAAAK!

"Jadi apa kita bisa mulai,"Tanya Perdana mentri Cou-Zi memukul meja didepanya sembari memasang tampang sedikit kesal. "Hentikan tingkah penuh kekanak-kanakan ini,"Ucapnya sembari mengambil sebuah cawan Sake di tanganya lalu meminum dengan sekali tengukan.

"Silahkan,"Jawab Pao-tao singkat.

"Jadi mari kita tanyakan soal penjagaan disetiap sisi-istana,"Ucap Cou-Zi lagi.

"Jangan Khawatir Saya sudah menjaga dan mengurus semuanya, Saya memegang penjagaan dibagian Selatan istana,"Ucap Lu-Bu.

"Kita juga sudah menempatkan penjaga memastikan tak ada orang yang membawa senjata diistana,"Ucap Gema.

"Saya juga menempatkan Anak buah terpercaya dibagian Timur istana,"Ucap Li-yingqi yang adalah satu-satunya komandan wanita yang Nampak turut berada disana.

"Beberapa pengawal bagian utara sudah dalam kendali saya,"Ucap Gema santai mengemukakan hal itu. "Jika ada yang mencurigakan kami pasti memberi kabar pada yang lain.

"Apa kalian sudah yakin menempatkan bawahan Gema sebagai penjagaan bagian utara,"Kali ini Dong Zhuo Nampak memandang tak senang. "Baru-baru menjadi pengawal selama 3 tahun, tak mungkin kalian memberi penjagaan kepadanya dalam istana,"Ucap Dong Zhuo.

"Apa yang kau ragukan!?,"Tanya Tao-Mi.

"Sebelumnya latar belakangnya tak begitu jelas dia masuk menjadi prajurit biasa selama empat-tahun lamanya, dan sampai sekarang kita tak tahu siapa dia ini, lalu setelah tiga tahun berikutnya dia menjadi komandan hingga saat ini,"Ucap Dong Zhuo dengan tajam, dengan kedua tanganya terkepal.

"Tolong jangan memperkeru suasana disini, Perdana-mentri Dong Zhuo,"Ucap Li-yingqi sembari tetap bersikap tenang, mulutnya berucap sopan, namun sebenarnya dalam hati sudah muak.

"Habisnya itu meragukanku, mengingat dirinya tak memiliki, asal-usul yang pantas," Ujar Dong Zhuo dengan nada angkuh, seketikah wajah semua orang Nampak berubah dalam ruangan itu.

"Aku mempercayainya sebagai putra angkatku! Dan juga Kepercayaan penjagaan juga sudah diberikan seluruh banyak pihak, Perdana-Mentri Dong Zhuo," Ucap Pao-Tao. "Kurasa menyebut seseorang tampa Asal usul, bukan hal yang pantas,"Ucap Pao-Tao.

"Aku Aku percaya padanya, dan kemampuanya dalam memimpin "Ucap Lu-Bu dingin.

"Bisa kita hentikan saja debat antar status ini!,"Ucap Cao-zi kembali berargumen.

"Sebaiknya kita bergerak!, Menyambut mereka semua didermaga,"Ucap Tao-mi lalu menganti topic pembicaraan dan semuanya Nampak mengangguk.

Akhirnya semua orang memutuskan bergerak keluar dari ruang rapat, sesuai tujuan masing-masing namun disisi semua orang, ada seseorang yang masih menyimpan rasa tak enak perasaan terluka, orang tentu saja yang paling cukup terluka Adalah Gema, mengingat Ucapan Dong Zhuo, cukup membuatnya lumayan sakit hati. Namun nampaknya dia bisa menguasai diri dan bersikap tenang.

TEP!

Gema membulatkan matanya saat merasakan sentuhan lembut dibahunya, Sosok Li-yingqi tengah mengangguk sembari memamerkan senyuman yang ramah, pada Gema membuat pria itu terdiam layaknya maknekin hidup.

"Li-Yingqi?,"Panggilnya.

"Jangan ambil pusing, ucapanya memang kasar namun kau tak akan mendapatkan semua prestasi ini dengan muda, semua ini mengunakan usaha sampai mereka mengakuimu, dan kau layak mendapatkan ini Komandan Gema,"Ucap Li-yingqi sembari mengutarakan pendapatnya.

"Kau berpikir begitu!?,"Tanya Gema singkat.

"Ya!,"Ucap Li-Yingqi mengangguk. "Karna dari segi kondisi kita memiliki nasip yang serupa, dimana kita mendapatkan jabatan itu dengan usaha yang kita himpun, Sehingga kita berdua bisa diakui dimata rakyat dan dimata Kaisar,"Ucap Li-yingqi.

"Aku tahu! Terimakasi,"Ucap Gema.

"Kuharap kau tak merasa kecil Hati!,"Ucap Li-yingqi.

"Aku tak merasa kecil hati dengan apa yang diutarakan,"Ucap Gema datar pada Li-yingqi. "Tapi aku sedang memikirkan sesuatu yang lain sambungnya. "Aku memang sedikit memikirkan itu, Namun aku merasakan Sesuatu Yang lain?"Ucap Gema.

"Apa itu?,"Ucap Li-yingqi Serius.

"Soal it-"

"Kalian berdua masih disini!,"Sosok Lu-Bu Nampak memandang Li-yingqi dan Gema sementara kedua hanya terdiam sesaat diposisinya.

"Li-yingqi bisa kau tinggalkan kami berdua!,"Ucap Lu-Bu.

"Tapi Ryou-Taichou,"Li-Yingqi memandang sebentar seolah ingin, menyatakan sesuatu namun diurungkanya. "Baiklah Saya permisi,"Ucap Li-Yingqi menunduk hormat lalu meninggalkan kedua pria itu.

"Jadi apa yang ingin anda bicarakan dengan Saya komandan Lu-Bu,"Tanya Gema usai Sepeninggalan Li-yingqi.

.

.

.

.

[Dan kembali Ditempat Diao-chan dan Kirie]

Dimana Li-yingqi tengah memasuki ruangan dan memandang Sosok Diao-chan yang amat cantik dengan baju serta pernak-pernik berwarna pink, dan Kirie yang sudah komplit dengan Make-up yang cukup tebal.

"Astaga demi-Dewa!,"Ucap Li-yingqi dengan muka terkejut saat ia membuka pintu kamar Diao-chan tampa permisi.

"Bagaimana Li-Yingqi,"Senyuman Dioa-chan.

"Ini sempurna Daochan-Lady,"Ucap Gadis itu tersenyum puas, rupanya menyarahkan urusan Kirie pada sang Ketua dayang benar-benar ide yang bagus. Ia memandang sosok cantik pembenci berbau riasan telah dipoles sangat luar biasa.

"Hehehehe…"Seulas senyuman dan tawa kecil terdengar dari Daochan Nampak terdengar sangat senang.

"Kalau aku yang menanganinya dia bisa kabur, kemarin saja aku mendandaninya saja dia dengan sembunyi-sembunyi mau menghapus riasaan buatanku,"Ucap Li-yingqi dengan nada beraura gelap, sembari megembungkan pipinya.

"Tenang saja…dia penurut kok,"Ucap Diaochan, lalu menepuk bahu Kirie yang memasang wajah suram diwajahnya yang dirias dengan sangat menawan, dan hanya memasang risih.

"APA DIA SIH! KALAU DENGANKU PROTES TERUS-MENERUS!,"Ucap Li-Yingqi dengan kesal. "TIDAK ADIL!,"Jeritnya frustasi.

"Oi—Oi,"Ucap Kirie hanya Swedropped dengan garis air sebiji jagung ala komikal muncul dikepalanya dalam imajinasi penulis.

"Baiklah karna kau sudah siap kau harus menemaniku naik kuda, untuk membantuku mengantar tamu, kita akan kedermaga,"Ucap Li-Yingqi dengan nada ceria, dan suara suram mereka hilang entah kemana, langsung menarik Kirie.

"APA!,"Ucap Kirie."La-Lalu Diao-chan bagaimana?,"Panggil Kirie yang masih ditarik paksa.

"Tenanglah! Lady Daochan Akan mengurus semua pekerjaan untuk pesta selama kita pergi menyambut tamu didermaga! dia harus tetap disini memerintah para-dayang dan pembantu,"Ucap Li-Yingqi lalu menarik Kirie mengikuti dirinya.

"Komandan Li-yingqi kuda anda telah disiapkan!,"Ucap seorang Kasim.

"Baiklah Kirie, AYO!,"Ujarnya.

"OIIII! Pelan-pelan AWWWWWW!,". Tampa menyadari Kirie akan mendapati sebuah permasalahan yang tak Kirie dapat diduga sebelumnya.

.

[BERSAMBUNG]

[Minggu—Juli-2016]

Sebenarnya aku sudah sangat sibuk akhir-akhir ini usai lebaran jatwalku amat padat, bagai gunung. Namun aku bersyukur Aku mendapat panggilan-suara dari sahabtku dari korea bernama 'Teu' Berapa hari yang lalu. saat kesuraman deadline yang seolah akan membunuhku secara perlahan. Bagaimana aku tidak hampir gila aku harus mengerjakan setumpuk proposal, mengisi sebuah suara, dan malamnya, aku juga harus menyempatkan diri menulis cerita fanfic ditambah dengan kondisi computer yang masih rusak Ah!, ya meski hidupku Nampak simple nyatanya itulah yang membuat hidupku sangat bermakna.

Tapi berkat para Asistenku-tersayang aku benar-benar terbantu sekali, untuk mencari ide. Serta reverensi. Terimakasi atas bantuan 'Teu dan Kim' Kalau bukan bantuan kalian dalam masalah informatik dan Hack aku tak akan mendapat bantuan untuk melanjutkan cerita ini dan terimakasi atas bantuanya 'Cat' Karna telah rela meminjamkan Black-Barry-nya (Aku bersyukur pacarnya gak marah padaku hahaha) untuk saya pake mengetik, dan sekarang mari kita membalas semua pesan yang kalian kirimkan Yeeeaaah!

KITA MULAI!

Rika Aja chapter 5 . 15h ago

Thor sebagai pembaca terlamamu, saya mau tanya sebenarnya Author ini cewek apa cowok soalnya dari namanya Lightning biasanya dipakai untuk seorang 'Cewek' dan Shun biasanya dipakai untuk marga atau panggilan'Cowok' tetap berkarya ya thor :D
tolong abdet yang lain ya thor, love you muach!

Me :

Love you too..Rika :D Terimakasi atas dukungangnya, untuk semua karya yang kamu sempat baca, eh..O_O sebenarnya Author, bisa disebut Cewok..kalau kamu mau..Hheheheheh #Ditampol.

.

.

Arisato yukitochapter 5 . Jul 28

KERJA BAGUS TINGKATKAN LAGI :/

Me :

Makasi dukunganya, Aku akan berusaha lebih baik lagi XD

.

.

Roxas Slaiderschapter 5 . Jul 25

Oh jadi ini yang menyebabkan Kirie jadi pribadi seperti ini, ternyata dia gak mendapat kebahagiaan dimasa lalunya...eh good story bangent untuk ocnya tapi aku mau nanya figur si Pao-Tao apa-apaan kok bisa keren amat *Dilindas*
Truss sih shun ama gema kok saling kenal, bukanya katanya Shun tak ada hubungan dengan kerajaan dan hidup dari dimensi kedimensi lain...(mana di cerita lain perashaan shun selalu ada ya)

Me :

Ya aku memang mencoba membuat kirie sejak awal adalah wanita yang tegar, makanya diantara OC – Ocku yang lain dia adalah karakter yang pantas dicerita ini, dan aku memili dia. Sebenarnya Pao-Tao adalah karakter orang bukan milik saya jadi dia adalah karakter Quessan dari pembaca juga :D

Kalau masalah Shun ama Gema hufufufufufufuf….Rahasia XD

(Ditampol), nanti bakal saya beberin tenang aja!

.

.

RosyMiranto18chapter 5 . Jul 23

Baik, aku kembali.
Pertama, aku turut berduka cita soal kondisi Lightning-senpai dan laptopnya, semoga cepat sembuh semua dan bsa lancar lagi segalanya :)
Dan ngmong-ngomong chap yang bagus seperti biasanya, cuma sayangnya kayaknya terlalu pendek deh. Dan ada apa dengan Gema dan Shun? Saya jadi penasaran kelanjutannya. Keep Update!

Nb. Untuk d14napink, berdasarkan profilny, anda dari Singapura. Kalau bukan, maka saya mau nanya juga, Lightning-senpai.
Nb. Saya mau ijin add facebook anda, alamat facebookku 'Rosy Miranto'.

Me :

Sebenarnya saya bukan orang Singapura, namun akun Facebook dan Akun Fanfic ini memang secara kebetulan saya buat saat berada disingapura, saat itu saya menghadiri sebuah acara keluarga, hingga saya harus menginap beberapa hari. Saya Orang jepang campuran, Ayah dari jepang dan ibu keturunan Indonesia.

Eh! Chaptersnya terlalu Pendek maaaf ya! Incident Laptop rusak menyebapkan semua terkendala tapi aku akan mencoba memperbaiki semuanya…harap dimaklumi

.

.

d14napink chapter 3 . Jul 23

Aq sempet kehilangan jejak fic mu, tau-tau udah chap 5 aja..asyiik! Jadi nih liat kecoa lu Bu in action, Waktu aku periksa, Lu bu cuma muncul di chap 4...di chap 5 ga ada (hiekz!)
Koq ga ada zhou yun yang ganteng maksimal itu~
Kalo gak salah Lu bu punya pasangan wanita cantik kayak model brand besar...aku lupa namanya...tapi dia ada koq di game.
Apakah kirie nanti jadi pacarnya Lu Bu? Atau jadi istri? Aku setuju banget kalau Lu Bu jadi nikah sama Kirie-san.
Bila jadi nikah, jangan-jangan mas kawin nya dari Lu Bu itu seperangkat alat perang, beserta kuda dan kereta perang di bayar tunai ( eh koq jadi ngebayangin nikahan Lu Bu ama Kirie gaya mislim pake ada penghulu segala *kabur sblum kena tombak Lu Bu*) aku tunggu update terbarunya yaa, arigatou gozaimassu.
Mau tanya...katanya author-san bukan orang indonesia? Maaf Sebenarnya sempat baca di author note, saya jadi penasaran anda warga negara mana? Boleh tau?

Me :

Ia saya sempet ganti nama meski depanya saja dikit *Ditampol*

Memang saya sedikit focus di real-life Kirie tapi kedepanya Lu-bu akan selalu muncul dan akan selangkah lebih maju dan karna selalu muncul, ditambah saya mendapat quest beberapa oc teman yang ingin tampil saya mencoba menghidupkan semua sisi sifat tokoh-tokoh oc itu agar berdiri secara masing-masing (Bukan hanya seperti beberapa orang yang menuliskan cerita hanya menjadikan mereka figuran dan hilang begitu saja), Selain Kirie yang selalu muncul sebagau Oc utama yang selau berargumen dengan sang Kecoa paling sangar di China, (Dibuang Lu-Bu dilaut)

Sebenarnya saya bukan orang Indonesia asli, karna darah saya masih ada turuan-luar juga :D.

NANI! O_O PA-PACAR, ISTRIIIIIIIIIIIIIIII!...(Membuang nafas) Itu ide yang gila namun…sa-saya akan mencoba untuk memikirkan hal itu. /(O_O)/ #Dapat pencerahan.

.

.

Satsuki Narita chapter 4 . Jul 12

Aku sebaga mata orang awam tak masalah dengan membaca jeda nama atau tokoh buatan dalam cerita sejar! karna itu adalah hak mereka cuman aku merasa itu boleh karna btw karna itulah Fanfic ada agar kita bisa berkarya dengan apa yang kita pikirkan.

aku juga bukan penulis yang baik namun itulah yang aku nilai .
aku suka cerita yang melenceng dari dinasty warrior berarti authornya ada usaha mencari reverensi diluar gak hanya mengandalkan pengetahuan yang ada dalam game bukankah itu, ilmu juga untuk pembacanya. jadi good ditunggu chapnya yang lanjut!

Me :

Love you Sis! Atas dukunganya selama ini O_O

Aku senang atas perkataan sis! Jadi usahaku membaca, diluar reverensi dipahami oleh orang lain..(Entah kenapa saya jadi terharu)

Aku gak akan seperti ini jika gak ada anda Sis, aku akan berusaha memulis terbaik dan mencoba memperbaiki letak kesalahan yang ku buat disetiap part yang aku buat.

.

.

Coco chapter 4 . Jul 12

Ceritanya makin kesini makin bagus tapi nanti tolong, konfliknya ditambah ya thor :D

Me :

Pasti Coco! XD

.

.

Axoirechapter 4 . Jul 10

Pertama-tama aku mau bilang, Aku turut berduka atas hilangnya uang 50rb milikmu ya om :'(. Sayang tuh buat bakso bisa beli berapa mangkok /plak.
Anyway, Kirie-chan benar sekali. Dunia militer itu kejam, bukan asal sabet sabet bunuh orang aja, tapi mentalnya juga harus kuat. Aku jadi penasaran pertama kali Kirie-chan masuk dunia perang itu seperti apa. Nice work om, lanjutkan :3

Me :

Terimakasi ya aku hanya mencoba menerapkan setiap adegan memiliki alasan dimana para karakter harus melakukan apa yang harus dilakukan. Terutama soal peperangan, dunia-militer bukan sesuatu yang bisa dianggap enteng atau hebat (layaknya sebuah game RPG0, semua orang harus membentuk diri dan mental, jika mereka ingin meraih apa-pun yang mereka inginkan itu-pun dengan mudah usaha dan kerja keras.

Nah itu aja untuk part kali ini, maaf Author hanya bisa membalas sedikit PV kalian dan maaf yang PM di Facbook dan Fanfic sempat saya abaikan, menginggat padatnya jatwal Author maaf jatwal ceritaku lengser sehari, biasanya malam minggu, tapi jangan khawatir karna Author akan mencoba berusaha mengapdet cerita ini setiap minggunya, bersamaan cerita lainya, jadi Stay-Tune aja XD.

Kalau ada yang ingin kalian tanyakin bisa datang ke Facebook saya di :

[Lightning Shun]

Saya

Lightning Shun.

あなたがあなたの世界を照らすことができる仕事は、

独自の機能を備えたあなたはそれはあなたが将来的に創造的になることを信じることができるので

Anata ga anata no sekai o terasu koto ga dekiru shigoto wa, dokuji no kino o sonaeta anata wa sore wa anata ga shōrai-teki ni sozō-teki ni naru koto o shinjiru koto ga dekiru node-desu.

Karna dengan karya kamu dapat menyinari duniamu

dengan kemampuan sendiri kamu bisa percaya bahwa itu yang mendukungmu menjadi orang yang kreatif dimasa depan