"APA!,"Ucap Kirie."La-Lalu Diao-chan bagaimana?,"Panggil Kirie yang masih ditarik paksa.

"Tenanglah! Lady Daochan Akan mengurus semua pekerjaan untuk pesta selama kita pergi menyambut tamu didermaga! dia harus tetap disini memerintah para-dayang dan pembantu,"Ucap Li-Yingqi lalu menarik Kirie mengikuti dirinya.

"Komandan Li-yingqi kuda anda telah disiapkan!,"Ucap seorang Kasim.

"Baiklah Kirie, AYO!,"Ujarnya.

"OIIII! Pelan-pelan AWWWWWW!,". Tampa menyadari Kirie akan mendapati sebuah permasalahan yang tak Kirie dapat diduga sebelumnya.

.

.

.

[]卍卍卍O o+[]oO*[+]*Oo[]+oO卍卍[]

.

.

[]-The Black Blossom Shine-[]

.

By

.

[]-Lightning Shun-[]

.

.

[]卍卍卍O o+[]oO*[+]*Oo[]+oO卍卍[]

.

.

.

Kenyataan yang kau hadapi meski pahit

Kau harus melewatinya, tak ada cara menghentikanya.

Selain melewatinya.

.

.

Note 7 -[Penyusup & Siasat Li-Yingqi]

"Aww..! Ramai sekali,"Kirie nampak memperhatikan segerombolan manusia memenuhi gerbang dermaga, yang awalnya memang menjadi sarana sibuk dilaoyang sekarang semakin ramai saja, untung saja para pengawal sudah memasang batas hingga orang penting seperti penyambut-tamu utusan para Kaisar tidak harus ikut tergencet diantara kerumunan, manusia yang ikut berkumpul layaknya melihat parade.

"Tentu semua orang juga menantikan tamu jauh Kaisar,"Ucap Li-yingqi Nampak tersenyum sembari mengendali kudanya, dan Kirie duduk dibelakangnya. "Ini selalu dilakukan para penduduk, untuk melihat orang-orang baru dari negeri lain,"Ucap Li-yingqi.

"Negeri ini indah, tamu datang saat musim semi mulai datang, aku berharap mendatangkan sesuatu yang baik,"Ucap Li-yingqi. "Ini bertepatan pesta-rakyat diawal musim aku rasa ini waktu yang menyenangkan untuk minum-minum,"Ucap Li-yingqi dengan aura terbinar-binar, Tak disangka meski wanita Li-Yingqi bisa minum, sementara Kirie sangat tidak bisa.

"Kau Nampak bahagia sekali!,"Jawab Kirie menguma pendek.

"Tantu saja,"Ucap Li-yingqi positive. "Karna setidaknya aku bisa melepas beban sejenak."Ucapnya menghelah nafas, memandang jalanan didepan matanya. "Kau tahu menjadi komandan bukan hal yang mudah bagiku,"Ucap Li-yingqi memandang kedepan dengan raut berubah.

"Beban!."Tanya Kirie.

"Ahk..Bukan apa-apa!,"Ucap Li-yingqi memandang langit.

"Li-Yingqi memangnya lewat dermaga mana para tamu akan datang?,"Ucap Kirie.

"Setiap perwakilan akan datang dengan cara masing-masing contohnya Wei dikabarkan oleh para teliksandi mereka melewati perbatasan dataran dari Wei kesini maka menempuh sekitar 5 hari dalam waktu perjalanan,"Ucap Li-yingqi.

"Selama itu memang tak ada cara untuk sampai selama sehari!,"Ucap Kirie Kaget.

"Kau bercanda Kirie!,"Ucap Li-Yingqi terkikik. "Tentu saja tak mungkin, kendala tebing diarea timur dan perairan dangkal adalah hambatan yang berat ditambah Laoyang yang juga memiliki area perairan serta arus yang lumayan bahaya, hingga membuat perjalanan sangat lama, mana ada kuda tercepat yang bisa sampai dalam sehari,"Ucap Li-Yingqi tertawa.

"Benar-benar repot sekali pasti,"Kirie lalu memandang miris, dia bahkan lupa kalau di zaman ini yang belum menemukan penemuan, JET, masin-roket, Pesawat tempur, kapal tempur, Kapal selam atau kereta listrik yang membantu manusia untuk melakukan berpergian dalam waktu beberapa jam saja, listrik pun tak ada.

"Kita akan memasuki area penurunan dangkal, bagian dermaga penghubung Changnang disanalah kita akan menyambut mereka,"Ucap Li-yingqi.

"Tunggu Li-Yingqi,"Sebuah suara menghentikan laju jalan Lagonda, membuat gadis cantik itu menoleh kebelakang, begitu pula Kirie dan ternyata yang yang memanggil Li-Yingqi Adalah Pao-Tao.

"Tuan Pao Tao-Sama,"Ucap Li-Yingqi.

"Li-Yingqi berhenti kita harus bicara,"Ucap Pao-Tao datar.

"Eh?!,"

.

.

.

[Dilokasi Lain]

[Gema dan Lu-Bu]

"Ada apa Tuan Lu-Bu,"Ucap Gema memiring kepala.

"Sebaiknya kita menghilangkan Formal ini,"Ucap Lu-Bu datar.

"Ada Apa, memangnya? Aku tak suka pernyataan bertele-tele!,"Ucap Gema datar dia memandang sorot mata Lu Bu dengan tatapan seperti ada sesuatu disana, begitu tajam penuh dengan siasat.

"Aku mendapat ini! Disuatu tempat,"Ucap Lu-Bu, sembari mengeluarkan sebuah benda dalam sebuah kotak kayu kecil dibungkus kain hitam.

"Apa ini! Komandan Lu-Bu,"Ucap Gema datar sembari menyengitkan alisnya.

"Silahkan membuka sendiri kau akan tahu!,"Jawab Lu-Bu dengan pandangan penuh teka-teki. Sementara Gema menyengit waspada Lu-Bu meletakan benda itu diatas meja mempersilahkan Gema memandang bahkan memeriksa benda itu.

Sebuah kotak dengan Kain Hitam berisi pasir, dan beberapa tulisan yang sengaja digulung diatas kain berupa kode tulisan.

.

.

.

[Kembali lagi pada]

[Li-Yingqi, Kirie, Pao-Tao]

"Heeeh! Disuruh menjadi pengawal Ratu,"Kini Li-yingqi memandan Pao-Tao, menyengit bingung. "Bukankah sudah ada Kasim dalam dan orang istana-dalam, yang menjaga ratu,"Tanyanya.

"Tidak!,"Pao-Tao nampak menggeleng dengan serius. "Rencana diubah secerah rahasia, sebelum kemari aku diberi ini oleh Lu-Bu,"Ucap Pao-Tao dengan mengulurkan tangan mengenggam sepucuk surat dan Li-Yingqi menerima sebuah surat gulungan tersebut, ia mengstabilkan laju kudanya dan membaca secara perlahan.

Perlahan ia mengedip-ngedip lalu membanting stir tali kuda kebelakang. "Kita dalam masalah,"Jawab Li-yingqi mengumpat kecil lalu mengarahkan kudanya dengan kecepatan maksimal, sementara Kuda Pao-Tao mengikutinya dari belakang, gara-gara pergerakan secara tiba-tiba Kirie nyaris terhempas kebelakang.

"Ada apa!,"Tanya Kirie mengkerut bingung, ia tak tahu kenapa tapi Li-yingqi mengemudikan kudanya seperti orang kesetanan seperti ini.

"Akan kujelaskan secara cepat, dengarkan lalu pahamilah,"Jawab Li-yingqi yang matanya fokus kedepan kembali menuju istana, dengan kuda yang berjalan dengan kecepatan penuh.

.

.

.

[SKIP 5 MENIT]

"Penyusup yang akan membunuh Ratu,"Kirie memandang arah jalanan karna dia masih diatas kuda milik Li-Yingqi. kedua kuda (Pao-Tao dan Li-yingqi) berjalan diareah perkotaan dan menuju Kerajaan.

"Nampaknya ia memanfaatkan kedatangan para penjabat, agar berbaur lalu menyusup untuk membunuh Ratu,"Jawab Pao-Tao dari atas kudanya sendiri, tak disangka untuk usia seorang lelaki rentah telinganya sangat tajam.

"Dan aku harus menyusup didalam untuk memantau keselamatan beliau,"Jawab Li-yingqi cepat. "..."Li-yingqi nampak terdiam setelahnya

Bola mata indah Li-yingqi mendelik dan memiikirkan sesuatu, padahal dia diperintahkan untuk mengawasi Kirie oleh sang Raja, namun karna sebuah masalah ia juga harus memantau keadaan Sang-Ratu jika ia harus mengawasi penyusup bagaimana dia, harus mengawasi Kirie, dia tak bisa fokus dan harus mencari ide.

"..."

"..."

"..."

"!,"

Namun raut suramnya menghilang berganti dengan, seulas senyuman lega nampak terpantri diwajahnya memikirkan sebuah ide agar pekerjaanya tetap bisa diurus secara bersamaan.

"Selamat datang Komandan-Li-Yingqi,"beberapa penjaga gerbang nampak memberi hormat, namun pengendali diatas kuda itu, berjalan begitu cepat tampa salam dengan nada terburu-buru. Bahkan diarea lepas kuda pun, Li-Yingqi langsung membuat Lagonda berhenti dengan cepat ia turun dari Kuda duluan, membuat Kirie hanya kebingungan dengan tingkah gadis itu.

GREEP!

"Eh!,"Bola mata Kirie membulat, mana kala tangan Li-yingqi langsung mendekap erat pinggang Kirie lalu menariknya dari atas kuda, membuat Kirie terbingung.

"OI ADA APA LI-YINGQI!,"Jerit Kirie tampa ampun dan berteriak, mengapa wanita itu seperti cacing kepanasan sekarang.

"Aku akan menjelaskan sekarang ikut aku!," jawab Li-yingqi, lalu menarik Kirie.

.

.

.

[10 Menit kemudian]

"Apa ini maksutmu dengan penjelasan..!,"Sorot mata mengerikan sedang mempelototi kaca, saking tidak sudinya, Kirie mengunakan kaca itu melihat sosoknya yang membuat dia tak bisa berkata-kata.

Bagaimana tidak Kirie dengan sosok penuh, riasan baju dan pakaian yang bahkan terlalu terbuka yang selama ini dipakainya, ahm...bukan juga namun kainya terlalu tipis untuk sebuah pakaian, rambutnya diberi banyak manik - manik indah serta tisik rambut yang berat, membuat muka Bad semakin kentara saja. "Jangan dipocot ya ini penting untuku,"Jawab Li-yingqi sembari sedang mengunakan gaun yang sama, namun dengan sedikit corak berbeda, dan sebuah kain\hiasan rambut yang dipakai rubai tipis didepan wajahnya.

"Ya penting bagimu, neraka untuku!,"Jawab Kirie tajam, sementara Li-yingqi hanya terkikik. "Bisahkah kau memberikan aku baju yang tidak seperti ini!, aku lebih baik dapat. Baju gelandangan yang lusuh, dari pada baju kurang bahan yang bahkan membuat lukuk tubuhku terlihat,"Jawab Kirie padat.

"Kirie tapi semua wanita mengenakan baju seperti ini, kecuali pengawal, atau para-kasim,"Jawab Li-Yingqi datar, dengan sabar ia menjelaskan. "Acara yang akan berlangsung diistana Jadi Dengar ya! Acara yang akan diadakan ini adalah acara penting agar tak ada seorang pun terutama wanita menyusupkan senjata didalam area pesta,"Terangnya.

Kirie terdiam, lalu memaklumi ia tahu memang jika proseduer untuk keamanan, tapi kenapa harus wanita mengenakan pakaian seperti ini, dengan lekuk tubuh yang terlalu terbuka.

"INI GILAA!,"

BRAAK!.

Tiba-tiba pintu terbuka kasar, dan itu adalah Diaochan yang datang dengan wajah terburu-buru, ia tampil begitu cantik dengan gaun indah berwarna pingk, dengan rendahan bunga tulip dan perak-perakaan menghiasi rambut dan tubuhnya, yang berpostuer sangat indah. "Ne ada apa Lady-Diaochan?!,"Tanya Li-Yingqi nampak memandang raut cantik wanita itu yang nampak lelah.

"Para pendatang sudah datang, dan saat ini berada didepan gerbang istana,"Jawab Diaochan yang datang bersama beberapa dayang dibelakangnya. "Kirie bisa bantu aku menyiapkan sesuatu,"Jawab Diaochan.

"Eh! Tap-Tapikan,"Jawab Kirie dengan pandangan mata berputar, lalu Diaochan hanya memandang manis pada Li-Yingqi, dan Kirie seolah tak bisa ditolak, dengan delikan super indahnya.

"Aku mendengar kau juga Li-yingqi, memasuki area istana, dan itu juga didengar para dayang Ratu, jika kalian pulang kesini dan tak jadi menyambut tamu didermaga, jadi Ratu memintamu kesana,"Jawab Diaochan panjang kali lebar.

"APAAA!,"

Saat Diaochan, menyeret Kirie menuju aula istana beserta Li-yingqi, yang setia mengekor dibelakangnya(?), tak disangka aula sudah dipenuhi dengan banyak undangan yang datang berbagai negara, membuat mata Li-yingqi, membulat dengan-ria. "Cepat sekali,"Ucap gadis berparas elok itu.

Semua nampak berkumpul, ada pula yang sedang berbaris rapi ditempat masing-masing, dan masih pada mencari tempat duduk masing-masing, banyaknya orang nampak membuat beberapa para dayang bekerja dengan extra mengantar makanan, mengurus tempat duduk, mengatur orang atau sibuk menyiapkan pemusik istana untuk menghibur para tamu, meski kondisi ini sudah didiskusikan oleh para-petinggi istana, baik dari makanan, kenyamanan, hiburan tetap saja membuat para dayang menyambut dengan Kualahan.

Sementara tiga wanita yang tadi sampai diaulah malah terdiam, memandang aula-besar sungguh menyesakan, ketiga wanita itu nampak terpengguh atas pikiran masing-masing, saat tersadar sosok sang-ratu nampak terduduk tak jauh dari base(sebuah tempat khusus lebih luas tak jauh dari kursi raja, biasanya tepat disamping raja, atu dibelakangnya terdapat para selir) Ratu Fu nampak cantik dan dikeliling para dayang cantiknya.

"Kirie!,"Panggil Sang permansuri menyadari gadis itu, didepan pintu gerbang, membuat semua tamu langsung menatap sosok Nama yang dicari sang ratu (dan kebanyakan lelaki). Lalu Kirie membulatkan mata beberapa detik hanya memandang miris lalu pada akhirnya hanya mengangguk sembari merespon panggilan sang Permainsuri Fu, Sepanjang dia melangkah sebagian orang Nampak memandang dirinya dengan intens (Termaksut Lu-Bu) membuat hati Kirie merasa penuh dengan rasa Canggung, sekaligus malu ia menyumpah serapahkan Li-yingqi karna membawanya dalam kondisi memalukan.

Sementara sosok Li-yingqi nampak ditarik Diaochan langsung menuju belakang base permaisuri secara pelan-pelan, dengan arah yang berbeda, dan mata wanita berjalan santai disamping Diaochan, sembari iris biru-gelap itu masih memandang sekeliling untuk mengawasi keadaan.

"Ada apa Permainsuri,"Kirie memandang wanita itu lalu membungkuk hormat saat ia mendekat base, dia juga harus bersikap-terhormat didepan tamu kerajaan (setidaknya tidak membuat malu). "Anda memanggil saya,"Ucap Kirie lalu mendekati tahta base ratu.

"Ternyata Kirie! Kau benar-benar berbeda,"Jawab sang raja aka Kaisar Xian memandang intens Kirie dengan tatapan ingin memakan nenatap kepala hingga lekuk tubuh, perlahan jatuh kekakinya, membuat Kirie ingin sekali meninggalkan tempat itu sekarang juga.

"Ternyata wanita itu cukup mengiurkan,"Jawab Dong Zhuo datar tak jauh dari beberapa tamu undangan, yang kebetulan ada Gema dan Pao-tao didekatnya. "Dari pada jalang bayaran lumayan juga,"Jawabnya dengan tajam dan tertawa penuh keji, membuat Gema dan Pao-tao memandang tak suka.

Sementara Lu-Bu hanya terdiam, tampa merespon ucapan penghinaan ayah-angkatnya, dan hanya sedang berjalan dalam alam pikiranya sendiri.

"Duduklah dibantal duduk disamping kursi tahta-ku, dan mainkan lagu yang kau bawakan waktu itu, saya ingin mendengarmu memainkanya lagi, kali ini sampai panjang paham,"Titah Sang Ratu dengan nada tegas, bersamaan dengan sosok dayang membawakan sebuah alat music petik dengan pose anggun didepan Kirie, membuat Kire hanya menerima alat itu dengan sangat canggung.

"Baiklah..jika itu permintaan anda!," Kirie menganggukan mukanya dengan raut 'Kaku' Layaknya maknekin yang baru selesai dibuat(?), Ia lalu duduk dengan pose bingung, lalu mulai mencoba memainkan lagi yang ia hafal dalam dialek China.

Kirie mendudukan dirinya diatas sebuah bantal duduk, lalu memposisikan tubuhnya dengan nyaman, sementara para Dayang-penari juga siap-siap berdiri untuk mendengarkan musik dan melaraskan tubuh mereka dengan irama. Mata Kirie berkedip-kedip sebelum terpenjam dengan raut serius, berbeda dengan dayang-dayang kebanyakan(diakan memang bukan dayang) biasanya para dayang atau penari memamerkan senyuman manis+manja+funservice, yang menghibur hati para tamunya, namun justru Kirie malah bertingkah jauh dari kata 'Manis', ia nampak tidak begitu.

iye nae sonul

japgo nunulkamayo

uri saranghetton nalto sengkaghepayo

uri nomu sarangheso

apossonneyo

soro saranghandan malto mottansondayo

Para pria dan wanita tamu undangan, nampak terpesona dengan suaranya saat bernyanyi, dan bermain Koto, Kirie juga hanya memperlihatkan wajah dingin tampa senyuman. Akan tetapi daya tariknya pada kaum adam sangatlah besar, membuat orang-orang berbisik-bisik diantara deretan para tamu.

Mei yi ye bei xing tong chuan yue

Si nian yong mei you zhong dian

Zao xi guang le gu du xiang sui

Wo wei xiao mian dui.

Seseorang lelaki juga sedang Turut menonton Kirie dari beranda, lantai dua tampa gangguan. Tak ada yang menyadari keberadaanya, dimana sosok itu tengah berdiri dengan santai diatas pembatas beranda dengan mata hijaunya, dan rambut nyentriknya ikut beterbangan diterpa angin. Shun nampak dengan santai diposisinya sembari memandang banyak orang didalam tampa takut diteriaki pengawal karna jadi tamu Ilegal.

"Nampaknya aku harus membuat Sekenario baru,"

"Berbuat baik terhadap seseorang juga bijak, namun masalah ini akan berdampak buruk, Oi Shun!,"Sosok sebuah cahaya muncul secara tiba-tiba bagai-api kemerahan langsung, disamping Shun secara tiba – tiba berubah Whujud.

"Hay Noir bagaimana keadaan disana..!,"Ucap Shun lalu melirik dengan senyuman manis, Sementara sosok Api tadi berubah menjadi Pria sekitar dua puluh-tahunan, dengan gaya rambut jabrik merah, berkulit putih-pucat, bermata hijau, mengnakan jaket bulu berwarna hitam, dalam kaos abu-abu, celana jangkis kain berwarna biru, dan sepatu boots hitam ala tentara yang membuat tampilan jadi sangar dan fasion era korea masa-depan.

"Kau masih bertanya keadaan disana kondisinya baik!, Tapi Saya-chan mencarimu!,"Ucapnya dengan nada mengeruttu membuat Shun tertawa.

"Kau sudah bilang padanya, agar dia tak cemas bukan,"Ucap Shun lalu tertawa.

"Tentu..jadi dia hanya bisa mengangguk,"Jawab Noir mengeruttu kembali. "Jadi aku datang membawa apa yang kau minta,"Sebuah Kotak putih terbuat dari kayu Nampak seperti vigur bentuk sebuah peti-mati model mini ada ditangan Noir, lalu disodorkanya didepan Shun.

"Kau membawanya untuk aku,"Tanya Shun lalu mengambil kotak itu dengan sempura. "Terimakasi banyak ini yang kubutuhkan,"Jawabnya.

"Membawa Benda seperti ini dari satu dimensi kedimensi sangat merepotkan, sangat susah menginggat harus dilapisi dengan sihir tebal agar membuat, benda itu tetap hidup dan kembali berdenyut,"Ucap Noir.

"Ya aku tahu, Tapi aku percaya padamu!,"Ucap Shun tersenyum. "Sebagai kaum aku percaya pada kemampuanmu!,"Jawab Shun dengan muka serius.

"Sebelum Aku pergi aku bertanya padamu,"Jawab Noir memiringkan kepala.

"Ada apa?,"Tanya Shun.

"Untuk Apa benda seperti itu kau suruh aku membawanya,"Ucap Noir melirik Shun.

"…."Sementara pria berambut panjang itu terdiam, ditempat dengan cepat.

"Jawablah…"Ulang Noir dengan nada datar, ia lalu memandang Shun dengan nada kasar.

"Kau tahu soal Gema, aku pernah cerita padamu jika dia pernah memiliki Kontrak denganku dulu,"Jawab Shun, lalu Noir hanya mengangguk membahas nama seseorang bernama Gema.

"Ya dia adalah salah satu manusia yang kau berikan kontrak,..eh jadi,"Tanya Noir melirik.

"Aku akan membuat sebuah perjanjian baru denganya,"Jawab Shun disela senyumanya yang muncul kembali.

.

.

.

"Terimakasi Kirie, kau boleh menikmati hidangan yang disediakan disini,"Jawab Permainsuri Fu, memandang Kirie yang hanya mengangguk maklum, lalu melepaskan alat music koto yang dipeganya dari tadi, jujur saja jari Kirie tak terbiasa memainkan alat musik petik, begitu lama, ia juga masih tak nyaman dengan orang-orang memandanginya.

"Petikan musiknya benar-benar bagus,"Jawab salah satu dayang dengan nada ceria.

"Kapan-kapan kau harus mengajariku,"Jawab dayang lainya.

"Aku juga!,"

"Hahaha~ terimakasi,"Jawab Kirie datar, dalam hati mengucapkan-setengah-hati, bagaimana tidak semakin jadi pusat perhatian, usai memainkan lagu Kirie dikelilingi langsung oleh para dayang, dan bertingkah macam-macam disekitarnya.

"Aku permisi sebentar!,"Jawab Kirie lalu menghormat pada Permainsuri Fu, lalu berjalan meninggalkan Base, menuju salah satu beranda untuk menjauhi keramaian, menghadap langit berbulan.

"Apa aku akan bisa bertahan disini?," .

[Bersambung]

[Senin - Oktober - 11 - 2016]

Hallo Semuanya ….bagaimana hari kalian kuharap kalian sehat – sehat semua^^

Hari ini aku berhadapan dengan banyaknya pertanyaan seputar cerita Fanfic membuat aku senang dan akan terus mencoba lanjut, namun aku minta maaf karna padatnya jatwal aku harus mengurang durasi cerita mau tidak-mau.