"Aku permisi sebentar!,"Jawab Kirie lalu menghormat pada Permainsuri Fu, lalu berjalan meninggalkan Base, menuju salah satu beranda untuk menjauhi keramaian, menghadap langit berbulan.
"Apa aku akan bisa bertahan disini?,"
.
.
.
[]卍卍卍O o+[]oO*[+]*Oo[]+oO卍卍卍[]
.
.
[卍]-The Black Blossom Shine-[卍]
.
By
.
[卍]-Lightning Shun-[卍]
.
.
[]卍卍卍O o+[]oO*[+]*Oo[]+oO卍卍卍[]
.
.
.
Sekarang adalah Kenyataan
Dan Kenyataan itu harus
Dihadapi
Meski terkadang tak semulus
Yang diduga oleh orang lain.
.
.
.
[Note 8 - Permohonan Sederhana]
KODE ACCEST CARY VIRTUALLY BILLY
CODENAME : KIRIE
COMAND ACTIVE!
"Apa aku akan bisa bertahan disini?," Kirie memandang portal Virtual-Billy miliknya dengan aura buram, tampa terganggu dengan suasana pesta didalam Kirie, memandang serta mengakses dase-data, tentang daftar orang-orang terkenal yang sudah di Scan oleh matanya
"Mengapa Nona berenung disini, dengan gaun setipis itu anda bisa kedinginan,"Sebuah suara penuh kelembutan begitu terdengar, angin semilir nampak memainkan peran, dan rembulan tengah berada diangkasa menerangi dunia malam ini. Sosok lelaki berambut panjang hitam (kecoklatan dengan kepangan dua sisi), dengan jubah berwarna merah, dengan gontai berjalan begitu santai sikapnya begitu nampak berkelas dan Carming-dalam arti pendekatan.
"Ah saya hanya melamun sejenak!,"Wajah Kirie berkerut, ia menghembus nafas, lalu mematikan program secara diam-diam.
"Kalau begitu izinkan saya memperkenalkan diri!,"Serunya dengan senyum tipis. "Nama Saya Lu Xun, Saya datang bersama Rombongan Kerajaan Wu,"Jawabnya sembari tersenyum lalu membungkuk.
"Ah..maaf,"Ucap Kirie menatap wajah lelaki dihadapanya. "Tuan nama saya Shinzu Kirie, anda bisa memanggil Kirie,"Jawab Kirie datar, ia menunjukan sikap penuh hormat, menyembunyikan tatapan penuh rasa terkejut.
"Senang berkenalan denganmu 'Kirie,"Ujar Lu Xun nampak tersenyum tulus diwajahnya, sementara kepala Kirie dimiringkan sebagai respon niat, berkenalan. "Kau bukan seorang dayang, dan pemusik biasa bukan," tanyanya sembari tersenyum langsung To the Point.
Skakmat~
"Anda tahu?!,"Tanya Kirie datar, kini mata hijaunya sedikit terbuka lebih besar.
"Mata dan raut anda berbeda dengan wanita yang serta dayang yang perna saya temui, saya merasakan hal berbeda saat anda memainkan Koto (Kecapi), tadi,"Jawabnya.
"Tebakan yang sempurna?!,"Jawab Kirie mencoba tersenyum manis sembari, menutupi rasa kesesalanya, dalam raut yang sebenarnya, mengapa lelaki itu begitu mengawasinya.
"Tak baik hanya sendirian berdiam ditempat seperti ini,"Jawab Lu Xun, ia lalu berdiri lebih dekat sementara, Kirie membalik tubuhnya dan memandang bulan serta menempatkan tanganya dipinggiran beranda.
"Kurasa kau benar, tapi aku masih nyaman berada diluar,"Ucap Kirie dengan pandangan, delikan mata hijaunya, pada sosok lelaki itu. Menginggat tubuh Kirie memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat diatas wanita rata-rata.
"Memikirkan sesuatu?!,"Tanya Lu Xun sembari tersenyum, Kirie menyengit mengapa pemuda ini sangat ingin membaca gerak-geriknya.
"Sedikit!,"Jawab Kirie lalu memandang, secara perlahan lalu menyadari Lu Xun sudah berada disampingnya, dalam lingkup yang lumayan dekat, meski menyadari itu Kirie menganggap hal itu biasa saja.
Suara lonceng terdengar, bersamaan dengan alunan music, terdengar dari aulah istana, nampaknya acara penuh hormat resminya telah berganti menjadi acara minum-minum dan berdansa dengan para dayang kerajaan karna waktu menandakan malam. mata berpupil Gray, dan mata hijau saling memandang, seulas senyuman carming nampak kentara dimatanya, bersamaan telak tangan terulur penuh, dihadapan Kirie.
"Nah Kirie lagu hiburan para dayang nampaknya sudah dimainkan, menarilah denganku,"Jawabnya dengan senyuman penuh daya tarik, sementara Respon Kirie nampak begitu amat kebingunggan.
"Maafkan saya tapi saya tak bisa Menari,"Jawab Kirie dengan kebingungan, sementara Lu Xun hanya terkikik sebelum sebuah tangan langsung sudah tersampir dipinggang Kirie (tampa persetujuan) membulatkan mata wanita memandang dengan penuh terkejutan.
"Jika dirimu memang tidak bisa menari, aku mencoba menari dengan sabar memandumu!,"Jawabnya dengan wajah tenang seperti bekuaan es dengan mata tak ingin meminta sebuah penolakan dari perempuan dalam dekapanya. "Aku berjanji tak akan melakukan, tindakan kasar, aku tak berniat melakukanya,"Jawabnya dingin nan tegas, membuat aura Kirie mengilat waspada.
Sementara disisi pihak Kirie hanya terdiam membaca expressi orang dihadapanya, ia bisa saja dia langsung menendang lelaki dihadapanya lalu mencari keributan, namun dia menunggu sesuatu yang terjadi selanjutnya, jika pria itu melakukan pelecehan dia akan melakukan tindakan yang lebih mengerikan.
Suara indah alat musik nampak terdengar, hebat tawa penuh suka-cita nampak terdengar manja dari alunan, pesta yang liar malam itu. Dengan tempo lambat tangan Lu Xun mendekap pinggang Kirie, dengan tempo irama perlahan dan, ia menarik-pelan dengan tempo selaras, menarik tubuhnya juga Kirie dalam sebuah bentuk gerakan tarian yang berputar-putar. "Aku menyukai iris mata anda! Hijau seolah anda membuat saya tengelam,"Sahutnya dengan nada dingin, ia lalu mencoba membantu tubuh Kirie berputar selangkah-demi-selangkah.
"Anda terlalu berlebihan Tuan,"Ucap Kirie, kembali matanya tetap mengikuti iris indah lelaki itu bergerak dan tubuh mereka masing-masing, jikalau wanita lainya pasti sudah memerah mendengar Syairan lelaki itu, namun Kirie malah tak terpengaruh sama sekali. "Bagiku itu adalah hal yang berlebihan,"Jawab Kirie tersenyum.
Mata gray indah Lu Xun nampak membulat memandang, senyuman Kirie nampak tipis, tidak Kirie terlihat tidak nakal atau apa tapi wajah gadis didepanya terbilang (eh), menggoda..dalam beberapa hal, dan membuat kendali diri seorang lelaki terancam.
Bola mata Kirie memandang kebingungan pada Pada Lelaki Wu satu ini, dia tiba-tiba terdiam bagai patung dan otomatis tarian badan mereka berhenti begitu saja. "Ada apa Tuan Lu Xun?!,"Jawab Kirie memandang pelan matanya hijau nampak memandang iris pria gray itu tak bergeming.
TEP
"Ah!,"Bola mata Kirie membulat saat tangan yang bebas Lu Xun nampak memegang pipinya, dan satu tanganya masih dipinggangnya, dan gerakan secara tiba-tiba membuat Kirie terkejut saat dua inci wajah benar-benar terlalu dekat dan jaraknya hampir menempelkan dua bibir manusia dan-.
"Kirie!,"Sosok Kirie menoleh sosok Jendra Lu-Bu nampak berdiri tegap, dan memandang keduanya dengan sorot yang tak bisa diartikan (Biasa), Lu Xun nampak mendekap Kirie dengan malu serta canggung, sementara si Kirie sendiri memasang wajah Wow ada apa ini, memasang wajah datar, seolah tidak peka akan situasi.
"Permaisuri Fu mencarimu dan memintamu untuk kesana!,"Jawab Lu-Bu datar, arah matanya memandang sosok Kirie dengan pandangan lain, sementara gadis itu merespon pelan, dan melepaskan dekapan Lu Xun, lalu membungkuk formal lalu melangkah meninggalkan Lu Xun.
GREP!
Bola mata Kirie membulat ketika sebuah lengan kuat mencengram jemarinya, saat berbalik ia menatap Lu Xun menariknya sebentar dengan wajah engan."Sampai jumpa lagi Nona Shizu Kirie,"Jawab pelan bersamaan, mengambil serumput rambut Kirie dan menciumnya.
"Sampai jumpa!,"Ucap Kirie dengan Acuh, sembari mengikuti arah Lu Bu pergi.
.
.
.
Kirie mengikuti kemana Lu Bu berjalan, keduanya nampak biasa saja, sementara terlihat beberapa orang tamu sengaja kembali kekamar yang sudah disediakan pelayan, tapi ada pula beberapa orang yang masih berpesta diaula istana, Kaisar Xian nampak masih terlihat tengah bermain dengan lautan gadis muda, dan beberapa Tamu nampak masih tengelam dalam lautan alqohol. Sementara sepanjang saat menerobos kondisi aula yang ramai, mata Kirie tak menemukan Permaisuri Fu, beberapa dayang kepercayaan Juga (Li Yingqi dan Diaochan) juga tak ada, Pao tao dan Gema pun juga tak terlihat. "Dimana mereka semua,"Pikir Kirie. Beberapa orang yang dikenalnya nampak menghilang begitu saja. Matanya lalu menemukan Duo Zho nampak ikut bermain wanita disalah satu tempat duduk.
Lalu setelah beberapa menit berada dilautan manusia, baik Kirie dan Lu Bu akhirnya keluar dari aula, namun ada yang aneh pada pria bertubuh sangat besar yang saat ini hanya mengunakan hakama tampa armor atau tombaknya, bukan katanya bahwa Kirie dipanggil oleh sang-Ratu, tapi kenapa arah mereka bukan tempat Paviliun milik Permaisuri melainkan arah kamar Kirie dan merasa hal janggal itu, Kirie berhenti lalu memandang punggung Lu Bu. "Bukankah ini menuju kamarku, kenapa kita tak pergi ketempat ratu berada,"Jawab Kirie.
"..."Ketika Kirie bertanya tak ada jawaban dari mulut Lu Bu pria itu langsung bungkam.
"Komandan Lu Bu, ada apa sebenarnya ini?!,"
"..."
"Komandaan~"
BRAKS
Bola mata Kirie memandang penuh terkejut, Pasalnya menatap apa yang terjadi. Belum ia menyelesaikan ucapanya, Lu Bu bergerak lebih dulu dengan cepat, memojokan Kirie didinding lalu memukul pria itu memukul dinding yang terbuat dari besi disamping Kirie. "A..apa yang,"Ucap Kirie.
"CUKUP!" Ucap Lu Bu, dengan wajah dingin, pandangan penuh, terkejut aura yang nampak kentara nampak membalut tubuh lelaki bertubuh kokoh dihadapanya. Kedua mata saling pandang dengan cepat, namun tak lama, Lu Bu mengalihkan wajahnya begitu saja. "Pergilah kekamarmu!,"Titahnya, lalu pergi.
"Apa yang kau!,"Belum ia menyelesaikan ucapanya sosok Lu Bu sudah menghilang diantara lorong sepi yang gelap, sementara Kirie yang ditinggalkan hanya berdecih kesal, lalu meninggalkan tempat itu secepat mungkin, mengingat dia masih mengenakan gaun tipis dimalam hari.
"Cih benar-benar membingungkan!,"Kirie masih terdiam hingga dia sudah sampai dikamarnya, lalu menekan Virtuall Billynya dan menekan kata
OPEN CLOSET SET
NAP BED
Tiba-tiba tubuhnya bercahaya, menghilanglah sudah gaun Jahanam, kurang-bahan, mengerikan, dan terlalu mengerikan untuk disebut pakaian,(walaupun zaman itu mah biasa-biasa saja) berganti dengan sebuah tangtop hitam, dan celana pendek mini Jins dan langsung segera kekasurnya sendiri tampa babibu untuk segera tertidur.
[Lu Bu Sin']
Sosok lelaki kokoh, tengah memandang Cahaya indah rembulan ditengah malam, ia memutuskan untuk menyendiri disudut lorong sepi, dengan pikiran yang kocar kemana-mana.
"Apa yang aku lakukan!,"Lu Bu berguma pendek dengan wajah aneh, padanya entah pemikiran kembali pada sosok Kirie dan adegan tadi.
"Anda terlihat begitu lelah! Apa anda butuh sesuatu?!,"Tanya sosok wanita yang tak lain adalah Diaochan, sembari mengulum senyum-lembut padanya.
"Tidak!,"Jeda Lu Bu singkat, ia menghembuskan nafasnya dengan kasar. "Tolong tinggalkan saya sendiri,"Jawab Lu Bu lalu meninggalkan Diaochan begitu saja.
.
.
.
[Pagi-hari]
"Kirie~, Kirie~" Sebuah suara lembut membangunkan, bola mata indah kehijauan nampak merespon terkejut dengan sinar yang muncul dari jendela kamarnya. Sosok Diaochan tengah duduk menyamping dipinggir Kasurnya, dan memegang pipinya.
"Ah..Diaochan?! Ada apa?,"Tanya Kirie mengucak matanya sebentar, lalu melihat jam yang ada dihologram sekitar jam 6-lewat.
"Tadi Li Yingqi mau kemari membangunkanmu, namun ia sekarang berkumpul dengan komandan lain, dan berlatih dengan beberapa Tamu, diarena panah.
"Oh..Baiklah,"Jawab Kirie mengangguk sebagai respond, bibirnya mengerucut kecil. Kenapa wanita itu (Li Yingqi) terus saja mengapelinya setiap hari, memangnya wanita itu ibunya , Pacarnya atau Suaminya.
"Kalau begitu tunggu apa lagi ayo kita mandi bersama,"Jawab Diaochan menarik gadis itu dengan lembut.
"AH!
[SKIP TIME]
"Kau benar tak mau hiasan rambut, dan berpenampilan biasa saja!,"Tanya Diaochan sementara seulas senyuman santai diberikan Kirie.
"Ini lebih baik kuurai saja, Terimakasi,"Jawab Kirie, yang tampil dengan busana yang lumayan sederhana, berupa Yukata bagian atas dengan kain jatuh berlengan panjang berwarna Hijau senada, sabuk berwarna hitam mengetat dipinggang, dan bawahan celana panjang hitam berkerut diujungnya dan sendal tali yang pas. Tertutup tapi masih telihat sederhana namun terkesan elegan, dan rambut tak diapa-apakan hanya disisir dan digerai begitu saja. Kirie beruntung buka Li Yingqi yang mengapelinya hingga dia tak perlu berdebat masalah pakaian, pernak-pernik, make-up atau apa saja, setiap kali mereka berdebat masalah itu. Li Yingqi dan Kirie layak (Ibu VS anak kalau berantem). "Sekarang kita akan kemana Diaochan,"Tanya Kirie.
"Kita akan keh-!,"
"Ah!."Bola mata Kirie membulat saat, sebuah anak panah melesat cepat, kearah Diaochan, dan bola mata Kirie dan tanganyanya bereaksi cepat sebelum Panah itu, dengan cepat akan menancap ditubuh wanita cantik itu.
TAP!
Diaochan terjembab jatuh ketanah dengan Shock, ia menutup mulutnya dengan kedua telapak tanganya yang masih gemetaran, sementara didepanya ada sosok Kirie yang masih berdiri tegak, dan menangkap anak panah dengan cepat, dengan tangan kiri sementara kepalanya memandang .Kau baik-baik saja!".
"Ah dia menangkap panahku!,"Seorang anak lelaki berteriak dengan penuh kejutan. Membuat Kirie bereaksi kebingungan dan memandang kedepan terdapat para lelaki gagah termasuk Lu Bu, Cao-Cao (Wei) Kaisar Sun Quan (Wu), Li Yingqi(Han) Kaisar Xian (Han) Menghuo (Nanman) Lu xun(Wu) dan terakhir ada Xun Yu (Wei), membuat pandangan Kirie terkejut, tindakanya terlihat terlalu mencolok didepan para lelaki itu.
"Mati aku!..aku dalam masalah!,"Pekik Kirie dalam hati, ia lalu membuang panah yang ia tangkap. Ia lebih fokus pada kondisi Diaochan, yang masih kaku ditempat. "Diaochan kau baik-baik saja! Diaochan!,"Jawab Kirie membungkuk dihadapanya, sementara tanganya mendekap bahu gadis secantik bunga itu. "Tenanglah sudah aman,"bisik Kirie.
"Lady Diaochan!, ada tak apa-apa?!,"Sosok Li Yingqi muncul dan terjungkuk dihadapan Diaochan dan Kirie.
"Tenang aman!,"Ucap Kirie memandang Li Yingqi dengan tatapan tenang, sementara wajah Li Yingqi hanya tersenyum lega.
"Tak percaya jika anda, menyimpan sosok wanita dengan talenta tak biasa seperti ini!, pertama ada Li Yingqi sebagai murid dari Tuan Lu Bu, dan diwanita pemanah luar biasa, yang membuat saya terkagum-penuh setiap saya melihat dia,"Ucap Kaisar Sun Quan.
"Anda juga bisa saya buat kagum dengan Hiburan yang saya perlihatkan pada anda setelah ini,"Jawab Kaisar Xian, sementara Kaisar Sun Quan nampak menyengit alis.
"Wah..Gadis itu bahkan bisa mengendong berat tubuh wanita yang lebih besar diri sendiri, benar-benar tak bisa dipercaya,"Jawab Menghuo, saat ia melihat sosok Kirie dari kejauhan mengangkat Diaochan (dengan gaya Bridal Styels).
"Wanita yang mempunya bakat,"Ujar Cao-Cao ujar mereka. Sementara Lu Bu, Lu xun, dan Lux Yu tak berkomentar apa-apa karna tenggelam dalam pemikiran masing. Sebelum langkah Kaisar Xian berjalan mendekati ketiga wanita itu.
"Li Yingqi, bisa kau mengambil Diaochan dari gendongan Kirie, lalu bawa dia ketabib"Pintah Kaisar Xian, lalu pandangan menoleh pada Kirie dengan pandangan tidak baik.
"Ada apa Yang-Mulia!,"Tanya Li Yingqi.
"Ini adalah perintah! PAHAM!,"Tatap Kaisar Xian dan mendelik marah, membuat pandanganya murka pada Li Yingqi, sementara Kirie yang tak mau menambah urusan, langsung menyerahkan tubuh Diaochan, pada Li Yingqi.
"Kirie,"Li Yingqi menguma pelan, Li Yingqi mencium bau tak wajar saat ini, sementara Kirie mengeleng sebagai artian 'turut permintaan dia' Sementara Li Yingqi akhirnya mengangguk dan membawa Diaochan meninggalkan Kirie dan yang lainya,.
"Apa yang anda inginkan, Yang mulia Kaisar,"Jawab Kirie mendekat.
Bola mata Kirie membulat, tiba-tiba sebuah benang Segel nampak terpasang sangat erat pada pergelangan tanganya. "Apa yang,"Lalu kejadian itu membuat semua tatapan aneh menjuruh pada Kaisar Xian, yang sorot matanya nampak begitu santai.
"Shinzu Kirie! Mari kita mainkan game seperti sama seperti waktu itu perlihatkan pada tamuku,"Jawab Kaisar Xian santai. "Pertama polanya kau harus menghindari, serangan dari 40 pisau terbang miliku, dan harus menyerang pedang itu hingga berhenti ,"Jawab Kaisar Xian dengan tatapan piscopat.
"..."Bola mata Kirie membulat dengan kegilaan sang Kaisar, dan tingkah gila pemimpin dihadapan, pantas saja sedari awal dia dipertahankan tetap dikerajaan, karna Sang Kaisar Xian menganggap Kirie sebagai Mainanya.
"..Tunggu ini terlalu keterlaluan untuk sebuah permainan, dia seorang wanita dan,"Jawab Xun Yu membuka suara namun hal itu dihentikan dengan cepat, karna Kaisar Xian nampak tak mendengarkan dan mengsumon 40 belati diudara.
Arah angin nampak menyesakan dipagi itu, urat tubuh Kirie benar-benar merasa keram, pacu jantungnya juga mulai berdetak-terpompa sangat keras seperti mesin yang dipanaskan. Empat-pulu belati bermunculan disekitarnya, dengan cepat, membuat Kirie menghelah nafas gusar, rautnya menjadi serius rasa emosinya benar-benar naik, Kaisar Xian benar-benar menjatuhkan harga diri Kirie sebagai Bonekanya dihadapan seluru pria terpandang itu.
Sekarang Kirie benar-benar berada dibatas emosinya, meski begitu raut wajahnya yang dingin membantunya menyembunyikan sikap dan rasa gentarnya. "Cih," Kirie berdecak kesal dan mengertakan giginya. Dia harus menghindari pisau-pisau yang siap melepaskan nyawanya kapan saja, tiba-tiba tangan kaisar Xian keatas, memberi aba-aba untuk Mulai. "MULAI!,"
Satu persatu Belati melayang, ke Kirie. Gadis itu dengan kelincahanya berusaha menghindari datang belati, dari berbagai tempat. Kirie mencari cela namun Belati terbang itu benar-benar mencegatnya, bergerak apa lagi sebuah benang Kekai yang mengikat kedua tanganya. "Aku harus mencari cara agar selamat,"Mata Awas Kirie memusatkan semua pendengaran dimana belati akan berpusat, dan mencari cela.
"Nona Kirie!,"Suara seorang terdengar sayup-sayup terdengar suara lelaki dan itu tak bukan Lu Xun, samar - samar suara Belati terbang nampak terdengar mengelilinginya.
Aku sudah muaak!
Bola mata Kirie terbuka, cahaya berpijar dimatanya, energi yang sudah lama dia tahan seolah ingin melepaskan diri, aura hijau juga tidak hanya muncul dimatanya, melainkan seluru tubuhnya. "..." Perlahan ia memfokuskan energinya pada kekkai dipergelangan tangan. "Uhk~"Rasa sakit terasa sangat terasa, saat kekkai dan energi berbenturan.
THAK!
Seketika suara tulang retak terdengar, membuat para lelaki nampak kaget, bersamaan dengan Kekai pengikat ditangan Kirie hancur. Gadis itu lalu mengibas-ngibas tangan kananya(yang tulangnya retak) lalu menjatuhkanya sementara tangan kirinya nampak masih lebih baik, ia lalu mengambil fokus kuda-kuda, dan kembali jarak menghindari belati yang masih bergerak agresif. "Lumayan juga Yang mulia Kaisar Xian,"Jawab Kirie dengan datar langsung pada sang Kaisar.
Deg
"Ini tak ada apa-apanya bagiku!," Jawab dengan suara mendesis Kirie kecil, tak ia bergeming lalu memandang langit dengan cepat bola matanya menutup pelan, ia mencoba mengatur nafasnya kembali.
"Nona Shinzu,"Tiba-tiba terdengar teriakan rendah bariton dari milik Xun Yu, tiba-tiba sebuah tongkat Trisula chistal bulan muncul ditanganya, dan ia mengsumon sebuah pedang didepan Kirie.
"Ah!,"Tiba-tiba sebuah pedang berputih muncul dihadapan Kirie dengan aurah magis yang bahkan bisa menghempaskan siapa-pun, langsung seolah sebagai permintaan sang pedang, digunakan oleh Kirie, sementara gadis itu memandang Xun Yu yang hanya tersenyum mengangguk sebagai kata agar mengunakanya.
Kirie lalu menempatkan pedangnya ditangan kanan (setelah mencabut sarungnya dan dilempar didekat kakinya) sementara sebuah matanya lalu memandang para belati yang melayang, dengan tatapan serius.
"Yang begini harus diselesaikan dengan cepat,"Pikir Kirie sembari tersenyum, lalu ia memindahkan pedang itu ketangan kirinya dengan langkah kaki yang membentuk kuda-kuda.
"Bara no hi no doragonsutoraiku~" Ucap Kirie dengan sebuah tebasan yang disertai angin mengelilinginya dan dalam bentuk sama, memunculkan Naga yang nampak mengamuk, membuat wajah semua orang terkejut bukan main.
SHAAT...SHAAAT...SHAAT!
SHAAT...SHAAAT...SHAAT!
SHAAT...SHAAAT...SHAAT!
Dan bebapa menit kemudian sang Naga mengamuk, dengan senjata belati sang Kaisar Xian nampak berjatuhan, bersamaan kelopak mawar yang bertebaran disekitar Kirie. "Benar-benar Luar biasa,"Jawab Lu Xun dengan pandangan terpanah, sementara yang lainya terdiam dengan tatapan kagum (minus kecuali kaisar Xian) Kirie lalu berjungkuk hendak mengambil sarung pedangnya rasanya tak enak karna membuang sarung pedang didepan pemiliknya(?), tiba-tiba Kirie menyadari sesuatu langsung mengangkat Kepalanya dan memandang sosok anak kecil yang berada disamping Tuan Cao Cao.
Ia lalu dengan Cepat berlari mendekati sang, anak Kecil dengan tangan yang memegang senjata pedang, membuat semua tercengang panik. "CAO PI!,"Jerit Tuan Cao Cao dengan pandangan murka, saat melihat maksut Kirie yang bergerak dengan cepat senjata diarahkan kearah Cao Pi.
SAHT!
THAAANNNGGG!
Suara Angin serta bunyi tebasan terdengar sangat cepat, sedikit kabut secara tiba-tiba membuat pandangan semua lelaki disana sedikit berkedap-kedip, dengan ketegangan disana. Setelah menormalkan mata mereka, Cao Cao nampak terkejut karna pemikiranya berbeda dengan apa yang terjadi pada Cao Pi.
Saat ini Cao Pi meringkuk dalam dekapan Kirie, dan Kirie mendekati Cao Pi dengan menghunuskan pedang bukan pada Cao Pi melainkan sebuah tiga anak Panah yang semula menargetkan anak itu menjadi sasaranya.
"Ah!,"Cao Pi nampak memandang wajah Cantik Kirie yang ngos-ngosan, dengan wajah dipenuhi keringat dingin. "Syukurlah kau selamat,"Ucap Kirie dengan nada lega, pada sosok Cao Pi dalam pelukanya, anak lebih pendek darinya yang berusia 2 atau 3 dibawahnya, memeluk pingganya lebih dari kata erat.
(( SRING! )) Tiba-Tiba Pedang ditangan Kirie menghilang begitu saja dari tanganya sementara tatapan Kirie langsung mengarah kewajah tampan Xun Yu yang hanya tersenyum, setelah itu Kirie juga melepaskan pelukanya pada Cao Pi. Matanya beralih pada Cao Cao dan para tamu yang lain.
"PENJAGAAA!,"Teriak Kaisar Xian dengan nada sedikit terancam sembari memandang sekeliling takut yang memanah itu, kembali memanah mereka.
"Ini bukan anak panah yang dipakai kerajaan Han!,"Jawab Lu Bu langsung memeriksa jejak panah yang sang Pelaku tinggalkan. Seketika Para pengawal datang memeriksa lokasi menemukan jejak orang, dan perlahan-lahan demi Keamana Kaisar Xian berserta tamunya dipinta untuk meninggalkan halaman pemanah untuk kembali kedalam istana.
"Aku berterimakasi atas pertolonganmu atas putraku,"Jawab Cao Cao. Sebelum dia dan rombongan nampak memasuki lingkungan istana dalam.(Minus Lu Bu yang meninggalkan rombongan untuk mengurus penyusup diistana).
"Sama-sama Tuan,"Ucap Kirie sembari membungkuk hormat.
"Berhenti!,"Cao Pi langsung menahan kepergian Kirie saat itu juga membuat mata semua pria akan meninggalkan tempat itu menghentikan langkah, memperhatikan Tingkah pangeran muda itu.
"Ada apa?! Tuan,"Ucap Kirie datar.
"Apa ada sesuatu yang kau inginkan, dariku karna menyelamatku, aku bukan orang yang tak akan membalas budi seseorang padaku!,"Jawab Cao Pi Dinggin. Sementara Kirie menghelah nafas memandang sang pangeran-muda itu Ya jelas saja.
"Eh..permintaan?!"Tanya Kirie dengan nada percaya tak percaya.
"Ya apa-pun tempat tinggal minta, uang, harta atau pun yang lain,"Jawab Cao Pi melirik sang Ayah. Cao Cao mengangguk setuju.
"Baiklah aku punya hal yang aku inginkan dari tuanku,"Jawab Kirie menghelah nafas.
"Apa itu,"Tanyanya.
"Lain kali tuan harus hati-hati mengunakan panah ya! Jika terkena orang lain sangat berbahaya,"Jawab Kirie membuat semua expestasi orang salah total terhadapnya. "Kelak tuan akan mengantikan ayah tuan suatu hari nanti menjadi pemimpin dan yang pasti tuan akan, punya adli untuk melindung kerajaan yang tuan cintai dan tuan banggakan begitu pula akan mencintai rakyat juga orang lain", sementara Cao Pi-muda nampak terdiam canggung dengan rona merah samar diwajahnya, setelah mendengar ucapan Kirie.
"H-Hanya itu yang menjadi permintaanmu,"Tanya Cao Pi memandang mata gadis didepanya begitu jernih memandangnya dengan tatapan tulus, Kirie mengangguk sebagai Tanda 'Ia' lalu tersenyum,
"Baiklah..Maafkan aku atas panah tadi,"Jawab Cao Pi, memandang Kirie dengan nada canggung ia nampak mengulurkan tangan pada Kirie.
"Iya.."Jawab Kirie sembari tersenyum lebih lebar, lalu mengenggam tangan Cao Pi. "Saya maafkan,"Jawab Kirie mengangguk..
"KIRIE!,"Sosok Li Yingqi memanggilnya dari kejauhan membuat otomatis ia melepaskan Tangan Cao Pi, setelah itu membungkuk Hormat Pada Tamu disana dan pergi menemui Li Yingqi.
[BERSAMBU]
[Kamis 13 Oktober 2016]
Author] : Hallo semuanya, aku kembali lagi setelah sekian lama, bertapa digunung-fuji(?), dan Koment-Komentnya yang bilang terlalu pendek saya buat episodenya yang baru..maap kalau part kemarin anda agak kecewa.
[Kirie] : Kau melakukan hal yang memalukan padaku..."Dasar OTOKO BAKA!
[Author] : Hoi! Kejam sekali kau! Begini-begini aku masih peduli pada kisahmu jangan kejam padaku..dong!
[Kirie] : Cih!
[Li-Yingqi] : Kirie kau benar-benar Laris-manis! Banyak juga yang pria mendekat.
[Kirie] : INI GARA - GARA KAU TAHUU!-BULAT!
[Shun] : Eh Li-Yingqi aku dengar gosip!
[Li-Yingqi] : apa?!.
[Shun] : Bukanya aku dengar kau itu kekashi pangeran So! (HATTH!)
- Secara tiba-tiba ada pedang yang lewat! -
[Shun] : Wow ada yang milik siapa?! Aku minta ya (munggut pedang yang jatuh).
[?] : Kembalikan itu miliku.
[Shun] : Maap yang lempar tapi pedangnya kuambil ya Bye-Bye.(Teleport)
[?] : Ngejar Shun.
[Author] : dasar dewa matre!
[Lu Bu] : Siapa tadi!
[Author] : Gak tahu dia oc orang yang gak sengaja muncul.
[Lu Xun] : sepertinya sedang ramai Kirie (kenapa dia muncul disini)
[Kirie] : Hai Tuan Lu Xun.
[Lu Xun] : (senyum manis)
[Lu Bu] : ...
[Author] :...
[Pao Tao] : Ah apa ada ini? Apa ada yang ingin author sampaikan lagi! (Nice timming kakek)
[Author] : Oh ia Sepesial spoiler.. Bahwa Lu Xu bukan hanya Pria satu-satunya (Rival Lu Bu)yang berinteraksi dengan kirie, bakal banyak lelaki yang ngapelin dia.
[Kirie] : APPPPAAAAAAA?!..
.
.
.
[RosyMiranto18]
[Author] ; Sonny-kun apa anda orang yang Tsundere (menghindar dari pedang-pedang yang bermunculan).
[Kirie] : nampaknya He Taiyang manis sekali!.
[Author] : Jangan berkata ceplas-ceplos nanti kau digantung karna berpendapat sembarangan.
[Kirie] : Eh aku memangnya membuat salah apa..aku hanya mengatakan manis padanya..apa salahnya (datar)
[Author] : Dasar tak peka!
[Kirie] : OI Fenghuang-kun tolong jangan dukung Li-Yingqi, sebelum dia bertindak banyak, dan aneh-aneh padaku! (Marah sambil natep tajam pria itu).
[Li Yingqi] : (terkekek sambil ngeluarin jempol) Atas restu raja melon.
[Pao Tao] : Raja melon itu siapa?! (Muncul tiba-tiba).
[Author] : Oh gambar cover yang baru itu Kirie, ya memang Kirie bukan Random picture, cuman seperti yang saya bilang awal cerita Kirie memiliki rambut yang lurus, poninya terkadang melampauwi mata, makanya rambutnya kalau disisir tengah terlihat memiliki rambut tampa poni, karna menyatu, gambar yang baru adalah karakter pembawaan saat Kirie masih tinggal dimasanya.
.
.
[d14napink]
Yah inilah siantena kembar, yang anda nanti-nantikan terimakasi atas dukungan dan karna sudah menunggu dirinya hadir kembali..oh ya kebetulan cerita sebelumnya saya sedikit Remek! Karna ada banyak alur kurang pas beberapa bahasanya saya sudah ganti, dan beberapa percakapan sudah saya ubah..jika tak keberatan silahkan cek kembali.
.
.
.
