"Iya.."Jawab Kirie sembari tersenyum lebih lebar, lalu mengenggam tangan Cao Pi. "Saya maafkan,"Jawab Kirie mengangguk..
"KIRIE!,"Sosok Li Yingqi memanggilnya dari kejauhan membuat otomatis ia melepaskan Tangan Cao Pi, setelah itu membungkuk Hormat Pada Tamu disana dan pergi menemui Li Yingqi..
.
.
[]卍卍卍O o+[]oO*[+]*Oo[]+oO卍卍卍[]
.
.
[卍]-The Black Blossom Shine-[卍]
.
By
.
[卍]-Lightning Shun-[卍]
.
.
[]卍卍卍O o+[]oO*[+]*Oo[]+oO卍卍卍[]
.
.
.
Sekarang adalah Kenyataan
Dan Kenyataan itu harus
Dihadapi
Meski terkadang tak semulus
Yang diduga oleh orang lain.
.
.
.
[Note 9 - ]
"Parah Sekali, bagaimana kondisinya Tabib,"Bola mata Li Yingqi memandang sengit sosok tabib muda tampan berambut Kecoklatan, matanya nampak berkedip-kedip antara yakin tak yakin.
"Susunan Tulangnya bisa dilihat sangat Kuat, dan begitu keras apa gadis itu terbiasa melakukan kerja kasar atau sebagainya,"Tanya Tabib, pada Li Yingqi.
"Aku.."Li Yingqi nampak membulatkan matanya pelan. Sejujurnya Li Yingqi belum tahu terlalu banyak tentang Kirie, yang dianalisanya Kirie bukan gadis biasa, dia memiliki kemampuan dalam beberapa pergerakan akhir-akhir ini. Kirie cukup pintar menganalisi apa-pun. Baik itu jalan, Buku bacaan, gerak-gerik orang lain (Li Yingqi menyadari bahwa Kirie sadar jika Li Yingqi selalu mengawasinya) tapi Kirie tripikal gadis yang tak begitu ambil pusing dalam keberadaan Li Yingqi, sejujur Li Yingqi merasa bingung serta penasaran.
"Li Yingqi,"Suara Barithone terdengar dari sosok lelaki dibelakangnya membuat raut wajahnya, kembali sedikit membaik, melihat sosok itu sang Tabib pamit meninggalkan kedua orang itu dalam ruangan dan saat sang tabib pergi.
"Ryou-Taichou,"Ucap Li Yingqi dengan raut sedih, sementara sang Ryou-Taichou aka Lu Bu hanya mendekat dan memegang bahu Li Yingqi dengan kedua tanganya.
"Apa semuanya baik-baik saja!,"Tanya Lu Bu memandang mata savir gelap milik Li Yingqi dengan nada intens.
"Kondisi tangan kirinya parah sekali! Kata tabib tulangnya retak-dalam,"Jawab Li Yingqi lalu kepalanya mengarah dimana Kirie tertidur. "Seorang tabib dari Wei dengan baik-hati memberi perawatan selama mereka disini pada Kirie, (gara-gara insident terlindungan Cao Pi dan sebenarnya Kirie sudah menolaknya dengan halus)"Jawab Li Yingqi mendesah sedih.
"Apa dia tertidur?!,"Tanya Lu Bu lagi.
"Ia!,"Kata Li Yingqi nampak mengangguk. "Obat tidur dari Wei sangat manjur Kirie tertidur, dan tanganya sudah dibalut dengan kain-tamas(adalah kain dilumuri obat-berwarna hijau)."Jelas Li Yingqi menghelah nafas.
"Aku sudah mendengar soal penyusup! Yang kalian kejar semalam!,"Jawab Lu Bu mengubah arah pembicaraan dengan cepat.
"Eh!..Maaf atas itu,"
"Kau dan perwakilan, dari Wei, yang tak sengaja mengejar penyusup semalam?!,"Jawab Lu Bu.
"Be-Benar dia memang datang kemari, sebagai anggota Wei yang lain," Jawab Li Yingqi cepat, "Akan tetapi anda tenang saja, dia bisa bekerja sama dengan keadaan kita dan tidak membocorkanya,"Jawab Li Yingqi.
"Orangnya adalah Tuan Cao Tun,"
.
.
.
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
.
.
.
[FLASTBACK]
[Li-Yingqi Pov]
Aku menyukai pesta, banyak pesta yang telah kuhadiri selama hidupku menjadi seorang komandan, namun sepertinya hari ini bukanlah 'Hari keberuntunganku' dimana aku mendengar kabar berita, beruntun 'Buruk' Secara bersamaan, aku mendapat informasi dari 'Tuan Pao Tao' Aka komandan atasku yang mengatakan jika mereka mendapat informasi bahwa, beberapa penyusup profesional akan menargetkan keseseorang yang akan datang pada pertemuan 5 Wilayah diantaranya WEI, NAMNAM, FU, sebagai pertemuan mempererat jalinan kuat antar lima wilayah.
Sebagai komandan yang ditugaskan sebagai 'Garis-tiga' tentu saja tugas kali ini cukup .merepotkan, bukan hanya menghimbau pengawalan, tugas Kelompok 'Garis-tiga' adalah Pengintaian, meski tugas kami terlihat sangat simpel namun semua tak sesimpel apa yang dilihat demi dewa (Entah kenapa aku mulai mengikuti gerak-gerik bahasa muritku ~halah sudalah), Aku adalah Komadan dari garis penjagaan pemanah dan beruusan dengan penjagaan jarak jauh, Racun, Panah dan Tombak adalah bagian senjata kami.
Meski aneh jika di jaman zahanam ini aku yang seorang wanita sangat rendah, dibawah kaki laki-laki, aku menjadi seorang komandan perang dari dynasty Han, meski sulit dipercaya inilah kenyataan aku mencapai segalanya dengan segala usaha dengan kerja keras yang tak kalah sulitnya, dan akhirnya aku dapat dihargai, diakui bukan karna mendapat perlakuan khusus dari Guruku.
Mendengar pesan itu, aku merasa harus melakukan sesuatu, aku tripikal orang yang selalu berpikir, mencermati dan mengikuti Firasatku dan aku tahu Firasatku tak pernah mendustaiku. Meski aku sudah menghimbau orang-orang terpercayaku melakukan terbaik aku tahu pasti akan terjadi masalah dan satu-satunya pemikiranku, 'Aku Harus menyeledikinya sendiri' tapi aku merasa bingung apa yang harus kulakukan dengan 'Kirie'.
'Ya Kirie'
Gadis aneh yang datang secara Misterius, dan dibawah oleh Guruku dari perang, kaisar Xian meminta aku selalu mengawasi gadis ini, gadis yang dijadikan mainannya. Gadis yang menurutku aneh, gerak-gerik yang seolah selalu mengawasi meski selalu memasang muka kalem, dia penuh kejutan, serta aku yakin sekali uhk-demi dewa(uhk lagi-lagi) aku tahu ada yang berbahaya darinya. Namun aku tak ingin mecari tahu apa itu. Aku harus mengawasi secara diam-diam aku bisa saja mengunakan baju dayang serta menyamar, lalu Kirie harus aku apakan? Aku tak bisa meninggalkan dia begitu saja, dia itu tanggung jawabku.
Akhirnya sebuah keputusan mengalir padaku. Aku pada akhirnya memaksa Kirie menemaniku menyamar menjadi seorang dayang (tapi seperti tebakanku Kirie sangat protes dengan dandanan dan juga pakaian tipis itu, dia berkutat berkali-kali lebih rela memakai pakaian pembantu dari pada pakaian kurang bahan itu, tapi maaf kau harus tetap dalam pengawasanku), beberapa orang luar sudah tahu wajahku membuatku mengenakan sebuah cadar tipis agar bisa berbaur saat pesta dimulai, rencana ini hanya diketahui olehku dan Kirie saja.
Saat pesta dimulai aku tak menyangka kondisi langit sudah begitu senja dan malam sudah mulai menunjukan akan segera gelap. Lagi - lagi aku tak menyangka bahwa kondisi ini diluar prediksiku (Astaga, orang-orang dari kerajaan lain sudah sampai lebih cepat). Aku lalu meminta Kirie segera pergi keruang tahta dan bersama Lady Diaochan (haah..aku harus segera menjelaskan apa yang kulakukan pada Lady setelah ini) dan hal ini cukup membuatku sedikit beruntung.
Karna wajah Kirie cukup memancing perhatian, dengan pula yang-mulia Permaisuri Fu memanggilnya. Aku jadi bisa menyusup kearea dayang lain tampa gangguan.
DEG!
Tunggu..Mataku sedikit terbuka, saat merasakan Hawa tajam yang memang tertuju membuatku tak nyaman, aku tetap bersikap tenang dengan mata melirik semua orang hingga aku menyadari. Sosok seorang lelaki yang sedang berdiri dengan jubah biru dengan kalem dan mengoyang segelas arak ditanganya. Sosok lelaki berkacamata dengan rambut gravitas jabrik sembari mengakat sedikit gelas kedadanya memandang penuh kepadaku, dia tersenyum.
'CIH! 'SHO-! HUUH MENYEBALKAN''
.
.
.
Beberapa jam menit berlalu, pesta sakral penyambutan berlalu saat Kirie berhasil menghipnotis semua orang dengan permainan 'Kecapinya', kini aku sibuk mencoba mengawasi orang-orang yang mungkin mencurigakan. 'Ah' Mataku sedikit mengerjap saat memperhatikan seseorang dengan gerak-geriknya, sosok lelaki berpakaian aneh dengan jubah hitam disekitar tubuhnya, serta bertudung, membuatku merasa ada ganjal darinya, gerak-geriknya pun bukan datang dari orang-orang diundang.
.
.
.
Aku mengikuti orang itu, saat dirinya keluar dari ruangan, bisa kulihat kondisi pesta sudah berubah menjadi Pesta minum-minum dan pesta bercumbu dengan para dayang, aku malah melupakan fokusku pada Kirie dan langsung mencoba mengikutinya. Aku sedikit bersyukur dia tak menyadari keberadaanku, dia nampak melewati lorong digedung area luar disebelah ruang tahta yang terbuka lebar, baik jendela atau pintunya hingga terlihat dari gedung sisi lain.
'Mau apa dia'
Aku melihat lelaki itu mengeluarkan sebuah busur, dan sebuah panah timah yang hebatnya bisa dilekukan hingga bisa disembunyikan dibalik jubahnya dari tadi. Dan sekarang dia sedang membidik? Salah satu orang dari Wei.
"Sepertinya aku menganggu kesenanganmu"
Dia terkejut melihat keberadaanku, beberapa detik setelah itu. Namun aku berlari padanya dengan melempar salah satu tisik-rambut yang menyampir pada sanggulan anak-gulungan rambutku dan melempar padanya, tak akan kuberi cela padanya.
CLAP
Aku melihat tisik rambutku menancap pada lenganya, dan beberapa serangan kulayangkan padanya secara fisik meskipun kuakui aku tak bisa terlalu melukainya, mengingat besic-ku bukan hal ini(sebuah pepatah mengatak jika manusia punya kelemahan, aku juga memiliki kelemahan).
SYUNG!
SYUNG!
SYUNG!
Bola mataku terbuka saat aku tak sengaja memberi cela pada titik vital bahu kiriku, saat ia melayangkan sebuah pedang pendek dibalik jubahnya.
SYAAT!
PRAANG!
"Eh!,"
Mataku kembali terbuka, dan disambut sebuah pedang pendek ditangan musuh sudah ada dilantai. Aku juga mendapat kejutan satu-lagi mendapati orang yang tidak aku ingin temui(HAH). Sosok Pangeran Cao Tun sedang berdiri disana sembari memainkan pedangnya, dan didekat kakinya sudah ada mayat musuh tadi, ia lalu melirikku sembari tersenyum-manis(-_-).
"Wah! Sepertinya Butuh bantuan,"
"Hah!,"
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
.
.
Bola mata Kirie mengejab memandang ia sudah ada disebuah kamar serba kayu, dengan bau obat-obatan herbal menyeruak diruangan ini. Kirie menyadari dirinya tak sendirian sosok menjengkelkan turut hadir disamping siapa lagi kalau bukan sang Komandan-Lu Bu nampak duduk disamping ranjang dengan gaya santai dan terlihat berpakaian rapi, lengkap dengan armornya dan sebuah senjatanya yang nampak tersandar didinding tak jauh dari kasur, dan pemilik senjata. "...,"Dia terus memandang dengan expresi datar memandang Kirie.
Sementara Kirie yang turut dipandangi, hanya membuang muka, ingatanya cukup segar dimana saat dia dipermalukan Kaisar Xian, dan Li Yingqi menariknya ketempat tabib istana, karna menyadari patah tulang yang di alami Kirie. "Dimana Li Yingqi,"Tanyanya.
"Ada pekerjaan untuknya,"Jawab Lu Bu dengan nada SPJ (Singkat, Padat, Jelas) sembari meletakan kedua tangan didepan dadanya. "Dan kau tak perlu bergerak kesana kemari karna tulangmu bermasalah,"Jawab Lu Bu lagi.
Sebenarnya Kirie bisa saja mengunakan, Scaning laser dimana dia bisa merecover tubuhnya dengan sinar laser pada Virtual-billy-nya akan tetapi dia sadar, jika tak semua hal harus mengandalkan chip tubunya, jika dia sembuh dengan pesat justru akan semakin dicurigai dan semakin diawasi. "Baiklah jika begitu,"Jawab Kirie datar.
"Kirie,"Panggil Lu Bu pelan, dengan raut seolah ingin menyampaikan sesuatu dengan serius, namun terganggu dengan kedatangan assisten tabib.
"Komandan Lu Bu!,"Panggil sosok wanita ber-yukata abu-abu dengan rambut hitam, cepol dua, ia lalu meletakan tangan, lalu membungkuk hormat. "Beberapa Anggota dari Wei ingin menemui nona Kirie,"Jawabnya dengan santun.
Mendengar beberapa anggota Wei menyepatkan diri untuk menjenguk, membuat alis Lu Bu berkedut tajam, sepertinya kejadian waktu itu tidak hanya menjadi kejadian simpel melainkan Kirie menjadi Sorotan dari mereka. "Baiklah suruh mereka masuk,"Jawab Lu Bu, dan sementara Kirie hanya menelan ludah penuh canggung, akan tetapi ia bisa menjaga raut wajahnya tetap datar, sedatar tembok-cina(?).
Sementara usai assisten tabib keluar, munculah lima orang Anggota Wei dengan identik berjubah biru, tiga diantara-nya Kirie sudah mengenalinya, namun duanya tidak dikenalnya. Terlihat Cao Cao, Cao Pi, Xun Yu, dan dua orang diantaranya yang tidak dikenalinya. "Selamat datang Yang-mulia Cao Cao,"Ucap Lu Bu dengan sopan, sementara yang disapa juga menyatukan tangan dan memberi hormat dengan sopan.
"Kami datang untuk menjenguk! Putraku meminta kemari!,"Jawab Cao Cao mengutarakan alasanya, sementara Cao Pi langsung buang muka malu membuat Kirie hanya menatap bingung.
"Bagaimana keadaanmu Nona Shinzu,"Jawab Xun Yu dengan nada lembut, mamandang Kirie yang masih duduk diatas kasur lalu gadis mengangguk sebagai tanda hormat pada kedatangan mereka.
"Ini lebih baik tuanku! Terimakasi atas kebaikan hati anda-anda semua,"Jawab Kirie.
"Kau tidak perlu khawatir, tabib utamaku akan mengunakan tenaga aku-puntur untuk memperbaiki tulangmu, yang retak saya menjamin itu,"Jawab Cao Pi.
"Terimakasi atas bantuanya,"Jawab Kirie dengan tatapan tidak enak, pada sifat tegas-penuh dari Cao Pi, membuat dia bingung untuk menolak.
"Ayahanda! Dia~kah yang bernama Kirie itu?," Tatap seseorang gadis dengan tubuh sedikit kurus, berjubah biru, raut wajahnya tegas, warna kulit yang nampak putih pucat dan matanya besar telihat berwarna biru-muda, nampak memandang Kirie dengan tatapan intens seperti ingin menelanjanginya.
"Benar Fenghuang, dialah yang ingin ayah perlihatkan padamu!,"Jawab Cao Cao dengan helaan nafas.
"Tubuhnya kecil, dan tak sesuai! diluar pemikiranku!,"Jawab Fenghuang datar, tatapan tajam nampak diperlihatkan dimatanya bersaman dengan raut mengintimidasi tak percaya.
"Oi oi terus kalau aku kurus masalah buat lo!?,"Raut Kirie hanya menghelah nafas, melirik Fenghuang tak kalah tajam, meskipun dapat disembunyikan dengan cara masing-masing. "Terimakasi atas kedatanganya,"Jawab Kirie dengan nada ramah.
"Baiklah Komandan Lu Bu kuperkenalkan mereka berdua ini putriku Cao Fenghuang dan ini putraku yang bernama Cao Tun,"Jawab Cao Cao memperkenalkan kedua anak selain Cao Pi, mendengar status yang diucap Cao Cao yang notabene putri dari KSL Wei, wajar jika dia bersikap angkuh dan menjaga Image sebagai Putri istana utama, membuat Kirie berhaha dalam Hati.
Mata Kirie lalu memandang kearah Cao Tun yang nampak tenang namun, selang beberapa menit Kirie tak nyaman, saat pria berkacamata dengan tatapan kejam dan senyum seperti Menyerigai lalu dibalas dengan sikap Cuek-bebek ala Kirie.
"Nona Shinzu saya membawakan ini,"Jawab Xun Yu, sembari tersenyum charming sembari memberikan sebuah guci kecil berwarna perak. "Semoga bisa membantu pengobatan,"Jawabnya sembari tersenyum, dan mau tak mau Kirie hanya bisa menerimanya juga.
"Terimakasi atas kebaikanya Tuan Xun Yu,"Sembari membungkuk lalu mengenggam guci itu ditanganya, sementara Xun Yu kembali tersenyum lembut.
Menatap kondisi itu, sebenarnya Lu Bu merasa tak-nyaman (entah kenapa) menginggat Kirie sebenarnya tak memiliki status yang tinggi dikerajaan, namun (entah kenapa#2) dibeberapa sisi Kirie bisa membuat seseorang beralih padanya, tampa orangnya sadari. Gelagat Xun Yu juga Tuan-muda Cao Pi juga mulai nampak memberikan perhatian yang berlebihan, tentu saja hal ini membuat Lu Bu merasakan hal tak nyaman didadanya.
"Komandan Lu Bu bisakah kita bicara diluar sebentar!,"Jawab Cao Cao melirik Lu Bu, Cao Tun dan Xun Yu. "Fenghuang, Cao Pi kalian disini saja sebentar kami akan berdiskusi diruang sebelah,"Jawab Cao Cao, melirik Fenghuang dan keduanya mengangguk. Sementara Kirie hanya terdiam saat Lu Bu menganggukan kepala dan memandang Kirie seperti tatapan yang sulit untuk diartikan. Lalu mengikuti ketiga laki-laki dan menghelah nafas.
.
.
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
.
.
[Sepeninggalan Lu Bu]
"Aku belum percaya yang bisa menangkap panah, Pangeran Cao Pi, ternyata seorang gadis berperawakan kecil sepertimu namun sedikit tinggi beberapa jengkal dariku(?),"Jawab gadis berpakaian biru benar-benar identik dengan Wei sembari membusungkan dadanya.
"Itulah kenyataan kak Fenghuang!,"Jawab Cao Pi merengut tidak suka, sementara Kirie hanya menghelah nafas lalu meletakan guci pemberian Xun Yu diatas meja dekat kasur, jujur saja Kirie cukup tersinggung dengan ucapan pedas Fenghuang namun dia tak perlu membantah, dikarnakan Status Kirie sangat dibawah dan dia tak boleh bertindak bodoh.
"Baiklah kupikir itu sebuah pujian,"Jawab Kirie sembari tersenyum palsu(halah) bisa-bisanya seorang tuan putri memuji sekaligus mengejek diwaktu bersamaan.
"..."Ia kembali memandang kearah jendela, sembari menatap tajam pemandangan tapi bukan itu masalahnya, namun kondisi yang terlalu mencolok didepan banyak orang gara-gara kelakuan kaisar Xian yang (Randeom) membuatnya dalam masalah.
.
.
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
.
.
[Ditempat lain]
BRAKH!
"Anda bermaksut untuk mengajukan pembatalan rapat kesepakatan bersama"Tatapan Li Yingqi menatap salah satu pihak yang kasim yang mewakili beberapa ras dan memukul pelan (uhk-membanting) meja dihadapanya, membuat kasim mengidik dan berusaha menyembunyikan ketakutan mereka.
"Maafkan kami Komandan Li Yingqi, kami mendengar insident tentang penyerangan dari seseorang ke pangeran Cao Pi dari Wei, kami bukan membatalkan kesepakatan itu, cuman kami hanya mengundurnya sampai hari baik untuk berbincang,"Seorang kasim dari Wu nampak mengerakan kipasnya naik turun, sebelum pandanganya mengarah pada Li Yingqi yang memasang sorot mata mengerikan.
"Anda tahu bahaya apa yang bisa datang sewaktu-waktu,"Jawab Kasim dari Wei. "Dan Tentara Han harus menjaga kami dan para rombongan, bukankah kerajaan ini harus bertanggung jawab,"Ucap Kasim Wu dengan pandangan sinis yang cukup menghina.
"Uhg tapi-!,"Li Yingqi mengeram namun mencoba mengendalikan sedikit emosinya. Sebelum ia akan mengucapkan sebuah kata, ia merasakan bahunya disentuh oleh seseorang.
Bola mata Savir-gelap Li Yingqi nampak membulat menatap sosok 'Gema' Nampak memandang teduh Li Yingqi seolah menenangkan gadis Si komandan pemanah. "Anda-anda tak perlu khawatir kami orang - orang Han punya harga diri yang tinggi dan kami punya prinsip untuk memegang teguh janji kami akan keselamatan kalian semua!,"Jawabnya dengan nada serius.
"Gema,"Jawab Li Yingqi.
"Para komandan Han Lainya, Juga Ketua Komandan Lu Bu, Sudah mengerakan segala kekuatanya, anda bisa yakin padanya bukan menginggat orang-orang kami bisa diandalkan,"Jawab Gema mengarahkan tanganya kekepala Li Yingqi dan mengusapnya. "Kita tak akan membiarkan mereka lolos,"Pandang Gema.
"Itu benar sekali Komandan Gema,"Sebuah suara terdengar santai nampak membuat Gema langsung melirik siapa yang datang. Sosok Cao Tun nampak memasuki ruangan dengan santainya membuat semua nampak terdiam memandanginya.
"Oh selamat datang Pangeran Cao Tun,"Jawab Gema formal dan tegas, sembari melekatkan kacamatanya yang terpelorotkan dari batang hidung, sementara Cao Tun hanya tersenyum.
"Kenapa anda bisa disini,"Tanya Li Yingqi datar pada Cao Tun sembari membuang muka dengan raut malas.
"Kami mau ikut berdiskusi!,"Jawab Cao Tun tersenyum lalu melirik kemunculan Xun Yu, Cao Cao dan Lu Bu.
"Ryou-Taichou,"Panggil Li Yingqi mengedip-ngedip mata bingung.
"Rapat dimulai kembali bisakah para kasim yang lain keluar dari sini, ada yang ingin kami bicarakan,"Jawab Cao Cao dengan nada tak ingin diprotes.
"Saya mengerti,"Jawab salah satu Kasim sembari membungkuk hormat lalu meninggalkan ruangan.
"Baiklah kita masih menunggu tuan-!,"Jawab Cao Tun.
"Maaf saya terlambat," Sosok Pao Tao. "Cukup menyulitkan bagi saya keluar dari area Yang-mulia Xian dengan setumpuk pekerjaan yang berdatangan,"Jawab Pao Tao.
"Meski sosok anda telah manula, anda sangat bisa diandalkan,"Jawab Cao Cao.
"Saya terima pujian anda Yang mulia Cao Cao,"Jawab Pao Tao sopan.
"Baiklah mari kita diskusikan ini!,"Jawab Lu Bu dingin.
.
.
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
.
.
"Ada apa ini perasaanku tak enak!,"Kirie mengerutu saat ia diseret oleh Seorang putri 'Cao Fenghuang' kesebuah tempat dimana para wanita berkumpul. Dengan acara khusus yang diberikan oleh Permaisyuri Fu.
"Terimakasi atas berkumpulnya para wanita terhormat dari masing-masing, atas kebaikanya menerima sajian didepan mata. Mulai dari makanan dengan tatanan super mewah dengan aneka sayuran, siput, daging baik terbuat dari gorengan atau dimasak kuah, ada pula beberapa gentonng minuman serta sake terbaik didatangkan dari berbagai wilayah yang tak diragukan lagi sebagai penyuplai minuman terbaik untuk istana.
"Terimakasi atas undangan anda, Yang mulia Permaisuri,"Xiaoqiao dengan nada ceria dan kekanak-kanakan.
Diaochan(HAN), Xiaoqiao, Diaqiao (WU), Yue Ying (SHU) Wen Ji(WEI), Cao Fenghuang(WEI), Zhu Rong (NANMAM) wanita yang diundang hanya 5 orang, Rata-Rata para perwakilan penguasa tidak semua membawa wanita dalam rombongan mereka.
"Aku senang kau memenuhi undanganku Kirie,"Jawab Permaisuri Fu sembari memainkan jarinya yang lentik dengan sebuah kipas anggun ditanganya.
"Terimakasi atas undanganya Yang-mulia Permaisuri Fu,"Ucap Kirie sementara para wanita termaksut Cao Fenghuang memandanginya dengan pandangan intes.
"Saya mendengar jika anda adalah salah satu pemetik kecapi yang disukai Permaisuri Fu, apakah itu benar?!,"Tanya sesosok wanita memulai argumenya dan itu datang dari Seorang wanita bangsawan bernama Wen ji.
"Anda benar sekali Nona Wen ji, tangan-nya sedang sakit, hingga tak bisa memperdengarkan lagu kepada kita,"Jawab Permaisuri Fu.
"Ne...Ne maukah anda memperdengarkan lagu pada kami?!," Tanya Xiaoqiao dengan nada Heboh dan merajuk.
"Ka-Kalau boleh kami ingin mendengarnya," Ucap Diaqiao malu-malu.
"Ara-ara Nona Wen ji, kudengar dari para tetua sebelum aku diangkat menjadi permaisuri istana, anda adalah pemetik harpa terbaik di-Negeri Han sebelum anda pergi dari sini beberapa tahun yang lalu ke Wei demi memperkuat aliran musik anda,"Jawan Permaisuri Fu.
"Benar sekali Yang-mulia, ini adalah hal yang jarang sekali, semenjak beliau ikut dengan Keluarga Wei?, Bagaimana Bisakah kami mendengarnya?,"Jawab Zho Rong sembari memamerkan senyum Seksinya.
"Ten-Tentu saja terimakasi atas pujianya,"Ucap Wen Ji dengan pandangan malu-malu, ia lalu memanggil pembantunya, untuk mengambil Harpa miliknya yang biasa digunakan. Kirie hanya terdiam dan memperhatikan saja. Kirie juga sedang menganalisa dengan bantuan Virtuality Bill-nya, untuk mencari tahu sosok wanita sejarah dihadapanya yang lebih dikenal Cai Wen Ji, ternyata menurut informasi Wen Ji adalah salah satu wanita Komposer musik yang baik namun memiliki kehidupan yang cukup menyedihkan. Dalam sejarah menyebutkan bahwa Wen ji beberapa kali menjadi janda akibat meninggalnya para suami-suaminya hingga ia harus gonta-ganti suami.
"Ada apa Kirie?!, HOAH mukamu terlihat aneeeh~"Sosok suara kekanakan membuat Kirie memandang bingung sosok DiXiaoqiao, merengut lucu dengan pipi digembungkan, seolah memandang dengan tatapan intimidasai.
"Bukan apa-apa nona Xiaoqiao,"Jawab Kirie mencoba Sopan mungkin menghadapi tingkah Xiaoqiao, yang sangat kekanakan.
.
.
[{÷}][[]]"-Oo0+O»»+««O+0oO-"[[]][{÷}]
.
.
"Wah! Lumayan juga!,"Sosok Shun, merentangkan tanganya didepan memandang paronama kondisi asri dari lantai tiga, sembari berdiri tegak tampa jatuh dari pegangan beranda.
"Jadi kau sudah tahu soal penyerangan yang terjadi terhadap Wei?,"Tanya Noir menghelah nafas saat ini pria berambut merah itu nampak santai bersandar dipenahan beranda (setidaknya tingkahnya jauh lebih normal ketimbang Shun yang layaknya seperti orang mau bunuh-diri) sekian detik suara hembusan nafas nampak keluar dari mulut Shun.
"Tapi aku tak boleh menyalahi aturan antar dimensi, soal ini aku yakin Kirie pasti mengatasinya,"Jawab Shun dengan nada datar.
"Kau masih seyakin itu dengan gadis itu, setelah kita menyaksikan Kaisar-Psyko itu membuat tanganya retak,"Tanya Noir.
"Memang!,"Jawab Shun mengelengkan kepalanya. "Tapi aku tahu dia tak sebodoh itu, dan memiliki segudang rencana,"Jawab Shun. "Lagi pula aku sedang penasaran pangeran dari Wei itu! Aku merasa ada yang aneh padanya!,"Jawab Shun.
"Pangeran Wei? Maksutmu Cao pi?,"Tanya Noir pada Shun sementara yang ditanya hanya mengeleng.
"Aku merasa jika 'Atmosfir' dari tubuh Pangeran itu, berbeda dari pada manusia didimensi ini!,"Jawab Shun, seketika raut wajah Noir berubah aneh.
"Artinya?!,"Tanya Noir.
"Aku curiga Jika Cao-tun bukanlah orang terlahir dari dimensi ini! Lebih tepatnya dia datang dari dimensi lain!,"Jawab Shun tajam. "Makanya aku akan benar-benar mengawasinya,"Jawab Shun.
[BERSAMBUNG]
[Senin-28-Nopember-2016]
Author : Aloha~ lama tak jumpa anda-anda semua apa kabar? Baikan amin semoga pada baik-baik semua. Pada hari ini seperti biasa kesibukan yang selalu datang pada saya, menginggat alasan yang selalu muncul adalah Pekerjaan, kesibukan hingga gak bisa mengetik, ditambah teman-teman yang biasanya juga membantu juga sedang sibuk jadi apa boleh buat saya mesti melanjutkan ceritanya sendiri.
Noctis : dan Author ada pertanyaan-pertanyaan yang datang dari salah satu pembaca mohon dijawab.
Author: ya boleh!.
Q# :Apa game - game kesukaan Author?!
A# : Sebenarnya game kesukaan saya banyak sih! Tapi kalau yang paling saya suka dari dulu posisinya gak tergantikan dihati ya itu. Mario bros (tendo classik) Harvestmoon (terutama Back to nature ama boy and girls, RE(terutama yang RE Nemesis) Final Fantasy(Series apa lagi FF7), GTA apa lagi yang (Sandereass) tapi sekarang mainya GTA5 meski, DW (dari awal ampe 8) dan Fatal frame series., Capcom klasik contoh (Dino crisis) ampe sekarang tetap saya mainkan kalau ada waktu, kalau game keluaran tahun-tahun baru saya suka Watch-dog 1 - 2, Assassin, Mafia dan Pokemon (terutama 3DS), game-game RPG online.
BLETAK!
Noctis : Itu kebanyakan BAKA!.
Q# :Musik apa yang Autor sukai?
A# : Saya lebih suka musik Instrument (Chainess, Song Mix, Desney-song.
Q# : Author! Kamu suku apa?
A# : Saya jepang Campuran :3
Q# : Andai diminta menjadi karakter Ciptaan kamu mau jadi apa entah didunia game atau anime?
A# : kemm eto? Kalau saya mungkin tak ingin menjadi karakternya, tapi saya ingin hidup didunia fantasy-nya, dan memiliki kekuatan yang hebat.
Q# :Karakter Cewek anime, atau game kesukaan kamu?
A# : kalau dulu Regina (Dino crisis 1 - 2), kalau sekarang Kiara (Watchdog 2) ama Sakura (Naruto).
Q# :Karakter Cowok anime, atau game kesukaan kamu?
A# : kalau Dulu Auron (FFX) kalau sekarang Noctis (FF15) & Marcus (Watchdog2).
Q# : kapan bisa lepas dari Fobia N-!
A# : ...
[Tiba-tiba]
A# : Ah Li Yingqi pinjam Crowb-milikmu
(Li Yingqi lewat secara kebetulan)
L# : Eh buat apa? (Author langsung nyambar senjata Li Yingqi dan-)
A# : ... PSYUNG! (Nembak langsung Q#)
Q# : (Dead).
[Sementara tak jauh dari sana?]
Seorang gadis berambut Hitam-panjang nampak memandang, sosok Frustasi Author yang melangkah menjauh(?) Meninggalkan Li Yingqi yang masih terbengang-bengong dengan Mayat Q# yang sudah menghilang bagai debu(?). "Sambil menatap bingung semoga baik-baik saja,"
DUAR..!
PRANG..!
THANG..!
ZLASH..!
MEONG..!
Suara-suara gaduh nampak terdengar cukup kacaw, disertai suara ledakan, menyebar keseluruh tempat dibelakang Kirie, sebuah pohon tumbang yang tak bersalah langsung tiba jatuh begitu saja. "HOAAAHHH!,"Membuat gadis itu nyaris terhempas melihat dua mahluk yang masih berselisi sejak chapters kemarin.
"KEMBALIKAN PEDANGKU!
"Kurasa aku tetap menolak!,"Terdengar seringan tawa dan juga kesuraman seseorang nampak terlihat disana.
[Omake]
