"Aku demam,"Tanyanya lagi. Sementara Kirie hanya mengangguk, lalu membantu pria besar itu duduk, meski agak susah memikirkan sebesar apa tuh tubuh sang lelaki, tatap saja Kirie membantunya. "Kau sudah lebih enakan,"Jawab Kirie lalu merentangkan tanganya lelah.

"..."Tak ada jawaban dari sang komandan hanya seulas senyuman tipis diwajahnya, saat memandang Kirie dengan tatapan penuh arti.

[]卍卍卍O o+[]oO*[+]*Oo[]+oO卍卍卍[]

.

.

[]-The Black Blossom Shine-[]

.

By

.

[]-Lightning Shun-[]

((Ellie Noclight))

.

.

.

[]卍卍卍O o+[]oO*[+]*Oo[]+oO卍卍卍[]

.

.

.

Pasir hitam

melambangkan dasar yant tak bisa diterka

Juga tentang dirinya

juga gerak - geriknya

.

.

Note 11 -[Pasir Hitam]

"Akhirnya kalian berkumpul disini! Apa sebuah kebetulan, atau ada alasan lain,"Suara seorang mendengkus, memandang latar sebuah hutan khusus istana diwilayah Han, terdapat beberapa sosok manusia(yaialah?) Terdiri dari 5 orang nampak berkumpul dihutan paling ujung super gelap dan jarang disisir oleh penjaga. "Bagaimana Qu kau menjelaskan soal nyawa anak itu bisa lolos darimu?,"Tanyanya. "Tak salah lagi anak panah itu adalah milikmu, bukan?,"Jawabnya.

"Diam kau!,"Umpat seseorang dengan suara rendah yang mirip lonceng. "Aku sudah bisa menghabis salah satu 'fokus' kita, kalau tak ada perempuan sialan itu menganggu tugasku, anak Cao-cao itu pasti sudah mati ditanganku"Umpatnya kesal.

"Hei-hei jangan marah-marah dulu, aku hanya tak sengaja menontonya,"Ucap lelaki tadi. "Lalu bagaimana denganmu!," Orang itu nampak melirik pelan, mengalihkan pandangan seorang lelaki bersuilet sedang nampak duduk didahan dalam diam.

"Aku tidak tertarik bekerja sama..sejak awal kita datang kemari dengan tugas sendiri - sendiri,"Jawabnya begitu sembari melengos cuek "Dan dari orang yang berbeda, dan kalau kalian menjadi penganggu tugasku maka aku akan menyingkirkan ka-,"Desisnya.

"Aku tidak perduli!,"Ucap seseorang memotong pria itu tadi. Sosok lelaki yang nampak tengah berada dibawa pohon dan bersandar dengan nyamanya, lelaki berfigur tinggi, berambut panjang dan yang nampak terlihat adalah kecacatan pada lengan kananya yang buntung. "Kalau aku hanya melakukan tugas, jadi tak ada hubunganya dengan kalian, Paham,"Ucapnya melirik lelaki diatas dahan tadi dengan raut dingin.

"Yap dia benar, nampaknya aku sepengikiran denganya,"Sebuah Siluet seorang wanita badan-tinggi, ramping dan berambut dikepang satu, nampak muncul secara tiba-tiba ditempat mereka berkumpul.

"Oh dari tadi kau berada disini, kupikir hanya berempat,"Sebuah suara lonceng milik gadis tadi nampak terdengar.

"Aku bisa muncul, dimana saja!,"Desis si Gadis berkepang satu.

"..."Sementara tak ada ungkapan, apa-pun dari pria si tangan buntung kanan.

"Aku sebenar-nya tak ingin menyela pembicaraan kalian,"Ucap gadis berkepang satu. "Namun dari pembicaraan itu ada yang kupastikan,"Ucapnya lalu menghilang lagi, tampa pemberitahuan.

.

.

[]卍卍卍O o+[]oO*[+]*Oo[]+oO卍卍卍[]

.

.

[Paginya]

Kirie membuka jendela kamar-nya, sembari menghelah nafas, nampaknya kondisi-nya tidak terlalu baik, karna kurang tidur pikiranya karna ia, terfokus pada apa yang ia kerjakan dimana dia menganalisa, dan menganalisa Scand-Scand yang ditemuinya kemarin, baginya apa-pun yang dia analisa ditahun ini adalah ilmu bertahan di abad ini, mulai dari gaya hidup, Fasion, kondisi tempanya tinggal, dan segala hal yang berhubungan dengan Dinasty Han tadi malam, ia lalu mengecek beberapa Iventory yang ada di Virtual-billy miliknya, barang-barangnya masih layak dipakai sampai 10 tahun kedepan, bahkan lebih menginggat Kirie jarang mengunakan obat sehingga barang-barangnya selalu banyak, namun mata Jadenya nampak melirik sebuah portal layar sebuah guci.

[Sinronsasi menjadi Padat]

[Yes]

Sebuah guci langsung muncul ditangan Kirie, gucinya termasuk sedang dan tak terlalu kecil dan cukup ringan jika dipegang dua tangan dan itu adalah pemberian dari Xun Yu.

"Nona Shinzu saya membawakan ini,".

"Semoga bisa membantu pengobatan,"

"Membantu pengobatan ya?,"Kirie memasang seulas senyuman bersamaan sebuah, memori tentang pria berambut panjang itu, dengan baju serta warna biru bahkan gucinya berwarna sama melambangkan pengikut Cao-Cao.

Dibukanya Guci tampa pengawalan apa-apa, Kirie memang belum memeriksa benda itu dari awal diterimanya hingga sekarang, dan menyadari didalamnya ada sebuah bubuk berwarna biru dengan aroma terapi nampak tercium dari dalam guci, sangat enak dihidung Kirie membuatnya ingin tidur lagi. "Harum sekali, siapa yang dengan manis memberimu ini?,"Jawab seseorang membuat gadis itu terserentak.

"Diaochan!,"Bisiknya agak kaget. "Bubuk ini baunya sangat enak!,"Jawab Kirie dengan nada jujur.

"Ditanganmu itu adalah Wewangian bubuk, yang diolah dengan cara ditumbuk dan dikeringkan!, biasanya dibakar dengan dupa agar asapnya mengembang,"Jawabnya tersenyum.

"Kau benar-benar sangat pandai, dan tahu banyak hal Diaochan,"Jawab Kirie lalu tersenyum, lalu menatap benda dihadapanya. "Lalu apa ini dibiarkan begini dibuka, saja buat ruangan ya,"Jawab Kirie.

"Jangan! Soalnya dia bukan pengharum dupa, kau harus memakainya begini,"Jawab Diaochan mengambil sedikit bubuk pada Guci ditanganya, lalu menaruhnya pada tenguk serta belakang Leher, Kirie. "Begitu caranya memakainya,"Jawabnya.

"Seperti bedak tabur,"Jawab Kirie dengan polosnya dan membuat Diaochan tersenyum manis.

"Sebaiknya kau harus memengurus suatu janji! Kau lupa jika akan membantu Li Yingqi untuk mengajarinya membuat kue,"Jawab Diaochan sembari tersenyum. Kirie langsung sontrak bangkit dari posisi duduknya diranjang dengan muka 'Bersalah', dan memucat.

"Aduh sepertinya aku terlambat..aku akan langsung kedapur sekarang!,"Ucap Kirie bangkit lalu lari meninggalkan Diaochan yang hanya terkekek melihat sifat Kirie polos.

.

.

[]卍卍卍O o+[]oO*[+]*Oo[]+oO卍卍卍[]

.

.

"KIRIEEE! Kau kemana saja! Haah,"Li Yingqi mendekat sembari mengengam sebuah centong sup ditanganya, dan nampak siap dengan segala bahan-bahan membuat Kue hari ini, terlihat diatas meja panjang nampak barang-barang berupa Loyang, baskom, pengoncang, atau Tepung yang nampak terlihat berhamburan diberserakan disisi meja, atau bahan-bahan kue yang nampak tak diletakan secara teratur, Membuat hanya berhah melihat Dapur bersih sudah layaknya kapal-pecah sekarang.

"Maafkan aku!, aku kesiangan jadinya terlambat dan dibangunkan Diaochan,"Ucap Kirie menghelah nafas.

"Sudahlah! Ayo sekarang kita buat Kuenya lalu temani aku ditaman bunga,"Ucap Fenghuang.

"Eh nona Fenghuang ada disini!,"Ucap Kirie memandang gadis yang mengayunkan centong pada campuran coklat, dalam loyang baja ditanganya.

Kirie nampak menyengit sejak kapan sang putri, dengan mood setinggi langit ini, mau turun kedapur dan membantu Li Yingqi membuat Coklat. "Hei-Hei jangan menatapku begitu, kau benar-benar ingin Aura-jahat mengelilingiku ya dengan tatapanmu itu, Demi dewa,"Ucapnya mulai mengomel.

"Hei-Hei memangnya aku ini pembawa sial melakukan hal itu,"Ucap Kirie. "Bahkan menatapmu saja kau bilang membawa 'Aura Jahat',"Komentar Kirie datar sekaligus Risih.

"Ayolah kawan-kawan bukankah kalian mau membantu mengajariku, jangan bertengkar didapurku,"Ucap Li Yingqi menghembuskan nafas kesal.

"Aku mengerti tapi kau dengar ya, Kirie setelah ini kutantang kau untuk bertanding diarena, kudengar dari beberapa orang kau bisa berpedang,"Ucap Fenghuang.

"Eh!,"Kirie mengerjabkan matanya. Membuat pandanganya menyengit rencana awalnya adalah 'Taman-bunga' dan sekarang 'Arena' mana yang benar.

"Hai-Hei Anda yakin anda ini, tamu kehormatan kami," Jawab Li Yingqi menghelah nafas. "Kurasa tak baik melakukanya sekarang,"Ucap Li Yingqi menyarankan.

"Aku kan penasaran,"Ucapnya mencerut diraut manisnya membuat Kirie menghelah nafas. Kenapa Kirie selalu disandingkan oleh keberadaan sosok-sosok manusia membingungkan selama dia ada disini.

"Aku tidak tertarik bertarung atau apa-pun,"Ucap Kirie dengan mood yang sudah seperti orang kehilangan semangat hidup, mendengar hal itu membuat Fenghuang bermisu-misu tidak jelas, layaknya orang kebakaran jenggot (Narator : #Ditebas), namun entah kenapa Fenghuang terdiam saat tiba-tiba saat sebuah wewangian terhirup ke penciumanya.

"Bau ini!,"Ucap Fenghuang menyengit, mengendus menatap Kirie sengit, membuat Kirie memasang muka datar.

"Ada apa?!,"Tanya Kirie datar sekaligus tak nyaman.

"Bau-mu seperti Wei!,"Ucap Li Yingqi mengedipkan beberapa kali, lalu bertolak pinggan seolah siap mengintrogasi Kirie.

"Ya! Waktu aku diruang rawat saat kunjungan Cao-Cao, Tuan Xun Yu, memberiku Wewangian terbuat dari deburan,"Ucap Kirie menjelaskan.

"Oh ya aku ingat Tuan Penasehat memberimu itu,"Ucap Fenghuang dengan memengang dagunya. "Aku heran mengapa, Tuan penasehat memberimu , seperti itu?,"Tanya Fenghuang.

"Memangnya kenapa?!, bukankah itu hadiah yang diimpikan oleh beberapa wanita loh,"Ucap seseorang yang berjalan memasuki dapur. "Itu termaksut barang mahal,"Ucapnya lagi.

"Oh Lady Diaochan,"Ucap Fenghuang sembari tersenyum senang.

"Wilayah Wei terkenal dengan beberapa dataran obat serta bunga-bunga beraneka ragam,"Ucap Diaochan lagi. "Semua itu tumbuh subur disana, Soal Bau ditubuh Kirie aku yang mengusapnya, karena dia tak tahu cara memakainya, Aku mengajarinya mengunakan pengharum itu, dan Wanginya cocok untuknya,"Ucap Diaochan.

"Oh ya kalau tidak salah ada, Festival ditaman desa, apa ada yang ingin jalan-jalan mumpung diadakan,"Ucap Li Yingqi.

"Memangnya bisa? Anda-kan sedang sibuk penjagaan,"Celetuk Fenghuang menyengit. "Bukankah meninggalkan tugas istana, pantang bagimu, Sensei!,"Ucap Fenghuang.

"Kemarin aku diminta pindah untuk menjaga taman-kota, tempat ini akan dijaga penuh oleh komandan Gema dan Prajurit pilihan Guru dengan tenaga penuh. "Jadi aku bisa menerima posisi itu, dengan tangan terbuka,"Ucap Li Yingqi tersenyum senang.

Kirie menyengitkan alisnya, dan memandang datar, dalam hatinya ia berharap tak ada masalah yang terjadi. "Baiklah,"Ucap Kirie mengangguk, selama beberapa hari ini sejujurnya coba melihat keadaan, terlihat keamanan istana cukup kuat setelah insident kejadian itu, bahkan sulit ditembus, secara terang-terangan adalah sesuatu yang bodoh.

TEP!

"Tapi kau seperti kepikiran sesuatu!?,"Ucap Li Yingqi menepuk pundak Kirie, dengan rautan serius, sembari mencoba mengali apa yang dipikirkan gadis itu, Li Yingqi bukan tak percaya pada Kirie, namun karna terlalu terbiasa gadis itu sulit untuk percaya pada siapa-pun, dan terlalu Over waspada.

"Aku baik-baik saja!,"Ucap Kirie, kembali memasang wajah super-datar andalanya, saat menyadari tak ada gelagat bahaya Li Yingqi hanya menghelah nafas lalu mengangguk.

.

.

[]卍卍卍O o+[]oO*[+]*Oo[]+oO卍卍卍[]

.

.

""Boleh juga, lalu apa yang anda inginkan Tuan Cao Tun, sepertinya anda ingin membahas sesuatu yang penting,"Shun tersenyum sembari melirik penuh makna.

"Itu memang benar,"ucap Cao-tun menyatukan tangan untuk symbol penghormatan, lalu mengeluarkan bidak hitam-putih Maayong didepan mereka. "Terima kasi atas kedatangan anda kemari,"Serunya.

"Kurasa Bermain maayong bisa menenangkan sesi lawan cakap,"Ucap Shun.

"Tebakan yang luar biasa Tuan Shun,"Ucap Cao Tun. "Memang ada hal yng penting yang harus saya tanyakan pada anda!,"Ucap Cao Tun dengan raut serius.

"Silahkan saja!,"Jawab Shun datar.

"Maaf saya baru bisa menemui anda,"Suara geseran pintu, terdengar dengan pelan, memperlihatkan sosok Lu Bu, menghelah nafas datar.

"Waw sepertinya ini akan menjadi percakapan yang serius,"Ucap Shun memiringkan kepalanya. Sebelum pandanganya menjurus pada 'Belati' yang digunakan menyerang Cao Tun, dipesta taman istana.

"Apa anda mengenal benda ini?,"Tanya Lu Bu menghelah nafas. "Belati ini dibuat dengan ramping dan cocok untuk dilempar, dengan jarak yang cukup jauh pada Targetnya,"Jawabnya menatap datar Shun.

"Apa pendapatmu dengan benda ini, Tuan Shun,"Ucap Cao Tun.

"Sayang sekali aku tak tahu!, Belati ini Nampaknya dibuat oleh pengrajin Khusus dan tidak dijual secara masal,"Jawab Shun datar, ia lalu memandang Belati dengan symbol ikan mencengkram naga, dengan paduan warna silver baja pada ganggangnya. "Benda ini nampaknya bukan barang buatan dari kerajaan Han,"Jawab Shun.

"Pemikiran yang cukup cemerlang,"Ucap Cao Tun, sementara Shun menyengitkan kening, gaya bahasa Cao Tun terdengar tenang namun terlampau tenang, ibarat bagai Air yang keruh, meski dianggap air yang murni namun memiliki dasar yang tak bisa dideteksi. "Tapi maukah anda memberikan saya pendapat, bagaimana anda melihat senjata itu mengarah pada saya waktu itu,"Ucap Cao Tun.

"Saya merasakan Angin yang berhembus,"Ucap Shun menutup matanya, dan raut serius kembali merangkai kata-kata, Shun memang tak bisa memberitahu identitas aslinya sebagai seorang 'Dewa-pengelana diruang dan waktu' dan Identitasnya sebagai Pengembara didunia ini, dengan posisi sebagai pelajar, nampaknya kurang meyakinkan, meski mengunakan kekuatanya memanipulasi orang-orang penting diistana, tetap saja mereka bertanya-tanya bagai mana seorang pengembara-yang hidup sebagai pengembara-pelajar pencari ilmu pengetahuan seperti dirinya, bisa memiliki tenaga sebesar itu. "Saya mempelajari ilmu Kanuragan secara diam-diam, saya lakukan agar saya tak menyusahkan siapapun, dan terhindar dari masalah,"Tandas-nya, mencoba mengatakan se-normal mungkin dan masuk se-masuk akal mungkin. "Meski saya bisa berlindung dibalik surat perlindungan, sebagai keluarga kerajaan Han tetap saja, hal itu tak akan berguna jika kita berada ditempat yang tidak baik,"Ucap Shun, sementara Lu Bu Nampak mengangguk seolah paham akan posisi, Shun. Meski bisa saja Shun merasa bahwa keduanya dapat mencurigai jika dirinya karna ada hubunganya dengan para-penjahat, semua itu bisa saja terjadi, karna kondisi genting sekarang,

Sesuatu yang jangal bisa menjadikan sesuatu yang terkait dengan mereka.

"Mereka cukup ahli dalam Panca-silat dan ilmu dalamnya terlampau cukup tinggi, itu yang saya rasakan,"Ucap Shun. "Namun saya sudah terbiasa untuk waspada disetiap tempat kunjungi, jadi saya harap kalian berdua tidak langsung meranggapan jika karna saya berhasil menangkis serangan yang akan mengenai Tuan Cou Tun, hari itu dengan cepat kalian menganggap saya salah satu dari mereka,"Ucapnya.

"Tentu saja tidak tuan Shun," Jawab Cao Tun, Cepat lalu kembali menyatukan tanganya kedepan dada. "Kami kaum Wei bukan orang yang mudah menuduh seseorang tampa bukti yang akurat,"Ucap Cao Tun.

BRAAAKS!

Suara pintu diseret keras, dan kasar terdengar, menganggetkan ketiga lelaki didalam ruangan, bertanami santai itu, ketiga menatap sosok pria yang langsung memasuki ruangan itu, tampa ada hormat namun terlihat Nampak terlihat gelisa. "Komandan Gema!,"Desis Lu Bu.

"Maafkan saya atas kelancangan saya masuk Komandan Lu Bu,"Desis Gema menatap gelisa, lalu menyerahkan sebuah amplob berserat kuning, dan memberikanya pada Lu Bu, dan tampa bertanya dua kali, Lu Bu bangkit dan membuka Amplop yang bukan berisi surat, melainkan.

Sebuah pasir hitam.

.

.

[]卍卍卍O o+[]oO*[+]*Oo[]+oO卍卍卍[]

.

.

"Wah Pesta Rakyat disini benar-benar ramai,"Teriak Fenghuang memandang kota yang sibuk dipasangi hiasan-hiasan didepan rumahnya, tenda-tenda baru yang mulai dibuat, dan dengan antusias warga memasang lampion-lampion warna warni dipinggir jalan, saat ini Fenghuang duduk didalam Tandu local bersama Diaochan yang ditarik oleh sebuah sapi, menyesuri Kota, Sementara Li Yingqi masih tetap duduk diatas kuda kesayanganya, bersama Kirie yang menolak duduk didalam Tandu. Dengan pakaian mereka yang berpenampilan, tak terlalu resmi dan, mengunakan Tandu local bukan tandu istana, ini dilakukan agar tidak menjadi sorotan public, serta pusat perhatian semua orang.

"Saat ini karna masih sore, pesta-nya belum diadakan kita beruntung, jadi punya spot yang cocok untuk melihat-lihat saat kembang api dimulai, karna kalau telat tempat ini akan penuh sekali,"Ucap Li Yingqi sembari terseyum.

"…"Sementara Kirie hanya terdiam, sembari sibuk memperhatikan sekelilingnya dalam diam, entah kenapa rasa tak enak semakin kuat, seolah akan terjadi sesuatu.

Deg!

Deg!

DEG!

"Kirie kau, baik-baik saja," Li Yingqi memberiakan delikan. "Kau Nampak tak semangat, sejak kita keluar tadi,"Desisnya, lalu teralih pada sosok lelaki berpakaian petani-muda nampak mendekatinya, dan saat itu terlihat Petani-muda itu dengan sengaja menabrakan diri pada kuda Li Yingqi dan secara diam-diam memberikan surat pada Li Yingqi, dan dengan polos meminta maaf lalu melangkah pergi.

"Li Yingqi itu!,"Bisik Kirie.

"Dia adalah salah satu anak buahku,"Ucap Li Yingqi datar, dengan volume suaranya direndahkan-serendah mungkin. Membuat Kirie berasumsi selain ketatnya penjagaan pasukan-resmi di sekitar tempat ini, Li yingqi juga menyebar anak buahnya agar berbaur sebagai warga biasa.

Siasat cukup cerdik.

.

.

[]卍卍卍O o+[]oO*[+]*Oo[]+oO卍卍卍[]

.

.

Sebuah suara dalam gang kecil nampak terdengar suara jerita mengema kecil, namun menghilang bagai suara angin dan ditutupi suara riuh-riuh parah warga yang sibuk menghias jalan-jalan utama

"Kita bertemu lagi,"Sosok siluet seorang gadis berkepang satu nampak berjalan pelan menatap sosok seseorang, lelaki bertubuh tinggi-tegap dengan tangan kanan cacat memandang beberapa mayat penjaga meregang nyawa, saat ia menyusuri gang-gang kecil.

"Tugasku hanyalah mencari informasi, itulah urusanku, kita dibayar dengan orang yang berbeda,"Ucap Lelaki itu dingin. "Kuharap kau tak mengangguku,"Jawabnya datar, yang nampaknya tak perduli dengan keramaian orang-orang yang sedang mempersiapkan festival.

"Aku tak menganggumu cuman, aku merasa tertarik dengan mayat-mayat itu?!,"Ucapnya memiringkan kepala. "Kau yang melakukanya?!,"Jawabnya.

"Sayang sekali kau bertanya pada orang salah,"Ucapnya datar. Lalu membuang pandangan pada sosok siluet diatas atap yang berjalan mendekat, lalu melompat turun dengan mulus dan menampakan dirinya menjadi jelas.

"Joule sang Penyair!,"Desis Gadis itu memandang datar kemunculan lelaki itu. "Kau?!," Desis Wanita itu."Pertemuan tak terduga,"Jawabnya menepuk alis.

"Apa kedatanganku membuatmu merasa tak nyaman!?, Youlie!"Tanya Joule menatap sosok, lelaki bertangan cacat dengan tatapan datar, lalu mengalihkan pandanganya pada seseorang gadis kepang. "Hai Pu," Namun yang dipnggil Youlie membuang muka lalu berjalan menjauh.

"Aku merasa tak terganggu sama sekali!,"Desis Youlie sebelum sebuah Blade-pendek berputar mengitari tubuh, Youlie , Blade itu pun melayang itu kembali ketangan Joule dengan mulus bagai Bumerang. "Tolong jangan membuat aku marah, tuan Joulie,"Ucapnya menyengit sebelum senyuman sinis, kemenangan muncul begitu saja diwajah Joulie.

"Kurasa sebenarnya kalian benar-benar tidak punya dendam pribadikan,"Ucap Pu dengan tatapan datar, seolah saling mencemoh atau mengisengi seseorang hanya membuang tenaga percuma.

"Lagi-lagi malah menjadi penengah antara kami, aku heran padamu mengapa kau malah ada disini, apa yang kau juga inginkan,"Ucap Joulie memandang Pu sinis.

"Aku hanya menegahi dengan apa yang kulihat ini,"Ucap Pu mendengkus, "Nyatanya aku benar bukan,"Jawab Pu acuh. "Wahai pembunuh berdarah dingin, yang datang dataran-beku," Desis Pu.

.

.

[]卍卍卍O o+[]oO*[+]*Oo[]+oO卍卍卍[]

.

.

"Kirie!,"Panggil Li Yingqi menghelah nafas, atas kebengongan Kirie, berkali-kali yang membuatnya, kesal bersamaan pergerakan Lagoda yang entah secara iseng atau tidak membuat Kirie terjatuh dari kuda.

"Eh?,"Namun Kirie tak merasakan kerasnya sebuah kerikil menghantam kepalanya, namun tubuhnya merasakan sesuatu benda hidup yang menahan tubuhnya, dan bersamaan dengan saat sosok

"Kau tak apa-apa?!,"Desis Lu Bu yang ternyata menahan tubuhnya, ala pengantin

" Ryou-Taichou, Bagaimana anda disini!,"Tanya Li Yingqi dengan nada bingung, dan menaikan sebelah alisnya, saat sang Guru sudah ada disana.

"Aku dan Tuan Shun datang untuk minum-minum sebentar,"Ucap Lu Bu datar, sembari mengabaikan pandangan orang-orang yang memperhatikan Sang komandan santai-santai saja mengendong Kirie.

"Wah ngomong-ngomong kebetulan sekali ya!,"Ucap Shun tersenyum mendekati mereka. "Pemandangan kota yang semakin ramai, kurasa mala mini akan menyenangkan,"Ucap Shun.

"Lagi pula jahat sekali kau Li Yingqi, masak kau membuat temanmu terlempar dari Lagoda,"Mata Li Yingqi membulat saat ia merasakan kehadiran orang lain dibelakangnya, dan benar saja terlihat sosok lelaki. Yaitu Cou tun Nampak dengan santainya sudah duduk santai dibelakangnya.

"Kakak!,"Panggil Fenghuang dari atas tandu.

"Hei!,"Ucapnya melambaikan tangan dengan senyuman, dengan sikap santai duduk dibelakang Li Yingqi sembari menyilngkan tangan.

"TUAN MUDA CAO TUN TOLONG TURUN DARI KUDAKU SEKARANG JUGA!,"Desis Li Yingqi tajam, sebelum pandanganya beralih pada surat yang ada ditangan Shun dan diberikan pada Li Yingqi.

.

.

[]卍卍卍O o+[]oO*[+]*Oo[]+oO卍卍卍[]

.

.

[SKIP TIME]

Malam pun tiba acara festival memenuhi kota, lampion-lampion nampak di nyalakan suara penuh suka cita nampak, dimainkan dikota, makana-makanan lokal atau pun luar lokal disiapkan dari pagi, memenuhi toko-toko dan juga berbagai festival-festival budaya diadakan, baik resmi maupun tak resmi disekitar aula, membuat para warga memenuhi kawasan-kawasan tersebut.

Dan tepat ditegah kota semua orang nampak menunggu acara utama yaitu acara kembang api untuk mewarnai malam, tidak hanya diterapkan di kota melainkan kembang api juga dinyalakan ditaman istana, Li Yingqi juga mengajak Kirie untuk menonton acara kembang api di Kota seperti janjinya.

Namun sesuatu terjadi dimana Kirie dengan kondisi sangat tidak beruntung ia terpisah dari Li Yingqi saat berdesak-desakan mencari spot bagus untuk menonton Festival kembang api, sementara Fenghuang dilarang keluar dari istana, karna merupakan tamu kerajaan yang harus tetap aman distana.

Dan disinilah dia disebuah gang sempit dengan perasaan kebingungan, dan mencari jalan untuk mencari Li Yingqi.

DUARK!

Dikala kebingunganya Kirie justru malah menabrak seseorang musisi jalanan yang melewati Gang kecil itu tampa sengaja, membuat Kecapi sang musis jatuh ketanah..

"Ah maafkan aku!,"Ucap Kirie membantu mengangkat alat yang berupa Kecapi milik lelaki, namun Kirie menyadari ada sesuatu didalam Kecapi, dan jubahnya, suara berat Khas ini adalah. "Senjata,"Desis Kirie dalam hati.

"Nona ada apa?!,"Desis lelaki itu tersenyum penuh kepolosan. Membuat Kirie tersadar dan langsung bertemu pandang dengan sosok lelaki dihadapanya, yang beriris Magenta, dengan iris Jade milik Kirie.

"…"Ciri-ciri fisiknya cukup memukau menurut Kirie, dengan wajah yang tampan, rambut hitam lurusnya yang nampak rapi kebelakang, membuat dia terlihat sangat nyaman untuk didekati. Namun Kirie merasakan sebuah aura mengeluar dari pria tersebut, ia tahu, lelaki ini berbahaya, dia tahu baju milik sang lelaki menyimpan banyak senjata dan sudah diperhitungkan beratnya, Karna Kirie sudah terbiasa menghadapi orang-orang seperti itu dimassanya, tapi baginya ia tak boleh terlalu melibatkan diri dari masalah orang lain, Kirie yakin ditanah luas ini memiliki banyak para pendekar-tak ternama dan lolos dari buku Sejarah. "Maafkan saya,"Ucap Kirie lalu menyerahkan Kecapi tersebut pada lelaki itu, lalu ingin bergegas pergi menuju Festival, seolah gadis itu hanya orang lewat, tampa mengetahui apa-apa.

GREB!

Bola mata Kirie membulat kaget. "Ada apa,"Tanya Kirie dingin, memandang datar, wajah raut lelaki yang nampak terdiam bagai patung tampa emosi menatapnya, sebenarnya Kirie bisa saja menendang atau menampar lelaki dihadapan, ia juga yakin jika mereka bisa saja bertarung dan membuat ricuh setelahnya, namun yang jadi pertanyaaan mengapa Lelaki itu memandangnya dengan raut sedih, ini gelagat yang aneh seperti itu.

"Kirie!,"Sebuah panggilan terdengar nyaring dari lorong, memperlihatkan sosok Cao Tun Nampak disana untuk mencarinya, lalu berjalan mendekati Kirie. "Apa yang kau lakukan disana!,"Ucapnya santai.

"A-aku!,"Baru saja Kirie berkata, sebuah angin Nampak berputar disekitarnya dan lelaki itu.

SHEET!

Dan saat Kirie berbalik Pemuda itu ternyata sudah menghilang dari sampingnya, membuat Kirie menyengit serius, dan pandangan Kirie berubah mengalihkan pandanganya pada Cou Tun yang sudah mendekat dihadapanya, dengan pemikiran penuh tanda Tanya Kirie terdiam, atas apa yang terjadi. "Ada apa Kirie, Sama seperti Li Yingqi katakan, kau ini suka sekali menghilang kemana-mana,"Ucap Cou Tun dengan santainya.

"Aku hanya tersesat!,"Ucap Kirie.

"…"Cou Tun terdiam, mendengar ucapan Kirie, namun sebuah senyuman lembut diberikanya pada gadis itu, lalu menempelkan tangan kekarnya kekepala gadis yang lebih pendek darinya, lalu mengusapnya dengan pelan. "Sebaiknya kita pergi menemui Komandan Lu Bu sekarang, aku yakin pasti Li Yingqi mencarimu-carimu saat ini! Aku cukup menikmati wajahnya ketika panik seperti itu,"Ucapnya langsung menarik tangan Kirie meninggalkan kawasan gelap itu dengan segera.

Mendengar ucapan itu Kirie hanya terdiam, mengikuti kemana Cou Tun membawanya dengan pemikiran aneh, yang tak menentu.

.

.

[]卍卍卍O o+[]oO*[+]*Oo[]+oO卍卍卍[]

.

.

[BERSAMBUNG]

[Selasa - 18 - April - 2017]


terimakasi atas komen komen kalian maaf untuk part 12 segini aja, author bakal memberi detail cerita di part depan makasi sudah membaca.

Salam

Lightning Shun & Ellie Noclight


T :Alka :Kok lama nih thor lanjutanya :D

J : ini sudah lanjut Mas!


T :Erlangga186 : Silubu sayang demam cie :v

J : Ehm!


T : Anonimus :Thor jahat ente gimana tuh badan bisa demam :v

J : Apa salahku mbak mas T_T


T :Tavan :Demi apaaaa nih si Lu Bu bisa sakit juga kirain hanya ngamuk aja tuh kecowa gede!

J : Kecoa – kecoa gitu seram kalau ngamuk brooo :v


T :CECEP CEPOY : Anjay si Lu Bu yang bisa sakit ...sungguh muhzizat dunia :v
Benar-bener dah hebat lu...bikin cinta segitiga antar Diaochan dong :D

J : Ya manusia terkuat sekalipun bisa sakit broo, namun kalau soal Diaochan kita liat aja nanti :v