"Aku hanya tersesat!,"Ucap Kirie.
"…"Cou Tun terdiam, mendengar ucapan Kirie, namun sebuah senyuman lembut diberikanya pada gadis itu, lalu menempelkan tangan kekarnya kekepala gadis yang lebih pendek darinya, lalu mengusapnya dengan pelan. "Sebaiknya kita pergi menemui Komandan Lu Bu sekarang, aku yakin pasti Li Yingqi mencarimu-carimu saat ini! Aku cukup menikmati wajahnya ketika panik seperti itu,"Ucapnya langsung menarik tangan Kirie meninggalkan kawasan gelap itu dengan segera.
Mendengar ucapan itu Kirie hanya terdiam, mengikuti kemana Cou Tun membawanya dengan pemikiran aneh, yang tak menentu.
[]卍卍卍O o+[]oO*[+]*Oo[]+oO卍卍卍[]
.
.
[卍]-The Black Blossom Shine-[卍]
.
By
.
[卍]-Lightning Shun-[卍]
((Ellie Noclight))
.
.
.
[]卍卍卍O o+[]oO*[+]*Oo[]+oO卍卍卍[]
.
.
.
Aku selalu melihatmu
Mengawasimu dengan rasa rinduku
Dengan rasa sayangku
Dan akan kusampaikan saat ini
.
Note 12 -[Ikatan Masalalu]
"Kau tahu kalau tak hati-hati kau bisa tersesat, dan bahaya jika kau malah dapat masalah dengan orang-orang,"Ucap Cou Tun mendesah-lelah, sembari terus mengenggam tangan Kirie lembut, menyusuri kerumunan.
"Aku pasti bisa mencari kalian, kau tak perlu khawatir,"Ucap Kirie memandang datar, dan sedikit mendengkus sesekali matanya memandang cahaya warna-warni langit, akibat kembang api dilangit serta suara ricuh penduduk disekitarnya.
"Cih Dimana perginya Li Yingqi,"Dumal Cou Tun sembari terus mengenggam tangan Kirie.
"Kau tak perlu melakukan ini, tak perlu perduli padaku,"Ucap Bisik Kirie.
"Aku tetap harus perduli,"Bisik Cou Tun.
"Tidak usah,"Ucap Kirie datar, Pangeran ini kerasukan apa, sampai mau bela-bela mencari dirinya.
"Kau Penting bagiku, meski kau menjauh aku ini tetap akan mencarimu dan membawamu kejalanku, suka atau tidak suka,"Bentaknya tajam.
"EH?,"
.
.
[]卍卍卍O o+[]oO*[+]*Oo[]+oO卍卍卍[]
.
.
[{FLASTBACK}]
"Kizu Kau dimana! Kizu apa kau didalam,"Suara anak lelaki berusia sepuluh tahun, nampak berjalan memasuki sebuah Gubuk tepatnya ditengah hutan, ditengah hari, banyak orang yang mengklaim Gubuk itu berhantu, karna lingkungan tempat itu yang nampak begitu rawan dan jauh dari keberadaan manusia membuat tempat itu jarang didatangi orang.
KREK!
"Kizu,"Lelaki itu membuka pintu pelahan, lalu masuk secara mindik-mindik, sembari berjalan pelan keruangan yang dulunya adalah ruang tamu, namun kini hanya ada sofa rusak dipinggir ruangan, dan penuh debu.
"Kizu,"Panggilnya sembari terus berjalan melewati ruangan awal menuju ruangan selanjutnya yang menjadi ruang makan, yang juga sudah sangat rusak Cuma ada property sebuah meja terbali dan hancur dimakan rayap, kondisi kursi yang berserakan dilantai, namun penciuman lelaki itu nampak peka mencium sesuatu diruangan bekas kamar, dan itu bau Darah masih segar.
"KIZU!," Lelaki itu membuka pintu Kasar, dan langsung disambut, sosok gadis berusia 7 tahun yang terikat disalah satu diniding, dengan tubuh berlumur darah, membuat lelaki itu langsung mendekatinya.
"APA YANG TERJADI PADAMU!,"Jeritnya sembari menghambur masuk dan langsung memeluk tubuh anak itu, dan memeluknya erat dan mencoba melepaskan ikatanya.
"Jangan lepas ikatanya, Ayahku sedang menghukumku karna aku salah-saat dilatihan,"Ucap Kizu sembari menatap datar. "Sebentar lagi mungkin Ajudanya akan datang untuk membebaskan aku dari sini!,"Ucap Kizu.
"Ini salah,"Isak lelaki itu menatap wajah gadis lebih muda darinya, nampak mengenaskan. "Kau bahkan terlihat lihatan seperti binatang dari pada seorang anak, kau tahu itu!,"Desisnya marah.
"Tapi ini perintah ayahku,"desis anak itu dingin.
"Kau tak perlu melakukan ini, tak perlu perduli padaku,"Ucap Bisik KIzu.
"Aku tetap harus perduli,"Bisiknya kesal dan memeluk Kizu erat.
"Tidak usah,"Ucap Kizu dingin lalu menatap kesal. "APA PENTINGMU KAU HANYA TEMANKU!,"Decitnya marah.
"Kau Penting bagiku, melebihi seorang teman aku menganggapmu adiku, meski kau menjauh aku ini tetap akan mencarimu dan membawamu kejalanku, suka atau tidak suka,"Bentaknya tajam
[{END-FLASBACK}]
.
.
[]卍卍卍O o+[]oO*[+]*Oo[]+oO卍卍卍[]
.
.
"Apa Cao Tun ini,"
"Ada apa kenapa bengong Kirie?,"Tanya Cou Tun.
"Bukan apa-apa!,"Ucap Kirie membuang muka Acuh.
"Namun hilangnya dirimu pasti membuat kau salah satu tertuduh, bahwa kau orang yang menjadi menjadi salah satu peneror, yang membayangi istana saat ini, menginggat kau ini orang luar yang baru dibawa Kaisar Lu Bu beberapa hari lalu,"Jelasnya tampa menoleh.
DEG!
"Apa! Dari mana dia tahu…Bukankah orang istana berusaha menyembunyikan statusku dari siapapun…agar mereka menganggap aku orang sini…tapi dari mana pria ini tahu jika aku orang luar,"Kirie langsung bersigap panic, langsung menarik tanganya, namun Cao-Tun langsung menarik tangan gadis itu segera. Namun Kirie tak menyerah dan memberi tendangn langsung kearah bahu kiri Cao-tun, namun Lelaki itu langsung menunduk dan langsung mengenggam tangan gadis lebih kecil darinya, dan mempererat jarak dengan.
"Lepas!,"Dengkus Kirie Kesal. Lelaki jangkung langsung mendekap pinggang Kirie dengan erat. Lalu melangkah pergi dari sana. Tak habis upaya Kirie tetap mengunakan kaki terkuatnya berusaha melepaskan pelukan, dan nampaknya berhasil.
Sementara Cao Tun, memberikan smirk, namun tatapanya memberikan artian lain. Meski jarak mereka kembali berjauhan akan tetapi tangan Cao Tun justru masih mengenggam tanganya bagai Rantai. "Demi dewa, apa-apaan ini,"Desis Kirie kesal. Cao Tun lalu berbalik dan menarik Kirie pergi dari kerumunan, ketempat sepi, namun berbeda dengan gang yang tadi, kesebuah pinggiran selokan, tepatnya salah satu rumah warga. "Tadi dia menariku pergi dari tempat sepi dan sekarang dia membawaku ketempat sepi, apa mau pangeran ini!,"Pekik Kirie dalam Hati.
DARK!
Cao-Tun menghempaskan gadis pelan kedinding, tanganya yang satu masih mengenggam tangan-nya lalu tanganya yang lain langsung mengurungnya di-dinding. "Diam," Desis Cao Tun dingin, lalu menempatkan dagunya di bahu Kirie.
"Apa yang kau-!,"Ucapan Kirie langsung terputus saat matanya mengarah pada beberapa dahan pohon lebat dibelakang rumah ini, nampak bergerak-gerak aneh padahal tak ada angin.
"Berapa orang?,"Desis Cou Tun dingin, lalu tubuh Pria jangkung itu nampak mengerat rengkuhanya pada perempuan yang sengaja dipenjarakan didinding, hingga Kirie bisa merasakan debaran jantung Pria itu sangat, karna dada Kirie diapit erat dengan dada bidang lelaki dihadapanya.
"Tiga orang,"Desis Kirie kesal. Pria itu memenjarakan tubuhnya didinding dan mungkin jika ada orang yang melihat mungkin ia, akan dianggap wanita murahan yang sedang disantap oleh salah satu pangeran-Wei ini.
"Maaf tapi aku harus melakukan ini padamu!,"Ucapnya dalam posisi memeluk, dan menempatkan dagunya terlihat possesiv. "Jangan buat pergerakan seperti tadi! Aku tak melakukan sesuatu padamu, Aku bersumpah Atas kematianku,"Ucapnya datar.
"Lalu apa maksutnya ini! Pelukanmu ini kau mau membunuhku kau bahkan menempelkan dada-betonmu, ini pada dadaku?!,"Desis Kirie.
"Kita diawasi sejak tadi,"Bisiknya.
"Lalu apa maksutmu dengan sikap tak terpuji ini, Tuan saya bukan Jalang yang mau dibeginikan,"Geram Kirie, Selama ini tak ada satu-pun pria bersikap begini padanya, baru pria ini yang terlihat mau melecehkanya.
"Tak ada jalang seperti dirimu, Jika kau memang jalang kau sudah membuka dirimu secara umun saat kau berbaur menjadi dayang,"Bisik Cou Tun, terdengar terkekek dibahu Kirie. "Sebelum salah satu mereka melakukanya padamu, mereka akan mati dengan pedangku, Sizu,"Bisiknya penuh arti.
DEG!
KIZU! Lelaki ini memanggilnya dengan panggilan 'Kizu' tak ada orang yang memanggilnya dengan panggilan itu, selain satu orang dan yang memanggilnya namun orang 'sudah'.
"Kita mulai!,"Bisik Cao Tun, ditelinganya. "Ikuti intruksiku dan dengar baik-baik,"Ucapnya penuh penekanan. "Ambil pisau-bilah didalam bajuku, dibagian dada bagian kiri,"Ucap Cou Tun, membuat Kirie membulatkan matanya, sekarang dia harus meraba tubuh depan seorang pangeran.
"Kenapa kau menyuruhku untuk mengambilnya, bisa saja aku mengambilnya dan justru menikamu yang tak mengunakan armor dalam,"Ucap Kirie datar wajahnya menjadi seratus persen datar, dan jawaban Kirie membuat Cao Tun mendengkus dibahunya.
TUK!
Cao Tun lalu beralih mendekatkan wajahnya, pada Kirie lalu menempelkan dahinya pada wanita dahi gadis itu. "Kepercayaanku sudah ada padamu,"Desisnya pelan, seulas senyuman-charming nampang terpampang jelas saat wajah mereka berdekatan. "Ambil dan lemparlah ketarget yang kau lihat,"Desisnya lagi.
Tangan yang tadi ditahan oleh Cao Tun dilepaskan dan beralih memegang Pipi Kirie lembut (Mereka terlihat seperti begitu intim), sementara Kirie meraba-raba baju bagian depan pangeran-Wei itu, serta menyumpah serapahkan kesialanya hari ini dan menemukan benda-padat, yang dibutuhkan. "Aku menemukanya!,"Jawab Kirie lalu menyiapkan tanganya, mata bilah itu diangkat.
SYAT!
SYAT!
"Uhk!,"
"SEKARANG!,"Teriak Cao Tun lalu berlari dengan lincah kearah pohon dimana ada suara jeritan kesakitan, bersamaan pedang-nya terhunus kasar keluar dari sarungnya. Keberadaan tiba-tiba membuat suara gaduh keluar dari pohon menampilakan dua orang, dan satu orang terluka memutuskan untuk menjaga jarak, mereka manusia berpakaian hitam dan mengenggam samurai.
BUAM!
Sebuah Kabut ledakan tercipta membuat Cou Tun mundur beberapa langkah, lalu mencoba menajamkan matanya, sementara Kirie mengambil senjatanya yang jarang dipakainya dari Virtual-billy, menjadi senapan besi (berhubung kondisinya masih belum baik ia tak ingin terlalu bergerak dengan tangan kanan), dan ia menumpuh tubuhnya satu-kaki dan meng-aktifkan kursor Infamerah, tak jauh dari belakang Cou Tun. "Mereka meganda diri,"Desis Kirie.
"Kloning?, tapi Aku bukan orang yang tertipu dengan cara murahan-seperti ini!,"Ucapnya sinis, membuat Kirie merasakan aura membunuh-besar datang dari pemuda itu. "Jaga tubuhku!,"Ucap Cao Tun pada Kirie, dan langsung berlari menerjang kabut.
Sementara Kirie tetap focus membidik dengan senapan, ia menatap sosok Cao Tun nampak seperti iblis kesetan didalam kabut, ia membunuh semuanya dengan brutal tebasan-tebasan yang harusnya terdengar, justru tak terdengar sama sekali, teriakan yang harusnya terdengar juga nampak samar, Kirie sejujurnya tak yakin apa ia dihadapkan dengan Monster berkulit manusia, Gadis itu lalu memblidik orang yang menembunyikan dirinya diatas pohon, tepat didadanya.
"Dapat!,"
DOR!
Orang itu mati seketika, bersamaan peluruh-panas menegenai jantungnya, membuat ia jatuh dari dahan pohon, bersamaan mayat-mayat Kloning dibawah yang dikalahkan oleh Cao Tun. "Kerja bagus,"Ucap Cou Tun mendekati Kirie. Sementara Kirie hanya terdiam didepan-pria itu sembari memeluk senapan hitamnya, lalu menundukan wajahnya saat keheningan kembali diantara mereka. "Sebaiknya kita mencari Li Yingqi sekarang,"Ucap Cou Tun sembari menyarungkan kembali pedangnya.
"Ini Tak mungkin!,"Ucap Kirie membuang muka, dari Cao tun. "Kizu adalah nama pemberian orang itu dan darimana kau bisa mengetahui nama itu,"Ucap Kirie.
"A-aku,"Ucap Lelaki itu.
"Jawab aku! Ini tak mungkin!,"Ucap Kirie dengan raut tergetar. "Anak yang memberikan nama itu sudah meninggal saat aku berusia 7 Tahun, dan bagaimana kau bisa-,"Kirie terhuyung kebelakang dengan gontai bersandar pada dinding.
"..."Cou Tun terdiam, mendengar ucapan itu dan tak berani mengatakan apa-pun, tanganya mengepal kuat-kuat.
"Karna aku dia meninggal! Dan karna aku juga dia-,"
"Aku masih hidup! Dan aku dihadapanmu!,"Bisiknya.
"Bohong! Jangan mempermainkan aku!,"Ucap Kirie kesal.
"Aku tak berbohong padamu, ini aku,"Desisnya dengan nada jujur.
"Yiang!,"Desis Kirie menundukan wajahnya sembari menutup matanya dengan perasaan tak menentu. "Apa benar kau ini Yiang atau He Teiyang,"Air mata nampak merembes dari mata hijau Kirie, menatap lelaki dihadapanya.
"Maafkan aku!,"Desis Cao Tun dengan pandangan sedih, sekaligus terluka, tersirat penuh jadi satu, Kirie bahkan tak pernah menyangka dibalik raut pangeran yang selau terlihat penuh percaya diri, dan sempurna ini memiliki raut seperti ini, bersamaan Kirie merasakan kedua lengan kekar besar lelaki dihadapanya nampak merengkuh tubuhnya. "Aku rindu padamu adik,"Desis Cao Tun.
"…."Dan mereka tenggelam dalam keheningan, sampai sebuah suara terdengar keras ditujukan pada mereka.
"Kakak apa-apaan!, kanapa kau memeluk Kirie ditempat sepi!,"Teriakan Fenghuang mengema penuh amarah, membuat kepala Cao Tun menyamping memandang asal Suara, sementara Kirie membatu dalam pelukan Cao Tun.
.
.
[]卍卍卍O o+[]oO*[+]*Oo[]+oO卍卍卍[]
.
.
Sejak kondisi tadi Kirie hanya terdiam, memandangi Jendela kamarnya dengan pandangan tak menentu, perasaanya saat ia kedapatan, bersama Cou Tun dan mendapat amukan Fenghuang, yang mengatainya dengan menyebutnya wanita Rendahan dan mengira Kirie, mengoda kakaknya. Well Kirie tak bisah menyalahkan Fenghuang karna bisa saja dia berpikir seperti itu, jika ia ada diposisi wanita.
Akan tetapi, semua tak berjalan dengan baik, Fenghuang mau menutupi masalah tadi asalkan Kirie menerima tawaran duel, ditambah lagi Li Yingqi tak bisa membelanya, dan Pangeran Wei yang menjadi dalang dari kejadian ini tak menyatakan apa-pun.
"Beri aku penjelasan Kirie, kau ada apa-apa dengan Pangeran Wei,"Suara Li Yingqi terdengar, membuat Kirie terkaget lalu melirik sosok cantik yang memasuki kamarnya tampa terpermisi.
"Lalu kau juga akan menganggapku murahan, setelah penjelasanku, bahkan Putri-Cao-Cao itu mengira aku, sengaja mengoda kakaknya,"Desis Kirie menatapan Kesal pada Li Yingqi.
"Aku meminta Jawaban bukan Mengiklaim-mu! Beri aku jawaban dari mulutmu Kirie!,"Desis Li Yingqi.
"Aku tak ada sama sekali untuk mengoda Pangeran Cao-Tun, sama sekali,"Ucap Kirie membuang muka, kesal.
"Lalu apa yang terjadi, mengapa Kalian berada ditempat gelap itu, beri aku jawaban yang jujur,"Ucap Li Yingqi membuang muka, sementara Kirie hanya menghelah nafas, mendengar ucapan Li Yingqi, masih mengintrogasinya.
"Pangeran Cao Tun mengajak kesana untuk memancing musuh, yang nampaknya menginginkan Nyawa Pangeran Cou Tun, dan kami saling berbicara dan-,"Ucap Kirie dan Li Yingqi memotong ucapan Kirie.
"Lalu bagaimana dengan pelukan yang kami lihat,"Jawab Li Yingqi datar, namun entah kenapa Kirie merasakan aura kemarahan dimata Dark-blue milik Li Yingqi, saat membahas masalah Kirie dan Cao tun berpelukan, apa jangan-jangan Li Yingqi.
"Soal itu-,"
"Aku yang memeluknya duluan, dan aku juga yang membawanya untuk bicara, dan memberikan ia keyakinan tentang-,"Ucap Cao Tun datang tiba-tiba, langsung masuk kekamar Kirie tampa permisi.
"Apa ini sopan seorang tamu, memasuki kamar seorang wanita,"Desis Li Yingqi tajam. "Dan aku sedang tak bertanya pada anda, Kirie adalah tanggung jawab saya selama dikerajaan ini!, jadi anda tak perlu memberi saya penjelasan,"Tukasnya datar.
"Maaf setelah ini dia juga adalah tanggung Jawabku, suka atau tidak!,"Ucap Cao Tun datar. "Meski dia disini Aku tetap harus bertanggung jawab,"Ucapnya.
"Apa maksutnya ini!,"Desis Kirie kaget.
"Apa maksutmu Pangeran Cau Tun,"Desis Li Yingqi tajam, lalu berbalik memandang Kirie yang juga terlihat bingung.
"Kizu! Atau Shinzu Kirie adalah adiku, dan aku memeluknya karna aku ingin meyakinkanya bahwa aku belum meninggal, kami terpisah saat masih kecil,"Desis Cao Tun entah rautnya terlihat membenci bagian 'Kami terpisah saat Masih kecil' membuat Li Yingqi menyengit tak nyaman aura kemarahan nampak mengeluar tajam dari Cao Tun.
"Kau adik Pangeran Cao Tun!,"Ucap Li Yingqi membulatkan matanya, sementara Kirie Cuma membuang muka, mengapa sekarang justru ia malah mendapat masalah baru, entah kenapa hubungan masa lalunya dengan Pangeran Wei, ini justru membuat hidupnya semakin rumit saja.
"Aku juga awalnya tak Percaya saat ia mengatakan itu, dia yang menyadarinya duluan,"Ucap Kirie datar, dan entah kenapa perlakuan Cao Tun lebih ramah dari sebelumnya.
"Baiklah!,"Li Yingqi menatap tajam, seolah mencari kebohongan dimata keduanya. Namun hasilnya nihil membuat ia hanya menatap ragu. "Lalu bagai mana dengan Fenghuang, apa kau tak ingin meluruskan masalah ini!,"Tanya Li Yingqi sembari mendengkus, memandang Pangeran dihadapanya.
"Kurasa tak perlu, Kurasa melihat Kedua adiku bertarung(Latihan) diarena,"Ucap Cao Tun sembari tersenyum polos. "Lagi pula selama Fenghuang belum cerita tentang masalah tadi, Kurasa tak masalah,"Ucap Cao Tun santai.
Mendengar hal itu Kirie mempelototi sang lelaki, sebelum Kirie melempar sebuah barbell yang otomatis keluar dari Virtual-Billy miliknya, dan dilemparkan kekepala Cao Tun, tampa ampun, bersamaan sebuah Gagang Crossbow ikut terlempar pada pundak tegap sang pangeran.
DUAG!
"OAAAH!,"
PARK!
"AISS,"
"Tidak Masalah, Kepalamu!,"Amuk Kirie sembari bertolak pinggang dengan wajah emosi memandang wajah Cao Tun.
"Maaf tangan saya Licin!,"Ucap Li Yingqi polos, dan mengambil Crowssbow besinya(?) yang dijatuhkanya dengan indah dipundak Pangeran, semoga perbuatan kedua wanita itu tak membuat Pangeran Wei itu tak patah tulang sodara-sodara.
Paginya suara ramai-ramai memenuhi Arena istana dimana, dua orang wanita akan bertanding, membuat orang-orang disekitar mereka nampak menjadikan mereka pusat perhatian.(?) Terlihat beberapa Anggota lain-nya dari Clan-Clan serta Varksi nampak berkerumun ingin melihat kehebatan Putri Cao-Cao yang akan turun arena, karna tak biasanya seorang tuan putrid turun mengenggam sebuah senjata.
"Kau siap Kirie!,"Suara Li Yingqi nampak terdengar datar, dan nampak mengikat rambut hitam Kirie menjadi 'Kop Long-Hair' Saat ini Kirie mengenakan Hakama-putih, dengan bawahan rok merah, serta sandal tali, sementara Li Yingqi kali ini, mengenakan Kimono dua tingkat berwarna putih - merah, serta berlambang bunga lili putih, rambutnya juga diikat tinggi, dan hiasan bunga warna merah dirambutnya, membuat dia semakin cantik, dan sebuah sandal Tali kayu berwarna coklat, dengan sedikit berhak.
"Aku siap!,"Jawab Kirie menghelah nafas. Ia merasa ini tak perlu dilakukan mengingat bahwa ini hanyalah kesalah pahaman, andai Cao Tun bisa mengklarevikasi semuanya tadi malam ia tak perlu berada ditengah kerumunan orang, bahkan dilihat oleh orang Wei, Shu, Wu, dan lain-lain.
Kirie melihat Sosok Fenghuang mengenakan Long-coat rajut merah-muuda, celana panjang kain-sulam, dan obi-berwarna jingga, nampak membalut tanganya dengan perban kuat, apa segitu seriuskah dia melawan Kirie.
"Kau siap melawanku?!,"Ucap Fenghuang sadis, Gadis itu melempar pedang Kayu yang dipegangnya dan Kirie menatapnya dengan tatapan datar.
"Kau sendiri yang ingin, dan aku hanya menerimanya,"Ucap Kirie mantap, lengan kirinya nampak mengenggam pedang.
"Baiklah kalian dengar sebelum duel ini dimulai!,"Ucap Li Yingqi nampak berdiri diantara Kirie dan Fenghuang. "Ini adalah duel 3 kali. Kalian dilarang mengunakan kekuatan-dalam, kalian juga hanya diperbolehkan mengunakan senjata lain untuk melukai lawan, dan Dilarang menyerang vital dan itu berlaku pada Kirie yang lengan kananya, terluka,"Ucap Li Yingqi.
" Aku mengerti!,"Jawab Fenghuang sinis.
"Bagaimana Kirie!,"Li Yingqi melirik Kirie dan Fenghuang menghelah nafas, lalu Kirie mengangguk.
"DIMULAI!,"
.
.
[]卍卍卍O o+[]oO*[+]*Oo[]+oO卍卍卍[]
.
.
Seorang wanita nampak memainkan sentilan kecapi kayu diatas teras berlantai lantai dua, petikan-petikanya serta alunanya nampak terdengar sangat senduh mengisyaratkan rasa sakit, memandang hutan luas didepanya dan awan malam yang melayang-rendah, bulan penuh nampak berpijar menambah kecantikan hutan dihadapanya.
"Ibunda! Mengapa kau mau pergi!,"Sosok seorang Anak lelaki memandang, sosok wanita mengenakan kimono terusan berwarna biru, nampak memandang sosok putranya sembari tersenyum, rambutnya berwarna coklat nampak melambai diterpa angin.
"Aku harus melakukanya,"Ucap Wanita itu tersenyum, memberikan sebuah tatapan untuk menangkanya. "Makanya izinkan-lah ibumu pergi tampa hambatan,"Ucapnya mengelus kepala-nya lelaki itu.
"Tapi!,"Ucap mata lelaki itu membulat-mata, dan mulai berkaca-kaca.
"Aku janji akan kembali padamu,"Ucapnya sembari tersenyum, lalu menyerahkan Kecapinya pada lelaki itu. "Sampai aku kembali, maukah kau menjaga ini untuku,"Ucap Wanita itu sembari tersenyum-pedih.
"Bunda!,"Ucap Lelaki itu memeluk wanita itu.
.
.
[]卍卍卍O o+[]oO*[+]*Oo[]+oO卍卍卍[]
.
.
Sosok seorang lelaki berjalan kedepan, matanya mengerjap beberpa kali, mendapatinya tertidur diatas futo penginapan, suasana ramai terdengar dari lantai bawah, bersamaan sebuah ketukan datang dari luar.
((Tuan apa anda ingin disiapkan perbekalan untuk berangkat hari ini)) Ucap suara seorang Pegawai kedai yang biasa membuat makanan pesanan, atau perbekalan untuk para tamu yang biasanya ditujukan untuk pengembara.
"Ya buatkan satu!,"Ucap Lelaki itu, mendengkus dan bangkit dari Futo-nya, dan saat ini ia mengenakan Kimono abu-abu, lalu melirik sebuah kotak alat music besar, yang ada tak jauh dari tempatnya, terlihat sebuah kertas dan meraihnya setelah itu membuka dan membacanya.
Aku tak tahu apa motifmu kali ini
Akan tetapi, kuharap kau tak menganggu rencana
Salah satu dari kami, kau akan menyesal jika ikut campur.
Luwei
"Siapa yang tahu,"Desis lelaki itu menghelah nafas, matanya menyalak datar, kemudian tertawa sinis. "Jika aku setuju dengan aturan itu bukanlah aku, aku lah yang membuat aturan dan mengkhirinya.
(Bersambung)
Note : Halo eh lama tak jumpa, dan saya sepertinya sangat telat buat mengucapkan selamat-berpuasa bagi umat yang menjalankan, oh ya lama banget saya ingin melanjutkan cerita ini cuman kesibukan dan saat ini saya sedang ikut wajib-militer, jadi mau tak mau saya harus ninggalin atau jarang buat Fic lagi untuk sementara, ada beberapa daftar cerita yang belum di list jadi maafkan daku
Tapi bersyukur aku masih bisa mengerjakanya meskipun tugas membludak, untuk pertarungan Kirie vs Fenghuang bakal dilanjutkan dipart selanjutnya..((DiTebas))
Jadi ini maaf belum ada Kirie ama lu bu karna aku pengen memberikan penjelasan kuat tentang hubungan Kirie ama kakak angkatnya.
Oke jadi
Bya-bya!
