[]-The Black Blossom Shine-[]

.

By

.

Penulis

[]-Lightning Shun-[] ((Ellie Noclight))


Apa kau tahu Jawabanya

...kau bisa cari tahu sendiri?


Lingkungan yang hampa terlihat sesosok anakmuda berusia belasan tahun berambut hitam nampak berdiri dikelilingi portal komputer, ia menata kursor serta tab-tab melayang disekitarnya, mata hijaunya memandang dingin file-file yang muncul disekitarnya, dan tanganya nampak sibuk memperhatikan sebuah hollogram padat berbentuk tubuh replika masternya.

{Racunya sulit untuk sembuh! Kuharap Mam bisa mengatasinya dari luar}

Ucap Pemuda itu. Lalu memutar sebuah File yang nampak tertulis dengan kalimat cina kuno.

{Kurasa aku sudah menerjemah tulisan ini hampir 69%, tinggal Mam yang akan merisetnya sendiri}.

Pemuda itu berguma lemah sebelum tubuhnya berubah menjadi hologram-hologram statis lalu memudar. Billy atau Virtual-billy adalah Robot-Mictrochip yang memiliki ke unggulan tingkat tinggi dalam militer, tidak hanya berfungsi sebagai sarana informasi, penyimpanan dan pertahanan, Microchip-pintar itu memiliki sebagian akses yang menjadikan dia hidup dan memiliki pikiran sendiri, yang artinya dia bisa mengunakan Whujud hollogram manusia atau hewan yang ditangkap dari pikiran masternya dan siap berada disekitar tuanya jika tuanya menghadapi masalah serius.

Para microchip awalnya dihubungkan ketubuh Prajurit. Dari cangkokan oprasi sumsu tulang belakang prajurit pada usia 15 tahun tampa prosedur-bius, Penyatuan tubuh Microchip juga menyebabkan pemilik tubuh memiliki dua tingkat kesadaran.

Yaitu kesadaran Asli atau mereka bisa berkomunikasi alam bawa sadar secara sempurna meski sang master tertidur atau tak sadarkan diri. Dan soal dari gambaran tubuh Billy diambil dari sosok ingatan Kirie saat mereka berdua saat mereka menyatuh dulu.

[Billy kau sudah memeriksa semua yang kuminta?]

{Saya sudah hampir menyelesaikanya Mam}

[Terimakasi atas bantuanya, aku juga harap kau menyiapkan 20 bungkus Daun-mint, Coklat-bubuk, dan sebuah Gelatin kering dalam penyimpanan-ku, seingatku Aku pernah mendapatkanya dari Makoto dulu]

{Sesuai perintah anda}


"Kizu kurasa kau lebih baik mengunakan gaun yang dikirimkan dayang,ketimbang dari pada pinjam baju dayang-herbalis!,"Sebuah suara seorang lelaki menggeleng melirik seorang Perempuan yang baru saja keluar dari ruang ganti.

"Aku lebih memilih pakaian begini dari pada pakaian terbuka begitu,"Ucap Perempuan itu menatap datar, sembari membuang muka saat melirik sebuah gaun-sutra berenda-renda berwarna pink(?) serta beberapa bagian tubuh-nya di tubuh, disisi kasur.

"Dasar..!,"Ucap Lelaki itu menghelah nafas. "Lalu mengelus rambut hitam perempuan dengan tatapan gemas.

"基本的な子供(Dasar anak kecil)."

"私はもはや子供ではない(Aku bukan anak kecil lagi),"

"今まで私はまだあなたが子供のように見えます(Sampai saat ini aku masih melihatmu seperti anak kecil),"

"Lupakan saja?, pedang itu apa milik-mu?,"Tanya Kirie melirik pedang yang masih terpantri di dekat kasur dan bersandar kokoh disana.

"Miliku? Apa kau tertarik padanya?,"Tanyanya dengan sedikit terkekek. "Jika kau mau aku bisa menduplikasinya untukmu,"Ucap Cao Tun dengan nada ramah. Sementara Kirie lalu memunculkan senjata Gunnernya (Aries-gun) ditanganya lalu menyelipkan benda itu disedel-paha dalam gaunya.

"Aku tidak tertarik! Lagi pula kita sudah tahu sifat masing-masing, kau tak mungkin menduplikasi benda-pentingmu untuk orang lain begitu,"Ucap Kirie menyengit lalu menatap pedang itu kembali. "Aku bebera pakali melihat pedang itu dalam beberapa kesempatan, aku juga sempat melihatmu membawanya saat pesta penyambutan serta pesta rakyat, apa kau bisa merubahnya dalam beberapa bentuk,atau aku hanya berimajinasi tingkat tinggi?,"Ucap Kirie lagi.

"Aku memang bisa merubah ukuran atau keberadaanya semau yang aku inginkan, Mau coba memegangnya?,"Tanya Cao Tun. Lalu mengangkat pedangnya tampa merasa kesulitan dan menunjukan pada Kirie. "Mau pegang?,"Tanya-nya lagi membuat Kirie hanya terdiam, dengan tanganya terulur.

Matanya sedikit menyengit dengan perlahan sebelum merasakan aura abu-abu mengeluar tipis dari pedang seolah mengikat tangannya. "Dia terbuat dari!?,"Kirie menyengit tajam, dan Cao Tun mengangguk.

"Kau benar! Tapi tenang saja dia tidak akan melakukan apa-apapadamu hanya sesi perkenalan, jarang-jarang ada perempuan yang mau menyentunya, setidaknya biarkan saja dia nyaman denganmu,"Ucapnya kelewatan santai sembari melepaspegangan dari pedangnya dan anehnya pedang itu tidak jatuh melainkan melayang ditempat.

"Hormat saya Pangeran Cou Tun,"Sebuah panggilan Kushu nampakterdengar dari belakang, membuat pria itu berbalik dengan raut yang nampakterlihat datar, dengan singkat.

"Ya ada apa?,"Tanyanya menatap kasim yang membungkuk perlahan dan sulit menatap langsung mata pria ini, lalu memandang Kirie yang masih diam ditempat lalu ini posisi pedang besar itu sudah terganti sekarang ada diatas tangan Kirie dan dielus(?).

"BIG GUY!,"Desis Kirie menghelah nafas rupanya berat pedang ini tidak membuat harus terjungkal kebelakang, dia tahu Cao Tun sudah melakukan sesuatu pedang itu, meski Kirie dengan gampang manggung pedang seberat ini, tapi ditangan wanita normal sangat mustahil ditanggung meskidengan dua tangan. "Kau indah tapi mengerikan,"Ucap Kirie memuji dalam hati.

Sang Kasim nampak masih merasa terkejut dengan kondisi amigu, yang terjadi namun sang Kasim dari Han itu dengan segera mulai menjelaskan perihal kedatanganya, memberitahu bahwa jatwal perkumpulan untuk membahas soal 'Perjanjian perbatasan' dipercepat hari ini dan beberapa waktu kedepan,pihak Wei sudah diberitahu lokasinya tertutup dan ruangan akan dihimpun oleh banyak penjaga, dan dilarang bawa senjata untuk mendapat keputusan secepatnya.

"Kirie kalau begitu aku pergi,"Ucap Cao tun melengos diikuti Sang Kasim, yang kembali menatap Kirie tajam, seolah dia melihat seorang Jalang-kampung yang nampak sedang bermanja manja pada seorang bangsawan, sungguh tatapan yang menjatuhkan.

"Ya!,"Ucap Kirie mengangguk dengan muka datar, lalu sepeninggalan keduanya ruang herbalis kembali sepi, dan matanya melebar, menyadari pedang besar itu masih ada ditanganya. "ASTAGA!," Jeritnya menjambak pony-pelan.

"Kirie,"Panggil Diaochan memasuki ruangan bersamaan kejutan sebuah sinar-kilat muncul dari pedang dan berubah ukuran. "Apa yang sebenarnya-,"Dan Diaochan nampak memasuki ruangan mendapati Kirie tengah duduk dikasur seolah tidak terjadi apa-apa.

"Aku senang mendengar jika kau sudah sadar,"Ucap Diaochan sembari tersenyum-manis, lalu mengengam lembut tangan Kirie. "Li Yingqi memberitahuku jika kau sudah sadar,"Jelasnya.

"Li Yingqi? Darimana dia tahu dia bahkan dia belum datang menemui-ku?,"Ucap Kirie menyengit bingung.

"Sebagai komandan, dia bisa mengetahui dengan cukup mudah-kan"Ucap Diaochan terkekek lembut matanya menyiratkan kelegaan diparas cantiknya, lalu ia bergerak lembut mengambilkan Kirie sebuah bubur isi sum-sum, yang rupanya dibawa."Maaf butuh waktu membawanya, jadi tidak terlalu panas,"Ucapnya terkikuk.

"Tidak masalah akan aku makan, terimakasi atas perhatian-mu,"Ucap Kirie mencoba memberikan senyuman tipis, jujur saja dipunya masalah soal memberi senyuman pada seseorang. Ia tidak ingin malah terlihat tersenyum sinis dan mempermalukan diri sendiri atau membuat Diaochan salah paham pada raut wajahnya.

SET!

"Ini enak,"Ucap Kirie sembari mencoba menyuap satu suapan bubur dimulutnya, dan komentarnya cukup jujur untuk itu. Meski-tampilan makanan-nya tak ada yang spesial sama sekali tapi rasa-nya enak, dan perutnya tidak komplain untuk makanan ini.

"Kau pasti akan menjadi wanita yang baik untuk seseorang yang akan mendapatkanmu kelak,"Celetuk Kirie spontan. Lalu ia menyengit pelan saat menyadari ada beberapa pengetahun yang dia dapatkan dimasa depan, beberapa informasi Diaochan adalah wanita disisi Lu Bu, dan dibeberapa jurnal lain disebut dia adalah Istri dari General Lu Bu setelah hubungan cinta-segitiganya. "Kurasa General penuh ambisi itu memang sudah sepantasnya mencoba berusaha untuk mendapatkan wanita ini," Desis Kirie dalam hati, tapi kenapa ada perasaan kecewa darinya, membuat acara makanya berhenti.

"Kirie ada apa?,"Panggil Diaochan menatap cemas, saat Kirie terdiam.

"Bukan apa-apa,"Ucap Kirie sembari melanjutkan acara makanya dengan perlahan. "Hanya sedikit memikirkan sesuatu,"Desis Kirie lalu kembali makan, mencoba bersikap wajar-wajar saja dihadapan wanita itu.

"Apa yang aku harapkan!!,"

"Sebaiknya kau makan dulu, aku akan menunggumu makan lalu omong-omong gaun indah ini kenapa terabaikan,"Tanya Diaochan membolak-balik sebuah gaun yang tadinya disamping kasur. "Indah sekali,"

"Kau orang kedua yang memuji gaun itu dan aku tak akan memakainya untuk alasan apa-pun,"Jelas Kirie menghelah nafas. "Dan kau tahu alasanya,"Jelas Kirie kembali menyuapi mulutnya dengan sendokan bubur, sementara Diaochan kembali tertawa-kecil.

"Kau memang unik,"

"Lalu bagaimana dengan kondisi sekarang pasca kejadian itu,"Tanya Kirie menatap Diaochan.

"Semua terlihat berjalan baik, namun tidak semua,"Ucap Diaochan menghelah nafas kasar lalu kembali duduk disamping Kirie. "Nampaknya ada orang yang memasang konspirasi untuk melakukan pemberontakan,"Ucap Wanita itu.

"Apa ini pernah terjadi sebelumnya,"

"Aku pernah mendengarnya dari para sesepuh jika pada tahun 184, terjadi pemberontakan besar pernah terjadi. oleh kaum petani saat kala itu, kaisar Ling memerintah, Para petani mulai melakukan pemberontakan mereka saat dikendalikan oleh tiga-bersaudara Zhang Bao, Zhang Jiao, Zhang liang untuk menyerang kekaisaran yang posisi sedang-nya lemah kala itu,"Ucap Diaochan.

"Maksutmu? Itu jangan-jangan..,"Ucap Kirie memandang datar dan Diaochan mengangguk seolah ia paham yang Kirie pikirkan.

"Ya! Mereka adalah Pemberontakan Sorban-kuning,"Ucap Diaochan menatap Kirie menghelah nafas. "Namun saat itu mereka berhasil ditumpas oleh tentara-kekaisaran danmengalamikekalahan-telak,"Ucap Diaochan.

"..." Kirie terdiam menatap lurus kedepan, pertanyaan kembali muncul diotaknya semua ini kembali ketitik tumpul. Jika seandai-nya ini adalah Pemberontakan Sorban kuning kembali, kemungkinan mereka akan mengincar Kerajaan Han tapi kenapa dalam kertas yang ditemukan ia justru menemukan nama orang-orang Wei.

"Diaochan bolehkah habis ini aku meminta buat jalan-jalan,"Ucap Kirie sembari memikirkan cara mencari informasi tentang siapa saja orang yang kemungkinan menjadi pemberontak dibalik layar, dan juga mencari informasi tentang orang-orang sorban kuning, dia rasa dia harus mencari informasinya dari seseorang.

"Baiklah aku akan menemanimu!,"Sahutnya tersenyum sembari mengangguk, Kirie hanya tersenyum melihatnya, inikah kecantikan wanita dalam legenda yang bahkan kecantikanya mampu membuat awan-malam menutupi rembulan serta sinarnya.

Sepertinya itu tidak sepenuhnya salah!


"Mohon maaf jika sekira-nya saya meminta anda-anda sekalian untuk hadir ditempat ini, saya berharap anda-anda tidak tersinggung jika sekiranya jamuan sebagai tuan rumah ini kurang berkenan,"Sebuah pidato dari Kaisar Xian nampak terdengar meyakinkan mata awasnya-yang muda nampak menantapsemua varsi-kelompok sudah muncul dibeberapa tempat.

Semua Varksi-kelompok nampak menatap datar,beberapa orang nampak duduk dengan tatapan tak nyaman, juga pandangan bertanya. "Seperti anda lihat kami sudah berkumpul disini," Utar salah satunnya.

"Dengan sedikit permohonan dan kerendahan hati kami dari Kerajaan Dynasty Han ingin agar kita mengikat persaudaraan pada perbatasan masing-masing sebagai aliansi, dan memperbesar wilayah, untuk keuntungan masing-masing,"Jelas Kaisar Xian sembari menyampaikan umpai-nya.

Suara desis-desus mulai terdengar samar, dari berbagai pihak seulas senyuman sinis tak kentara terlihat samar namun menunjukan sebuah senyuman yang menunjukan senyuman sinis, senyuman yang seolah akan memenangkan sesuatu yang besar, dibalik senyuman dustanya. GeneralLu Bu nampakmenangkap senyuman dari ayah angkatnya dengan pandangan datar, sebelum ia kembali memperhatikan PidatoKaisar Xian yang masih berlanjut.

Suara geraman dan tawa terdengar dari dalam kepala Cao Tun, membuat si pemiliknya hanya mendengkus menatap datar kedepan.

[HAHAHAHAHAHAHA!...TIRANI ITU MULAI MEMAINKAN TALI-NYA DENGAN BONEKA-NYA ITU, INGAT DIA HARUS DIWASPADAI]

"Kau benar,"

[MENGELIKAN!, SEPERTI YANG KUTEBAK KONDISI INI MERENTANGKAN PIHAK YANG DIUNDANG, SETELAH SEMUA MENYETUJUINYA IA BISA SAJA MENCOBA UNTUK MENGHANCURKAN ALLIANSINYA LEWAT BONEKA-NYA ITU DARI DALAM]

"Trik-Murahan...Tapi aku tak akan membiarkan begitu saja,"

[INGAT MESKI PUN KAU TAHU APA YANG TERJADI TINDAKANMU AKAN MERUBAH SESUATU LAKUKAN SEBERSIH MUNGKIN, DAN TIBA SAATNYA AKU MENYANTAP JIWA-NYA]

"Kau tidak sabar juga Yasha, Dia adalah salah satu makanan-mu yang akan kau santap di akhir,"

[AKU TAHU! KARNA ITU ADALAH PERJANJIAN KITA, PERJANJIAN DIMANA AKU MENYELAMATKANMU DAN MENJADIKANMU SEBAGAI INANGKU]

"..."

[OMONG-OMONG AKU MENCIM BAU SESORANG YANG NAMPAKNYA BUKAN DARI DUNIA INI, BAUNYA KADANG MUNCUL DAN KADANG HILANG]

"Apa dia ancaman? Sejenis apa dia? Apa dia pemegang perjanjian dengan penjaga atau pelintas dimensi seperti aku atau Kirie,"

[DIA BERBEDA!] Desis dengan nada sedikit rendah namun terdengar hati-hati. [SAMA SEPERTIKU DIA BUKAN MANUSIA ATAU SEJENIS KAUM FANA, YANG SAAT INI BISA KUPASTIKAN DIA MAHLUK-IMORTAL, SEBELUM KITA MENEMUKANYA DAN APA ALASAN ADA DISEKITAR KITA WASPADAI SEKITARMU KAU BISAKAN NAK] Ucapnya panjang.

"Aku mengerti selama dia tak menciptakan masalah maka kita tak akan menanggapnya,"

"Tuan Cao Tun anda baik-baik saja,"Mata Cou Tun membulat namun rautnya kembali menenang, setelah melepas percakapan-batin dengan Yasha. Cao tun langsung melirik sosok seorang duduk disampingnya, dengan pandangan datar, rupanya ia duduk didekat tempat duduk penasihat Xun Yu nampak menatap teguh wajah sang pangeran, mata dewasa pria itu menyiratkan keteguhan serta kedewasaan.

"Anda tidak perlu Khawatir saya baik-baik saja,"Ucap Cao Tun melempar senyum tenang pada Xun Yu yang menjadi salah satu penasihat yang dia sukai, sisi pengertian, tenang bagai air dan berpikiran luas mampu menjadi penegah atau lawan-bicara yang baik. lalu tampa pikir-panjang ia kembali memandang kearah-depan, agar nampak tidak dicurigai.

"Kuharap kau fokus untuk pertemuan ini,"Sebuah suara perlahan yang nampak tegas terdengar ke telinga sang pangeran, ia melirik kursi yang Ayahanda menatapnya dengan ekor matanya.

"Sesuai perkataan anda Ayahanda!,"Ucap Cao Tun.


KLOTANG!

Suara sel kembali terdengar, suara nafas terdengar berat wanita itu kembali mendapat siksaan fisik,kondisi sel itu kembali sepi Cuma dia sediri dipenjara itu, ia kembali menekukan wajah-nya kebawah dimana ia menatap deburan pasir dibawahnya.

(( Kau mendengarku, hei?))

Suara itu mengema namun tak ada seseorang disekitarnya membuat wanita itu mendengkus datar,menanggapi suara misterius yang muncul namun tak ada orang disekitarnya.

"Rupanya kau.."

((Cukup simak apa yang kukatakan...Dan soal apa yang mereka minta..apakah kau))

"Aku sudah memahami hal itu...dan aku sudah bersumpah sampai mati aku tak akan memberikanya pada mereka, Penyihir,"

((...)) suara itu langsung menghilang namun kembali lagi ((Aku percaya pada apa yang kau katakan, tapi aku harapkau bisa bertahan lebih dari ini, jika kau ingin kesempatan bertemu dengan dia))

((Dia akan menemukan jalanya, semoga tuhan mengizinkanmu melihatnya))


((Kupu-Kupu hitam))

Sebuah senyuman penuh teka-teki nampak terlihat samar oleh Shun sembari menenguk secangkir the, dalam sebuah ruangan yang hangat dan santai

"Shun," Sebuah panggilan datar terdengar muncul dibelakang tampa suara dan jejak, sosok pria bertux hitam layaknya seorang pelayan-bangsawan era moderen dengan rambut jabrik-merah muncul dibelakangnya. "So Jadi bagaimana kondisinya? Kau masih bermain-main dan santai dengan the-mu ini?," Tanyanya malas.

"Aku tak sangka kau ternyata kemari?,"Ucap Shun dengan nada santai.

"Jawab saja?,"Jawab Lelaki itu dengan nada datar. "Kau harus ingat Shun sebagai Dewa-waktu kau tak boleh terlalu ikut campur atau masuk lebih dari ini, waktu disekitar kita akan bergeser dari porosnya, dan kau dalam masalah,"Ucap Lelaki itu.

"Aku tahu,"Ucap Shun. "Tapi aku tetap harus membantu gadis itu,"Desis Shun menghelah nafas.

"Kenapa kau begitu menjaga-nya! Dia hanya gadis-militer yang tak sengaja terlempar dari dunia-masa yang lain, para-Penjaga lorong waktu kemungkinan akan menemukanya karna dia bukan pengelana-waktu yang ilegal dia akan menerima hukuman itu,"Jelas Lelaki itu.

"Noir, sebenarnya ada yang tidak aku jelaskan padamu,"Ucap Shun mengehelah nafas dan kembali meletakan cangkir Mug itu diatas meja.

"Apa maksutmu Shun,"Ucap Noir menyengit memandang 'Masternya' yang nampak merubah sikap dengan cepat.

"Sejujurnya yang membuat Kirie terlempar ke dunia ini adalah aku,"Ucapnya datar.

"Apa maksutmu,"Tanya Noir memastikan.

"Aku menerima mahar oleh seseorang, yang menginginkan Kirie datang kedunia ini,"Ucap Shun. "Dan hanya Kirie yang bisa mengurus masalah ini,"Ucap Shun tersenyum aneh, Tak ada rasa penyesalan dari ucapanya ia kembali menatap tenang sisa The yang tersisa dalam Mugnya lalu kembali melirik Noir yang masih terdiam.

"..."

"Jadi Aku tetap akan tetap memantau masalah ini sampai akhir,"Ucap Shun membuang muka melirik sebuah papan Catur yang nampak pion caturnya tak beraturan. Sebuah Pion Kuda, Pion Benteng, Pion Benteng, Pion Queen, dan Pion General. "Kirie akan jadi dalam pengawasanku sampai akhir, sampai dia sendiri mengetahui semuanya,"Ucap Shun menatap teguh para pionya.

Aku hanya akan mengamati


[Bersambung]

[Selasa-25-Sebtember-2017]