Kirie memandang bingung pada sekitarnya? Sejak tadi orang-orang menatapnya dengan tatapan sedikit aneh. mereka nampak berbisik-bisik dan memperhatikan dirinya. Dilihat dari manapun pakeanya nampak begitu normal, mulai dari gaun (pelayan) yang panjang pada umumnya, rambut tampa hiasan atau diikat, atau pemulas dan pewarna wajah, semua nampak begitu alami.

(Apa ini gara-gara dia nyaris terbunuh? Dan gosip-gosip yang menyebar kesekitar) meski itu hanya asumsi tapi Kirie sadar dengan berbagai sorot dan gerak-gerik guard yang semakin protec padanya dan menurutnya terlalu berlebihan, ia belum mendapat banyak kejelasan perihal apa saja yang terjadi pada Pangeran Cao tun, pria menyebalkan itu justru pergi rapat dan meninggalkan pedangnya begitu saja padanya.
Dia juga mencari keberadaan Li yingqi akan tetap dia belum melihat komandan wanita itu selama ia sadar, beberapa pengawal bahkan dayang bermondar-mandir dengan cepat disekelilingnya, beberapa sibuk membawa beberapa seserahan (berupa mas batangan, batu giok, beberapa rempah, beberapa kain dan masih banyak lagi) apa mereka akan mengadakan pesta setelah kecelakaan kemarin.

"Aku akan mencoba mengait pangeran Cal Tun, kau tahu dia sudah berapa hari ini sangat sibuk, selama sebulan ini adalah suatu yang bijak untuk mendapatkan hatinya,"Seorang wanita cantik dengan tiga dayang disekitarnya dengan penuh percaya diri, tubuhnya yang indah gemulai nampak begitu menawan jika dilihat dia dari kaum kelas tinggi.

"Mata anda begitu jeli Tuan, Pangeran Cao Tun, adalah salah satu kandidat yang patut diperhitungkan dia begitu tampan dan kabar tentang kehebatannya sudah begitu luas,"Ucap salah satu dayang menyahuti.

"Anda begitu jelita Tuan putri saya rasa, dia tak akan menolak wanita secantik anda!,"Ucap salah satu dayang. "Jika suatu hari anda bisa bersanding dengan dirinya maka ini sangat menjanjikan, tak ada yang bisa mengalahkan paras anda dan kemolekan tubuh anda,"Ucap para dayang semakin menjadi, membuat sang putri yang berparas sempurna pun semakin tinggi hati.

'Ternyata banyak perempuan yang mengilai Dia?' Desis Kirie dalam hati, gadis itu memutuskan berbalik mengambil arah yang lain, entah kenapa Kirie rasa jika berurusan dengan putri itu , akan membawa dirinya dalam masalah yang rumit.

"Tunggu kamu pelayan yang ada disana!,"Sebuah hentakan terdengar dari sang putri lalu mengayunkan jemarinya pada Kirie. "Cepat kemari!,"Seketika Kirie berbalik dan berjalan mendekat pada mereka.

"Saya?!,"Ucap Kirie bertanya.

"Kenapa memandangku begitu dan justru berpaling?,"Ucapnya sembari memandang Kirie dengan sombong. "Kalau tak salah bukankah kamu adalah Pelayan wanita yang membuat kehebohan kemarin?,"Tanyanya seolah tengah mengingat kembali sementara Kirie hanya diam kembali.

"HEI! KAU DENGAR PUTRI KAMI BERTANYA PADAMU APA KAU MAU DIPUKUL ATAU DIGANTUNG!,"Bentak salah satu dayang sang putri dengan nyali yang besar.

"Aku ingat kalau tidak salah si Jalang ini, terluka dan Panglima Lu Bu juga pangeran Cao justru datang ke arena untuk melihat keadaan dia!,"Ucap Putri itu dengan sinis. "Aku tahu apa kau sengaja memperdaya tuan putri Fenghuang, karna melukaimu, sungguh dayang yang rendah,"Ucapnya lagi.

"Memperdaya!,"Kirie mengangkat sedikit alisnya dengan hipotesis sang putri yang mengada-ngada, kenyataan jika dia dan Fenghuang bertarung secara sportif, karna Cao Tun membuat salah paham panjang membuat Fenghuang marah pada Kirie. "Sepertinya anda salah paham Tuan putri,"

"Salah paham darimana!,"Ucap Sang putri dengan sinis. "Seberapa pelacurnya dirimu memberikan tubuh pada kedua pria itu, dan dayang sepertimu justru mendapatkan pertolongan, Dayang kasta rendah yang sampah juga berpakean lusuh!,"

'...'Kirie tak berkata apa-pun, justru saat ini dia tengah mengumpat dalam hati pada sosok sang kakak tertampan (?) Sekaligus kakak yang ingin dia sabet dengan pedang (?), dia heran apa karna perkembangan jaman atau bagaimana, dimana zaman keras ini wanita akan selalu dipandang begitu rendah ketimbang seorang lelaki, dan para wanita berkelas selalu melakukan apa yang pun demi hidup penuh kemewahan, sampai mereka wafat, terkecuali dengan Li Yingqi yang punya gelar Komandan.

"KEPARAT ANGKAT WAJAHMU DAN BICARA GADIS RENDAHAN!,"

"Saya rasa tak ada yang perlu saya bilang pada anda Putri,"Ucap Kirie dengan nada Kalem dan penuh Starkatis, lalu mengangkat kepalanya menatap sang putri dengan tegas.

"Dengar Dayang rendah! Sebagaimana pun kau memikat pangeran Cao Tun, kau tak akan mendapatkan dirinya, camkan itu baik-baik kematianmu akan membayangimu disetiap langkahmu, dan aku Xeo Wewei akan memenggal kepalamu dan dipastikan itu akan jadi kenyataan," Titahnya lalu meninggalkan Kirie begitu saja.

"Xeo Wewei,"

[Xeo Wewei, menurut legenda dari utara adalah seorang putri bungsu dari keluarga kerajaan Poian kerajaan terpencil di perbatasan Wei, beliau sangat terpelajar dan dianggap seorang wanita yang sangat pintar melebihi usianya, dalam beberapa tahun dimasa muda nya dia berhasil mempelajari sastra-sastra sulit melewati kepintaran para tetua, sayangnya sikapnya sangat arogan juga tinggi hati, nan sombong menurut kabar banyak para pemuda dari berbagai wilayah mati terpenggal untuk merebutkan dirinya sebagai calon istri] Jelas Billy dengan suara Robotics.

"Kenapa semua pria itu mati?,"Tanya Kirie.

[Raja dari Xeo Wewei yang masuk musim pernikahan dan mempersiapkan sayembara untuk mendapatkan pejuang yang memenangkan sang putri, dan dia tak menolaknya. Akan tetapi sang putri memberinya tiga syarat pertanyaan yang harus dijawab dengan benar oleh para pejuang, akan tetapi jika mereka gagal maka sang putri berhak memerintahkan algojo istana untuk memenggal pria penantang yang gagal].

"Menyedihkan,"

[Sayangnya itu adalah story yang saya temukan dalam sejarah, hidupnya akan berakhir seperti karma, apa kita harus memberitahu Pangeran Cao perihal itu?] Pertanyaan Billy membuat alis Kirie menyengit tajam.

"Kau bercanda! Seperti anak kecil saja, lagi pula aku tak butuh bantuannya secara berlebihan itu!,"Ucap Kirie berjalan pelan melewati lorong dengan datar . Sebelum ia berbelok ia tak menyadari seorang lelaki berjalan didepan dan tak sengaja menabraknya.

DUG!

"UHHH!?,"Kirie menyengit merasakan dekapan seseorang dihadapanya, ia tak merasakan tubuhnya bertubrukan dengan beton akan tetapi delapan dua lengan dari daging dibalik kain nampak menahan sempurna, Kirie bisa merasakan postur pria otot-otot terbentuK nan ramping dihadapanya dan ditempa dalam waktu yang tidak sedikit.

Matanya bertuju pada wajah pria itu dan seketika membuatnya sedikit terkejut, bulu pundaknya meremang dia masih ingat betul siapa pria itu, dia adalah pria tampan yang ditemuinya tempo hari dimana dia sedang melihat acara Festival, seorang pria yang membawa kotak music besar yang dia yakini andalannya banyak senjata timah dan besi[3], kenapa pria itu ada disini? Apa dia salah satu dari undangan atau apa.
Kirie tidak melepaskan matanya pada mata pria dihadapanya, keliatanya dia terlihat begitu berkelas dengan penampilan ya sekarang, dia juga membawa kotak musik seperti sebelumnya akan tetapi kotaknya sedikit berbeda dari sebelumnya, ukuran sedikit kecil ketimbang sebelumnya tapi bisa mencium beberapa besi asahaan disana.

"Nona aku minta maaf aku tak sengaja menabrakmu!,"Ucapnya dengan lembut membantu Kirie berdiri dengan tegak.

"Terimakasi anda sangat baik!,"Ucap Kirie mencoba berkata lebih sopan, dan ingin secepat mengakhiri sesi pertemuan ya dengan pria itu dua kali, Kirie berharap agar pria itu tak menyadari jika mereka pernah ketemu, sebelumnya.

"Aku harus mengatakanya karna aku yang memang tak melihatmu lewat,"Ucapnya lembut mata awas dan tajamnya, nampak selalu mencoba terus kontak mata pada Kirie yang nampak sesantai mungkin. Kirie merasakan mata seorang pembunuh hanya dengan memandangnya sedekat itu.

"Ya sama sama! Saya juga minta maaf jika begitu,"

"Oh ya jika anda maukah anda ikut saya ke taman belakang!,"Ucap Pria itu sembari tersenyum manis. "Ada yang ingin saya tunjukan pada anda sebagai permintaan maaf,"Sahutnya.

"Kenapa?, sebenarnya tubuh saya kurang baik saat ini!,"Ucap Kirie jujur.

"Kalau begitu kita kesana pelan-pelan,"Sahutnya lagi berjalan disampingnya, dengan pose menuntun. Sejujurnya Kirie tak ingin mengikutinya akan tetapi Kirie merasa ada sesuatu dalam pria itu yang ingin dia ketahui, entah kenapa gambaran-gambaran kenangan samar terekam ke otak kirie, Sebuah bayangan wanita mendekap kotak musik dengan menggandeng memeluk seorang anak lelaki penuh bahagia dan juga bayangan mengerikan seorang wanita yang disiksa oleh seseorang didalam penjara yang dingin membuat Kirie merasa kacau ada yang aneh padanya, dan kepalanya sejujurnya sedikit pening.

"Anda baik-baik saja!,"Tanyanya pada Kirie.

"Ya! Saya baik-baik saja!,"Ucap Kirie mengalihkan pandangan.


Kirie akhir nya dibawa ke sebuah taman, dibelakang istana dengan danau di dekat juga khusus wilayah kerajaan, yang nampak sepi entah kenapa, tak ada pembicaraan antar mereka. Kirie duduk disalah satu batu dekat sungai kecil dan memandang pria itu melakukan hal yang sama, ia duduk dibenarkan rata dan membuka kotak music lalu mengeluarkan ya secara perlahan, Kirie memperhatikan kotak itu memang tidak sebesar sebelumnya tapi bukan tidak berarti kotak tidak dilengkapi dengan tempat tersembunyi.

"Aku akan memainkan beberapa musik untukmu!?,"Ucap pria itu sembari memetik senar.

"Terimakasi atas kemurahan hati anda,"Ucap Kirie. Saat mendengarkan lagu yang dipetikan mulai terdengar dan entah kenapa Kirie merasa rasa sakit kepalanya sedikit lebih baik.

"Maaf, Kita belum saling mengenal bolehkah aku mengetahui namamu!,"Tanya Pria itu, Miris menyengit pandangan sebelum dia menghela nafas.

"Namaku Shinzu Kirie, Tuan!,"Ucap Kirie, memperhatikan jari jemari pria itu terus memainkan alat music tampa ganguan.

"Qilie?,"Ucapnya dengan nada sedikit mengoda.

"Kirie!,"Ulang Kirie.

"Maafkan aku! Namamu terdengar seperti bell kecil, nama yang unik!,"Ucap pria itu lagi, tak disangka pria lembut beraura mengerikan itu, bisa bercanda. "Namaku adalah Li Xianggang, senang mengenalmu Kirie,"Ucapnya sembari memperkenalkan namanya untuk pertama kalinya.

"Salam kenal tuan Li umm, anda pemusik handal petikannya benar-benar menenangkan!,"Ucap Kirie dengan jujur entah kenapa lagu ini sangat familiar untuk Kirie, sementara Kirie yakin jika dia baru mendengar lagu ini pertama kali, dia memang bisa main musik apa pun, tapi dia tak pernah mendengar nya sebelumnya, bahkan saat kecil pun Taiyang pernah memainkan alat musik untuknya, akan tetapi dia tak pernah mendengarkan Taiyang memainkan lagu itu.

Trus kenapa terasa familiar?

"Lagu ini! Adalah milik ibuku!,"Ucapnya sembari tersenyum pada Kirie. Entah kenapa lagu ini biasa menjadi penenangku dikala aku berada disampingnya.

"Dia seorang Musisi?,"Ucap Kirie memandang Pria itu.

"Iya, menurutku dia pemain yang sempurna, dibalik kekurangan dan kelemahannya dia begitu sempurna bagiku. Pemetik senar juga sebelumnya adalah miliknya,"Ucapnya.

"Apakah beliau masih bermusik sampai saat ini!,"Ucap Kirie akan tetapi seketika sebuah petikan terdengar sumbang terdengar, membuat Kirie terdiam ia merasakan mood tak menyenangkan dari pria itu apa, jangan-jangan dia tak suka jika membahas ibunya lebih dari itu.

"Ibuku sudah lama meninggal...,"


{DILOKASI CAO TUN}

"Saya mohon permisi Ayahanda, Kalau begitu karna sudah selesai perjamuanya, aku izin untuk berkeliling,"Ucap Cou tun hormat pada sang ayahanda sebelum pergi meninggalkan sang Ayah (Cao Cao) dan Kasim Utama dilorong pertemuan.

"Tunggu putraku, ada hal penting di luar itu. Yang harus kita bicarakan saat ini,"Ucap Cao Cao.

"Ada apa Ayahanda?.."

"Kasim Can Tang, temui dayang utama Mei to, dan kabarkan pada putriku Fenghuang, aku ingin bicara padanya, suruh datang keruanganku,"Ucap Cao Cao lalu berjalan lebih dulu, diekori Cao Tun dan para Kasim Utama Wei.

Saat keduanya berjalan dalam keheningan, sampai diruangan khusus Cao Cao para Kasim memutuskan keluar dari ruangan, meninggalkan keduanya. "Sebelum Fenghuang. Datang temani aku bermain Xiangqi,"

"Saya tak keberatan untuk itu ayahanda,"

Keduanya meletakan pion pion sejajar dalam garis pertahanan, Xiangqi merupakan permainan dari Cina yang dimainkan oleh dua orang dan termasuk dalam permainan papan berstrategi sekelompok dengan catur, shogi dari Jepang, dan janggi dari Korea. Arti kata xiangqi secara harfiah berarti adalah "catur gajah. Perlahan dengan cepat Cao Tun meneguk arak yang kebetulan disuguhkan oleh Cao Cao.

"Sebenarnya permintaanku adalah mau menanyakan padamu juga Fenghuang, apa kalian sudah siap memiliki seorang pasangan."Tanya Cao Cao tampa bertele tele sembari memulai giliran pertama.

BYURRRR!

Mendengar hal itu, Cao Tun nampak tidak sengaja tersendat minumannya sendiri, dan juga menyemburkanya diarah yang lain, membuat Cao Cao nampak puas melihat sang anak karna bisa membuat sisi konyol sang anak terkuak, jarang-jarang ini terjadi. "Untuk Fenghuang, aku akan menanyainya pria seperti apa yang ia inginkan, aku akan melakukan sayembara apa bila dia belum punya pria yang diminatinya,"Jelas Cao Cao, namun mata awasnya memandang Cao Tun dengan serius. "Khusus untukmu! Karna kau seorang pria, kau diizinkan mencari dulu, tidak perlu mencari istri, kau bisa memulainya menyimpan seorang selir atau wanita simpanan berapa-pun kau suka paviliunmu,"

"Anda terlalu baik Ayahanda!,"Ucap Cao Tun, sembari membungkuk hormat, ia tak menyangka mereka akan membahas hal ini, biasanya ketika mereka berdua bicara mereka akan membicarakan masalah taktis perang atau sesuatu sastra, ilmu pengetahuan sampai berjam jam. "Banyak wanita yang cantik, bahkan para putri yang datang dari wilayah yang kuat, akan tetapi aku sendiri belum memikirkan hal ini,"Ucap Cao Tun dengan segan.

"Aku tak meragukan soal itu! Kau putraku, kau pasti bisa memikirkan seseorang yang pantas bersanding dengan mu!, dan tak akan mengecewakanku,"Ucap Cao Cao kali ini menyerap minuman miliknya.

"Tentu saja ! Ayahandan.."

"Ngomong-ngomong aku ada pertanyaan lagi putraku, berikan aku penjelasan kali ini dan jujurlah padamku..."Ucap Cao Cao menatap putranya lagi setelah meminum araknya, nampaknya permainan catur cina itu tidak lagi mereka mainkan dan dibiarkan begitu saja, Cao Tun mencoba kembali menyeruput minumannya berharap ia tak akan menyemburkanya untuk kedua kalinya "Melihat masalah akhir-akhir ini yang keluar kepermukan! Dan juga aku selalu melihat kejadian kemarin yang cukup geger, ditempat arena-latihan, berikan Ayahmu ini penjelasan, apa hubunganmu dengan dayang bernama Shinzu Kirie.

BRUSSSSSS!

Dan untuk kedua kalinya Cao Tun nampak menyemburkan minumannya kedua kalinya, dan kali ini, Fenghuang yang baru saja datang langsung terkena imbas dari semburan kakaknya.

"KAKAK APA YANG LAKUKAN PADA BAJUKUUU!,"


{KEMBALI KE KIRIE}

"Maaf sepertinya aku salah bicara, aku turut berduka cita atas ibuku,"Ucap Kirie dengan nada Kalem, matanya bertumpu pada aliran air kecil disampingnya dengan pandangan sedikit bersalah.

"Kau tak perlu merasa sedih untukku aku sudah terbiasa dengan itu,"Ucap Li Xianggang, dengan senyuman dan secara tiba-tiba musik dihentikan begitu saja. "Maafkan aku Nona Kirie, aku mengerjakan sesuatu yang lain, terimakasi untuk waktuku,"Ucap pria itu dengan Sopan. "Aku harap kita bisa bertemu lagi setelahnya,"

"Terimakasi kembali!,"Ucap Kirie, keduanya bangkit, Kirie membantu membenahi alat Music yang tadi dikeluarkan oleh Li Xianggang dan menyudahi pertemuan mereka. Pria itu pergi lebih dulu meninggalkan ya, dan sementara Kirie hanya melambaikan tangan ya, memandangi punggung pemuda itu lalu menghilang dibalik tembok istana, Kirie sejujurnya masih tidak yakin dengan pria itu dia terlihat pendiam juga sangat misterius baginya, dia benar pria yang berbahaya.

÷Tapi kenapa harus peduli! Toh Li Xianggang bukan siapa-siapanya÷

Tapi Mata Kirie sedikit menyengit saat memandang seseorang yang mendekat dari jauh, dan Itu General Lu Bu yang nampak berjalan cepat dengan raut tak terbaca, sama sekali baju khas armor besar yang mencirikan dirinya, juga dua buah bulu merah diikat rambut membuat Kirie dengan yakin jika itu adalah General Lu Bu.

"Ammm selamat siang General!,"Ucap Kirie dengan tampang Watdos, membuat aura disekitar kesatria dihadapinya, nampak terlihat tak menyenangkan. "Aaaamm...apa aku melakukan kesalahan?,"Tanyanya Datar.

"Apa kau bisa sesantai itu!?,"Tanyanya dengan pandangan tegas, membuat Kirie memandang bingung. "Setelah terluka parah meninggalkan Pondok pengobatan, dan baru sadar lukamu pasti masih terbuka, kau tahu semua mencarimu kau malah disini bersama seorang pria,"Ucap General Lu Bu.

"Aku hanya diajak kemari untuk mendengar petikan lagu saja dan-UHH!,"Mata Kirie membulat saat merasakan tubuhnya digendong oleh pria itu lagi lagi. "Aku bisa jalan aku akan ke pondok sekarang, tolong turunkan aku,"

"Aku tak butuh penjelasanmu...kita harus kembali, kepondok!,"Jawabnya tegas sembari membawa Kirie dalam gendonganya.

"General ini tak baik aku rasa kau bisa turunkan aku, bagaimana jika orang melihat kita,"Ucap Kirie.

"Bagaimana kau dengan santainya, pergi dengan seorang lelaki dan bersamanyanya selama beberapa waktu,"Ulasnya.

"Tapi meski begitu kami bersama, dia tak lakukan apa pun padaku,"Ucap Kirie. Akhirnya perdebatan tak kunjung berhenti sampai mereka meninggalkan tempat itu, para pengawal sekitar hanya menggeleng kecil melihat general mereka yang sikap nya lain dari pada yang lain, para pengawal yang lewat nampak mendapat tatapan pembunuh dari sang general.

'Kami tak melihat apa-pun'
'General mah bebas'


{DAN DIKONDISI KURANG TEPAT PUN}

Li Yingqi tidak pernah merasa buram dalam menjalankan misi, namun kali ini dia merasa sangat pusing bagaimana mungkin tuan Gema harus memberikan beberapa tugas untuknya dikala dia harus menjaga dan mengurus memperkuat lingkungan istana.

"KAMPRET!,"

Beberapa catatan baru pun sudah dia terima General Lu Bu, dan Gema sekaligus untuk dipelajari. Namun mengabaikan hal itu telinga awasnya tak sengaja mendengar pembicaraan di hadapannya.

"Jalang itu, benar benar rendah berani nya sekarang justru mempengaruhi hati Panglima, apa dia sudah tak punya malu!,"Desis Sang putri yang nampak menatap dari Kejauhan, sosok Kirie yang dibawa oleh sang guru tersayang (?), Li Yingqi hanya mengeleng menatap sorot mata gurunya sedikit lebih galak pada para pengawal disana, ada apa lagi sebenarnya apa Kirie bikin ulah?.

"Apa menurut Anda, kita harus melakukan sesuatu pada jalang itu, tuan putri!,"Ucap Dayangnya.

"Sebelumnya dia juga mencoba mendekati para pria kelas tinggi, sungguh merusak pemandangan,"Desisnya.

"Tuan putri saya punya ide membuat gadis itu! Sangat menderita maukah anda mendengar cara Hamba,"Tanya Sang dayang pribadinya, membuat Sang putri tersenyum kecil, tatapan yandere sekaligus bayangan wajah dari salah satu Pangeran dari anak Cao Cao itu, sedikit menaikan adrenalinya.

"Buatlah dia merasakan apa yang dirasakan oleh perempuan hina lain, dan hancurkan dia sampai hidup atau mati pun tak mau,"Ucapnya sembari tertawa manis.

Li Yingqi yang masih mencuri pendengaran hanya menghelah nafas, sambil memasang wajah bete.

'ANAK ITU BIKIN ULAH, APA LAGI SIH !'

Dan tak jauh dari tempat Li Yingqi, seorang pria sedari tadi memperhatikan Li Yingi, Pria berambut merah jabrik nampak berjalan pergi dengan wajah yang datar.


Bersambung

Kamis-23-mei-2019

Catatan : penulis...datang lagi maap lama, karena mati lampu maka jadwal tulisan diundur sehari:b

By : VickyChou.