[Kim Taehyung, 29 tahun, CEO]
[Jeon Jungkook, 21 tahun, Idol, Mahasiswa]
.
.
VKOOK
.
Ini sudah jam tujuh malam saat Taehyung mengajak Jungkook untuk pulang ke dormnya. Namun, para wartawan itu masih setia berdiri di pintu utama masuk hotel berbintang lima ini. Akhirnya Taehyung meminta sekretaris pribadinya—Hoseok untuk menyiapkan mobil karena dia dan Jungkook akan keluar lewat pintu darurat.
"Hei kamu harus tanggung jawab ya! Coba saja kamu tidak langsung muncul di hadapanku tadi. Pasti fans-fansku tidak akan memfoto kita berdua!" Jungkook terus saja mengoceh selama perjalanan. Taehyung yang memang dari awal sudah irit bicara hanya diam saja tidak menanggapi.
"Kamu bisu ya Taehyung-ssi?" tanya Jungkook lagi. Taehyung masih diam. Karena gemas dengan tingkah sang CEO Jungkook mencubit pipi tirus itu "awwww" Taehyung meringis, dia kemudian menatap tajam Jungkook, "apa? Suruh siapa kau tidak menjawab perkataanku" kemudian Jungkook mendengus dan membuang muka.
Taehyung hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan Jungkook. Masih bocah, labil dan suka ngambek. Padahal itu bukan tipe Taehyung sekali namun pengecualian jika itu Jungkook sendiri, Taeyung suka. "dimana dormmu?" tanya Taehyung. Jungkook hanya diam ingin balas dendam sepertinya. Tiba-tiba mobil berhenti mendadak.
"Eh kok berhenti?" Jungkook lalu menengok kesamping dah homina! Taehyung tengah menatapnya dengan jarak yang sangat dekat. 10 cm..5cm..aroma mint dari nafas Taehyung tercium indera Jungkook. Aduh mereka seperti sedang berciuman. Tiba-tiba saja kilatan cahaya menyadarkan mereka berdua.
Oh. Oh. What? Itu blitz kamera wartawan! "astaga kita kepergok?! Ya tuhan aku sepertinya mesum sekali" Jungkook lalu menatap tajam Taehyung. "kamu harus tanggung jawab dua kali lipat!" kemudian Jungkook mencubit pinggang Taehyung dan menyuruhnya untuk menjalankan kembali mobil itu.
.
Kesialan ternyata belum berhenti mengikuti Jungkook. Saat mereka sampai ternyata para pemburu berita dan fans sudah memenuhi area depan dorm. "hyung bagaimana nih?" Jungkook bertanya pada Taehyung, tapi yang di tanya sedang asik memainkan handphonenya.
"Sial aku lupa!" Taehyung tidak menjawab pertanyaan Jungkook. Dia lupa jika malam ini ibunya datang ke Korea. "aku hanya akan mengantarmu oke?" kemudian mobil merah Taehyung berhenti tepat di gerbang depan dorm Bangtan.
Sepertinya mereka yang tengah berdiri di area depan itu menyadari adanya orang lain yang datang. Dan setelah melihat mobil yang sama seperti di SNU mereka tau bahwa Jungkook berada didalam.
Lalu mereka semua mulai mengerumuni mobil Taehyung. Taehyung dengan cuek keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk pemuda disampingnya. "ayo keluar" katanya. Karena banyaknya orang membuat Jungkook terdorong-dorong Taehyung sepertinya tau hal itu dan memeluk Jungkook dari samping.
"Jadi apakah kalian benar berpacaran Jungkook-ssi?" tanya salah satu wartawan
"Oppa! Kau suka dengan om-om?!" teriak salah satu fans fanatiknya.
"Aku mendukung kalian berdua Jungkook-ah" teriak fansnya dari kejauhan.
Jungkook di antar oleh Taehyung hingga sampai di depan pintu "jadi tidak ingin mampir?" Taehyung menggeleng, jepretan kamera masih terus terdengar. CEO itu kemudian melirik jam tangannya lagi "berikan aku nomor ponselmu" perintah Taehyung lalu dia menyodorkan handphone miliknya itu.
"Untuk apa? Mau modus ya?!" Jungkook mulai ke sifatnya yang awal. Taehyung yang sudah tidak punya waktu tiba-tiba saja mencium bibirnya singkat "berikan atau aku akan menciummu lagi?" Jungkook ngeblank seketika, dia langsung saja mengetik beberapa nomor di handphone itu.
Para fans yang melihatnya dicium Taehyung masih berteriak heboh di depan sana. Taehyung tidak peduli dan setelah mendapatkan nomor itu dia undur diri untuk pulang. Jungkook yang keras kepala tidak terima dilecehkan seperti itu langsung menarik lengan Taehyung dan menciumnya.
Sedot, gigit, sedot lagi. Ya Jungkook gila tapi melihat wajah shock Taehyung membuatnya ingin kembali mempermalukan sang CEO. "sampai bertemu lagi, SAYANG" kemudian Jungkook bergegas masuk ke dalam. Taehyung mengelap sisa salivanya kemudian dia mengeluarkan smirk "aggressive, aku suka"
.
Kim Taehyung kini menatap jengah wanita tua dihadapannya. Sedari tadi terus saja mengoceh tentang waktu itu adalah uang, tentang bagaimana bisa dia memberiarkan ibunya menunggu sendirian, bagaimana nanti jika ibunya itu diculik.
Memangnya ada yang mau menculik wanita tua seperti dirimu,bu? Tentu saja Taehyung mengatakan itu dalam hati. Sekarang, mereka telah sampai dirumah inginnya Taehyung segera pergi mandi, makan malam lalu mulai bekerja menyelesaikan pekerjaan yang belum disentuhnya sejak tadi.
"Taehyungieeeeee kemariii kauuu!" apalagi sih? Taehyung baru saja selesai mandi, belum pakai baju malah tiba-tiba ibunya sudah memanggil. "TAEHYUNGGGG" suara delapan oktaf milik sang ibunda membuat Taehyung mengeram kesal. Dia langsung membanting pintu itu dan turun kebawah.
Dilihatnya sang ibu tengah melihat televisi dengan serius, kemudian Taehyung melihat berita apa yang membuat sang ibu Kim Baekhyun sangat fokus dan hampir saja Taehyung terjatuh jika dia tidak berpegangan pada sofa itu.
Disana ada dia dan Jungkook yang tengah berciuman panas! Ini gila, dia bahkan tidak memikirkan wartawan sialan yang memang sudah ada di depan dorm Bangtan itu. Baru saja ingin kembali naik ke kamarnya suara sang ibu menghentikan langkahnya.
"Jadi kamu berpacaran dengan pemuda itu?" suara cempreng sang ibu membuat Taehyung merinding.
Seorang Kim Taehyung bingung ingin menjawab apa. Masa dia harus jujur kalau sebenarnya dia hanya tertarik untuk mengerjai pemuda bergigi kelinci itu, tidak lebih. Tapi dia masih sayang nyawa, jika ibunya tau bisa habis dia.
"Ibu tidak marah kok nak" Taehyung langsung menatap mata sipit sang ibunda. "ibu tidak marah?" tanya Taehyung lagi, kemudian sang ibu langsung berdiri dan berjalan mendekatinya "jadi ini alasan kamu menolak gadis yang ibu bawa saat di Paris tempo hari?"
Taehyung hanya diam, ibunya malah asik cekikikan tidak jelas sekarang. Hah, kenapa ayahnya mau sih? Eh tapi kalau tidak ada ibu, Taehyung juga tak pernah terlahir. "sudahlah, ibu hanya heran ada yang mau denganmu, Tae"
Taehyung melotot tak suka "kamu kan sok misterius gitu, irit bicara, eh tiba-tiba ibu lihat berita ada kamu nyium-nyium idol itu" Ibunya kembali tertawa, lalu meninggalkan Taehyung sendirian di ruang tengah.
.
BigHit Ent bilang kepada media bahwa Jungkook dan Taehyung akan melakukan konfirmasi terkait hubungan mereka berdua, namun belum di pastikan tanggalnya kapan. Jungkook sih sebenarnya tidak mau, kenapa? Karena sudah jelas mereka kan tidak benar-benar berpacaran. Kenapa ini jadi sangat rumit sih?
"Kau tidak kuliah hari ini Jungkook-ah?" Jin berhenti saat melihat maknae Bangtan itu hanya tidur-tiduran di karpet ruang tengah sambil memainkan handphonenya.
"Malas hyung, lagian pasti banyak wartawan" Bagaimana Jungkook mau cepat lulus kalau begini terus. Jungkook masih asyik membuka-buka sosial medianya. Melihat komentar dari para fans. Ada sebagaian yang mendukung ada juga yang mencaci makinya.
Bilang Jungkook kelainan lah karena pacaran sama Taehyung. Ada yang berkomentar kalau Jungkook hanya ingin hartanya Taehyung. Oke Jungkook tertawa keras sekarang. Harta? Dia bahkan baru 21! Untuk apa memikirkan hal itu.
Lalu jemarinya terhenti saat melihat sebuah gambar yang di tag fans ke Instagram pribadinya. Itu foto dia dan Taehyung yang berciuman kemarin di depan dorm.
"Wow guys seriously control your hormone" begitu isi captionnya.
Jungkook hanya memutar bola matanya, malu juga sih sebenarnya melihat 'itu'. Taehyung bagaimana ya reaksinya saat melihat foto mereka? Ah tapi kan Taehyung itu sibuk pasti dia rapat sana sini dan tidak mempunyai waktu untuk sekedar melihat tv.
.
Malamnya saat semua member Bangtan selesai makan malam. Ponsel Jungkook bordering dengan keras.
+56 0000
Nomor siapa? Pikirnya. Kemudian dia menjawab "hallo?" suara Jungkook, "aku didepan cepat keluar. 5 menit!" setelahnya sambungan telfon mati. Butuh beberapa menit hingga Jungkook sadar bahwa yang menelfonnya adalah Taehyung.
Dengan dibantu Jin hyung kesayangannya yang sangat perhatian, Jungkook sekarang memakai jaket kulit berwarna hitam, celana jeans hitam sobek-sobek, serta sneakers berwarna putih. Tidak lupa dia memakai masker hitam untuk menutupi mukanya.
Didepan sana, mobil Taehyung sudah standbye.
"Kau terlambat" ujar Taehyung dengan nada datar. Jungkook nyengir tidak bersalah "maaf ya mendadak sih, kita mau kemana hyung?" Taehyung tidak menjawab dan langsung menjalankan mobilnya. Lagi-lagi Jungkook dikacangin.
Setelah keheningan sepanjang perjalanan tadi, akhirnya mobil merah ini berhenti di sebuah hotel. Kenapa Taehyung senang sekali pergi ke hotel-hotel ini ya? Ah Taehyung kan yang mempunyai ini. Jungkook mulai asyik dengan dunianya saat tiba-tiba tangannya di genggam Taehyung.
Suasananya sangat romantis! Begini ya jika beneran punya pacar orang kaya. Bisa makan malam mewah seperti Jungkook sekarang, walaupun tidak sungguhan menjalin kasih dengan CEO didepannya ini tapi akhirnya Jungkook bisa merasakannya.
Duduk di meja yang menyuguhkan pemandangan menakjubkan dari lantai 150 ini. Ternyata hotel ini memiliki restaurant paling bagus yang pernah Jungkook tau. "pesanlah.." suara Taehyung memerintah. Jungkook pout sambil melihat menu yang telah disampul sedemikian rupa sehingga terlihat mewah ini
.
Bisa tidak sih, Taehyung berbicara tanpa nada memerintah? Jungkook jengkel mendengarnya. " bisa langsung main coursenya saja?" Jungkok bertanya kepada pelayan, pelayan itupun mengangguk dengan tersenyum "Grilled Salmon Steak satu lalu dessertnya aku pesan Seasional Fruit saja. Minumnya air putih terimakasih"
Jungkook menurunkan menu itu, kemudian matanya memandang Taehyung yang tengah serius membaca satu persatu tulisan di menu "Grilled Beef Striploin untuk main course, Pumpkin Ravioli, dan White Chocolate and Bread Pudding, dan air putih juga" Taehyung berucap, dan pelayan itu mengundurkan diri.
"Makanmu banyak sekali" Jungkook memulai pembicaraan. Taehyung hanya diam menatapnya. Sebenarnya tadi Taehyung ingin makan malam sendiri, namun dia tiba-tiba rindu suara bocah kelinci itu. Jadilah dia pergi ke dorm dan mengajaknya keluar.
"Belum makan, ada meeting sejak tadi sore" akhirnya Taehyung menjawab. Jungkook menatap Taehyung yang juga tengah menatapnya. Detik itu juga Jungkook sadar bahwa Taehyung memang tampan. Walaupun sekarang mukanya kusut, mungkin dia sangat lelah.
"Agensiku secepatnya akan melakukan press conference" Ujar Jungkook sambil menopang dagunya dengan sebelah tangan. "Lalu?" tanya Taehyung.
"Lalu katamu?! Yang benar saja, itu hari penentuan karirku tau! Bagaimana kalau banyak yang tidak suka?" Jungkook melotot, Taehyung tiba-tiba saja tertawa pelan. Pelan banget tapi Jungkook langsung speechless.
"Kamu berlebihan." Kemudian Taehyung menatap Jungkook, "pokoknya selama kamu masih menyembunyikan berkas itu. Aku akan terus menjadi pacar pura-pura mu dan aku tidak segan untuk berbuat hal-hal dewasa di hadapan umum"
"Heii! Apa-apaan seolah aku yang mengemis untuk dijadikan pacar olehmu dasar pedofil dan EWWW mamahhh! ada om-om mesum sekaliii" Jungkook berteriak yang membuat semua pengunjung melihat kearah mereka.
"Hei tidak usah berteriak bocah! Memang benar kan? lagian kamu beruntung mendapatkan pacar settingan seperti aku" the hell sejak kapan pak tua didepannya ini jadi narsis? "menjijikan.." Jungkook langsung menjulurkan lidahnya lalu berpura-pura ingin muntah.
Tak lama makanan mereka datang, Jungkook makan dengan lahap sekali. Dia belum pernah makan di tempat mahal seperti ini yang mungkin makanan yang sedang ia makan seharga satu setengah juga won. Wow. Maaf hyungdul di dorm, kalian tidak dapat menikmati makanan dari surga ini—batin Jungkook.
"Wow seperti rakyat jelata yang baru mendapatkan jatah makan dari tuannya" ejek Taehyung. "diamlah, aku sedang menikmati ini. Oh nikmatnya~~" Jungkook terus sama memakan makanan itu, dengan ekspressi seperi sedang menahan nikmat.
Taehyung berhenti memakan hidangannya itu, dia fokus kepada Jungkook yang berada di hadapannya. Bagaimana cara Jungkook memotong daging itu dengan anggun lalu memakannya perlahan. Bibir itu merah sekali.
Glup,
Taehyung menelan salivanya gugup. Dia bisa menahan hormonnya kan? bahkan di kantornya saja dia bisa dengan santai bekerja walau pegawai-pegawai wanita itu berpakaian seksi. Tapi ini, dengan dia melihat bibir Jungkook saja pikirannya mulai tidak waras.
"Hei paman pedofil!" seru Jungkook lantang.
"Pak, paman, om. Kenapa tidak daddy sekalian Jungkook-ssi?" Taehyung membalas dengan mengeluarkan smirknya, detik itu juga sebuah bunga palsu yang ada didepan Jungkook sukses terlempar mengenai kemeja Taehyung.
"Ya tuhan. Jadi kau benar-benar pedofil?!" Jungkook tidak habis pikir dengan orang dihadapannya ini. Daddy katanya? Astaga! Demi kolor kesayangannya, itu menjijikan.
"Berisik! Cepat habiskan makanmu" perintah Taehyung.
Mereka makan dalam hening. Tidak ada yang berbicara seorang pun, hanya terdengar alunan musik klasik dari sebuah orchestra di depan sana. Jungkook selesai terlebih dahulu. Dia mengelap bibirnya dengan serbet lalu menatap Taehyung yang masih makan.
Wow. Taehyung makan dengan sangat anggun. Lihat bagaimana cara dia menggunakan sendok beserta garpu itu, pasti sejak kecil dia sudah di ajarkan table manner oleh orangtuanya.
"Puas dengan apa yang kau lihat Jeon Jungkook?" Jungkook mengusap tengkuknya canggung. Malu sekali ketahuan mengintip ups. "habis kau lama sekali sih makannya. Habis ini kemana?" tanya Jungkook tidak sabaran.
"Ke rumahku. Kamu menginap" jawab Taehyung mutlak. Mulut Jungkook terbuka dengan sangat lebar, malu-maluin sebenarnya. Tapi biarlah.
"Apa? Me-menginap?" persetan dengan suaranya yang mendadak gemetar. Gila! Menginap di rumah orang yang baru kau kenal? Bagaimana jika di dalam rumah Taehyung ada satu kamar tersembunyi dan di dalamnya ada banyak mainan sex? Uh Jungkook pasti terlalu menghayati menonton Fifty Shades.
"Kenapa? Bukankah sebentar lagi kita akan melakukan press conference? Bagaimana nanti jika di tanya wartawan mengenai kapan kita bertemu? Sudah berapa lama kita berpacaran? Lalu kamu jawab apa? Kita bisa membicarakannya dirumahku—"
"Lagipula, kamu tidak ada jadwal kan?" oke Taehyung sangat pintar bernegosiasi. Dan baru kali ini dia berbicara panjang lebar, mungkin jika ada ibunya disini dia akan merekam suara Taehyung dan langsung mengirimnya ke sang ayah.
"Hah, terserah kau saja. tuan pemaksa"
.
Setelah sampai, waktu sudah tengah malam. Ternyata Taehyung masih tinggal di rumah orang tuanya, ya walaupun terkadang dia menginap di apartemen dekat kantornya. Ini yang membuat Jungkook terheran. Bukankah usia Taehyung sudah 29 ya? Kok masih betah tinggal bareng mama dan papa pft. Jungkook jadi ingin tertawa. Apa sebenarnya Taehyung itu anaknya manja? Terus muka dinginnya hanya dijadiin topeng agar orang-orang takut padanya. Jenius sekali Jungkook!
Kamar Taehyung di lantai 3. Oh ngomong-ngomong rumah ini besar sekali. Jungkook yakin jika dia sendirian pasti akan tersesat. Rumah orang tua Taehyung seperti rumah orang-orang kaya yang Jungkook lihat di serial drama. Banyak penjaga, pelayan, dan pengamanannya sangat ketat.
Jungkook jadi merasa kecil. Padahal kan dia seorang idol, harusnya dia cukup pede dengan professinya yang juga menghasilkan banyak uang, tapi jika harus dibandingkan dengan keluarga Kim ini? Sudahlah jauh sekali.
"Kamu tidur dikamarku saja, kamar tamunya ada setan" Taehyung menarik tangan Jungkook kencang, Jungkook sudah bermuka pucat saat Taehyung berbicara seperti itu tapi detik berikutnya Taehyung tertawa, membuat Jungkook langsung mencubit perut pemuda itu.
"Mengerjaiku?! Sialan Kim" Jungkook langsung masuk ke kamar Taehyung dan langsung merebahkan diri di kasur. Biasanya orang akan canggung jika pertama kali bermain ke kamar seseorang, namun Jungkook tidak. Biarin aja, yang penting kamar ini bagus sekali!
"Hei, gosok gigi dan cuci kaki dulu anak kecil!" Taehyung menarik kaki Jungkook hingga Jungkook terjatuh ke lantai dingin. Jungkook yang kesal hanya menendang tulang kering Taehyung dan langsung berlari ke kamar mandi.
"Bagaimana kalau kamu saja yang mandi? Apa perlu aku mandikan sayang?!" jawab Jungkook enteng. Matanya melirik manja Taehyung yang tengah menatapnya. Bibirnya ia gigit supaya menggoda iman Taehyung.
Taehyung kemudian mendekat kearah Jungkook, menarik pinggang pemuda yang lebih pendek lalu merapatkannya. "Kamu menantangku?" kemudian Taehyung langsung menunduk dan menghirup dalam aroma yang ke luar dari belahan leher Jungkook.
"Hm menurutmu daddy?" Jungkook tidak mau kalah. Lidah Taehyung perlahan menyusuri leher putih milik Jungkook, membuat Jungkook harus menggengam erat kemeja Taehyung. "Kamu nakal juga ya hahaha ternyata Jeon Jungkook sang maknae kesayangan Bangtan bisa senakal ini?"
Baru saja Taehyung ingin membuat tanda merah di leher itu tiba-tiba pintu di buka dengan sangat kasar. Munculah seorang wanita yang tengah memakai masker. "OH ASTAGA, apa ibu menggangu nak?" tanya Baekhyun.
Keduanya menatap satu sama lain, lalu segera melepaskan diri. Sial padahal tadi sedang seru—Taehyung. Jungkook hanya bisa garuk-garuk kepala lalu mendekat kearah Baekhyun "Selamat malam, tante perkenalkan namaku Jungkook"
Baekhyun lalu tertawa, memeluk Jungkook gemas. "salam kenal Kook-ie! Panggil ibu saja ya? Wah jadi tadi lagi pemanasan ya?" Taehyung menatap malas sang ibu "sudahlah bu, ada apa ke kamarku?" tanya Taehyung to the point.
"Aku kira ada maling Taehyungie, habis berisik sekali. Yasudah maaf menggangu, ibu ke kamar dulu. Jangan berisik ya!" setelahnya ibu Taehyung keluar sambil menahan tawa.
"Hah ada-ada saja" selanjutnya Taehyung berlalu ke kamar mandi. Terdengar suara shower dari dalam. Ternyata Taehyung langsung mandi. Jungkook melepas kaos kakinya, sekarang dia hanya memakai kaus dan celana pendek.
Dia menatap langit-langit kamar Taehyung, dengan tangan yang di jadikan bantal dia berpikir.
"Apa aku kasih saja berkas perusahaan Taehyung itu ya? Tapi jika nanti aku kasih, apakah Taehyung akan meniggalkanku?" Jika Taehyung pergi berarti Jungkook harus sendirian menghadapi skandal ini, itu tidak bisa! Namun jika dia bersama Taehyung setidaknya dia tidak sendirian.
Baru saja ingin memikirkan kemungkinan-kemungkinan lain tiba-tiba Jungkook merasakan pergerakan di sampingnya. Great Taehyung ternyata sudah selesai mandi, dan oh ya tuhan Taehyung walaupun dilihat dari belakang ternyata ganteng juga.
Bahunya lebar, pasti enak jika di peluk. Jungkook langsung memalikan badan, malu dengan pikirannya sendiri. "Sikat gigi dulu, Jungkook" itu suara Taehyung. Jungkook langsung berdiri dan berjalan ke kamar mandi. Jantungnya seperti melompat-lompat.
"huuuu jantung sialan, calm down please"
.
.
TBC
Jk dan Tae sama-sama mesum sepertinya hm.
Selamat membaca ya!
Jangan lupa reviewnya! Thank u semua.
