[Kim Taehyung, 29 tahun, CEO]

[Jeon Jungkook, 21 tahun, Idol, Mahasiswa]

.

.

VKOOK

.

Selama 21 tahun dalam hidupnya Jungkook belum pernah merasa jantungnya berdebar hanya karena seseorang, terlebih orang itu adalah pria. Jungkook pernah terlibat skandal dengan sesama idol, itupun karena 'noona' itu yang memulai. Ya noona, dia leader dari girlband Marshmallow yang sudah terkenal.

Jungkook ingat, wanita itu mendatanginya dan langsung menyatakan perasaan bahwa dia suka Jungkook. Jungkook yang memang saat itu sedang jomblo dan kehabisan stok teman chatting langsung mengiyakan tanpa pikir panjang.

Keesokan harinya, Sejin hyung—menejer Bangtan memarahinya habis-habisan. Jungkook yang sudah kebal malah tidak peduli dan masuk kamar. Hingga tiba pemberitaan tak sedap tentang dia dan xxx membeli sebuah kondom di apotik. Gila. Dasar wartawan sinting. Jungkook langsung mengamuk saat itu juga.

Dia sudah tobat, tidak akan terlibat skandal macam itu tapi nyatanya sekarang dia terlibat dan lebih parahnya lagi orang itu adalah seorang pebisnis muda yang sukses. Anak dari Kim Chanyeol yang mempunyai saham terbesar dari Samsung, great.

.

Jungkook perlahan membuka matanya, merasakan kulitnya yang terkena paparan sinar matahari pagi. Perlahan dia bangkit, dan melihat kesamping ternyata Taehyung masih tidur. Jungkook lalu melihat kearah jam digital di atas meja itu, masih jam enam pagi.

Dia lalu turun, memakai kembali celana jeansnya dan perlahan turun ke lantai bawah. Di dapur dia melihat ibu Taehyung sedang memasak. Padahal orang kaya tinggal suruh chef handal kan bisa? Ah mungkin untuk orang spesial.

"Selamat pagi, bu" sapa Jungkook. Baekhyun langsung membalikan badan dan tersenyum "Selamat pagi Kookie, wah sudah bangun? Masih pagi loh" Jungkook hanya tersenyum lalu mendekat "terbangun, ibu masak apa?" tanyanya.

"Salad buah untuk sarapanku, lalu nasi goring kimchi untuk kalian berdua" Jungkook lalu ikut membantu mengiris-iris buah itu, "eh tidak usah kamu duduk saja ya?" Jungkook jadi tidak enak, tapi suara ibu Taehyung kembali terdengar "lebih baik kamu bangunkan Taehyung oke?"

"Baik, komandan hehe" Baekhyun hanya menggeleng pelan, kelakuan Jungkook masih seperti anak-anak. Mungkin itu yang membuat Taehyung—anaknya gemas dan menjadikan dia kekasihnya. Gema langkah Jungkook terdengar, dia menaiki tangga satu persatu dan tibalah di kamar Taehyung.

Dia membuka pintu itu perlahan, disana ternyata Taehyung masih tertidur. Jungkook menahan nafas kala melihat bagaimana paras tampan Taehyung saat tidur. tampan sekali. Jungkook mengambil ponselnya lalu memfoto lelaki dihadapannya ini.

Puas dengan hasilnya, dia menggoyang pelan bahu Taehyung. "Hei bangunnnnn!" teriak Jungkook. Taehyung masih setia memejamkan matanya, tidak terusik sedikitpun. Jungkook kesal langsung mencubit keras pipi itu, dan berhasil! Kedua mata itu terbuka.

"Senang sekali mencubitku ya Jeon?" Taehyung bersuara, dia bangun perlahan lalu mengusap pelan wajahnya. "kau susah sekali dibangunkan, Kim. Cepat cuci muka. Ibu menunggu dibawah" setelahnya Jungkook keluar dari kamar Taehyung.

Di meja makan, Jungkook melihat ada berbagai macam susu serta buah-buahan. Seperti makanan empat sehat lima sempurna. "ah, Jungkookie apa Tae sudah bangun?" Ibu Taehyung melepas apron itu, dia langsung duduk di sebelah Jungkook.

"Sudah, susah sekali bu. Seperti mayat" Baekhyun tertawa "iya padahal umurnya itu sudah mau kepala tiga loh" "senang sekali membicarakanku.." suara langkah kaki terdengar. Ternyata Taehyung sudah siap. Cepat sekali, apa dia tidak mandi? Tanya Jungkook dalam hati.

"Nah, sudah berkumpul semua silahkan makan anak-anak" pelayan itu langsung mengisi gelas Jungkook dengan air putih setelah tadi menanyakan Jungkook ingin minum apa, aduh enaknya di layani. Taehyung duduk disebelah Jungkook, sedangkan sang ibunda pindah menjadi di depan—seperti memimpin sarapan.

"Kamu baik-baik aja?" tiba-tiba Taehyung buka suara, karena sedari tadi hanya terdengar dentingan garpu dan sendok yang beradu. Jungkook berhenti makan, dia menatap Taehyung bingung "aku? tentu baik-baik saja kok, memang kenapa?" tanya Jungkook balik.

Taehyung masih menatap Jungkook, lalu tangannya mengusap pelan kantong mata Jungkook yang menghitam "kamu seperti kurang tidur, apa semalam tidurmu tidak nyenyak?" sepertinya mereka berdua melupakan eksistensi seorang Kim Baekhyun disini.

Baekhyun menatap tidak percaya pada putra semata wayangnya itu. Dia merasa apakah ini mimpi? Anaknya Kim Taehyung yang dulu sangat bandel, playboy cap kakap, dan dingin kepada siapapun memberikan perhatian semacam ini?

"Tidak terlalu, hehe tapi tak apa kok. Nanti kan bisa di samarkan" kemudian Jungkook langsung menyelesaikan sarapannya. "wah, drama romantis di pagi hari~" ujar Baekhyun dengan nada ceria. Dia berseri melihat bagaimana interaksi keduanya.

"Ini pertama kalinya Taehyung mengajak kekasihnya kerumah, Jungkookie" Jungkook tersenyum gugup, aduh jika ibu tau bahwa kami hanya berpura-pura. Maaf bu huhu. "mungkin beberapa hari lagi agensi Jungkook akan menyuruh kami untuk melakukan press conference" ujar Taehyung.

Baekhyun hanya tersenyum, puteranya sudah dewasa dan mau menerima resiko jika berpacaran dengan seorang idol macam Jungkook andai Chanyeol di rumah sekarang. "baiklah, semangat ya kalian berdua! Ibu mendukung kok. Jungkook jangan dengarkan haters itu oke?" mereka berdua tersenyum.

.

Setelah selesai Jungkook izin kepada ibu Taehyung untuk mandi, dia belum sempat tadi. Setelah bertanya pada Taehyung dimana baju dan celanya untuk dia pakai hari ini, Jungkook perlahan menyalakan shower dan merasakan butir-butir air menerjang tubuhnya.

"Aku jadi tidak enak dengan Ibu" monolog Jungkook. Ya, tentu dia merasa seperti itu. Membohongi orang tua itu bukan gaya dia sekali. Tapi masa harus jujur bahwa sebenarnya mereka hanya berpura-pura karena tidak sengaja tertangkap kamera saat di kampusnya. Ah sudahlah tidak usah di pikirkan—Jungkook.

Sementara Taehyung yang memang sudah mandi tadi, dia tengah berganti baju di ruang pakaiannya yang di penuhi oleh kemeja-kemeja formal dengan berbagai warna, jas yang juga dengan berbagai warna, laci jam tangan yang berada di tengah, serta dasi dengan berbagai motif. Dia memilih kemeja berwarna soft blue dengan dipadu celana kain hitam yang pas di kaki jenjangnya. Dia lalu memakai jas hitam polos dan membawa kaki itu keluar dari ruangan.

Taehyung mengambil beberapa berkas yang di beri sekretaris pribadinya—Hoseok dan membaca sebentar sambil menunggu Jungkook selesai mandi. "lama sekali mandinya, sudah satu jam" ujar Taehyung lalu melihat pintu kamar mandi yang masih tertutup.

Lima belas menit kemudian pintu itu terbuka. Disana Jungkook tengah mengeringkan rambutnya sambil berjalan pelan menuju nakas tempat tidur. Ternyata Jungkook mengambil ponselnya. Dia memutar lagu dan menyanyi.

"Aku ada meeting jam sembilan sampai makan siang" ujar Taehyung. Jungkook berhenti bernyanyi, lalu menatap Taehyung "lalu?" Taehyung berdiri "aku ingin mengajakmu ke kantor, sekalian makan siang bersama" "—kamu bisa menunggu di ruanganku" Jungkook mendengus tidak suka "Ih males banget gak mau" balasnya.

"Terus kamu mau sendirian disini? Ibuku pergi menemui ayah. Kamu tau kan kalau siang juga hantu masih bisa berkeliaran" Taehyung mencoba menakut-nakuti Jungkook lagi. muka Jungkook langsung pucat pasi "okeeee Kim you win" jawab Jungkook pasrah.

.

Taehyung dan Jungkook sampai tiga puluh menit kemudian. Mereka berdua di sambut oleh Hoseok, Taehyung hanya mengangguk lalu mereka memasuki gedung tinggi itu. Wow, Jungkook kagum sekali gedung ini sangat futuristic. Dan yang membuatnya ingin gigit jari adalah orang yang kini tengah menggenggam tangannya adalah pemilik sah dari gedung ini.

Ternyata ada beberapa wartawan yang sengaja standby di depan Kim Enterprise dan sialnya Jungkook tidak menyamar. Dia tidak memakai apapun yang menutupi wajahnya. Tapi beruntung tadi Taehyung menarik badannya agar mendekat dan menyembunyikan wajah Jungkook yang ingin mereka abadikan.

Bisik-bisik terdengar saat Jungkook serta Taehyung dalam perjalanan menuju ruang pribadi sang CEO. Jungkook merasakan telinganya memanas "eh jadi mereka benar-benar berpacaran ya? Wow daebak!" ucap salah satu resepsionis di lantai dasar itu, "lihat! Presdir sangat menyayangi pemuda itu kurasa" tanggap yang satunya lagi.

"Tapi, umur mereka beda jauh kan?" Jungkook menajamkan pendengarannya "Iya beda delapan tahun kalau tidak salah. Apa dia hanya ingin harta Presdir?" hah, Jungkook menghela nafas. Kenapa sih semua orang menuduhnya hanya ingin harta? Hei aku juga punya penghasilan sendiri tau!

"Sudahlah jangan di dengarkan, nanti biar ku pecat saja mereka" ucap Taehyung. Jungkook menatap Taehyung kesal "apa-apaan kau seenaknya saja memecat seseorang. Jangan! biarkan saja, toh sudah biasa bagiku" jawab Jungkook.

Taehyung hanya diam, mereka berdua di dalam lift pribadi yang khusus di pakai untuk CEO saja. Hoseok tadi izin untuk membelikan Taehyung kopi, dan Tringgg! Sampailah mereka di lantai paling atas gedung ini. Lantai ini di dominasi warna hitam dan putih, persis seperti kamar Taehyung. Apa Taehyung suka warna ini?

Taehyung langsung membawa Jungkook masuk ke ruangannya. Jungkook kembali di buat terkagum dengan ruangan ini, bagaimana tidak hampir 50% ruangan ini jendelanya adalah kaca-kaca besar. Jungkook dapat melihat dari atas bagaimana padatnya kota Seoul saat ini.

"Wooooa keren sekaliii" Jungkook masih setia memandang keluar jendela, Taehyung hanya diam memperhatikan, lalu dia mengambil laptop di mejanya dan berkata "disini saja, aku akan selesai saat jam makan siang" Jungkook hanya mengangguk lalu terdengar suara pintu tertutup.

"Ah aku harus memberi tau Jin hyung" pikir Jungkook, lalu dia membuka aplikasi video call dan mencari nama Seokjin disana. Tidak lama berselang seorang lelaki berambut blonde memenuhi layar ponsel Jungkook. "Halloooooooo Jin hyung khehkehkeh" sapa Jungkook.

Jin yang sepertinya habis bersih-bersih langsung berteriak "KENAPA BARU MENGHUBUNGIKU,BODOH? SIBUK DENGAN CEO ITU YA? WAAA" Jungkook hanya tertawa pelan, lalu dia bercerita tentang bagaimana tempat kerja Taehyung yang keren, tentang bagaimana rumahnya juga yang tidak kalah keren, dan tentang ibunya Taehyung.

"Kuharap kali ini kamu tak main-main Jungkook-ah" jawab Jin, Jungkook terdiam sebentar dan tersenyum "we will see. Ah sudah satu jam hyung, aku takut mengganggumu. Nanti ku telfon oke?" setelahnya video call itu berakhir.

Jungkook yang 'gabut' tidak tau ingin melakukan apa mulai menjelajahi ruangan pribadi Taehyung ini. Dia mendudukan diri di kursi kulit yang Jungkook taksir mungkin harganya ratusan juta ini. Di meja kerja Taehyung banyak sekali berkas-berkas, lalu ada sebuah foto keluarga.

Jungkook mengambil itu, dia tertawa. Di sana Taehyung tampak konyol karena tersenyum paksa. Itu adalah sebuah foto kelulusan saat Taehyung berhasil menyelesaikan studi S2 nya di Amerika. Di sebelah kanannya ada seorang pria bertubuh tinggi tegap dengan senyum yang menawan. Jungkook sering melihat dia, Kim Chanyeol di tv khususnya di acara amal-amal yang membagikan bantuan kepada masyarakat tidak mampu.

Lalu, di kanan Taehyung ada ibunya, Kim Baekhyun tampak cantik dan sepertinya dia yang memaksa Taehyung tersenyum seperti itu. Potret keluarga yang sempurna, pikir Jungkook. Sudah kaya, mereka semua mempunyai wajah rupawan, hah dunia ini sangat tidak adil.

Jungkook lalu berjalan ke sebuah ruangan dengan pintu berwarna hitam, jantungnya berdetak kencang. Apakah. Apakah di ruangan ini adalah tempat sex toys itu berada? Jungkook langsung memukul kencang kepalanya. Astaga, pikiranku kenapa jadi kotor seperti ini sih?

Dibukanya pintu itu perlahan, Jungkook mengintip dan oh ternyata itu ruang ganti Taehyung. Terlihat banyak baju formal, maupun baju santai serta sepatu-sepatu yang berjejer rapi di kanan dan kiri ruangan. Sepertinya dia sibuk sekali hingga harus menaruh baju disini.

Inginnya menjelajah lagi tapi perutnya berbunyi terus. Saat melihat jam ternyata sudah jam setengah dua. "apanya yang selesai saat makan siang. Apa dia mengerjaiku?" ucap Jungkook. Dia lalu merebahkan tubuhnya di sofa kulit itu, tangannya terlihat mengetikkan sesuatu.

To : Kim-tua-Taehyung

PAK.

BAPAK.

KIM

TAEHYUNG

AKU

LAPAR

CEPAT

BELIKAN

AKU

MAKAN

JIKA

TIDAK AKU AKAN MATI!

CEPAT CEPAT

PALLI

KIMMMMMMMMMMMM

Jungkook mengirimkan pesan itu satu persatu. Biarkan saja si Taehyung itu merasa terganggu. Jungkook seperti orang kesetanan jika sudah kelaparan.

.

Taehyung masih memimpin rapat itu didepan para kliennya. Saat tengah membahas tentang rencana tahunan perusahaan tiba-tiba ponsel di atas meja itu bergetar, Taehyung tidak ambil pusing dan lanjut dengan slide berikutnya, tapi dering ponsel itu semakin menggangu.

Taehyung melihat dan ternyata Jungkook yang mengirim pesan. Baru saja ingin membalas dengan singkat tiba-tiba ponselnya berbunyi. Taehyung meminta maaf pada kliennya yang kebanyakan berusia di atas lima puluh tahunan.

"Angkat saja Presdir, siapa tau penting" ucap salah satu kliennya. Taehyung pun mengiyakan dan langsung menjawab,

"Jungkook! Aku lagi meeting!"

"AKU LAPAR KIM TAEHYUNG-SSI. CEPAT BELIKAN AKU MAKANAN. CEPAT. CEPAT" Taehyung menjauhkan ponsel itu dari telinganya, Jungkook yang berteriak benar-benar membuatnya gila.

"Sebentar lagi selesai, berisik sekali sih. Tahan oke?" jawab Taehyung. Taehyung tidak percaya ini, sungguh Jungkook benar-benar kekanakan. Tiba-tiba Taehyung mendengar suara tawa, dia melihat semua kliennya tengah tertawa pelan.

Ah ternyata gossip itu sudah menyebar dengan sangat luas ya. Sepertinya semua orang di kantor ini tau antara Taehyung dan Jungkook. "Presdir, lebih baik sudahi saja meeting ini. Toh semua intinya sudah di sepakati kan? kekasih anda juga sudah menunggu" ucap salah satu klien yang duduk di dekat Taehyung.

Wajah Taehyung perlahan memerah, namun dengan cepat dia bisa mengendalikannya. Dia tersenyum sedikit "baiklah, kita sudahi saja. terima kasih" lalu semua yang ada diruangan itu membungkuk hormat pada Taehyung dan berjalan keluar.

.

Taehyung membuka pintu itu dengan kasar, dia kesal karena Jungkook mengacaukan rapatnya. Padahal tinggal beberapa slide lagi untuk menyelesaikan itu, tapi Jungkook sialan itu malah menelfonnya. Dan ditambah lagi dengan melihat bagaimana posisi Jungkook sekarang membuat darah Taehyung naik seketika.

Disana Jungkook tengah duduk, dengan kaki yang diletakan di atas meja, sebelah tangan di letakan di belakang kepala. Dia tersenyum tanpa dosa! Sabar Taehyung. "KAUUU!" Taehyung mendekat kearah Jungkook di tariknya baju itu dengan kasar menyebabkan tubuh mereka berdua menempel.

"Kan sudah kubilang untuk menunggu. Kenapa malah menelfon?!" desis Taehyung tak suka, Jungkook malah melebarkan senyumnya yang menyebabkan gigi kelinci itu terlihat "ops, apa aku menggangu Presdir?" tanya Jungkook

"Menurutmu Jeon? Ingat ya jangan pernah bermain-main denganku" kemudian Taehyung melepas jas itu, membuangnya sembarangan dan langsung berlalu mengambil segelas air dingin di kulkas mininya. "maaf, habis aku lapar sekali" ucap Jungkook dengan nada memelas.

"Kau bisa menyuruh Hoseok untuk membelikanmu sesuatu Jungkook!" jawab Taehyung. Dia mendudukan diri di sofa itu, memijit pelan pangkal hidungnya, sungguh Taehyung tidak habis pikir dengan Jungkook.

"Maaf, hyung" Jungkook mendekat kearah Taehyung, dia merengut sedih. Tangannya tiba-tiba saja di angkat dan meminjat pelan pundak Taehyung. Taehyung yang sadar hanya diam saja. Heran juga bukannya Jungkook itu brutal ya?

Taehyung masih diam, sementara Jungkook juga masih setia memijat-mijat "capek sekali ya?" tanya Jungkook lagi. Taehyung membuka matanya, melirik Jungkook tajam "menurutmu?" mata bulat Jungkook memerah, Taehyung hanya menghela nafas dan berdiri "ayo makan kelinci" kemudian Jungkook memekik senang.

.

Keduanya memutuskan untuk makan di Mcdonalds, sebenarnya bukan keputusan bersama melainkan Jungkook sendiri. Seperti saat di mobil Taehyung harus rela memperbesar volume radio karena Jungkook terus menerus berteriak ingin makan cheese burgernya Mcd.

"HYUNG POKOKNYA AKU MAU MCD TITIK!" kalimat itu terus di ucap Jungkook hingga membuat Taehyung jengkel dan banting stir hingga berbelok ke Mcd di kawasan Seoul itu.

Sebenarnya juga Taehyung tidak suka makanan sampah seperti ini. Junk Food itu menjijikan pikirnya. Dan dia juga tidak mau makan di sini, lihat bagaimana tempat ini ramai pengunjung, terlebih banyak sekali anak baru gede macam Jungkook yang tengah mengobrol bersama teman-temannya. Berisik.

"Drive thru saja ya?" pinta Taehyung, namun di tolak mentah-mentah oleh Jungkook. Jungkook bilang kalau drive thru dapat saosnya sedikit cuman dua atau tiga sachet, dan Jungkook tidak suka. Berbeda dengan makan di tempatnya, bisa mengambil saos sepuasnya.

"Terselah, tapi kamu kan gak pakai masker?" tanya Taehyung lagi, membuat Jungkook sedikit merenung. Iya juga sih, bisa masalah kalau dia ketauan belum lagi kalau ketemu fans-fansnya, gak nyaman. "tapi aku mau makan disitu hyung" pinta Jungkook dengan nada memelas.

"Hyung, mau disitu~~~" pinta Jungkook kali ini sambil menarik-narik kemeja Taehyung. Taehyung menghela nafas dia lalu menelfon sekretarisnya Jung Hoseok.

"Hallo, Hoseok? Aku minta tolong kosongkan Mcdonalds Seoul sekarang juga. Usir semua pelanggan" Begitu pintanya, Jungkook di sebelahnya terbengong, dia berhenti menggoyangkan kemeja Taheyung "hyung, kau mengosongkan restaurant itu?!" teriak Jungkook.

"Wae? Bukannya ingin makan disitu? Yasudah tunggu mereka mengosongkannya dulu" jawab Taehyung cuek. Sungguh Jungkook tidak habis pikir dengan jalan pikiran Taehyung yang kelewat simple sampai bikin bingung.

Iya sih, jika ingin makan di situ tanpa di kerumuni fans-fans cara sederhananya adalah mengosongkan tempat tersebut, tapi tetap saja mustahil bagi Jungkook. Untuk mengosongkan satu lantai saja biayanya mahal sekali, tapi Taehyung dengan entengnya menyuruh untuk mengosongkan satu restaurant? Benar-benar gila.

"Uangmu banyak juga ya pak tua" ucap Jungkook.

"Hm, aku juga bingung menghabiskannya" jawab Taehyung sombong.

"Berikan aku uang juga dong, boleh?" Jungkook mencoba matre. Siapa tau dia bisa membeli mobil seperti Taehyung ini, kan keren. Taehyung melirik Jungkook malas, "Heh, mending kamu jadi babuku saja. nanti aku gaji dapat uang kan?"

Jungkook langsung memukul kepalaTaehyung keras"sialan kau!". Setelah menunggu selama dua puluh menit restaurant itu sepi.

.

Para pengunjung yang sedang makan siang berkerumun di luar, mereka semua bertanya-tanya kenapa Mcd itu harus di kosongkan, dan banyak sekali orang-orang berbadan tegap berjaga di sepanjang area parkir.

"Hyung, apa tidak terlalu berlebihan?" tanya Jungkook lagi. Sejujurnya Jungkook merasa tidak enak hati dengan pengunjung yang tengah menyantap makan siangnya, Jungkook yakin setelah mereka semua tau siapa dalang di balik 'di kosongkannya Mcd' haters Jungkook semakin banyak.

"Sudahlah jangan terlalu dipikirkan, ayo katanya lapar" kemudian Taehyung menarik Jungkook untuk keluar. Sinar matahari yang menyilaukan mata membuat Jungkook agak menyipit. Dia di tarik paksa oleh Taehyung agar cepat sampai ke dalam.

Semua pengunjung itu menatap mereka berdua dari kejauhan. Ada yang berteriak heboh, ada yang menyumpahi mereka dengan kata-kata kasar karena telah membuat kehilangan selera makan. Itu membuat Jungkook semakin tidak enak.

"Hyung.. aku—" belum sempat menyelesaikan perkataannya Jungkook sudah didorong ke kasir untuk memesan "uh, aku mau double cheese burgernya. Yang paket ya?" pesan Jungkook. Lalu dia menoleh "hyung mau pesan apa?" tanyanya.

Taehyung melihat menu itu, tidak ada yang menarik sebenarnya tapi dia lapar jadi Taehyung memutuskan untuk memesan menu yang sama dengan Jungkook. "oke, jadi paket double cheese burgernya dua ya" ucap Jungkook.

Pelayan itu hanya tersenyum, dia pun tadi bingung kenapa pelanggan mereka tiba-tiba diusir. Namun menejernya itu bilang bahwa akan ada seorang idol dan pacarnya yang akan makan siang disini. Jadi, ini Taekook couple? Batin sang pelayan.

"Baik, dua paket cheese burgernya ya tuan Jungkook" ucap pelayan itu sambil tersenyum "semuanya jadi 25,000 won" baru saja Jungkook ingin membayar Taehyung langsung memberikan black cardnya. "hyungggg, aku saja yang bayar!" pinta Jungkook. Taehyung hanya menggeleng "tidak, sana cari tempat duduk" kemudian Taehyung mendorong Jungkook untuk menjauh.

"Wah kalian berdua lucu sekaliiii" pelayan itu gemas melihat mereka. Taehyung hanya diam saja mendengar celotehan dari perempuan didepannya.

.

.

TBC