[Kim Taehyung, 29 tahun, CEO]
[Jeon Jungkook, 21 tahun, Idol, Mahasiswa]
.
.
VKOOK
.
Ini adalah harinya. Hari dimana Jungkook akan melakukan press conference terkait hubungannya dengan seorang CEO dari Kim Enterprise. Di ruang agensinya, Jungkook terus-terusan mengigiti kuku karena gugup. Baru kali ini dia akan melakukan konfirmasi di hadapan publik.
Taehyung belum sampai, dia bilang akan datang kesini sekitar lima belas menit lagi. Jungkook lalu berjalan ke sana kemari, pikirannya tidak tenang.
"Aduh hyung, aku sangat gugup" ucap Jungkook kepada Namjoon. Leader Bangtan itu hanya menggeleng, lalu dia memberikan maknae kesayangan itu segelas air mineral.
"Minumlah, dan jangan gugup Jungkook-ah"
Tak lama pintu ruangan terbuka, Seokjin yang masuk bersama Yoongi sambil membawa beberapa lembar kertas. "Sejin hyung memberikan ini padaku, di sana ada deretan pertanyaan yang akan kamu dan Taehyung jawab"
Jungkook mengambilnya, membaca satu persatu pertanyaan itu. Pertanyaan yang biasa, tentang bagaimana mereka pertama kali bertemu dan lain-lain. "tapi ini hanya sebagian, bisa jadi para wartawan itu menanyaimu banyak hal" Yoongi lalu duduk di dekat Namjoon.
"Sungguh hyung aku gugup, astaga" Jungkook kemudian melompat-lompat kecil. Memang sudah begini kebiasaannya jika sedang gugup, tidak bisa diam dan hanya membuat semua hyungnya pusing. "sudahlah, seperti mau menikah saja" celetuk Jimin yang tiba-tiba datang.
Jungkook cemberut, dia melihat jam tangannya sudah lima belas menit tapi Taehyung belum datang juga. Apa dia bohong?
"Kemana sih dia?!" ucap Jungkook sambil menendang pintu masuk. Kemudian pintu itu terbuka yang menyebabkan tubuhnya terpental pelan. Jelas sekali karena tadi kan Jungkook sedang berada di belakang pintu. Baru ingin memaki karena dengan seenaknya membuatnya jatuh, tiba-tiba terlihat Taehyung yang tengah menatapnya.
"Sedang apa?" tanya Taehyung.
Jungkook ingin marah, tapi di tahan karena ya tuhan Kim Taehyung memang tampan! "tidak apa hyung hehehe" Jungkook segera berdiri. "Maaf lama, Jungkook-ah" Taehyung perlahan mendekat. Semua member yang berada di situ merasa seperti lalat yang hinggap di antara dua sejoli ini.
"Hei sudah waktunya ayo" manajer Jungkook masuk sebentar, merapikan tatanan rambut Jungkook yang sepertinya sedikit berantakan, lalu melihat Taehyung yang memang sudah sempurna itu. Sejin mengacungkan jempolnya kepada mereka berdua.
"Semangat! Ada MC disana. Jawab saja seperlunya oke?"
.
Blitz kamera memenuhi aula serbaguna di kantor Big Hit itu. Taehyung berjalan lebih dahulu, tangannya menggenggam jemari Jungkook erat. Dia lalu mempersilahkan pemuda kelinci itu untuk duduk terlebih dahulu, kemudian barulah dirinya.
Jungkook gugup, di hadapannya ada banyak sekali wartawan yang sudah siaga dengan kamera dan juga laptop pun sepertinya mereka sedang memberitakan secara langsung. MC itu perlahan bersuara.
"Press conference akan dimulai"
Kim Taehyung langsung mengambil sebuah mic yang telah di sediakan oleh panitia. Dia berdehem sebentar dan langsung berbicara dengan lancar. "selamat siang semuanya. Aku tidak ingin bertele-tele. Aku, Kim Taehyung memang sedang menjalin hubungan dengan pemuda di sebelahku. Jeon Jungkook"
Kemudian ada salah satu wartawan yang berada di barisan depan bertanya tentang bagaimana mereka bisa bertemu. Jungkook mengajukan diri untuk menjawab. Setelah melirik Taehyung terlebih dahulu.
"Kami bertemu saat sedang berada di Paris, kebetulan hotel tempat aku menginap sama dengan Taehyung" ucap Jungkook saat menjawab pertanyaan dari Koreaboo itu.
Kemudian wartawan mulai berlomba-lomba untuk bertanya mengenai apa saja. Taehyung dengan sabar menjawab, Jungkook sebenarnya tengah terpesona sekarang. Terpesona dengan bagaimana tenangnya Taehyung saat menjawab pertanyaan itu. Bagaimana Taehyung terlihat sangat berwibawa di matanya.
"Sayang?" mata bulat Jungkook mengedip pelan. Siapa yang memanggilnya sayang? Lalu dia menangkap wajah Taehyung yang tengah memperhatikannya, oh Taehyung. Eh Taehyung memanggilnya sayang?
"Ah iya ada apa?" jawab Jungkook kikuk, dia tidak fokus dari tadi.
Taehyung hanya tersenyum dan mengusap rambut Jungkook sayang. "sepertinya kekasihku sudah kelelahan mendengar pertanyaan dari kalian semua. Bukankah tadi sudah cukup? Baiklah, kami undur diri kalau begitu"
Mereka berdua pun membungkuk dalam.
.
Di luar sinar matahari seperti menembus kulit. Jungkook butuh payung saat ini. Panas kota Seoul mencapai tiga puluh dua derajat, wow. Jungkook memutuskan untuk pulang, dia lelah dan ingin tiduran di kasur kesayangannya.
Taehyung menuruti, dia pun menawarkan diri untuk mengantar Jungkook pulang ke dorm Bangtan. Saat keluar dari pintu kaca itu, tiba-tiba ada sesuatu yang mengenai baju Jungkook, kemudian Taehyung pun terkena.
Ternyata itu adalah setumpuk sampah yang telah membusuk dan mengeluarkan aroma yang tidak sedap. Jungkook kaget, dia lalu mulai mencari siapa yang melemparinya dengan sampah-sampah itu.
Kemudian muncul seorang lelaki usia anak sekolahan, dan masih mengenakan seragam saat itu. "Jungkook aku kecewa padamu! kau itu milikku sialan!" ucapnya kesal.
Ternyata dia adalah salah satu dari fans Jungkook, dan dia tidak terima jika idolanya itu berpacaran dengan orang lain karena dia menganut aliran Bias Is Mine.
Taehyung ingin memukul lelaki itu namun lengannya di tarik paksa oleh Jungkook. "biarkan saja hyung, sudah sebaiknya kita membersihkan diri" ucap Jungkook tenang. Dengan sekali perintah, lelaki itu kemudian di amankan oleh salah satu bodyguard yang sengaja Taehyung bawa.
"Fansmu aneh" Taehyung berbicara setelah tadi sempat bergenti baju di dalam mobilnya. Untung dia memang selalu menaruh baju ganti di bagasi mobil, karena Taehyung selalu tidak punya waktu untuk pulang ke rumah atau apartemennya.
"Memang, tapi mereka tetap berharga hyung. Tanpa fans mungkin aku tidak dapat seterkenal ini"
.
Setelah press conference itu selesai hubungan antar Jungkook dan Taehyung semakin dekat. Setiap hari, pasti Taehyung akan menemui Jungkook bahkan sekedar hanya makan siang bersama.
Kini, Taehyung tengah berada di kedai kopi dekat dengan kantornya. Dia sendiri, dan sedang menunggu pesanannya untuk datang. Kemudian sesuatu bergetar dari kantong celana bahan yang ia pakai. Segera Taehyung mengambil ponsel itu dan membukanya.
'Hyung! jadi ke agensiku? Bawakan pesananku ya, aku sungguh membutuhkannya'
Ternyata pesan dari Jungkook. Dia langsung membalas dan bilang bahwa dua puluh menit lagi akan sampai. Tak berapa lama enam buah kopi dingin yang Taehyung pesan jadi, dia lalu segera membayar dan meninggalkan kedai itu.
Taehyung sampai tepat waktu. Dia memakirkan kendaraannya di basement BigHit dan langsung menaiki lift ke lantai tujuh tempat dimana Bangtan sedang latihan dance. Dari kejauhan Taehyung dapat mendengar suara musik yang sedang di putar.
Pintu yang terdapat sebuah poster lima orang yang tengah menaiki balon udara. Di bawahnya tertulis Bangtan Boys, Taehyung yakin ini ruangannya. Dia mengetuk pelan, tak lama kepala Jungkook muncul. "akhirnya datangggg" Jungkook lalu membawa Taehyung masuk.
Di dalam sana, semua member Bangtan tengah tiduran dengan nafas yang tidak beraturan. Jungkook pun begitu, rambutnya bahkan sangat basah. "ah, selamat datang hyung!" ucap Namjoon sopan.
Setelah beberapa kali bertemu akhirnya mereka semua dekat dengan Taehyung dan mulai memanggil dengan sebutan hyung. Seokjin, Yoongi, dan Jimin pun mendudukan diri mereka di lantai kayu itu. "ini, untuk kalian. Jungkook yang memberitahuku kopi apa yang kalian suka"
Taehyung menyerahkan kopi-kopi itu dan di sambut dengan senang oleh mereka semua, "wah terima kasih hyung. kau memang juara" ucap Jimin kesenangan, dia langsung menyedot minuman itu dengan rakus.
Sementara Jungkook hanya meminum dengan diam. Taehyung memperhatikan lelaki itu, tidak seperti biasanya. Apa Jungkook kelelahan? "kopinya tidak enak?" tanya Taehyung, Jungkook melirik sekilas lalu menggeleng "tidak hyung, enak kok"
"Tidak seperti biasnya kamu diam seperti ini" Taehyung berbicara, "ah iya, kamu kenapa Kook? Dari tadi juga gerakan dancemu salah terus" kali ini Yoongi berkomentar. Jungkook mendesah lelah "aku ingin istirahat hyung. Tubuhku sakit semua"
Namjoon selaku leader akhirnya memperbolehkan Jungkook untuk pulang lebih awal. Dia menasihati bahwa sebaiknya Jungkook membatasi kegiatan tengah malamnya itu dan berhenti bermain video games yang akhirnya membuat dia kurang tidur dan menjadi tidak fit.
"Iya iya hyung, berisik tau!" Jungkook lalu pamit, dia di antar ke dorm oleh Taehyung.
.
.
Kali ini, Jungkook yang meminta Taehyung untuk menemaninya menonton film Star Trek yang baru saja rilis.
"Aku sudah lama menantikannya hyung! aku penasaran sungguh, dan juga aku kangen melihat wajah ganteng captain pesawat itu, James T Kirk" Jungkook terus berceloteh selama perjalanan. Taehyung hanya menjawab sekenanya, yang penting Jungkook tidak di kacangin kan?
Taehyung menyuruh Jungkook untuk duduk menunggunya membeli dua buah tiket untuk mereka. Jungkook hanya menunggu tapi dia was-was, takutnya Taehyung kembali mengosongkan tempat ini. Tapi di kejauhan dia dapat melihat badan tegap Taehyung yang berjalan menghampirinya.
"Yuk, sudah mau mulai filmnya. Mau beli popcorn dulu?" tawar Taehyung dan di jawab oleh anggukan semangat dari lelaki manis ini.
"Mau hyunggg!" kemudian Jungkook berjalan duluan ke counter penjual makanan, Taehyung hanya tersenyum gemas dan langsung menyusul.
"Aku pesan popcorn manis ukuran besar ya? Lalu green tea ice nya dengan jelly hehe. Hyung pesan apa?" Jungkook bertanya kepada Taehyung yang sedari tadi tengah menatapnya.
"Air putih saja" Jungkook mengernyit bingung, orang kaya kok cuman pesan air putih saja? apa uang hyungnya ini habis karena mengosongkan Mcdonalds waktu itu?
"Tenang uangku tidak habis kok. Tadi aku sudah makan dan masih kenyang" Taehyung seolah dapat membaca pikiran Jungkook, dia lalu membayar semua itu menggunakan uang cash. "ambil makananmu, filmnya sudah dimulai"
Lampu studio itu perlahan padam. Taehyung sengaja memilih tempat yang berada di A 20 dan A 21. Tempat paling strategis untuk orang yang sedang pacaran. Tempat itu berada di paling atas, dan di sudut.
Jungkook awalnya mengejek, "hyung ingin berbuat mesum denganku ya? Makanya memilih tempat di pojok seperti ini" namun di balas oleh Taehyung sambil mendekatkan wajahnya ke telinga Jungkook "kalau iya, bagiamana?" setelahnya Jungkook mendorong wajah itu menjauh, pipi Jungkook perlahan memerah.
"Mesummmm!"
Taehyung hanya terkekeh pelan lalu mulai fokus saat layar di hadapannya mulai menampilkan gambar. Mereka berdua tengah serius menonton saat tiba-tiba saja layar itu berubah gelap. Semua penonton mendesah kecewa.
Ada yang memaki karena hampir mencapai klimaks—saat pesawat yang di ketuai oleh Kirk terjatuh ke sebuah planet yang mirip bumi, lagipula kenapa mati? Apa mesin pemutar film itu rusak? "hyung, kenapa mati? Padahal lagi seru tadi" Jungkook bersuara.
Suasana sekarang sangat gelap, hanya terdengar beberapa protesan dari penonton di bawah sana. Lampu pun hanya sebatas penerangan dari ponsel yang Jungkook pegang. Taehyung tak menjawab, dia malah sibuk memperhatikan Jungkook yang tengah mengomel karena film yang belum di putar juga.
"Jungkook-ah" ucap Taehyung dengan suara berat yang seksi. Jungkook menoleh ternyata wajah mereka berdua sangat dekat. Jungkook merasa jantungnya berdetak dua kali lebih cepat saat melihat bagaimana mata tajam itu seolah tengah menelanjanginya.
"Hhyung" cicit Jungkook gugup. Saat wajah Taehyung perlahan mendekat—hingga Jungkook dapat mencium wangi lemon pekat yang berasal dari cologne Taehyung, layar itu kembali menyala. Jungkook lalu menjauhkan wajahnya dan fokus kembali.
Dalam hati sebenarnya Jungkook mati-matian untuk tidak berteriak. Itu tadi sangat-sangat dekat. Astaga. Apa Taehyung ingin menciumnya? Entah bagaimana, sepertinya Jungkook mulai menyukai pria di sebelahnya ini. Bukan settingan belaka sungguh, dia memang menyukai Kim Taehyung dengan segala sifatnya.
Taehyung lalu menggenggam tangan Jungkook yang menganggur di sebelahnya. Sementara di studio itu masih dalam suasana temaram. Dia mulai mengelus pelan bagaimana permukaan tangan Jungkook yang halus seperti kulit bayi.
Jungkook panas dingin. Dia tau sedari tadi Taehyung terus saja mengelus tangannya, tapi dia harus jaga image oke? sebenarnya juga sedari tadi dia sudah tidak fokus kepada film yang berada di depan matanya. Jantungnya terus saja berdetak tak karuan.
Kim Taehyung benar-benar pria yang memikat. Jungkook akhirnya menyerah pada pesona yang di keluarkannya. Dia telah terjatuh, dan tidak ingin Taehyung pergi dari sisinya.
Taehyung pun sudah tidak bisa menahan hasrat ini lagi, dia pria dewasa ingat. Sangat sulit mengontrol terlebih Jungkook adalah lelaki yang sangat manis, membuat dia ingin mengurung Jungkook di kamarnya dan melakukan ok sensor.
Baru ingin mengelus telapak tangan Jungkook lagi tiba-tiba ponselnya bergetar.
Ayah Calling…
Taehyung melihat lama layar di ponselnya itu, ayahnya? Ada apa?
"Hallo?"
"…"
"Baiklah, ayah"
Kemudian Taehyung menaruh kembali ponsel itu di saku celananya. Jungkook yang penasaran bertanya "siapa hyung?" Taehyung lalu kembali melanjutkan acaranya yang tertunda untuk mengelus tangan Jungkook, "ayah menyuruhku untuk ke Amerika besok"
Jungkook menoleh, berarti dia akan di tinggal dengan Taehyung? Seolah Taehyung dapat membaca kembali pikiran Jungkook dia mengecup pelan pipi tembam itu "hanya sebentar oke? setelah semua urusan selesai aku akan menemuimu"
Bibir itu merekah, dia percaya kepada Taehyung walaupun hubungan mereka sekarang bisa di bilang tidak jelas. Entah Taehyung sebenarnya suka padanya atau tidak, Jungkook tidak tau. Tapi satu hal yang pasti Jeon Jungkook perlahan mulai menyukai Kim Taehyung.
.
Penerbangan itu memakan waktu hingga belasan jam. Taehyung sengaja memakai pesawat pribadi karena ingin segera bertemu dengan ayahnya yang saat ini tengah memimpin kantor pusat di Amerika Serikat.
Selama perjalanan Taehyung memikirkan apa penyebab ayahnya yang super sibuk itu menghubunginya, tapi dia tidak mendapat jawaban. Akhirnya pesawat itu mendarat, di landasan sudah menunggu mobil limousine hitam yang siap untuk membawa Taehyung pada ayahnya.
Gedung bertingkat itu terletak di salah satu sudut kota New York yang padat. Taehyung berjalan dengan gagah masuk ke dalam. Dia sudah di sambut oleh salah satu sekretaris pribadi ayahnya dan ternyata Chanyeol—ayahnya itu sudah menunggu.
Taehyung mengetuk pelan pintu berwarna putih itu, lalu membukanya. Di sana dia tengah melihat Chanyeol yang duduk di sofa dengan kaki disilangkan dan tengah menatap ke arahnya. "duduk dan bacalah kertas yang ada di meja itu" perintah Chanyeol mutlak.
Di ambilnya selembar kertas itu, di bacanya perlahan dan matanya membelalak kaget kala melihat bagaimana grafik itu terlihat menurun. Saham Kim Enterprise turun sebanyak 10%.
Chanyeol lalu menatap anak semata wayangnya itu dengan tajam.
"Saham turun sebanyak 10%, para pemengang saham yang lain kecewa dengan hal itu. Mereka menyuruh untuk menaikannya menjadi lebih baik dari sekarang. Kalau kau tidak bisa menaikan saham kita kembali, aku tak punya pilihan selain mengganti posisimu, dan akan dilakukan voting untuk memilih CEO yang baru"
Taehyung meremas kertas itu, kenapa bisa seperti ini? Bukankah semua stabil? Chanyeol lalu berdiri, dengan angkuhnya berjalan menghampiri Taehyung yang tengah menatapnya tajam. "fokusmu terpecah Taehyung, semenjak kau berpacaran dengan idol tak berguna itu!"
"—kalau kau sampai gagal menaikan saham kita, Jungkook pun dalam bahaya, kalau kau masih mendekatinya perusahaan kita akan terus menurun" Chanyeol lalu menatap anaknya itu dengan sengit.
"Aku ingin kau memilih, perusahaan atau Jungkook? Keluarga atau kekasihmu? Pikirkanlah juga kakekmu yang sudah susah payah membangun perusahaan ini sejak delapan puluh tahun yang lalu"
.
.
TBC
*merubah ff ini menjadi rate M, saya takut khilaf membuat adegan piiip disini hhehehe
thanku yg dah review
see ya in the next chapter!
& maaf kalau banyak typo(s)
