Name: The Birth of Human Faction
Author: The World Arcana
Genre: Romance and Adventure
Rating: M

Disclaimer: Semua unsur anime dan game yang termasuk di fic saya ini adalah bukan milik saya.

AN: Hello, The World Arcana is back… Sorry yang sedang nungguin fic Heroes From Another World, The Story of Four Overlord, Jinchuuriki of Youkai Academy, dan fic ane yang lain tapi ane malah ngasih fic baru pada kalian. Fic ini adalah fic pengganti dari Tale of Gutsy Shinobi karena ane buntu pas scene incest antara Naruto dan Asia dan ane bakal dua char itu ada di fic ini sebagai ayah dan anak. Latar fic ini adalah setelah battle Team 7 vs Kaguya and Naruto vs Sasuke. Enjoy…

Chapter 2: Saber and Shinobi Love

-Vatikan, DxD Universe-

Rin dan juga Arturia tidak menyangka kalau ternyata orang yang mereka selamatkan dari kematian ternyata adalah seorang shinobi atau ninja dari dimensi lain setelah mendengar cerita dari Naruto. Dan yang paling membuat mereka terkejut adalah dia bertemu dan berhadapan eksistensi terkuat dari dimensi mereka yaitu Great Red dan berhasil bertahan hidup walaupun dia dikalahkan dengan telak olehnya.

"Kau bilang kau kau adalah ninja dari dimensi lain dan kau juga masih bisa bertahan hidup setelah kalah telak saat berhadapan dengan eksistensi terkuat di dimensi kami yang disebut Great Red?" Tanya Rin dan dijawab anggukan oleh Naruto, kemudian dia pun menatap datar Naruto dan berkata dengan nada kesal "Kau pikir aku dan Arturia bisa percaya dengan kata-katamu itu?"

"Aku tidak peduli kalian berdua percaya padaku atau tidak. Yang pasti aku sudah mengatakan apa yang harus aku katakan pada kalian." Jawab Naruto.

Arturia tidak tahu harus mengatakan apa tapi kemudian dia tersenyum dan dia pun berkata "Aku percaya padamu, Naruto-san…"

"Terima kasih atas kata-katamu itu Arturia-san." Balas Naruto yang juga tersenyum saat melihat Arturia percaya padanya.

'Mereka berdua itu…' Batin Rin yang tersenyum saat melihat interaksi sahabatnya dan Naruto 'Aku jadi ingin mendekatkan mereka berdua. Dan juga sepertinya Altria sudah tidak menyukai Shirou lagi.'

"Rin, apa yang kau pikirkan?" Tanya Arturia.

"Tidak ada…" Jawab Rin dan kemudian dia melanjutkan "Oh ya, Naruto-san… Bisa kau tunjukkan sebuah bukti kalau kau adalah seorang ninja?"

"Aku memang tidak bisa menggunakan Kage Bunshin seperti dulu karena aku sudah kehilangan tangan kananku." Balas Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Dan aku juga tidak tahu aku bisa menggunakan ini dengan tangan kiriku atau tidak… Tapi aku akan mencobanya, Rasengan!"

Arturia dan juga Rin terkejut dan kagum saat mereka melihat sebuah energi seukuran bola tenis yang muncul di tangan Naruto "Ini adalah salah satu teknikku, namanya Rasengan. Hanya itu teknik yang kutahu saat ini dan juga variasinya…Aku tidak bisa lagi menggunakan Kage Bunshin karena aku tidak memiliki kedua tanganku seperti dulu. Aku jadi merasa gagal menjadi seorang shinobi, setidaknya tanganku yang telah aku korbankan itu berhasil menyelamatkan sahabatku dari kegelapannya sendiri."

Greeppp

"Arturia-san…" Ucap Naruto saat tubuhnya dipeluk oleh Arturia dengan erat dan itu membuatnya terkejut

"Jangan katakan hal seperti itu Naruto-san." Ucap Arturia sambil memeluk tubuh Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Kau bukanlah shinobi yang gagal Naruto-san. Kau adalah seorang pahlawan… Kau melawan musuh dan juga monster di perang yang kau sebut sebagai Perang Dunia Shinobi ke-4 itu dan juga kau telah menyelamatkan temanmu dari kegelapan sendiri meski kau dan dia harus kehilangan tangan kalian. Tanpa kau mungkin semua orang di dimensimu akan terjebak dalam revolusi yang diinginkan oleh temanmu itu."

"Arigatou, Arturia-san." Balas Naruto yang juga membalas pelukan Arturiadan membuat wajahnya memerah.

"Ara, kalau mau bermesraan jangan disini dong." Ucap Rin yang melihat scene pelukan antara Naruto dan Arturia "Aku jadi iri loh…"

Mereka berdua pun menyadari bahwa mereka masih berpelukan satu sama lain dan itu membuat mereka melepaskan pelukan mereka dan membuat Rin mendesah kecewa "Are, kenapa dilepas? Ayo lanjutkan lagi, jangan pikirkan aku. Anggap saja aku disini hanya bayangan."

"Rin!"

Rin menutup telinganya saat mendengar teriakan kencang dari sahabatnya itu yang wajahnya memerah karena malu dan kesal karena dari tadi siang, dia terus menggoda Naruto dan Arturia. Melihat Rin yang beranjak dari kasurnya, Arturia yang masih kesal pun berkata pada Rin "Mau kemana kau Rin? Urusan kita belum selesai!"

"Pulang, aku sudah mengantuk." Jawab Rin dan kemudian dia melanjutkan "Sampai jumpa, Altria-chan, Naruto-san."

"Tch, dia itu…" Balas Arturia saat melihat temannya seenaknya saja langsung pergi setelah dia membuat wajahnya itu memerah seperti kepiting rebus "Maafkan Rin ya, Naruto-san. Dia itu memang selalu menggodaku, dulu dia menggodaku dengan Shirou-kun sekarang malah denganmu."

"Hahaha, tidak apa-apa Arturia-san." Balas Naruto.

Arturia pun tersenyum pada Naruto dan kemudian dia berkata "Hmm, baguslah kalau begitu. Kalau begitu aku permisi untuk ke kamarku ya, besok aku ada misi dari atasanku jadi aku harus istirahat yang cukup."

Naruto pun menggangguk mengerti dan kemudian mereka pergi ke kamarnya masing-masing. Saat sampai di kamarnya, dia pun duduk di kasurnya dan dia pun membatin sambil memegang perutnya yang sudah tidak terdapat segel fuin yang dibuat ayahnya untuk menyegel Kurama di tubuhnya 'Minna, aku yakin aku sudah mengeluarkan kalian semua dari tubuhku… Tapi mengapa aku masih merasakan chakra kalian di dalam tubuhku? Dan jika kalian masih di tubuhku, kenapa aku tidak bisa menghubungi kalian?'

Sedangkan di sebuah tempat di balik gelapnya malam, ada seorang pria berambut merah(AN: Gaya rambut orang ini kaya Zeonsilt/Haschen, MC Growlanser V: Heritage of War) yang memakai jubah yang mempunyai tudung dan tudung itu menutupi kepalanya 'Lain kali kita akan bertemu lagi, partner…'

Dia pun merasakan kehadiran seorang wanita berambut biru panjang dengan jubah yang sama sepertinya dan itu membuatnya berkata "Jadi bagaimana… Kemana kita harus pergi, Matatabi?

"Kyoto, kota para Youkai." Jawab Matatabi singkat dan kemudian dia melanjutkan "Disana kita bisa mengendalikan kekuatan baru pengganti chakra kita yang kita berikan pada Naruto-kun, Kurama-kun"

"Semuanya, ayo kita pergi ke Kyoto untuk menguasai kekuatan baru kita." Balas pria yang ternyata adalah Kurama dan dijawab dengan anggukan setuju ketujuh sosok yang baru muncul setelah percakapan Kurama dan Matatabi "Tailed Beast Force… bergerak!"

-Keesokan harinya-

Naruto bangun dari tidurnya saat dia dibangunkan oleh Arturia dengan lemah lembut. Entah kenapa, dia seperti punya keluarga sendiri saat menerima perlakuan Arturia. Dia seperti merasakan kasih sayang keluarga yang tidak pernah dia rasakan karena ayah dan ibunya telah lama mati saat kelahirannya yang juga merupakan sejarah terburuk karena hari itu adalah hari dimana Kurama mengamuk di Konoha karena dia dikendalikan oleh Obito dan juga hari dimana Kurama juga membunuh kedua orang tuanya.

"Naruto-san, kau tidak apa-apa?" Tanya Arturia karena dia khawatir karena saat dia menyuapinya, dia hanya terdiam dan tidak mengatakan apa-apa.

"Tidak apa-apa…" Jawab Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Hanya saja… Aku tidak pernah merasakan kasih sayang keluargaku karena mereka berdua meninggal setelah kelahiranku dan juga aku tidak punya adik atau kakak. Tapi saat bersamamu, aku merasakan kasih sayang keluarga yang telah lama hilang Arturia-san, terima kasih banyak."

Greeeppp

"Sama-sama Naruto-kun." Balas Arturia yang sudah memeluk Naruto dengan erat dan Naruto juga membalas pelukannya.

Tapi mereka tidak menyadari ada suara pintu terbuka dan masuklah Rin dan Shirou yang ingin menjemput Arturia karena mereka mendapatkan misi dari high-up mereka, Dulio dan Griselda "Saber-chan apa kau sudah…"

Perkataan Shirou berhenti saat dia melihat Arturia dan Naruto sedang berpelukan erat dan dia pun langsung memisahkan mereka dengan paksa dan dia pun mencekik dan berteriak pada Naruto "Berani sekali kau memeluk dia orang asing, kau ini diselamatkan oleh dia dari kematian jangan menyalahgunakan kebaikan dia brengsek!"

"Shirou-kun! Apa yang kau lakukan? Cepat lepaskan dia!" Teriak Arturia saat melihat sahabatnya atau mantan orang yang dia cintai itu mencekik seseorang yang sudah mulai merebut hatinya, kemudian dia pun melihat Rin dan berkata "Rin! Cepat bantu aku untuk memisahkan mereka berdua!"

Tapi bukannya datang Rin hanya terdiam karena dia bingung harus melakukan apa. Melihat sahabatnya tidak bisa banyak membantu, Arturia pun memutuskan untuk memisahkan Shirou dari Naruto sendiri tapi Shirou masih tidak mau berhenti mencekik Naruto yang sudah hampir tidak bernafas dan dia pun mendorong Arturia dengan paksa tanpa disengaja dan membuatnya kepalanya terbentur tembok di dekatnya

"Arturia-san! " Teriak Naruto yang langsung membenturkan dahinya pada Shirou dan itu membuatnya terlempar ke belakang. Naruto pun kemudian menghampiri Arturia bersamaan dengan Rin dan dia pun melihat dahi Arturia yang mengeluarkan darah dan dia pun berkata "Arturia-san, apa kau tidak apa-apa?"

"Kepalaku sakit sekali, Naruto-san." Balas Arturia yang merintih karena kepalanya menabrak tembok dengan keras.

Saat Naruto mendengar Arturia merintih kesakitan, dia pun menutup matanya dan saat dia membuka matanya… Arturia dan Rin pun terkejut saat melihat perubahan mata Naruto yang tadinya berwarna biru menjadi mata Naruto saat dia memasuki Sennin Mode 'Mata apa itu?'

Naruto pun bangkit dan kemudian dia menatap Shirou dengan tajam dan berkata "Kau akan membayar perbuatanmu itu pada Arturia-san, teme…"

"Huh…"

Buaaakkkk

"Gaaaaaahhhhh!" Teriak Shirou saat dia dihajar Naruto dengan kekuatannya yang meningkat karena dia menggunakan Sennin Mode.

Kraaaaakkk

Duaaaarrrr

'Ku-Kuat sekali…' Batin Rin dan juga Arturia saat melihat tembok rumah Arturia yang hancur oleh Naruto saat dia menghajar Shirou sampai dia terlempar ke luar rumah Arturia.

Naruto pun keluar dan melihat Shirou yang sudah bangkit sambil menghusap darah yang keluar dari bibirnya "Sialan kau, Uzumaki…"

Shirou pun mengeluarkan pedangnya dan langsung menebas Naruto tapi bukannya menghindar, dia malah berniat menahannya dengan tangannya dan itu membuat Arturia yang juga sudah keluar dibantu oleh Rin berkata "Naruto-san! Apa yang kau lakukan? Kau bisa celaka!"

"Jangan khawatir Arturia-san, aku akan baik-baik saja." Balas Naruto. Di saat Shirou sudah menebaskan pedangnya ke tangan Naruto, Arturia ingin berteriak tapi yang terjadi cukup di luar dugaan mereka bertiga.

Praaannggg

'Pedangku patah…' Batin Shirou, kemudian dia membatin 'Orang macam apa dia ini?'

'Naruto-kun, kau mengagumkan…' Batin Arturia yang tersenyum pada Naruto dan dia juga menambahkan suffiks-kun pada Naruto tanpa sadar.

"Dalam mode ini senjata tajam seperti pedang tidak akan mempan padaku, jadi itu percuma saja." Ucap Naruto dan kemudian dia membuat Rasengan ditangan kirinya dan dia pun berkata "Saat ini adalah hari penghukuman untukmu atas apa yang kau lakukan pada Altria-chan, Shirou-san… Jadi bersiap-siaplah!"

Shirou pun menutup mata pasrah karena dia sudah tahu dia tidak akan menang melawan Naruto tapi serangan yang dia nantikan tidak pernah datang dan dia pun memberanikan diri untuk membuka matanya dan melihat Arturia yang memeluk Naruto dari belakang dan Naruto melihat tatapan mata Arturia yang tidak ingin melihat Naruto membunuh salah satu temannya pun langsung menonaktifkan Rasengan miliknya.

"Maaf…" Ucap Naruto pada Arturia yang masih setia memeluknya dari belakang "Saat dia mencekikku dan berkata kasar padaku, aku masih bisa terima… Tapi saat dia membuatmu terluka, entah kenapa emosiku tidak bisa dikontrol. Aku minta maaf, Altria-chan."

"Tidak apa-apa Naruto-kun. Seperti yang kau lihat, aku baik-baik saja jadi jangan khawatir." Balas Arturia, kemudian dia melepaskan pelukannya pada Naruto dan berjalan ke arah Shirou. Shirou yang melihat dia didatangi oleh Arturia pun berkata "Mau apa kau kesini?"

Plaaakkk

Sebuah tamparan keras mendarat di salah satu pipi Shirou dan kemudian Arturia berkata "Kenapa… Kenapa kau melakukan ini Shirou-kun? Apa salah Naruto-kun sampai-sampai kau bahkan tidak gentar untuk menebas Naruto-kun dengan pedangmu itu?"

"Dia merebutmu dariku." Jawab Shirou dan itu membuat dia mendapat tatapan datar dari Arturia "Aku mencintaimu Saber-chan dan melihatmu bersama dia membuat hatiku panas."

"Shirou-san, sepertinya kau salah paham. Aku tidak punya hubungan apa-apa dengan Altria-chan." Ucap Naruto.

"Memang kalian tidak mempunyai hubungan apa-apa." Balas Shirou, kemudian dia melanjutkan "Tapi dari tatapan kalian berdua aku sudah tahu kalau kalian saling menyukai satu sama lain. Kau menyukai Saber-chan dan juga sebaliknya, benar begitu bukan?"

Dua orang itu hanya terdiam dan kemudian mereka menjawab "Kau memang benar…"

Arturia pun terkejut saat mendengar perkataan Naruto begitu juga sebaliknya tapi kemudian Naruto pun berkata "Aku memang mencintai Altria-chan saat aku pertama kali melihatnyatapi kalau ini membuat kau benci padaku, aku bersedia untuk mundur. Karena aku lebih suka mencari teman daripada mencari musuh."

Mendengar itu, Shirou pun terkejut dan dia pun berkata pada Naruto "Kau rela melakukan itu demi orang yang baru kau kenal?"

"Seperti yang aku bilang… Aku tidak suka mencari musuh tapi aku lebih suka mencari teman. Buat apa aku mencintai seseorang tapi aku tidak menyadari kalau aku telah menyakiti perasaan seseorang" Balas Naruto dan perkataan itu membuat Arturia menatap Naruto dengan lirih tapi Shirou tersenyum saat mendengar perkataan Naruto.

"Hmm, sepertinya Saber-chan memilih pilihan yang tepat." Ucap Shirou yang tersenyum tipis saat mendengar ucapan dari Naruto.

"Huh…"

"Kau sepertinya adalah orang yang cocok untuk Saber-chan." Ucap Shirou, kemudian dia melanjutkan "Tapi aku ingin tanya sekali lagi… Apa kau benar-benar mencintai dia?"

"Tentu saja." Jawab Naruto.

"Kalau begitu jaga dia baik-baik, kalau tidak aku akan merebutnya darimu Naruto-san." Ucap Shirou dan kemudian dia melihat Rin dan berkata "Ayo kita pergi Rin…"

"Kalau aku mengkhianati atau menyakiti Altria-chan, bunuh saja aku di tempat Shirou-san, Rin-san." Balas Naruto dan itu membuat Rin dan Arturia terkejut.

"Aku pegang kata-katamu itu Naruto-san." Balas Shirou yang langsung pergi bersama dengan Rin tapi sebelum itu dia berkata pada Arturia "Saber-chan, kumohon jangan laporkan kejadian ini pada Dulio-san atau Griselda-san."

"Tentu saja, tidak akan aku laporkan pada mereka tapi tetap saja kau sudah ketahuan oleh Michael-sama dan para Seraph yang lain Shirou-kun." Balas Arturia.

"Altria-chan, bagaimana keadaanmu?" Tanya Naruto.

"Sudah baikan, meskipun kepalaku masih sangat sakit." Jawab Arturia, kemudian dia menatap Naruto dengan serius dan dia pun berkata "Apa kau serius dengan apa yang kau katakan barusan?"

"Ya, aku serius." Jawab Naruto, kemudian dia melanjutkan "Tapi tolong jangan tanya itu lagi. Itu membuatku malu, maksudku aku menyukaimu sejak aku pertama kali. Itu terdengar aneh kan?"

"Itu namanya cinta pada pandangan pertama Naruto-kun, banyak orang yang merasakannya. Jadi tidak usah merasa aneh seperti itu." Balas Arturia dan kemudian dia melanjutkan "Aku juga merasakannya sejak aku melihatmu seminggu yang lalu tapi aku baru menyadarinya kemarin."

"Jadi kita sudah berpacaran denganmu sekarang?" Tanya Naruto dengan nada santai.

"Yup, kalau kau tidak keberatan." Jawab Arturia yang wajahnya sudah memerah.

"Uhm… Jadi apa yang harus aku, eh kita lakukan?" Tanya Naruto.

"Bagaimana kalau kau mengajakku kencan besok." Jawab Arturia.

"Kau serius?" Tanya Naruto, kemudian dia melanjutkan "Apa kau tidak akan malu?"

"Malu kenapa memangnya?" Tanya balik Arturia.

"Kau tahu apa yang aku maksud, Altria-chan." Jawab Naruto sambil menunjuk tangan kanannya yang sudah putus sebagian setelah pertarungan terakhirnya dengan Sasuke.

"Aku tidak peduli tentang itu Naruto-kun." Balas Arturia dan kemudian dia melanjutkan "Aku tidak peduli sebagian tangan kananmu putus karena pertarunganmu dengan sahabatmu. Yang penting adalah kau mencintaiku dan aku juga mencintaimu, hanya itu yang aku pedulikan."

"Terima kasih Altria-chan." Balas Naruto yang sudah memegang dagu Arturia dan dia pun mendekatkan bibirnya ke bibir ranum dari Arturia.

Cup

Naruto pun mencium Arturia dan Arturia pun membalasnya dengan mesra. Tidak disangka oleh mereka ada seseorang berambut pirang dan memakai kacamata sedang melihat Naruto dan Arturia. Kemudian dia tersenyum dan membatin sebelum pergi dengan membelah lubang dimensi di dekatnya 'Sepertinya aku tidak perlu khawatir padamu lagi, Arturia. Pria itu bisa menjagamu dengan baik, aku yakin. Untuk Le Fay, serahkan saja dia padaku.'

"Huh…"

"Ada apa Altria-chan?" Tanya Naruto yang melihat Arturia secara tiba-tiba menghentikan acara ciuman mereka dan jujur itu membuatnya sedikit kecewa.

"Aku seperti merasakan kehadiran adik kembarku, Arthur disini." Jawab Arturia dengan nada sedih dan kemudian dia melanjutkan "Adik kembarku, Arthur Pendragon kabur dari rumah dengan membawa pedang Caliburn milik ayahku dan dia juga membawa adik kecilku setelah orang tua kami meninggal. Aku juga kabur dari rumah dan menjadi exorcist untuk membawa Arthur dan Le Fay kembali ke rumah, tapi aku belum dapat petunjuk dimana keberadaan mereka."

Greeppp

"Tenang saja, kita berdua pasti akan menemukan mereka." Ucap Naruto yang memeluk tubuh Arturia dengan erat.

"Terima kasih Naruto-kun." Balas Arturia.

-Magnolia, Ishgar. Fairy Tail Universe-

Natsu Dragneel, Etherious terkuat dan juga adik dari Zeref Dragneel dan juga member dari guild terkuat di Ishgar, Fairy Tail saat ini sedang terengah-engah saat melawan kakaknya yang abadi karena dia dikutuk oleh seorang dewa bernama Ankhseram yang mengutuk Zeref karena dia telah melanggar hukum alam, yaitu menghidupkan seseorang yang telah mati… Yaitu Natsu. Dia melawan Zeref karena Zeref berniat mengambil Fairy Heart alias tubuh master pertama dari Fairy Tail yaituMavis Vermillion yang dikristalkan oleh master kedua Fairy Tail, Purehito aka Precht.

"Menyerahlah, Natsu… Kau sudah kelelahan setelah kau dan 6 Dragon Slayer yang lain melawan Acnologia." Ucap Zeref yang menatap remeh adiknya yang sudah terlihat kelelahan, bahkan dengan bantuan Mavis yang sudah kembali hidup berkat bantuan Cana Alberona mereka belum bisa mengalahkan Zeref. Apalagi sihir suci Fairy seperti Fairy Law adalah buatan Zeref dan membuat Mavis tidak bisa menggunakan itu melawan Zeref.

"Jangan sombong dulu, onii-chan." Balas Natsu dan kemudian dia melanjutkan "Kau yang seharusnya menyerah. Eileen-san telah menyerah setelah sihir pengendali ingatan yang dipakai August-san telah hilang saat dia dikalahkan oleh Gildarts dan dia telah mengingat kembali Erza sebagai putrinya. Brandish sudah bergabung dalam pihak kami, Invel telah kalah oleh Gray, Larcade sudah aku kalahkan karena tekniknya tidak mempan padaku yang sudah pernah mati 400 tahun lalu, dan para anggota 12 Spriggan yang lain telah kalah… Jadi, menyerahlah. Lalu kita bertiga akan mencari cara untuk melepas kutukan itu darimu, Zeref-nii!"

Mata Zeref kemudian berubah menjadi merah dan kemudian dia berkata "Tidak ada yang bisa melepaskan kutukan ini dariku Natsu, hanya kematianlah yang bisa melepaskan kutukanku ini. Jadi cepatlah bunuh aku atau aku akan membunuh semua orang yang kau sayangi!"

"Sepertinya tidak ada pilihan lain, Devil Dragon King Mode!" Ucap Natsu yang menggunakan Second Origins miliknya dan langsung memakai mode terkuatnya yaitu mode gabungan dari Blaze Dragon King Mode dan juga Etherious Mode miliknya.

"Natsu, kau yakin akan melakukan ini?" Tanya Mavis dan kemudian dia melanjutkan "Pikirkan tentang Lucy, Luna, dan Ultear serta teman-temanmu dan Wendy! Kau tahu apa yang akan terjadi jika kau membunuhnya kan?"

"Aku tahu itu tapi hanya ini satu-satunya cara untuk menghentikan kegilaan kakakku." Jawab Natsu dan kemudian dia melanjutkan sambil melempar scarf yang menjadi momento dari ayah angkatnya, Igneel pada Mavis "Tolong berikan itu pada Lucy dan bilang padanya untuk memberikan itu pada Luna jika dia sudah besar nanti."

"Death Predation!" Ucap Zeref yang bosan melihat percakapan antara Natsu dan Mavis dan langsung menyerang mereka berdua.

Tapi Natsu langsung menghancurkan teknik itu dengan api hitamnya yang mengandung kekuatan Fire Dragon Slayer Magic dan juga Fire Curse miliknya. Setelah itu Natsu pun langsung melesat ke arah Zeref dan berkata "Bersiaplah, karena impianmu untuk mati akan menjadi nyata Zeref-nii…"

"Datanglah padaku Natsu, tunjukkan padaku bahwa kau bisa membunuhku!" Teriak Zeref.

'Maafkan aku Lucy, Luna, Ultear, minna…' Batin Natsu dan kemudian Natsu pun berhasil mendekat ke arah Zeref dan dia mengeluarkan tekniknya "Devil Dragon King's Phoenix Zero Blade!"

Api hitam berbentuk rajawali pun langsung terbentuk dari api hitam yang menyelubungi tubuh Natsu dan dia langsung melesatkan serangannya dengan telak ke arah Zeref dan membuat dia berteriak "Gaaaaaaaahhhhhhhhh!"

Booooooommmm

Zeref pun terlempar jauhsaat terkena teknik Natsu dan Natsu pun bisa melihat kakaknya telah dalam kondisi sekarat dan juga baju kekaisarannya sudah hancur lebur oleh Natsu "Kau berhasil melakukannya Natsu, sepertinya saat ini adalah akhirnya…"

Ohokkk

Natsu pun memuntahkan darah segar dari bibirnya dan dia pun langsung terjatuh dalam posisi terduduk dan dia pun mendengar ada seseorang yang memanggilnya "Natsu!"

Dia pun tersenyum saat melihat seseorang gadis berambut pirang panjang yang membawa seorang bayi juga seorang gadis berambut panjang raven dengan pita di rambutnya dengan beberapa orang yang dia kenal "Lucy, Luna, Ultear, Wendy, minna…"

"Natsu, kau baik-baik saja kan?" Tanya Lucy saat posisinya sudah dekat dengan Natsu tapi melihat Natsu tidak menjawab, dia pun melihat Wendy dan berkata "Wendy, kumohon sembuhkan Natsu hiks…"

Wendy pun mengobati Natsu tapi tiba-tiba Natsu menahan tangan Wendy dan berkata "Sudah cukup Wendy, itu tidak ada gunanya."

"Apa maksudmu Natsu-nii? Aku tidak akan membiarkanmu mati. Aku sudah kehilangan ayah di tangan Acnologia dan aku juga kehilangan ibu setelah dia dan Metallicana-san, Skiadrum-san dan Weisslogia-san membantu menghentikan Face." Balas Wendy yang menangis saat mendengar perkataan kakaknya itu.

"Dengar Wendy, aku adalah END(Etherious Natsu Dragneel). Etherious terkuat yang dibuat Zeref demi menghidupkanku, adiknya yang telah mati 400 tahun lalu." Ucap Natsu dan kemudian dia melanjutkan "Jiwaku dan dia terhubung, jadi jika dia mati maka aku juga mati. Itulah kenapa aku selalu ragu untuk melawannya di Tenroujima dan juga Cube."

"Kau pasti bohong, ini pasti bohong! Aku tidak percaya!" Teriak Lucy, Ultear, dan Wendy disertai para anggota guild lain seperti Kagura, Jellal, Sting, Rogue, Yukino, dan lain-lain. Para anggota Fairy Tail juga sama kecuali Gray yang memang sudah tahu sejak mereka berdua mengalahkan Mard Geer dan membuat dia menangis karena hari dimana sahabatnya akan kehilangan nyawanya akan menjadi nyata.

Natsu pun memberikan kata-kata terakhir pada Lucy, Luna, Ultear, Wendy dan para mage yang lain dan dia menunggu kematiannya dengan pasrah tapi itu tidak terjadi saat ada sosok berjubah datang dan memegang tubuh Zeref dan memberikan energinya dan membuat Zeref tersadar kembali.

Natsu yang melihat orang itu berada di dekat tubuh kakaknya pun berkata "Hei, kau! Apa yang kau lakukan… Apa kau anggota dari 12 Spriggan?"

"Jangan menyamakanku dengan kumpulan penyihir pengacau itu, manusia rendahan." Balas orang itu, kemudian dia melanjutkan "Namaku adalah Ankhseram, God of Life and Death."

"Kau!" Teriak Natsu yang tubuhnya sudah mulai pulih karena Zeref dipulihkan oleh Ankhseram "Apa lagi yang kau inginkan pada kakakku? Tidak cukupkah kau mengutuknya selama 400 tahun. Akan aku bunuh kau dewa jahanam!"

"Jangan Natsu…" Ucap Larcade Dragneel, sang Dragneel putih yang menahan Natsu untuk melawan dewa yang telah membuat hidup kakaknya hancur selama 400 tahun "Dia itu dewa kematian dan juga kehidupan. Dia bisa saja membunuhmu walaupun kau bisa lolos dari teknikku dan Zeref sekalipun."

"Tch…"

"Aku tidak ada maksud jahat." Ucap Ankhseram dengan tenang dan kemudian dia melanjutkan "Aku hanya mencabut kutukanku pada Zeref Dragneel dan memberinya kesempatan kedua."

"Tapi…"

"Ini adalah akhir bagi kalian semua." Ucap Anksheram yang membuat energi besar-besaran dan membuat semua penyihir bahkan Natsu, Larcade, dan Eileen berkeringat dingin.

"Dia ingin membunuh kita semua…"

"Hentikan dia!"

Orga Nanagear yang merupakan Lightning God Slayer dari Sabretooth pun menyerang dia dengan Lightning God Bellow tapi tidak berhasil saat Ankhseram menangkis sihir itu seolah sihir itu adalah serangga "Kalian penyihir selalu membuat ulah… Mulai dari 400 tahun lalu saat Acnologia menjadi Dragon Slayer dan menjadi Dragon King setelah membantai para naga, baik kawan atau lawan. Pertarungan kalian melawan orang yang datang dari masa depan, dan sekarang ini… Kalian semua para penyihir terlalu banyak menghancurkan dunia Earthland yang indah ini. Karena itu menghilanglah kalian semua dari dunia ini dan cari tempat kalian sendiri di dunia yang lain!"

Dan setelah itu semua tubuh para penyihir yang ikut dalam perang Ishgar melawan Alvarez pun menghilang bahkan Zeref setelah Ankhseram menggunakan kekuatannya "Sekarang dunia ini akan damai… Tidak ada lagi Acnologia, tidak ada lagi Zeref, dan tidak ada lagi para penyihir yang membuat ulah dan kerusakan di dunia Earthland yang tercinta ini."

-To Be Continued-

AN: Gomen kalo romance Naruto x Arturia/Altria garing, soalnya gimana ya… I'm suck at romance, so I'm sorry. Dan bagaimana scene Fairy Tail Universe-nya? Kalo ada yang baca fic Fire Devil Dragon Slayer of Fairy Tail di fic ini, mending jangan baca fic ini. Kenapa? Soalnya ada spoiler fic itu di fic ini of course. Maybe di chapter 3 ane time skip super jauh, jadi bisa aja di chap 3 Naruto dan Arturia udah nikah dan Asia juga udah lahir, but I hope you still stay tune and give fav, follow or review OK… Thanks.

Info pair dan anak mereka:

Naruto Uzumaki x Arturia Pendragon:

Asia Uzumaki(AN: Asia Argento di canon #Plakkk. Semua orang juga tahu dodol.)

Kazuto Kirigaya/Kirito x Asuna Yuuki:

Kirigaya Yui

Sasuke Uchiha x Sakura Haruno(Mereka akan muncul di akhir-akhir cerita):

Sarada Uchiha

Natsu Dragneel x Lucy Heartfillia x Ultear Milkovich:

Luna Layla Dragneel(Lucy)

Igneel Zeref Dragneel(Ultear)

Gray Fullbuster x Juvia Lockser:

Silver Fullbuster

Zeref Dragneel x Mavis Vermillion:

Natasha Dragneel.

And many more…

Kalau ada yang mau nambahin game atau anime yang pengin ditambahin ke fic xover ini bilang aja tapi kasih tau alur cerita dari game serta anime tersebut dan juga karakternya,ok.

-The World Arcana-

Review:

IzumiReina:

Thanks bro.

Uchiha Ryuuga:

Oke.

Ahr No Owari:

Sorry, tapi Fairy Tail udah masuk di fic ini terutama chapter 2.

Guest:

Dia juga keturunan King Arthur soalnya Arthur itu adik kembarnya dan Le Fay adik kecil mereka berdua.

Kitsune No Blaze:

Thanks.

Seiya Otsu:

Thanks atas dukungannya.

Black Berandal:

Kalo ad aide juga ane update kaya fic ini.

Uzumaki Maelstrom:

Kalo OP bisa aja sih tapi ente sharing sama ente tentang kekuatan di OP kaya Devil Fruit, Haki, dll. Dan kalo Percy Jackson kayaknya enggak bisa. Soalnya mereka itu demi-god, jadi enggak bakal bisa membantu umat manusia. Soalnya mereka harus nurutin Zeus dan para Olympian lainnya, walaupun mereka kadang suka ngeselin.

Adam Muhammad 980:

Thanks.

Arafim:

Sorry soal typonya.

Christo:

Ini udah update.

Kokonoe201:

Naruto bakal punya tangan baru, awalnya tangan itu enggak bisa dipakai buat pake teknik ninja tapi Naruto dengan gilanya membuat tangan palsu miliknya dialiri oleh chakra Kurama dan dia bisa menggunakan dua tangan untuk melakukan jutsu lagi.

Red Army 28:

Ultear di fic ane yang satu lagi aja sama Natsu masa di fic ini sama Naruto?

Laffayette:

Naruto single no harem. Yasaka sama Kurama, Dimaria sama Brandish ane belum tahu tapi Brandish di fic ini masih suka sama Natsu soalnya tuh orang ketemu dia dan Wendy saat dua orang itu menyusup di Alvarez dan nyari info tentang Alvarez.

AshuraIndra64:

Enggak bisa, harus pake tangan palsu soalnya kan enggak mungkin tangan tumbuh lagi. Tangan itu enggak kaya kuku yang kalo misalnya copot bisa tumbuh lagi dan membuat tangan Naruto jadi seperti semula. Nanti ente tahu apa yang terjadi pada Kurama and the gank abis baca chap ini.

Riki Ryugasaki:

Nah, pair cuma Arturia.

Yellow Flash:

Enggak, pas nanti Asia mati karena Sacred Gear-nya diambil. Dia dihidupin sama Naruto pake teknik Yang Release miliknya.

Revina Putri:

Yup