Name: The Birth of Human Faction
Author: The World Arcana
Genre: Romance and Adventure
Rating: M

Disclaimer: Semua unsur anime dan game yang termasuk di fic saya ini adalah bukan milik saya.

AN: Hello, The World Arcana is back… Sorry yang sedang nungguin fic Heroes From Another World, The Story of Four Overlord, Jinchuuriki of Youkai Academy, dan fic ane yang lain tapi ane malah ngasih fic baru pada kalian. Fic ini adalah fic pengganti dari Tale of Gutsy Shinobi karena ane buntu pas scene incest antara Naruto dan Asia dan ane bakal dua char itu ada di fic ini sebagai ayah dan anak. Latar fic ini adalah setelah battle Team 7 vs Kaguya and Naruto vs Sasuke. Enjoy…

Pair: Naruto Uzumaki x Arturia Pendragon, Natsu Dragneel x Lucy Heartfillia x Ultear Milkovich, Kazuto Kirigaya x Asuna Yuuki x Shino Asada, Tatsumi x Mine x Akame x Leone(Maybe), Erza Scarlet x Jellal Fernandez, Gray Fullbuster x Juvia Lockser, Asia Argento x Siegrain Fernandez(OC), Storm Fullbuster(OC) x Luna Layla Dragneel(OC), Sasuke Uchiha x Sakura Haruno, Invel Yura x Esdeath, Larcade Dragneel x Dimaria Yesta, Zeref Dragneel x Mavis Vermillion, etc.

Chapter 6: Jutsu and Magic

-Tokyo, Japan. DxD Universe-

Seorang gadis cantik berambut pirang panjang dengan mata berwarna biru sapphire berumur 16 tahunan, saat ini sedang makan di ruang makan bersama dengan ayah dan ibunya dan dia juga memikirkan tentang kejadian yang merubah kehidupannya dalam waktu satu hari saja. Dia tidak menyangka hanya karena sebuah satu kesalahan membuatnya yang biasa diperlakukan lembut dan baik oleh orang-orang di tempat tinggalnya yang dulu menjadi dibenci dan bahkan diusir oleh orang-orang disana dan kedua orang tuanya serta adiknya juga terpaksa harus meninggalkan rumah mereka karena memutuskan untuk pergi bersama dengan putri dan juga kakaknya.

-Flashback-

"Asia Uzumaki-Pendragon, apa yang ingin kau katakan pada dirimu sendiri saat ini?" Tanya seorang pria tua berpakaian pastur gereja dan dia menatap gadis bernama Asia itu dengan tatapan jijik.

"Sudah aku bilang, aku tidak tahu kalau orang yang kusembuhkan itu adalah seorang iblis. Kumohon maafkan aku…" Balas gadis bernama Asia itu yang menangis saat melihat orang-orang menatapnya seolah dia adalah orang asing. Dia pun menatap sahabatnya yang bernama Xenovia dan berharap dia akan membantunya, tapi dia juga memberikan reaksi yang sama seperti orang-orang disana dan itu membuat hatinya tercabik-cabik karena sahabatnya sendiri tidak mempercayainya dan memperlakukannya seperti itu.

Salah satu penduduk di Vatikan pun kemudian berkata "Sungguh memalukan. Putri dari salah satu Exorcist terbaik di Vatikan malah mengobati musuh dari ibunya, kita asingkan saja dia bapa."

"Kumohon, tolong jangan lakukan itu." Balas Asia yang menangis dan kemudian dia melanjutkan "Aku tidak mau meninggalkan ibu, ayah, dan juga adikku hiks."

"HARUSNYA KAU SADAR AKAN HAL ITU SEBELUM KAU MELAKUKAN ITU, BODOH!" Teriak beberapa penduduk Vatikan dan membuat tangisan Asia menjadi semakin kencang.

Tiba-tiba saja ada yang langsung melesat untuk menyerang Asia tapi ada yang menyelamatkannya dan dia pun berkata "Berani sekali kau melakukan itu pada putriku…"

"Tuan Naruto…" Ucap orang itu yang melihat tangannya ditahan oleh Naruto dan matanya saat ini tidak terlihat berwarna biru seperti biasanya tapi berwarna merah dan matanya tidak terlihat seperti manusia normal tapi binatang buas, tanda dia sudah benar-benar marah saat ini.

"Tou-chan…"

"Asia-chan, kau tidak apa-apa kan?" Tanya wanita berambut pirang panjang dengan mata berwarna hijau yang langsung memeluk putrinya itu. Dia adalah Arturia Pendragon yang merupakan ibu dari Asia.

"Kaa-chan…"

Arturia terlihat kesal saat melihat anaknya menangis di pelukannya dan kemudian dia menatap tajam orang-orang disana dan dia pun berkata "Siapa… Siapa yang telah membuat putriku menangis seperti ini!"

"Jangan menyalahkan mereka Arturia, itu salah anakmu sendiri." Jawab sang pastur yang menatap tajam Asia.

"Apa maksudmu berkata seperti itu?" Tanya Arturia yang menatap tajam si pastur tapi si pastur itu tidak bergeming karena dia merasa benar disini.

"Dia telah menyembuhkan seorang iblis dan kemudian iblis itu membunuh rekanku sesama pastur." Jawab pastur itu.

"Asia-chan, apa itu benar?" Tanya Arturia.

Asia pun menggangguk dan itu membuat Naruto dan Arturia sedikit terkejut "Tapi aku tidak tahu kalau orang itu adalah iblis, hiks."

"Jadi begitu ya, heh…" Ucap Naruto yang sudah melepaskan cengkraman tangannya pada orang yang berniat menyerang putrinya dan dia pun berkata "Saat putriku membangkitkan Sacred Gear miliknya, kalian mengganggapnya sebagai orang yang spesial karena dia bisa menyembuhkan orang-orang disini. Tapi kemudian saat dia melakukan kesalahan yang bahkan putriku sendiri tidak tahu yang dia sembuhkan adalah seorang iblis, kau berniat membuang dia seperti sampah huh. Wow, hebat juga kalian…"

Naruto pun kemudian menaikkan kekuatan chakra-nya dan membuat semua orang disana sesak nafas bahkan istri dan putrinya "Kalau saja aku adalah Madara Uchiha… AKU AKAN MEMBUNUH KALIAN SEMUA DISINI KARENA TELAH MEMPERLAKUKAN PUTRIKU SEPERTI INI!"

"Naruto-kun! Turunkan aura kekuatanmu itu, atau kau bisa membuat putri kita pingsan." Ucap Arturia yang melihat putrinya dengan cemas padahal dia sendiri sesak nafas karena merasakan kekuatan chakra Naruto yang gila-gilaan.

"Baiklah…" Ucap Naruto dan kemudian dia menurunkan aura kekuatannya serendah mungkin dan membuat orang-orang disana bernafas lega.

Sang pastur itu pun melihat Arturia menancapkan pedang Excalibur Destruction miliknya ke tanah dan dia pun berkata "Apa yang kau lakukan itu Arturia?"

"Kau pikir aku akan tinggal dan menjadi anjing suruhan kalian saat kau memutuskan untuk membuang putriku seperti itu?" Tanya Arturia yang menatap datar sang pastur dan dia pun berkata "Jangan harap…"

"Apa kau ingin dijadikan Heretic, Arturia Pendragon?" Tanya sang pastur dengan sangat kesal

"Lakukan saja sesukamu, aku tidak peduli. Aku hanya melakukan tugasku sebagai seorang ibu." Balas Arturia dan kemudian dia melihat Naruto dan berkata "Ayo kita pergi, Naruto-kun…"

Naruto pun menggangguk dan dia pun menggendong putrinya dan pergi bersama Arturia ke Jepang setelah mereka mengambil Menma, anak kedua dari Naruto dan Arturia yang sedang dia titipkan di rumah sahabat mereka, Shirou dan juga Rin.

-Flashback End-

Kembali di masa sekarang, Asia saat ini hanya bermain-main saja dengan sendok makan yang berada disekitarnya dan Arturia yang duduk disebelah Asia pun melihat putrinya itu dengan tatapan sedih. Dia tahu Asia sedih saat teringat hari dimana dia diasingkan karena menyembuhkan seorang iblis dan dia juga menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang terjadi pada keluarganya waktu itu.

"Asia-chan, apa makanannya tidak enak?" Tanya Arturia dan kemudian dia melanjutkan "Aku lihat kau tidak menyentuh makananmu sama sekali, padahal aku sudah membuat masakan favoritmu."

"Tidak kok kaa-chan, makanannya pasti enak karena kau yang membuatnya." Jawab Asia dan kemudian dia melanjutkan "Hanya saja…"

"Kau teringat saat kau dibuang dari gereja, iya kan putriku?" Tanya Naruto.

"Iya…" Jawab Asia dan kemudian dia melanjutkan "Maksudku, aku dikeluarkan karena salahku sendiri tapi kau, kaa-chan, dan Menma malah terkena imbasnya juga. Ini semua salahku."

"Ini bukan salahmu, putriku." Balas Naruto yang mendekati putrinya dan memeluknya "Lagipula, kita ini keluarga. Mana mungkin aku dan ibumu akan meninggalkan putri tersayang kami begitu saja."

"Terima kasih tou-chan." Balas Asia yang sifatnya kembali menjadi normal dan membuat Naruto dan Arturia tersenyum.

"Uhm, oh ya onee-chan?"

Asia pun menatap wajah adiknya yang duduk di sebelahnya dan kemudian dia berkata "Ada apa, Menma?"

"Kau tidak mau memakan ramennya kan? Buat aku saja ya?" Tanya Menma.

"Enak saja." Balas Asia dan kemudian dia melanjutkan sambil mendekatkan mangkuk ramen miliknya ke arahnya "Ambil saja lagi sana. Ini kan punyaku."

"Ugh, onee-chan pelit…"

"Biarin."

Kakak beradik itu pun perang glare dan itu membuat ayah dan ibu mereka tersenyum. Kemudian Arturia melihat Naruto dan berkata "Oh ya, Naruto-kun… Kau sudah memutuskan dimana SMA yang cocok untuk Asia."

"Aku sudah memutuskan bahwa Asia akan sekolah di Vermillion Academy, Altria-chan."

"Huh, SMA dimana itu tou-chan? Aku belum pernah mendengarnya." Balas Asia dan kemudian dia melanjutkan "Kenapa tidak di Kuoh Academy saja yang aku sudah tahu tempatnya dimana?"

"Itu sekolah baru dan jaraknya enggak lumayan jauh kok, temanku yang merekomendasikannya." Jawab Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Dan soal Kuoh Academy… Aku tidak percaya jika kau akan bersekolah disitu, karena wilayah tempat Kuoh Academy itu adalah wilayah kekuasaan bangsa iblis. Kurama yang memberitahukannya padaku."

"Iblis… Apa kau yakin, Naruto-kun?" Tanya Arturia yang terkejut akan hal itu.

"Yup, Gremory dan juga Sitri." Jawab Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Kalau mereka tahu Asia-chan mempunyai Sacred Gear, pasti mereka akan mengincarnya dan menjadikan Asia-chan budaknya."

"Ya sudah, kalau begitu aku tidak masalah kalau harus sekolah rekomendasi temanmu itu tou-chan." Ucap Asia dan kemudian dia melanjutkan "Semoga saja aku bisa menemukan teman baru disana yang lebih baik daripada Xenovia."

-Alliance of Mildia Headquarter, DxD Dimension-

Zeref Dragneel saat ini melihat istrinya yang sangat senang setelah dia berhasil membuat sekolah sendiri di dimensi dimana mereka tinggal saat ini. Dia juga cukup senang karena keponakannya yang bernama Luna dan Igneel serta anak-anak generasi baru Alliance of Mildia bisa bersekolah dengan tenang tanpa ada gangguan dari para iblis terutama iblis muda yang melakukan Peerage Hunt dan juga dia dan istrinya sedikit bisa menyelamatkan beberapa manusia yang jatuh pada perangkap iblis yang mau saja dijadikan iblis dengan iming-iming tertentu.

"Zeref-kun, kau tidak apa-apa?" Tanya Mavis.

"Tidak apa-apa…" Jawab Zeref dan kemudian dia melanjutkan "Aku hanya sedikit lega."

"Huh, lega kenapa?"

"Layla dan Igneel dan juga putra-putri member Alliance of Mildia tidak perlu takut ada iblis yang berniat menjadikan mereka sebagai budaknya, karena ini adalah sekolah milik kita dan mereka tidak bisa macam-macam disini. Dan juga kita setidaknya bisa menyelamatkan beberapa manusia dari bujuk rayu iblis yang berniat menjadikan manusia menjadi budaknya."

"Zeref-kun, boleh aku tahu sesuatu?" Tanya Mavis.

"Tentu." Jawab Zeref.

"Siapa pria yang waktu itu berjalan-jalan denganmu?" Tanya Mavis.

"Oh ya, dia teman baruku. Namanya Naruto Uzumaki." Jawab Zeref, kemudian dia melanjutkan "Dia kemarin meminta saran sekolah yang cocok untuk anak perempuannya dan aku merekomendasikan sekolah yang kau buat. Tidak apa-apa kan Mavis?"

"Tentu saja tidak." Jawab Mavis dan kemudian dia melanjutkan "Jika dia temanmu maka aku juga akan membantunya."

"Terima kasih…" Balas Zeref dan kemudian dia membatin 'Dan aku juga penasaran… Kenapa Naruto sangat mirip dengan kekasih Eileen dan ayah dari Erza dan yang membedakannya hanya kumis kucingnya itu?'

Keesokan harinya, Asia yang sudah siap dengan seragamnya yang berwarna putih dengan lengan panjang dan juga rok merah selutut pun diantarkan dengan mobil oleh ayahnya. Setelah sampai, Asia pun memberikan salam pada ayahnya dan langsung masuk ke dalam akademi tapi sebelum masuk, dia bertabrakan dengan seseorang dan membuat mereka berdua terjatuh.

Asia bangkit terlebih dahulu dan melihat gadis berambut merah panjang seumurannya dan juga memakai seragam yang sama sepertinya. Kemudian dia membungkukkan kepalanya dan berkata "Maaf, aku tidak sengaja menabrakmu nona. Tadi aku sedang terburu-buru."

Sang gadis pun juga bangun dan dia juga membungkukkan kepalanya "Maaf kalau aku juga menabrakmu, aku juga sedang terburu-buru. Kau bisa memukulku jika kau mau."

"Eh!" Teriak Asia kaget karena perkataan gadis itu dan kemudian dia berkata "Kenapa kau memintaku untuk memukulmu?"

Belum gadis itu menjawab, kepalanya pun sudah dijitak oleh seseorang pemuda berambut biru yang berdiri di belakangnya "Maafkan tentang adikku ini nona. Dia memang sedikit aneh."

"Onii-chan, apa yang kau lakukan sih? Sakit tahu…" Gerutu gadis berambut merah itu.

Pemuda itu pun mendeathglare adiknya dan berkata "Bukannya kau yang minta dipukul, baka?"

Gadis itu cemberut dan kemudian dia melihat Asia dan berkata "Oh ya… Kau juga murid disini kan? Boleh aku tahu siapa namamu?"

"Namaku Asia Uzumaki Pendragon, senang bertemu denganmu." Jawab Asia

"Kalau begitu, perkenalkan… Namaku Rosemary Fernandez dan pemuda menyebalkan ini adalah kakakku, Siegrain Fernandez." Ucap gadis bernama Rosemary itu sambil menunjuk pemuda berambut biru yang bernama Siegrain itu dengan kesalnya.

Siegrain hanya menaikkan alisnya akan perkataan adiknya itu dan kemudian dia meninggalkan adiknya dan Asia, lalu berkata "Terserah kau saja Rosie…"

"Jangan panggil aku itu!" Teriak Rosemary dengan kesal pada kakaknya, kemudian dia melihat Asia dan berkata "Kau mau ikut denganku? Sepertinya kelas kita sama…"

"Tentu saja…" Jawab Asia dan kemudian mereka berdua pun berjalan bersama menuju kelas mereka. Saat mereka berbincang-bincang sambil melanjutkan perjalanan, Asia pun tersenyum dan membatin 'Teman pertamaku…'

Kembali pada Naruto, dia saat ini sedang berjalan-jalan sambil membeli bahan makan untuk dimasak di rumah mereka tapi tiba-tiba Naruto merasakan ada dua orang yang mengikuti mereka dan dia pun langsung membawa Arturia di lorong yang terlihat gelap.

Melihat itu wajah Arturia pun memerah dan kemudian dia berkata "Aku tahu kau tidak tahan untuk melakukan itu. Tapi bisakah kau tahan sebentar lagi dan kita akan melakukannya di rumah, Naruto-kun?"

"Aku tidak ingin melakukan itu disini Altria-chan." Balas Naruto dengan nada datar dan kemudian dia melanjutkan "Ada seseorang yang mengikuti kita dan aku yakin mereka adalah Exorcist dari Vatikan yang berniat memburumu dan putri kita. Kau bersembunyilah, aku tidak mau melihatmu melakukan ini."

"Na-Naruto-kun, kau ingin membunuh mereka?" Tanya Arturia dengan nada kaget dan kemudian dia melanjutkan "Ba-Bagaimana kalau itu Rin dan Shirou? Apa kau sanggup melawan sahabatmu sendiri?"

"Untuk melindungi keluargaku, aku rela melakukan apapun. Bahkan menjadi musuh seluruh dunia sekalipun." Jawab Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Pergilah…"

Arturia pun akhirnya mengikuti perintah suaminya tersebut dan kemudian dia membatin 'Ya Tuhan, kumohon… Buatlah orang yang mengikuti kami bukanlah Rin dan Shirou, aku tidak ingin Naruto-kun mengotori tangannya sendiri dan membunuh teman baik kami sendiri."

Melihat Arturia pergi, Naruto pun melihat dua pria memakai baju dan jubah berwarna hitam dan kemudian dia memunculkan bola berwarna hitam dari tangan kanannya dan membuat pedang yang serupa dengan Kusanagi dari bola hitam itu, dan kemudian dia memegang pedang itu dengan erat "Hmm, aku pikir orang yang menyuruh kalian itu akan menjadi seorang pengecut dan mengirim sahabatku dan istriku, Rin dan Shirou untuk membunuh istri dan putriku. Ternyata aku salah…"

"Ketua memberi perintah itu pada mereka tapi mereka menolaknya dan dia dibuang oleh ketua, sama seperti putrimu." Balas salah satu Exorcist yang telah mengeluarkan pedang cahayanya dan dia pun menunjuk Naruto dengan pedangnya dan dia pun berkata dengan arogan "Serahkan istri dan putrimu dan kemudian kami akan membiarkanmu hidup."

"Kau ingin tahu dimana istriku?" Tanya Naruto tapi kemudian dua Exorcist itu terkejut saat melihat Naruto menghilang secara tiba-tiba dan muncul di hadapan orang yang telah mengancamnya membuatnya terkejut setengah mati "Langkahi mayatku dulu, teme!"

Craaaasssshhhh

Kepala Exorcist itu pun terputus dari badannya dan terjatuh di tanah dan kemudian kepala orang yang sudah tidak bernyawa itu diinjak oleh Naruto dan membuat rekannya murka dan dia pun berkata "Sialan kau!"

Craaaasssshhhh

Tapi dia kalah cepat, Naruto telah menebaskan pedangnya yang terbuat dari Gudoudama itu secara vertikal dan membuat tubuh sang Exorcist itu terbelah menjadi dua bagian. Setelah dua Exorcist itu mati, Naruto pun menghilangkan tubuh kedua orang itu dengan menggunakan kekuatan Son Goku dan Saiken, membuat tubuh dua orang itu hancur menjadi debu 'Rest in peace…'

"Naruto-kun…" Ucap Arturia yang sudah keluar dari persembunyiannya dan dia pun berkata "Kau tidak apa-apa kan?"

"Aku tidak apa-apa, jangan khawatir." Jawab Naruto.

"Maafkan aku, gara-gara aku… Kau jadi harus melakukan ini." Ucap Arturia yang memeluk dan menangis di pelukan Naruto.

"Aku ini adalah seorang Shinobi, Altria-chan. Membunuh itu juga merupakan salah satu tugas biasa bagi seorang Shinobi, jadi aku tidak masalah tentang hal itu." Balas Naruto yang membalas pelukan Arturia sekaligus mengelus rambut panjangnya. Kemudian dia mengecup kening istrinya dan memegang dadanya "Aku akan melakukan apapun untuk melindungi kalian berdua, itu adalah janjiku. Dan Naruto Uzumaki, tidak pernah mengingkari janji."

Berbeda dengan Arturia yang sedih saat melihat suaminya terpaksa membunuh untuk melindunginya. Anak mereka Asia senang karena dia banyak mendapatkan teman baru, seperti Rosemary yang ternyata benar-benar satu kelas dengannya bersama dengan Roxanne Redfox, Igneel Zeref Dragneel, Sylvia Fullbuster dan juga dia berteman dengan para senpai mereka salah satunya adalah Luna Layla Dragneel dan juga Storm Fullbuster yang merupakan kakak dari Igneel dan Sylvia tapi bedanya mereka selalu bertengkar dan adu mulut, tidak seperti adik mereka yang terlihat akur bahkan terlihat mereka saling suka satu sama lain. Dan juga Siegrain yang merupakan kakak dari Rosemary.

"Sialan kau flame brain!" Teriak Storm sambil menunjuk Luna "Jauhkan adikmu yang mesum itu dari adikku yang manis."

"Berani sekali kau mengejek adikku seperti itu, ice princess!" Balas Luna tidak mau kalah "Kau mau ngajak berantem ya!"

"Siapa takut…" Balas Storm yang sudah melakukan sebuah pose(AN: Pose saat Gray melakukan teknik Ice Make miliknya.), dan suhu di sana sudah turun secara drastic. Luna juga membalas dengan memunculkan api di tangannya.

'Wow, Luna-senpai bisa memunculkan api dari tangannya… Keren!' Batin Asia yang tertarik akan kekuatan mereka berdua 'Apa itu sebuah Sacred Gear?'

Melihat itu Rosemary pun melihat kakaknya dan dia pun berkata "Onii-chan, lakukan sesuatu! Sebelum siapapun datang kesini…"

"Hmm, baiklah… Dasar adik merepotkan." Balas Siegrain dan kemudian dia pun berkata "Sleep Magic…"

"Sial, kok aku jadi ngantuk sih…"

"Sialan kau, Sieg…"

Bruuukkkk

Mereka berdua pun terjatuh ke tanah karena sihir milik Siegrain berhasil, Asia yang melihat itu pun menatap ke arah Siegrain dengan cemas dan dia pun berkata "Siegrain-senpai, apa yang barusan kau lakukan? Kenapa mereka berdua menjadi pingsan seperti itu. Ayo kita bawa mereka ke UKS…"

"Biarkan saja, Asia." Balas Siegrain dengan nada santai dan kemudian dia pun melanjutkan "Mereka akan bangun dalam waktu 5 detik…"

"1"

"2"

"3"

"4"

"5"

Dan benar saja… Luna dan Storm bangun dari tidurnya dan kemudian Storm dan Luna pun berkata "Apa-apaan kau ini, kenapa kau menggunakan sihir itu pada kami, Sieg? / Siegrain?"

"Karena kalian sudah membuat keributan disini padahal kita ini belum satu hari sekolah disini." Jawab Siegrain dengan tenang dan kemudian dia melanjutkan "Luna, kau ingin bibimu mengetahui perkelahian kalian… Lalu dia melaporkan hal ini pada kedua orang tua kau dan juga Storm?"

"Tentu saja tidak…" Jawab Luna dan juga Storm.

"Oh ya, apa aku boleh tanya sesuatu Luna-senpai?" Tanya Asia.

"Oh kau murid sekelas Igneel yang bernama Asia kan?" Balas Luna dan Asia pun menggangguk "Kau ingin bertanya apa?"

"Oh ya, bagaimana bisa kau memunculkan api di tanganmu seperti itu? Apa kau mempunyai Sacred Gear?"

Luna kemudian mengelus-ngelus rambut Asia dan dia pun berkata "Ah… Aku tidak punya Sacred Gear, tapi yang kugunakan adalah sihir."

"Luna! / Onee-chan! / Luna-senpai!" Teriak mereka semua kecuali Asia dan membuat Asia bingung kenapa teman-temannya berteriak pada Luna.

"Kenapa kau memberitahukan itu flame brain, bibimu sudah bilang itu adalah rahasia kan?" Tanya Storm yang terlihat kesal pada Luna.

"Tidak ada salahnya aku memberitahu ini pada Asia-chan, toh Asia-chan itu spesial sama seperti kita." Jawab Luna santai dan itu membuat mereka kembali terkejut tapi berbeda dengan Asia yang bertambah bingung.

"Spesial… Maksudmu, Luna-senpai?" Tanya Asia dan kemudian dia melanjutkan "Apa maksudmu aku spesial karena aku mempunyai Sacred Gear?"

"Bukan, maksudku… Kau itu bisa menggunakan sihir seperti kami." Jawab Luna

"Eh! Tapi aku tidak bisa menggunakan sihir tapi kalau menggunakan jutsu aku baru bisa." Balas Asia.

"Apa itu jutsu?" Tanya Rosemary.

"Sigh, sepertinya kalian belum pernah mendengar tentang jutsu ya?" Tanya balik Asia dan dijawab oleh anggukan kepala dari Rosemary, Roxanne, Igneel, Sylvia, Luna, Storm, dan juga Siegrain "Hmm, bagaimana kalau kalian menjelaskan tentang sihir padaku dan aku akan menjelaskan tentang jutsu pada kalian…"

"Hmm, sepertinya menarik…" Balas Siegrain dan kemudian dia melanjutkan "Kalau begitu aku yang akan menjelaskan tentang sihir…"

-To Be Continued-

AN: Long time no see… Chapter 6 is up dan di chap ini, Asia sudah dibuang dari gereja karena menyembuhkan seorang iblis dan juga Naruto family mulai menjalani hidup mereka di Jepang. Asia juga bersekolah di sekolah milik Mavis karena Kurama memberitahu di akademi Kuoh terdapat iblis yang bisa membahayakan Asia yang sudah membangkitkan Sacred Gear miliknya, dan juga Asia bertemu dengan teman-teman baru juga dua sepupunya walaupun dia belum tahu untuk saat ini, Siegrain dan Rosemary… Ane baca manga Fairy Tail cukup terkejut saat membaca tentang Eileen dan Erza dan karena itu ane akan membuat beberapa perbedaan story char Fairy Tail di fic ini dan canon.

Natsu/END:

Di fic ini, dia bener-bener GM dari Tartaros dan juga dia mempunyai hubungan dengan Sayla/Seilah, kemudian dia keluar dari guild dan bertemu dengan Igneel. Setelah kalah, dia pun mengubah tubuhnya dan meminta Igneel mengajarinya untuk mengajari pribadi yang lebih baik dan mengajarinya sihir untuk melupakan curse-nya, Igneel juga menjadikannya sebagai anak angkatnya. Dia juga respect pada Anna Heartfillia dan mengganggapnya seperti ibunya sendiri sama seperti Grandeneey yang merupakan mate dari Igneel dan ibu angkat dari Wendy, adik angkatnya. Beda sama di canon yang bilang Natsu enggak pernah bergabung sama Tartaros.

Eileen:

Di fic ini, dia bukan Dragon Slayer kaya di canon dan umurnya enggak tua kaya Natsu/Gajeel/Wendy/Sting/Rogue yang berusia 400+. Di fic ini, dia cuma enchantress normal yang tinggal di Rosemary Village dan jatuh cinta pada shinobi yang akan menjadi ayah dari MC anime Naruto. Dari hubungannya dengan Minato, dia pun melahirkan Erza tapi saat dia sedang berpergian sebentar, dia pun terkejut saat dia kembali dan melihat Rosemary Village telah hancur dan putrinya menghilang. Kemudian August datang dan mencuci otaknya dan bilang kalau putrinya diculik oleh para pengikut Zeref yang mengira bahwa Zeref telah mati dan mereka mengorbankan Erza menggunakan R-System dan membuat dia murka pada Ishgar dan dia pun bergabung dalam Spriggan 12.

Review:

Nameirham:

Sekali-kali bro dan ane mau perlihatkan sebaik-baiknya iblis pasti tetep aja ada niat tersembunyi dalam setiap tindakannya. Contoh: Sirzech dan Kuroka… Dia kan bisa aja nyari tahu kebenaran tentang Kuroka tapi kenapa dia enggak melakukannya dan bahkan dia ngasih Koneko/Shirone jadi budak buat adiknya. Setidaknya kalau dia mengetahui kebenaran Kuroka terus dia kasih tahu sama Koneko kan, dia jadi enggak bakal dendam sama Kuroka.

Yogis:

Sip

Fadjar:

Great Red cuma ingin liat Naruto mengeluarkan taringanya dan melawan sosok-sosok yang berbuat semena-mena sama ras manusia. Kalau bertarung lagi, Naruto bakal kalah lagi kayaknya. Khaos Brigade ada, don't worry.

Searfront Graffity:

Tentu tapi pada awalnya baru Asia berteman dengan anak-anak dari anggota Alliance of Mildia dan Naruto jadi teman Zeref tapi dia belum tahu kalau Zeref itu anggota Alliance of Mildia. Alasannya? Zeref menekan kekuatannya ke tingkat terendah dan Naruto juga sama. Sekarang juga Naruto dan Kurama udah kerja sama tapi baru telepati dan belum secara langsung.

The Rev no Hakuryuukou:

Masih ada mereka, just wait.

Bayu:

Iya. Bener juga kamu bro Bayu, Naruto itu Hokage ke-7 dan juga Erza itu Guild Master ke-7 dari Fairy Tail.

IzumiReina:

Saat Asia nyaris mati karena Sacred Gear-nya dikeluarin dari tubuhnya dan dia melawan Sirzech, Michael dan Azazel yang muak karena…

Sirzech: Adiknya mau bikin menjadikan Asia sebagai budaknya saat Asia sedang sekarat.

Azazel: Menurut Naruto, dia itu bodoh karena dia enggak bisa ngatur anak buahnya. Bahkan dia santai aja pas tahu anak buahnya membunuh dua pengguna Sacred Gear.

Michael: Dia tidak bisa mengatur pengikut gereja yang mengusir Asia padahal dia juga tahu kalau Asia tidak tahu menahu kalau orang yang dia sembuhkan adalah seorang iblis.