Name: The Birth of Human Faction
Author: The World Arcana
Genre: Romance and Adventure
Rating: M

Disclaimer: Semua unsur anime dan game yang termasuk di fic saya ini adalah bukan milik saya.

AN: Hello, The World Arcana is back… Sorry yang sedang nungguin fic Heroes From Another World, The Story of Four Overlord, Jinchuuriki of Youkai Academy, dan fic ane yang lain tapi ane malah ngasih fic baru pada kalian. Fic ini adalah fic pengganti dari Tale of Gutsy Shinobi karena ane buntu pas scene incest antara Naruto dan Asia dan ane bakal dua char itu ada di fic ini sebagai ayah dan anak. Latar fic ini adalah setelah battle Team 7 vs Kaguya and Naruto vs Sasuke. Enjoy…

Pair: Naruto Uzumaki x Arturia Pendragon, Natsu Dragneel x Lucy Heartfillia x Ultear Milkovich, Kazuto Kirigaya x Asuna Yuuki x Shino Asada, Tatsumi x Mine x Akame x Leone(Maybe), Erza Scarlet x Jellal Fernandez, Gray Fullbuster x Juvia Lockser, Asia Argento x Siegrain Fernandez(OC), Storm Fullbuster(OC) x Luna Layla Dragneel(OC), Sasuke Uchiha x Sakura Haruno, Invel Yura x Esdeath, Larcade Dragneel x Dimaria Yesta, Zeref Dragneel x Mavis Vermillion, etc.

Chapter 7: I'm A Shinobi

-Vermillion Academy, Japan. DxD Universe-

Setelah perkelahian kecil Luna Dragneel dan Storm Fullbuster… Asia pun menjelaskan tentang chakra pada Luna, Storm, Rosemary, Siegrain, Igneel dan Sylvia dan para anak dari anggota organisasi Alliance of Mildia tepatnya divisi Fairy Tail yang diwakili Luna pun menjelaskan tentang sihir pada Asia. Asia pun menggangguk mengerti akan penjelasan Luna meskipun dia agak bingung karena di buku-buku yang dia baca tentang sihir di Vatikan, tidak ada penjelasan tentang Ethernano yang menurut Luna adalah sumber dari kekuatan sihir mereka. Saat mendengar cerita Asia tentang chakra, wajah mereka terutama Rosemary terlihat shock dan dia pun menatap teman barunya itu dengan tatapan sedih.

"Tu-Tunggu dulu, Asia-chan…" Ucap Rosemary dan kemudian dia melanjutkan "Kau bilang sumber kekuatanmu yang bernama chakra ini terhubung dengan life force milikmu kan? Kalau begitu, maka jika chakramu habis maka kau akan…"

"Ya, aku akan mati." Potong Asia.

Melihat itu Rosemary pun mengepalkan tangannya dan kemudian dia mencengkram kedua bahu Asia dengan erat dan membuatnya bahu Asia sedikit sakit meskipun bisa dia tahan "Kalau begitu berjanji padaku… Jangan pernahgunakan kekuatan spesialmu yang bernama Ninjutsu atau Ninshuu atau terserah namanya itu! A-Aku tidak mau kau mati, Asia…"

Melihat itu yang lain terutama Siegrain pun speechless melihat adiknya yang selalu riang dan energik bisa menjadi emosional seperti itu, Asia yang mendengar itu pun shock dan membatin 'Rosemary…'

"Tenang saja…" Ucap Asia yang memeluk sahabat barunya atau sepupunya yang belum dia sadari itu dan kemudian dia melanjutkan "Aku tidak akan mati secepat itu, Rosemary. Aku itu adalah seorang Uzumaki yang dirumorkan mempunyai life force dan kapasitas chakra yang tinggi jadi aku tidak akan mungkin mati karena kehabisan chakra tapi terimakasih karena kau telah khawatir padaku padahal kita baru hari ini saja bertemu. Dan kumohon jangan menangis, ok Rosie…"

"Are, siapa yang menangis? Ini cuma debu kok, dasar debu sialan." Balas Rosemary yang menghapus air matanya dengan cepat dan membuat yang lain termasuk Asia hampir mentertawakan Rosemary karena kebohongannya itu dan kemudian dia pun menatap tajam kakaknya dan menunjuknya dengan kesal "Ini semua salah onii-chan. Gara-gara onii-chan, Asia-chan jadi memanggilku Rosie."

"Terserah kau saja Rosie…" Balas sang kakak dengan nada bosan dan dia pun langsung pergi diikuti dengan Luna dan Storm, membuat sang adik bertambah kesal.

Melihat sahabatnya yang sepertinya sedang sebal sekali pada kakaknya itu, Asia pun kemudian menepuk pundaknya dan berkata "Hei Rosie…"

Twitttccchhh

"Ada apa Asia-chan?" Tanya Rosemary dengan nada manis meskipun dia terlihat kesal sedikit saat Asia memanggilnya dengan nickname yang diberikan kakaknya itu.

"Kau pernah bilang kalau kau lihai dalam menggunakan pedang kan?" Tanya Asia.

"Ya, begitulah. Ibu dan juga nenekku mengajarkanku teknik berpedang saat aku masih kecil." Jawab Rosemary.

"Berarti kita sama, semenjak aku kecil aku juga dilatih teknik berpedang oleh ibuku." Balas Asia, kemudian dia membatin setelah melihat cincin yang merupakan Sacred Gear-nya yang bernama [Twilight Healing] 'Tapi sayangnya aku tidak bisa menjadi Exorcist seperti kaa-chan dan Xenovia gara-gara benda ini meskipun aku cukup ahli dalam menggunakan pedang.'

"Hei, aku tahu!" Ucap Rosemary dengan lantang dan membuat Asia, Igneel, Sylvia, dan Roxanne terkejut bukan main. Rosemary yang menyadari kesalahannya pun wajahnya memerah dan meminta maaf pada mereka berempat kemudian dia menatap mata Asia dengan serius "Bagaimana kalau kita sparring Asia?"

"Tidak masalah…" Balas Asia dan kemudian dia melanjutkan "Lagipula aku juga ingin tahu siapa yang lebih hebat dalam teknik berpedangnya, kau atau aku Rosie…"

"Oh, your on Uzumaki-Pendragon!"

"Aku juga tidak akan kalah darimu Fernandez!" Balas Asia yang matanya sudah berapi-api sama seperti Rosemary membuat Igneel, Sylvia, dan Roxanne geleng-geleng kepala atas kelakuan dua orang ini.

-Kyoto, Japan. DxD Universe-

Setelah Naruto berhasil mengalahkan dua Exorcist yang bertugas membunuh istri dan putri sulungnya serta mengantarkan istrinya ke rumah. Naruto pun memutuskan untuk menemui Kurama dan dia pun menceritakan apa yang terjadi padanya dan istrinya barusan dan jujur Kurama sangat murka akan hal ini bahkan Yasaka teringat kemarahan Kurama sama dengan kemarahannya pada fraksi iblis atas apa yang dilakukan mereka pada keponakan angkat mereka, Kuroka dan Shirone atau yang sudah merubah namanya menjadi Koneko.

"Beraninya mereka…" Ucap Kurama sambil mengepalkan tangannya dan kemudian dia melanjutkan "Mereka sudah membuat keluargamu terusir dari Vatikan dan sekarang mereka berani-beraninya mengincar istri dan putrimu. Akan aku ledakkan kota kesayangan mereka itu dengan Bijuudama, lihat saja nanti."

"Kurama, tenanglah sedikit…" Balas Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Lagipula aku sudah membunuh mereka berdua jadi kau tidak usah terlalu berlebihan begitu. Mengaancam dengan menggunakan Bijuudama lagi, the heck…"

"Itu karena mereka seenaknya sendiri Naruto." Ucap Kurama dengan nada kesal "Seenaknya mereka mengusir dan berniat membunuh Asia karena dia menyembuhkan seorang iblis. Asia itu sama sepertimu, Naruto… Mau dia musuh ataupun rekan, jika dia bisa menolong pasti akan dia tolong sama seperti saat kau memaafkan dan membantuku dan Obito meskipun kami berdua telah membuat hidupmu hancur."

"Itu berbeda Kurama…" Balas Naruto yang memalingkan wajahnya dari tatapan Kurama.

"Apanya yang beda?" Tanya Kurama dengan nada kesal dan kemudian dia melanjutkan "Karena aku dan Obito, kau menjadi seorang yatim piatu dan karena ulahku yang menyerang Konoha… Kau jadi dibenci oleh orang-orang di Konoha sampai setelah kau berhasil mengalahkan Pain tapi bahkan kau tetap saja berlaku baik pada kami. Bahkan kau berhasil membuatku percaya padamu dan kau juga memberikan kesempatan kedua pada Obito. Asia itu adalah anak yang baik sama sepertimu Naruto… Dia hanya melakukan kebaikan seperti yang diajarkan oleh kau dan Arturia tapi mereka memperlakukan putrimu seperti sampah, SAMPAH! ITU TIDAK BISA DIBIARKAN!"

Naruto mengerti akan kemarahan Kurama pada para orang-orang Vatikan apalagi mereka memperlakukan itu pada Asia yang notabene-nya adalah anak dari mantan partnernya dan juga dia sudah mengganggap Asia dan adiknya yang bernama Menma sebagai keponakannya sendiri. Naruto pun tersenyum pada Kurama dan kemudian dia berkata dengan nada dingin "Kau tenang saja Kurama… Kau tidak perlu ikut campur akan masalah ini, aku yang akan turun tangan sendiri dan mengirimkan jiwa dan raga mereka ke Shinigami jika mereka macam-macam pada keluargaku nanti."

"Itu yang aku ingin dengar darimu gaki." Balas Kurama dan kemudian dia melanjutkan "Tapi kalau kau butuh bantuan, aku, Yasaka dan yang lain siap untuk membantumu."

"Oh ya, kalau begitu aku pergi dulu Kurama sebelum Ageha, Akasha dan Tsurara menemukanku dan lalu memaksaku untuk menikahi mereka."

Melihat mantan partnernya kabur secara terburu-buru, Kurama pun menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata pada istrinya "Sigh, ehmm Yasaka-hime… Bisakah kau beritahukan Akasha, Ageha, dan Tsurara untuk tidak mengejar-ngejar Naruto lagi. Lagipula bukankah mereka tahu kalau Naruto itu sudah punya istri dan anak. Lagian aku malas melihat Issa dan Naruto suka bertengkar karena Issa suka salah paham pada Naruto karena dia pikir Naruto sering menggoda Akasha dan mengajaknya berselingkuh dengannya."

"Aku akan memberitahukannya nanti…"

-Vermillion Academy, Japan. DxD Universe-

Asia dan Rosemary pun pergi ke tempat untuk beradu tanding dan diikuti oleh Roxanne, Igneel dan juga Sylvia. Saat mereka sampai, Asia dan Rosemary pun sama-sama mengambil bokken tapi kemudian tatapan mata mereka tertuju pada gadis cantik berambut hitam dan juga memakai baju serta jaket berwarna hitam dan itu membuat wajah putra bungsu Natsu Dragneel dan juga Ultear Dragneel memerah karena dia tertegun akan kecantikan gadis itu tapi itu juga membuat putri bungsu dari Gray Fullbuster dan juga Juvia Lockser itu terlihat sedih akan ekspresi yang diperlihatkan oleh Igneel. Rosemary yang kagum melihat gadis itu memakai dua pedang untuk menyerang boneka latihan di tempat itu pun menanyakan Asia tentang gaya bertarung gadis itu dan Asia pun menjelaskan kalau gadis itu menggunakan teknik Nitoryuu atau Dual-Wield. Rosemary yang sudah tidak sabar pun langsung menyerang gadis itu tapi refleks gadis itu cukup bagus dan dia pun menahan serangan Rosemary.

"Kau hebat juga bisa menahan seranganku dan refleks-mu juga lumayan bagus." Ucap Rosemary yang menyeringai pada gadis di depannya itu.

"Terima kasih atas pujianmu…" Balas gadis itu dan kemudian dia menatap tajam Rosemary dan berkata "Tapi siapa kau? Kenapa kau menyerangku secara tiba-tiba begini?"

"Namaku Rosemary Fernandez dan aku mohon maaf kalau aku menyerangmu secara tiba-tiba. Aku cukup penasaran dengan kau yang bisa menggunakan teknik Nitoryuu atau Dual-Wield seperti yang dijelaskan sahabatku yang bernama Asia." Jawab Rosemary dan kemudian dia melanjutkan "Kalau kau sendiri…"

"Namaku Sachi Kirigaya tapi kedua orang tuaku dan teman-temannya selalu memanggilku Kuroyukihime." Balas gadis itu dan kemudian dia melanjutkan "Kalau dilihat-lihat kau juga cukup mahir dalam menggunakan pedang. Bagaimana kalau kita sparring?"

"Boleh juga…" Jawab Rosemary dan kemudian dia melihat Asia dan berkata "Bagaimana Asia… Kau mau bergabung?"

"Bagaimana ya…" Pikir Asia yang saat ini sedang menyeringai tapi seringaiannya itu tidak disadari oleh Rosemary dan Kuroyukihime.

Trannnnnkkkkk

Rosemary pun terkejut saat Asia menghilang dengan tiba-tiba dan muncul di belakang Kuroyukihime tapi dia berhasil menahan bokken Asia dengan bokken-nya yang dia sengaja arahkan ke belakang tubuhnya. Rosemary yang melihat itu pun membatin 'Cepatsekali… Bahkan aku harus menggunakan Flight Armor terlebih dahulu supaya kecepatanku bisa menyamai Asia.'

'Asia-san benar-benar cepat, kecepatannya hampir menyamai Jellal-san dan Laxus-san.' Batin Igneel dan Sylvia yang juga terkejut akan kecepatan Asia meskipun Sylvia masih terlihat kesal karena Igneel masih terpesona akan kecantikan Kuroyukihime atau yang bernama asli Sachi.

"Kalau begitu aku anggap jawabannya iya…" Ucap Kuroyukihime yang masih menahan serangan Asia dengan salah satu bokken miliknya, kemudian dia membalikkan tubuhnya dan membalas serangan Asia dengan bokken-nya yang lain tapi Asia dengan sigap menahan serangan Kuroyukihime dengan bokken miliknya 'Aku tidak menyangka kalau kecepatan gadis pirang ini hampir menyamai mama, kalau saja aku tidak mempunyai refleks yang tinggi sama seperti papa dan aku juga tidak pernah berlatih dengan mama Shino pasti aku tadi terkena serangan gadis pirang ini.'

"Tentu saja seorang Uzumaki tidak akan pernah mundur dari sebuah tantangan." Balas Asia dan kemudian dia melihat Rosemary "Hei, Rosie… Kau mau ikutan atau tidak?"

"Tentu saja iya…" Jawab Rosemary yang langsung melesat ke arah Kuroyukihime dan Asia.

-Tokyo, Japan. DxD Universe-

Naruto Uzumaki yang sedang berniat pulang ke rumahnya pun membatalkan niatannya saat sebuah pesan dari orang yang dia kenal masuk ke ponsel-nya dan meminta bertemu dengannya. Naruto pun menemui orang itu yang dia tahu adalah Dulio Gesualdo, mantan atasan dari istrinya yang bernama Arturia Pendragon.

"Lama tidak bertemu Naruto…" Ucap Dulio dengan nada santai tapi tidak dengan lawan bicara-nya yang terlihat kesal.

"Hentikan basa-basimu itu Dulio!" Teriak Naruto dan kemudian dia melanjutkan setelah menghela nafas untuk menahan kemarahannya pada sosok di depannya itu "Apa mau-mu kesini?"

"Seperti biasa, mencicipi makanan-makanan enak di Jepang lalu aku akan membagikannya pada anak-anak di gereja Vatikan. Jawab Dulio dengan simple.

"Jangan bohong…" Balas Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Bukannya kau kesini karena kau sudah mengetahui tindakanku yang membunuh dua orang buah-mu yang kau suruh untuk membunuh Arturia dan kau ingin membalas dendam padaku kan, Dulio?"

Dulio terlihat terkejut akan perkataan Naruto dan kemudian dia berkata "Ada yang memberikan misi untuk membunuh Arturia?"

Naruto juga sama kaget-nya dengan Dulio karena dia pikir Dulio yang memberikan misi untuk membunuh Asia karena Dulio adalah atasan para Exorcist di Vatikan "Bukan kau yang berniat membunuh Arturia dan memberikan misi pada salah satu Exorcist untuk melakukan pekerjaan kotormu?"

"Apa kau gila!" Balas Dulio dan kemudian dia melanjutkan "Aku sudah menganggap Arturia dan kedua adiknya sebagai putra-putriku sendiri… Jadi mana mungkin aku yang memberikan misi untuk membunuh Arturia, Naruto?"

'Dia sepertinya tidak berbohong, aku bahkan tidak merasakan hawa negatif dari Dulio itu berarti Dulio tidak ikut campur dalam masalah ini…' Batin Naruto yang sedang dalam pose berfikir dan kemudian dia melanjutkan 'Kalau bukan Dulio, lalu siapa? Apakah Griselda yang memberikan misi itu?'

"Kau mendengarkanku kan Naruto?" Tanya Dulio yang mencoba menyadarkan Naruto dari lamunan-nya.

"Iya, aku mendengarmu Dulio." Jawab Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Aku hanya bingung akan siapa yang memberikan misi untuk membunuh Arturia dan juga putriku Asia. Tapi Dulio, kalau bukan kau yang melakukannya… Mungkinkah yang memberikan misi itu adalah Griselda."

"Aku tidak yakin Griselda tega melakukan itu meskipun anak angkatnya, Xenovia ada masalah dengan putrimu, Naruto." Jawab Dulio.

"Kalau begitu aku pergi dulu, Dulio…" Ucap Naruto yang sudah membalikkan badannya tapi dia dihentikan oleh pedang milik Naruto yang Dulio arahkan ke samping leher Naruto.

"Kau ingin pergi secepat itu Naruto?" Tanya Dulio dengan nada dingin dan kemudian dia melanjutkan "Sebelum kau pergi, hadapi aku dulu… Jadi aku yakin kau memang pantas dan sanggup untuk melindungi putri angkatku."

"Sepertinya memang tidak ada cara lain, huh…" Balas Naruto.

Blaaaassstttt

Dulio pun terlempar sedikit ke belakang karena ledakan dari tekanan chakra Naruto sampai-sampai tanah tempat Naruto berpijak retak. Melihat Naruto mengeluarkan pedangnya melalui scroll miliknya, dia pun melesat dengan kecepatan tinggi ke arah Naruto dan menyeran-nya secara bertubi-tubi meskipun Naruto bisa mengimbangi dan juga menahan serangan Dulio. Setelah beberapa lama, Naruto dan Dulio pun menjauh dan mereka pun mulai menganalisa kekuatan musuh mereka masing-masing.

'Naruto… Untuk seorang manusia biasa yang tidak mempunyai Sacred Gear sepertiku, dia cukup cepat juga.'

'Dulio cukup cepat juga walaupun dia bukan Shinobi sepertiku tapi kecepatannya masih sedikit di bawahku saat aku menggunakan Bijuu Mode, Sasuke dan Kaguya.'

Naruto kemudian merasa tubuhnya membeku dan dia pun membatin 'Si-Sial, dia sudah mulai menggunakan kartu AS miliknya. Sacred Gear miliknya yang termasuk dalam Thirteenth Longinus, [Zenith Tempest]'

Melihat Naruto membeku sepenuhnya, Dulio pun terlihat kecewa dan dia pun berkata "Huh, kau sudah selesai ternyata Naruto. Aku berharap banyak padamu kau tahu."

Saat Dulio berniat membatalkan tekniknya, dia pun dibuat terkejut saat melihat es yang dia buat untuk membekukan Naruto tiba-tiba meleleh dan berhasil membuat Naruto lolos dari tekniknya "Jangan kira aku akan kalah semudah itu hanya karena kau sudah menggunakan [Zenith Tempest], Dulio."

'Mustahil! Dia bisa melelehkan es yang kubuat dengan [Zenith Tempest].' Batin Dulio dan kemudian dia melanjutkan 'Apa benar dia adalah manusia biasa? Atau dia diam-diam mempunyai Sacred Gear tanpa orang lain termasuk Arturia sadari.'

Melihat keterkejutan musuhnya, Naruto pun mengucapkan terima kasih dalam-dalam pada makhluk gorilla berekor empat yang pernah menjadi partnernya yaitu Son Goku 'Terima kasih atas chakra pemberianmu, Son."

'Sama-sama, Naruto…'

Melihat itu, Dulio melakukan serangan jarak jauh dengan Sacred Gear-nya tapi Naruto berhasil menghindari-nya dengan lincah 'Menghindari serangan-serangan elemental Dulio dari Sacred Gear-nya lebih mudah daripada menghindari hujan duri milik Juubi apalagi serangan Tomogoroshi no Haikatsu milik Kaguya.'

Melihat Naruto semakin dekat, Dulio pun mendecih dan membatin 'Aku tidak punya pilihan lain.'

"Speranza Bolla di Sapone!"

Dulio pun membentuk lingkaran di tangannya dan dari lingkaran itu keluarlah gelembung besar dan kemudian meledak menjadi gelembung-gelembung kecil dan itu membuat Naruto menaikkan alisnya 'Gelembung, huh… Sungguh itu membuatku kecewa, Dulio. Setidaknya teknik gelembung Utakata lebih berbahaya dari teknikmu.

Tapi saat Naruto tidak sengaja menyentuh gelembung itu, dia pun melihat momen-momen penting dalam hidupnya bukan hanya senang tapi juga sedih apalagi saat melihat kematian Neji yang membuatnya jatuh terduduk dan dia pun berteriak "Tidakkkk! Nejiii!"

'Kenapa dengan Naruto dan siapa itu Neji?' Batin Dulio tapi saat melihat keadaan musuhnya, dia pun menyeringai dan berkata 'Ini kesempatanku…'

Dulio pun melesat sekaligus menyerang Naruto tapi Naruto sadar dari teknik Dulio di detik-detik terakhir dan berhasil mem-block serangan Dulio "Kau tidak bisa dimaafkan Dulio, teknik kurang ajar-mu itu telah mengingatkanku akan pengorbanan temanku dulu. Kalau tidak ada dia, mungkin aku sudah mati dan aku tidak akan mungkin bertemu dengan Arturia dan juga Asia dan Menma."

Tangan kanan Naruto pun melepaskan pegangan tangannya pada pedangnya tapi walaupun begitu Dulio masih tidak bisa menembus pertahanan dari pedang Naruto. Dulio pun melihat tangan kanan Naruto mengeluarkan semacam bola berwarna biru kecil yang kemudian membesar ke ukuran sedang dan membuat dia membatin 'Benda apa itu? Apakah Naruto itu bisa melakukan sihir sama seperti Shirou dan Arturia…'

"Rasengan!"

Craaaasssshhhh

"Gaaaaaaahhhhhhhh!"

Dulio pun serasa perutnya dibor dengan paksa dan diputar-putar dan dia pun menabrak sebuah pohon dengan keras. Melihat itu Naruto pun langsung menghampiri Dulio dan berkata "Kau tidak apa-apa kan Dulio?"

"Aku tidak apa-apa, ugh…" Jawab Dulio yang masih memegang perutnya yang masih terasa sakit atas serangan Rasengan milik Naruto.

Dengan sigap, Naruto pun menggunakan Medic Ninjutsu yang dia pelajari saat dia melihat Sakura berlatih secara diam-diam pada Dulio "Nah, aku sudah mengobati luka-mu Dulio. Apa kau sudah baikan?"

"Ya begitulah, terimakasih atas bantuanmu Naruto." Jawab Dulio, kemudian dia melihat Naruto dan berkata "Naruto, apa kau seorang manusia biasa atau kau manusia biasa pengguna Sacred Gear?"

"Apa maksudmu berkata seperti itu Dulio?" Tanya Naruto yang terlihat panik akan pertanyaan Dulio. Memang Arturia, Shirou, Rin, para Bijuu, rekan-rekannya di Kyoto dan juga seluruh keluarganya juga Asia dan Menma mengetahui rahasia Naruto sebagai seorang Shinobi... Tapi Naruto tidak pernah memberitahu siapapun selain mereka atas identitas-nya sebagai seorang Shinobi, termasuk Dulio dan Griselda.

"Kau bisa melelehkan es yang membekukanmu dan serangan tadi itu, aku tidak yakin seorang manusia biasa terutama manusia biasa tanpa Sacred Gear akan bisa melakukan hal seperti itu." Jawab Dulio dan kemudian dia melanjutkan "Apa kau bisa menggunakan sihir seperti Shirou dan Arturia? Apakah kau seorang penyihir?"

"Aku bukan seorang penyihir…" Jawab Naruto yang mulai berjalan menjauhi Dulio dan dia pun berkata "Aku hanyalah seorang pria yang berjalan di balik bayangan malam dan beraksi di balik layar. Aku hanyalah seorang Shinobi, ingat itu baik-baik Dulio."

'Shinobi, huh…' Batin Dulio yang melihat Naruto pergi menggunakan Sunshin dan kemudian dia mengepalkan tangannya dan membatin 'Pertama Asia diusir dari Vatikan, kemudian Shirou dan Rin dipecat tidak jelas tanpa tahu alasannya, lalu ada yang memberi misi untuk membunuh Arturia dan Asia. Sepertinya ada yang bergerak di balik layar dan mengakibatkan masalah-masalah ini. Oh ya, sepertinya aku tidak usah memberitahu pencurian Excalibur Ruler oleh Arthur pada Naruto dan Arturia. Aku tidak yakin Arturia akan menerima kabar ini dengan baik, terutama jika dia tahu kalau Arthur dan Le Fay merupakan anggota dari organisasi teroris, Khaos Brigade.

-To Be Continued-

AN: Sorry lama update bro dan sis… Ane sekarang kerja udah enggak bisa santai seperti dulu dan membuat waktu ane membuat fic dan update menjadi sedikit. Tapi saya harap kalian menyukai chapter 7 dari fic ini. Di chap ini sudah diperkenalkan karakter baru, Sachi Kirigaya aka Kuroyukihime yaitu putri dari Kazuto Kkirigaya/Kirito dan Asuna Yuuki. Kalau ada yang nanya bagaimana dengan Yui? Anda mungkin akan mendapat jawaban itu di salah satu chapter ini. Saya tidak akan memberitahukannya, hehehe.

Fiction progress:

Heroes From Another World: Masih bingung buat scene pertemuan Vali dan adiknya, Erina Lucifer yaitu OC character yang saya buat di fic itu dan jadi pair untuk Arthur Pendragon.

Jinchuuriki of Youkai Academy: Masih stuck sama scene Naruto and Bee vs para Jinchuuriki dan juga Naruto and Kurama vs para Jinchuuriki.

The Story of Four Overlord: Baru sampai scene reuni Issei dan Irina dan Yuuto akan bertarung dengan Issei karena Yuuto menyerang Irina yang mempunyai pecahan Excalibur, membuatnya membuka Balance Breaker untuk pertama kali-nya karena tekad-nya yang kuat untuk melindungi Irina

Shinobi and Assassins: Masih stuck di misi yang pertama Naruto yang cocok setelah pertama bertemu dengan Akame dan juga pelajaran untuk Akame bahwa para shinobi di Elemental Nations tidak selemah para manusia yang bukan pengguna Teigu di dimensi-nya.

Review:

Justian:

Sip.

Guest:

Ini udah update.

Deadly God:

Masih lama, Sasuke ketemu sama Naruto pas mau ending tepatnya Human Faction vs Gilgamesh.

Fahzi Luchifer:

Umur Naruto sekitar 34 tahun.

Ashalim:

Saber asli tapi AU jadi bukan servant kaya di canon Fate/Stay Night.

agungYAK123:

Naruto menguasai all element Ninjutsu, Taijutsu, Kenjutsu, Fuinjutsu dan Senjutsu. Kinjutsu cuma tahu Edo Tensei aja.

IzumiReina:

Abis Naruto fight vs Sirzech, Azazel, dan Michael.

threehexa:

Enggak juga sih, memang Naruto strong bahkan OP tapi lawan Great Red sama Trihexa… Naruto bukanlah apa-apa, kalau ada Sasuke mungkin bakal nambah persentase kemenangan Naruto ngelawan Great Red sama Trihexa tapi enggak seratus persen. Ya, Naruto bakal bekerja sama fraksi manusia dan bangsa Youkai mengingat Naruto mantan partner dan sahabat dari Kurama dan saudara-saudaranya. Iya, dan itu membuat Naruto langsung full power buat nyelametin anaknya.

Guest:

Ya, abis Asia diculik Raynare like canon. Tapi diculiknya licik sih, secara kalau Raynare melawan Asia dengan jujur… I doubt, she will win.

Shinn:

Enggak kayaknya, Shirou di fic ini udah pernah gunakan itu buat lawan Gil dan setelah itu dia sudah enggak bisa menggunakan Unlimited Blade Works itu.

Guest:

Jangan khawatir, pas Asia mati karena SG miliknya diambil. Nanti Naruto bakal revive Asia dengan segel Yang miliknya.

The Spirit of Wind:

Tentu saja… Fire Dragon Slaying, Ice-Make and Ice Devil Slaying Magic, Time Arc, Water Magic, Requip, sama Heavenly Body Magic bahkan meluluh lantahkan pasukan Fallen Angel di gereja tempat Asia disekap lebih banyak dari kerja sama Occult Research Club.

Otsutsuki Maelstrom:

Enggak ada kayaknya, special one disana cuma Asia, generasi baru mage Fairy Tail, Kuroyukihime sama Shirone tapi bakal ane tambah ke depannya nanti.

Guest:

Setelah Asia diculik sama Raynare…