Name: The Birth of Human Faction
Author: The World Arcana
Genre: Romance and Adventure
Rating: M
Disclaimer: Semua unsur anime dan game yang termasuk di fic saya ini adalah bukan milik saya.
Pair: Naruto Uzumaki x Arturia Pendragon, Natsu Dragneel x Lucy Heartfillia x Ultear Milkovich, Kazuto Kirigaya x Asuna Yuuki x Shino Asada, Tatsumi x Mine x Akame x Leone(Maybe), Erza Scarlet x Jellal Fernandez, Gray Fullbuster x Juvia Lockser, Asia Argento x Siegrain Fernandez(OC), Storm Fullbuster(OC) x Luna Layla Dragneel(OC), Igneel Zeref Dragneel(OC) x Sachi Kirigaya/Kuroyukihime x Sylvia Fullbuster, Sasuke Uchiha x Sakura Haruno, Invel Yura x Esdeath, Larcade Dragneel x Dimaria Yesta, Zeref Dragneel x Mavis Vermillion, etc.
Chapter 9: Human Faction Project
Gadis Fallen Angel itu pun menatap orang yang telah berani menghalangi tugasnya untuk membunuh Issei Hyoudou dengan remeh. Tentu dia merasakan sebuah perasaan tidak enak saat melihat tatapannya tapi dia enyahkan ketakutannya itu karena dia menyadari sesuatu, pria yang menghalanginya itu adalah manusia sama seperti Issei. Tidak mungkin dia akan kalah dari makhluk inferior yang ada di depannya itu.
"Berdansa, pfffttt... HAHAHAHA!!!" Teriak gadis Fallen Angel tersebut dan kemudian dia memunculkan sebuah tombak cahaya dari ketiadaan yang merupakan senjata utama dari ras-nya yaitu [Light Spear] "Kau itu hanyalah manusia, sama seperti bocah naif dibelakangmu itu. Kau pikir kau bisa mengalahkanku?"
Melihat Kazuto terdiam, dia pun bersiap untuk melempar [Light Spear] miliknya untuk membunuh Kazuto dan lalu kemudian setelah Kazuto mati dia akan melanjutkan tugasnya untuk membunuh Issei "Kau memang tampan, Kazuto Kirigaya. Tapi maaf, aku harus membunuhmu karena aku tidak bisa membiarkanmu untuk menghentikan pemuda di belakangmu itu. Selamat tinggal..."
Wuussshhhh
Traaaannnnkk
'A-Apa...'
Gadis Fallen Angel itu pun terkejut saat Kazuto mementalkan [Light Spear] miliknya dengan mudahnya memakai salah satu pedangnya yang berwarna hitam.
"Hanya itu? Kau pasti bercanda, malaikat jatuh."
Gadis Fallen Angel itu pun kemudian dibuat terkejut kembali oleh Kazuto yang muncul dengan cepat di depannya yang saat ini sedang berada di udara.
"Apa yang akan terjadi jika kau kehilangan salah satu sayapmu, gagak?"
Slaaaassshhh
"Aaaarrrggghhhh!!!"
"Kau akan jatuh..." Ucap Kirito yang melihat gadis Fallen Angel itu terjatuh karena tidak bisa menahan dirinya di udara karena kehilangan salah satu sayapnya. Kemudian dia pun mendarat dengan sempurna di permukaan tanah dan segera mengacungkan pedangnya yang bernama Elucidator ke leher gadis Fallen Angel tersebut "Siapa namamu?"
"Raynare..."
"Baiklah Raynare, hentikan perbuatanmu ini atau kau akan kehilangan sesuatu yang lebih berharga dari sayapmu yaitu nyawamu."
Traaaaannnkk
Tapi Raynare malah membuat sebuah [Light Spear] dari ketiadaan dan langsung dia gunakan untuk menyerang Kazuto dengan cara menusuk dadanya tapi dia masih bisa menahannya "Kau tidak bisa membunuhku manusia, kalian itu hanyalah makhluk inferior dibandingkan dengan ras kami."
Kazuto hanya mendesah saat melihat raut kesombongan dari wajah Raynare tapi kemudian dia langsung mendorong Raynare yang masih mengadu [Light Spear] miliknya dengan Elucidator dengan sedikit kekuatannya dan membuat dia terpental dan terjatuh "Ini adalah akhirmu Raynare. Matilah!!!"
Traaannnkkk
Kirito terpaksa harus menangkis sebuah [Light Spear] dari seseorang malaikat jatuh bergender laki-laki dengan jas berwarna hitam dan memakai topi fedora "Yare, yare... Aku tidak menyangka akan bertemu dengan The Black Swordsman di tempat seperti ini. Kau sungguh tidak beruntung, Raynare."
"Aku tidak menyangka kalau aku akan sepopuler itu di populasi ras kalian, Fallen Angel." Balas Kirito dengan nada sarkastik dan kemudian dia mengeluarkan pedangnya yang lain yang bernama Dark Repulser "Jadi mau apa kau disini? Menyelamatkan rekanmu atau melawanku disini."
"Penawaran keduamu membuatku tertarik, Kirigaya Kazuto-san tapi tidak. Aku masih belum cukup kuat dan aku masih sayang dengan nyawaku apalagi kau sudah mengeluarkan pedang keduamu itu tandanya bahwa kau sudah serius." Ucap malaikat jatuh itu dan kemudian dia pun membantu Raynare dan dia pun menatap Kazuto dengan tajam "Tapi setelah aku lebih kuat daripada ini, aku akan memenggal kepalamu dan memberikannya pada Kokabiel-sama. Ingat itu baik-baik, Kirigaya Kazuto atau yang biasa dipanggil Kirito... The Black Swordsman."
"Terserah kau saja..." Ucap Kirito saat dia melihat malaikat jatuh itu membawa Raynare menjauh dari dirinya dan Issei. Kemudian dia menepuk pundak Issei dan berkata "Kau tidak apa-apa nak?"
"Aku tidak apa-apa." Jawab Issei meskipun Kazuto tahu dia sedang berbohong karena dia melihat tubuh Issei bergetar tanda dia sedang ketakutan, Kazuto tidak bisa menyalahkan Issei tentang itu. Hampir dibunuh oleh seseorang dan dia sendiri juga tidak tahu menahu kesalahan apa yang dia perbuat pasti akan membuat seseorang mengalami trauma. Issei kemudian berhasil memberanikan dirinya dan berkata "Kirigaya-san, bisa kau jelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Makhluk seperti apa mereka berdua itu sebenarnya dan apa maksud mereka berdua ingin membunuhku? Seingatku aku tidak melakukan kesalahan apapun pada mereka."
"Aku akan menjelaskan semuanya di rumahmu dengan kedua orang tuamu." Jawab Kazuto kemudian dia melanjutkan "Dan oh ya, buang juga kertas yang ada di tangan kirimu itu."
"Maksudmu ini..." Ucap Issei yang sudah memperlihatkan sebuah kertas selebaran dan Kazuto pun memberikan tanggapan dengan sebuah anggukan kepala "Aku juga mau membuang kertas ini dari tadi tapi aku terlalu sibuk menelpon pacarku."
Setelah Issei membuang kertas selebaran itu, Kazuto pun menatap Issei "Silahkan bimbing aku ke rumahmu, nak. Aku akan menjelaskan semuanya kepadamu dan kedua orang tuamu. Tapi kau harus tahu satu hal, selama kau masih bersekolah dan menetap di Kuoh... Hidupmu tidak akan aman."
Setelah Kazuto pergi bersama dengan Issei... Terlihatlah dua orang gadis tidak jauh dari tempat Kazuto dan Issei berbicara tadi. Yang satu merupakan gadis berambut merah panjang dengan tubuh seksi dan dada berukuran besar sedangkan yang satu lagi gadis yang juga sama-sama memiliki dada berukuran besar bedanya rambut dia berwarna hitam yang diikat dengan pita berwarna jingga. Keduanya juga memakai seragam Kuoh Academy... Tanda mereka merupakan siswi dari sana.
"Ara, ara sepertinya rencanamu gagal buchou."
"Sepertinya begitu Akeno." Balas sang gadis berambut merah kepada rekannya yang bernama Akeno itu "Tapi aku masih penasaran dengan pria tadi, Kazuto Kirigaya. Kalau tidak salah aku pernah mendengar julukannya di Underworld."
"Mungkin Lucifer-sama atau ayahmu mengetahui sesuatu dengan dia, Rias." Ucap gadis bernama Akeno itu, kemudian dia tersenyum dan berkata "Tapi harus aku akui, dia itu lumayan tampan ufufufu..."
"Dasar kau ini, Akeno..."
Kembali dengan Kazuto dan Issei... Mereka saat ini sedang berada di ruang makan di dalam rumah keluarga Hyoudou. Kazuto pun menjelaskan pada Issei dan kedua orang tua Issei tentang semuanya yang dia tahu. Kemudian ayah dari Issei menatap Kazuto dan berkata padanya.
"Apa kau yakin akan apa yang kau katakan ini, Kirigaya-san? Maksudku yang benar saja... Malaikat jatuh dan iblis ada di kota ini dan kau bilang putraku mempunyai kekuatan yang membuatnya diincar oleh para malaikat jatuh."
"Sayangnya itu benar, tuan Hyoudou." Jawab Kazuto dan kemudian dia melanjutkan "Putramu disini mempunyai sesuatu yang membuat fraksi malaikat jatuh dan iblis mengincarnya."
"Apa itu?"
"Sacred Gear, benda pemberian Tuhan pada manusia terpilih sejak lahir dan sialnya Issei mempunyai Sacred Gear yang termasuk dalam Thirteenth Longinus yang rumornya bisa membunuh dewa sekalipun. Itu yang membuat putramu diincar, nyonya Hyoudou. Fraksi malaikat jatuh menginginkan kematian putramu karena mereka takut Issei akan menjadi ancaman bagi ras mereka dan fraksi iblis ingin menjadikan Issei sebagai budaknya dan siapapun yang menjadi tuan atau King dari Issei akan mempunyai kendali penuh atas Issei yang notabene-nya merupakan Longinus User."
Mendengar perkataan Kazuto... Kedua orang tua Issei pun shock dan Issei pun berkata "Apa kau benar-benar yakin akan klaim darimu ini Kirigaya-san? Maksudku aku hanyalah pemuda biasa dengan tampang dan kecerdasan biasa-biasa saja dan lagipula kalau hal yang aku dengar dari gadis bernama Raynare itu serta hal yang kau katakan tentang Sacred Gear itu benar kenapa mereka mengincarku? Bukannya mereka harusnya takut jika aku benar-benar mempunyai Sacred Gear yang termasuk dalam Thirteenth Longinus seperti yang aku dengar darimu dan gadis bernama Raynare itu."
"Jika kau sudah cukup kuat mungkin mereka memang akan takut menghadapi atau mencoba membunuhmu tapi situasinya berbeda. Kau itu belum membangkitkan Sacred Gear milikmu itu dan kekuatan tubuhmu masih dalam level rendah, saat ini kau hanyalah santapan empuk bagi kaum malaikat jatuh dan iblis."
"Jadi apa yang harus kami berdua lakukan? Aku tidak ingin putraku mati. Dia masih punya masa depan yang panjang."
'Okaa-san...'
"Kau harus keluar dan menjauh dari Kuoh Academy."
"Tapi kenapa?"
"Karena disana merupakan base dari dua High-Class Devil."
"Siapa?"
"Kau tahu siapa mereka, Issei Hyoudou. Mereka adalah Rias Gremory dari keluarga Gremory dan Souna Shitori yang bernama asli Sona Sitri dari klan Sitri."
"Rias-senpai dan ketua OSIS adalah iblis?"
"Ya, dan mereka juga datang dari keluarga dengan posisi tinggi karena dari keluarga itu terdapat dua Maou yang merupakan pemimpin tertinggi bangsa iblis. Sirzech Lucifer yang dulu lebih dikenal sebagai Sirzech Gremory, kakak dari Rias Gremory dan juga Serafall Leviathan atau Serafall Sitri, kakak dari Sona."
Issei pun dilema setelah mendengar informasi dari Kazuto ini. Karena walaupun tahu hidupnya saat ini sedang dalam bahaya tapi dia tidak bisa meninggalkan teman-temannya. Dia khawatir akan keselamatan sahabat-sahabatnya yang bernama Matsuda, Motohama, Kiryuu dan yang lainnya.
"Hei, Kirigaya-san... Bisa aku tanya sesuatu padamu?"
"Apa itu Issei?"
"Jika aku keluar dari Kuoh Academy, apakah teman-temanku akan baik-baik saja?"
"Ya, mereka akan baik-baik saja selama mereka itu manusia biasa yang tidak mempunyai Sacred Gear yang akan menarik perhatian mereka."
"Baiklah kalau begitu, aku akan keluar dari Kuoh Academy dan menjauh dari dua iblis betina tersebut."
"Issei, apa kau yakin dengan keputusanmu ini nak?"
"Aku sangat yakin okaa-san." Jawab Issei dengan mantap dan kemudian dia melanjutkan "Pada awalnya aku ragu karena aku takut semua sahabatku disana akan terkena bujuk rayu dua iblis itu dan mengorbankan kemanusiaan mereka tapi setelah aku mendengar jawaban Kirigaya-san, aku jadi mantap untuk memilih ini. Karena aku tahu mereka akan baik-baik saja."
"Hmm, jadi putraku sudah memutuskan untuk keluar dari Kuoh Academy. Jadi apa rencanamu selanjutnya, Kirigaya-san?"
"Putramu akan aku daftarkan di akademi yang dibentuk oleh istri dari kenalanku namanya Vermillion Academy, dia akan aman disana." Jawab Kazuto dan kemudian dia melanjutkan "Dan soal Sacred Gear-mu, aku akan melatihmu sampai kau membangkitkannya dan cukup kuat untuk bertahan hidup di dunia yang bukan kita saja manusia yang tinggal disini tapi ada syaratnya."
"Apa itu?"
"Lindungi putriku yang juga bersekolah disitu jika kau sudah cukup kuat untuk memakai Sacred Gear-mu nanti, namanya Sachi Kirigaya tapi aku, istriku dan teman-temanku lebih suka memanggilnya Kuroyukihime."
"Baiklah aku bersedia, karena aku ingin menjadi kuat untuk melindungi orang-orang yang aku sayangi." Ucap Issei dan kemudian dia membatin sambil memikirkan gadis cantik berambut jingga twin-tail 'Dan itu termasuk kau juga, Irina-chan."
Kazuto pun mendapatkan panggilan dari istrinya yang bernama Asuna dan setelah berbicara beberapa menit dengannya, Kazuto pun menutup ponselnya dan berkata "Kalau begitu aku pulang dulu, tuan Hyoudou, nyonya Hyoudou. Istriku tadi bilang putriku terkena masalah di sekolahnya jadi aku harus pulang lebih awal."
"Baiklah kalau begitu, terima kasih atas bantuanmu yang telah menolong putraku Kirigaya-san."
"Itu bukan masalah, nyonya Hyoudou." Balas Kazuto dan kemudian dia melanjutkan dengan nada pelan tapi dingin "Aku hanya tidak ingin ada lagi manusia yang mati karena seseorang mengganggap bahwa kaum kita berbahaya dan memperbudak kita karena dia mengira ras kita inferior jika dibandingkan dengan ras mereka."
-Keesokan harinya-
Saat ini mantan pahlawan Perang Dunia Shinobi ke-4, Naruto Uzumaki dan istrinya yang merupakan Ex-Exorcist, Arturia Pendragon juga putrinya yang bernama Asia Uzumaki-Pendragon sedang berada di ruangan Mavis Vermillion, kepala sekolah di Vermillion Academy dan juga istri dari sahabatnya, Zeref Dragneel. Mereka bertiga tidak sendiri, disana juga terdapat wanita muda berambut merah yang entah kenapa Naruto merasakan sesuatu yang familiar dari-nya dan juga pria berambut biru spiky, nama mereka adalah Erza Scarlet dan Jellal Fernandez dan mereka juga datang dengan putrinya yang bernama Rosemary Fernandez yang kelihatannya merupakan teman dekat putrinya. Melihat itu, Naruto pun tersenyum karena putrinya berhasil mendapatkan teman baru menggantikan teman lamanya Xenovia yang mencampakkannya setelah insiden di Vatikan. Setelah itu ada pria berambut hitam spiky dengan wanita berambut jingga, mereka berdua adalah Kazuto Kirigaya dan Asuna Yuuki kedua orang tua dari Sachi Kirigaya aka Kuroyukihime dan terakhir adalah pria berambut pink spiky dan wanita berambut raven panjang, mereka adalah Natsu Dragneel dan Ultear Dragneel dengan putranya yang bernama Igneel Zeref Dragneel.
"Jadi apa kalian tahu tujuanku memanggil kalian semua kesini?"
"Uhh, tidak..."
Mendengar jawaban Naruto itu, istrinya pun mendesah dan dia pun berkata "Naruto-kun kita dipanggil kesini karena Mavis-san bilang putri kita berkelahi dengan putri dari Erza-san dan Jellal-san yang bernama Rosemary dan putri dari Kazuto-san dan Asuna-san yang bernama Sachi."
"Kami bertiga tidak berkelahi, kaa-chan. Kita cuma sparring..." Ucap Asia dan dia pun menoleh pada Rosemary dan berkata "Benar kan, Rosie?"
Twwwiiitttcchhh
Alis Rosemary terlihat berkedut karena kesal dengan panggilan dari Asia itu tapi dia hentikan amarahnya itu dan berkata "Kau benar, Asia-chan."
"Kalian bilang sparring tapi dilihat dari kondisi Training Room untuk klub kendo, aku tahu kalian memakai kekuatan kalian untuk bertarung ya kan?"
"Rosemary, kau menggunakan Requip pada temanmu? Itu berbahaya kau tahu kan?"
Rosemary pun terdiam dan menundukkan kepalanya saat dirinya dimarahi oleh sang ibu, tapi kemudian Asia yang kasihan melihat sahabatnya yang terkena amarah dari sang ibu pun berkata "Maaf bibi, tapi ini juga merupakan salahku juga. Kalau saja aku tidak menggunakan kekuatanku yang disebut Chakra, maka Rosie juga tidak akan menggunakan teknik Enchant dan Requip miliknya."
'Chakra... Sepertinya aku pernah mendengarnya?'
Kali ini Naruto dan Arturia yang shock saat mendengar perkataan putrinya dan kemudian Naruto pun berkata "Asia-chan, kau tahu kan kalau aku mengajarkan Ninjutsu padamu itu untuk melindungi keluarga, rekan dan orang yang kau sayangi bukan untuk melukai mereka bukan?"
"Aku tahu itu tou-chan..." Jawab Asia dan kemudian dia melanjutkan "Tapi tidak adil jika aku tidak mengeluarkan seluruh kekuatanku sedangkan Rosie dan Kuroyukihime-chan bertarung dengan seluruh kekuatan mereka. Bahkan Kuroyukihime-chan pun memakai Balance Breaker meskipun tahu dia belum bisa mengendalikannya itu karena dia mengakuiku dan Rosie sebagai lawan yang tangguh sama sepertiku mengganggap Rosie dan Kuroyukihime-chan sebagai lawan yang tangguh."
Kazuto dan Asuna terkejut saat mendengar putri mereka menggunakan kekuatan Balance Breaker dari Sacred Gear-nya yang bernama [Black Lotus, kemudian Asuna pun menatap Asia dan Rosemary "Maaf, boleh aku tahu siapa yang berhasil mengembalikan putriku seperti semula saat dia dikendalikan oleh Balance Breaker miliknya? Biasanya kalau dia seperti itu maka dia akan sulit untuk dibuat kembali seperti semula bahkan dengan cara paksa sekalipun."
Mendengar itu, wajah Igneel dan Kuroyukihime pun memerah dan itu membuat Kazuto, Asuna, Natsu dan Ultear bingung tapi beda dengan Rosemary yang menyeringai evil saat melihat ekspresi mereka tapi baru dia ingin mengucapkan sesuatu, tubuh dia pun membeku sempurna membuat Ultear sang ibu dari Igneel pun menatap putranya yang merupakan biang keladi dari pembekuan Rosemary "Igneel-kun batalkan sihirmu sekarang juga..."
"Aku tidak bisa kaa-chan, dia akan membocorkan hal itu nanti."
"Apa maksudmu dengan hal itu? Kau tahu kalau Asuna-san itu menanyakan kenapa putrinya bisa lepas dari pengaruh Balance Breaker dari Sacred Gear miliknya kenapa reaksimu seperti itu?" Tanya Ultear pada putranya kemudian dia melanjutkan "Dan saat Asuna-san menyingkut soal hal tersebut wajahmu dan putri dari Kazuto memerah tadi. Apa benar-benar tidak ada yang terjadi di antara kalian?"
"Te-Tentu saja tidak." Jawab Igneel yang berbohong saat melihat tatapan Kazuto, Asuna, Natsu dan Ultear padanya.
"Ehem, bisa kita sampai ke pokok permasalahan kenapa kita semua dipanggil kesini." Ucap Naruto dengan tatapan serius "Aku tidak tahu pasti tapi entah kenapa aku yakin kau memanggil kami kesini karena kekuatan anak-anak kami kan, Mavis-san?"
"Kau benar Naruto-san..." Ucap Mavis kemudian dia melanjutkan "Aku memanggil kalian semua kesini untuk memberitahu walaupun putra-putrimu serta keponakanku mempunyai sebuah kemampuan khusus entah itu Magic, Chakra, ataupun Sacred Gear... Tapi tidak semua murid disini seperti itu. Banyak murid yang tidak mempunyai kemampuan apa-apa, jadi..."
"Kau tidak perlu mengatakan apapun lagi, bibi Mavis." Potong Igneel dan kemudian dia melanjutkan "Aku tahu kau ingin kami tidak memperlihatkan kekuatan kami dan bersikap low profile pada murid-murid yang lain kan?"
"Kau benar Igneel-kun, seperti yang diharapkan dari keponakan laki-lakiku yang satu ini." Ucap Mavis dan kemudian dia tersenyum dan membuat wajah Igneel memerah karena pujian bibinya, meskipun pikirannya juga beralih ke keponakan perempuannya yang merupakan kakak dari Igneel yaitu Luna Layla Dragneel yang merupakan putri dari Natsu dan Lucy 'Tidak seperti kakakmu yang begitu saja membocorkan rahasianya pada Asia-san yang notabene-nya murid baru dari akademi buatanku, beruntungnya dia juga mempunyai kekuatan seperti kalian meskipun berbeda. Kau ini membuat bibimu ini pusing saja, Luna.'
"Itu tidak masalah, kami bisa kok jika kau meminta kami untuk menyembunyikan kekuatan kami Headmaster." Ucap Asia dan kemudian dia pun menatap Rosemary yang telah kembali seperti semula dengan bantuan Natsu dan dia pun saat ini sedang menatap Igneel dengan tajam karena perbuatannya yang telah membekukannya barusan "Benar kan Rosie?"
"Iya kau benar, Asia-chan." Jawab Rosemary dan kemudian dia melanjutkan "Tapi ughh... Bisakah kau berhenti memanggilku Rosie?"
"Tapi namamu terlalu panjang, jadi aku menyingkatnya seperti kakakmu. Atau kau mau aku memanggilmu Mary-chan?"
"Panggil saja aku Rosemary, jangan Rosie dan juga jangan Mary-chan, please?"
Melihat tatapan memelas dari sahabatnya, Asia pun luluh dan dia pun berkata "Oke, Rosemary..."
Mereka semua pun tersenyum saat melihat interaksi Asia dan Rosemary, sedangkan Naruto dan Erza yang melihat interaksi antara putri mereka merasa hubungan antara sesama sahabat aja tapi hampir sampai ke level sepupu ataupun saudara. Kemudian lamunan mereka buyar saat mereka mendengar Mavis mulai membuka suaranya lagi "Jadi bagaimana denganmu, Sachi-san?"
"Seperti yang aku janjikan pada Dragneel-kun, Asia, Rosemary dan dua teman-nya itu... Aku akan merahasiakan tentang kekuatan mereka dan aku juga akan merahasiakan kekuatanku ini pada murid-murid yang lain."
"Jadi Mavis-san, masalah ini sudah selesai kan?"
"Ya, terima kasih atas bantuannya semuanya. Kalian semua bisa kembali ke rumah kalian masing-masing dan putra-putri kalian bisa kembali ke kelas masing-masing untuk meneruskan pelajaran." Jawab Mavis atas pertanyaan mereka, kemudian semua orang kecuali Kazuto keluar dari ruangan Mavis dan membuatnya berkata "Kau masih ada urusan denganku Kazuto-san?"
"Iya, Mavis-san." Jawab Kazuto yang memberikan berkas pada Mavis "Aku akan mendaftarkan seseorang kesini jika kau dan Zeref-san tidak keberatan."
"Siapa itu?"
"Issei Hyoudou... Pemuda mantan murid dari Kuoh Academy. Dia spesial karena dia memiliki Sacred Gear yang termasuk dalam Thirteenth Longinus. Kemarin aku melihatnya hampir dibunuh oleh seorang Fallen Angel karena kekuatannya yang belum bisa dia keluarkan itu. Dan sepertinya dua iblis penguasa yang berbasis di Kuoh Academy, Rias Gremory atau Sona Sitri juga ingin mengambil kesempatan ini. Jadi dia akan membiarkan Issei mati oleh malaikat jatuh itu dan lalu dia akan membangkitkan dia sebagai budaknya."
"Aku mengerti, kau mendaftarkan dia kesini untuk mengamankan dia dari makhluk supernatural kan?"
"Ya begitulah, lagipula aku sudah berjanji pada kedua orang tuanya untuk membuat putranya aman dari ancaman makhluk supernatural dan aku juga ingin membuatnya menjadi kuat." Jawab Kazuto kemudian dia melanjutkan "Lagipula, sudah lama aku tidak mempunyai murid setelah sekian lama aku melatih Kuroyukihime-chan."
"Kazuto-san, apa aku bisa tanya sesuatu?"
"Apa itu?"
"Bagaimana status proyek fraksi manusia yang akan kau buat?"
"Itu masih dalam proses, Mavis-san." Jawab Kazuto dan kemudian dia melanjutkan "Aku masih mencari seorang ketua yang bisa menyatukan semua orang dan dia cukup kuat untuk melawan ketiga ketua fraksi makhluk supernatural. Sirzech Lucifer yang merupakan pemimpin bangsa Devil, Azazel yang merupakan pemimpin bangsa Fallen Angel dan juga Michael yang merupakan pemimpin bangsa Angel."
Mendengar pernyataan Kazuto itu pandangan Mavis pun mengeras dan dia pun berkata "Apa kau berniat untuk berperang dengan mereka Kazuto-san?"
"Tidak juga..." Jawab Kazuto dan kemudian dia melanjutkan "Aku hanya ingin memperlihatkan pada mereka bahwa kita itu manusia bukanlah makhluk inferior yang bisa mereka lakukan seenaknya. Memang banyak manusia yang tidak punya kemampuan apa-apa tapi orang yang mempunyai kemampuan seperti kita akan melindungi mereka rekan-rekan kita sesama manusia dan makhluk supernatural yang meremehkan kita akan menyesal karena telah memperlakukan kita sebagai sampah. Kita akan mengambil kembali title kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling mulia dibandingkan ciptaan Tuhan yang lain seperti mereka."
Mendengar itu Mavis pun mendesah dan dia pun berkata "Baiklah, tapi ingat... Jika fraksi manusia sudah terbentuk dan kau sudah mendapatkan ketua yang kau maksud itu datanglah kepada kami. Alliance of Mildia akan senang hati menjadi relasi kalian, Kazuto-san."
"Terima kasih Mavis-san dan sampaikan salamku pada Zeref."
Setelah Kazuto keluar dari ruangan Mavis... Kejadian pun berpaling ke pahlawan berambut pirang kita yang tengah berlatih dan kemudian muncullah beberapa iblis liar yang muncul dan berniat menyerang tapi pahlawan kita yang bernama Naruto Uzumaki itu terlebih dahulu membelah semua tubuh mereka dengan pedangnya karena dia tidak menyadari Naruto telah memasang beberapa kunai dengan segel Hiraishin dan membuat Naruto bisa melakukan pembantaian masal pada mereka. Merasa puas dengan hasil latihannya, Naruto pun pergi ke rumahnya menggunakan Hiraishin no Jutsu tanpa menyadari ada sosok gadis cilik berambut hitam panjang dengan baju gothic lolita yang menyeringai sedari tadi dia mengawasi Naruto.
"Kau membuatku tertarik, Naruto Uzumaki." Ucap gadis itu dan kemudian dia melanjutkan "Aku akan mendapatkanmu dan bersama kita akan mengalahkan Baka-Red dan mengendalikan Dimensional Gap bersama ufufufu..."
-To Be Continued-
Review:
Deadly God:
Thanks udah ngerti bro.
Newotouto:
Soalnya disini Shirou udah gak prime lagi, dia strong cuma kalo lawan Sennin Mode Naruto pasti kalah kalau hanya bermodal pedang secara pertahanan Naruto saat Sennin Mode itu jadi lebih kuat, stik hitam Pain aja hancur. Dan juga disini Shirou udah gak bisa pake UBW abis menang melawan Gilgamesh in pre-story. Kalo soal pasangan ane akui ane terlalu buru-buru menjadikan mereka sebagai pasangan.
Guest:
Menjudge fic dan authornya sedangkan yang men-judge itu gak pernah bikin fic satupun dan gak pake akun resmi juga gak lucu.
Guest:
Gampang kok, tinggal pilih sign up nanti juga bisa daftar. Bisa pake email, FB atau twitter.
Firman597:
Sasuke datang pas fic ini mau tamat jadi masih lama.
