Name: The Birth of Human Faction

Author: The World Arcana

Genre: Romance and Adventure

Rating: M

Disclaimer: Semua unsur anime dan game yang termasuk di fic saya ini adalah bukan milik saya.

Pair: Naruto Uzumaki x Arturia Pendragon, Natsu Dragneel x Lucy Heartfillia x Ultear Milkovich, Kazuto Kirigaya x Asuna Yuuki x Shino Asada, Tatsumi x Mine x Akame x Leone(Maybe), Erza Scarlet x Jellal Fernandez, Gray Fullbuster x Juvia Lockser, Asia Argento x Siegrain Fernandez(OC), Storm Fullbuster(OC) x Luna Layla Dragneel(OC), Igneel Zeref Dragneel(OC) x Sachi Kirigaya/Kuroyukihimex Sylvia Fullbuster, Sasuke Uchiha x Sakura Haruno, Invel Yura x Esdeath, Larcade Dragneel x Dimaria Yesta, Zeref Dragneel x Mavis Vermillion, etc.

Chapter 10: A Problem Arise

-Unknown Place-

Di suatu tempat... Terdiri 6 orang yang terdiri dari 3 pria dan 3 wanita yang membicarakan seseorang yang tepatnya adalah putri dari seorang Ex-Exorcist dan Unknown Variables.

"Jadi sekarang pemegang dari [TwilightHealing] berada di Kuoh?"

"Begitulah, Kokabiel-sama."

Kemudian seorang pemuda dengan topi fedora menatap sosok bernama Kokabiel itu dan berkata "Tapi yang aku bingung kenapa dia tidak kesini setelah di usir oleh Vatikan, Kokabiel-sama?"

Tapi bukan Kokabiel yang menjawab tapi seorang berambut pirang bernama Freed "Dia itu bukanlah seorang yatim piatu tapi dia itu mempunyai sebuah keluarga. Jadi mana mungkin dia memilih tinggal disini jika dia merasa lebih aman bersama keluarganya sendiri, jenius?"

Jawaban Freed itu membuat Dohnaseek murka tapi kemudian dia melanjutkan "Keluarga, heh... Aku tinggal bunuh keluarga-nya dan lalu membawanya, mudah."

"Kau yakin bisa melakukannya?"

"Kau meremehkanku, Sellzen!!!"

"Aku bukan meremehkanmu tapi melawan manusia biasa tanpa Sacred Gear saja kau dan Raynare tidak bisa, apalagi melawan seorang manusia biasa yang memiliki kemampuan seperti monster dan keturunan klan Pendragon asli, sang pemilik resmi Caliburn dan Excalibur sebelum Excalibur pecah menjadi 7 bagian." Balas Freed dan kemudian dia melanjutkan "Aku memang percaya diri pada kemampuanku, Dohnaseek... Tapi aku juga tahu batasanku. Ayah dari gadis bernama Asia itu sangat kuat, lebih kuat dari Kokabiel-sama, Azazel-sama dan Baraqiel-sama."

"Kau pasti bercanda..."

"Aku tidak bercanda." Balas Freed dan kemudian dia melanjutkan "Kekuatan dia bisa saja melebihi Seraph Michael meskipun dia masih menahan diri setiap aku menjalankan misi dengan dia, istrinya dan dua rekannya."

"Kalau begitu, bagaimana cara kita mendapatkan [Twilight Healing] kalau dua orang-tuanya yang menjaganya sekuat apa yang dikatakan Ex-Exorcist itu, Kokabiel-sama?"

"Ayah dan ibunya memang kuat dan aku yakin Asia tidak selemah yang kalian kira. Tapi dia mempunyai sebuah kelemahan, yaitu adiknya." Ucap seseorang yang tiba-tiba saja masuk ke ruang pertemuan mereka tanpa izin.

"Iblis..." Ujar Freed yang menyadari bahwa tamu tidak diundang mereka adalah iblis dan dia pun mengarahkan Holy Sword miliknya pada iblis itu "Mau apa kau kemari? Apa kau ingin mati... Kalau begitu aku akan mengabulkan permintaanmu sekarang juga!!!"

"Dasar barbarian tidak tahu diuntung." Ucap iblis itu yang bisa menghindar dari serangan Freed "Aku berniat membantu kalian tapi ini bayaran dari kalian? Sungguh mengecewakan."

"Apa mau-mu kesini sebenarnya, Diadora Astaroth?" Tanya Kokabiel dengan tatapan menusuk pada iblis itu.

"Are, kau bisa mengenalku? Seperti yang diharapkan dari jendral malaikat jatuh." Balas Diadora yang seenaknya mengambil minuman dari salah satu malaikat jatuh disana dan membuatnya ditatap tajam oleh orang itu "Aku berniat membantumu mendapatkan [Twilight Healing, Kokabiel."

"Tapi bantuanmu inj tidaklah gratis kan, adik Maou Beelzebub?"

"Tentu saja tidak." Jawab Diadora kemudian dia melanjutkan "Aku menginginkan tubuh dia."

"Huh..."

"Setelah kau mengekstrak Sacred Gear itu dari Asia, otomatis dia akan mati kan?" Tanya Diadora yang dibalas oleh anggukan semua orang disana "Karena itulah aku menginginkan jasadnya, jadi aku bisa mereinkarnasikannya menjadi peerage-ku."

"Kau terlihat tertarik dengan Asia." Ucap Freed dan kemudian dia melanjutkan "Apa jangan-jangan kau adalah iblis yang dia sembuhkan dan juga penyebab beberapa suster gereja diusir oleh Vatikan?"

"Kalau iya terus kenapa? Iblis itu mempunyai sifat yang terdiri dari 7 dosa besar yang salah satu-nya adalah Greed yaitu ketamakan. Tidak usah kaget dengan hal itu, Ex-Exorcist. Aku tidak akan puas sampai seluruh peerage-ku terdiri dari suster-suster gereja yang fisik dan mentalnya hancur karena aku ufufufufu." Balas Diadora dan kemudian dia menatap Kokabiel dan berkata "Ingat perjanjian kita Kokabiel."

"Kita lihat saja nanti."

-Uzumaki-Pendragon Residence, Japan-

"Huft, huft, huft..."

"Kau sudah mencapai batasmu ya Asia-chan?" Tanya Naruto Uzumaki pada anaknya dan kemudian dia melanjutkan "Istirahatlah kalau kau sudah kelelahan Asia-chan."

"Aku masih sanggup tou-chan."

Sedangkan sang ibu yang melihatnya pun tersenyum dan membatin 'Mereka berdua itu... Sama-sama keras kepala saat berlatih.'

"Kaa-chan..."

"Ada apa Menma-kun?"

"Kenapa kau dan tou-chan tidak pernah melatihku? Aku kan ingin menjadi kuat seperti onee-chan."

Melihat putranya yang cemberut, Naruto pun menghampirinya dan berkata "Kenapa kau ingin sekali diajarkan bertarung, putraku?"

"Karena aku ingin melindungi tou-chan, kaa-chan dan onee-chan dengan kemampuanku." Jawab Menma dengan mantap.

Naruto pun memikirkan matang-magang keinginan anaknya dan kemudian dia berkata "Baiklah... Aku akan mengajarkanmu bertarung seperti kakakmu, Menma. Tapi kau harus berjanji sesuatu."

"Apa itu?"

"Jangan mengeluh karena menjadi kuat itu sulit dan membutuhkan banyak kerja keras."

"Aku mengerti..."

"Dan jangan gunakan kekuatan milikmu untuk kejahatan." Tambah Naruto dan melihat putra bungsunya mengangguk, dia pun berkata "Baiklah, pelajaran pertama. Chakra Control..."

"Eh!!! Sekarang juga, tou-chan?"

"Tentu saja." Jawab Naruto dan kemudian dia melanjutkan "Kapan lagi?"

"Tu-Tunggu dulu tou-chan. A-Aku belum siap."

"Tidak ada alasan..." Ucap Naruto yang mengangkat anaknya dan menaruhnya di bahunya.

"Kaa-chan!!! Onee-chan!!! To-Tolong aku!!!"

"Hihihihi..."

Mendengar tawa dari ibu dan kakaknya, Menma pun berteriak "Jangan tertawakan aku!!!"

-Alliance of Mildia Headquarter, Japan-

"Rosemary-chan, kau bilang ada seorang pengguna chakra di sekolahmu?" Tanya seseorang wanita berambut merah panjang dengan memakai topi dan attire seperti seorang sorcerer.

"Iya, dia sahabat baruku nenek. Namanya Asia, Asia Uzumaki-Pendragon." Balas Rosemary yang masih sibuk memakan kue tart stroberi miliknya.

'Uzumaki... Bukannya itu klan dari kekasih Minato-kun yang sebenarnya, kalau tidak salah Kushina namanya. Apa ayah atau ibu dari gadis bernama Asia ini adalah anak dari Minato-kun dan Kushina-san.' Batin nenek dari Rosemary yang bernama Eileen dan kemudian dia menggeleng-gelengkan kepalanya 'Hahaha, itu tidak mungkin. Mungkin itu cuma kebetulan saja. Mungkin hanya marga-nya saja yang sama. Kalau Minato-kun benar menikah dengan Kushina-san... Seharusnya dia berada di Elemental Nation, bukan disini. Tidak mungkin gadis bernama Asia itu adalah sepupu dari Siegrain-kun dan Rosemary-chan.'

"Kau sedang memikirkan apa nenek?" Tanya Rosemary.

"Ah, tidak apa-apa kok cucuku." Jawab Eileen.

-Time skip-

Setelah Naruto mengajarkan putranya hal-hal basic yang dia butuhkan untuk menjadi seorang Shinobi, Naruto pun pergi berbelanja bersama dengan istrinya yaitu Arturia... Saat dalam perjalan pulang ke rumahnya, Naruto tidak sengaja bertabrakan dengan seseorang dengan jubah bertudung merah dan membuat belanjaan orang itu jatuh ke tanah.

"Maaf, aku tidak sengaja. Sini aku bantu..."

Orang itu pun menggangguk dan setelah kantung belanjaannya di berikan oleh Naruto, dia pun mengambilnya dengan cepat dan berkata "Kalau begitu, aku pergi dulu paman..."

Setelah gadis itu pergi, Naruto pun menatap istrinya yang terlihat shock karena sesuatu dan itu membuatnya sedikit khawatir "Kau kenapa, Altria-chan?"

"Gadis itu..." Ucap Arturia yang menunjuk sosok orang yang ditabrak Naruto tadi yang saat ini sudah menghilang dalam kerumunan orang-orang "Aku tidak sengaja melihat wajah gadis itu meskipun tudung kepalanya menutupi sebagian wajahnya Naruto-kun."

"Tapi kenapa hanya karena melihat wajah gadis itu kau bisa syok seperti itu, Altria-chan?"

"Wajah gadis itu mirip sekali dengan Asia-chan, Naruto-kun." Balas Arturia dan itu pun membuat Naruto terkejut 'Dan suaranya juga benar-benar mirip dengan Asia-chan, sebenarnya siapa dia?'

-Unknown Place, Japan-

Seorang pemuda berambut kuning keemasan dengan memakai kemeja berwarna putih dan jas berwarna hitam menatap seorang memakai jubah bertudung berwarna merah dengan memegang kantung belanjaan.

"Kau kenapa? Kau terlihat pucat?"

"Aku barusan bertemu dengan mereka paman."

"Kau bertemu dengan mereka?" Tanya pemuda itu dan kemudian dia melanjutkan "Apa dia mengetahui identitasmu? Kalau benar, akan terjadi paradox karena kejadian ini."

"Mereka belum mengetahuinya tapi kaa-chan hampir melihat wajahku barusan."

"Baguslah..." Balas pria itu kemudian dia melanjutkan "Lain kali hati-hati, Mordred."

"Aku mengerti paman Arthur."

Gadis itu kemudian membuka tudungnya dan memperlihatkan wajah seorang gadis yang agak mirip dengan Asia, keponakan dari pria bernama Arthur ini tapi bedanya gadis ini berambut pendek dan matanya berwarna hijau seperti ibunda dari Asia yang merupakan saudari kembarnya, Arturia.

Kemudian gadis bernama Modred itu menangis dan mulai memeluk Arthur "Aku merindukan mereka paman. Otou-san, okaa-san..."

"Aku tahu..."

Arthur pun mulai membalas pelukan Mordred dan menenangkannya. Di timeline ini, dia memang bukanlah keponakannya dan juga Le Fay, si bungsu dari ketiga bersaudara keluarga Pendragon... Tapi tetap saja Mordred juga sama seperti Asia dan Menma yang sama-sama lahir dari rahim kakak kembarnya dari benih yang sama yaitu berasal dari kakak iparnya dan melihatnya sedih seperti ini juga membuatnya sedih.

Dia dan Le Fay menemukan Mordred setelah dia memboikot dari grup Hero Faction dari Khaos Brigade setelah pemimpin mereka Cao-Cao menolak membantu dia dan adiknya mengambil pecahan pedang Excalibur dari fraksi malaikat di Vatikan yang dipinjamkan leluhurnya yaitu King Arthur Pendragon, raja dari Britain. Dia merasa fraksi malaikat sudah tidak punya hak lagi atas pedang itu karena ego mereka pedang yang dipinjamkan oleh leluhur mereka untuk membantu pertarungan mereka dalam Great War pecah menjadi 7 bagian dalam perang dan mereka juga membiarkan anak buah mereka membuang keponakannya dan kakak kembarnya yang merupakan penjaga dari pedang Excalibur di Vatikan.

Kembali soal Mordred... Saat menemukannya, dia dalam kondisi mengkhawatirkan dan butuh waktu berminggu-minggu sampai dia sembuh total. Saat dia siuman dan menceritakan semua tentangnya pada dia dan Le Fay, mereka pun shock bukan main.

Menurut dia... Di dunianya, terjadi sesuatu yang sangat kacau. Ada seorang yang berakal gila dan membangkitkan eksistensi yang tidak kalah berbahayanya dari Great Red dan Ophis, Trihexa. Ketiga fraksi melawannya tapi mereka tidak ada apa-apanya dan satu persatu dari mereka pun tewas oleh Trihexa termasuk seseorang yang membangkitkannya. Sebuah fraksi baru yang terdiri dari manusia yang mempunyai kemampuan tidak biasa pun bersatu untuk mengalahkannya termasuk dia, kakaknya yaitu Arturia, Naruto dan Le Fay. Tapi itu bahkan masih belum cukup dan bahkan diaq dan Le Fay sekaligus sahabat kakak kembarnya Shirou dan Rin tewas di tangannya. Fraksi yang tinggal tersisa Arturia, Naruto dan putrinya pun memutuskan untuk mengirim putrinya ke masa lalu dan mencegah kebangkitan Trihexa tapi karena terbunuhnya Naruto dan Arturia... Mordred bukan terkirim ke masa lalu tapi sebuah masa yang dimana dia bukan terlahir dari Naruto dan Arturia melainkan sosok bernama Asia yang merupakan keponakannya yang mempunyai kemiripan dengan Mordred tapi bedanya kalau Asia mempunyai mata berwarna biru seperti ayahnya dan rambutnya juga panjang seperti gaya rambut kakaknya yang sekarang sedangkan Mordred mempunyai mata berwarna hijau seperti kakaknya dan rambutnya juga pendek seperti gaya rambut kakaknya dulu.

"Onii-chan!!! Apa yang kau lakukan pada Mordred? Kenapa dia bisa menangis begitu?" Tanya seorang gadis belia berambut pirang berombak dengan mata berwarna biru yang memakai baju ala penyihir "Aku tahu kalau dia itu bukan Asia dan juga Menma tapi dia tetap keponakanmu juga tahu."

"Hei, jangan asal menyalahkanku begitu Le Fay." Balas Arthur yang melepaskan pelukannya pada Mordred dan kemudian dia melanjutkan "Mordred menangis bukan karena aku tapi karena dia tadi bertemu kakak dan suaminya tadi membuatnya teringat masa lalu-nya."

"Oh..."

Mordred kemudian menghapus air matanya dan mendekatkan kantung belanjaan yang di belikannya pada bibinya "Oh ya, ini pesananmu bibi."

"Terima kasih Mordred." Balas Le Fay yang mengambil kantung belanjaan itu dari Mordred dan langsung menuju ke dapur.

"Mordred..."

"Hmm..."

"Apa perlu aku dan Le Fay menyelamatkan Asia?"

"Itu tidak perlu paman."

"A-Apa maksudmu?"

"Aku tahu kalau dimensiku dan dimensi ini berbeda tapi aku lumayan yakin kejadian yang sama akan terjadi."

"Kenapa kau bisa yakin begitu?"

"Karena aku juga mengalami hal yang sama, bahkan aku juga mati setelah [Twilight Healing] diambil dariku."

Arthur pun tersentak atas jawaban dari Mordred dan dia pun mulai mengerti kenapa Mordred tidak mempunyai [Twilight Healing] sama seperti Asia "Tapi kenapa kau masih hidup? Bukannya orang yang Sacred Gear-nya sudah diambil harusnya mati?"

"Aku juga kurang tahu." Jawab Mordred dan kemudian dia melanjutkan "Yang aku tahu, otou-san yang membuatku hidup kembali tapi aku tidak tahu apa yang dia lakukan padaku."

Mendengar itu Arthur pun agak terkejut mendengarkan kemampuan kakak iparnya itu 'Geez, sebenarnya kemampuan apa saja yang dimiliki kakak iparku itu sebenarnya?'

-Keesokan Harinya-

"Hei, Asia... Kau kenapa melamun, kau tidak apa-apa kan?"

Gadis yang dimaksud pun segera terbuyar dari lamunannya dan dia pun berkata "Ah, aku tidak apa-apa Rosemary. Hanya saja entah kenapa aku memiliki firasat yang tidak enak."

"Ehem, Asia-san, Rosemary-chan... Bisa kalian tidak berbincang-bincang dan fokus di kelas-ku?"

"Maaf, Lucy-sensei. Kami tidak akan melakukannya lagi." Balas Asia.

Sedangkan dengan Rosemary, dia pun mendengus dan berkata "Sigh, bibi Lucy ternyata galak juga saat sedang mengajar. Aku penasaran apa Igneel bisa tahan di kelas."

"Rosemary..."

"Maaf sensei, aku tidak akan mengulanginya lagi." Balas Rosemary yang ketakutan saat mendapatkan glare dari Lucy.

Sedangkan Igneel, melihat Rosemary dimarahi oleh ibu dari kakaknya itu pun membatin 'Dasar bodoh...'

"Sebenarnya aku ingin menghukummu untuk berdiri di depan kelas, Rosemary tapi karena aku sedang berbaik hati hari ini jadi aku tidak akan melakukannya karena aku akan memperkenalkan seorang murid baru hari ini."

"Murid baru..."

"Siapa dia?"

"Apa dia tampan / cantik?

"Apa dia sudah punya kekasih?"

"Diam!!!" Teriak Lucy yang menghela nafas dan mengutuk pelan kedua kakak iparnya yang seenaknya saja memberikan tugas menjadi guru di alademi yang dia ciptakan padahal mengurus anak perempuan satu-satunya dia dan Natsu saja sudah sulit karena sifat hiperaktif-nya apalagi mengurus anak-anak satu akademi "Silahkan masuk, murid baru."

Kemudian masuklah seorang pemuda tampan dengan rambut berwarna coklat dan berwarna mata coklat dan dia juga mengenakan seragam putih dengan lengan panjang dan juga celana panjang berwarna merah serta jangan lupa emblem Vermillion Academy yang berupa burung phoenix berwarna merah "Yo, perkenalkan... Namaku Issei Hyoudou tapi kalian bisa memanggilku Issei atau Ise, yoroshiku minna."

Selama pelajaran, Issei pun berhasil bersahabat dengan Asia, Rosemary, Igneel, Sylvia dan Roxanne. Dan kemudian setelah pelajaran usai, mereka pun istirahat bersama di kafetaria. Saat Issei duduk di bangkunya, seseorang pun menghampiri dia dan berteriak padanya.

"Apa yang sedang kau lakukan disini, kadal merah!!!"

"Ah, aku lupa kalau kau juga sekolah disini Sa-chan. Seperti yang kau lihat aku bersekolah disini sekarang." Balas Issei memberikan senyuman pada sosok yang berteriak padanya barusan.

"Ano, jadi kau mengenal Hyoudou-san ya Kuroyukihime-chan?"

"Ya, begitulah." Balas Kuroyukihime dengan memberikan glare pada Issei "Dia itu murid ayahku."

"Oh..."

Kemudian Kuroyukihime pun mengeluarkan sebuah kotak bento dan duduk di sebelah Igneel "Jadi, Dragneel-kun... Kau mau mencoba bento milikku?"

Mendengar itu, Sylvia pun menatap tajam Kuroyukihime dan bergumam 'Love Rival...'

Sedangkan dengan Igneel, dia pun membuka kotak bento milik Kuroyukihime dan dia pun berkata "Hmm... Aroma-nya terasa sekali, pasti enak. Apa bento ini buatanmu, Kuroyukihime-chan?"

Belum Kuroyukihime menjawab, Issei pun menjawab dengan isengnya "Itu bukan buatan dia, tapi buatan bibi Asuna. Kalau dia bisa memasak juga, levelnya belum sampai segitu."

Kuroyukihime pun menatap Issei dengan jengkel dan membuat yang lain mentertawakannya apalagi Sylvia yang paling puas melihat Kuroyukihime malu seperti itu tapi Igneel menepuk pundaknya dan berkata "Tidak usah dipikirkan Kuroyukihime-chan. Kalau kau terus berlatih dan bekerja keras, pasti masakanmu akan memiliki rasa yang sama bahkan lebih enak dari buatan ibumu."

"Arigatou, Dragneel-kun."

"Permisi, apa kami bertiga bisa bergabung?"

"Tentu saja Luna-senpai, lebih banyak lebih baik."

"Arigatou..."

Mereka semua pun menghabiskan waktu istirahat mereka dengan makan dan berbincang-bincang disana meskipun mereka tidak bisa membahas kekuatan mereka karena banyak siswa lain disana.

-Beberapa jam kemudian-

Setelah kegiatan sekolah mereka berhenti, Asia dan yang lain memutuskan untuk pergi bersama Asia makan-makan di restoran milik ibunya tapi langkahnya terhenti saat melihat adiknya, Menma sedang bersama dengan seorang pria tua dengan pakaian yang terdiri dari mantel parit abu-abu pucat di atas kemeja putih dengan ascot yang serasi, celana dan sepatu hitam, sepasang sarung tangan hitam, dan topi fedora hitam.

"Onee-chan..."

"Jadi ini pemilik Sacred Gear [Twilight Healing, Asia Uzumaki-Pendragon?"

"Menma!!!" Teriak Asia yang melihat adiknya yang terluka sana-sini dan kemudian dia menatap tajam pria yang menahan adiknya itu dan berkata "Apa yang kau lakukan pada adikku!!!"

"Aku hanya ingin membawanya untuk memancingmu tapi karena dia melawan, jangan salahkan aku jika dia aku perlakukan seperti ini." Balas orang itu dengan santai membuat Asia mengertakkan giginya dengan kesal "Tapi kalau kau menyerahkan dirimu, aku akan dengan senang hati mengembalikan adikmu ini hidup-hidup, jadi bagaimana?"

"Jangan harap!!!"

Di belakangnya, Rosemary telah mengeluarkan sebuah pedang dengan sihir Requip miliknya, Kuroyukihime telah mengeluarkan kedua pedangnya dan Issei telah mengeluarkan gauntlet merah [Boosted Gear] miliknya, dan yang lain telah bersiap mengeluarkan kemampuannya bahkan Siegrain hampir mengeluarkan True Heavenly Magic: Sema miliknya.

"Kekuatan kalian semua sungguh luar biasa tapi jangan macam-macam atau akan aku bunuh anak ini."

"Jangan!!!" Teriak Asia yang melihat pria itu mengeluarkan belati yang terbuat dari cahaya dan mendekatkannya pada leher adiknya "Baiklah, aku akan ikut denganmu..."

"Asia!!! Apa yang kau katakan itu? Jangan bercanda!!! Kita semua bisa menyelamatkan adikmu."

Tapi Asia sudah membulatkan tekadnya. Dia sangat menghargai bantuan Rosemary dan yang lain tapi dia tidak ingin ambil resiko karena nyawa adiknya berada di ujung tanduk 'Maafkan aku, minna...'

"Jadi kau serius untuk menukarkan dirimu demi adikmu?"

"Iya."

Pria itu pun melemparkan tubuh Menma dan Asia pun berhasil menangkapnya, kemudian dia memberikan Menma kepada Rosemary "Tolong sembuhkan adikku dan bawa dia pulang ke rumahku, Rosemary. Aku yakin ayah dan ibuku pasti saat ini sedang khawatir dengan keadaan adikku saat ini."

"Asia, kenapa?"

"Itu adalah tugasku sebagai kakak, yaitu melindungi adiknya." Jawab Asia yang teringat betapa gembiranya dirinya saat Menma lahir dan menjaga adiknya saat ayah dan ibunya tidak ada di rumah "Kalau kau, Igneel dan Sylvia terkena masalah seperti adikku pasti kakak kalian akan melakukan sesuatu untuk menyelamatkan kalian kan? Itulah yang aku lakukan saat ini."

Kemudian Asia pun pergi bersama dengan orang itu dan Rosemary berniat mengejarnya tapi Siegrain menghalanginya "Apa yang kau lakukan, onii-chan? Kenapa kau menghalangiku?"

"Kita semua ingin menyelamatkan Asia, tapi jangan gegabah Rosie. Kau dan yang lain bisa kehilangan nyawamu jika kita gegabah."

"Lalu kita harus melakukan apa?"

"Langkah pertama adalah kita harus membawa adik dari Asia ke bibi Wendy, jadi dia bisa mengobatinya lalu kita antar dia ke rumahnya dan lalu kita minta bantuan kedua orang tua Asia untuk menyelamatkannya. Aku cukup yakin dengan kekuatanku dan kita semua, tapi aku tidak mau ambil resiko. Ada pertanyaan?"

"Tidak ada."

Kemudian setelah Siegrain membopong badan Menma, dia pun berkata "Kalau begitu kita bergerak."

"Yosh!!!"

-To Be Continued-

Pertapa Sedeng:

Mau gimana lagi, memang begitu ceritanya... Sasuke datang dalam akhir cerita dan membantu Naruto mengalahkan Big Bad.

Rain no Lancelot:

Tenang saja meskipun ada beberapa anggota fraksi manusia yang mempunyai dua pasangan kaya Natsu dan Kirito tapi Naruto bakal tetep single pair.

XXX Ghost XXX:

Untuk Naruto, single pair.

Firman Kyle Mazzini:

Memang iya.

Hikasya:

Itu Ophis, bocah loli yang ternyata merupakan naga dengan kekuatan tidak terbatas tapi entah kenapa kekuatannya menjadi finite setelah terkena kutukan Samael.

Deadly God:

Mungkin nanti akan terjadi.