Mine to Take

[Chapter Three]


Mimpi itu hadir lagi.

Menyergapnya ketika dia lelah atau ketika dia memikirkan Kyungsoo terlalu banyak. Dia menemukan dirinya kembali di rumah tua itu. Salah satu atapnya merosot dengan karpet yang telah usang.

Lain rumah. Lain tempat.

Malam pertamanya di sana.

.

"Kumohon, jangan..."

Suara itu telah memanggilnya.

Dia sudah berdiri sebelum ia berpikir dua kali. Berdiri dan dalam perjalanan padanya.

Mimpi itu mengambil alih.

Dia mendobrak pintu kayu, memperlihatkan sebuah kamar tidur yang sempit. Dua orang di atas tempat tidur. Anak laki-laki—"saudara" barunya, Kris. Yang lainnya adalah gadis...yang berambut panjang dan bermata sedih. Gadis cantik yang terlalu malu berbicara dengannya sebelumnya.

Tapi dia yakin suaranya telah menjadi salah satu panggilan padanya, memohon, "Tolong, jangan."

Gadis itu tidak bicara lagi. Tidak menangis, tidak memohon.

Karena tangan Kris menguasai mulutnya.

"Apa yang kau lakukan?" Jongin menuntut.

"Keluar Jongin, keluar!" Bentak Kris kembali, tapi suaranya tetap rendah.

Tatapan Jongin tertuju pada gadis itu. Air mata mengalir dari mata bulatnya. Satu tangan Kris menguasai mulutnya dan satu tangannya lagi mencengkeram pergelangan tangannya yang kecil ke tempat tidur.

Kemarahan telah menguasai Jongin. "Lepaskan dia, sekarang."

"Keluar," Kris bicara lagi. "Atau aku akan memberitahu orang tuaku untuk mengusirmu dari sini. Ini adalah rumahku. Aku bilang apa—"

Dia tidak bisa mengatakan apapun lagi. Jongin merobohkan pria itu darinya. Dia melayangkan tinjunya ke wajah Kris. Lagi dan lagi.

Tulangnya patah. Darah menyembur. Jongin terus memukulinya.

"Hentikan! Kau bisa membunuhnya." Suaranya. Kedua tangan rapuh itu mencoba menghentikannya.

.

Mata Jongin terbuka saat mimpi—masa lalunya—itu lenyap.

Tangannya mengepal.

Kyungsoo membutuhkannya lagi.

'Aku tidak akan mengecewakannya.'

-o-

to be continued

-o-


Hehe dikit bgt ya? double update, go check next chap.

.

-kimchi