Champa memanggil bekas petarung turnamen semesta 6. bukan untuk latihan, hanya merayakan pesta kecil-kecilan dengan makan bersama. Mari absen : Botamo, Magetta, 3 anak Saiyan, Hit, dr. Rota, 2 Namekian, dan.. Frost... hmm sayangnya Frost tidak hadir.
"Selamat makan semuanya!"
"Selamat makan!"
Ups, hampir saja lupa kalau Caulifla paling rakus. Lihat, dia mampu memakan satu daging paha hanya sekali kunyah, Cabba berusaha menegur tingkah nyeleneh teman Saiyan nya tersebut, sementara Kale hanya memaklumi tingkah kakaknya.
"Woy! Jangan di habiskan semuanya! Ada jatah ku disitu!" seru Champa.
"Haaah? Kau sendiri yang mengundang kami makan bareng, tentu ku habiskan semuanya!" ucap Caulifla.
"Gggrr kau sama rakus nya dengan Beerus!"
"hahahaha, tapi Champa-sama, kau kan juga rakus, lagi pula, kau harus ingat jadwal diet mu" telak Vados.
"DIET!? aku tak peduli! Kalau sudah lapar ya LAPAR!"
"Daging yang ini untukku ya!" Hup! Caulifla benar-bebar mengambil jatah sang Hakaishin.
Oke, Mortal vs Hakaishin, problem : rebutan makanan. sekarang di meja tersebut ribut total.
Hit mulai terbiasa melihat suasana keributan yang konyol. Vados bisa melihat senyum tipis dari raut wajah sang Assassin. alasan mengapa Champa merayakan pesta makan kecil-kecilan?
Itu idenya Vados.
Selain reunian petarung turnamen, Vados ingin Hit juga hadir disini.
"Hit?" panggil Vados.
Hit hanya melirik, melihat angel semesta 6 menghampiri nya. Membiarkan suasana keributan di meja makan.
"Aku datang kesini karena undangan Champa-sama" jawab Hit.
Vados tersenyum "Jangan khawatir, kau akan terbiasa dengan kekonyolan mereka"
"ehmm.. Ya" jawab Hit, singkat.
"Kau tidak makan?" tanya Vados.
"Aku tak perlu makan"
Hit diam. Dia tidak menatap Vados. Bukannya cuek, tapi Hit merasa jantung nya malah berdegup cepat. Hit peka terhadap situasi, tapi kali ini, dia hampir menyerah karena si Angel semesta 6 sedang berdiri di hadapan nya.
"Kau tau, aku memuji pertarungan mu saat turnamen itu, kau sangat hebat" puji
Vados, sekarang wajah nya nampak ceria dengan senyum merasa wajah nya memerah, tapi dia berusaha mengendalikan diri.
"Terima kasih, tapi aku kalah, aku tak mampu mengalahkan Jiren" gumam nya.
"Kekalahan bukan akhir dari segalanya"
"Tapi aku masih merasa gagal, andai saja saat itu aku bisa berpikir panjang... " Hit agak menunduk. Pikiran hanyut menjadi emosi kala dia mengingat betapa memalukan nya dia out dari lapang arena.
"Untuk itulah, aku bersedia memberimu pelatihan" jawab Vados.
Hit menegakkan kepalanya. "Latihan? Apa maksudmu?"
"Whis melatih Goku dan Vegeta di planet nya Beerus, dan kau akan mendapat jatah yang sama dariku" jelas Vados.
Hit agak terdiam.
Bisa saja dia menolak latihan tersebut, karena Hit lebih suka bekerja sendirian. Tapi yang menawarkan latihan itu adalah Vados, bagaimana caranya dia bisa menolak?
Hit tersenyum miring, agak sedikit sarkas "Kau hanya mengajak ku seorang diri, iya kan?"
Vados nampak tersipu, rona agak kebiruan terlihat dari kulit biru angel nya. ya, Hit nampaknya peka sekarang.
"Aku berjanji akan melatihmu menjadi mortal yang kuat. suatu hari, kau akan menyelamatkan teman-teman mu" jawab Vados.
Hit tersenyum kecil "Baiklah, terima kasih"
"OY KALIAN! NGAPAIN PACARAN DISITU! AYO MAKAN DISINI!" Seru Caulifla.
"Caulifla-san! Tidak sopan berteriak begitu!" tegur Cabba.
"Hohoho, kau ini bisa saja Caulifla-san. Baiklah aku bergabung!" balas Vados.
"Oyy Vados! Tambah lagi makanan nyaaaa!" teriak Champa.
Hit terus menatap Vados. dia angel yang indah. lebih kuat dari Whis, tapi Hit penasaran, sehebat Apakah Vados dalam adu Ability?
"hmphh" Hit tahu, di antara dirinya dengan Vados memiliki feeling yang suatu hari terungkap.
To be continued
