Vados mengajak nya ke Planet Champa. Kebetulan, si Hakaishin pemalas itu sedang tidur pulas.
"Kau yakin latihan ini tidak membangunkan Champa?" Tanya Hit.
"Dia sangat batu kalau sudah tidur" kata Vados, terkikik.
"hm begitu ya"
Hit sebetulnya agak canggung. Dia belum pernah berduaan seperti ini. Plus bersama Vados. Oh gawat, jika saja Daishinkan mengetahui "special Feeling" yang sedang di rasakan antara Vados dengan dirinya... Entah apa yang terjadi.
Special Feeling?
Ah tidak tidak tidak. Kendalikan dirimu Hit, Vados Adalah Angel! Ingat itu!
"Kau tahu? Sewaktu kau melawan Jiren, Kau terlalu banyak menggunakan Time skip mu"
"Itu satu-satunya cara untuk mengalahkan dia"
BUAAGHH!
"AARGHHH!?"
Vados langsung menyerang Hit.
"Apa yang kau lakukan!?" seru Hit.
Vados tersenyum miring. Lihat betapa lengah nya Assassin tersebut sampai jatuh. "Pelajaran Pertama, kau harus peka"
Gawat, Angel ini tidak main-main, tapi Hit berusaha untuk bersiap.
Dia akan melampaui Vados
.
.
.
"AARRGHHH!"
Satu, Dua, tiga hingga berkali-kali pukulan telak.
"Dari tadi aku tidak bisa memukulmu!" teriak Hit, dia berusaha berdiri.
Vados menyeringai santai "Tapi kau sedang berusaha"
Angel tidak punya kelemahan, mereka Netral. Bahkan mustahil bagi Goku yang sudah terkuat mampu mengalahkan Whis. Menggunakan Time skip juga percuma karena Vados bisa mematahkan serangan nya.
Vados masih menatap Hit dengan seringai menantang.
Hit memang ingin menyerang nya, tapi masalahnya, dia tidak tega kalau nanti dia melukai Angel semesta 6 tersebut. harus ada cara...
Harus ada cara...
Hit melihat Vados kini meluncur ke arah nya, memutar tongkat dan melayangkan satu pukulan ke arah nya. dengan berani, Hit sengaja diam di tempat dan membuatnya Vados menabrakkan diri nya ke dada sang Assassin.
"Agghhh!?" Vados terkejut.
Hit mendekap nya dengan kuat, sangat kuat dan erat.
"Hmphh, kau takkan bisa kemana mana" Hit tersenyum puas.
"H-Hit..."
Keduanya mulai memerah sekarang. Untuk pertama kalinya, Mortal bisa memeluk Angel-nya.
Atau lebih tepatnya, Hit adalah mortal pertama yang bisa memeluk Vados.
Vados menjatuhkan tongkatnya, dia balas memeluk Hit. Sedikit menenggelamkan wajahnya dekat leher si Assassin itu.
"Kau memelukku" gumam Vados.
Hit menghela nafas ringan. "Aku paham, kau sengaja memberiku pelatihan ini supaya kita bisa terus bersama"
"Sebetulnya, kau benar" ucap Vados.
"Kenapa kau tidak katakan langsung sejak awal?"
Keduanya terdiam. Masih memeluk satu sama lain layaknya couple dalam hembusan rasa romantis.
Hit merasakan berbagai macam sensasi asing di dada nya. Selama ini dia mengira bahwa hati nya selalu tertutupi sifat diam, tidak ada emosi dan tidak peduli. Akan tetapi, semenjak Vados selalu bersama nya, Hit mulai meyakini bahwa pintu Hati bisa di buka oleh kekuatan 'Perasaan'
"Kau satu-satunya mortal yang menarik perhatianku, kau seperti.. spesial bagiku"
"Apa kita akan terus seperti ini?" Tanya Hit.
Vados mengangguk pelan. "Kurasa... Iya"
Hit merasa nyaman, dia memeluk angel semesta nya sendiri.
"Lain kali, akan ku siapkan waktu untuk kita berdua saja" kata Vados.
Hit menutup mata, dia tersenyum tipis, membayangkan hal-hal romantis yang di lakukan bersama angel yang kini mulai mengakui sebuah perasaan nya.
"Baiklah..."
"VADOS! DIMANA KAU!?"
UH!? Champa bangun lebih cepat, ini di luar perkiraan.
"Champa-sama pasti kelaparan" Vados tersenyum.
Hit bergegas pergi "Kalau begitu, aku pergi-"
"Tunggu dulu!"
"ya?"
"Kau ada di planet Hakaishin, aku akan memulangkanmu lebih cepat" Dengan satu ketukan tongkat nya, cahaya kilat menghampiri Hit dan membawanya pulang.
Ya, Vados merasakan sedikit hati berbunga-bunga, dia ingin bersama Hit setiap hari.
To be continued
Review :
1. GiselleVera
Hola! thank you for reading my story. i'm actually can't speak Spanish, but I'll try answer your review with english languange, i hope you're understand :D. actually, all my story is Indonesian Languange. maybe next time, i'll update with English Version so you can read my fanfic. thank you so much for attention! i hope you enjoy!
