...
Dan semenjak itu lah, mereka terus berduaan.
Hit mulai mengurangi sifat kakunya. Vados mengatakan bisa saja Hit menjadi pria yang menyenangkan jika dia di taruh dalam sekumpulan orang-orang lucu.
Katanya sih, lucu itu bisa menular.
Tapi masalahnya, Hit tidak bisa seperti itu.
...
Esok nya, Vados mengajak Hit pergi ke suatu tempat.
"Kita akan kemana?" Tanya Hit.
Kini mereka berdua berada di dalam Cube besar yang membawanya berkeliling planet.
"Kau belum pernah keliling planet kan?" Vados bertanya balik.
"ehmm, belum" Hit mulai gugup.
Vados tertawa kecil, ternyata Hit cool juga kalau sedang gugup.
"Hei, tidak apa-apa! Kita sudah akrab sekarang, kau tidak perlu canggung berada di dekatku" ucap nya sambil tertawa.
"Apa Champa akan baik-baik saja tanpamu? Aku tidak yakin kalau dia bisa tahan oleh anak-anak Saiyan itu" kata Hit.
"Jangan khawatir, mereka bisa menjaga Champa-sama dengan baik, aku menyuruh mereka untuk berlatih bersama dia" ucap Vados.
"Aku tidak pernah pergi kemanapun" kata Hit. Mata nya memandangi milyaran bintang alam semesta.
"Bahkan berdua dengan seorang Angel sepertimu. aku tidak menyangka kau rela membagi waktumu hanya untukku saja"
Vados tersenyum, pipi nya mulai merona. "Tidak salah, aku cuma ingin kita bersama-sama"
"Apa Daishinkan-sama selalu memanggilmu?" Tanya Hit.
"Tidak terlalu, ayah ku hanya memanggil di saat ada pertemuan penting. Tapi biasanya Whis yang sering memanggilku duluan" jawab Vados.
"Oh, begitu ya" Hit memahami.
"Jangan-jangan kau mau minta 'izin' ayahku yaa?" Vados mulai bertanya iseng.
Hit terbelalak kaget. "Eh!? Mana mungkin aku begitu! Aku pasti sudah tidak waras!"
"hahahaha! Kau ini lucu Hit!"
"Aku tidak mau berurusan dengan Daishinkan, apalagi si bocah Zeno itu. Kalian memiliki kekuatan di semesta ini. dan... a-aku sebetulnya.. " Hit merasa tenggorokan nya seperti di tambal batu, dia berusaha menjaga kata-kata nya. Menatap ke arah Vados dengan raut muka serius bercampur gugup.
"Sebenarnya tidak masalah jika kau mau mengatakan sesuatu padaku, tapi aku khawatir dengan Daishinkan dan Zeno" gumamnya.
Vados menepuk bahu si Assassin, Hit sedikit melirik. Vados memberinya tatapan lembut, tapi terlihat protektif.
"Apapun yang terjadi, aku yang akan membelamu, Hit" kata Vados.
"Tapi kau utusan Zeno"
"Ini bukan soal Zeno atau ayahku. Kau tahu? Aku memberi perhatian khusus padamu. aku mengatakan bahwa kau spesial.."
Vados berdiri di hadapan nya, tangannya pelan-pelan menyentuh dada bidang si Assassin, kemudian naik menuju pipinya dan mengusap nya dengan penuh kasih sayang.
"Aneh jika ada angel yang sangat memperhatikan mortal nya, hanya kau dan aku. Semuanya belum mengetahui perasaan kita sesungguhnya" ucap Vados.
Hit membiarkan tangan lembut sang angel mengusap pipi nya. dia paham, dia membiarkan Vados melakukannya sesuka hati.
"Kalau begitu , aku akan melakukan hal yang sama" jawab Hit.
"Hal apa nya?"
"Aku yang akan membela mu. Jika semua tidak menyetujui kita berdua" tambah Hit.
Vados berkedip, apa sungguh Hit akan berani melakukan itu? Jika dia menghadap Daishinkan dan Zeno?
"Karena aku tidak ingin kau di hukum hanya karena kau menaruh perasaan spesial padaku. jadi, aku akan memberanikan diri" tambahnya lagi.
"Hit, kau tidak perlu melakukan itu, kalau salah bertindak, Zeno akan melenyapkanmu" gumam Vados.
"Tapi setidaknya, kau tidak akan menjadi korban karena aku"
"Hit!" Vados agak menyeru.
Hit terkejut, Vados seolah menegaskan nada suaranya. rasanya Vados mulai khawatir. Kekuatan 'Hakai' yang di miliki petinggi alam semesta bukan sesuatu yang di remehkan.
Hakai si bocah Zeno mampu menghabiskan segalanya. Dan Hit akan menjadi target utama jika ketahuan mencintai seorang Angel yang merupakan utuskan sang Raja segalanya.
Hit menunduk lesu. "Maaf, aku.. Juga khawatir, Vados"
Ada setitik cahaya dari kejauhan mengkilat terang, cahaya tersebut semakin lama makin mendekat, itu adalah bintang jatuh.
Kedua nya saling menatap. Ini adalah sebuah kesempatan besar. Kesempatan untuk membagikan 'Feeling' mereka satu sama lain. Hit tidak bergerak, dia membiarkan Vados yang memulai nya lebih dahulu.
Hit merasakan sentuhan lembut si bibir nya. dia memejamkan mata, dan mengikuti irama lembut yang terus menempel pada bibir mereka. Ini adalah satu kali seumur hidup yang Hit dapatkan dari seorang Angel Alam semesta 6.
Sampai bintang jatuh perlahan-lahan lenyap di kejauhan, barulah mereka berdua membuka matanya, melepaskan ciuman pertama Angel dan Mortal.
"Aku mencintaimu, Hit" bisik Vados. Berbicara agak mendekat ke telinga si Assassin.
"Aku juga mencintaimu" balas Hit.
To be Continued
