first kiss Hit adalah Angel Semesta 6.

Hit mencintai Vados, tapi dia sadar bahwa posisi mereka berbeda. mereka memang saling mencintai, tapi tidak sampai dalam hubungan serius (menikah) dan itu takkan pernah terjadi.

Jika itu terjadi, Hit dan Vados akan sama-sama kacau.

Daishinkan dan Zeno tidak tahu tentang hubungan mereka berdua. ya, itu yang Hit pikir sekarang. Zeno mungkin hanya bertanya, apa itu pacaran? Apa itu menikah? Tapi semua akan berbeda dengan Daishinkan.

Daishinkan memang terlihat tenang dalam situasi apapun. tapi ketika ada masalah, Daishinkan tidak akan tinggal diam. Apalagi tahu bahwa salah satu anaknya, Seorang Angel alam semesta 6 jatuh cinta pada si Mortal mantan petarung Turnamen, Hit.

Tapi Hit ingin berani, dia tidak ingin Vados nya menjadi korban akibat perasaan yang dia sembunyikan bersama dirinya. Hit pasti akan melindungi Vados.

...

"APAAAAA!?"

Planetnya sampai bergetar begitu Champa berteriak. Dia menatap tajam-tajam ke Beerus melalui tongkat komunikasi milik Vados.

Beerus menyeringai sombong "Tentu saja! Kau sengaja tak ku undang ke pesta makan di rumah Bulma! Karena kau akan Rakus!"

Champa mulai naik darah, Bisa-bisa nya kucing brengsek itu memancing amarahnya. Oh tunggu dulu, Champa kan juga kucing.

"GgggGggGRRR!"

"Hati-hati Champa-sama, nanti kau darah tinggi jika kebanyakan marah" Vados menyeletuk.

"AWAS YA! Kalau aku ada pesta makan juga, kau takkan ku undang!"

Wow, Champa mulai melunjak kesal.

"CHAMPA-SAMA!"

Wajah Goku tiba-tiba muncul di permukaan lampu komunikasi. Champa nyaris terjungkal saking kaget nya.

"ARGHH!?"

"Hehehe! Sudah lama tidak bertemu! Bagaimana kabar Kale, Caulifla dan Cabba?" Tanya Goku.

"Hmmphh! Mereka tidak apa-apa!"

Goku tersenyum polos. "Hehehe! Bagaimana dengan Hit!?"

Champa berucap lagi "Ah, Hit itu..."

"Dia baik-baik saja!" sanggah Vados. Champa langsung menoleh ke arahnya.

"Sungguh!? Apa dia semakin kuat!?" tanya Goku lagi.

Vados tersenyum, kali ini tampak segar. "Dia sedang berlatih, dan tentunya akan semakin kuat!"

"WAAAHHH! KALAU BEGITU AKU INGIN BERTARUNG DENGAN HIT!" Seru Goku.

"Kau bisa datang ke semesta 6 kapanpun yang kau mau" tambah Vados.

"GOBLOK! Jangan sembarang asal bertarung, dasar Booddooohhh!" seru Beerus, menjitak kepala Goku.

"hohoho!" Whis tertawa. "kapan kapan kalian mengunjungi semesta 7, kita bisa bermain baseball lagi!"

"Dengan senang hati!" jawab Vados.

"tunggu dulu! Bagaimana dengan Hit! Aku sudah lama tidak bertemu dengannya!" Tanya Goku.

"Jangan khawatir soal Hit, aku dan Champa-sama masih sering menemui nya"

"Ohhhhhh begitu ya? Kapan kapan kabari Hit ya!" kata Goku, mulai semangat.

"Baik baik SUDAH CUKUP! aku mau pesta dulu! Sampai jumpa kucing pemalas!" Beerus memberi wajah meledek sebelum komunikasi berakhir.

"SIAL SI BEERUS ITU! GGFRRRRR!"

Sementara Champa mengoceh sendiri. Vados mulai memikirkan Hit. Tapi Pertama-tama, Vados harus mengurus Hakaishin nya terlebih dahulu.

...

Dan Champa tidur pulas.

Vados sengaja memberi nya banyak makanan (sebenarnya, Champa juga yang minta sih) agar si Hakaishin tersebut kenyang dan langsung tidur.

Tentu nya, ini sudah jadwal rutin. Waktunya untuk Hit, Vados pun pergi untuk menjemput Hit.

...

Mereka berdua di dalam cube, pergi ke tempat yang sedikit jauh. Kali ini, Vados mengajak Hit ke suatu planet yang belum pernah ia kunjungi.

"Kau sengaja membuat Champa tidur pulas?" tanya Hit.

"Tidak, Champa-sama sendiri yang minta banyak makan, dia jadi ketiduran deh" senyum Vados.

Senyumannya itu menular, Hit jadi tersipu.

"Kemana kau akan membawaku?"

"Ke sebuah planet paling sepi dan paling ternyaman di semesta 6 ini"

"Planet sepi? Aku tidak mengerti"

Vados tersenyum "Kau akan mengetahui nya"

Vados agak menempel sedikit ke Hit, membiarkan kening kanan nya bersentuhan langsung dengan dagu Hit. Dan Hit membalas kode pelukan tersebut dengan melingkari pinggang si angel dan mendekap nya sampai Vados bersandar di dada kekar nya.

...

Dan mereka mendarat di sebuah Planet berwarna pigmen Orange-kemerahan, ukurannya sama besar seperti bumi, tapi planet ini nampak subur.

Daratan planet ini di tumbuhi banyak bunga. Tidak terlihat tanah sedikit pun, hanya bentangan daratan bunga tak berujung seperti luas padang pasir nya Bumi. Udara di planet ini paling bersih di bandingkan planet lain nya.

"Tempat ini indah sekali" gumam Hit.

"Aku dan Champa-sama menemukan tempat ini ketika kami melakukan 'Pembersihan' planet yang terbengkalai. Tapi Champa-sama mengurungkan niat nya untuk meng-Hakai karena planet ini masih ada penghuni nya"

"Penghuni? Ada makhluk hidup disini?"

"Kebanyakan binatang. vegasus, unicorn, dan makhluk asing yang hanya tinggal di planet ini"

"Oh, begitu ya" gumam Hit.

Diam-diam Vados menggandeng tangan si Assassin. "Kau mau keliling?"

Hit menganguk pelan "baiklah"

...

Pemandangan indah di planet ini sangat luar biasa. Mereka berdua keliling mengunjungi berbagai spot yang cocok untuk jadi tempat bersantai. Sampai mereka beristirahat di sebuah pinggiran sungai jernih dan duduk di bawah pohon lebat.

"Aku mulai menyukai tempat ini" gumam Hit.

Dia menyandarkan kepalanya di pangkuan Vados, sementara Vados terus membelai pipi kasar nya si Assassin tersebut.

"Apa kau pernah tidur?" tanya Hit.

"Aku ini angel, aku tidak butuh tidur. Tugas ku melayani Hakaishin" jawab Vados.

Hit tersenyum miring, kepala nya agak menengak ke atas, menatap langsung wajah angel nya.

"Kalau begitu, coba lah untuk tidur"

Vados berkedip cepat. "apa?"

"Hanya sekali saja, aku akan menjaga mu" ucap Hit.

"Aku tidak mengantuk, aku tidak bisa tidur, Hit" jawab Vados.

Hit bangun dari pangkuan nya, dia langsung mengecup bibir sang Angel, Vados tidak bisa menolak.

"Tidur lah dalam dekapan ku, kau akan nyaman"

Vados menatap Hit agak ragu, dia tidak pernah tidur, tapi Hit menjanjikan bahwa dia akan menjaga nya. Di tambah, ciuman tulus dari sang Assassin membuat si angel tersebut makin menyayangi nya.

"Baiklah" Vados tersenyum.

Dan dia membuka ikat kuncirnya, pasang mata Hit agak melebar, dia benar-benar indah sekali tanpa kuncir rambutnya.

"Wahh..."

"Kau mortal pertama yang melihat rambut panjang ku tanpa diikat" ucap Vados.

Hit tersenyum kecil. "Sepertinya aku beruntung"

Dan Hit pun kembali berbaring dan menekukkan lengan kanannya untuk jadi bantal si Angel. Vados berbaring dan menyadarkan kepala nya di atas lengan Hit. Helaian rambut putih nya sangat halus, tangan Hit pelan-pelan ikut mengusap nya.

"Kau pasti terlihat makin indah jika tidur" gumam Hit.

Vados terkikik geli "Bagiku, justru melihat mu tidur makin terlihat tampan"

"Kau ingin kita terus tidur berdua seperti ini?" Tanya Hit.

Jari telunjuk Vados pelan-pelan menyentuh permukaan bibir milik Hit. "Ya Hit, aku selalu mau"

Hit tersenyum, dia bahagia ada seorang Angel yang kini tidur dalam dekapan nya, perlahan Hit ikut memejamkan mata, hanyut dalam tidur yang damai.

Tapi dia tidak sadar, bahwa bola lampu tongkat milik Vados berkedip-kedip menerima panggilan.

To be Continued