Sementara itu...
di istana Zeno-sama.
Daishinkan melihat apa yang terjadi di setiap semesta.
Daishinkan menyadari, salah satu anaknya, Angel Semesta 6, Vados mulai menjalin hubungan rahasia.
Ya, hubungan rahasia yang tidak akan bisa sembunyi dari mata sang Pendeta Agung.
Daishinkan tidak bereaksi apapun. Tapi raut wajahnya nampak misterius, matanya menatap tajam mengawasi alam semesta 6. Seharusnya anak-anak nya tahu bahwa mereka adalah utusan Zeno, mereka di tuntut untuk netral dan selalu menjadi pendamping Hakaishin.
Angel HARUS Netral.
Dan Vados melanggar aturan tersebut, Dia mencintai Hit.
"...hm, begitu ya. Vados" Daishinkan bergumam.
Apa yang akan dia lakukan?
...
Sementara itu..
Hit gelisah dengan pikirannya, namun dia berusaha untuk tenang. Matanya masih terpejam, tapi tangannya tak berhenti membelai rambut putih Vados.
Jika Daishinkan mengetahui ini, Hit akan menjelaskan semuanya dan meminta sang pendeta Agung untuk menyetujui perni...-
Ah tidak tidak tidak!
Mustahil, dia dan Vados hanya saling mencintai, tapi tidak sampai... menikah?
Tidak akan. Hit tidak mau ada perayaan merepotkan itu. Dia cuma ingin selalu bersama Vados walau tanpa ikatan hubungan resmi.
Dan Vados mulai terbangun.
"hm?"
Setidaknya, mereka cukup lama tidur di tempat berbunga ini selama 9 jam.
"Bagaimana tidurmu, Angel?" bisik Hit.
Vados tersenyum. "Lebih baik"
Hit tersenyum lega, senang rasanya melihat angel kasih nya merasa puas dengan tidur pertamanya. "Ku pikir kita sudah terlalu lama disini"
Vados makin menempel dengan Hit. "Tapi aku nyaman di dalam pelukanmu"
"Vados, kau harus ingat Champa" ujar Hit.
"Ah! Champa-sama! pasti dia mulai kelaparan"
Mereka pun bangun dan bergegas untuk pulang. Vados mengambil tongkat nya.. Tapi.. tunggu..
Vados agak heran dengan bola lampu nya. warnanya terlihat pucat, seperti bekas ada panggilan masuk. Oh, atau Mungkin ini hanya pengaruh pantulan cahaya. jadi, tidak masalah.
"Ayo pulang" kata Hit, langsung menggandeng tangan angel nya.
"Baiklah, tapi pertama, aku yang harus mengantarmu pulang dulu" kata Vados.
...
Usai mengantar Hit pulang, Vados pun langsung teleport kembali ke Planet Champa.
"VADOS! KAU KEMANA SAJA!?" teriak Champa, masih mengenakan piyama tidur.
"hahahaha! Ya ampun Champa-sama, maafkan aku, tadi aku pergi sebentar" jawab Vados.
"Heehhhhh... Akhir-akhir ini aku sering ketiduran, bukankah itu aneh?" tanya dia.
Vados tertawa. "Champa-sama, kau kan memang tukang tidur. Lihat dirimu, kau makin berisi seperti bantal roti"
"EERGH!? Enak saja! aku ini bukan bantalan roti!"
"Baiklah, kita akan mencari makanan di Bumi" kata Vados.
"Aku curiga padamu!" seru Champa.
Vados sampai berkedip heran.
"Apa yang kau lakukan setiap kali aku tidur?" tanya Champa.
"Tentu saja menungguimu Champa-sama" jawab Vados dengan nada ceria.
Tapi Champa menyipitkan matanya, menatap angel nya.
"hmmmmm? Kau tidak dengan Hit kan?"
"EH!?"
Vados tidak berekspetasi bahwa Champa akan bertanya begini. Bagaimana dia tahu? Tidak ada clue sama sekali bahwa Champa mengetahui hubungan spesial Vados dan Hit.
Vados berusaha mengendalikan diri. "Champa-sama, bukankah Hit selalu bersama kita? Apalagi kau sangat perhatian padanya semenjak Turnamen semesta"
"hmmph! Kalau kau bertanya bagaimana aku bisa tahu, jawabannya adalah karena kemarin! waktu Goku menanyakan Hit, kau semangat sekali menjawab nya! Seolah Hit itu spesial!" jelas Champa. "Setiap kali kita berkumpul, kau dan Hit seperti menjauh dan hanya berdua! Seperti pasangan sudah menikah!"
Vados tidak menjawab, tapi nampaknya Champa mulai mencium aroma rahasia miliknya.
Tapi Vados tetap tersenyum "Champa-sama pasti cemburu yaaaa?"
"SIAPA BILANG AKU BEGITU!?" teriak Champa, sekarang dia yang malah keringat dingin. Sial, Vados selalu punya jawaban-jawaban Savage.
"Hahahaha! baiklah, Kalau begitu aku akan lebih perhatian padamu deh" jawab Vados.
"Hmphhh! Nanti setelah ini kita keliling planet! Ada beberapa planet kosong yang ingin ku hancurkan. Ehh.. Tapi nanti yang menghancurkan itu kau saja ya, Vados! Setelah itu, baru kita makan di Bumi!"
Tiba-tiba lampu tongkat nya berbunyi ada panggilan masuk.
"Halo kak" sapa Whis.
"Whis?"
"Bisa kita bicara sebentar?" tanya Whis.
"Oy! Whis! Mana si Beerus sialan itu!?" teriak Champa.
Whis tertawa "Hohohohoho.. Sayangnya, Beerus-sama sedang tidur pulas. Tapi kali ini aku ingin membicarakan sesuatu dengan Kakak, boleh aku minta waktunya, Champa-sama?" tanya Whis.
"Ya sudah, terserah kalian!"
"Aku dan Vados akan bertemu langsung, di batas Alam semesta 7 dan 6" kata Whis.
...
Mereka sepakat untuk bertemu. Di perbatasan semesta 7 dan 6 dengan pemandangan galaksi yang berisi banyak milyaran bintang.
Dan kedua angel kini saling berhadapan.
"Bagaimana kabar mu Whis?" Tanya Vados.
"Aku baik. Akhir-akhir ini aku terlalu fokus pada Goku-san dan Vegeta-san. Mereka baru saja bertarung dengan Saiyan baru yang memiliki kekuatan luar biasa" jawab nya.
Vados tersenyum miring. "Kau pasti hanya diam melihat pertarungan mereka"
"Tidak juga, aku hanya membiarkan mereka bertarung"
"hmmm..."
Hening sejenak.
"Ada apa memanggilku, Whis?"
Whis agak terdiam. "Ayah memanggilku"
"Lalu?"
"Dia bertanya keberadaanmu kak, kau kemana Saja?"
Vados berkedip heran.
Jangan-jangan Tongkat Vados menerima panggilan dari Daishinkan ketika dia sedang tidur dengan Hit.
"hmmmm.. atau mungkin karena aku mengganggu waktu pacaranmu dengan Hit yaa?" kata Whis, mulai tersenyum.
"Eh!? Ba-bagaimana kau!?"
"Hohohohoho! Ayolah kak! Kita ini sama-sama Angel! Aku tahu kau pasti punya perasaan yang sedang kau simpan selama ini"
"Whis, aku tidak menyimpan apapun" Vados menegaskan.
"Kemarin waktu Goku menanyakan kabar Hit, kau yang memberi nya jawaban. Dan nada suara mu terdengar ceria"
"Karena Hit sekarang di bawah pelatihanku" kata Vados.
Wow, Vados memang pandai menjawab pertanyaan tanpa ngeles.
"Rahasia mu aman padaku, kak" kata Whis.
"Eh?"
Whis tersenyum santai. "Angel dan Mortal memang di larang punya hubungan khusus, tetapi aku percaya padamu, kau pantas bahagia dengan perasaanmu pada Hit"
"Whis..."
"Aku melihat kalian melalui lampu tongkat milikmu kak, ternyata kau dan Hit sangat Romantis. Sepertinya, aku bakal punya Adik ipar, hohohohoho!" kata Whis.
Vados tak menyangka, meski dia tidak bilang secara langsung bahwa dia menyukai Hit, tetapi Whis sangat memahami dirinya.
Benar-benar adik yang peka.
"Ta-tapi, aku khawatir dengan Ayah" gumam Vados.
Whis agak bingung. "Ada apa dengan ayah?"
"Apa dia mengetahui ini?"
Sebenarnya Whis juga ragu bagaimana Daishinkan menanggapi ini. Dia juga khawatir jika hubungan kakaknya dengan Hit akan terungkap.
Terutama... Zeno.
"Tenang saja, aku akan membela mu"
"Kau tidak akan bisa membela ku kalau Ayah dan Zeno bersikeras" kata Vados.
"Zeno-sama masih bisa di atur karena mereka polos. Dan soal ayah, biar ku bantu menjelaskan semuanya"
"Kau yakin Ayah mau mendengarkanku?" Tanya Vados.
Whis mengangguk yakin. "Aku selalu yakin. Aku tidak mau kau kena masalah, kak"
Vados tersenyum lega. Dia tidak lagi menyembunyikan rahasia, Whis sudah mengetahuinya tanpa bertanya banyak pada kakaknya.
"Mau ku beritahu sebuah rahasia lain?"
"Apa itu?"
Vados tersipu, pipi nya mulai merona. "Aku dan Hit berciuman"
"ah?" Whis agak terkejut.
"Bagaimana pendapatmu?" Tanya dia lagi.
"hmmm, sebenarnya itu... Yahh.. kau sangat berani kak. Tapi kuharap kendalikan dirimu, kau adalah Angel"
"Aku mengerti"
Whis tersenyum lega. "Tapi lain kali, kalau aku memanggilmu, kau harus menyahutku"
"Baiklah"
To be continued
