Esok harinya,
Di Planet Champa.

"Kemarin seharian kau tidak memanggilku" kata Hit.

Hup!

Satu serangan dari Hit hampir meninju Vados, namun si angel tersebut memberi seringai santai dan langsung menghindar.

Hari ini, mereka berlatih. Martial arts-nya mulai berkembang semenjak Vados terus menyuruh nya peka untuk fokus pada kekuatan tangan kosong.

Vados tersenyum, dia santai menghindari serangan bertubi tubi dari tangan Hit.

"Aku dan Champa-sama ada urusan penting, jadi maaf jika aku tak sempat mengabarimu"

"Kau dan Champa pergi?"

Vados langsung menangkap serangan tinju Hit, terlalu kuat sampai Hit kesakitan.

"ARGHH!?"

Vados menyeringai "Kau lumayan berkembang"

Dan dia langsung melepaskan tangannya. Hit tidak menduga bahwa Vados sedang mengerjai nya.

"hmph.." Hit mendengus.

"Dan... kemarin, Whis sudah tahu" tambah Vados.

"Apa?" Hit agak terkejut.

"Aku dan Whis bertemu kemarin, dia tahu hubungan rahasia yang masih kita sembunyikan"

Hit agak diam.

"lalu dia bilang apa?" Tanya si Assasin.

Vados tersenyum "Dia mendukung kita. Whis tahu yang terbaik untukku"

"Jadi.. Begitu ya.."

Secara Whis dan Vados adalah saudara yang sangat dekat, mereka pasti sudah tahu rahasia masing-masing. Tapi Hit agak penasaran, apa yang membuat Whis mendukung hubungan kakaknya dengan diri nya? Apa karena Whis tahu Kalau Vados sejak lama memendam perasaan? Bahkan...

Bahkan untuk Daishinkan... Hit tidak bisa menebak apa yang akan terjadi selanju-

*BUAGHGHHH!?*

"AGHH!?"

Hit lengah, Vados berhasil menghajar nya.

"Jangan melamun, kau sedang melawanku sekarang"

"Aku pasti akan melampaui mu!"

Ketika Hit mulai menyerang, Vados langsung mendorong ujung tongkat nya, menabrak perut Hit sampai nyeri.

"Aaarghhhh!?

Hit pun ambruk.

"Hmmm kau tangguh juga" kata Vados.

"uggggh.. Itu bukan pujian"

"Aku belum mengeluarkan kekuatan ku yang sesungguhnya, seharusnya kau sudah mampu membanting ku sekali. Hahahaha!" Vados tertawa.

By the way, Hit tidak datang sendirian ke Planet Champa. 3 anak Saiyan pun juga sedang berada disini, tapi beda tempat. Jika Hit dan Vados berada di sisi timur, sementara Mereka bertiga dengan Champa ada di sisi barat.

"Hmph! Kali ini aku serius, aku tidak akan tanggung mengalahkanmu"

Vados suka motivasi assassin tersebut.

"Ayo maju"

"HAAAAAAAAA!"

Mereka bertarung sungguhan. Tapi bagi Vados, ini pertarungan yang mudah. melihat Hit susah payah menyerang terlihat lucu baginya.

"Lakukan terus, kau masih di bawah kemampuan ku, Hit-san" kata Vados, mengubah nada suaranya terdengar seperti ledekan.

"Gghrr!" Hit sangat terpancing.

Kali ini dia benar benar melatih seluruh tangan dan kakinya, setidaknya.. Sampai dia berhasil membuat si Angel Semesta 6 ambruk di hadapannya. Bahkan terbang ke langit pun, masih bertarung.

"gggrrhh!" Hit belum menyerah.

Vados terlalu cepat, daritadi dia hanya tersenyum melihat Hit berusaha untuk memukulnya.

"Kau masih lemah, Hit-san!" seru Vados.

"HHHAAAAAAA-!"

Hit meluncur cepat ke arahnya, Vados tersenyum misterius. Hanya satu sentilan ke dahi, Hit langsung terpental.

"WAAAAAAAAAA!?"

*BRUAAAKKHGGHGHHHH!*

Si Assasin jatuh ke tanah hingga sekeliling nya retak besar, menimbulkan getaran setengah planet Champa.

Vados pun mendarat, sepertinya sentilan tadi terlalu kuat untuk di tangkis seukuran mortal.

"Ughhh...hhhh.."

Hit terkapar kesakitan, Vados sangat sulit di kalahkan! Ternyata tidak salah jika Vados lebih kuat daripada Whis. Dia sangat peka terhadap serangan jarak dekat.

"Apa mau menyerah? Hit-san?" tanya Vados.

Hit berusaha berdiri, dia yakin kalau Vados punya kelemahan.

"hahh, hhh... aku belum menyerah, sebelum aku benar-benar membanting mu..." ucap Hit.

"Coba saja"

Vados memutar tongkat nya dan langsung meluncur ke arah Hit.

Hit mencoba fokus. matanya tidak berkedip, melihat setiap gerak-gerik si angel yang akan menyerang sampai akhirnya...

SLAPPTTT!

"Ahh!?"

Hit menyingkirkan tongkatnya dengan satu ayunan dan tangan kanan langsung menangkap kepala Vados.

Apa yang Hit lakukan?

Dia mengecup bibir sang angel, membungkam nya sampai tak bersuara.

"Hmmmmphhh..!?"

Hit tidak melepaskan Vados, dia langsung memeluk dan terus menciumnya, memberi irama lembut ke seluruh permukaan bibir sang Angel sampai dia menyerah.

Akhirnya, Vados hanyut dalam ciuman.

Ini adalah salah satu cara unik Hit untuk menghentikan Vados. Hanya Hit yang melakukannya, tidak dengan orang lain. Wajah mereka berdua terlihat rona merah, tidak saling melepas ciuman, Mereka terus melakukannya karena jatuh cinta.

Mencium sang assasin akan menjadi hal yang biasa bagi Vados.

Hit adalah cinta pertamanya.

Satu-satunya mortal yang boleh menyentuh dirinya hanya Hit.

Bibir mereka tidak lepas, Hit merasakan nafsu yang membuat nya tidak bisa berhenti, Vados takkan bisa kemana-mana.

Tapi, di saat mereka masih berbagi ciuman...

"HAAAAAAAHHHH?!"

Cabba, Kale, Caulifla dan Champa melihat mereka berdua!

"Hi-Hitt.. Hit-san..." Cabba sampai gemetar. Kale terkejut sampai menutup mulutnya, dan pasang mata Caulifla melebar kaget melihat apa yang terjadi didepan nya.

Sedangkan Champa sangat syok.

Hit tidak peduli, dia terus mencium Vados, tapi nampaknya Vados juga tidak menghiraukan rasa terkejut mereka.

"VA-VADOOOOOSSSSSSS!?" Champa berteriak.

To be continued