*Dan usai kejadian...*

"Jadi... Kalian sudah lama pacaran!?" tanya Caulifla.

"Apa ini sungguhan!?" Tanya Cabba lagi.

"Apa kalian nanti akan menikah?" tanya Kale, polos.

Vados tersenyum. "hahahaha! Aku dan Hit memang sudah lama menjalin hubungan spesial, jadi... ketahuan deh"

"Woaaaahhhhhhh"

Hit tersenyum santai, lagipula semua orang akan mengetahuinya.

"Tapi.. Champa-sama.. dia pingsan" kata Cabba.

Champa tergeletak di atas ranjangnya. sulit di percaya, angel yang telah mendampinginya selama jutaan tahun, angel yang mau repot-repot mengurus kebutuhan dirinya, angel yang sabar menghadapi sifat keras kepalanya, angel yang selalu patuh apa yang dia perintahkan...

Ternyata suka sama Hit.

Vados tertawa "Tidak apa apa, nanti kalau ada makanan dia juga langsung bangun"

"Ehmm... anu... Vados-san, sudah berapa lama kau menyukai Hit-san?" tanya Cabba.

Vados nampak berpikir. "hmmmm kapan ya, aku sendiri tidak tahu. Tapi perasaan ini muncul begitu saja"

"Itu pertanyaan konyol, aku dan Vados sebenarnya sudah saling menaruh perasaan usai Turnamen waktu itu. Tapi kami berusaha mengendalikan diri" jawab Hit.

"Haaaah? Jadi kau menyimpan rahasia ya? Bahkan sangat lama, habis turnamen juga... Apa kau tidak sadar kalau kau ini cuma mortal biasa?" sahut Caulifla.

Hit diam.

Sebenarnya pertanyaan Caulifla tidak salah. Hit tahu dirinya cuma makhluk biasa, Tapi yang namanya sebuah cinta, tentu bisa menyatukan segalanya yang terlihat mustahil.

"hmmph, Apa kau pikir aku dan Vados bisa sampai menikah?" Hit bertanya balik, Agak sarkas.

Upss, Vados jadi tersipu-sipu. Belum selintas dia berpikir sampai sejauh itu.

"Kalau kalian menikah, nanti anak kalian over power! kalau anaknya perempuan, mirip Vados, tapi kalau laki-laki, pasti mirip dengan bapaknya! dan si Whis punya keponakan, Daishinkan-sama jadi kakek deh, HAHAHA!" kata Caulifla.

"EH!?" Hit langsung memerah malu, sampai keringat dingin. "Kau ini mikir apaan sih!?"

Vados memegangi kedua pipi nya sendiri, rona di wajahnya sulit di sembunyikan. "Caulifla-san, aku jadi membayangkan hal itu.. Hehehehe. .."

"EERH!? VA-VADOS!" Hit tambah merah.

"Aku cuma bercanda, Hit. hahahaha!" Vados tertawa geli.

Hit menghela nafas berat, sekarang dirinya mulai tak waras.

"Caulifla-san, pikiran mu terlalu jauh" sahut Cabba.

Champa perlahan mulai bangun.

"Champa-sama sudah bangun" kata Kale.

"aduhh ughhh a-apa yang terjadi?" gumam Champa.

"Kau pingsan" jawab Kale.

"Eh?"

Champa berkedip sebentar, melihat Vados berdiri di ujung kasur nya dengan ekspresi ceria menyapa.

"Champa-sama! Apa kau lapar?" Tanya Vados.

"VADOOOSSSS!" Champa malah teriak.

"K-kau...! Kau dan Hit! ka-kka.. kalian! pasti yang tadi aku cuma bermimpi! IYA KAN!?" kata Champa.

"Dasar Hakaishin bodoh, padahal matamu melihat sendiri kalau mereka tadi ciuman" ketus Caulifla.

"HEI! SIAPA YANG BODOH?! KU HANCURKAN KAU!" ancam Champa.

"Hehh" Hit terganggu dengan suasana konyol begini. Pertama, dia pacaran dengan Vados, kedua, ocehan bocah-bocah Saiyan, dan yang ketiga... Hakaishin nya bego.

"Su-sudah ku duga! Selama ini... Vados! HIT! jelaskan semuanya! Kenapa kalian menyembunyikan rahasia!?" Tanya Champa.

"hmph! Terserah aku dan Vados, lagi pula ciuman tadi pakai bibir kami, bukan punya mu" jawab Hit.

"Hahahaha! Champa-sama juga mau di cium?" tawar Vados.

"EH VADOS!?" Hit langsung nge gas.

"HAHAHAHA! HIT CEMBURU NIH!" Caulifla tertawa keras.

Wow, Vados memang jago kalau sudah men-Trolling orang.

"Nanti kalau Daishinkan tahu hubungan kalian berdua, bagaimana!? Aku juga bisa jadi korban kalian!" teriak Champa.

Dan dalam hitungan detik, Semua langsung hening.

"..."

"..."

"Eehh?" Champa berkedip heran, dia langsung pura-pura bersiul seolah semua normal saja.

"Aku bisa menghadap ke Daishinkan, tapi tidak sekarang. Belum waktunya" jawab Hit.

Semua mata langsung menatap ke Hit.

"Aku dan Vados perlu waktu, jadi aku minta kalian rahasiakan ini. Karena, kalau ketahuan, alam semesta 6 akan jadi gosip semesta lain. Dan itu bisa terdengar sampai ke Zeno" tambah nya lagi.

"Sebenarnya.. Whis juga sudah tahu, tapi dia sudah menjanjikan rahasianya aman" kata Vados.

"Ehhh..." Champa sebetulnya masih agak bingung. "TUNGGU DULU! Aku tidak mau alam semesta 6 jadi bahan gosip! Citra ku akan buruk di hadapan semua Hakaishin!"

"Kau juga tidak mau di salahkan Zeno karena kau tidak memerhatikan angel mu, kan? serahkan padaku. Aku akan menjelaskan semuanya" jelas Hit.

Ucapan Hit bukan main-main. Vados mengerti suasana hati Hit yang sebenarnya sedang takut apabila dia berhadapan dengan Zeno dan Daishinkan, tetapi dia berusaha mengendalikan diri. Dia ingin terlihat berani di depan teman-teman nya.

"Baiklah! Tapi kau yang tanggung jawab ya! harga diriku sebagai Hakaishin sangat tinggi daripada kalian!"

"Champa-sama, apa itu artinya kau mengizinkan ku membagi waktu bersama Hit?" Tanya Vados.

Champa agak hening.

Dia nampak berpikir. Angel nya saja sudah menjalin hubungan dengan mortal. Jangan sampai Alam semesta 7 tahu, apalagi Beerus. Mereka semua pasti kaget. Plus si Goku yang terlalu polos, jika tahu Hit pacaran dengan Vados, dia pasti blak-blakan asal bicara.

"Hmmph, sebenarnya ini terlalu cepat. Tapi asalkan kau harus mendampingi ku terus, Vados. Kau bertanggung jawab untuk Hakaishin. kau hanya bisa bersama Hit kalau ada waktu kosong saja" jawab Champa.

Vados tersenyum bahagia, bisa di katakan : Champa sedikit mendukung hubungan Hit dengan Vados. tapi tentunya, Champa ingin Vados selalu ingat dengan tugas utamanya sebagai utusan Zeno.

Hit tidak menjawab, tapi dia memahami kalimat Champa.

"Wahh! Kalian akan jadi pasangan yang romantis!" sahut Caulifla dan Kale bertepuk tangan.

"Kami juga akan merahasiakan hubungan kalian, tenang saja" tambah Cabba.

"Terimakasih, tapi semuanya sudah lebih dari cukup. Aku percaya pada kalian kok" ucap Vados, tersenyum santai.

...

Malam hari kemudian.

Champa dan 3 anak Saiyan sudah tidur pulas di ranjang mereka masing-masing.

Sementara di kamar lain, Hit dan Vados punya ranjang nya sendiri. (sebenarnya, ini ranjang cadangan punya Champa, tapi dia jarang menggunakannya)

"Kau sudah tahu caranya tidur kan?" Tanya Hit.

"Sekarang aku lebih nyaman ketika tidur" kata Vados, dengan satu ketukan tongkat nya, ranjang langsung rapih.

"Nah! Ini sudah cukup untuk kita berdua!"

"Oh?"

'Ranjang Untuk Berdua' Hit mulai gugup lagi, dia benar-benar satu ranjang dengan seorang Angel.

Vados membuka kuncir rambutnya dan langsung berbaring ke kasur, diikuti Hit.

"Hit?"

"hm?"

"Semua akan baik-baik saja, kau tidak perlu takut soal ayahku" gumam Vados.

Hit menghela nafas. "Aku tidak tahu harus berbuat apa, Vados"

"Hei, kita tidur satu ranjang seperti ini mirip pasangan baru menikah" kata Vados.

Oh sial, wajah Hit langsung merah. entah kenapa perasaan gugup selalu datang menganggu.

Vados tertawa. "hahahaha! Kenapa kau terlihat tegang, Hit?"

"Ka-karena kau asal bicara! kita belum memikirkan sejauh itu" jawab Hit.

Vados memberi kecupan cepat ke bibir si Assasin.

"Aku merasa aman tidur dalam dekapanmu"

Hit langsung memeluk nya. Lengan kekar protektif melindungi Vados.

"Aku ingin menjadi Mortal yang kuat, aku akan melindungi kalian semua"

Vados menghela nafas ringan "Aku percaya padamu, Hit"

Hit tersenyum.

Hit pasti akan melindungi teman-temannya. Dia sudah membulatkan tekad itu, dia akan terus berlatih dan berlatih.

Hit balas mencium bibir Vados, dan akhirnya ikut tertidur.

To Be Continued