Esok hari kemudian...

.

.

.

"Oy! Ayo jalan yang cepat! kami mengikutimu dari tadi!" teriak Caulifla.

Caulifla, Kale dan Cabba berolahraga bersama Champa, mereka memang sengaja disuruh mengekor dari belakang si Hakaishin itu.

"haahhh.. Haahh.. Haahhh..."

Champa sangat lelah, dia berjalan kaki demi program diet yang di jadwalkan Vados.

"Haahhh... aduhh a-aku capek" akhirnya, Champa ambruk.

Vados dan Hit melihat mereka dari atas bukit.

"Dia Hakaishin, kenapa harus diet?" kata Hit.

"Champa-sama harus mengurangi berat badannya agar dia bisa lebih gesit saat bertarung" jawab Vados.

"Hm, aku tidak yakin kalau si kucing itu mampu berjalan karena berat badannya" jawab Hit.

Tiba-tiba, Vados langsung duduk di pangkuannya Hit.

"Eh?"

"Hit..." bisik Vados, tatapan matanya jadi terlihat menggoda. Hit sampai berkedip heran.

"Ngomong-ngomong soal kemarin itu... Aku jadi kepikiran" kata Vados.

"Ada apa?" Tanya Hit.

Vados tersenyum misterius. Hit semakin bingung.

"A-ada apa...?" Tanya Hit lagi.

"Kemarin kan Caulifla bilang, kalau kita punya anak, pasti mirip dengan orang tuanya" kata Vados.

Hit langsung syok "N-NANIII... !?"

"hahahaha! kalau perempuan, pasti mirip denganku, tapi kalau laki-laki, pasti tampan seperti dirimu" kata Vados, mulai membayangkan rupa anaknya.

"Kau mulai tidak waras ya?!" teriak Hit. sekarang kepalanya mulai berkeringat deras.

"Terus, aku memberi kabar membahagiakan bahwa, aku Hamil!"

"Vados, Hentikan!" Hit mulai menyerah, dia tidak mau mendengar.

"Whis Yang membantu ku melahirkan! Dan taraaaaa-! Kita punya bayi!"

"Vadoooss!" Hit mulai panik.

Vados makin tertawa. "Oh iya! Berarti Whis jadi Paman dong, hahahaha!"

Hit tidak tahan lagi, ini obrolan jahil.

"hahahaha! Asik ya menjahili mu" kata Vados.

"Ergghhh... itu tidak lucu tahu" Hit mengetus kesal.

Vados memberi kecupan cepat ke pipi Hit. "Aku kan cuma bercanda, hehehe"

"Vados-san! Apa kita boleh langsung berangkat sekarang?" Tanya Cabba dari jauh.

"Baiklah, kita langsung berangkat"

Mereka akan pergi Ke Bumi.

Karena Champa mulai ketagihan bermain di Bumi. Thanks to Beerus, dia yang membuat permohonan Super Dragon Ball untuk memberi Bumi pada semesta 6 (Tapi Champa tidak mau terima kasih) Jadi hari ini mereka akan berlatih...

DI PANTAI!

...

*sesampainya di Bumi

Kaki mereka mendarat di hamparan pasir putih. suara deru ombak dari jauh, lengkap dengan pemandangan biru air laut dan juga penyu yang berjalan ke sisi pantai. mereka datang dengan swimsuit. Baru kali ini Champa mengenakan boxer pantainya, sementara 3 anak Saiyan mengenakan swimsuit yang pas sesuai usia mereka.

"Akhirnyaaaaaa!" Champa langsung minum soda.

"Champa-sama, minum soda usai berolahraga itu tidak baik untuk kesehatanmu" tegur Vados.

"Aku tahu, aku tahu! Aku cuma minum saja! Ini kan juga bagian dari program diet ku kan!?" kata Champa.

"Tapi, Minum soda kan bukan diet" kata Cabba.

"Aku sengaja memilih pantai jadi tempat latihan, supaya kalian juga bisa sambil liburan. Kekuatan Champa-sama akan di bawah kendali ku karena kita sedang berada di Bumi" jelas Vados.

"hmphh, baiklah.. Aku ingin punya petarung yang kuat! Karena kalian Saiyan, Pokoknya kalian harus mampu mengalahkanku!" kata Champa, dia langsung pergi ke tengah laut.

"LAWAN AKU!"

"HAAAAAAAAAAAAA-!"

3 anak saiyan tersebut langsung mengubah form Base ke Super saiyan dan terbang menjauh dari bibir pantai,
Pertarungan pun di mulai.

"Hit? Kau tidak mengganti pakaian mu? Tanya Vados.

"Aku tidak tertarik berenang di pantai" jawab Hit.

Dengan satu ketukan tongkat, Vados mengubah pakaian Assasin milik Hit menjadi pakaian renang. Tubuh kekar Hit akhirnya terlihat.

"Apa yang kau lakukan!?" teriak Hit, panik.

Vados tertawa "Tentu saja kau harus berenang"

"Aku tidak berminat renang! Kembalikan bajuku!" kata Hit.

"Kau butuh hiburan, jadi ikutlah berenang" kata Vados, dia pun langsung terbang, tapi Hit menangkap tangannya.

"Eh?"

"Aku mau berenang, asalkan kau juga mengubah pakaianmu" kata Hit.

Vados malah berkedip heran.

"Mana mungkin kau berenang dengan pakaian Angel seperti ini?" Tanya Hit.

Dan mereka berdua, sama-sama hening.

.

.

.

*beberapa menit kemudian*

"Aaaaargh!! Kenapa kau susah di kalahkan sih!?" teriak Caulifla. Meski sudah dalam form ssj, dia belum mampu mengalahkan Champa.

Champa menyeringai "heh! Sudah ku bilang kau harus berusaha"

"Cih! Oy Kale! Cabba! Kalian juga harus bisa mengalahkan dia!" seru Caulifla.

Di saat yang sama, sesuatu yang meluncur datang dari bibir pantai menuju ke tengah laut..

"Kami datang!" seru Vados.

"WAAAAAAAAAAAHHHHHH!?"

Mulut Champa dan 3 anak Saiyan tersebut langsung menganga lebar. Sulit di percaya! Itu Vados! Dengan swimsuit warna biru tuanya yang terlihat menggoda.

Hit tersenyum "Ini baru Vados ku"

"VA-VADOS!? ini beneran dirimu!?" Tanya Champa.

Vados benar-benar seksi. Lebih dari sekedar pakaian formal sehari-hari. Biasanya Angel hanya diam dan berdiri saja memperhatikan tingkah yang di lakukan Hakaishin bersama mortalnya.

Tapi Vados melewati batas aturan itu.

Jika Hit menginginkan sesuatu, kenapa tidak? Karena Vados mencintainya.

"Aku yang menyuruh Hit ikut berenang, kalian lanjutkan saja latihannya" kata Vados.

"Be-begitu ya..?" gumam Champa.

*DUAAGHH!?*

Champa lengah, Kale berhasil meninjunya.

"KALE! Kau memang hebat!" seru Caulifla.

Champa berteriak kesal, baru kali ini ada mortal yang memukul wajahnya. "SIAL! Aku ini belum siap!"

"Aku akan berjuang bersama kakak!" kata Kale, dia semakin mahir mengendalikan lssj nya.

"AYO!"

Dan mereka kembali bertarung melawan Champa.

"Sekarang, waktu kita untuk berdua" tambah Vados.

Hit menyeringai "hmm jadi ini tujuanmu ya? pantas saja kau tadi menurut padaku untuk berganti pakaian"

Mereka berdua turun ke air, sembari menonton pelatihan Champa vs 3 anak Saiyan.

"Kapan lagi kita bisa seperti ini? Apalagi berenang bersama" Vados tertawa kecil.

Hit langsung mendekapkan si Angel ke dadanya, sedikit berisik ke hadapan wajahnya. "Kita bisa Setiap hari, tapi hanya kau dan aku"

Vados langsung menciumnya. "Setidaknya, Kita bisa saling menikmati"

'Menikmati?' maksud mu... sesuatu yang lebih dari sekedar berciuman?" Tanya Hit, mulai memahami maksud kalimat angel nya.

Vados tertawa keras, mendorong dada Hit sampai terjungkal ke belakang dan akhirnya tenggelam.

*BYUUURRRRR!*

"Hahahaha! Mana mungkin kita melakukan itu? Kau ini berlebihan! Hahahaha!"

Hit naik ke permukaan. "Aghh! Habis kalimatmu tadi ambigu!"

"Aku ini Angel, aku cuma ingin mengendalikan diri, Hitto" kata

Hit ingin mencium bibir Vados lagi, tetapi gelombang langsung menghantam mereka.

*BYUUUUURRR!*

Gelombang tersebut efek dari pertarungan Champa vs 3 Saiyan, mereka makin berkembang.

Sekarang mereka berdua sama-sama basah.

"Ughhh! Uhukkk! air nya asin sekali!" teriak Hit.

"Sebaiknya kau bergabung dengan mereka, Hit" kata Vados.

"hmmhh, baiklah"

Hit langsung terbang, dia bergabung dengan anak Saiyan dan melawan Champa.

Ini akan jadi liburan yang menyenangkan

Tapi...

.

.

.

.

*Istana Zeno*

Daishinkan melihat apa yang Vados lakukan dengan pakaian renang tersebut tanpa baju formal nya sebagai Angel.

"Vados..." Daishinkan bergumam.

To Be continued