Dua raja segalanya, duduk berhadapan sambil memainkan sebuah game kecil mirip seperti papan catur.
Kalau biasanya mereka dulu memainkan bola planet, sekarang di atas papan tersebut terkumpul 12 alam semesta yang hidup.
"Lihat! Coba pindahkan alam semesta ini ke sebelah sini" kata Zeno.
Future Zeno pun mengangguk cepat. "Baiklah!"
Tangan nya pun memindahkan alam semesta 4, ke sebelah alam semesta 5.
"Hmmm... Ternyata kita memang hanya punya 12 alam semesta ya..." gumam Zeno.
"Dan 12 alam semesta ini masing-masing mempunyai Hakaishin dan Angel" Jawab future Zeno. "Mereka bertugas mengawasi alam semestanya"
"hmmm..." Zeno nampak berpikir.
"Ada apa?"
"Dulu ada 18 alam semesta, tapi sisanya sudah di lenyapkan. Hakaishinnya kan juga tidak ada, tapi.. Angel nya kemana ya?" Tanya future Zeno.
"Mereka ada, tapi tidak aktif" kata Zeno.
"Begitu ya?" gumam Future Zeno.
"Bagaimana kalau kita melihat aktivitas setiap alam semesta?"
"Waaahh! Boleh boleh!"
Zeno langsung menyingkirkan papan mainnya, membuat bola-bola yang berisi setiap semesta berjatuhan ke lantai. Bola yang berisi alam semesta 7 pun retak, sementara alam semesta 6 langsung pecah.
Dia menaruh sebuah bola kecil yang menghubungkan pengawasan ke seluruh alam semesta.
"Coba kita lihat alam semesta 7"
Dua Zeno tersebut melihat aktivitas semesta 7. Di suatu tempat, ada Goku dan kawan-kawan sedang makan bersama. Oh, bahkan Beerus ada disana. Sedang di paksa Bulma untuk menjaga Bulla, dan Whis bersama Kaioshin juga terlihat sedang bersantai. Tapi kegiatan mereka nampak seru sekali.
"Waaaah Goku dan yang lainnya terlihat bersenang-senang" kata future Zeno.
"Kapan-kapan kita ajak Goku main kesini yuk!"
"Ayooo!"
"Sekarang kita lihat aktivitas alam semesta 6"
Mereka pun melihat Alam semesta 6.
Tapi, yang mereka lihat langsung adalah Champa, 3 Anak Saiyan yang sedang berada di dalam cube, mereka sepertinya baru pulang dari Planet Bumi. Dan juga, Vados, bersama Hit di belakang mereka-
Tunggu?
Vados dan Hit nampak bergandengan tangan. Champa dan lainnya juga tidak menghiraukan.
Future Zeno dan Zeno menatap. Vados dan Hit saling berciuman, Ada Angel yang berbuat seperti itu pada Mortal!
"..."
"hmmmmm..."
"Ini Vados ya? Angel dari Semesta 6?" Tanya Future Zeno.
"Iya, dan yang orang ungu ini bernama Hit! Dia yang pernah bertarung dengan Jiren waktu turnamen" jawab Zeno.
"Apa yang mereka lakukan?"
"Aku tidak mengerti"
"Dia dan Hit saling menempelkan bibirnya, memang itu artinya apa ya? Tanya future Zeno, polos.
Zeno hanya mengangkat bahu. "Aku juga tidak tahu, mereka nampak menikmati nya"
"hmmmmm..."
Dua raja tersebut diam dan berpikir.
"Panggil Daishinkan" kata Zeno.
Dan si dia Pendeta Agung langsung muncul.
"Anda memanggilku? Zeno-sama?" Tanya Daishinkan, menunduk hormat.
"Aku ingin bertanya, coba lihat kesini" kata future Zeno.
Daishinkan melihat ke bola tersebut, dia melihat anaknya sedang bersama Hit.
Ah?
Apa yang Vados lakukan, lebih dari sekedar tugas utamanya untuk bersikap netral.
Dan Daishinkan pun diam, raut wajahnya terlihat tenang, namun tidak tersenyum seperti biasanya.
"Zeno-sama, maafkan aku. Sebenarnya... Anakku dan Hit-san sudah lama melakukan hal itu" ucapnya.
"Oh? Jadi itu namanya apa?" Tanya Zeno.
Wajah kalem si Pendeta Agung sangat misterius.
"Mereka itu.. saling mencintai.
Tapi sayangnya, Anakku, Vados.. Yang Zeno-sama utuskan menjadi Malaikat Semesta 6...
Dia mulai melewati batas formal sikap nya sebagai Angel"
Dan istana mendadak sangat hening.
.
.
.
*Sementara itu, sesampainya mereka di planet Champa*
Mereka sudah memulangkan 3 anak Saiyan kembali ke Planet Sadala. Sedangkan Hit tetap ikut bersama Vados menuju planet Champa.
Hari ini adalah waktu yang kosong, Champa langsung tidur pulas begitu pulang dari bumi.
Sementara Vados dan Hit ada di dalam kamar tidur yang kecil, agak jauh dari tempat ranjang nya Champa.
Vados sudah memutuskan, bahwa kamar ini menjadi milik Hit dan dirinya untuk beristirahat. bukan tanpa alasan, Tapi Vados sendiri merasa sangat nyaman ketika dia tidur bersebelahan dengan Hit.
Waktu khusus mereka berdua, adalah waktu yang penting. Sehabis apapun mereka berpergian, kamar ini yang menjadi tempat melepas lelah mereka.
"Besok kau melatihku lagi?" Tanya Hit. dia langsung berbaring di atas kasur.
"Ya, tapi besok kau harus mengalahkan ku" kata Vados, tersenyum meledek.
Hit mendengus "Hehh, kali ini aku tidak akan kalah"
Vados tertawa kecil. "Waktu lawan Monaka, kau kalah"
"Aku mengalah untuk respect terhadap Goku" jawab Hit. kalau di ingat-ingat lagi, momen itu sangat memalukan.
Usai melepas ikat rambutnya, Vados langsung berbaring tidur di sebelah Hit.
"Kau mulai ketagihan tidur bersamaku? Angel?" Tanya Hit.
Vados tertawa kecil. "Iya, aku mungkin tidak akan mau lepas dari pelukanmu"
Tangan Hit meraba lekuk tubuh sang angel yang tertutup di balik selimut, naik sampai menyentuh ke pipi Vados, Memandang penuh kasih dari sudut pandang iris merahnya.
"Aku mencintaimu" bisik Hit.
"Tidur, sayang..." bisik Vados, memberi kecupan kecil ke hidung Hit.
Hit tersenyum. Akhirnya dia pun tidur.
To be continued
