Istana Zeno-sama
.
.
.
Aula langsung hening, para Angel yang tadinya menunduk hormat, langsung menegapkan posisi tubuh mereka.
"Aku mengumpulkan kalian semua kesini, karena ada hal penting untuk di bicarakan" jelas Daishinkan.
Meski Vados tahu ayahnya nampak kalem, bukan berarti dia tidak mengetahui segalanya. Ini akan jadi serius.
"Sebagai pendamping Hakaishin selama jutaan tahun , kalian adalah utusan mutlak Zeno-sama untuk mengawasi semesta yang kalian tempati. Saat ini, Zeno-sama akan memberitahu sesuatu mengenai tugas Utama malaikat"
Tugas utama malaikat?
Semua jadi bertanya-tanya. Sudah jelas Zeno tahu, tugas Utama Angel : Netral dan mengawasi Hakaishin nya.
Zeno mulai berucap "Baiklah, pertama. Aku senang kalian semua cepat berkumpul disini, aku cuma ingin memberi tahu, bahwa kinerja kalian saat ini bagus. bahkan lebih baik setelah turnamen"
"Tapi... Aku pikir, kita punya sedikit masalah, tentang peraturan yang harus di jalani Angel" tambah nya lagi.
Semua langsung tegang. Jangan-jangan Zeno akan melenyapkan salah satu dari mereka yang kinerja nya tidak bagus.
"Vados"
Vados memberi hormat tunduk.
"Aku memanggilmu kesini, karena ada suatu hal yang kau lakukan di luar batas tugas angel"
Semua pun terkejut.
"Ada apa dengan Vados?" Tanya Martinu, Angel Semesta 12.
"Apa Zeno-sama memanggil kita karena Vados ada masalah?" Tanya Campari.
Semua mata menatap ke Vados.
"Zeno-sama, biar aku yang berbicara dengan Vados" tawar Daishinkan.
"Baiklah"
Vados berusaha tenang, tangannya erat memegang tongkat, berusaha untuk fokus.
"Vados, kau tahu, aku mengawasi seluruh alam Semesta, termasuk mengawasi anak-anakku" ucap Daishinkan.
"Aku mengerti, ayah"
"Kau dan Hit menyimpan hubungan, kan?"
HAAHH?!
Lagi-lagi semua angel terkejut. Apa benar Vados menjalin hubungan sesuatu?
"Hit-san, Assasin dari Alam semesta 6. dia adalah peserta Turnamen yang dulu bertarung dengan Jiren-san"
"..." Vados tetap diam.
"Apa perasaanmu terhadap Hit-san?" Tanya Daishinkan.
"Tidak, kami hanya menjaga jarak, aku mengerti tanggung jawabku" jawab Vados.
"Wahh Waah.. , jadi Vados mulai pacaran sama Mortal yaaa?" Tanya Marcarita, menyeringai santai, nada suaranya terdengar meledek.
Vados merasa terganggu, cara bicara Marcarita agak menjengkelkan.
"Vados, ku pikir ini sudah kelewatan. kau berada di luar tanggung jawabmu" kata Daishinkan.
"Ayah, meskipun Aku dan Hit berada dalam derajat yang berbeda, bukan berarti aku tidak boleh menaruh perasaan pada Hit" kata Vados, membela diri.
"Akan ku akui, Hit dan aku memang saling mencintai"
APAAAAAAA!?
Semua makin terkejut, bagaimana Vados berani melakukan hal itu... Terhadap Mortal?
"Kakak..." Whis bergumam, mulai khawatir.
"Ku pikir, setelah Turnamen. Semua akan belajar dari kesalahan. tapi untuk Vados sendiri, kau sudah memendam perasaan ini semenjak Hit menjadi petarungmu. kelakuan formalmu perlahan di tinggalkan. Bahkan Hakaishin Champa-sama nampaknya tidak menghiraukan hubungan kalian, Iya kan?"
Pertanyaan Daishinkan membuat Vados sulit untuk membalas kalimatnya.
"Aku akan memberitahumu sesuatu"
"Apa itu?" Tanya Vados.
"Jika kau melakukan itu lagi, Hit yang harus menjelaskan semuanya secara langsung ke hadapanku. Semua tanggung jawab, jatuh pada Hit-san" jawab Daishinkan.
"Apa?!"
Vados terkejut.
"A-apa kau akan melibatkan Hit? Dia tidak bersalah!"
"Hit-san adalah mortal yang suatu hari Perlahan-lahan mengubah sifatmu. ingat, kau adalah utusan. Dia harus mempertanggung jawabkan semuanya. Karena dia telah menyentuhmu" jelas Daishinkan.
"Kalau begitu...!"
Vados langsung bertekuk lutut, bersujud di hadapan Daishinkan dan Zeno.
"Jangan seret Hit ke dalam masalah ini! dia hanya mortal biasa! Aku yang duluan mencintai nya, jadi aku meminta keringanan..., jangan jatuhkan tanggung jawab pada Hit, aku yang harus menanggung kesalahan ini. Aku ingin Ayah mengerti..."
Vados merasa tubuhnya gemetar hebat, membayangkan Hit dan lainnya, lenyap untuk kedua kalinya semenjak turnamen.
"Jangan libatkan Hit-san, dia tidak ikut campur" sambung Whis, membela kakak nya.
"Hit-san juga tahu kalau Vados adalah Angel. Jadi, aku juga memohon keringanan. Apapun yang Vados lakukan, dia tidak akan melupakan derajatnya sebagai Utusan Zeno-sama. Hit-san mengerti bagaimana Vados bekerja" kata Whis.
"Whis..." Vados bergumam pelan, apa yang di katakan adiknya, sangat membela dirinya.
"Tapi Whis, Angel tetap Angel. mempunyai hubungan rahasia dengan mortal adalah kesalahan besar" sergah Korn, Angel dari Semesta 8.
"Menjadi utusan Zeno-sama adalah perintah mutlak. harus netral terhadap situasi apapun, termasuk perasaan sendiri" tambah nya lagi.
Whis agak menekankan nada suaranya. "Kalau Vados tidak boleh dekat dengan mortal nya, bagaimana denganku? Yang sering pergi ke Bumi, memakan makanan lezat mereka? Berinteraksi dengan Mortal? Kenapa Ayah tak memanggilku karena alasan itu?"
Semua langsung diam.
Ini adalah pembahasan yang sulit. Zeno-sama sepertinya paham mengapa angel yang telah di utus pun mulai melanggar sikap utamanya.
"Hmmm... Kalau begitu..." Daishinkan mulai berucap. "Aku akan berikan syarat. Tapi kau harus mentaatinya"
"Apa itu?"
"Jika Tidak mau tanggung jawab jatuh kepada Hit-san, maka syarat paling utama yang harus kau jalani adalah..."
Vados mulai berdebar, tapi dia perlu menjalani syarat tersebut.
"Jangan pernah berhubungan dengan Hit-san lagi, perlakukan dia seperti Mortal biasa, tapi kau tidak boleh mencintai nya. Apa kau bisa menahan perasaan itu, Vados?" Tanya Daishinkan.
'Kau tidak boleh mencintai Hit'
Kau tidak boleh mencintainya...
Kau tidak boleh mencintainya...
Apa kau bisa menahan perasaan itu, Vados?
To be continued
