*Esok harinya*
Di Alam Semesta 7

.

.

.

"HAAAAAHHHHHH!?"

Mereka berteriak kaget. Goku, Bulma dan Vegeta.

"Kau bercanda!? Si Hit itu mencintai Vados!?" Tanya Vegeta.

Whis mengangguk pelan. "Iya, kakakku dan Hit-san saling jatuh cinta. Mereka sudah lama berpacaran"

"Eh hhhh..."

Pagi yang cerah di langit bumi, mereka berdiri di atas balkon Capsule Corp dan mendengarkan curhat Whis soal rapat kemarin. untuk pertama kalinya, Whis benar-benar cemas. sebagai seorang adik yang paling dekat dengan Vados, tentu saja dia akan terus memperhatikan kakaknya. "Semua sudah tahu, Ayahku bahkan sempat berniat 'menyingkirkan' Hit-san dari Vados. Tapi kakakku berusaha membela" tambahnya lagi.

"Jadi.. Begitu ya.." Bulma sampai bergumam heran.

"Tapi, memangnya Hit tahu tentang Cinta? dia seperti nampak tak peduli soal itu" Goku bergumam heran, sekarang kepalanya berpikir.

"Memangnya kau tahu juga tentang cinta!? Ciuman saja kau tidak paham!" Vegeta langsung protes.

Goku berkedip polos. "Tapi sekarang aku sudah tahu apa itu ciuman, berarti ciuman itu artinya makanan kan?"

"Bukan begitu, bodoh!" Bulma langsung menjitak kepala si Saiyan tersebut, memang Goku bodohnya sangat natural, tidak di buat-buat.

"Cih! Bodoh!" Vegeta mendengus kesal.

"Heh, aku jadi penasaran apa yang terjadi pada si Champa. Apa dia akan malu?" Tanya Beerus, langsung melahap sajian pudding sarapan pagi.

"Kurasa iya, Urusannya makin besar. Tapi kuharap mereka baik-baik saja. Aku yakin kakakku bisa mengatur semuanya, dia pandai mengendalikan situasi" kata Whis.

Beerus menelan satu potong pudding terakhir, membanting mangkuk kecil secara kasar ke atas meja.

"Whis! Kita pergi ke alam semesta 6!"

"Eh?"

"Aku ingin sekalian meledek si brengsek itu, hahahaha! Pasti dia malu sekali!" kata Beerus.

"Beerus-sama, anda harus memahami apa yang terjadi. Kakakku sudah berhadapan dengan Ayah dan Zeno-sama. ancaman yang di terima Vados sangat berisiko. Akan lebih baik kalau kita menghormati mereka" jelas Whis.

Tapi apa yang Whis katakan, sangat To the point.

"Lalu apa yang akan kau lakukan? Kakakmu sedang bermasalah, kau akan membantunya kan?" Tanya Beerus.

Whis diam sejenak, sebenarnya.. dia sedang berpikir.

"Beerus-sama, biasanya kalau ada masalah, pasti butuh solusi dan hiburan kan? Aku punya ide" kata Whis.

"haaahh? Apa itu?"

.

.

.

*Planet Champa*

"Selamat pagi, sayang..." bisik Vados. Matanya masih terpejam.

"nghhh..."

Aktivitas semalam membuat mereka langsung tidur pulas, rasanya berat bangun dari ranjang, tapi sesungguhnya mereka sangat menikmatinya.

Mereka tidur menyamping, menghadap ke kiri. Vados tidak bisa lepas dari lengan kekar sang Assasin, dia merasakan punggungnya di hirup nafsu oleh Hit.

"Hit...?"

"Apa ini sudah pagi?" bisik Hit, wajahnya tenggelam di punggung sang Angel, mulai iseng menghirupnya, dan menggigitinya sedikit.

"nghhhh... Hit... kau sudah melakukan ini semalam"

"Aku tidak bisa menahan diri" gumam nya.

Baiklah, mungkin 'bermain' sebentar saja tidak masalah. Gerak tubuh si Assasin seolah meminta kode 'lagi dan lagi' seperti yang mereka lakukan semalam. Vados berbalik menghadap ke Hit dan...

Bola tongkat nya berkedip menandakan panggilan masuk.

"Tunggu, ada panggilan" kata Vados, langsung beranjak dari kasur.

"Eehh?"

Yaaaahhhh... gak jadi deh main-main nya. Hit menghela nafas pasrah.

.

.

.

"APA KATAMUU!?" Champa berteriak ke tongkatnya Vados.

"Khe Khe khe! ku dengar kau sedang kacau ya!? Angel-mu berpacaran dengan mortal!?" ledek Quitela, semakin tertawa keras.

Champa mulai mendidih, dia kesal di ejek.

Di ruang makan yang menyatu dengan meja dapur. ada Hit, Vados dan Champa saja. mereka sama-sama memandangi bola tongkat dan berkomunikasi antar 11 Hakaishin (kecuali Beerus)

Vados tidak bereaksi apapun, lagipula dia sudah tahu apa yang terjadi. Wajahnya berusaha tenang menghadapi tekanan gosip tersebut.

"Apa itu benar? ku kira itu rumor belaka. Tapi... mempunyai cinta dengan mortal itu Indah juga" kata Helles.

"Kau membiarkan itu terjadi padamu Champa?" Tanya Liquir.

"Aku tak menyangka ini" tambah Geene, mulai membuat ekspresi heran.

Iwane bergumam. "Hmm sebenarnya, ini hal baru sih. aku juga terkejut"

Rumshi tertawa keras "hahahaha! Begitu ya, kau ini memang pemalas ya, Champa! Kau biarkan semuanya terjadi pada Angel-mu. dan sekarang kau jadi gosip"

"Champa, kami menghubungimu hanya untuk memastikan kebenaran itu" sahut Sidra.

"tti niut nitt tiuuuttt nnit nNNnnnhhHit" Mosko ikut menyahut.

"Mosko-sama berkata, 'Apa kau akan menikahkan mereka berdua?'" kata Camparri, Angel pendamping sekaligus translator Hakaishin semesta ke-3, Mosko.

"Ggggrrrr dengar ya! Ini adalah urusanku! Aku tidak peduli gosip apapun yang datang pada kalian! POKOKNYA AKU TIDAK PEDULI! TIDAK PEDULI! TIDAK PEDULI!" Champa mulai bersikeras seperti anak kecil.

Sepertinya mereka tahu ini dari Angel masing-masing, makanya mereka menghubungi Champa untuk memastikan kebenaran rumor Vados mencintai Hit.

Belmod menyeringai. "Hehmm sebenarnya tidak masalah sih Angel-mu mencintai Mortal. kau tahu? semua orang berhak mencintai. dan kau Champa, sepertinya Daishinkan-sama mulai berpikir untuk mengganti Hakaishin selain dirimu"

"AKU TIDAK AKAN DI GANTI! BERANINYA KAU MENGEJEKKU!" Champa balas dengan nada penuh amarah. ya, sebetulnya... mau menangis sih... tingkah kekanakannya mulai terlihat.

"Hahaha!" Belmod agak terkekeh. "Itu hanya menurutku, bagaimana menurutmu?" tanya dia, matanya melirik pada Marcarita.

"Nah... apa Vados mendengar semua yang di bicarakan seluruh Hakaishin?" oh, Marcarita sepertinya iseng bertanya seperti itu dengan nada yang meledek. dan Vados mulai merasa terganggu dengan pertanyaan adiknya.

Hit muak dengan omongan itu. Seolah Champa yang salah, di tambah kalimat ledekan tersebut mengarah ke Vados.

"Oy kalian semua!" Hit bersuara, bicara pada 10 Hakaishin.

"Gosip apapun yang kalian dengar, Kalian semua bodoh! Champa bukan bahan ejekan! Aku dan Vados memang saling berhubungan, semua sudah tahu. Jadi BERHENTILAH UNTUK BANYAK TANYA! Masih beruntung KALIAN HIDUP LAGI setelah Turnamen!"

Seketika, semua mendadak bungkam. Tidak ada yang membalas kalimat Hit. apa mereka lupa bahwa semesta mereka di kembalikan berkat permintaan tim Alam semesta ke-7? itu sudah jelas.

"Aku tidak tidak takut dengan kekuatan Hakai kalian!" meskipun mereka adalah Hakaishin, Hit juga tidak akan sudi menghormati mereka.

Vados agak terkejut, Hit bahkan berani berbicara seperti itu di hadapan seluruh Hakaishin. Champa pun sampai berkedip heran.

Panggilan yang menghubungkan seluruh Hakaishin berakhir. suasana langsung hening.

Champa bersuara "Hit... apa yang kau-"

"Itu pembelaanku, Champa. kau tidak usah khawatir lagi" kata Hit, dia keluar dari ruang makan.

"Champa-sama, apa anda sadar. Bahwa dari 10 Hakaishin yang memanggilmu, hanya Beerus-sama yang tidak masuk dalam panggilan?" kata Vados.

"Beerus? Aah iya.. si brengsek itu tidak ada ya... Heh! Baguslah!" ketus Champa.

Tapi Vados merasakan sesuatu, ada yang datang ke Planet ini.

"Champa-sama, sepertinya kita kedatangan tamu"

"Apa?"

"WOY CHAMPA!"

Suara teriakan itu... jangan-jangan...

Champa melihat keluar jendela, ada dua sosok yang berdiri di halaman depan rumahnya.

itu Beerus dan Whis!

"KAU!? APA YANG KAU LAKUKAN KAU KESINI, BRENGSEK!?" teriak Champa.

"Ooyyy! Champa-sama! Lama tak bertemu!" teriak seseorang yang berdiri di belakang Whis.

"HAAAAHHH! KAU...!"

Ternyata mereka membawa Goku juga kesini!

"KENAPA KALIAN MEMBAWA GOKU JUGA!?"

Goku tersenyum polos. "hehehehe!"

Beerus mendengus, sedikit memalingkan mukanya. "Cih! Sebetulnya aku benci mengatakan ini, tapi aku bawa makanan dari Bumi!"

"MAKANAN!?"

Wow, sepertinya tidak salah kalau Beerus kesini membawa oleh-oleh. Sekarang perut Champa mulai berdemo.

"Hai kakak" Whis menyapa.

"Whis, kau tidak menghubungiku sebelum kesini" ucap Vados.

Whis tersenyum santai "Aku tidak mau kau bersedih karena tekanan dari ayah, alasan ku kesini karena aku ingin memastikan kau baik-baik saja kak"

Whis benar-benar peduli.

To be continued