"Aku tahu, kau pasti sedang khawatir. tapi tenang, aku bisa membantumu. Aku akan bicara dengan Zen-chan agar dia bisa menerima hubungan kalian berdua"
Hit diam.
Apa Goku serius mau membantunya?
.
.
.
.
"Letak masalahnya bukan pada si Zeno itu, tapi Daishinkan" gumam Hit.
"Daishinkan-sama?" Tanya Goku.
Hit dan Goku berjalan-jalan di wilayah halaman belakang rumah Champa. sembari menunggu acara makan si Hakaishin selesai, mereka memutuskan untuk santai sejenak.
"Daishinkan tahu, Vados sudah menyukaiku usai turnamen waktu itu. Aku awalnya tidak mengerti, tapi lama kelamaan aku paham... Vados memang bersungguh-sungguh" ucap nya lagi.
"Ohhh jadi Vados-san yang suka duluan padamu ya?" kata Goku.
"Yah, tapi aku juga ikut menyukainya. Kami selalu bersama setiap hari. Bahkan ketika Champa tidur, Vados mengajakku berkeliling planet"
"Lalu... kau dan Vados-san juga ciuman gak?"
"EEHH!?"
Hit tersentak, wajahnya mendadak konyol dan rona merah muda memenuhi area pipi ungunya.
"Pertanyaan bodoh! Kau tidak perlu tahu!" Kata Hit, kesal.
Goku tertawa gugup. "ehehehhe..."
"Apapun yang kulakukan bersama Vados, itu privasi!"
"Baik baik, kalau begitu aku tidak akan bertanya banyak" kata Goku, tersenyum sumringah.
"Heh, ku pikir kau akan berubah setelah turnamen"
"Ah iya! Tadi aku bilang, aku akan membantumu kan? Aku bisa mengatakan semuanya pada Zen-chan dan juga Daishinkan-sama, aku yakin, dengan bicara baik-baik, semua masalah akan selesai. Kau tidak bisa terus berpacaran dengan Vados-san tanpa izin dari mereka" jelas Goku.
Hit mengabaikan Goku, tidak menatap. "Kau pikir aku menghadapi mereka seperti meminta lamaran menikah? itu konyol"
"Itu tidak konyol, kalau Daishinkan-sama sudah setuju. Aku yakin kau dan Vados-san akan bebas. kau tidak mau kan di lenyapkan untuk kedua kalinya?" Tanya Goku.
Di lenyapkan untuk kedua kalinya...
Hit ingat apa yang di katakan Vados kemarin. jika Vados melakukan kesalahan fatal, maka Zeno akan melenyapkannya secara permanen.
Tidak,
Hit juga mengatakan, kalau Vados di lenyapkan, maka Hit pun demikian. Bukankah dia sudah berjanji?
Lenyap bersama lebih baik daripada hidup ribuan tahun tanpa ada separuh hati yang telah pergi...
Hit mendengus sedih, dia benci memikirkan hal buruk itu.
"Aku sebenarnya tidak butuh bantuanmu tapi... Aku khawatir, kalau kau ikut campur dalam urusan ini. masalahnya akan makin besar, aku dan Vados menghadapi tekanan itu sekarang" ucap Hit.
Goku menjawab cepat. "Tapi aku dan Zen-chan kan teman!"
"Apa kau menjamin kalau Zeno akan mendengarkanmu. Bagaimana kalau Daishinkan?" Tanya Hit.
"Masalah utamanya adalah, Kau belum bicara langsung dengan Daishinkan-sama" Kalimat dari Goku to the Point.
Hit baru sadar, apa yang selama ini membuatnya gelisah, adalah... dia tidak berbicara dengan Pendeta Agung tersebut.
"Ayo Hit, Aku akan mengantarmu kesana. Apa kau mau?" Tanya Goku.
Pergi kesana?
Maksudnya... istana Zeno?
"Kau pasti bercanda" Hit sangat meragukan.
"Aku sudah pernah ke Istana Zen-chan. Jangan khawatir. Aku menjamin semua akan baik-baik saja" Goku sangat optimis.
Kenapa si Saiyan ini begitu yakin?
Ah tunggu dulu, di seluruh alam semesta, hanya Goku satu-satunya mortal dari semesta 7 yang berhasil membuat Zeno tertarik berteman dengannya.
Tapi, Hit masih meragukan hal itu.
Zeno bukan masalah, tapi yang jadi masalah utama adalah...
Daishinkan
Pendeta Agung itu yang membuat keberadaan Hit sangat tidak nyaman. Dia dan Vados sudah mulai berani melakukan hubungan 'serius' dan makin menjadi meskipun si Angel sudah di beri peringatan oleh ayahnya sendiri.
Ada banyak yang mengatakan, seorang Ayah sangat dekat dengan anak perempuannya.
Mungkin prinsip itu yang sedang Daishinkan jalani. Dia pasti menyayangi semua anak perempuannya. Mungkin si Pendeta Agung khawatir jika saja Vados pelan-pelan melupakan status nya sebagai Angel dan memilih hidup bersama Hit..
Tidak..
Vados tetap Vados, sekali terlahir sebagai Angel, dia adalah Angel. Utusan mutlak Raja Zeno.
"Goku" Hit mulai berucap.
"Kita kembali ke rumah Champa, aku ingin bicara dengan Whis"
.
.
.
*Kembali di ruang makan*
.
"Aaaahhhhh! Enak sekali!"
Champa menghabiskan setidaknya 30 mangkuk Ramen. dan dia ingin makan lagi.
"Gggrrrr! Kau memang tidak mau berbagi, dasar rakus!" Beerus emosi.
Champa menoleh, sedikit berdehem. "Heeeeh? Kau sendiri yang membawakan ku makanan ini! Tentu ku habiskan!"
"Kalau bukan karena Whis, aku tidak sudi memberikan semuanya padamu!" teriak Beerus, urat kepalanya mulai terlihat.
Dan Champa mulai terpancing emosional. "GGGRR DASAR KUCING PELIT!"
"KAU JUGA KUCING, TAHU!"
"GGGRRRRRR!"
Champa dan Beerus mulai memanas. Mereka sama-sama naik ke atas meja makan dan saling memukul.
*Hupp!*
Dua tongkat langsung menghalangi langkah mereka untuk berkelahi.
"Hentikan!" seru Whis dan Vados bersamaan.
"Ingat, ketika kalian berkelahi. Planet ini bisa hancur" kata Whis.
"Kalian pasti sudah tahu akibat fatal jika berkelahi kan?" tambah Vados.
"Hmphhh!" Champa dan Beerus sama-sama memalingkan wajah, tidak mau saling menatap. Pokoknya yang salah di antara mereka berdua.
"Kami pulang!"
Semua langsung menoleh ke pintu masuk, dan mendapati bahwa Hit dan pria Saiyan itu telah pulang.
"Hehehe, sepertinya tadi kalian berkelahi lagi ya?" Tanya Goku.
Langkah si Assasin berjalan menghampiri Whis.
"Whis" panggil Hit.
"Ya?"
Hit jeda sejenak, menatap Whis dan memulai pembicaraan yang serius. "Aku ingin bicara, ini mengenai Daishinkan" ucapnya.
Vados menatap Hit dengan raut heran, apa ada sesuatu yang memaksanya ingin berbicara dengan adiknya?
Whis tersenyum "Wahh kurasa calon ipar ku butuh curhat"
"EHH!? Apa maksudmu!?" Hit malah teriak dengan suara gugup, Sedangkan Vados mulai memerah. Jangan-jangan Hit mau melamarnya.
"Hohoho! Aku cuma bercanda!" Hehh, ternyata Whis sama jahil nya dengan Vados.
"Di antara semua angel, nampak nya hanya kau yang mendukung hubunganku dengan Vados, bisa kau jelaskan alasannya?" Tanya Hit.
Dan suasana langsung hening.
"..."
"Hit..." Vados bergumam pelan.
"hmmm" Whis nampak berpikir. "Kalau aku tidak kesini, apa aku terlihat tidak peduli dengan kakakku?" Whis bertanya balik.
Goku mulai berucap. "Whis-san, kita harus berbicara dengan mereka. Kalau begitu, akan ku panggil Zen-chan dengan tombol yang-..."
"JANGAN DI PANGGIL!" Beerus dan Champa berteriak histeris, langsung mengerubung si Saiyan dan memukul nya.
"Tidak semudah itu Goku-san. Zeno-sama bisa saja menerima permohonanmu, tapi tidak dengan Ayahku, karena dia tahu segalanya" kata Whis.
"Apa yang kau lakukan di pertemuan saat itu?" Hit bertanya lagi.
"Hit-san, percayalah aku berusaha membela kakakku waktu pertemuan kemarin. Alam semesta 6 sudah di gosipi oleh Hakaishin, bahkan masing-masing Kaioshin-nya juga tahu. Masalah ini rumit" jawab Whis.
"Apa kalian tidak punya ide? Atau sesuatu yang bisa membujuk ayah kalian?" Hit bertanya lagi.
Vados dan Whis saling menatap.
"Aku tidak ingin Vados yang paling di salahkan! Kalau si Daishinkan itu ingin melenyapkannya, maka dia juga harus melenyapkanku juga, permanen" jelas nya lagi.
"Ahh!?... Hit!?" Goku terkejut.
"Hit.." Vados bersuara, tangan biru menepuk bahu kekar si Assasin, sedikit meremasnya.
"Sedikit ber-urusan dengan Petinggi semesta dan Ayahku memang berbahaya, karena kita tidak akan bisa menebak apa yang mereka pikirkan. Hit-san, bagaimana pun nanti... Ku harap kau mau menerimanya..."
Kalimat Whis membuat hati Hit mulai berdebar.
'apa maksudnya?'
Dan Hit menghela nafas berat, baru kali ini Hit menghadapi Resiko yang besar.
"Aku yakin kau punya banyak kalimat untuk berbicara dengan ayahku. Persiapkan dirimu saja. Sekarang bukan waktu yang tepat untuk menemuinya"
Hit sedikit menunduk.
"Baiklah, maaf jika pembicaraan ini tidak penting"
Whis tersenyum "Tidak apa-apa, senang rasanya berbincang dengan calon ipar, hohohohoho"
Whis jahil lagi, Hit tidak bisa menyembunyikan rona merah di kedua pipinya.
Tapi setidaknya, dia harus persiapkan semuanya
To be continued
