WARNING : 18+! Hampir setengah cerita. Bijak dalam membaca. DAN JIKA merasa terganggu, SKIP PART INI!
.
.
.
Usai kunjungan. Whis, Beerus dan Goku, pulang ke alam semesta 7
..
Hari ini Vados dan Champa tidak berkeliling planet.
Alasan pertama, Champa sedang malas. Alasan kedua, tidak ada sesuatu yang di kerjakan. Kembali ke alasan pertama.
Champa tengah tertidur di atas sofa nya usai terlalu banyak memakan ramen. Sangat pulas, sepertinya Champa akan mengabaikan program diet nya lagi.
.
.
.
Hit berdiam diri dekat tiang utama rumah Champa. langit di atas planet terang benderang dengan milyaran juta galaksi yang menghias atap semesta.
Vados menemukan keberadaan si Assasin dan menghampirinya.
"Hit?" si Angel memanggil.
Hit tidak menoleh, tapi dia tahu suara yang memanggilnya.
Sepertinya Hit masih memikirkan pembicaraan kemarin, Whis sendiri juga tidak memberi banyak solusi karena akar masalah mereka adalah Daishinkan.
Daishinkan itu, sulit di tebak.
Vados berjalan mendekat si Assasin dan menepuk bahunya dari belakang.
"Sebenarnya, Goku-san bisa menolong mu" kata Vados.
Hit tidak menjawab, iris merahnya masih menatap langit.
"Goku-san adalah teman nya Zeno-sama, dia bisa membantumu untuk berbicara dengan Ayahku" ucap nya lagi.
Hit menghela nafas, sepertinya Vados ingin Hit segera menyelesaikan kegelisahan ini dengan cepat.
"Aku bukannya menolak bantuan, aku cuma tidak ingin ada yang ikut campur" jawab Hit.
Bukan bermaksud karena Ego, Tapi Hit tidak mau urusannya selesai dengan tangan orang lain.
"Tapi nasihat sangat penting, kau tidak bisa mengerjakannya sendiri"
Hit memejamkan mata.
"Maaf" gumam nya.
"Sudah tidak apa-apa, ini bukannya salahmu"
Vados memberinya kecupan cepat ke bibir si Assasin, kegelisahan apapun yang ia terima, dia bisa sedikit menghilangkannya dengan cinta.
"Kau tetap terlihat keren meski mengabaikan panggilanku tadi" Vados tertawa kecil.
"hmph, kenapa selera mu sangat aneh?" Hit tersenyum miring.
"Karena aku mencintai Assasin sepertimu"
Vados selalu tahu cara membuat si Assasin itu tersenyum.
"Hei, bukankah ini jadwal latihan kita?" Tanya Hit.
"Ya, kau siap mengalahkanku kan?" Tanya Vados lagi, tersenyum misterius.
Hmm, Hit tahu.. Vados sedang menantangnya.
.
.
"HAAAAAAAAAA -!"
Hit mengendalikan setiap sendi tubuhnya untuk bergerak cepat. Menyerang si Angel Semesta 6 dengan kekuatan tangan kosong.
Vados terlihat santai, reaksi nya tidak begitu panik ketika Hit berusaha memukulnya. Serangan itu sangat tidak berguna baginya.
"Kau masih lemah, coba fokus pada gerakan lawanmu" kata Vados.
Hit tidak peduli, yang penting adalah membuat Vados ambruk di hadapannya.
Ini adalah kesekian kalinya Hit berlatih.
Vados selalu mengingatkan, fokus adalah hal utama. menggerakkan setiap engsel tubuh akan membuatnya menjadi lincah.
Tapi Vados tahu, Hit belum bisa mencapai titik fokus tersebut.
"Aku tidak akan kalah!"
HAAAAAAAAAA!
Vados menangkis tinju Hit hanya dengan satu jari kelingking.
"Apa!?" Hit tersentak.
Vados tersenyum meledek.
Tapi Hit bisa lebih tersenyum cepat. Dan kemudian, Si Assasin menggunakan Time Skip. Dia muncul dari belakang dan menyerang Vados.
"Ah!?" Vados menyadari Trik nya.
*BUAAGHGHH!
Vados nyaris terhempas, Hit berhasil menipunya.
"haahhh hahhh... Sudah ku bilang, aku akan mengalahkanmu" kata Hit, kini dia yang tersenyum menantang.
"Begitu ya" Vados tahu, Hit memang berniat menyerang secara brutal.
Dan mereka mulai saling beradu pukul di langit planet Champa, nyaris bergetar karena adu kekuatan.
Kedua nya sama-sama meluncur, arah berlawanan, Hit mulai menyiapkan satu tinju dengan tenaga yang ia kumpulkan, sementara Vados semakin cepat datang ke arahnya...
Atau lebih tepatnya, di luar perkiraan Hit.
BUAAAGGHHRHHHHHHH!?
"Aaarghhh!?"
Vados berhasil meninju bagian Ulu hati si Assasin. Sangat kuat, rasanya nyeri dan gerak tubuhnya seperti lumpuh sesaat. Akhirnya Hit ambruk di hadapan nya.
"Aaarghhh! Gghhrrghhhh..!"
Tubuhnya seperti mati rasa.
"Hit, kau tidak apa-apa?" Tanya Vados.
"ughhrr... kau nyaris membunuhku" gumam Hit.
Vados tersenyum santai. "Baguslah! Berarti kau masih normal! Hohoho!"
"hmphhh"
Hit mendengus, dia diam ketika si Angel mentertawakan dirinya.
"Tubuhmu terlihat banyak luka, kau akan baik-baik saja kan?"
"Ini bukan apa-apa, tidak usah khawatir" ucap Hit.
Vados tersenyum.
"Ayo ke kamar, kau harus istirahat"
.
.
Di kamar, Hit duduk di atas kasur sembari memijat otot-otot lengannya.
Dia tidak memakai baju, hanya celana pendeknya saja. Hit merasa ingin istirahat dari rasa kegelisahan dan kelelahan yang menekan dirinya.
Tapi bayang-bayang Daishinkan selalu menghantuinya.
Mencintai itu bukan kesalahan. cinta itu muncul karena dari perasaan batin.
Pintu kamar terbuka, Vados datang dengan satu gelas teh hangat dan menaruh ke meja. dia tidak memakai seragam formal, dia memakai gaun tidur yang tipis dan rambut putihnya pun tidak diikat.
"Kau nampak lelah" gumam Vados.
"Aku kelelahan karena terlalu banyak berpikir" jawab Hit.
Vados tersenyum. "Aku yakin kau bisa bicara dengan Ayahku, persiapkan saja waktumu"
Dia memberi ciuman, Hit merasa reaksi nafsunya tiba-tiba meningkat.
Hit langsung merangkap kedua bahu si Angel dan langsung membalikkan dia tidur ke atas ranjang.
"ah!?"
Hit berada di posisi atas, memandang si Angel yang berbaring di bawahnya.
"Hit..."
"Kau adalah milikku kan? jadi aku bisa menyentuhmu, kapanpun yang aku mau" kata Hit.
"Yaa, kau benar, aku suka bagaimana jarimu menyentuh bagian dari diriku" Vados tersenyum tipis.
Hit menatap sejenak, dia menghela nafas ringan.
Dan dia menciumnya lagi.
Ketika dua insan berbagi cinta, mereka tak ragu untuk saling menyentuh satu sama lain. Jari-jari si angel sedikit mencakar punggung Hit, kedua kakinya juga merangkap pinggul si Assasin.
Hit tidak hanya mencium bibirnya, tapi bagian sensitif wanita yang membuat si angel bergairah.
"hhhhhahhh... hahhh.. Hit"
Sang Assasin menghirup lehernya, memberinya tiap gigitan lembut, membuat si angel berusaha mengatur nafas.
"Jika aku selalu kalah melawanmu. setidaknya aku bisa mengalahkanmu di atas ranjang" gumam Hit.
"Hit sayang, sentuh aku.. buatlah aku seperti menyatu denganmu" gumam Vados, nada suara yang memohon...
Hit tidak bicara, dia mencium titik gairah sang Angel. Bibir, leher, turun ke dada...
"H-Hit..."
Hit suka bagaimana Vados menyebut namanya.
Tangan ungunya pelan-pelan membuka tali gaun yang di kenakan Vados, dan semakin membukanya.
Kulit birunya yang lembut, membuat si Assasin menaikkan nafsu cinta.
"Kau suka kan?" Hit bergumam kecil.
Vados mengangguk. "iya.. hahhh... iya Hitto"
Peluh bercampur, nafsu penuh berbagi cinta di tumpahkan satu sama lain. hingga jari lembut si Angel turun menyentuh celana hitam si Assasin.
Jika Hit telah membuka gaun tidurnya sampai tubuh si angel makin terlihat, maka Vados juga akan menurunkan celana si Assasin...
Sampai dia mau memuaskannya.
"Aku ingin yang lebih Hit, buat aku kagum padamu, buat.. lah.. aku semakin mencintaimu..." bisik Vados.
Hit merasakan nafsu semakin bangkit, dia tidak bisa menahan diri.
Tubuh birunya menggeliat, tenggorokan nya mengeluarkan nafas nikmat ketika si Assasin memberinya sesuatu yang 'lebih'. dia ingin menyatu, tidak hanya bagian tubuhnya, tetapi menguatkan ikatan batin satu sama lain..
Kedua tangan si angel meremas selimut ranjang seiring rasa tersebut bertambah. Hit memberinya tekanan, tapi Vados sangat menginginkan itu.
Wajah memerah, nyaris membuat permukaan kulit ungunya tenggelam dalam rasa yang luar biasa.
Dia suka bagaimana tubuh biru si angel menyentuh bidang kekar mortal yang di cintai.
Setiap ciuman..
Setiap nafas...
Setiap desahan..
Setiap jejak gigitan yang mereka tinggalkan di tubuh...
si Assasin agak sedikit mengeluarkan erangan tipis, membuat nafsu mereka sudah pada puncaknya.
"Ahghh...!" Ingin rasanya berteriak karena rasa desahan, tapi dia berusaha menutup suaranya.
Ingat, penghuni rumah ini bukan hanya Angel dan Mortal, tetapi juga Hakaishin. Hit hanya tidak ingin jika Champa mengetahui aktivitas rahasia ini.
Keduanya sama-sama panas, sedikit basah karena bercampur air keringat.
"Hitto... Hit...hahhhhhh.." Gumamnya, suara gemetar.
"Hhhh.. aku mencintaimu, aku sangat suka menyatu denganmu" bisik sang Assasin.
Vados pun memberi kecupan pelan ke bibirnya. "hahhh... hha... Terimakasih sudah memuaskanku"
Di antara peluh yang membasahi kain ranjang, Hit tersenyum, dia balas mencium kening dan hidung sang Angel.
"Kau ingin lagi?"
To Be Continued.
