*Esok harinya*
"hoaaaaammmmm"
Champa baru bangun tidur.
"Vados? Vados... aku mau makan" ucap Champa, masih mengusap matanya.
Memakan ramen terlalu banyak membuat si Hakaishin ini mengantuk berat. Kemarin dia memang sempat bangun untuk pindah kamar, makanya piyama yang ia kenakan sampai terbalik saking tidak sadarnya.
"Vados?"
Sepi
Ruang makan sepi, dapur sepi, ruang utama sepi. Champa sampai mengedipkan matanya.
"Ehhh kemana sih dia? Pasti sama Hit" gumam Champa.
"ugghhhhhhh perutku lapar, apa yang ku makan hari ini"
Champa membuka kulkas, kedua matanya langsung melebar begitu cemilan yang ia simpan selama seminggu, telah berganti jadi sayuran.
"NANI!?"
Oh, Champa tidak suka ini.
"Vados! Vaadoooossss! Dimana cemilan ku!?" teriak Champa.
Tapi tidak ada sahutan, Champa seperti berteriak pada batu.
"VADOS! AKU MEMANGGILMU!"
Ughh, ini bukan hal yang biasa. Champa tahu, Vados selalu ada setiap kali dia membutuhkannya. Tapi kali ini benar benar kacau.
"Pasti dia di kamar nya Hit!"
Dia bergumam curiga, langkahnya cepat menghampiri sebuah kamar kecil yang terletak dekat sudut lorong. Pintu kamarnya juga terlihat tidak di kunci
"Ini dia...!
Vados! Aku mencarimu keeeeee...!?"
Champa melihat pemandangan damai antara seorang angel dan Mortal. Mereka sedang tidur, saling memeluk, ... hanya gumpalan selimut yang menutupi setengah tubuh keduanya.
Champa mendadak kikuk. Menyipitkan mata yang penuh kecanggungan, Pelan - pelan dia keluar dari ruangan dan menutup pintu lagi...
"..."
"..."
"..."
"..."
'... Vados! Kau membuatku seperti kena serangan jantung! Kenapa kau dan Hit melakukan hal itu!? Sumpah aku tidak melihatnya! ...'
Champa bergumam panik dalam hati. Seperti ingin berteriak, sulit mempercayai. tapi apa daya, keduanya sudah saling mencintai, Champa tidak punya hak untuk memarahi mereka.
Haahhhhh... kenapa sih pagi-pagi begini dia harus melihat pasangan yang lengket itu.
.
.
.
*istana Zeno-sama*
Sebenarnya, sang Pendeta Agung memahami perasaan putrinya.
Angel, sebagai pendamping Hakaishin, mereka mutlak mengerjakan tugas yang telah di utus Raja Zeno, penguasa seluruh semesta.
Mereka pernah belajar, mereka pernah berlatih, jutaan tahun yang lalu sebelum terciptanya Hakaishin.
Dulu, saat mereka masih sangat muda...
Vados sangat senang bermain.
Dia aktif, dia semakin berkembang, tumbuh menjadi anak perempuan yang begitu di sayangi.
Dia dan Whis lebih terlihat sering bersama, mereka Mempelajari Sejenis tehnik pertarungan dan berkeliling planet bersama.
Vados lebih kuat dari Whis, itu fakta.
Vados beberapa kali menang mengalahkan Whis, membuat adiknya terpaksa mengakui, bahwa kekuatan kakaknya di luar yang ia duga. Bahkan angel yang lain pun juga kalah. Vados adalah seseorang yang selalu memahami situasi dan perasaan.
Itu yang membuat Vados terasa spesial.
Vados banyak menghabiskan waktu dengan sang Ayah.
Mengajarinya untuk selalu setia pada Raja Zeno, dan belajar menambah ilmu pengetahuan. Vados adalah tipe yang sangat lembut, dia seperti berbeda dengan saudara-saudara nya.
Karena Vados memiliki karakternya sendiri.
Pendeta Agung menyayangi semua anak-anaknya, tapi Vados memiliki keunikan yang tidak di miliki oleh mereka.
Dan waktu telah berlalu sekian lamanya...
Ada Mortal yang di cintai Vados.
Mortal itu adalah Legendary Assasin, seseorang dari alam semesta 6 yang akhirnya membuat si Angel jatuh hati padanya.
Hit bukan mortal yang spesial.
Hit adalah mortal biasa yang kebetulan ada karena turnamen.
Berdiri di pinggir aula istana kerajaan yang luas, Si Pendeta menghela nafas ringan, apa yang Vados pikirkan ketika dia mencintai mortal kesayangannya tersebut?
Apa karena.. perasaan yang tiba-tiba muncul?
Apa Vados memiliki itu?
"..."
Mata warna Violet milik si Pendeta memandang langit semesta, galaksi di atas sana jumlahnya milyaran, sangat indah bagai seni cahaya yang membuat angkasa terang.
Vados nya, anak perempuan nya.. dia bertaruh jika dia melakukan kesalahan fatal, maka dia bersedia di lenyapkan permanen.
Itu sudah membuktikan, Hit adalah seseorang yang berarti bagi Vados. Bagaimana bisa seorang mortal biasa, mampu mengambil hati sang Angel?
Apa yang Hit miliki?
Apa yang istimewa dari Hit?
Hit tidak punya apapun, tapi Vados mencintai dia lebih dari derajatnya.
"Sepertinya, aku sudah membuat keputusan"
Daishinkan agak bergumam.
Iya, sebuah keputusan..
Daishinkan memutuskan untuk menemui Zeno, dia punya suatu saran.
..
"Hehehehe! Dimana ya?"
Future Zeno Mencari Zeno yang bersembunyi. Mereka main petak umat.
Dan Daishinkan langsung muncul.
"Zeno-sama" Daishinkan menunduk hormat.
"Ah? Ada apa?" Tanya Future Zeno.
Si Pendeta tersenyum. "Zeno-sama, ada sesuatu yang ingin ku bicarakan"
"Oh, apa itu apa itu?" Tanya Zeno yang asli, langsung muncul di balik tiang istana.
"Ah! Kena kau! Sekarang kau yang jaga!" kata Future Zeno.
"Yaaahh aku jaga lagi deh"
Daishinkan tersenyum. "Tidak apa-apa Zeno-sama, aku kesini karena ada sesuatu yang dibicarakan. Ini ada hubungannya dengan Hit-san"
"Apa itu?"
Daishinkan agak berdehem. "Aku telah memikirkan sesuatu, cukup lama. semenjak anakku, Vados, telah mengakui bahwa dia mencintai Hit-san. aku sangat ingin kepastian. Aku ingin berbicara dengannya.. "
Sepertinya sang Pendeta Agung mempunyai rencana.
To be continued
