"Ini adalah keputusanku, Zeno-sama juga sudah tahu. Jadi dia menunggu pertarungan yang ku buat khusus untuk Hit-san. Mau kau menjawab Ya atau tidak, artinya kau bersedia menerima kesepakatanku. Dan waktu mu..
Hanya satu minggu untuk siap"
Hit dalam situasi yang buruk sekarang.
.
.
.
Hit tidak bisa berhenti berpikir.
Dia cemas, dia tidak punya level kekuatan tertinggi untuk mengalahkan Angel seperti Daishinkan.
Dia duduk bersila di atas rumput tipis, agak jauh dari halaman rumah Champa, dan menyendiri.
Konyol sekali, Daishinkan yang tidak ia tahu tipe kekuatannya, membuat Hit ingin menyerang dirinya sendiri. dia yakin si Pendeta pendek itu hanya bercanda, tapi yang dia katakan kemarin, dia seperti serius.
Apa Daishinkan sedang mengerjai nya?
Bodoh jika Angel itu mengerjainya sekarang. Jika itu benar, Hit takkan ragu untuk berniat membunuhnya.
Meski ia tahu, Hit takkan mampu melakukannya secara praktek.
.
.
Sementara itu, di dalam rumah Champa..
"Apa!? Ayah ingin Hit-san bertarung melawannya!?" Whis terkejut.
Vados mengangguk cepat. "Iya Whis, untuk kali ini aku sangat membutuhkan bantuanmu untuk membujuk ayah"
Vados dan Whis saling berkomunukasi di tongkat masing-masing. Whis sendiri tak habis pikir, bahkan untuk orang seperti Goku saja tidak sampai menantang si Pendeta tersebut.
"Entahlah kak, jika Ayah sudah memutuskan sesuatu, dia akan segera memulainya" ucap Whis.
"Hit tidak punya level seperti itu, dia memang kuat, tapi bukan berarti dia bisa menandingi Angel" tambah Vados.
"DAN BODOHNYA! TADI HIT SEPERTI MENANTANG PENDETA AGUNG! Aku bahkan tidak tahu apa yang harus ku perbuat sekaraaanggg!" teriak Champa, memegangi kepalanya.
"APA!? HIT AKAN BERTARUNG DENGAN DAISHINKAN!?" Tanya Goku, tiba tiba muncul di dalam komunikasi.
Whis menghela nafas. "Goku-san, tenang lah"
"Itu tidak adil! Aku juga ingin bertarung dengan Daishinkan-sama! Hit curang sekali!" Goku mengeluh kecewa.
"Goku-san, ini adalah masalahnya Hit-san. Dia sedang dalam situasi yang buruk sekarang" kata Whis.
Goku berkedip heran, menampakkan ekspresi polosnya yang khas. "Eh? Apa Hit belum berbicara dengan Daishinkan-sama?"
"Tadi sudah, sekarang Hit sedang di luar" jawab Vados.
"Bagaimana keadaan dia?"
Vados melirik ke luar jendela, nampaknya Hit masih syok dengan kesepakatan tadi. Dia menghela nafas ringan.
"haahh... kupikir tidak baik, nanti aku bicara dengannya"
"Kak, kalau begitu aku pikirkan untuk bisa membujuk Ayah, setidaknya kabari aku sebelum waktunya pertarungan" kata Whis.
"Tunggu dulu, mana si Beerus?" Tanya Champa.
"Oh? Dia sedang menemani Bulma-san berbelanja" kata Whis.
Atau tepatnya, menemani = di paksa.
"HAH!? DIA PERGI BELANJA! Ha! aku ingin tertawa sekarang!" wow, Champa tak sabar ingin segera meledek kembarannya.
"Kak, aku tahu kau sedang cemas. Tapi pastikan Hit-san baik-baik saja. dia butuh persiapan mental untuk berhadapan dengan Ayah" tambah Whis.
"Vados-san! Kau jangan khawatir, aku bisa berbicara dengan Zen-chan dan Daishinkan-sama. Aku yakin mereka akan mempertimbangkan nya lagi!" ucap Goku.
Vados tersenyum, dia sangat bersyukur mempunyai Adik dan teman dari semesta kembarannya untuk saling membantu.
"Soalnya, aku tak menjamin Hit-san menang untuk pertarungan itu. Aku yakin Ayah punya alasan lain mengapa dia memberinya tantangan itu" tambah Whis.
"Baiklah, terima kasih sudah merespon panggilanku. Nanti ku kabari lagi"
Dan komunikasi pun berakhir.
"Vados, kau yakin si Goku itu akan membujuk Daishinkan-sama?" Tanya Champa.
"Ayahku sangat sulit di tebak isi pikirannya, Champa-sama. dia bisa memutuskan, atau membatalkan segala sesuatu yang terjadi" jawab Vados.
Champa berkedip ragu, tapi sepertinya dia agak paham.
"Begitu ya...?"
"Untuk Hit sendiri, dia butuh waktu. dia tidak akan mampu menandingi ayahku"
Vados mulai khawatir, Hit memang sering berlatih, tetapi ukuran kekuatannya tak bisa di sandingkan dengan kekuatan Angel.
Karena mortal adalah makhluk tidak sempurna.
.
.
.
Selama berjam-jam, Hit duduk menyendiri.
Dia memejamkan matanya, seperti nampak bermeditasi, tapi sesungguhnya dia sedang dalam batin yang tergejolak.
Dia telah hidup 1000 tahun lamanya. berbagai waktu, berbagai masa yang telah ia lalui, berbagai macam pembunuhan yang telah ia lakukan, berbagai bayaran mahal yang ia terima, hingga detik ini...
Detik dimana Seorang Pendeta Agung datang dan memberinya tantangan...
Hit berpikir, mungkin ini adalah saatnya. Saat terakhir dimana dia bisa saling bertarung melawan petinggi semesta.
"Hit?"
Vados memanggil, tapi Hit tidak menoleh. Itu bukan kebiasaan, Vados tahu sekali sifat si Assasin.
"Hit, kau-.."
"Bagaimanapun, aku harus menghadapinya kan?" sanggah Hit.
Vados terdiam.
"Aku memang merasa selalu kuat, tapi saat pertarungan berlangsung, aku mungkin akan mati di tangan Daishinkan"
Hit tersenyum pahit. Bertarung melawan angel adalah tantangan di luar nalar.
"Hit, kau butuh istirahat" kata Vados.
Hit mendengus acuh "Aku tidak butuh istirahat, yang ku butuhkan adalah bagaimana aku bisa mengalahkan Ayahmu"
"Whis dan Goku-san akan membantumu, mereka akan membujuk Ayah dan Zeno-sama untuk membatalkan pertarungan nya" jelas Vados.
"Aku tidak ingin ada orang lain yang ikut campur urusanku"
"Kau tidak akan bisa mengerjakannya sendiri tanpa nasihat orang, bukankah aku pernah bilang padamu?" Tanya Vados, sedikit kesal.
"Aku hanya tidak ingin ada orang lain menambah beban urusanku, bukankah aku juga pernah bilang padamu?" balas Hit.
"Hit..."
"..."
"..."
Mereka berdua saling jeda.
Hit langsung berdiri, dia tetap diam. Vados mulai sulit menebak tingkah Hit yang saat ini terlihat lebih dingin.
"Kita bertarung, Vados"
"Apa?"
"Kali ini aku akan serius" Hit berbalik dan langsung menatap tajam ke arah Vados.
"Aku ingin kita bertarung, sampai aku tak mampu berdiri lagi" ucapnya.
"Aku tidak bisa bertarung dengan sungguh-sungguh, aku hanya melatihmu"
"Ini permintaan ku, aku tidak ingin kalah dari tantangan ayahmu. Apapun yang terjadi, kau harus melatih kekuatanku dengan niat"
Vados hening, dia bisa merasakan hawa keinginan bertarung yang tumbuh dari Hit.
Apa kau yakin?
Hit melompat jauh ke belakang dan menapak dengan jarak 7 meter dari hadapan Vados.
"Jika aku kalah dan di lenyapkan permanen, apa kau bersedia menerima kenyataan itu, Vados?!" Tanya Hit.
!?
"..."
"..."
"..."
Pertanyaan yang sangat merapuhkan hati.
Kalau sudah mencintai seseorang, sulit baginya untuk merelakan yang akan pergi.
Tapi..
Tapi...
Vados menggenggam batang tongkatnya semakin erat. Dia mengetukkan ujungnya ke atas tanah dan membuat cahaya berbentuk jaring langsung merangkup seisi planet Champa.
"Ahh?"
Hit melihat sekeliling, sekarang semuanya terkurung.
"HAH!? Apa yang terjadi!?" seru Champa dari dalam rumah.
"Vados... Kau... "
"Hit-san, aku bersedia melayanimu untuk bertarung" jawab Vados.
Nada suaranya terdengar tegas, tapi Hit tersenyum.
Ini yang dia tunggu-tunggu.
"HAAAAAAAAAAA-!"
*Wooozshh!*
Sang Assasin mengeluarkan Energi paling tertinggi, menciptakan retakan tanah yang sangat besar di Planet Champa, Lawannya adalah Angel Semesta 6, Vados. Dia siap bertarung mati-matian.
"Baiklah" Vados memutar tongkat nya, mengambil posisi bertarung.
"Kali ini, kita adalah musuh, Hit"
To be continued
