*Planet Champa*

.

.

.

Mereka bertarung hampir 4 jam

Planet ini bergetar, bergemuruh ke berbagai tempat, Rumah sang Hakaishin pun sampai bergetar.

Champa melihat pertarungan mereka,

Hit vs Vados.

Meski sudah jelas Vados adalah pemenangnya, tapi Hit nampaknya tidak mau kalah. Setidaknya, Hit ingin membuat Vados sampai bertekuk lutut di hadapannya.

Wwuuuussshhh~!

Mereka meluncur, dan saling menghantam di udara.

Time Skip Milik Hit sangat tidak berguna untuk mengelabui Vados, seringkali di patahkan, tapi Hit belum menyerah.

"Woaah.. Baru kali ini aku melihat Hit memaksakan tenaganya" gumam Champa.

"Ughh!?" Hit nyaris terhempas. "hahhh.. hhhah... aku tidak akan menyerah.."

"Hit, ingat, aku adalah lawanmu, mau tak mau Kau harus mampu mengalahkanku" kata Vados.

Angel itu tidak terluka sama sekali, Hit nyaris kehabisan nafas karena terlalu lelah.

Kekuatan saat ini sudah terbatas.

Wuushhhhhhh!?

Vados tiba-tiba meluncur ke arah nya dia. Hit menyilangkan kedua lengan nya, menjadikan tameng untuk menangkis.

Tapi Vados terlalu kuat, dia berhasil menghempas si Assasin sampai mendarat ke tanah.

*BRUAAAKKHHH!

"Eh?" Champa heran, sepertinya Hit mulai lemas.

"ugghhhhhhh hgghh..." Hit meringis.

Dia bertarung hampir 4 jam, sekarang tubuhnya penuh luka lecet dan memar. Tapi...

Tapi dia... belum menyerah.

Vados mendarat ke tanah dan berjalan menghampiri sang Assasin yang tergeletak tak berdaya.

"Hit, aku hanya mengerahkan 2% kekuatan ku lho" kata Vados.

Hit mendengus. "Hmph, 2% katamu? Ghhhh.. 2% yang kau gunakan hanya untuk melatihku, bukan bertarung dengan serius"

"Sudah ku bilang padamu, aku tidak bisa mengeluarkan kekuatan penuh"

Hit berusaha bangun, Vados yang ada di hadapannya, adalah lawannya. Mereka saling menjaga jarak.

"Kau masih kuat?" Tanya Vados.

Kedua kakinya masih gemetar, tapi Hit berusaha untuk berdiri "Sial .. Aku kehabisan energi, ta-tapi.. aku akan menembus batasku" gumam Hit.

"HAAAAAAAAAAAAAAAAA -!"

Si Assasin menunjukkan tanda kekuatan penuh. Tidak peduli sampai tenaga nya terkuras, rusak, atau beresiko, dia juga ingin menjadi kuat.

Karena Assasin tahu, dia melakukan ini demi seorang Angel.

"Heh" Champa menyeringai. "Tidak salah aku memilihmu jadi kartu As"

Vados hanya menatap saja, Hit terlalu memaksakan diri. Lagipula full power seperti itu takkan berguna baginya.

Hit mulai bersiap, dia meluncur lagi ke arah si Angel dan mulai menyerang.

Vados langsung menghindar, dia biarkan Hit terus mengejarnya. Sementara Champa masih menonton pertarungan mereka. Untung saja Hit tidak melawan dirinya, kalau saja dia memaksa, Champa bisa meng-Hakai nya sekaligus dengan satu ketuk.

Tapi sepertinya, Hit terlihat kejam jika saja Vados mengizinkan dia untuk 'Membunuh'.

"Jangan terus menangkis Serangan ku! Vadooos!" Hit berteriak.

Vados tak menyahut. Dia tetap menghindar. Mereka terbang hampir mendekati batas jaring yang menutupi Planet ini.

Kekuatan Hit semakin menipis.

"Apa!?"

Ini kesempatan. Vados mengambil celah tersebut untk menyerang Sang Assasin.

"HAAH!?"

Tinjunya mendarat ke perut sang Assasin, sangat Keras, lebih keras hingga membuatnya memuntahkan tetesan darah dari mulutnya.

"AAAAAAAAAA!?

Hit jatuh lagi ke tanah, menghempas cepat sampai membuat tanah Planet retak parah, bahkan Champa sampai harus menghindar.

Pertarungan berakhir...

Jaring yang menutup Planet perlahan menghilang.

"Oy Vados! Kau membunuh Hit!?" teriak Champa.

"Tidak" ucap Vados.

Dia mendarat ke bawah dan melihat Hit sudah tergeletak tak sadarkan diri. Sekujur pakaiannya robek sebagian dan pasang bola matanya yang putih semua menandakan sang Assasin sudah tak berdaya untuk bangkit lagi.

Vados menghela nafas berat, Hit menyiksa tubuhnya sendiri untuk menjadi kuat. Dia berjalan menghampiri si Assasin dan memeluknya erat-erat.

"Hit" Vados bergumam pelan. "Sudahlah, jangan paksakan dirimu"

.

.

"Apa Daishinkan-sama bersungguh-sungguh menantang si Hit? Maksudku, aku jadi ragu" kata Champa.

Kini mereka berada di dalam kamar. Hit sudah terbaring di atas ranjang dengan kondisi tubuh yang sudah di sembuhkan Vados, namun dia belum sadarkan diri.

"Aku juga tidak tahu, Champa-sama. Sepertinya Hit hanya melakukan ini demi aku" jawab Vados.

"Vados, kau sendiri yang mencintai dia duluan"

Tapi ucapan Champa sebenarnya sedikit benar...

Vados tersenyum sipu "Karena aku tahu, Hit membutuhkan orang yang bersedia menjadi teman pendampingnya"

"Eh?" Champa nampak berkedip heran.

"Tunggu dulu, Jangan-jangan kau..."

Champa berusaha menebak, perlahan ia memahami.

"Vados, mustahil! Kau dan Hit itu berbeda! Kalian tidak bisa menikah!" kata Champa.

"Eh? Apa aku pernah mengatakan bahwa aku ingin menikah?" tanya Vados.

"Bu-bukan begitu! Nanti kalau kau dengan Hit, aku pasti tidak di perhatikan!" keluh si Hakaishin.

"hahahaha! Champa-sama cemburu yaaaaaaaaaa?"

"Enak saja! Ngapain aku cemburu!? Kau ini kan Angel ku tahu!"

Entah kenapa, Champa selalu emosi setiap kali Vados meledeknya.

"Lalu apa ini akan berpengaruh dengan posisi ku sebagai Hakaishin?" Tanya Champa lagi.

"Tidak, ini hanya masalah Hit saja. Champa-sama tetap menjadi Hakaishin"

"Haaaahhhh... Syukurlah, untung aku masih aman"

"Hit masih lemas, ku pikir dia tidak akan bangun dalam waktu 3 hari" ucap Vados.

"APA!? 3 HARI? Apa separah itu bertarung dengan Angel sepertimu!?" Champa sangat syok.

"Tidak, Champa-sama. Aku tidak mengerahkan kekuatanku sama sekali. Tapi Hit berusaha mengalahkanku demi melewati batas kekuatannya. Dan sayang nya, Hit seperti merusak fisiknya sendiri" jelas Vados.

"Aaah!? Ga-gawat! Hit ini adalah kartu as semesta kita! Tidak akan ada yang bisa menggantikan. dia selagi nanti ada turnamen! Gawat gawat!"

"Champa-sama, anda tidak usah panik. Hit akan baik-baik saja"

"nnghh ..."

Hit sedikit terbangun, gerak jari tangannya seperti gemetar untuk berusaha rileks.

Ya, untuk 3 hari saja.

Tidak hanya memulihkan fisik, tetapi juga mental.

Rasanya Hit masih syok dengan tantangan tersebut sehingga memaksa nya untuk bertindak ceroboh. Seperti yang tadi ia lakukan.

Bagaimana mungkin Vados bisa menerima jika saja Hit akan di lenyapkan begitu saja?

Apa dia bersedia menerima kenyataan itu?

Mereka sudah sering bersama. ada banyak cerita yang mereka lakukan untuk mengisi lingkaran cinta antara mortal dan angel. Mereka sudah berhubungan, dan..

Sebenarnya...

Jika saja Vados terlahir sebagai Mortal, dia ingin menjadi pendamping hidup si Assasin.

Vados selalu ingin memiliki sedikit harapan, jika saja Hit peka...

"Hit"

Vados berbisik kecil, jari-jari nya lembut membelai pipi si Assasin.

"Jika waktu menjawab segalanya, kuharap, aku akan menjadi istrimu..." ucapnya.

To be continued