Dia sudah berada di kamarnya sepanjang Hari, jadi Hit memutuskan untuk keluar sebentar dan duduk menyendiri, agak jauh dari halaman rumah Champa.

Dia masih tipe pria yang suka menyendiri.

Hit sudah hidup sangat lama. 1000 tahun lebih baginya menjalani kehidupan yang telah ia lalui dari masa ke masa...

"..."

Apa yang dia telah lalui seumur hidupnya?

Dia menghabiskan sebagian besar waktunya untuk di bayar dan membunuh target.

Tapi... dia selalu sendiri.

"Hit" Vados memanggil.

Hit tidak menoleh, tapi dia tahu Vados memanggilnya.

"Kau bosan ya di kamar?" Tanya Vados.

"Yah" ucap Hit.

Vados langsung memeluk si Assasin dari belakang.

"Jangan berpikir terlalu keras, kau masih punya waktu untuk siap" ucap Vados, memberi senyuman lembut.

Ya.. Senyuman itu seperti motivasi bagi Hit, dia benar-benar mencintai Angel-nya.

"Aku tidak memikirkan pertarungan ku dengan ayahmu. Aku hanya... Memikirkan diriku sendiri" jawab Hit.

"Sungguh? Apa kau sedang evaluasi diri?"

Hit menggeleng pelan. "Tidak"

Vados agak memiringkan sedikit kepalanya, membuat ekspresi penasaran di wajahnya.

"Lalu?"

"..."

Hit bahkan tidak tahu apa yang dia pikirkan.

Vados mengerti, sepertinya Hit sangat membutuhkan bantuan untuk berbicara soal masa lalu.

"Hit" sahut Vados lagi. "Apa dulu.. kau pernah hidup bersama sebuah keluarga?"

"Tidak, tidak pernah"

"Sungguh?"

Hit menggeleng lagi.

"Ayah atau ibu?"

Hit diam, tak menjawab.

"Jadi kau benar-benar sendiri?"

Hit mengangguk pelan.

"Apa selama ini kau pernah punya pasangan?"

"Tidak" jawab Hit. "Aku ini pembunuh bayaran"

"Hanya itu saja?"

"Yah, sampai saat kau mencintaiku usai turnamen" ucap Hit.

"Aku merasa seperti hidup, kau memperlakukan ku dari sisi yang berbeda.. Vados" kata Hit, pasang iris merahnya terlihat sendu. "Aku tidak menyangka, bahkan sampai detik ini kau tetap mencintaiku, apa kau punya alasan untuk itu?" Tanya Hit.

"Alasan ku hanya satu, kau spesial" gumam Vados.

Hit agak ragu. "Begitu kah?"

Vados tersenyum.

"Hei? Aku sudah sering bilang padamu kan? Aku yakin kau masih punya satu sisi berbeda yang membuatmu terlihat spesial"

"Yaah..."

Keduanya hening sejenak.

Seluruh alam semesta sudah tahu bahwa mereka berdua saling mencintai.

Ini memang kontroversial..

Tapi Hit tidak peduli.

Tidak akan ada yang bisa menghalangi kasih mereka berdua...

"Tapi..., ada sesuatu yang sangat ku inginkan, sejak aku mencintaimu pertama kali usai turnamen" gumam Vados.

Hit agak sedikit menoleh ke belakang, membuat ekspresi rasa penasaran yang tinggi terhadap Angel yang sedang memeluknya.

"Apa itu?"

Vados langsung menepuk-nepuk perutnya.

"Hit, aku ingin bayi"

Seketika, Hit langsung syok.

"APA!?"

Wow, Hit tak menyangka, obrolan sendu ini berubah menjadi obrolan iseng dari Vados, terlebih raut wajah yang mendadak menjadi konyol. Bahkan Vados mulai tersenyum jahil.

"Aku mau kita 'bermain' di atas kasur lagi dan langsung membuat bayi"

"A-APA APAAN YANG KAU BILANG INI!?" Hit berteriak panik.

"Aku bosan pacaran terus, sebaiknya mari kita 'membuat' bersama" jawab Vados.

"Hei! Kau bercanda kan!?" Hit mulai kesal.

"Pasti akan menyenangkan kalau aku bisa mengandung bayi hasil benih cinta kita" tambahnya lagi, makin Jahil.

"Jangan bilang kau hamil!"

"Aku tidak Hamil, aku cuma minta kita membuat bayi sekarang"

"Vados!"

Ugghhhhhhh, Hit merasa sekujur tubuhnya mendadak basah Karena keringat dingin. Vados selalu membuat obrolan kecil menjadi terdengar begitu bodoh.

Sangat bodoh!

"Ayo Hit, kita ke kamar sekarang!" ajak Vados.

"A-aku tidak mau! Aku belum siap!" ucap Hit.

Tiba-tiba, Ada panggilan masuk, seseorang menghubungi tongkatnya Vados.

"Kakak" Whis memanggil.

"Whis?"

"Kak, tadi aku ke istana Zeno-sama" kata Whis.

"Sungguh? Kau membujuk ayah?"

Whis menggeleng pelan. "Maaf kak aku tidak berhasil, begitu juga dengan Goku-san. Zeno-sama dan Ayah sudah memutuskan pertarungan untuk Hit-san tetap di laksanakan"

"Eh?" Hit pun bingung.

"Baiklah, tidak apa-apa, setidaknya kau sudah berbicara dengan mer-"

"WHIS!" Hit memanggil.

"Oh? Ada apa Hit-san?"

"Whis, kau tidak perlu membantuku kali ini. Aku akan siap begitu waktunya tiba" jawab Hit.

Whis menatap Hit.

"Sungguh?"

"Aku akan pulih" kata Hit, membuat dirinya berusaha terlihat meyakinkan.

"Biarkan Daishinkan membuat keputusannya, yang akan kau lakukan nanti hanya menonton pertarungan saja"

"Oh?" Whis mulai memahami.

"hmmmm baiklah, semoga beruntung. aku yakin kau bisa, adik ipar" ucap Whis.

Nah, Hit juga tidak peduli kalau Whis iseng memanggilnya seperti itu.

"Baiklah Whis, terima kasih sudah memberi tahuku" kata Vados.

"Ya, aku akan datang ke eksibisi Arena"

Dan komunikasi pun berakhir.

"Haaaaahhhh..." Hit menghembus nafas gelisah.

"Aku percaya padamu, kau bisa bertarung dengan baik" kata Vados.

Hit jeda sejenak. "Aku hanya ingin mencoba"

"Kau mau makan? Kebetulan Stok di dapur sedang banyak, nanti keburu di makan Champa-sama lho" ucapnya, terkikik geli.

Hit tersenyum. "Tidak apa-apa, aku hanya ingin teh saja"

"Baiklah"

Hmmm.. sebenarnya tidak heran kalau Vados kau menuruti request nya setiap kali Hit membutuhkan sesuatu.

Dia hanya perlu siap...

"Tapi setelah minum teh... kita langsung ke kamar dan membuat bayi ya?" kata Vados, mengedipkan sebelah matanya dengan ekspresi jahil.

Muka Hit langsung merah semua.

Akan lebih baik kalau malam ini dia tidur di sofa daripada melayani Vados di atas ranjang.

To be continued