*Alam semesta 7*

"Eh? Arena Eksibisi Zeno-sama?" Tanya Vegeta.

"Iya! Kita akan melihat pertarungan Hit dan Daishinkan-sama disana!" jawab Goku.

Mata Vegeta langsung membulat. "NANI!?"

"Pasti akan jadi pertarungan yang hebat!" tambahnya lagi.

"Mustahil! bagaimana bisa!?

"Vegeta-san, ini kesempatan langka melihat ayahku mau bertarung" kata Whis, sembari menggendong Bulla dan bermain-main dengannya.

Hari ini, di balkon rumah Capsule Corp, mereka berkumpul di bawah payung sembari menikmati makan siang dan bersantai. Bulma dan Vegeta saja pun sampai terkejut mendengar kabar tersebut. sepertinya Hit lebih tak waras daripada Goku, atau... Daishinkannya yang tak waras menantang seorang mortal lemah? entahlah! tidak ada yang tahu.

"Kyaaa-!" Ocehan Bulla membuat Whis tertawa.

"Bulla-chan! kau pasti senang mendengar ada pertarungan ya? kau memang sama seperti ayahmu" kata Whis.

Vegeta mendengus. "Bulla tidak akan pernah ku izinkan menjadi petarung sekalipun"

"Be-benarkah.. sulit di percaya" Bulma bergumam.

"Aku sendiri awalnya juga tak percaya, tapi... coba saja aku yang bertarung" Goku mengeluh.

"Enak saja kau mau bertarung dengan Daishinkan-sama! Masalahmu juga akan jadi masalah ku!" teriak Beerus.

"Masih 2 hari lagi menuju pertarungan. Sepertinya Kakakku masih fokus melatih Hit-san" tambah Whis.

Sebenarnya, kalau urusan melatih seseorang. Vados sudah cukup mahir. Apalagi orang yang dia latih adalah Assasin Hit. Seribu tahun yang lalu, Whis dan Vados selalu berlatih bersama. Mereka saling menunjukkan skill terbaiknya, tapi sayangnya... Saat itu Whis masih lemah sehingga Vados mengklaim dirinya yang selalu menjadi terkuat.

"Heeh, akibat terlalu mencintai Angel, urusannya pasti sudah dengan Daishinkan. Itu sangat beresiko" gumam Vegeta, sampai mengekerutkan dahinya penuh keheranan.

Whis tersenyum. "Memang beresiko, tapi Hit-san sangat berani membuat Kakakku jatuh cinta. Ku pikir, tidak lama lagi aku akan menjadi iparnya"

Vegeta menaikkan sebelah alisnya, menatap Whis lekat-lekat "Berarti jika kau jadi iparnya Hit, Daishinkan adalah mertuanya Hit?"

"Betul sekali"

"Eh eehh!?" Vegeta tersentak.

"Lalu, kalau Pendeta Agung bertarung, apa akibatnya akan fatal untuk seluruh alam semesta?" giliran Bulma yang bertanya.

"Selama ayahku tidak serius, tidak akan jadi masalah. hanya saja, dia memang tidak pernah mengerahkan se-persen pun dari kekuatan dia" ucap Whis.

Bulma mengangguk paham. "Begitu ya.."

"Yang penting itu bukan urusan kita! aku tetap tak peduli bagaimana hasil akhirnya, asalkan pertarungan tersebut tidak berakhir pelenyapan seluruh semesta untuk kedua kalinya" Beerus berucap, dia memilih tidur di kursi santai.

JTAAAKKKK!

Ougghhhh! Bulma sontak menjitak kepala Beerus. jelas, Hakaishin seperti Beerus memang acuh dengan segalanya.

"B-Bulma!" Vegeta panik.

"APA-APAAN KAU INI!?" Beerus berteriak kesal.

"Kau ini bodoh! masa kau tidak peduli sih!? Padahal itu universe kembaranmu! memang kau dasar pemalas!" Bulma balas memarahi.

Whis sampai tertawa. "Hohohoho! Bulma-san sepertinya cocok jadi Hakaishin ketimbang Beerus-sama ya!"

"Ini juga jadi kesempatan kita untukku melihat kekuatan Daishinkan-sama, kau pasti juga penasaran kan, Vegeta!" sahut Goku.

Vegeta jeda sejenak, kalau di pikir-pikir, sebenarnya dia ikut penasaran dengan kekuatan Pendeta Agung tersebut. Terlebih dia merupakan salah satu dari 5 petarung terkuat di seluruh alam semesta.

"Hmmph! Aku ingin melihat langsung" jawab Vegeta.

Goku mulai bersemangat. "Yosshh! Aku jadi tak sabar!"

"Kenapa kau yang tak sabar!? Yang bertarung itu Hit, bukan kau!"

"Hehehehehehe!"

Ini bukan pertarungan besar. Ini hanya pembuktian jika Hit mampu memenuhi janjinya untuk bertahan dalam arena Eksibisi Zeno-sama.

"Bagiku, Kakakku adalah orang terpenting sepanjang hidupku" ucap Whis.

Semua mata langsung menatap ke angel Semesta 7 tersebut.

"Ehhh? Apa?" Tanya Bulma.

"Maksud ku, Vados selalu mengurus diriku sejak aku masih bayi. dia tidak pernah berpisah dariku, dia tetap menjagaku selayaknya tugas sebagai kakak yang harus melindungi adiknya" Whis tersenyum lebar.

"Haaah? Memang nya.. kau pernah jadi bayi?" Tanya Beerus.

"Hohohohoho! Masa iya aku langsung besar, Beerus-sama?" kata Whis sembari tertawa.

"Meskipun Hit-san mulai percaya diri bisa mengalahkan ayahku. Tapi bukan itu yang kuharap kan..

Aku ingin Hit-san bisa membahagiakan Kakakku"

Dia hanya ingin Hit benar-benar termotivasi karena Vados.

Sejak Whis masih kecil, yang paling banyak mengurus Whis adalah Vados.

Di saat dia ingin tidur, Vados yang menemaninya. di saat ingin berlatih, Vados yang melatihnya , di saat ingin bermain, Vados yang mengajaknya. Semua yang di lakukan Vados untuk Whis sangat banyak tak terhitung.

"Berarti, kau ingin Hit bisa menikah dengan Vados-san?" Tanya Goku.

"Aku tidak tahu, aku tidak bisa prediksi hal seperti itu" gumam Whis.

Yaah lihat saja nanti...

.

.

.

*Alam semesta 6*

"Fuwa! Dua hari lagi ada pertarungan! Kau antar kami ke Arena Eksibisi Zeno-sama ya!" kata Champa, berkomunikasi lewat tongkat Vados untuk menghubungi Kaioshin semesta 6.

"Eeehh? Me-memang nya siapa yang bertarung? Champa-sama?" Tanya Fuwa.

"Hit melawan Daishinkan-sama!"

"HAAAAHHHHH!?" Fuwa langsung syok.

"Gak usah kaget begitu! Pokoknya antar kesana, mengerti!?"

"I-iyaa Champa-sama!"

"Bagus!"

Dan komunikasi pun berakhir.

"Champa-sama, kalau Marah-marah terus, nanti tekanan darahmu naik lho" tegur Vados.

Hit datang ke ruang utama, sepertinya Champa baru saja menghubungi Kaioshin semesta 6.

"Hit" panggil Vados.

"Oy Hit! Begitu nanti kau bertarung, ku harap kau tidak punya niat membunuh Daishinkan-sama!" tegas Champa.

Hit tersenyum miring. "Jelas, Aku pasti akan membunuhnya, dengan begitu aku lah yang terkuat di seluruh semesta" ucapnya.

"HEI JANGAN SEMBARANGAN!" Champa berteriak.

Vados tertawa "Hahahaha! Champa-sama, Hit cuma bercanda kok!"

Urat-urat di dahinya terlihat, Champa benar-benar muak di kerjai. lihatlah, sekarang urusan mortal menjadi urusannya karena dia malah ikut terlibat. "Hit! Kau mulai keterlaluan!"

"Hit, kau tidak tidur-tiduran lagi di kamar?" Tanya Vados.

Hit menghembus nafas malas, menggaruk tengkuk leher nya. "hahhh.. Aku sendiri bahkan tidak tahu harus apa selain tidur"

"Bagaimana kalau kita jalan-jalan sebentar? Sekalian ada sesuatu yang harus kita bicarakan" ajak Vados.

Sesuatu yang di bicarakan?

Apa itu?

Sebuah rahasia? Tidak mungkin bagi Vados mempunyai rahasia bahkan sampai Hakaishin-nya sendiri pun tak tahu.

Tapi Hit penasaran

Hit menatapnya sebentar dengan raut ekspresi tenang, tapi perlahan dia sedikit mengangguk.

"Baiklah.."

To be continued