THE SECREAT OF CAFÉ CANDY

.

.

.

Semua hal kadang tak seperti yang telihat…

BERHATI-HATILAH!

Jangan sampai kau terjebak…

(Light)

.

.

.

Genre: Fantacy, family, friendship, comedy, mistery, ect.

Warning: alur gak jelas, typo mewarnai ff ini, dan masih banyak hal tak terduga dan dapat membuat mata kelilipan dan paru-paru kehabisan pasokan udara saat membaca.

.

.

.

Tapi aku penasaran bagaimana kalau…

kau terjebak…

Kira-kira apa yang akan kau lakukan?

(Dark)

.

.

.

TSOCC

.

.

.

P.S

"Balasan Review menanti dibawah…"

Happy Read

.

.

.

* Time to Open~

Seperti biasa, pagi hari di sekolah menengah atas kota kecil yang terkenal akan tumbuhan coklatnya yang berkualitas, baru saja akan memulai kegiatan sehari-harinya dengan menyambut kedatangan para pelajar yang siap menuntut Ilmu. Tapi hari ini ada hal yang sedikit berbeda karena sekolah ini baru kedatangan beberapa murid baru yang membuat heboh semua orang.

Yah…bagaimana tidak, sekolah besar dengan fasilitas lengkap itu sebenarnya memiliki sedikit murid. Coba bayangkan satu kelas yang besar hanya di isi sekitar lima belas murid saja loh!. Tak mengheran kan bukan kalau sekolah itu cukup tenang(?).

Berbagai desas-desus mulai bermunculan tentang siapa sosok para murid baru itu.

Sementara itu di sebuah pertigaan yang tadi nya salah satu bangunannya dijual sudah terisi tepat sebelum orang-orang dikota itu memulai aktifitas seperti biasanya.

"Gempa! Yang ini mau diletak dimana?"Tanya seorang pemuda berambut pirang yang menggunakan sebuah kacamata berbingkai biru menyala.

Anak yang dipanggil Gempa menoleh sambil melihat kardus besar yang dibawa pemuda berkacamata itu.

"ung..dimana ya? Ah..bagaimana kalau itu kau letakan saja di dapur buat jaga-jaga.."ujar Gempa anak bertopi terbalik berwarna hitam berlis kuning mencolok yang memakai jaket panjang yang serupa dengan warna topinya.

"jangan!"cegah seseorang dengan wajah serupa dengan Gempa muncul tapi dengan gaya yang berbeda sambil membawa sebuah meja bundar(?).

"kenapa jangan kak?"Tanya Gempa dengan wajah polosnya.

Seseorang yang berwajah sama dengan Gempa dan dipanggil kakak oleh nya itu, mendekat setelah meletakan meja bundar itu ke sudut ruangan dimana terdapat tumpukan kursi dan meja lain nya.

Tuk!

"Aduh! Kenapa sih kak Hali! Sakit tau!" kata Gempa yang kesal setelah dahinya dijitak.

"apa kau lupa!…dikota Mecury dulu?"Tanya sang kakak sambil merapikan topi hitam berlis merah yang seperti kilat menyala itu kearah depan.

"ng…waktu itu ya…ng…gimana ya…thehehe…aku rasa aku tak ingat…"ujar Gempa polos dan membuat kakaknya menghela nafas berat.

"wajar saja kan kak Hali, kalau kak Gempa tak bisa mengingatnya…"ujar seseorang yang muncul dari dapur sambil membawa minuman dingin bersamanya dan lagi wajanya mirip dengan Gempa!?.

"memang nya waktu itu kenapa Air?" Tanya Gempa yang malah bingung sendiri sambil berusaha mengingat sesuatu yang nihil didalam ingatan nya.

"sebaiknya itu tak perlu diingat lagi…aku akan simpan ini di dalam gudang saja…sekarang cepatlah..sebentar lagi pagi loh! Kalian semua harus bersekolah habis ini!"kata pemuda berkacamata bingkai biru bijak.

"baiklah Ochobot…nah! Kak Hali sisa berapa banyak barang lagi yang harus dipindahkan?"Tanya Gempa dengan wajah semangat.

Boom!

Tiba-tiba suara yang cukup keras membuat semuanya kaget.

"KAMI SUDAH MEMINDAHKAN NYA!"kata dua orang lain nya yang muncul dengan semangat yang membara setelah memindahkan barang-barang terakhir dan lagi-lagi berwajah sama dengan Gempa. Oh! Dan jangan lupa kan juga senyuman lebar keduanya.

"kak Taufan…Api…apa yakin kalian sudah memindahkan semuanya?"Tanya Gempa dengan wajah tak yakin.

"tentu saja! kami sudah memindahkan semuanya dari yang terkecil hingga yang terbesar…"kata anak yang bernama Taufan dengan Topi nya yang dimiringkan kesamping berwarna biru tua dengan lis putih dan kuning.

"huaaa…aku lapar…"keluh anak lain nya yang dipanggil Api sambil duduk bersila dilantai.

Gempa tersenyum tipis lalu berjalan kearah dapur.

"Api! Karena kau sudah berkerja keras…ayo sini! Aku akan membuatkan sarapan special untuk mu!"kata nya setelah menghela nafas pelan dan ikut tersenyum lembut.

"benarkah!? Horee…asik..makan…makan…"kata Api dengan wajah berseri-seri mengikuti Gempa kedapur.

"yang lain juga dapat kok!"tambah Gempa dan yang lain pun mengikuti sambil tersenyum kecil atau pun tipis(?).

Setelah menyelesaikan sarapan mereka pun buru-buru berangkat bersama kesekolah yang baru dan meninggalkan Ochobot sendirian di rumah baru mereka untuk berkerja menyelesaikan urusan terakhir(?).

Diwaktu bersamaan saat kelima nya pergi kesekolah.

Seorang gadis manis berkerudung pink berlari dengan tergesa-gesa kesuatu tempat sampai saat di tikungan gang yang diambilnya sebagai jalan pintas-

DUAKK!

"KYAaaa!"

"Uhk…"

-Ia menabrak seseorang.

Gadis itu pun dengan cepat berdiri dan membungkuk berkali-kali sambil meminta maaf.

"Huaa….Maaf kan aku! Maaf! Maaf! Tapi aku sedang buru-buru ke-EH!?"

Gadis itu tiba-tiba mematung melihat lima pemuda berparas sama dihadapan nya, yah...lebih tepatnya keempat pemuda itu mematung melihat salah satu dari mereka yang tertabrak. Gadis itu pun menghampiri pemuda itu berniat untuk menolong tapi pemuda itu bangun sambil mengibas-ibaskan celananya yang kotor dan merapikan topi hitam bermotif kilat merah itu.

Tampa gadis itu sadari keempat pemuda lain nya yang memperhatikan mereka sudah bercucuran keringat dingin(?).

Gadis itu pun kembali meminta maaf tapi pemuda itu berjalan melewatinnya tampa mengucapkan sepatah kata pun, tapi tampa sadar-

"Apa-apaan dengan orang itu!"

-Ia mengeluarkan pikirannya dan membuat pemuda itu berhenti ditempat.

Gadis itu pun kembali tersadar akan perbuatan nya dan segera menutup mulut nya dengan dua tangan.

Entah mengapa suasana dijalan sepi itu menjadi mencekam tapi bagaikan angin lalu pemuda itu kembali berjalan tampa memalingkan wajah nya.

"huh..aduh..aku kecoplosan tadi…apa dia marah ya?" Gumam Gadis itu sambil menutup wajah nya.

"Ano…apa kamu baik-baik saja?"

Seseorang menghampirinya sambil bertanya dengan cemas padanya. Gadis itu pun membiarkan wajah manisnya terlihat dan melihat salah satu pemuda yang tampak lebih ramah dari pada yang tadi (kalian tau kan? kan?).

"iya aku baik-baik saja…"ujar nya dengan suara kecil.

"Huh…syukurlah, maaf kan kakak ku tadi ya…dia itu orang nya memang dingin diluar tapi didalamnya dia baik kok…"ujar pemuda yang memakai topi terbalik. Gempa.

"ung…"

Gadis itu mengangguk tak tau apa yang harus dikatakan nya. Tiba-tiba sebuah tangan terulur memberikan sebuah kalung perak bermatakan Kristal biru tepat dihadapan nya.

"kalung ku!"kata Gadis itu setelah melihat nya dan dengan cepat mengambil kalung itu dari pemuda lainnya yang sudah berdiri di sisi Gempa. Api.

"Anu…nona bukan kah kau tadi sedang terburu-buru? Apa sekarang nona tidak terlambat?" Tanya Api dengan wajah polos nya.

Seakan tersadar Gadis manis itu pun dengan cepat kembali meminta maaf dan segera berlari memasuki gang yang tepat di seberang jalan.

Gempa tersenyum tipis dan tampak nya Api menyadari hal itu.

"Ne…Gempa…apa yang membuat mu tersenyum seperti itu?"Tanya Api sambil memasang wajah jahilnya.

"Thehe…entahlah Api…tapi aku punya firasat kita akan bertemu dengan nya lagi..."ujar Gempa jujur.

"hoh…kalau firasat mu berkata begitu…maka itu pasti benar…"tanggap Taufan yang berputar-putar dengan papan sketboart yang sedari tadi di jinjingnya.

"kak Taufan…Kak Gempa…Kak Api…apa kalian tidak mendengar bel sekolah baru kita berbunyi? Kalau tidak aku deluan ya…soalnya aku dengar..."ujar Air dengan wajah kalem nya sambil berlari meninggalkan ketiganya yang cengong melihat gurauan sang adik yang kelewatan lucunya itu (beneran? lucu?).

"HUAAA! KITA TELAT!" kata ketiganya serempak karena baru sadar.

Beberapa orang yang memperhatikan mereka pun hanya geleng-geleng kepala sambil menghela nafas(?).

Saat sampai di sekolah ketiganya terlambat tapi pak satpam memaklumi ketiganya karena baru masuk sekolah itu dan juga menyambut ramah ketiganya. Mereka pun bisa menghela nafas lega karena sang satpam sangat baik.

Saat ketiganya keruangan kepala sekolah untuk melaporkan kedatangan mereka ternyata Hali dan Air sudah berada disana dan tampak nya mereka sedang membicarakan hal lucu sampai-sampai kepala sekolah yang sudah tua itu tertawa terbahak-bahak saat mereka masuk.

"Ano…permisi…"kata Gempa dengan suara pelan setelah mengetuk pintu.

"Oh! Kalian sudah tiba…Nah…sekarang kalian biasa masuk kekelas kalian…biar saya antar kalian…"ujar kepala sekolah dengan sangat baik nya(?).

Saat berjalan dikoridor Gempa berjalan mendekati Hali yang selalu memasang wajah datarnya (Hali:apa aku segitunya?).

"kak Hali…apa kakak menggunakan 'itu' disini…?"Tanya Gempa dengan nada ragu.

"tidak…"jawab Hali singkat.

"Pak kepala sekolah juga sama dengan kita…"ujar Air yang ternyata ikut mendengar.

"Hah?!" Gempa hanya menganga tak percaya.

Pak kepala sekolah pun berbalik menghadap kearah murid-murid barunya dengan memasang wajah serius.

"Dengar anak-anak akan sangat berbahaya jika kalian benar-benar tak mengaktifkan 'itu' disini…karena walau pun kota kecil ini tampak biasa saja banyak dari 'mereka' sering melewati daerah sini…apa lagi kalian membuka Cafe disini bukan?"ujar kepala sekolah tak yakin.

"kami tau itu…itu sebabnya kami membaur menjadi orang biasa disini…"kata Api dengan nada sedikit kesal(?).

"ahahaha…begitu ya…tapi kan kalau kalian teralu menahan 'itu' akan berbahaya juga untuk kalian kan…"ujar Kepala sekolah menatap kelimanya cemas(?).

"soal itu anda tenang saja…kami sudah terbiasa…dan lagi pula kenapa anda mengaktifkan 'itu' disini…apa lagi anda adalah kepala sekolah disini…"kata Taufan yang sedari tadi memperhatikan kepala sekolah curiga.

"Ah…soal itu…selain kalian disini ada beberapa anak yang juga sama seperti kalian tapi mereka masih pemula jadi perlu diawasi keberadaan nya dan tentu saja mereka lebih muda dari pada kalian…kalian kan 'legend' yang sudah hidup se-"

"iya-iya…kami tau itu…kita lanjutkan obrolan ini kapan-kapan saja…sekarang jam nya sekolah bukan!" kata Api yang tampak nya sudah kehabisan kesabaran memotong perkataan kepala sekolah sambil menatap jam tangan nya.

"ahaha…maaf-maaf…baiklah ayo saya antar kalian…"kata pak kepala sekolah yang kembali berjalan menyusuri koridor sekolah bersama mereka.

Ah! Hampir lupa…kelimanya dimasukan dikelas yang sama karena suatu alasan dan tentu saja para guru sudah diberi tau akan hal itu sebelum nya.

Kelima kembaran ini ternyata mendapat sambutan yang sangat baik dari para murid yang ada disana dan entah bagaimana mereka sudah mendapat kan fans hampir dari setiap kelas dan tingkatan lain nya.

Reaksi dari kelimanya pun berbeda-beda saat itu.

Hali atau Halilintar kakak tertua dari kembaran ini contohnya dia sangat membenci keramaian dan memilih menyendiri ketempat tenang berbeda dengan Taufan dan Api yang tampak nya lebih terbuka dengan orang lain dan kelihatan nya mereka sangat gembira mendapat teman bermain.

Sedangkan Gempa dan Air memanfaatkan kesempatan dengan mempromosikan Café yang katanya baru saja akan mereka buka hari itu juga.

"kalau kalian mau silahkan kunjungi rumah kami di Café Candy oke! Kami buka mulai jam 14:00-20:00…"ujar Gempa semangat.

"kami akan melayani kalian dan hari ini kami juga memiliki menu baru untuk merayakan buka nya kafe baru kami…"tambah Air dengan kalem nya.

"Baiklah Prince Gempa/Prince Air-sama"kata penggemar mereka yang entah kenapa menggunakan tiga bahasa sekali gus(?).

Sepulang sekolah tampa basa-basi lagi Halilintar, Taufan dan Api pergi pulang dahulu untuk melihat pekerjaan Ochobot disana. Lalu Gempa dan Air pergi kesupermarket terdekat utuk berbelanja keperluan Café.

Disaat bersamaan di supermarket saat Gempa dan Air berpisah (biar cepat belanjanya) entah bagaimana Gempa kembali bertemu dengan Gadis manis yang sebelum nya menabrak kakaknya Halilintar.

"ah! Kamu yang pagi tadikan!"kata Gadis berkerudung pink itu semangat saat melihatnya.

"oh…Nona yang tadi pagi…"ujar Gempa yang menghentikan aktifitasnya memilih coklat untuk pembuatan makanan(?).

"Nona…ah…kau berlebihan…nama ku Yaya…jadi panggil saja aku Yaya oke!..Dan kamu?" kata Gadis manis bernama Yaya itu.

"Yaya…ya..nama yang manis…nama ku Gempa senang berkenalan dengan mu Yaya…" kata Gempa sambil tersenyum ramah dan berjabatan tangan dengan Yaya.

"nama mu unik ya…ng…seragam yang kau kenakan itu…apa kau murid baru di SMA Kokotiam?" Tanya Yaya yang memperhatikan Gempa dari atas hingga bawah.

"begitu ya…benar…bagaimana kau bisa tau?"Tanya Gempa masih dengan wajah polosnya sambil menggaruk pipinya yang tak gatal karena mendengar komentar tentang namanya.

"aku juga bersekolah disana! Wah..kamu kelas berapa? Dan kelas apa?" kata Yaya yang makin semangat.

"aku kelas XI IPA…"jawab Gempa sambil kembali berbelanja.

"Wah! Benarkah? Aku juga dikelas yang sama…berarti kita sekelas ya…"kata Yaya yang entah bagaimana ekspresinya sekarang (Yaya: Serius dong Liz…)(huaaa…baikk..).

"sekelas ya? Tapi aku tak melihat mu dikelas?"ujar Gempa dengan wajah serius mengingat.

"soal itu-"

"Kak Gempa apa kau sudah selesai? Huh? Nona yang tadi pagi…"

Air mendatangi keduanya setelah memotong perkataan Yaya.

"Ah..Air sudah selesai ya…oh…perkenalkan namanya Yaya…nama yang manis bukan…"ujar Gempa sambil memperhatikan dua kereta dorong milik Air yang penuh.

"oh…salam kenal nama ku Air…kak Ayo cepat selesaikan yang lain pasti sudah menunggu…"kata Air mengingatkan Gempa.

"kau benar Air…kalau begitu Yaya sampai jumpa lagi ya…"kata Gempa buru-buru dan yaya pun berdadah-ria melihat keduanya pergi.

Tapi sebelum keduanya pergi-

"Oh! Yaya coba datang lah ke Café kami ya kami akan buka jam 14:00-20:00…hari ini kami sedang promosi karena baru buka jadi semuanya sedang Free dan ajak teman-teman mu juga ya…"

-kata Gempa yang masih sempat berbalik mempromosikan Café mereka.

"iya..aku akan datang!" ujar Yaya yang tampak senang dengan tawaran itu.

Sementara itu disisi lain beberapa menit sebelum nya.

"ahahah…asik ya Api!"kata Taufan senang.

"iya…mereka semua asik diajak bermain…"kata Api yang ikut senang layak nya anak-anak polos(?).

"…"sementara Halilintar tampak diam tak berkomentar(Hali:apa aku sedingin itu?...).

Uhum…biar saya jelaskan…sekarang ketigannya berjalan melewati sebuah Gang yang katanya terdapat rumah berhantu disana dan sudah beberapa murid yang mencoba menghalangi mereka untuk lewat kesana tapi mereka tetap melewatinya karena itu adalah jalan pintas tercepat ke rumah baru mereka dan mereka juga dapat bebas untuk sementara waktu dari para Fans yang membuat Halilintar merinding(?).

Tapi saat ketiganya melintas tepat di depan rumah yang kosong itu ketiganya melihat sebuah bayangan yang bergerak cepat didekat mereka dan-

SYUT!

-sebuah benda tajam terlempar kearah mereka.

SET!

"!"

Ketiganya menyadari itu dan resflek menghindar dengan melompat kebelakang dengan cepat.

TAK!

TAK!

Serpihan kaca entah dari mana tertancap tepat ditanah tempat mereka berdiri tadi.

"siapa!?" kata Halilintar yang mana mata hazel nya sudah terfokus kearah pagar besi rumah tepat dimana bayangan tadi menghilang.

Taufan dan Api pun juga tampak nya sudah terfokus melihat sekeliling mereka dimana ketiganya saling berjaga.

Srek..srek…

"disana!" kata Taufan seketika saat telinganya menangkap suara dari dalam halaman rumah kosong itu.

"Hoi! Keluar kau!" kata Api dimana ketiganya sudah memasuki halaman rumah kosong itu dan melihat semak-semak liar yang berada didekat rumah itu bergoyang-goyang.

Tiba-tiba sesuatu keluar dari dalam semak-semak itu dan membuat ketiganya kaget.

"I-Itu kan…" Api ter-batah-batah menggantung kalimatnya(?).

"Harimau! Harimau Bayang!"kata Taufan yang menegaskan kata-kata Api.

Plok!

Plok!

Plok!

"Wah! Wah! Baru kali ini aku melihat ada orang biasa yang tak melarikan diri setelah peliharaan ku menunjukan dirinya…"

Pemilik suara sombong yang memuji ketiganya muncul dari arah bayang-bayang gelap pepohonan yang rimbun disana.

"Siapa kau!?" Tanya Taufan dengan wajah waspada.

"Apa mau mu!" tambah Api dengan wajah kesal.

Pemuda berambut ungu yang tampak seumuran dengan mereka itu mendengus senang.

"tidak ada…hanya aku ingin menghabisi kalian!"kata pemuda itu dengan senyum liciknya.

"hati-hati…dan ingat…"bisik Halilintar pada adik-adik nya dan keduanya pun menganggukan kepala mengerti.

"Harimau Bayang habisi mereka!" perintah pemuda itu.

Harimau bayang itu berlari cepat kearah mereka sambil mengaum.

Tapi disaat bersamaan-

BOOM!

-Harimau Bayang milik pemuda itu hancur bersamaan dengan munculnya seseorang berjubah biru gelap dari kepulan asap berdiri melindungi ketiganya.

"ck..ck..ck..bukan kah ada peraturan yang menyebutkan jika seorang 'penyihir' dilarang keras melukai orang biasa? Atau kau tidak tau karena kau pemula…?"kata Orang berjubah biru gelap itu.

Ketiganya tampak terdiam melihat hal yang terjadi dihadapan mereka.

"Tch! Tak ada peraturan seperti itu! Menyingkir kau pahlawan kesiangan! shadow Magic: Dark Tiger! Serang dia!"kata pemuda itu dan muncul lah Harimau Bayang yang tadi dan berlari kearah orang itu lagi.

"Awas!"kata Api dan Taufan sedang kan Halilintar masih dengan wajah serius cool nya memperhatikan.

"hah…"orang misterius itu hanya menghela nafas berat dan mengangkat tangannya perlahan.

"sudahlah hentikan ini…"kata orang itu lagi dan entah Bagaimana Harimau Bayang tadi musnah setelah terkepung dalam bola air yang langsung menciut kecil dan meledak.

Pemuda berambut ungu itu tampak Syok melihat orang misterius itu.

"kau!-Awas kalianya!"kata pemuda itu dan langsung menghilang dalam bayang-bayang.

Sunyi sesaat sampai-

"waktu yang tepat Air…"kata Halilintar sambil tersenyum tipis setelah merasa kalau tempat itu aman.

"Wow…Air kau keren sekali!"kata Api yang berlari kearah Air yang sudah membuka tudung nya dan tersenyum kearah mereka.

"Air kau memang yang terbaik!" tambah Taufan juga.

"bagaimana Kau tau kami disini?"Tanya Api polos.

"soal itu-"

[Flashback On]

Gempa dan Air kembali sambil membawa 3 kantong besar belanjaan dan Ochobot pun menyambut keduanya.

"kami pulang!"kata Keduanya.

"Selamat datang! Eh? Mana Hali, Taufan dan Api? Apa mereka tidak bersama kalian?"Tanya Ochobot heran hanya melihat mereka berdua kembali.

"Eh?! Mereka memang nya belum sampai?"Tanya balik Gempa.

"mereka pulang duluan tadi…"kata Air yang menyusun benda-benda diatas meja.

"begitu…tapi dari tadi mereka belum ada yang sampai…"ujar Ochobot sambil membantu Air memilah belanjaan.

"Hah..mereka itu…tunggu sebentar…akan ku cek…"kata Gempa sambil memejamkan matanya sesaat.

"Element Magic : Open The Gate Earth!"

Tiba-tiba muncul sebuah lingkaran cahaya emas dengan Lambang Tanah di tangan Kanan Gempa yang menutupi mata Kirinya.

Perlahan Gempa menurunkan tangan nya dan membuka perlahan matanya yang sudah berubah warna dari hazel ke warna Gold yang mencolok.

Tiba-tiba dia tersentak.

"Ah! Air cepat menyamar lah susul mereka!" perintah Gempa yang panik.

"memang nya apa yang kau lihat Gempa?" Tanya Ochobot yang mencoba menenangkan nya.

"ada 'penyihir' lain yang menghadang mereka…"ujar Gempa serius dan matanya sudah kembali semula.

"Baiklah kalau begitu…Element Magig : Open The Gate Water!…Nah…aku berangkat.."kata Air yang sudah memakai jubah dan tampak agak berbeda.

"bawa mereka kembali Air…dan jangan ada yang tau siapa kau atau pun mereka sebenarnya…" tambah Gempa dan Air pun pergi.

"haduh…padahal baru saja kita pindah kemari…"ujar Ochobot cemas.

"sudah lah Ochobot kau tak perlu cemas biar kan Air mengurusnya…sekarang ayo kita siap-siap waktu kita hanya beberapa menit lagi…"ujar Gempa kembali melihat belanjaan nya.

[Flashback End]

"Oh…pantas saja…jadi karena Gempa ya…"kata Api dan Taufan berbarengan.

"sudahlah Kita bahas itu nanti…sekarang ayo! Kita harus cepat kembali beberapa menit lagi Café buka!"kata Halilintar tegas semua pun mengangguk setuju.

"kalau begitu…"semuanya menatap kearah Halilintar sendiri yang ditatap pun berdengus kesal.

"kalian sama saja…Element Magic: Open The Gate Thunder...cepat…pegang tangan ku…"kata Halilintar yang matanya sudah berubah warna ruby.

Setelah berpegangan tangan dalam sekejab mereka hilang.

Kembali lagi ke Café dimana Ochobot sudah selesai menata ruangan dalam dan tinggal luar nya saja dan Gempa sendiri tengah sibuk membuat berbagai macam makanan manis dari permen hingga memanggang beberapa kue di Dapur.

Tiba-tiba Halilintar, Taufan, Api dan Air kembali entah dari mana tapi yang jelas mereka tiba-tiba muncul di Dapur.

"selamat datang! Sekarang apa kalian biasa membantu disini aku perlu bantuan dan di luar Ochobot juga perlu bantuan…"kata Gempa yang lewat dengan terburu-buru di depan mereka sambil membawa nanpan berisi permen warna warni berbagai bentuk.

"baiklah! Air kau buat Eskrim nya…dan Taufan, Api kalian bantu Ochobot..sedang kan aku akan membuat Kue nya…"Kata Halilintar yang segera membagi tugas dengan cepat nya.

"SIAP LAKSANAKAN KAPTEN!/Oke~"jawab ketiganya berbarengan.

Mereka pun dengan cepat melakukan tugas-tugas mereka dengan waktu yang tinggal sedikit. Beberapa Orang mulai terlihat menghampiri Ochobot, Taufan, dan Api sekedar bertanya atau berbincang mengenai Café mereka.

"SELESAI!"kata Gempa setelah menyelesai kan karya terakhirnya dengan Permen manis berbentuk delapan lambang dan delapan warna itu.

"GEMPA KAMI SELESAI!"kata Duo paling bersemangat di antar lima kembaran itu.

"Aku juga sudah selesai…"kata Air yang muncul dari tempat dingin ng…kita anggap saja kulkas besar di sebelah Dapur.

"aku juga…nah gempa waktunya buka!" ujar Halilintar yang muncul membawa karya terakhirnya ke meja panjang yang sudah disiap kan untuk makanan yang dicicip dan tentu saja gratis.

"kalau begitu Café Candy kembali dibuka!"kata Gempa meresmikan dengan membuka pintu kaca toko itu lebar-lebar dan mempersilahkan orang-orang yang sudah menunggu masuk.

Mereka melayani para pelanggan yang datang dengan baik bahkan mereka juga sudah memakai seragam khusus dimana para pelanggan dapat membedakan mereka dan Ochobot bertugas menjaga Kasir yang ramai ingin membeli semua yang ada disana.

Taklama setelah jam 19:50 dimana Toko sudah mulai sepi dan dagangan mereka hampir habis beberapa remaja seumuran datang dan agak membuat Kaget.

"Yaya! Kau datang!"kata Gempa yang menyambut Yaya dan dua orang teman nya yang mengekorinya masuk.

"Tentu saja aku datang…aku datang bersama teman-teman ku…"kata Yaya menunjuk kea rah teman-teman nya.

"begitu ya…kalau begitu silah kan lihat-lihat dan maaf ya kue dan yang lain nya sudah habis di cicipi jadi yang tersisa hanya yang dijual…"kata Gempa menyesal.

"ah..kau tak perlu meminta maaf lagi pula salah kami juga kok datang terlambat…tadi kami ada sedikit urusan…"ujar Yaya.

Yaya dan Gempa pun asik bercakap-cakap tampa ingat kedua orang lain nya yang melihat sekeliling mereka.

"Nona…Tuan…Silahkan masuk jangan malu-malu…"kata Taufan dengan coolnya membuat keduanya tersipu malu mendengar panggilan mereka.

"ano…tak perlu panggil Nona panggil saja aku Ying…"kata Gadis berkaca mata bundar itu.

"aku juga…nama ku Gopal…lagi pula kita seumuran kan?"kata pemuda tambun disamping Ying.

"baiklah kalau begitu…Ying, Gopal…bagaimana kalau kalian masuk dan memesan sesuatu yang manis…"ujar Taufan kembali menawari.

Mereka pun masuk dan Duduk didalam tentu saja Gempa dan Yaya juga Ikut.

"Nah…silah kan pesan apapun…malam ini semua makanan berharga sama dan sudah diberi potongan Harga…"kata Gempa yang kembali melayani.

"baiklah kalau begitu menu baru yang ada disini…dan tolong bungkuskan satu kue coklat ya…"ujar Yaya setelah melihat buku menu.

"baiklah…dan kalian?"Tanya Gempa Lagi setelah mencatat pesanan.

"aku sama dengan Yaya hanya aku ingin penutupnya Eskrim coklat…"ujar Ying malu-malu.

"baiklah ekstra Ice chocolate…dan anda?"kata Gempa.

"aku juga ditambah dengan permen nya ya…"kata Gopal senang.

"baiklah kalau begitu silahkan tunggu sebentar…"Gempa pun meninggalkan mereka.

Taklama dia kembali bersama Air dibelakang nya yng juga membawa nanpan pesan Ying.

"Nah…silahkan nikamati…"kata Gempa dan Air.

Sebelum keduanya pergi.

"tunggu!"kata Yaya keduanya pun berbalik.

"kenapa kalian pergi kenapa tidak bersantai disini…tenang saja kami akan bayar kok.."ujar Yaya.

Air pun pergi meninggalkan Gempa untuk menjelaskan(?).

"maaf ya…kami permisi menutup toko dulu...kami akan kembali sebentar Lagi kalian nikmati saja dulu hidangan nya…"kata Gempa menenangkan Yaya pun setuju.

Taklama salah seorang dari mereka muncul.

"hai…kamu yang tadi pagi kan?"sapa Api sambil masih menikmati sebuah permen tongkat besar yang warnanya kemerah-orenan seperti namanya dan dia sudah menggunakan pakaian yang berbeda dan cukup terbuka, jaket merah api tampa lengan dan juga kaos hitam sebagai lapisan dalam tampa lengan dengan celana pendek Hitam.

"Hai…kamu saudara Gempa kan…Nama ku Yaya, Ying dan Gopal…"kata Yaya memperkenalkan diri.

"hoh..Yaya, Ying dan Gopal ya…hehehe…senang rasanya melihat kalian lagi…oh…bagaimana menurut kalian makanan yang dibuat oleh saudara ku enak bukan?"Tanya nya dengan sifat kekanak-kanakan.

"iya..Enak..apa lagi Kue coklat nya.."kata Yaya memuji.

"aku suka Es krim nya lembut…"kata Ying malu-malu.

"kalau aku permen nya…hum..ini benar-benar Enak…"kata Gopa yang juga memuji.

"ah..terima kasih atas pujian nya dan aku senang kau suka permen ku Gopal…"kata Gempa yang muncul dengan pakaian yang sudah berganti dan tampak lebih santai dengan kaos merah polos dilapisi jaket yang senada dengan topinya dan juga dengan celana hitam panjang.

"jadi kau yang membuat permen ini?"Tanya Gopal dengan semangat.

"benar! Dan kue itu kak Hali yang membuat nya…"ujar Gempa dimana yang lain nya muncul bersamaan dengan pakaian yang sudah berganti juga.

"Hali? Yang mana?"kata Yaya bingung.

Gempa menahan Tawanya, Ochobot mewakili mereka semua berbicara.

"biarkan saya memperkenalkan mereka yang termuda namanya Air disini dia spesialis pembuat Es Krim…dia pembuat Es krim terbaik loh disekolah makanan manis dulu…dan keahlian lain nya dia pandai dalam orahraga Renang dan seni Melukis…"kata Ochobot menunjuk kearah Air.

"Ah…kau berlebihan Ochobot dan terima kasih Nona karena sudah menyukai Es Krim buatan ku…"kata Air yang menggaruk pipinya yang tak gatal, wajah Ying pun juga memerah karena malu.

"lalu diurutan ke empat Api…"kata Ochobot dan membiarkan Api memperkenalkan dirinya.

"Hai lagi...kalian sudah kenal aku kan dan keahlian ku meracik minuman Hangat berkhasiat dan juga makanan hangat yang dapat mengundang selera…OH!OH! dan aku juga hebat dibidang olahraga apapun loh..."kata Api bangga.

Semuanya pun bertepuk tangan dan menatap kagum.

"dan ini Gempa Manejer pengolah Café ini…keahlian lain nya dapat menjadi ketua dalam bidang apapun…"kata Ochobot menunjuk kearah Gempa yang tersenyum malu melihat reaksi teman-teman barunya yang cengong.

"Ochobot kau berlebihan…tapi itu benar…aku Manejer disini...dan sesuai nama Café ini keahlian ku adalah mengolah permen dan membuatnya tentu saja...dan aku masih tak sehebat yang lain…"jelasnya kikuk padahal yang lain menatap nya seakan mengatakan 'kamu luar biasa Gempa' (Gempa: Ah...kau teralu melebih lebihkan Liz…).

"dan selanjutnya…"tampa menunggu lagi Taufan pun maju selangkah sambil menunjukan cengiran khasnya.

"Nama ku Taufan…aku ahli dalam meracik makanan bertemakan Eksotis…kalian bisa menganggapnya Buah-buahan segar yang ku buat sedemikian rupa agar kalian bisa mencicipinya dan selain itu aku pandai bermain sketboard dan cukup hebat dibidang teknologi…"ujar Taufan sambil menunjukan Sketboardnya.

Semuanya pun menganggukan kepala dan ber-OH-ria.

"lalu yang terakhir kakak tertua…Halilintar…dia adalah pembuat kue master termuda di sekolah makanan manis dan sudah diakui oleh dunia dalam kejeniusan nya membuat kue dan keahlian lainnya pandai dalam beladiri dan bermain alat musik…"jelas Ochbot dan Halilintar tak berkomentar dan hanya melihat kearah Lain.

Yaya tampak agak merasa bersalah dan dia menunduk meminta maaf.

"maaf kan aku sudah menabrak mu tadi pagi…dan kue mu sunggu enak…"kata Yaya tulus.

"lupakan itu dan cepat makan lah hari sudah semakin malam…"kata Hali cuek dengan wajah datarnya (Hali: hei! Kenapa aku dingin sekali disini? Dan sepertinya aku sedang mengusir mereka)(maaf ya Hali tapi aku memang sengaja buat karakter kamu sadis banget…)(Hali:hah?).

Setelah selesai berbincang dan menikmati makanan yang agak sedikit kacau tadi mereka akhirnya pulang tapi sebelum pulang.

"lalu kamu…Ochobot kan? Apa yang kamu lakukan disini? dan sepertinnya kau lebih tua dari mereka tapi kenapa mereka hanya memanggil nama mu?..."ujar Yaya penasaran.

"kalau itu…Nona bisa bertanya kepada Gempa…dia akan memberi tau anda semuanya jika dia bisa dan Nona sebaiknya anda memaklumi sikap Hali ya…dia itu orang nya memang jarang bergaul dan tampak menyeramkan tapi jika anda mau mengenalnya perlahan dan baik-baik anda akan lihat kalau dia itu sangat baik Hati…"jelas Ochobot.

"maksud mu seperti sosok pangeran yang buruk rupa itu ya? Tapi dia berbeda dia memakai wujud vampire yang bagus…"kata Yaya menyimpulkan dengan kata-katanya.

"ahaha…yah…begitu lah.."kata Ochobot yang swetdrop.

"baiklah Ochobot sampai jumpa lagi ya…mungkin Besok kami akan berkunjung lagi!" kata Yaya yang berdadah ria mengejar teman-teman nya.

"pangeran buruk rupa? Vampir? Dasar…Gadis yang menyebalkan…"ujar Halilintar yang ternyata memastikan pintu dan semuanya sudah tertutup rapat dibelakang Ochobot.

"pfpf…Hali kau sih yang salah…sifat mu itu teralu dingin tau…" kata Ochobot yang menahan tawanya.

"Seterah kau lah…aku mau tidur…kau sebaiknya segera kembali kedekat Gempa…"kata Halilintar cuek dan berjalan kelantai dua di ikuti Ochobot.

"tentu saja Hali…"kata Ochobot yang langsung menuju kelantai tiga dimana hanya Gempa yang menempati ruang atas(?).

Saat Ochobot sampai didepan kamar Gempa dia mengetuk pintu itu pelan.

"masuk lah Ocho…"kata Gempa dari dalam.

Disinilah keajaiban terjadi saat Ochobot melangkah masuk dia berubah kesosok seekor kucing berwarna kuning yang sebelum nya pernah terlihat bersama Gempa saat dia membeli tempat itu.

Ochobot yang sudah menjadi kucing itu mendekati Gempa yang tengah duduk di sebuah sofa singel besar yang dapat ditarik bawah nya itu.

"meong…ngrrr…"

"aku tak apa-apa…lagi pula ini demi mereka dan kau...'pangeran'…" kata Gempa dengan wajah sayup mengelus Ochobot yang langsung meregangkan tubuhnya di atas pangkuan Gempa.

Gempa tampak tersenyum tipis melihat Ochobot yang sangat manja bila di pangkuan nya dan mengalihkan pandangan nya dengan wajah sedih yang amat menyakitkan kearah dua keristal besar berwarna biru laut yang memenuhi setengah ruangan yang hampir sepenuhnya kosong itu dan hanya terisi sofa dan satu set meja yang terdapat didekat jendela.

Dimasing-masing dalam Kristal itu tampak sesosok wujud seseorang yang tampaknya membeku disana.

"aku pasti akan membuat semuanya kembali seperti semula...aku janji…"gumam Gempa yakin dengan penuh tekat.

.

.

.

Ting Tong…akhirnya chapter II liris…ng,sebelumnya maaf ya padahal rencananya bakal update setiap minggu tapi ternyata bulan ini Liz terkena banyak halangan dan ujung-ujung nya…hiks…telat...dan entah bagaimana jaringan didaerah Liz pada padam gak kebayang kan…

Gempa: sudah lah tuh Liz…kok malah curhat coba…balas review gih!

Baiklah…tapi kamu bantu kan?

Gempa: iya-iya dah cepet sana…

Oke baiklah ini balasan Review buat yang udah dukung Liz dan Membaca FF Liz…

Gempa: oke yang pertama dari "Khairun269" Liz langsung balasan nya…

Iya Gempa,um…yah…ke pendek kan ya maaf soal itu ya…waktu itu Liz ragu bisa atau gak kirim FF Liz kesini nah…karena takut salah Liz buat segitu…hiks…maaf ya..maaf.. tapi terima kasih udah mau baca FF Liz…terima kasih banget…kalau bisa tetap baca ya…

Gempa: hah…kamu berlebihan Liz tapi sudah lah Review selanjutnya dari "Regietta580" Liz lanjutkan…

Oke,huaa…maaf ya Liz buat kamu kebingungan…habis ini Liz bakal coba alur yang bisa dimengerti semuanya…terima kasih ya sudah mau mereview dan saran nya…Liz bakal tetap lanjut

Gempa: yos…selanjutnya dari "Cutemuslimah and Alf" oh…mereka ada dua…(kagum)

Wah…Utie sama Alf Author baru juga ya…senang nya…salam kenal juga ya XD…Ah…soal Summary nya itu sebenarnya Liz ambil dari penggalan cerita yang bakal muncul…soal nya Liz gak pandai buat Summary…lalu soal kucing nya…Liz juga bingung mau dibuat gimana…padahal Liz udah konsultasi sama kucing pak senin koboi dan yang Liz bawa pulang bekas cakaran sama suara yang 'meong…meong doang…' hiks..hiks…dan terima kasih ya udah memberi masukan Liz senang banget bisa di beri saran sama kalian…dan terima kasih ya Utie Liz bakal semangat...Alf juga terima kasih ya

Gempa: hum…baiklah selanjutnya dari "Vanilla Blue12" Liz silahkan balas…

Hai juga Vanilla~ salam kenal juga ya…terima kasih atas saran nya ya…Liz bakal berusaha buat yang lebih panjang lagi…

Gempa: baik ini yang kelima dari "Name urang"

Oke..Maaf kan Liz ya sudah menyesat kan kamu dan buat kamu tersesat…huaaa…dan gak bisa Update cepat…huaaa….maaf…Liz udah lanjut kan ini…tapi maaf atas keterlambatan Liz…huaaa….terima kasih sudah mereview…

Gempa: oke ini yang terakhir Liz ini dari "ShaKila AshaKilaSihilla" uah…disini bertiga…

Sebelum nya maaf ya sudah mengecewain kalian karena gak bisa buat alur yang jelas…hiks tapi Liz berterima kasih banget atas masukan nya…buat Shilla Gempa itu sebenarnya sedang mencari tempat buat dia sama yang lain untuk tinggal…buat Kila itu sebenarnya salah…maaf soal typo itu ya Kila…Laptop Liz yang buat dia gitu karena pengaturan bahasa yang awalnya di tulis bisa malah bias lalu karena salah baca kemarin Liz malah tambahkan a diakhirnya…maaf ya…buat Asha makasih banget ya…dan Liz senang biasa buat kamu penasaran Liz harap lanjutan yang sekarang bisa buat kamu senang juga..

Gempa: dan kita selesai...oke sekarang ayo cepat kita tidur besok kamu ada kerjaan kan…aku juga besok ada syutting nih Liz…

Iya..tapi sebagai penutup nya-

Halilintar: sudah! kalian berdua! Cepat tidur sana sudah malam nih dan buat Reader sekalian terima kasih buat yang udah komen dan kasi saran nya ya…dan kami masih bersedia menerima kritikan yang lainnya yang pedas juga boleh biar membangun…sayonara~