[CHAPTER 3] Baekkie Puppy
"Baekhyun itu sangat manja dan menggemaskan, seperti anak anjing. Ia punya kebiasaan memeluk dan mengusel-usel(?) pada Chanyeol. Namun kepergian Chanyeol membuat Baekhyun beralih melakukan kebiasaannya itu pada Sehun..."
.
.
WARNING TYPO(S) EVERYWHERE~
NO BASH!
.
.
.
...o0o...
Happy Reading! Enjoy it.
...o0o...
.
.
.
"Tidurlah. Kau tenang saja, Baekhyun aman tidur bersama Sehun.Jaljayo."
Chanyeol menatap tajam Suho.
Fckk.
Menyebalkan sekali dia.
.
.
.
Pagi ini benar-benar menyebalkan bagi Chanyeol. Semua orang menyebalkan baginya. Moodnya sedang benar-benar buruk.
Bagaimana tidak?
Tadi pagi, ia berniat membangunkan Baekhyun dan berbaikan agar mereka bisa pergi kencan hari ini. Namun saat membuka pintu kamar Suho-Sehun, yang ia dapati adalah pemandangan Baekhyun yang tengah tertidur pulas dalam pelukan Sehun.
Catat itu! DI PELUKAN SEHUN! BAEKHYUN-NYA!
BLAM!
Pintu kamar ia tutup dengan keras hingga Sehun dan Baekhyun terbangun.
Dan setelah melihat peristiwa itu, wajahnya langsung suram dengan aura hitam mengelilingi tubuhnya. Ia tidak berhenti membentak siapapun yang membuatnya merasa terganggu.
Jongin-yang bangun paling akhir dan tidak mengetahui peristiwa itu-dengan wajah tanpa dosanya menghampiri Chanyeol yang tengah duduk di sofa dan memandang bosan pada acara televisi yang disetelnya.
"Hyung~ aku sudah membaca bukunya. Huwaa! Kurasa aku akan berhasil mendapatkan Kyungsoo hyung kalau mengikuti langkah dalam buku!" ucapnya pelan-pelan pada Chanyeol. Tidak ingin ada orang lain yang mendengarnya.
"Berisik," Chanyeol menyahut kesal.
Sayangnya Jongin tidak menghiraukan wajah suram hyungnya itu. Ia mengeluarkan buku dengan judul "Cara Menaklukan Uke Yang Judes" dan membaca isinya pelan.
"Hyung... di sini langkah pertamanya adalah mencium ukemu dengan lembut. Eotteokhae?! Sebelum berhasil leherku akan patah duluan dan yang terburuk bibirku bisa hancur terkena pukulannya hingga tidak seksi lagi, hyung! Bagaimana ini?! Apa kau punya cara yang am
Buaghh
"Akh!"
Jongin meringis ketika bibirnya mencium permukaan buku. Chanyeol sang pelaku berdesis mengerikan. Ia sedang dalam mood yang buruk namun dongsaengnya yang satu ini dengan kurang ajarnya menganggunya.
"Jauhi aku atau kusunat kau!"
"ANDWAE!"
.
.
...o0o...
.
.
Baekhyun benci diabaikan.
Matanya memanas memikirkan Chanyeol yang tadi pagi mengabaikannya saat ia berpamitan untuk pergi keluar dengan Sehun.
"Sehun-ah?"
"Hm? Ada apa hyung?" Sehun mengusap lembut rambut Baekhyun yang sedang merebahkan kepalanya di pahanya.
"Apa menurutmu kita akhiri saja rencana ini?" Baekhyun mencicit pelan. "Chanyeol malah mengabaikanku... Aku tidak suka..."
Sehun menghela napasnya. "Sebaiknya nanti dulu, hyung. Kita baru memulai, jangan cepat menyerah, oke?"
Baekhyun merubah posisinya menjadi duduk silang dan menatap Sehun. "Apa tidak apa-apa? Chanyeol..."
Sehun terkekeh dan menarik kepala Baekhyun ke dalam dekapannya. Lalu mengusap-usap punggung namja manis itu dengan lembut. "Tidak apa, hyung. Kau tenang saja, Chanyeol hyung akan menyesal telah mengabaikanmu."
Baekhyun hanya mengangguk mengiyakan. Ia percaya pada maknae kesayangannya ini.
Sehun diam-diam merutuki dirinya yang nampak kejam karena harus membuat keduanya berpisah sementara waktu. Tapi biarlah. Salah sendiri si telinga lebar itu begitu menyebalkan. Setidaknya untuk sementara waktu, ia bisa memonopoli Baekhyun untuk dirinya sendiri.
Sehun menyeringai senang.
.
.
...o0o...
.
.
Baekhyun menatap kosong pintu kamar miliknya dan Chanyeol. Saat ini ia sedang berperang batin, apakah ia harus masuk atau tidak.
"Hal pertama yang harus hyung lakukan adalah mengambil piyama, selimut, bantal, dan guling kesayanganmu hyung. Dan pastikan buat Chanyeol hyung kesal mengetahui kau akan tidur denganku!"
Baekhyun mengigit bibirnya gugup. Jemari lentiknya perlahan meraih gagang pintu dan menariknya.
Ia harus berani kalau ingin rencana ini segera selesai.
Clekk
Hal yang pertama menjadi perhatiannya adalah keadaan kamar yang berantakan. Selimut di kasurnya dan Chanyeol acak-acakan. Bantal ada di lantai dan gulingnya ada di meja nakas. Benar-benar berantakan dan tidak rapi seperti biasanya.
Baekhyun menelan ludahnya. Apa Chanyeol yang membuat semuanya menjadi sekacau ini?
Clekk
Pintu kamar mandi terbuka dan munculah Chanyeol yang baru selesai mandi. Wajah Baekhyun memerah sempurna melihat kekasih jangkungnya itu hanya mengenakan sehelai handuk di pinggangnya.
Chanyeol melirik sebentar Baekhyun di hadapannya lalu berjalan melewatinya begitu saja menuju lemari untuk mengambil pakaiannya.
Baekhyun menatap punggung Chanyeol dengan mata yang membulat lucu.
Chanyeol melewatinya begitu saja? Chanyeol mengabaikannya? Serius?
"C-Chanyeol...," panggil Baekhyun pelan, bahkan suaranya hampir tidak terdengar. Namun entah mungkin karena telinga lebarnya, Chanyeol dapat mendengar panggilan Baekhyun.
Chanyeol hanya berdeham menyahuti panggilan Baekhyun.
Baekhyun mencelos. Dadanya terasa sesak. Matanya mulai memerah dan berair. "Chanyeol mengabaikan Baekkie..."
Oh tidak.
Chanyeol diam-diam menggeram tertahan dan mencoba menulikan pendengarannya. Suara serak Baekhyun dengan nada merengek itu membuatnya tidak tahan. Bisa-bisa ia berlari dan memeluk Baekhyun lelaki mungil kesayangannya itu.
Tidak boleh. Salah sendiri Baekhyun yang mengabaikannya duluan dan menempel dengan Sehun bak perangko sepanjang hari!
"Chan... mulai sekarang aku bertukar kamar dengan Suho hyung boleh? Aku mau tidur dengan Sehunie saja..."
Baekhyun menahan napas. Menunggu jawaban Chanyeol.
"Silahkan."
Bukan itu jawaban yang mau ia dengar. Baekhyun menghela napas berat dan terisak pelan, lalu tanpa melirik Chanyeol lagi, keluar dari kamar dengan bantal dan guling dalam dekapannya.
Chanyeol menatap lantai dengan pandangan kosong. Ia merasa serba salah. Baekhyun membuatnya serba salah.
.
.
...o0o...
.
.
Hari ini sangat menyebalkan. Dan untuk pertama kalinya, ia benci mendapat libur. Rasanya ia ingin kembali bekerja, menyibukkan diri agar tidak memikirkan Baekhyun dan Sehun yang saat ini entah sedang pergi ke mana. Berduaan!
"ARGHH ENYAHLAH KALIAN BERDUA DARI PIKIRANKU!"
"YAA! CHANYEOL JANGAN RUSAK REMOT TV!"
Suho dengan cepat mengambil alih remot tv dari tangan Chanyeol begitu lelaki kelebihan kalsium itu bersiap membanting remot yang digenggamnya ke lantai.
Chanyeol menghempaskan punggungnya ke sofa, mengacak-ngacak rambutnya frustasi. Bayangan dan imajinasinya yang menggambarkan Baekhyun sedang bermesraan dengan Sehun saat ini berputar di pikirannya.
Jongin bergidik ngeri melihat wajah dan penampilan Chanyeol. Benar-benar berantakan, bukan seperti Chanyeol yang biasanya rapih dan tampan walau tidak setampan dirinya. HA.
"Kurasa kita harus menghakhiri drama picisan ini, hyung," bisik Jongin di telinga Suho. Suho mengangguk setuju dan berdiam sejenak untuk memikirkan solusinya.
Ting!
Sebuah bola lampu bersinar tak kasat mata muncul di atas kepala Suho. Lalu ia mengambil ponsel dari saku celananya dan terkekeh pelan. "Kurasa aku bisa memperbaiki masalah mereka."
"Wah. Kau memang jenius, hyung!The best! Daebak!Sugoi! Suhojjang!" seru Jonginalay.
Suho tertawa sombong.
.
.
...o0o...
.
.
Baekhyun berguling-guling dengan bosan di lantai. Sedangkan Sehun memainkan ponselnya tanpa minat.
Jauh dari bayangan Chanyeol, mereka berdua tidak bermesraan melainkan mencoba menghabiskan waktu di ruang praktik dance dengan bosan. Rencananya mereka akan pulang tengah malam, seolah-olah mereka habis berkencan seharian penuh.
Namun jarum jam baru menunjukan pukul 2 siang. Baekhyun ingin menangis karena kebosanan.
"Sehunnie! Ayo kita keluar saja. Aku bosan di sini," Baekhyun mengerucutkan bibir tipisnya dengan lucu.
Sehun menghela napas berat. "Hyung, kita kan lupa membawa uang sepeser pun."
"Pinjam saja! Ayo kita cari Heechul hyung dan pinjam uang!"
"Hyung saja. Aku malas nanti diocehi karena menjauhkanmu dari Chanyeol hyung."
Baekhyun mendengus. "Kalau Donghae hyung? Ryeowook hyung? Leeteuk hyung?"
Sehun menggeleng. "Mereka juga sama, semua member Super Junior sangat mendukung hubunganmu dan Chanyeol hyung."
Baekhyun berpikir keras memikirkan beberapa nama lainnya. "Taeyeon noona?"
"Geez, hell no. Tae noona akan mencingcangku! Dia akan mengajak Tiffany noona untuk mencabikku hidup-hidup karena menganggu OTP favorite mereka! Mereka mengerikan!"
"Tapi, Sehunnie..."
"Tidak hyung. Aku tidak mau dicabik dua fujoshi mengerikan itu!"
"Oh! Terima kasih atas pujianmu, Sehunnie."
Glek
Suara itu... Taeyeon...
Entah dari mana. Taeyeon dan Tiffany berdiri dengan tangan menyilang di depan dada. Tak lupa melayangkan tatapan membunuh pada Sehun.
Shit.
Sehun mengumpat. Dari mana mereka datang? Ia bahkan tak mendengar suara pintu dibuka. Apa mereka meminjam kekuatan teleportasi milik Jongin?
Baiklah. Itu konyol.
"Noo... noona aku bisa-"
"KEMBALIKAN URI BAEKHYUNIE PADA CHANYEOL, TUAN OH SEHUN YANG KURANG BELAIAN!"
Itu Taeyeon.
"AKU AKAN MENGADUKAN KELAKUANMU DI SINI PADA LUHAN! JANGAN RUSAK HUBUNGAN URI CHANBAEK!"
Dan itu Tiffany.
Poor Sehun. Kali ini ia pulang ke dorm dengan telinga merah karena jeweran dan teriakan memekakan dari sunbaenya itu.
.
.
...o0o...
.
.
"Chanyeol... aku minta maaf sudah membuatmu kesal."
"Channie..."
"Yeollie..."
Hidung Baekhyun memerah dan mengkerut lucu, namja mungil itu mencoba menahan tangisnya. Ia benci dirinya sendiri yang begitu cengeng. Tapi diabaikan oleh Chanyeol seperti ini, benar-benar membuatnya ingin menangis saat itu juga.
Ya. Chanyeol mengabaikan Baekhyun. Namja kelebihan kalsium itu diam saja dan terus memainkan ponselnya dalam posisi berbaring di tempat tidur. Padahal ada Baekhyun yang duduk di sebelahnya, di pinggir tempat tidur dan terlihat seperti anak anjing malang yang dibuang pemiliknya.
"Yeollie, Baekkie mohon jangan mengabaikan Baekkie... Hiks," suara Baekhyun semakin terdengar parau.
Diam-diam Chanyeol mencoba menahan keinginannya untuk meraih Baekhyun dan memeluknya. Siapa yang tahan dengan Baekhyun yang begitu menggemaskan... ugh.
Padahal Baekhyun sudah memutuskan untuk menghentikan misinya dan Sehun untuk menghukum Chanyeol. Membuat Chanyeol cemburu dengan kedekatan mereka seperti yang Baekhyun rasakan setiap Chanyeol berakting dengan wanita lain. Tapi ternyata Chanyeol benar-benar marah padanya.
Baekhyun menyesal. Dan sedih karena tampaknya Chanyeol sudah benar-benar tidak peduli padanya.
Jadi tanpa mengucapkan apapun, Baekhyun menghapus matanya dengan lengan bajunya dan pergi keluar begitu saja dari kamarnya dan Chanyeol.
Blamm!
"ARGHHH!"
Meninggalkan Chanyeol yang frustasi dengan dirinya sendiri yang tidak ingin memaafkan Baekhyun dengan mudah. Ia merutuki rasa gengsi tinggi yang entah sejak kapan muncul dalam dirinya.
.
.
...o0o...
.
.
Baekhyun tidur di sofa. Ia tidak ingin tidur dengan Sehun, bisa-bisa anak itu menghasutnya lagi untuk menjalankan misi lain untuk menghukum Chanyeol. Hubungannya dengan Chanyeol pasti akan semakin renggang nantinya.
Mata sipitnya masih terbuka, melirik pintu kamarnya yang tertutup rapat. Mengharapkan sang penghuni keluar untuk melihatnya dan mungkin memberinya selimut lebih dan kecupan selamat malam?
Baekhyun kecewa. Karena sampai pukul 1 dini hari, Chanyeol tidak keluar sama sekali. Ia semakin meringkuk dalam selimut, tidak menyangka udara akan lebih dingin. Seharusnya ia meminta selimut lebih pada Kyungsoo tadi. Chanyeol tidak peduli dan memberinya selimut seperti ekspetasinya.
"Chanyeol masih marah ya?" Baekhyun bergumam lirih sambil memainkan selimut yang menutupi tubuhnya dengan jemari lentiknya. Bibirnya mengerucut lucu.
Helaan napas panjang terdengar di ruang tengah yang sunyi itu. "Padahal aku sudah minta maaf..."
Krieet...
Suara pintu yang dibuka membuat Baekhyun menoleh ke arah suara dan menemukan Suho yang keluar dari kamar dengan wajah lelah sambil mengusap matanya. Melihat Baekhyun yang tidur di sofa, membuat Suho menghampiri namja mungil itu.
"Apa yang kau lakukan di sini, Baek?" suara Suho terdengar lirih.
Baekhyun menundukan wajahnya sedih. "Chanyeol masih marah padaku jadi aku tidur di sini saja."
Suho menghela napasnya. Ia pikir, setelah Sehun tadi sore memberitahu semua hal tentang misi bodoh mereka dan ingin menghentikannya, masalah ChanBaek akan selesai. Namun ternyata tidak semudah itu.
Baiklah, terpaksa harus pakai caraku! Suho bergumam dalam hati.
"Baek, tidurlah sekarang. Besok kita akan kedatangan tamu."
"Uh? Siapa?"
Suho tersenyum misterius. "EXO-M!"
Dan Baekhyun membolakan matanya. EXO-M akan kembali!
Itu artinya ia bisa menghabiskan waktunya dengan Kris hyung dan melupakan masalahnya dengan Chanyeol.
Ya, Baekhyun sudah memutuskan untuk membiarkan Chanyeol memaafkannya dengan sendirinya nanti. Toh, ia sudah berusaha bukan?
Chanyeol saja yang menyebalkan. Baekhyun menggerutu dalam hati. Tiba-tiba semua rasa bersalahnya hilang.
.
.
...o0o...
TBC or END?
...o0o...
.
.
.
Author's note:
ANNYEONG SEMUANYA~~
Akhirnya aku muncul lagi setelah sekian lama menelantarkan ff ini. AKU MINTA MAAFFFFFFF BANGETTTTT
Udah berapa bulan ya? 5 bulan? /digebukin/
Sekali lagi maaf banget... apalagi buat kalian yang nungguin dan suka nanyain ff ini lewat PM. Alasanku gak ngelanjut ff ini tuh karena asik fangirl-an, nonton drama, dan baca ff lain. Sampai tiap mau ngetik kelanjutan ff ini ada aja godaan buat ngerjain yang lain TT^TT Dan setelah berjuang kembali ngetik lagi dan menuangkan ide-ide yang udah ada sejak lama di kepala kosongku ini, aku akhirnya bisa kembali membawa chapter baru dari ff ini dan rasa bersalah serta rasa berhutang akhirnya hilang. Lega banget, serius. Selama ini setiap dapet email ada yang PM/review ff ini, aku langsung galau karena keinget ff yang terbengkalai ini huhuhu
Yak pokoknya terima kasih banyak buat semua readers yang sudah membaca ff ini. Maaf di chapter ini Kris belum nongol, di chapter depan tapi pasti nongol kok hehe. Dan aku akan berusaha melanjutkan ff ini lebih cepat dan dengan isi yang lebih panjang lagi. Kemungkinan 1 atau 2 chapter lagi ff ini tamat kok hehe
See you soon~
Terima kasih ^^
