Repost untuk pembaca ff ini yang belum sempat baca
Baekkie Puppy - Last Chapter
Lupa ceritanya? Check chapter sebelumnya
DON'T LIKE DON'T READ OR REVIEW
.
.
.
Chanyeol merasa pagi ini terasa sangat berbeda dari biasanya. Pasalnya ketika ia keluar kamar, semua member sedang duduk santai di ruang tengah. Jam baru menunjukan pukul 7 pagi, dan biasanya hanya dirinya, Kyungsoo, dan Suho saja yang sudah bangun.
Dan lihat di sana. Baekhyun-nya tampak segar dan ceria, tengah tertawa-tawa bersama Sehun dan Jongin menyaksikan kartun Spongebob di televisi. Berbanding terbalik dengan Chanyeol yang nampak lesu karena semalaman sulit tidur memikirkan namja mungil itu.
Dia belum sadar juga rupanya, Chanyeol membatin kesal.
"Oh Chanyeol-ah, cepat mandi kita akan menyambut tamu," ucap Suho yang menyadari keberadaannya.
Chanyeol mengernyit. "Siapa? Apa karena ini semuanya bangun pagi?" tanyanya bingung, memutuskan untuk bergabung menikmati selembar roti selai kacang bersama Kyungsoo dan Suho. Sesekali matanya melirik Baekhyun, yang nampaknya tidak menyadari kehadirannya.
Kyungsoo mendengus, "Kau tidak tahu? EXO-M akan ke sini."
"Mwo?!"
Pergerakan mulut Chanyeol yang tengah mengunyah roti terhenti.
Tidak. Ini mimpi buruk.
Karena jika EXO-M di sini, ia dan Baekhyun akan semakin menjauh karena namja mungil itu akan sibuk mengobrol dengan Luhan, Tao, dan Xiumin. Yang terburuk, ada Kris yang dengan senang hati akan mengajak Baekhyun-nya jalan-jalan.
Ya Tuhan... Kapan semua ini berakhir? batin Chanyeol merana.
Ting tong!
"Biar aku saja, hyung!"
Baekhyun berseru kemudian meloncat turun dari sofa dan berlari ke arah pintu, menghentikan Suho yang hendak membuka pintu. Namja mungil bermata sipit itu terlihat sangat semangat pagi ini.
"ANNYEONGHASEYO KAMI DATANG!" teriak Chen lantang.
"Selamat datang!" Suho menyambut hangat.
"KRIS HYUNG AKU MERINDUKANMU!"
Teriakan cempreng Baekhyun membuat Chanyeol menggeram cemburu.
"Yo! Aku juga merindukanmu Baek!"
Baekhyun meloncat ke tubuh tinggi Kris, melingkarkan tangannya di leher si tiang dan menyerukan wajahnya di sana. Kris balas memeluk Baekhyun, melingkarkan tangannya di pinggang ramping si pendek.
"Kris hyung... Baekkie sangat merindukanmu...," ucap Baekhyun dengan sangat dramatis.
"Kekeke~ aku juga. Bagaimana kalau kita main ke Lotte World sekarang? Kau mau?"
Baekhyun mennjauhkan diri dari Kris lalu memekik senang dengan senyum lebar di wajahnya. "Tentu saja aku mau, hyung!"
Member lain, kecuali Chanyeol, hanya melirik keduanya dengan malas. Sudah terlalu biasa menyaksikan adegan dramatis dari kedua namja berbeda tinggi itu.
"Yaa! Kris, kami tidak diajak?!" teriak Luhan yang sudah mendaratkan bokongnya di sofa ruang tengah yang empuk.
Semua member kini sudah duduk berkumpul di ruang tengah. Ada yang duduk di sofa, ada juga yang duduk di atas karpet karena 3 sofa yang ada di sana sudah penuh.
Baekhyun mendelik pada Luhan, bibirnya mencebik lucu. "Tidak, Luhan hyung! Aku mau bersama Kris hyung saja hari ini. Kalian berisik."
Jongdae mendengus tidak terima dengan ucapan Baekhyun, lalu mencibir. "Apa? Bukankah yang berisik itu kau, Baekhyun Byun? Kau bahkan selalu berteriak saat memasuki rumah hantu! Hahaha"
Baekhyun yang tidak terima diejek, melotot dan membuka mulutnya lebar hendak membalas. Namun gagal karena Kris membekap mulutnya.
Kris mendekatkan wajahnya pada Baekhyun dan berbisik, "Sst, diamlah atau kita tidak jadi pergi, Baek."
Baekhyun sontak langsung mengangguk patuh. Menutup mulutnya rapat-rapat sambil melemparkan tatapan tajam -yang justru terlihat menggemaskan- pada Jongdae. Dan Jongdae memeletkan lidahnya meledek. Baekhyun pun balas memeletkan lidahnya pada Jongdae. Kris pergi ke toilet sebentar, jadi sambil menunggunya Baekhyun memutuskan untuk bergabung dan mengobrol dengan member lain.
Mengabaikan tatapan tajam dari seorang namja bertelinga lebar yang sedari tadi mengawasi tingkahnya.
"Tao-ya," panggil Chanyeol dengan pelan seperti berbisik.
Untungnya Tao duduk di sampingnya, jadi namja bermata panda itu dapat mendengarnya dan menoleh. "Ada apa?"
"Kenapa tidak kau larang Kris yang ingin pergi dengan Baekhyun? Kau 'kan kekasihnya," bisik Chanyeol.
Tao mengerutkan keningnya. "Kenapa harus? Biarkan saja."
Keduanya berbicara dengan pelan, membuat member lain tidak mendengar percakapan mereka.
"Kau tidak cemburu?" tanya Chanyeol dengan nada tidak percaya.
Ya, Chanyeol tidak mengerti mengapa Luhan dan Tao membiarkan kekasih mereka berdekatan dengan Baekhyun-nya. Apalagi kedekatan mereka yang terbilang sangat mesra di matanya.
"Tidak," jawab Tao tanpa ragu. Tao merasa tidak perlu khawatir karena Baekhyun memang menggemaskan dan asik diajak bicara jadi siapapun mau dekat dengannya. "Ooh~ Chanyeol hyung cemburu, eoh? YAA! CHANYEOL HYUNG SEDANG CEM-hmmpth!
Chanyeol cepat-cepat membekap mulut Tao. Semua member menatap mereka penasaran. Tao meronta minta dilepaskan. Chanyeol berusaha menahannya, cukup sulit karena Tao kuat sekali. Dan tidak sampai satu menit, Tao berhasil melepaskan diri. Namja itu membuka mulutnya dengan cepat setelah berhasil menahan tangan Chanyeol yang hendak kembali membekap mulutnya.
"HEY SEMUA, CHANYEOL HYUNG SEDANG-
"Baekhyun-ah, ayo kita pergi sekarang!" Kris kembali dari toilet, mendekati Baekhyun dan menarik tangan namja itu agar berdiri.
"Yeay~ Kajja! Kami pergi dulu!"
"Kami pergi dulu, annyeong."
Blamm!
Hening. Seluruh pasang mata yang tadi mengikuti gerakan Baekhyun dan Kris, kini beralih menatap pada Chanyeol yang masih menatap pintu dengan tatapan kosong.
"Wow, kurasa aku tahu apa yang mau kau katakan, Tao-ya," ucap Xiumin memecah keheningan.
"Oh, Chanyeol sedang cemburu?" Lay menyahut.
"Bukan cemburu lagi, tapi sangat cemburu. Mukanya merana sekali," timpal Jongdae yang disambut gelak tawa member lain.
Chanyeol merenggut kesal kemudian beranjak meninggalkan ruang tamu menuju kamarnya. Dalam hati mengumpati member lain yang malah menertawakan penderitaannya.
.
.
.
Sejak kepergian Kris dan Baekhyun, Chanyeol mengurung dirinya di kamar bak seorang yeoja yang tengah patah hati ditinggal kekasihnya. Member lain sudah mencoba menghiburnya, dan menyuruhnya agar tidak terlalu posesif pada Baekhyun. Apalagi Baekhyun yang memang mudah akrab dengan semua orang, apalagi dengan Kris.
Sehun juga sudah meminta maaf atas perbuatannya mencoba menjauhkan mereka. Ia mengaku hanya merindukan Luhan maka ingin menjadikan Baekhyun sebagai penggantinya karena kemiripan mereka –sama-sama menggemaskan dan nyaman diajak bicara. Dan ia juga tidak terima Baekhyun –hyung kesayangannya selain Luhan menangis karena Chanyeol makanya ia berbuat seperti itu.
Tapi tidak satu pun didengarkan oleh namja bermarga Park itu. Ia menyuruh mereka semua keluar dan mengunci pintu, meminta agar dibiarkan sendiri untuk menenangkan pikiran dan hatinya yang panas.
Bukankah ini tidak adil? Chanyeol hanya berakting dengan yeoja lain demi pekerjaannya, namun Baekhyun malah membuatnya seperti ini. Chanyeol merutuki Sehun dan Kris yang di matanya mengancam posisinya di hati Baekhyun padahal mereka memiliki kekasih masing-masing.
"Aish! Kenapa mereka belum pulang juga?!"
Chanyeol merutuk setelah melihat jam di ponselnya. Ia mencari nama Kris di daftar kontaknya, menekan tombol panggil setelah menemukannya. Namun Kris tidak mengangkat panggilannya. Membuat Chanyeol makin kesal.
"Mereka tidak memutuskan untuk menginap di suatu tempat, 'kan?" gumamnya pelan.
Chanyeol bangkit dari kasurnya, lalu keluar dari kamar dengan ponsel di tangannya. Dorm sudah gelap dan telinganya mendengar suara-suara dengkuran yang samar, menandakan member lain sudah tidur. Ia pergi ke dapur, mengambil minuman dingin dan membawanya ke ruang tengah. Memutuskan untuk duduk di sofa, menunggu Kris dan Baekhyun pulang sambil membaca webtoon di ponselnya.
Beberapa menit kemudian, pintu dorm terbuka. Baekhyun masuk diikuti Kris di belakangnya. Baekhyun berjalan dengan sebuah boneka pikachu yang sebesar setengah tubuhnya sendiri di pelukannya. Nampak menggemaskan membuat Chanyeol terpaku melihatnya.
"Oh, Chanyeol-ah kau belum tidur?" tanya Kris, menghampiri Chanyeol dan duduk di sampingnya. Meletakkan tas kertas yang entah apa isinya di meja.
Chanyeol mengangguk, menoleh pada Kris sebentar lalu beralih pada namja mungil yang masih berdiri di hadapannya. "A-aku menunggu kalian. Baekhyun-ah, kau-
"Chanyeol-ah, aku mau tidur dengan Kris hyung. Boleh?" potong Baekhyun.
Chanyeol tertegun. "H-huh?"
Kris melirik Chanyeol dengan tidak enak hati. Ia tahu Chanyeol tidak setuju. "Baek, aku akan tidur dengan Tao. Kau dan Chanyeol-
Baekhyun mengerucutkan bibirnya. "Tidak mau. Aku mau dengan Kris hyung, Chanyeol saja yang tidur dengan Tao dulu malam ini," ujarnya dengan nada merajuk.
Kris menghela napas. "Tapi Baek-
"Baiklah," ucapan Chanyeol yang bernada dingin menghentikan Kris. "Aku akan tidur dengan Tao. Kris hyung, kau bisa tidur di kamarku malam ini."
Chanyeol bangkit dan berjalan menuju kamar yang seharusnya ditempati Kris dan Tao, melewati Baekhyun begitu saja tanpa menatapnya. Perasaannya tengah campur aduk. Kesal, cemburu, dan sedih bercampur jadi satu.
Baekhyun menatap punggung Chanyeol yang perlahan menjauh dengan sedih. Lengannya mengeratkan dekapannya pada boneka pikachu yang dibelikan Kris, bersamaan dengan air mata yang perlahan mulai jatuh dari pelupuk matanya.
"Hiks..."
Kris menghela napasnya berat, lalu bangkit dan mendekap Baekhyun, boneka pikachunya jatuh ke lantai. Membuat namja mungil itu menyerukan wajahnya di dada bidangnya.
Saat di perjalanan pulang, Baekhyun menceritakan masalahnya dengan Chanyeol pada Kris. Kris sudah menyarankan agar keduanya berbaikan saja, dan mengabaikan misi konyol buatan Sehun. Demi Tuhan, Kris sangat kesal pada Sehun yang bisa-bisanya merencanakan misi 'mari membuat Chanyeol hyung cemburu'. Karenanya, masalah yang menurutnya kecil malah menjadi semakin besar.
Tapi Baekhyun malah ingin mencobanya, bukan untuk menghukum Chanyeol tapi untuk membuktikan apa namja itu masih mencintainya. Jadilah tadi ia meminta agar bisa tidur dengan Kris malam ini. Bukannya melarang seperti yang Baekhyun harapkan, Chanyeol justru mengijinkannya. Membuatnya merasa Chanyeol benar-benar sudah tidak mencintainya lagi. Mengingat selama ini Chanyeol selalu melarangnya untuk tidur dengan siapapun selain dirinya, bahkan dengan Kyungsoo, Luhan, atau Tao sekali pun.
"Baek, berhentilah menangis. Ayo sekarang kita tidur, besok aku akan berbicara pada Chanyeol," Kris mengusap punggung Baekhyun dengan lembut.
Baekhyun menggelengkan kepalanya. "Percuma, Kris hyung. Hiks, Chanyeollie sudah tidak mencintaiku... hiks."
"Bodoh, ia hanya sedang kesal padamu. Kau seharusnya tidak mengikuti Sehun, kalian kekanakan sekali!"
Baekhyun tidak menyahut, dan tidak lama isakannya berhenti. Berganti dengan dengkuran halus, membuat Kris tersenyum gemas melihatnya.
"Dasar bodoh."
Kris akhirnya menggendong Baekhyun ala bridal style, membawanya menuju kamarnya dan Tao. Ia menggunakan sikunya untuk menekan gagang pintu agar terbuka.
Kamar itu tidak gelap gulita, karena Tao selalu menyalakan lampu tidur. Matanya menangkap sosok Chanyeol yang tidur dengan lengan yang menutupi matanya di samping Tao yang sudah tetidur pulas. Masih dengan Baekhyun dalam gendongannya, Kris berjalan ke arah Tao. Menendang-nendang kaki Tao yang tidak tertutup selimut, mencoba membangunkan si panda.
Cukup sulit untuk membangunkan Tao, hingga pada tendangan ke-20 namja itu akhirnya bangun.
"Ugh, Kris ge...," gumamnya pelan, mengucek matanya dengan tangannya. "Ada apa?" suaranya serak khas orang bangun tidur.
"Ayo pindah ke kamar ChanBaek. Biarkan Baekhyun tidur dengan Chanyeol di sini."
Ucapan Kris membuat Tao melirik Baekhyun dan menoleh ke sampingnya, dan mendengus mendapati tubuh raksasa Chanyeol ada di sana.
"Mereka merepotkan sekali sih," dengusnya. Lalu tanpa banyak bicara lagi bangkit perlahan dan berjalan dengan sedikit sempoyongan karena masih mengantuk ke kamar Chanyeol dan Baekhyun.
Kris menghela napas lega setelah berhasil menempatkan Baekhyun di samping Chanyeol. Lalu dengan seringaian, ia mengangkat sedikit tubuh Baekhyun dan membuatnya tidur lebih dekat dengan Chanyeol. Setelah itu, Baekhyun nampak menggeliat dan melenguh dalam tidurnya, lalu melingkarkan kaki dan tangannya di tubuh Chanyeol, memeluk Chanyeol layaknya guling.
Kris tersenyum puas melihatnya. "Kau benar-benar pahlawan cinta, Wu Yifan."
.
.
.
Chanyeol terbangun merasakan sesuatu yang terasa berat menimpa tubuhnya. Kelopak matanya bergerak-gerak, dan perlahan membuka. Kemudian matanya melebar mendapati sosok Baekhyun yang tengah tersenyum malu-malu di atas tubuhnya.
"S-selamat pagi Chanyeollie~"
Tubuh Chanyeol menegang.
"B-Baekhyun?"
Bagaimana bisa? Seingat Chanyeol, mereka tidak tidur bersama semalam. Ia tidur dengan Tao. Dan Baekhyun seharusnya dengan Kris.
Baekhyun tersenyum manis. Ia begitu bahagia karena Chanyeol sudah memaafkannya. Chanyeol pasti merebutnya dari Kris semalam karena cemburu. Memikirkannya membuat Baekhyun terkekeh geli.
"Chanyeol seharusnya bilang kalau tidak mau aku tidur dengan Kris hyung. Tidak perlu merebutku dari Kris hyung saat aku sudah tidur."
Chanyeol menaikkan alisnya bingung. "Apa maksudmu?"
Baekhyun terkikik. "Hihi. Chanyeollie semalam pasti tidak bisa tidur karena memikirkanku. Dan akhirnya merebutku dari Kris hyung, benar 'kan?"
Chanyeol menggelengkan kepalanya, ia mulai mengerti apa yang terjadi. "Tidak, Baek. Aku tidak masalah kau tidur dengan Kris hyung, semalam pasti Kris yang memindahkanmu."
Senyum Baekhyun luntur. Ia menatap Chanyeol sedih, wajahnya memerah dan terlihat seperti akan menangis. "J-jadi C-Chanyeol tidak marah kalau a-aku tidur dengan Kris hyung?"
Chanyeol tersentak. Kenapa ia lagi yang disalahkan?
Baekhyun terisak, melihat Chanyeol yang diam saja akhirnya namja mungil itu turun dari kasur kemudian keluar dari kamar. Namun sebelum berhasil, Chanyeol sudah menarik bahunya, membalikan tubuhnya dan mendekapnya erat.
"Ssst... Baekhyun sayang, dengarkan aku dulu, oke?" ucap Chanyeol dengan suara rendahnya, sambil mengusap punggung dan rambut Baekhyun dengan lembut.
Baekhyun menyerukkan wajahnya di dada bidang Chanyeol, menghirup aroma namja jangkung itu –hal yang entah sudah berapa hari ini tidak dilakukannya. Ia mengangguk pelan, membuat Chanyeol tersenyum lebar.
Kemudian Chanyeol melepas dekapannya, menangkup wajah Baekhyun dengan kedua tangan besarnya yang hangat dan seketika membuat pipi Baekhyun merona.
Chanyeol tersenyum tampan. "Dengar, aku minta maaf atas sifat kekanakanku selama ini, Baek. Aku hanya tidak terima kau bermesraan dengan Sehun atau Kris. Aku cemburu."
Pipi Baekhyun makin merona mendengar alasan Chanyeol. "J-jadi Chanyeollie cemburu dan bukannya tidak peduli pada Baekkie?" tanyanya memastikan.
Dengan pipi merona dan hidung yang memerah karena habis menangis, Baekhyun sukses membuat Chanyeol gemas bukan main. Jadi tanpa peringatan, Chanyeol mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir tipis Baekhyun.
Mata Baekhyun membulat lucu, tidak menyangka akan mendapat ciuman dari Chanyeol. Ia pun memejamkan matanya erat, memutuskan untuk menikmati sentuhan bibir tebal Chanyeol yang terasa hangat.
Beberapa detik kemudian, Chanyeol menjauhkan wajahnya. Mereka saling bertatapan, dan kecupan di kening yang dilayangkan Chanyeol di keningnya membuat wajah Baekhyun makin memerah menggemaskan.
"Jadi, kita baikan, hm?" bisik Chanyeol dengan suara yang sukses melelehkan hati Baekhyun.
Baekhyun mengangguk pelan lalu kembali memeluk Chanyeol. Malu ditatap intens oleh Chanyeol. "Hmm... Lain kali Chanyeol tidak boleh berdekatan dengan yeoja lain, arasseo?"
Chanyeol merengkuh pinggang Baekhyun. "Ah, baiklah. Aku akan usahakan tidak main drama romance. Tapi kau juga jangan berdekatan dengan Sehun, Kris hyung, atau seme lain selainku."
Mendengar itu, sontak Baekhyun melepas pelukannya dan menatap Chanyeol kesal. "Waeyo? Chanyeollie, mereka 'kan temanku. Apalagi Sehunnie dan Kris hyung, kita satu grup bagaimana bisa tidak dekat?"
"Kalau begitu jangan melarangku main drama dengan yeoja lain. Mereka 'kan lawan mainku."
"YAA! ITU BERBEDA, YEOLLIE!"
"SAMA SAJA, BAEK!"
"BEDAAAAA"
"SAMAAAA"
"AAAAAA YEOLLIE MENYEBALKANNNNN"
"BYUN BAEKHYUN DIAMLAH ATAU KUTENDANG DARI DORM!"
"SUHO HYUNG JANGAN MEMBENTAK KEKASIHKU!"
.
.
.
FIN
Pertama-tama, aku mau minta maaf sekaligus berterima kasih buat readers yang menunggu ff ini. Aku bisa melanjutkan ff ini karena kalian. Maaf hasilnya mengecewakan, tapi ya kupikir lebih baik seperti ini daripada discontinued.
Sebenernya bagian ini udah kutulis lebih dari 11 bulan yang lalu, tapi aku kehilangan mood menulis. Hilang feel sama KrisBaek, dan akhirnya seperti ini. Tidak ada moment KrisBaek seperti yang udah kurencanakan sebelumnya. Dan aku sengaja gak bikin pengumuman tentang hal itu, memilih menghilang, supaya gak ada yang inget dan nungguin ff ini lagi karena entah kapan bisa update Jadi biar begini, sekalinya update tamat biar gak gantung, karena aku sendiri pembaca ff dan tahu rasanya digantung hehe
Sekali lagi terima kasih buat semua pembaca ff ini. Aku sangat senang dengan review kalian. JANGAN LUPA SELALU DUKUNG EXO. Tahun ini akan ada lebih banyak cobaan, so keep voting, streaming, beli album kalo bisa. Jangan urusi haters dan acara penghargaan yang selalu mencoba menjatuhkan EXO ya. Be mature, cukup dukung dan cintai EXO semampu kita karena itu lebih berguna
