Chapter 8 – Valentine's Day

.

.

.

Note: Kalimat percakapan berhuruf miring artinya diucapkan dalam hati oleh cast.

.

.

.

Baekhyun tidak tahu apa yang harus ia lakukan di hari Valentine besok. Ia sangat ingin memberikan kejutan atau hadiah untuk Chanyeol-nya.

"Tapi apa yang harus kuberikan?!"

Setelah beberapa menit berpikir, akhirnya Baekhyun berniat menanyakan saran teman-temannya.

Dengan semangat setelah berhasil mendapat ide untuk langkah pertamanya, Baekhyun meloncat turun dari kasur. Mencari selembar kertas dan pulpen dari laci meja nakas. Setelah mendapatkannya, tubuh mungil itu kembali meloncat naik ke atas kasurnya.

"Hm... Sebaiknya tanya siapa ya...," Baekhyun bergumam dengan pensil yang ia ketuk-ketukan ke dahinya. "Ah ya... Lulu hyung, Xiumin hyung... Um TaeNy noona? Yayaya... tanya mereka saja pasti berpengalaman..."

Setelah membuat list orang yang akan ia mintai saran, Baekhyun mulai mengirimi pesan satu persatu pada mereka. Ia terlalu malu untuk menelpon.

Drrt...

Oh ada yang sudah membalas!

Dengan semangat Baekhyun membuka pesan masuk tersebut.

Taeyeon noona: MAKING LOVE!

Taeyeon noona: Tidak ada hadiah terbaik untuk dominant selain kehangatan ㅋㅋㅋ

Telinga dan pipi Baekhyun sontak memerah membaca saran dari Taeyeon.

"Mwoya... Noona ini benar-benar."

Tiffany noona: Aigoo manisnya dongsaengku ini~

Tiffany noona: Tubuhmu hadiah terbaik untuk Chanyeol-mu

Baekhyun tiba-tiba menyesali dirinya yang bertanya hal seperti ini pada duo shippernya dan Chanyeol itu.

Baekhyun mengecek kembali pesannya, Luhan dan Xiumin hyung belum membalas.

"Pasti mereka sedang sibuk liburan... Aish bagaimana ini?!"

Baekhyun mengerang frustasi sambil berguling-guling di kasur. Membuat rambut sehalus kapasnya berantakan namun malah terlihat menggemaskan.

"Baekhyun hyung?"

Suara berat sang maknae kesayangannya membuat Baekhyun berjengit. Kemudian senyumnya merekah melihat sosok Sehun menghampirinya.

"SEHUNIE! KAU PENYELAMATKU!"

Atau malah sebaliknya?

.

.

.

.

.

Chanyeol baru pulang ke dorm tepat di hari Valentine. Seminggu yang lalu ia berada di rumah orangtuanya, menikmati liburan yang diberikan agensi mereka.

Keadaan dorm sangat sepi. Yah, EXO mendapat libur cukup banyak sehingga para member memilih menghabiskan waktu liburan bersama keluarga masing-masing. Namun Chanyeol yang tidak tahan berjauhan lebih lama lagi dari Baekhyun, meminta kekasihnya itu untuk kembali lebih cepat ke Seoul.

"Jadi, hanya aku dan Baekhyun di sini..."

Chanyeol tersenyum lebar, melangkah ringan memasuki ruang tengah dorm. Kopernya ia biarkan tertinggal di depan pintu masuk. Di tangannya terdapat sebuket bunga mawar dan sekotak coklat rasa strawberry. Tentu saja semua itu untuk kesayangannya.

"Baekhyun-ah aku pulang!" Chanyeol membuka pintu kamarnya dan Baekhyun.

"CHANYEOLIE!"

Baekhyun menghambur memeluk Chanyeol. Chanyeol terkekeh gemas mendapati Baekhyun yang sangat menggemaskan saat merindukannya. Sosok yang faktanya lebih tua beberapa bulan darinya itu mengusakan wajahnya di lehernya sambil membuat suara lucu seperti dengkuran kucing.

Baekhyun kemudian melepaskan pelukannya. Bibirnya mengerucut dengan mata menyipit kesal menatap Chanyeol yang lebih tinggi darinya. "Yeollie kenapa tidak membalas pelukanku?!"

Chanyeol tersenyum lebar kemudian menunjukkan benda yang semula ia sembunyikan di belakang punggungnya, yang menyebakannya tidak bisa membalas pelukan si mungil. "Tadaa! Happy valentine, Baekhyunie!"

Mata Baekhyun seketika berubah berbinar seperti puppy. "Wah! Strawberry!" pekiknya riang ketika netranya menangkap kotak berisikan coklat berwarna pink yang ia pastikan rasa buah kesukaannya. Kedua tangannya segera terjulur mengambil alih sekotak coklat itu, kemudian memeluknya erat.

Chanyeol tergelak, Baekhyun lebih memperhatikan coklat daripada sebuket bunga berukuran besar yang dibawanya!

"Ah ya... Baekhyun 'kan masih seorang lelaki...," gumam Chanyeol dalam hati.

Oke, tercatat sudah di kepala Chanyeol. Baekhyun-nya tidak butuh bunga untuk kejutan, tapi strawberry.

"Baek, aku juga membelikanmu bunga. Ini terimalah," Chanyeol menyodorkan sebuket bunga mawar yang dibawanya. Mendapat bisikan terimakasih dari Baekhyun saat ia menerimanya.

"Ah iya! Baek juga punya hadiah untuk Yeollie!" Tersadar dari pikiran -mari menyantap coklat strawberry menggiurkan ini- Baekhyun segera berlari menuju kasurnya. Mengambil sebuah toples dari bawah bantal setelah meletakkan bunga dan coklat dari Chanyeol di meja nakas.

Chanyeol mengernyitkan dahinya, penasaran dengan apa yang dipegang Baekhyun.

"Apa itu, Baek?"

Senyum Baekhyun merekah. Dengan senyum manis yang entah sudah berapa kali membuat Chanyeol berdebar, Baekhyun mengulurkan kedua tangannya yang memegang sebuah toples berisikan bergulung-gulung kertas warna-warni di dalamnya.

"Lihat! Hadiah spesial dari Baekhyunie untuk Chanyeolie!"

Chanyeol dengan senang hati menerimanya. Sebelum sempat membuka tutup toples, lengan Baekhyun sudah lebih dulu melingkari pinggangnya. Dengan pipi yang menyandar pada bahu tegap Chanyeol, Baekhyun mendorong tubuh besar itu perlahan dan membawanya duduk di kasur mereka yang sudah lama dingin.

"Buka dengan perlahan ya, Yeollie!" Baekhyun berucap riang, sambil menatap Chanyeol di hadapannya dengan penuh harap.

"Semoga Chanyeolie suka hadiahku!"

"Kkk~ arasseo, baby Baek."

Chanyeol pun perlahan membuka tutup toples tersebut yang dihiasi pita berwarna merah muda yang cantik. Kemudian meronggoh isinya, mengambil segulung kertas berwarna biru langit.

"Ayo baca baca!" Baekhyun berseru semangat.

Chanyeol kemudian membukanya perlahan dan membacanya. "Aku ingin pelukan hangat?"

Brukk

Sebelum dapat merespon apa yang ia baca, tubuh Chanyeol sudah lebih dulu diterjang oleh Baekhyun. Baekhyun naik ke atas pangkuan Chanyeol dan memeluk kekasihnya dengan erat.

"Pelukan hangat untuk Chanyeolie-ku hehe~"

Baekhyun berucap lembut di telinga Chanyeol. Dan tertawa hangat yang terdengar selembut kapas di telinga lebar Chanyeol.

"Shit! Baekhyun benar-benar minta dinodai!" Chanyeol mengerang dalam hati.

"Aigoo~ manisnya hadiah dari kesayanganku ini...," Chanyeol mendekap pinggang Baekhyun lebih erat setelah berhasil mengendalikan dirinya dari situasi tidak terduga ini.

Baekhyun tertawa senang mengetahui hadiahnya diterima baik oleh Chanyeol. Ia melepaskan pelukannya, kemudian turun dari pangkuan Chanyeol. "Ayo buka lagi!"

Chanyeol jadi penasaran dan ingin membuka semua gulungan kertas itu. Tangan besarnya pun mengambil kembali toples yang sempat terlempar ke ujung lain kasur karena terjangan pelukan Baekhyun.

"Aku ingin Baekhyun menciumku!"

Chup!

Baekhyun memundurkan tubuhnya setelah mencium kilat bibir Chanyeol. Chanyeol dengan wajah memanas melirik Baekhyun, dan oh my god!

Rasanya Chanyeol akan mimisan. Baekhyun terlihat begitu menggemaskan dengan posisi duduknya yang persis seperti seekor puppy yang ingin diperhatikan majikan. Dengan kaki bersila, kedua tangan lurus bertumpu ke depan pada kasur, dan wajah mendongak menatap Chanyeol dengan mata berbinar. Dalam imajiner Chanyeol, ada sepasang telinga anjing di kepala Baekhyun dan ekor yang mengibas ke atas-bawah.

"Yeollie? Kenapa bengong?!" Baekhyun memekik kesal merasa diabaikan. Bukannya melanjutkan membuka hadiah spesial darinya, Chanyeol malah terlihat melamun bodoh dengan mulut terbuka memandanginya.

"Eo? Oh ya..." Bak orang linglung, Chanyeol kembali membuka gulungan kertas selanjutnya yang ia dapat. Kali ini ia membukanya perlahan berharap mendapat jackpot dengan isi kertas yang bertuliskan "Aku mau tubuhmu" atau "Aku milikmu malam ini". Yah intinya Chanyeol berharap mendapat jatah di hari kasih sayang ini.

"Baek, kau akan melakukan apapun yang ada di dalam isi kertas ini, kan?" Chanyeol berhenti membuka gulungan kertas di tangannya. Ingin memastikan agar tidak terkena php.

"A-itu... Kalau mungkin yayaya akan Baek lakukan!" jawab Baekhyun ragu. Yah... Ia ragu karena sebenarnya bukan dirinya yang menuliskan semua isi kertas tersebut. Ia tidak tahu apa saja yang tertulis di sana.

Chanyeol menggeleng. "Ani! HARUS, BAEK. Aku tidak mau dikecewakan, oke?" Tentu saja, ia tidak mau kalau sampai gagal mendapatkan jackpot yang mungkin saja tertulis di salah satu kertas.

"Tapi mungkinkah Baekhyun menuliskan hal semacam itu?" Chanyeol ragu, tapi ya siapa tahu bukan? Baekhyun 'kan tidak terduga.

"Oke oke! Byun Baekhyun berjanji akan melakukan apapun yang tertulis di sana!"

"Call!"

Chanyeol pun dengan semangat membuka gulungan kertas. Dengan senyum lebar membacanya keras-keras.

"Aku ingin kau mencium Sehun 2 menit 30 detik!"

Mata sipit Baekhyun melebar mendengar ucapan Chanyeol. Chanyeol terdiam setelah selesai membacanya. Ia melihat kertas dan memastikan isi tulisannya.

"B-Baek ini..."

"Ayay captain! Baekhyun akan menuruti janji!" Baekhyun meloncat turun dari kasur. "SEHUNIEEEEE!"

"Ya ada apa Baekhyun hyung sayang?"

"BAEKHYUN TUNGGU!"

Chanyeol tersadar dari bengongnya dan segera melesat keluar dari kamar setelah menyadari semua tulisan tangan di kertas itu sungguh berbeda dari tulisan tangan Baekhyun.

"OH SEHUN KAU SIALAN!"

.

.

.

.

.

.

Next chapter naik rating, yes or yes?

Ditunggu reviewnya~

Apakah penulisan ff ini makin aneh atau lebih baik? Bcs aku sering bolak-balik tulis-hapus-mikir-tulis-hapus karena merasa aneh dan akhirnya close tab ㅠㅠ