" Akhirnya" Hermione menjatuhkan dirinya di sofa sambil menghela napas lega ketika melihat dekorasi Natal sudah menghiasi perapian rumahnya. Dia tersenyum puas ketika memandang sekelilingnya, dia sudah memasang karpet baru agar saat malam Natal mereka bisa berkumpul di depan perapian. Pohon Natal sudah berdiri di dekat perapian, kaos kaki sudah terjejer rapi di depan perapian dengan tulisan "POTTER" berwarna perak berpendar di atasnya.

" Well, hanya perlu belanja kado Natal" gumam Hermione sambil memikirkan hadiah apa yang tepat untuk diberikan kepada keluarga dan sahabat-sahabatnya. Dia sudah membuat setengah perkamen daftar kado yang akan dibelinya ketika dia merasa ada sesuatu yang menarik kakinya. Dia menunduk dan tersenyum mendapati mata hijau zambrut yang memandangnya.

" Mama!" Lily tertawa sambil memamerkan boneka Snoopy miliknya "Snop Snop" dia menunjukkan boneka itu pada Hermione.

" Hai, Lily" Hermione tertawa pelan " Kau suka dengan boneka Snoopy yang diberikan Grandad?" Lily hanya tertawa dan kembali mengangkat boneka itu untuk menunjukkannya pada Hermione.

" Well, kemari" Hermione mengangkat Lily yang memekik girang ketika dia duduk di pangkuan Hermione " Kau lihat? Mum sedang membuat list hadiah Natal"

" Nat nat?" Lily memandang Hermione dengan bingung. Hermione tersenyum, Natal tahun lalu Lily memang masih terlalu kecil untuk mengerti, mungkin dia bahkan sudah lupa.

" Ya, Lily, Natal" Hermione mengangguk " Lily ingat semalam kita menghias pohon Natal kan?" dia menunjuk pohon Natal di dekat perapian " Minggu depan Lily akan dapat banyak kado Natal"

" Ka'o?" Lily tersenyum " Snop snop?"

" Ya, Lily bisa berbagi kado mainanmu nanti dengan Snoopy" kekeh Hermione dan Lily mengangguk semangat sambil memeluk boneka Snoopy yang hampir seukuran dengan dirinya "tapi Mum juga perlu belanja Natal, jadi kita harus ke mall hari ini" dia menambahkan.

Lily duduk dengan manis di pangkuan Hermione sambil memainkan boneka Snoopy miliknya sementara ibunya menyelesaikan list hadiah untuk dibeli. Sekitar setengah jam kemudian Hermione tersenyum puas melihat daftar kado Natal yang akan dibelinya.

" Oke, Lily, Mum akan memakaikanmu mantel dan kita akan ke mall untuk belanja"

" Gum gum?" kata Lily, berusaha mengatakan gummy bear

" Ya, Mum akan belikan Lily gummy bear setelah belanjaan Mum selesai, okay?"

" 'kay" Lily membiarkan Hermione mamakaikan dirinya mantel. Hermione tersenyum senang dan memakaikan topi agar gadis itu tidak kedinginan.

Hermione mengambil kunci BMW M235i Coupe miliknya karena dia yakin dia perlu ke mall muggle dulu sebelum ke Diagon Alley. Setelah memastikan Lily sudah duduk di kursi bayinya dengan aman, dia mulai menyetir menuju mall muggle. Lily duduk dengan senang hati melihat salju di luar jendela yang turun perlahan sambil berceloteh dengan Snoopy, membuat Hermione tertawa pelan.

20 menit kemudian, Hermione memarkirkan mobilnya. Dia mengeluarkan stroller dari dalam mobil, memastikan dia punya segala yang dibutuhkan jika Lily mulai rewel lalu mendudukan gadis kecilnya ke dalam stroller itu.

" Oke, Lily, Lily main dengan Snoopy sementara Mummy akan belanja kado Natal, oke?"

" Gum gum"

" Oke, gummy bear juga" kekeh Hermione, mengecup puncak kepala gadis kecil itu.

Hermione menarik napas dalam-dalam ketika melihat mall yang sangat padat, nampaknya orang-orang juga sibuk berbelanja mengingat Natal sudah semakin dekat. Dia segera menuju ke bagian peralatan dapur untuk membelikan ibunya peralatan dapur dan sepatu yang ayahnya sempat bicarakan ketika Halloween, sebelum pergi ke bagian otomotif untuk membelikan Mr Weasley peralatan lengkap yang dia yakin akan membuat Mr Weasley kegirangan.

Satu jam kemudian, dia sedang memilih mantel untuk Mrs Weasley ketika ponselnya berdering, dia melihat nama orang yang menelponnya dan tersenyum.

" Daddy menelpon" Hermione berkedip pada Lily yang langsung tersenyum, dia mengangkat telepon itu dan menyodorkannya ke depan Lily.

" Dada!" pekik Lily membuat Hermione tertawa

" Wow, Lily terdengar sangat semangat" kekeh Harry ketika Hermione meletakkan ponsel di telinganya

" Aku tahu, aku sedang di mall mengajaknya berbelanja kado Natal" kata Hermione tersenyum senang " Untunglah dia tidak rewel, dia hanya duduk di stroller dengan boneka Snoopynya, hanya sesekali menunjuk barang yang menarik perhatiannya saja"

" Dimana mall mana kalian sekarang?" tanya Harry, lagi.

" Kau ingat mall dekat central park?" kata Hermione " Terkadang aku kemari dengan rekan kerjaku untuk minum kopi bersama" dia menambahkan.

" Ohh.. dan kalian sedang di toko apa?" lanjut Harry, mengerti.

" Aku sedang memilih mantel untuk Mrs Weasley" gumam Hermione sambil melihat antara mantel hijau gelap dengan merah maron di depannya " dan aku bingung karena banyak sekali pilihan warna disini" dia tertawa pelan " Harry?" dia mengerutkan kening ketika tidak ada sahutan.

" Aku rasa hijau itu cocok dengan Mrs Weasley" tiba-tiba terdengar suara pelan di dekat telinganya, sukses membuatnya memekik kaget.

" Harry!" Hermione meletakkan tangan di pinggangnya ketika melihat suaminya tertawa pelan " Kupikir kau bilang kau sibuk di Kementrian?" dia mengangkat alis.

" Dan melewatkan belanja Natal pertama bersama Lily?" balas Harry " Aku memulangkan mereka lebih cepat supaya aku bisa membantu istriku memilih kado Natal dan menjaga putriku, bagaimana menurutmu?" dia melingkankan tangannya di pinggang Hermione sambil balas mengangkat alis juga.

" Hmmm… aku suka mendengarnya" Hermione mengecup singkat bibir Harry " Lihat siapa yang memutuskan bergabung dengan kita, Lily" dia berkedip pada putrinya yang memekik senang semenjak Harry muncul.

" Hai, princess" Harry mengangkat Lily " Dad merindukanmu" dia menciumi wajah Lily dan membuat gadis kecil itu memekik geli.

" Dada! Gum gum"

" Oh, kau ingin gummy bear?" tanya Harry, tertawa ketika putrinya mengangguk dengan antusias " Daddy dan Mummy akan belikan setelah kami selesai belanja, Lily"

" Aku akan bayar ini dulu" kata Hermione, seraya mengambil mantel berwarna hijau itu dan meminta karyawan disana membungkusnya.

Harry memutuskan untuk menggendong Lily, dia memandang sekelilingnya dan diam-diam mengecilnya stroller putrinya itu dan memasukkannya di kantong setelah membiarkan Lily mengambil Scoopy nya untuk bermain.

" Sudah?" tanya Harry ketika Hermione kembali.

" Ya, hanya perlu membeli buku resep untuk Fleur saja" kata Hermione " Kurasa besok baru aku akan berbelanja di Diagon Alley, apa kau mau ikut?"

" Kau tahu orang-orang akan mengerumuniku begitu mereka melihatku" gumam Harry

" Aku berpikir tentang Polyjuice tapi kau membencinya" gumam Hermione

" Bagaimana kalau aku menjaga Lily di rumah? Jadi kau bisa lebih cepat berbelanja besok?"

" Kau tidak bekerja besok?" Hermione tersenyum

" Tidak, aku libur sampai tahun baru" Harry tertawa melihat istrinya yang antusias

" Oh, itu berita yang sangat bagus" balas Hermione " Kau pantas mendapatkannya, dapartemen Auror sangat bekerja keras tahun ini" dia menambahkan.

" Bagaimana kalau kau beli buku resep itu dan aku akan belikan Lily gummy bear?"

" Bisakah kalian juga belanja keperluan dapur?" Hermione merongoh sakunya untuk mengambil daftar belanja bulanan mereka " ada beberapa barang yang habis"

" Oke, kita bertemu di supermarket" Harry mengecup pipi Hermione ketika mengambil daftar belanja itu, sebelum berbicara dengan Lily yang antusias seraya menuju ke supermarkat

Hermione tersenyum lembut melihat mereka, dia tahu Harry tidak tumbuh besar dengan kedua orangtuanya. Suaminya itu selalu berusaha meluangkan waktu untuk bisa bersama Lily, dia selalu berkata ingin banyak hadir di hari-hari Lily terutama di masa pertumbuhannya.

" Kau punya keluarga yang indah" puji seorang wanita tua yang melihat pemandangan itu.

" Oh, terima kasih" Hermione balas tersenyum.

" Aku ingat bagaimana suamiku kadang menggerutu ketika diminta belanja tapi suamimu bahkan dengan senang hati melakukannya, kau wanita beruntung" kekeh wanita itu.

" Ya, dia suami yang luar biasa dan aku punya anak yang sangat manis"

Hermione mengangguk sopan kepada wanita itu sebelum menuju ke toko buku yang ada di dekatnya. Wanita itu memutuskan untuk membeli beberapa buku cerita untuk Lily juga untuk dibaca di malam Natal, setelah selesai dia segera menuju ke supermarket.

Dia menjelajahi beberapa entalase bahan makanan sebelum berhenti ketika melihat dua orang yang dia cintai. Hermione tersenyum ketika melihat Harry meminta pendapat Lily dengan menunjukkan dua sereal di depan putrinya yang duduk di kursi troli belanja.

" Mana menurutmu yang lebih enak, Lily?" kekeh Harry, Lily tertawa dan menunjuk salah satu sereal yang ada mainannya " Well, kau hanya mau mainannya, bukan?" dia tertawa

Hermione mengambil ponselnya dan mengambil foto mereka berdua sambil tersenyum geli. Nampaknya Harry menyadari hal itu dan segera menoleh, lega ketika itu bukanlah wartawan melainkan istrinya.

" Hai" Hermione tertawa dan mengecup pipi Harry dan Lily " Kalian terlihat menggemaskan" dia menunjukkan foto itu ke Harry yang tersenyum " Jadi apa Lily sudah membantumu memutuskan?"

" Yah" Harry mengangguk dan meletakkan sereal pilihan Lily, membuat Lily tertawa senang dengan pilihannya " Tinggal membeli beberapa snack"

" Aku rasa aku tidak menulis snack di sana" Hermione mengangkat alis

" Aku yang menginginkannya" Harry mengangkat bahu dan Hermione memutar bola mata " Oh ayolah, lagipula biasa kau juga menghabiskannya ketika kau bergadang"

" Well, aku tidak ada cemilan" Hermione mengangkat bahu dan kini Harry yang memutar bola mata " Oh, sudahlah" mereka terkekeh pelan.

Setelah mereka membeli cukup snack untuk mereka berdua dan Lily, Hermione mengangkat Lily dan troli sementara Harry membayar di kasir.

" Kau bawa mobil?" tanya Hermione

" Tidak, aku ber-Apparate" balas Harry seraya membawa belanjaan mereka

Hermione mengangguk mengerti dan mereka bersama-sama menuju tempat parkir. Harry memasukan belanjaan mereka di mobil belakang sementara Hermione duduk di kursi penumpang. Dia menunduk dan melihat Lily sedang berusaha tetap terjaga, matanya nampak sangat mengantuk. Hermione tersenyum dan mengusap punggung Lily perlahan dan pelan-pelan gadis itu mulai tertidur sambil memeluk Snoopy miliknya.

" Aku ingin Natal ini berjalan dengan berkesan untuk Lily, ini adalah Natal pertama dimana dia mulai mengerti arti Natal" kata Hermione ketika Harry menyetir keluar dari area parkir

" Ya, tahun lalu dia hanya tidur sepanjang Natal" kekeh Harry " Aku tak sabar melihatnya membuka kado-kado Natal"

" Aku yakin orangtuaku akan sangat memanjakannya, kurasa mereka akan membawa segunung hadiah" gumam Hermione

" Well, kita juga memanjakannya, Lily pantas mendapatkan yang terbaik" Harry berkedip

" Tentu saja" Hermione mengecup kening Lily " Kau sangat beruntung, princess"

Lily hanya meringkuk makin dalam di pelukan Hermione, masih belum mengerti betapa spesialnya dia menjadi anak keluarga Potter. Harry mengerling melihat dua perempuan yang paling dia cintai itu dan merasa hatinya menghangat. Ini akan jadi Natal terbaik.