Hermione membalik lembaran buku yang ada di hadapannya dengan perlahan sambil sesekali menyesap secangkir teh di sampingnya, dia tidak ingat kapan terakhir kali dia bisa sesantai ini. Ini baru akan menambahkan madu di tehnya ketika api biru menyala di perapian di depannya, dia mengangkat wajahnya dan senyuman lebar langsung menghiasi wajahnya ketika melihat sosok pria dengan rambut hitam berantakan keluar dari perapian itu.

" Harry" sapa Hermione, ringan " Apa yang kau lakukan disini? Bukankah kau harusnya ada di Kementrian?"

" Penangkapan para penyeludup bahan ramuan berbahaya sudah selesai dan diserahkan ke Dapartemen Keamanan Kementrian" kata Harry, mengecup singkat pipi wanita berambut cokelat itu " jadi Kingsley mengijinkan tim Auror untuk pulang lebih awal" dia duduk di samping Hermione setelah melepaskan mantelnya.

" Kau pasti sangat lelah" kata Hermione, menutup buku yang sedang dibacanya di meja.

" Tidak lagi setelah melihatmu" tukas Harry, membuat wajah Hermione sedikit memanas.

Hermione hanya tersenyum mendengar jawaban pria itu, Harry selalu berhasil membuat dia bersemu bahkan setelah mereka menikah dan memiliki James.

" Kulihat kau benar-benar memanfaatkan cuti yang diberikan Kingsley untukmu" Harry tersenyum melihat buku yang baru saja dibaca Hermione " Aku sempat curiga kau akan menggunakan cuti ini untuk melanjutkan membuat laporan dari rumah" dia mengangkat alis.

Hermione hanya tertawa, dia tidak perlu memberitahukan pria itu bahwa dia memang membuat laporan dari rumah dan baru saja menyelesaikannya sebelum memutuskan untuk rileks sejenak untuk membaca buku dan minum teh.

" James sedang tidur siang?" Tanya Harry, tidak melihat anak laki-lakinya itu dimanapun.

" Ya, dia di kamarnya tidur siang" Hermione mengangguk.

" Well, bagaimana kalau kita -?" Harry mendekatkan wajahnya.

" Ma!" tiba-tiba terdengar suara dari baby monitor di meja dan Harry mengerang sementara Hermione tertawa melihat reaksi pria itu.

" Dia selalu memilih saat yang tepat, bukan?" goda Hermione, mengecup bibir Harry sekilas sebelum bangkit dari sofa, meninggalkan Harry yang menghela napas namun tidak bisa menyembunyikan senyumannya.

Hermione menaiki tangga dan membuka pintu pertama dengan tulisan 'James' yang berbinar di pintu itu. Dia melihat putranya sudah berdiri di atas kasur sambil memegang kerangka yang mengelilinginya. Anak laki-laki itu langsung tersenyum melihat ibunya, mulai menghentakkan kakinya dengan semangat.

" Ma!"

" Mom disini, sayang" Hermione tersenyum dan mengangkat James dari tempat tidur itu.

Anak laki-laki itu langsung melingkarkan tangannya di leher Hermione, menenggelamkan wajahnya di lengkungan leher Hermione ketika Hermione mengusap rambut cokelat yang Hermione yakin juga akan seberantakan Harry di masa depan nanti.

" Ma!" James tertawa ketika Hermione menggelitiknya, membuatnya semakin masuk ke dalam pelukan Hermione.

" Mom menyayangimu" bisik Hermione, mengecup pipi James yang tertawa.

" Apa kalian sudah melupakanku?" terdengar suara Harry, pria itu sudah di ambang pintu dengan senyum lebar di wajahnya melihat kedua orang kesayangannya.

" Lihat siapa yang pulang lebih cepat hari ini, honey" kata Hermione, membalikkan tubuhnya agar James bisa melihat ayahnya.

Iris cokelat pria kecil itu nampak sedikit melebar dan dia nampak bersemangat melihat Harry yang sudah pulang ke rumah.

" Merindukan Daddy, little guy?" Harry mengambil James dari pelukan Hermione.

Dia melempar kecil James ke udara hingga anak itu tertawa keras sebelum memeluknya dan memberikan kecupan singkat di keningnya.

" Apa kau menjadi anak baik hari ini? Dad dengar kau bahkan tidur siang, huh?"

James hanya tertawa dan mengangguk, seolah mengerti apa yang dibicarakan oleh ayahnya itu sementara Hermione mengawasi mereka dengan tersenyum. Dia tahu Harry akan menjadi ayah yang baik, dia sangat menginginkan keluarga dan Hermione senang dia bisa memberikannya kepada Harry.

Pria itu tidak pernah merasakan hangatnya keluarga semenjak Voldemort membunuh kedua orangtuanya ketika dia berumur setahun, dia lebih tidak mengerti apa arti keluarga dengan bertahun-tahun diperlakukan buruk oleh keluarga Dursley yang tidak mengerti sihir. Meskipun Hagrid berhasil memperkenalkannya pada dunia sihir dan dia memiliki keluarga Weasley yang menyayanginya, Hermione tahu Harry menginginkan sesuatu yang dia sebut keluarganya sendiri dan wanita itu bahagia bisa membuat Harry merasakan perasaan itu.

" Jadi, bagaimana kalau kita mengunjungi Granpa dan Nana?" kata Harry pada putra tunggalnya itu, sukses membuat Hermione mengangkat alis " Kita sudah lama tidak mengunjungi orangtuamu, hari ini kita berdua tidak terlalu sibuk dan aku yakin James merindukan mereka" Harry tersenyum pada Hermione.

" Baiklah, apa aku perlu menelepon Mum untuk memberitahukan kita akan datang?" balas Hermione " Kita menyetir atau menggunakan bubuk Floo?"

" Bagaimana kalau menyetir? Rumah orangtuamu tidak terlalu jauh dan kita jarang menggunakan mobil kita" kata Harry, ringan disambut anggukan James " Lihat, bahkan James setuju" mereka tertawa.

" Baiklah, kau pergilah mandi sementara aku akan menggantikan pakaian James" kata Hermione, mengambil James dari gendongan Harry.

" Baiklah" Harry mengangguk, mengecup cepat Hermione dan James sebelum pergi ke kamar mereka untuk bersiap.

" Oke, Jammie, kau harus terlihat sangat tampan untuk Nana dan Granpa, Mum yakin mereka akan sangat sibuk denganmu" kekeh Hermione sambil menurunkan James di tempat tidur sementara dirinya mulai membuka lemari dan mencari pakaian yang cocok untuk putranya itu.

Beberapa menit kemudian mereka bertiga sudah ada di mobil dan Harry menyetir menuju ke kediaman Granger. Hermione memakaikan kemeja kuning kotak-kotak yang dilapisi dengan jumper biru, celana cokelat muda dan sepasang sepatu putih dengan strip hitam untuk James, anak laki-laki itu tampak sangat menggemaskan, dia yakin ibunya takkan melepaskannya begitu melihat cucu satu-satunya itu.

Hanya butuh setengah jam bagi mereka hingga sampai di sebuah rumah minimalis modern milik orangtua Hermione, mereka memiliki rumah yang cukup bagus mengingat karir mereka sebagai dokter gigi yang cukup ternama di daerah itu. Hermione membuka pintu mobil, menggendong James keluar dan membiarkan Harry memarkirkan mobilnya sebelum turun sambil menenteng tas berisi keperluan James.

Ting…tong…

Harry menekan bel rumah itu dengan senyuman yang sama lebarnya dengan Hermione. Pintu berayun terbuka dan terdengar pekikan kaget dari Helen Granger ketika melihat anak, menantu dan tentu saja cucu favoritenya datang berkunjung.

" Hermione! Harry!" Helen menatap mereka berdua bergantian dengan kaget " Owhh.. Jammie!" dia langsung mengambil James dari gendongan Hermione seperti dugaannya dan membawa pria kecil itu masuk " Nana sangat merindukanmu"

" Well, bahkan dia tidak mengundang kita masuk" kekeh Hermione serasa melepas sepatunya yang disambut kekehan Harry.

" Kau sudah bukan prioritasnya lagi" goda Harry sementara Hermione tertawa sambil memukul pelan bahunya

" Aku tidak bisa menyalahkanmu untuk mengatakan hal itu" tukas Hermione " Aku bahkan tidak mendapat pelukan!" dan Harry tertawa semakin jelas ketika menutup pintu depan.

Pasangan muda itu masuk dan melihat Helen sudah sibuk berbicara dengan James di sofa. James nampak menikmati perhatiannya dan terus tertawa ketika Helen merubah nada suaranya. Tak lama kemudian, Richard Granger muncul dari lantai atas, jelas sekali suara tawa cucunya sangat menarik perhatian.

" Lihat siapa yang datang berkunjung!" kata Richard bersemangat

" Dad" sapa Hermione namun Richard melewatinya

" Jammie!" Richard mendekati James dan ber-highfive dengan cucunya itu " Lihat, kau semakin tampan"

" Astaga" Hermione memutar bola mata meskipun bibirnya menghianatinya karena membentuk senyuman kecil " Apakah para pemilik rumah ini ingat untuk menyapa dan memeluk anak mereka?"

Richard, Helen dan Harry tertawa mendengar pertanyaan dramatis dari wanita muda itu.

" Kau akan mengetahui rasanya ketika kau mendapatkan cucu pertamamu, sweetheart" kata Richard, dia menghampiri Hermione dan memeluknya " Apa kabar, my little girl?" dia mengecup pipi Hermione dengan sayang.

" Kau tahu aku bukan anak kecil lagi, Dad" balas Hermione

" Kau akan selalu jadi gadis kecil ku" tukas Richard " Ah, Harry" dia mengangguk ringan kepada pemuda itu " Apa yang membawa kalian berdua kemari, huh? Kupikir kalian bekerja"

" Ya, tapi Kingsley memberikanku liburan dan kami memutuskan untuk memberikan Dobby waktu beristirahat" jawab Hermione " dan Harry pulang awal karena sudah menyelesaikan tugasnya, ini idenya untuk mengunjungi kalian" dia menjelaskan.

" Aku tahu kenapa aku sangat menyukaimu untuk menjadi menantuku, kau selalu punya ide yang tepat" kata Helen, membiarkan James berada di pangkuannya.

" Kau menculik putraku, Mum" Hermione tersenyum sambil memeluk ibunya dari belakang, memberi kecupan dipipi " Kau bahkan melupakan putrimu"

" Kau tahu aku takkan melupakan satupun dari kalian" Helen mengecup pipi Hermione

" Kalian tinggal untuk makan malam?" Tanya Richard pada mereka

" Ya jika itu tidak merepotkan" angguk Harry

" Kau tahu itu tidak benar, sayang, kami selalu ada tempat untuk kalian" tukas Helen " Bagaimana kalau kita memasak makan malam dan membiarkan para pria menjaga anak?" dia memandang Hermione yang balas memandangnya dengan mata berbinar.

" Ide brilian, Mom" balas Hermione dengan semangat

Richard mengambil alih James dari pangkuan Helen dan mulai mengobrol bersama Harry sambil mengawasi James yang bermain dengan mainannya. Helen dan Hermione mulai mempersiapkan makan malam, menikmati waktu ibu dan anak mereka.

" Aku merindukanmu, Mum" gumam Hermione, tersenyum sambil memotong wortel di hadapannya.

" Oh, Mum juga merindukanmu, kau harus lebih sering lagi berkunjung bersama Harry dan James" balas Helen, tersenyum.

" Memiliki James membuat aku semakin sadar betapa sulitnya membesarkan anak"

" Tapi kau menikmati setiap detiknya"

" Ya, kau benar, Mum" Hermione tersenyum " Setiap detiknya berasa berharga, aku belum pernah mengucapkan terima kasih padamu, pasti sulit membesarkanku dengan kesibukanmu sebagai dokter"

" Seorang ibu tidak akan pernah merasa terlalu sibuk untuk anaknya" tukas Helen " Mum senang kau datang dalam hidup kami, kami tidak bisa bayangkan jika kami hanya sibuk menjadi dokter tanpa memilikimu" dia melanjutkan

Hermione tersenyum pada wanita yang paling dia cintai itu sementara Helen mengusap pelan rambutnya sebelum lanjut memasak makan malam mereka. Mereka mengobrol mengenai banyak hal, berusaha mengisi waktu-waktu bersama yang jarang mereka miliki di tengah kesibukan masing-masing.

Mereka menikmati makan malam mereka lalu berkumpul di ruang keluarga dan James sangat menikmati perhatian yang diberikan oleh Granpa dan Nana-nya. Harry dan Hermione menonton interaksi mereka dengan senang, dia tahu betapa Richard dan Helen merindukan bermain bersama cucu mereka itu.

" Oh, dia sangat manis" bisik Helen ketika James tertidur di pangkuan Richard dengan buku cerita terbuka di depannya " Bukankah dia seperti Hermione? Dia selalu tertidur ketika kau bercerita untuknya"

Richard mengangguk, dia mengusap punggung cucunya itu dengan perlahan agar dia semakin terlelap dalam tidurnya.

" Aku yakin dia mewarisi otak ibunya" lanjut Richard " Kau lihat bagaimana matanya bersinar ketika aku mengeluarkan buku cerita tadi? Rasanya seperti melihat mata Hermione kecil kita dulu" dia mengerling pada Hermione yang tertawa pelan.

" Percayalah, dia akan membuatku membeli banyak buku cerita sebentar lagi" kata Harry " Aku rasa rumah kami kedatangan kutu buku yang baru"

" Ini sudah malam, kurasa kalian sudah harus pulang" Helen mengerling melihat jam di ruangan itu " Kalian akan menyetir atau menggunakan perapian untuk pulang? Richard bisa membawakan mobil kalian kembali ke rumah besok pagi kalau kalian ingin cepat tiba di rumah" Richard mengangguk setuju.

" Tidak apa, Mum, rumah kita tidak terlalu jauh" kata Harry sementara Hemione mengangkat James dari pangkuan ayahnya ke pelukannya.

" Kalian juga bisa mengunjungi kami kalau kalian merindukan James, kalian tahu itu bukan?" kata Hermione " Dobby akan senang kalau kalian berkunjung juga"

" Tentu, kami akan mengabari kalian" Helen mengangguk " Apa Dobby suka sweater rajutanku?" dia menambahkan

" Kau sudah bagaikan dewa di matanya" kekeh Harry " Dia sangat menyukainya dan tak berhenti mengucapkan terima kasih ketika melihat Hermione"

" Aku yakin dia akan senang menyampaikannya langsung padaku" lanjut Hermione " Oke, Mum, Dad, kami pulang dulu" dia memeluk kedua orangtuanya sebelum melangkah keluar rumah itu bersama Harry.

Mereka memasuki mobil dan melambai dari jendela ketika mereka berjalan semakin menjauh dari kediaman Granger.

" Aku tahu kau merindukan mereka" kata Harry sambil membelokan mobil mereka di ujung jalan itu " Kau bisa mengatakannya padaku kalau kau ingin mengunjungi mereka, aku yakin mereka merindukanmu juga"

" Bagaimana kau selalu tahu soal itu?" gumam Hermione, tersenyum kecil.

" Aku tahu dibalik sosok Kepala Dapartemen Pengawasan Makhluk Gaib, Pahlawan Dunia Sihir dan Penyihir Wanita Terbrilian di abad ini, kau hanyalah seorang gadis kecil mereka" kata Harry " Aku tidak memiliki orangtua sejak aku kecil, Hermione, aku ingin kau menikmati apa yang kau miliki"

Hermione tersenyum sedih mendengar kata-kata Harry, dia mengenggam pelan sebelah tangan pria itu yang sedang tidak memegang stir.

" Mereka juga orangtuamu, mereka juga menyayangimu seperti mereka menyayangiku, kau tahu itu bukan?"

Harry tersenyum dan mengangguk. Hermione memberikannya semua yang sudah dia impikan sejak kecil. Hermione menerimanya sebagai Harry, seorang pria yang mencintainya, bukan pahlawan dunia sihir ataupun sang anak yang bertahan hidup, dia bisa hanya menjadi Harry di mata wanita itu. Hermione memberikannya merasakan arti keluarga ketika dia menikah dengannya, dia merasakan seperti apa memiliki orangtua ketika dia memperkenalkannya dengan Helen dan Richard dan wanita itu juga yang memberikan dia kesempatan merasakan menjadi seorang ayah. Dia tahu bahwa dia adalah pria yang paling beruntung.