Name: Heroes From Another World
Author: Izanagi – no – Ookami
Genre: Friendship,
Rating: M
Disclaimer: Naruto dan Highschool DxD bukan punya saya
Pair: Naruto Uzumaki x Rias Gremory x Akeno Himejima sama Sasuke Uchiha x Sona Sitri x Tsubaki Shinra, Sakura Haruno x , Kakashi Hatake x Rossweise, and many pair inside
Chapter 5: FlashbackArc Part I: The Meeting of Konoha no Orenji Hokage and Crimson-Haired Ruin Princess
Naruto Uzumaki saat ini terbangun dan dia tersenyum setelah melihat gadis berambut merah crimson yang merupakan kekasihnya atau sekarang sudah menjadi istrinya karena paksaan dari Sirzech Gremory setelah dia mengalahkan tunangan dari istrinya itu yang bernama Raiser Phenex. Dia hanya menghela nafas saat melihat istrinya saat ini yang sedang tidur disebelah Naruto tanpa busana. Apakah mereka habis melakukan itu? Tidak… Hanya saja memang beginilah kebiasaan buruk Rias Gremory yang sudah menjadi istri sah dari salah satu pahlawan dari Perang Dunia Shinobi ke-4 ini yaitu selalu tidur tanpa memakai busana. Jika saja dia mesum seperti kedua senseinya, mungkin Naruto akan menyerang Rias dan mereka akan membuat sesi pembuatan adik untuk Aisha. Tapi Naruto mengenyahkan pikiran kotor itu dan bangun dari kasurnya
Naruto pun melihat wajah Rias yang tidur dengan nyenyak, dan itu membuatnya tersenyum. Kemudian dia membatin 'Entah kenapa aku jadi teringat masa lalu… Saat aku melakukan Training Trip bersama dengan ero-sennin. Kalau aku menolak ajakan ero-sennin untuk melakukan Training Trip dan berfokus untuk menyelamatkan Sasuke dari Orochimaru. Mungkin aku tidak akan pernah bertemu dengan Rias-chan, dan Aisha tidak akan lahir. Dan aku tidak akan mempunyai hal berharga untuk dijaga selain Konoha'
-Flashback-
Saat ini Naruto Uzumaki, sang genin dari Konohagakure dan juga Jiraiya, Gama no Sennin sedang berjalan menaiki sebuah perbukitan yang sangat tinggi yang berada di sekitar wilayah Hi no Kuni. Saat sudah sampai di atas, Naruto pun bertanya kepada Jiraiya kenapa gurunya ini mengajaknya kesini bukan melatihnya seperti biasa
"Hei, kenapa kau membawaku kesini ero-sennin? Seharusnya kau melatihku kan?" Tanya Naruto dengan memasang wajah sebal, tapi dalam hati dia selalu mengutuki senseinya yang membuatnya kelelahan karena harus menaiki perbukitan yang tinggi tanpa istirahat di tengah perjalanan
"Aku akan mengajakmu ke suatu tempat" Jawab Jiraiya dengan singkat
"Kemana?" Tanya Naruto yang penasaran akan tempat yang dimaksud Jiraiya
"Sudahlah, jangan banyak tanya gaki. Aku akan memberitahumu setelah kita sampai" Jawab Jiraiya, kemudian dia berjalan mendekati tepi jurang dan membuat Naruto terkejut dan berkata dengan nada panik "Woy, ero-sennin… Aku tahu kau frustasi karena sering ditolak baa-chan. Tapi tidak usah bunuh diri seperti itu juga kali. Kalau kau mati, yang mengajariku siapa?"
"Dasar bocah sialan!" Teriak Jiraiya, kemudian dia melanjutkan sambil menunjuk ke bawah tanah "Aku bukan mau bunuh diri… Tapi aku akan mengajakmu ke tempat yang kutemukan saat aku melatih Yondaime! Dan cara menuju ke tempat itu kau harus melompat dari jurang ini"
"Kau gila ya!" Teriak Naruto yang sudah menjauh dari Jiraiya, kemudian dia berteriak "A-Aku tidak mau mati ttebayo! Aku masih ingin membawa Sasuke pulang dan juga menjadi Hokage"
'Baka…' Batin Jiraiya yang sudah menggunakan rambutnya untuk memanjang dan melilit tubuh Naruto. Kemudian dia melompat dan Naruto pun ikut tertarik karena dia terlilit rambut Jiraiya dan membuatnya berkata "Uwaaa! Sialan kau ero-sennin"
Jiraiya pun mendarat di permukaan air karena dia telah melapisi chakra di kakinya supaya dia tidak terjatuh ke dalam air, dan dia melempar tubuh Naruto yang dililit rambutnya ke daratan. Naruto pun memegang kepalanya yang kesakitan karena pendaratannya yang tidak mulus karena lemparan dari Jiraiya
"Ugh…" Ucap Naruto yang memegang kepalanya karena kesakitan, kemudian dia melihat Jiraiya yang sudah naik ke daratan dan membuatnya berkata "Ini dimana, ero-sennin?"
"Selamat datang di kota Kuoh, Naruto" Jawab Jiraiya
Tapi Naruto menaikkan alisnya dengan ekspresi kebingungan karena dia belum pernah mendengar kota dengan nama seperti itu. Dia pun melihat Jiraiya dan berkata "Kuoh… Dimana itu? Aku tidak pernah mendengar kota dengan nama seperti itu?"
"Ini kota misterius yang kutemukan bersama dengan muridku, Yondaime Hokage beberapa tahun silam Naruto" Jawab Jiraiya, kemudian dia melanjutkan "Ini kota yang berbeda jauh dengan Konoha… Ini kota dengan gaya modern sama seperti kerajaan yang berada di dekat Sunagakure yang bernama Rouran yang sudah hancur pada Perang Dunia Shinobi ke-3. Tempat ini terhubung dengan Elemental Nations tapi gerbang yang menghubungkan kota ini dengan Elemental Nations hanya terbuka satu kali dalam jangka waktu 10 tahun. Jadi jika kita memasuki tempat ini dan kembali lagi ke Elemental Nations, maka kau tidak akan bisa kembali kesini dan harus menunggu 10 tahun lagi untukkembali kesini"
"Tapi kenapa kau mengajakku kesini ero-sennin?" Tanya Naruto
"Karena aku ingin melatihmu tanpa diawasi oleh mata-mata desa ninja lain Naruto. Karena aku lihat kita diawasi oleh ninja dari Kusagakure dan Takigakure sebelum kita pergi kesini. Tapi untungnya, aku berhasil membuat dua Kage Bunshin dan berubah wujud menjadi aku dan kau dan mengecoh mereka untuk berfikiran bahwa kita pergi ke tempat lain" Jawab Jiraiya, kemudian dia melanjutkan "Lagipula, selain latihan… Kau bisa refreshing disini untuk menenangkan pikiranmu, Naruto. Siapa tahu saat disini kau menemukan cinta sejatimu dan melupakan si rambut permen karet itu"
"Ero-sennin no baka!" Teriak Naruto dengan wajah yang memerah, kemudian dia melanjutkan "Aku kesini untuk berlatih demi membawa Sasuke ke Konoha juga untuk melawan Akatsuki. Aku tidak ada waktu untuk refreshing dan juga mencari kekasih seperti yang kau katakana itu"
"Terserah kau saja" Balas Jiraiya, kemudian dia melanjutkan "Tapi nikmatilah hari-harimu selama disini Naruto. Lagipula tempat ini aman dari Akatsuki yang terus mengincar nyawamu"
"Hn"
Naruto dan Jiraiya pun melanjutkan perjalanan dan Naruto takjub saat melihat gedung-gedung yang menjulang tinggi dan terlihat modern di Kuoh. Ternyata perkataan Jiraiya benar, tempat ini benar-benar lebih modern dari Konoha. Bahkan dia melihat benda roda 2 dan roda 4 yang dipakai untuk berkendara di Kuoh, tidak seperti mereka para shinobi yang harus berlari dan melompatu pohon untuk sampai ke tempat tujuan mereka
'Keren…' Batin Naruto yang melihat gedung-gedung tinggi di Kuoh 'Tempat ini benar-benar lebih modern daripada di Konoha bahkan Elemental Nations… Aku jadi iri pada Yondaime Hokage dan juga ero-sennin yang sudah pernah menginjakkan kakinya ke tempat ini'
"Apa yang kau pikirkan gaki?" Tanya Jiraiya
"Tidak ada ero-sennin" Jawab Naruto, kemudian dia menunjuk benda ronda 2 dan 4 yang menusuri jalan kota Kuoh dan membuatnya bertanya kepada Jiraiya "Kau tahu benda apa yang barusan melintas tadi?"
"Tentu" Balas Jiraiya, kemudian dia melanjutkan "Benda beroda dua itu adalah motor dan benda beroda 4 itu adalah mobil. Dua benda itu digunakan untuk teleportasi di sini"
"Owh…" Balas Naruto, kemudian dia berkata "Aku pikir mereka akan menggunakan kereta kuda seperti yang dipakai Koyuki-nee atau berjalan kaki seperti kita"
"Kan sudah kubilang tempat kita kalah modern dengan tempat ini Naruto" Ucap Jiraiya, kemudian dia melanjutkan "Ayo kita pergi"
"Hn"
Naruto dan Jiraiya pun menelusuri daerah di Kuoh untuk mendapatkan apartemen yang cocok untuk mereka tinggali, tapi saat mereka melintasi para warga di Kuoh… Mereka pun ditatap aneh oleh mereka, dan membuat Naruto serta Jiraiya bingung. Jiraiya pun menyadari bahwa pakaian mereka lah yang membuat mereka terlihat aneh karena mereka belum pernah melihat normal attire bagi para shinobi dan membuat mereka pergi ke toko baju untuk membeli baju baru untuk mereka. Naruto pun kesal karena toko itu tidak memiliki baju dengan mayoritas orange dan memilih baju jaket dan celana dengan warna hitam. Naruto pun terkejut saat melihat gurunya itu tidak mengambil uang di dompet Gama-chan miliknya dan membuatnya bertanya saat mereka sudah keluar dari toko itu
"Ero-sennin…"
"Hmmm…"
"Tumben kau membayar semua baju itu dengan memakai uangmu sendiri? Biasanya kau pelit untuk menggunakan uangmu dan mengambil uang dari dompet Gama-chan milikku" Tanya Naruto dengan nada curiga
"Aku sebenarnya ingin saja memakai uangmu supaya aku bisa bebas memakai uangku untuk membayar apartemen dan minum-minum di bar" Balas Jiraiya dengan tangisan yang dibuat-buat, kemudian dia melanjutkan "Tapi aku tidak bisa…"
"Memangnya kenapa?" Tanya Naruto
"Kau tahu kan kalau mata uang di tempat kita itu adalah Ryo?" Tanya Jiraiya
"Tentu saja aku tahu" Balas Naruto, kemudian dia melanjutkan dengan nada kesal "Kau pikir aku bodoh apa?"
'Memang…' Batin Jiraiya, kemudian dia melanjutkan "Sebenarnya aku tidak memakai uangmu karena mata uang disini dan di Elemental Nations itu berbeda"
"Maksudnya?" Tanya Naruto. Naruto ini memang unik, kadang dia bisa sangat pintar dan kadang dia bisa menjadi super bodoh. Jiraiya pun heran kenapa muridnya bisa mempunyai anak yang absurd seperti ini tapi apa mau dikata… Memang gen sifat dari Naruto kebanyakan diwarisi oleh ibunya, Kushina Uzumaki
"Tidak seperti Elemental Nations yang menggunakan Ryo sebagai mata uang… Disini, mereka menggunakan Yen sebagai mata uang. Jadi aku tidak bisa memakai uangmu, gaki" Jawab Jiraiya
"Oh, begitu" Jawab Naruto, kemudian Jiraiya pun memberikan sebagaian Yen untuk Naruto. Naruto pun melihat Jiraiya dan berkata "Kenapa kau memberikan uangmu padaku, ero-sennin?"
"Aku dengar kau ini selalu beruntung dalam permainan atau juga taruhan dari Tsunade, Naruto" Balas Jiraiya, kemudian dia melanjutkan "Uangku sudah menipis… Jadi, aku ingin kau menemukan casino disekitar sini dan memenangkan uang yang banyak untukku, OK"
"Apa!" Teriak Naruto dengan sangat kencang sampai-sampai menarik perhatian semua orang yang melintas disitu, kemudian dia berkata "Kau guru edan! Bu-Bukannya melatihku, kau malah memintaku untuk berjudi… Kau sinting ya ero-sennin, hmppptt"
Belum selesai, dia menyelesaikan perkataannya… Mulut Naruto pun dibekap secara paksa oleh Jiraiya dan membuat tatapan banyak orang yang melintas menatapnya dengan tatapan marah. Kemudian dia melihat para warga kota Kuoh yang mendeathglare-nya dan membuatnya merinding. Kemudian dia berkata sambil menyeret Naruto menjauh dari mereka "Maaf atas kelakuan muridku yang baka ini. Kami harus pergi dulu, dah minna"
Naruto pun berhasil melepaskan diri dari bekapan Jiraiya, tapi saat dia berjalan… Nasib buruknya pun mengambil alih dan dia bertabrakan dengan seorang gadis berambut merah crimsondan membuat mereka berkata dengan nada kesakitan "Ittaiii…"
"Naruto, kau tidak apa-apa kan?" Tanya Jiraiya yang sudah membantu Naruto berdiri
"Aku tidak apa-apa ero-sennin. Hanya saja kepalaku pusing saat berbenturan tadi" Jawab Naruto
"Rias, kau baik-baik saja?" Tanya gadis berambut dark blue ponytail pada gadis berambut crimson yang ditabrak Naruto
"Aku tidak apa-apa kok Akeno" Jawab gadis berwarna rambut merah crimson yang bernama Rias itu, kemudian dia melihat Naruto dan berkata "Maaf pemuda-san, aku tidak sengaja menabrakmu tadi"
"Tidak apa-apa" Balas Naruto yang sudah menghentikan pembicaraannya dengan Jiraiya dan juga dia mulai menoleh ke arah Rias. Dan dia langsung menegang saat melihat sosok Rias yang berada didekatnya dan dia pun berkata tanpa sadar "Rambut yang cantik…"
Wajah Rias pun memerah karena perkataan Naruto, kemudian dia melanjutkan "Terima kasih…"
Naruto pun menyadari perkataannya, kemudian dia berkata "Maaf telah berkata tidak sopan seperti tadi nona…"
"Rias… Namaku Rias Gremory" Balas Rias, kemudian dia melanjutkan "Tidak usah minta maaf begitu pemuda-san… Lagipula kau tidak berbuat macam-macam padaku kan, jadi tidak usah minta maaf"
"Terima kasih atas pengertiannya, Rias-chan" Balas Naruto dan perkataannya itu membuat wajah Rias memerah karena dipanggil dengan suffix-chan, kemudian dia yang menyadari perkataannya itu pun melamun dan membatin 'Ada apa denganku? Kenapa aku tiba-tiba memanggilnya dengan suffix-chan, aku kan baru kenal dengannya'
"Naruto, kita harus pergi. Kita harus mencari apartemen sebelum malam hari tiba" Ucap Jiraiya yang berusaha menyadarkan Naruto dari lamunannya, tapi dia tersenyum karena sepertinya dia melihat muridnya itu mulai tertarik pada si rambut merah di dekatnya itu. Kemudian dia teringat Minato dan Kushina dan membatin 'Apa kuning dan merah akan bersatu lagi ya?'
"Ah, iya… Kau benar ero-sennin, kalau begitu kami berdua pergi dulu…" Ucap Naruto yang sudah sadar dari lamunannya, kemudian dia melanjutkan "Sampai jumpa lagi Rias-chan"
"Sampai jumpa lagi" Balas Rias yang melambai-lambaikan tangannya pada Naruto. Setelah Naruto dan Jiraiya menghilang dari pandangan Rias, dia pun tertunduk lesu dan dia pun berkata "Dan aku belum menanyakan namanya…"
"Namanya Naruto, Rias" Balas sosok wanita yang berada disebelahnya yang bernama Akeno
"Kenapa kau bisa tahu, Akeno?" Tanya Rias
"Karena pak tua yang tadi bersama dengannya tadi telah menyebutkan nama dia dua kali Rias" Jawab Akeno, kemudian dia melanjutkan dengan nada menggoda Rias "Ara, apa kau tidak mendengarkannya karena kau terlalu fokus pada pangeran pirang yang kau temui tadi dan memuji rambutmu ya fufufufufu"
"Urusai Akeno!" Teriak Rias, tapi wajahnya tidak bisa dibohongi karena wajahnya saat ini memerah karena dia ketahuan tidak mendengarkan perkataan Jiraiya yang menyebutkan nama Naruto sebanyak dua kali karena dia tengah memikirkan sang blonde Genin dari Konoha itu dan dia pun berkata "Dan ayo kita masuk… Kita harus membeli baju keperluanku, kau, dan Koneko selama kita berada di dunia atas, Akeno"
"Hn"
Naruto saat ini berada di apartemen yang baru saja disewa oleh Jiraiya selama dia menetap sementara di sana untuk berlatih. Mereka pun bersantai cukup lama, tapi dia dibuat sangat jengkel pada Jiraiya yang menatapnya sambil tertawa nista. Melihat itu dia pun merinding dan berkata
"Ero-sennin, berhenti melihatku seperti itu… Aku bukan homo!" Teriak Naruto yang membuat Jiraiya terjungkal ke belakang karena kaget dan juga kesal bahwa Naruto mengira dia adalah homo karena tatapan yang diberikannya kepadanya
"Sialan kau gaki, aku juga bukan homo. Aku masih normal" Balas Jiraiya yang sudah kembali duduk dengan nada kesal
"Lalu kenapa kau menatapku seperti itu? Kau membuatku jijik tahu" Tanya Naruto
"Maaf gaki…" Balas Jiraiya, kemudian dia berkata "Aku hanya bangga saja padamu"
"Bangga karena apa?" Tanya Naruto
"Tentu saja bangga, karena kau dengan cepat sudah memikat hati seorang gadis. Seksi lagi" Jawab Jiraiya
Naruto pun wajahnya memerah karena teringat pertemuannya dengan Rias. Dia memang cantik dan terlihat seksi, apalagi kalau dilihat dari dekat. Tapi kemudian dia membantahnya dan berkata "Sialan kau ero-sennin! Jangan buat aku berpikiran kotor sepertimu… Lagipula aku belum tertarik dengan Rias-chan, hanya saja aku tertarik pada warna rambutnya. Entah kenapa, warna merah crimson cocok sekali dengannya"
'Haah… Kau sama saja dengan ayahmu, Naruto. Sama-sama penyuka perempuan berambut merah' Batin Jiraiya, kemudian dia berkata "Hey, gaki… Kalau begitu aku pergi, ada urusan yang harus aku lakukan"
"Lagi… Lalu latihanku bagaimana?" Tanya Naruto
"Kau istirahat dulu hari ini, kita berlatih mulai besok" Jawab Jiraiya
"Tch"
Dan sekali lagi, Naruto pun ditinggal oleh Jiraiya dengan alasan ada urusan… Padahal dia tahu urusan Jiraiya hanya dua saja. Pertama, dia minum-minum di bar. Kedua, dia sedang mengintip para gadis dan wanita di dalam onsen untuk referensi novel nistanya itu. Karena tidak ingin mati kebosanan di dalam apartemen, Naruto pun memutuskan untuk berjalan-jalan dan dia pun sampai di sebuah gedung tua dan melihat gadis berambut 15 tahun berambut merah crimson dan dark blue serta gadis loli berambut putih dan di depan mereka terlihatlah makhluk terjelek yang pernah Naruto liat selama karirnya menjadi shinobi
'Itu kan Rias-chan dan temannya yang tadi. Apa yang mereka lakukan disini' Batin Naruto, kemudian dia melihat sosok yang berada di depan Rias dan berkata 'What the fuck! Monster macam apa itu… Ini lebih menjijikkan dari yang pernah kuhadapi di Elemental Nations"
"Sebagai heir dari klan Gremory, aku kesini untuk membasmi kau iblis liar" Ucap Rias yang menatap monster itu dengan tatapan dingin nan menusuk. Membuat Naruto penasaran kemanakah sikap manis Rias tadi saat bertemu dengannya
"Kau yakin bisa mengalahkanku, little Gremory? Kau hanya bertiga saja kau tahu" Tanya monster di depan Rias dengan nada arogan
"Koneko! Coba kau serang dia" Ucap Rias yang mengabaikan pertanyaan dari monster di dekatnya
"Baik" Balas gadis kecil berambut putih itu, kemudian dia melesat ke arah monster itu
'Shit, dia mengingatkanku pada Sasuke… Dingin, datar, tanpa ekspresi' Batin Naruto, kemudian dia melihat Koneko menghajar monster itu dan mementalkannya sampai jauh. Membuatnya merinding dan membatin 'Gila! Kekuatannya mengingatkanku dengan baa-chan, kuat sekali"
"Akeno, giliranmu" Ucap Rias
"Baik Rias fufufufu" Balas Akeno, kemudian dia mengeluarkan listrik dari tangannya dan menyambar monster itu dengan listriknya tapi bukannya menghentikan serangannya, dia malah terus-menyerang monster itu sampai dia menjadi tidak berdaya dan tersenyum sadis
'Anko-neechan… Apa dia saudara jauhmu?' Batin Naruto yang wajahnya memucat saat melihat ekspresi sadis dari Akeno
"Ada kata-kata terakhir?" Tanya Rias
"Bunuh aku" Jawab iblis liar itu
"Dengan senang hati, Power of Destruction" Ucap Rias yang mengeluarkan kekuatan berwarna merah kehitaman dari tangannya dan melemparnya ke arah monster itu dan membuatnya meledak dan menghilang menjadi serpihan-serpihan kecil
Naruto pun terkejut atas serangan Rias itu… Tapi dia terkejut saat melihat ada sosok yang langsung menyerang Rias saat dia dan teman-temannya sudah mulai pergi. Melihat itu dia pun melesat dengan berlari ditambah kakinya dialiri chakra untuk menambah kecepatan larinya dan berhasil melindungi Rias dari serangan orang itu yang membuatnya kepalanya mengeluarkan banyak darah
Boooooommmm
Rias pun terkejut saat mendengar suara ledakan di belakangnya. Kemudian dia terkejut saat melihat Naruto yang sudah bangkit dari serangan iblis liar yang ingin menyerangnya. Naruto pun melihat Rias dan berkata "Kau tidak apa-apa Rias-chan?"
"Aku tidak apa-apa, Naruto-kun" Jawab Rias, kemudian dia membatin 'Darimana datangnya suffix itu tadi'
"Menyerang dari belakang itu adalah tindakan seorang pengecut kau tahu" Ucap Naruto yang dahinya sudah meneteskan banyak darah
"Naruto-kun, pergilah! Aku dan teman-temanku akan mengurusnya sendiri" Ucap Rias yang menahan tangis karena orang yang menjadi savior-nya tadi mengeluarkan banyak darah seperti itu
"Ah, ini bukan apa-apa. Aku sudah pernah mengalami luka yang lebih parah daripada ini" Balas Naruto yang teringat dirinya yang hampir mati saat melawan Kabuto dan Sasuke jika tidak ada bantuan Tsunade dan juga Kyuubi. Kemudian dia membuat handseal dan berkata "Sekarang, aku yang akan menjadi lawanmu makhluk menjijikkan. Kage Bunshin no Jutsu!"
Boooofff
Boooofff
Boooofff
Boooofff
Boooofff
Rias, Akeno, dan Koneko pun terkejut saat melihat Naruto bisa menggandakan dirinya. Kemudian Koneko pun membatin 'Dia bisa menggunakan chakra…'
'Sebenarnya siapa kau ini sebenarnya, Naruto-kun? Aku tidak pernah melihat manusia bisa melakukan hal ini' Batin Rias yang menatap Naruto dengan intens
'Ara, ara… Jadi dia bisa melakukan hal seperti itu. Kalau dia gunakan itu untuk bercinta dengan suatu gadis. It's will be fun fufufufu' Batin Akeno yang mengeluarkan pikiran liar dan mesumnya saat melihat kemampuan Naruto
"Aku tidak peduli kau itu bisa menggandakan diri atau tidak. Tapi aku akan membunuhmu, MANUSIA!" Teriak iblis liar itu yang langsung melesat ke arah Naruto
'Naruto-kun…' Batin Rias. Entah kenapa, dia sangat mencemaskan Naruto kali ini. Dia tidak tahu kenapa, tapi ini pertama kalinya dia khawatir seperti ini pada lawan jenisnya. Dia bahkan tidak peduli pada tunangannya yang bernama Raiser Phenex, bahkan dia berharap kalau sang heir Phenex itu bisa mati cepat… Agar dia bisa lolos dari pertunangan yang tidak dia inginkan itu
"Kau terlalu banyak omong" Ucap Naruto, kemudian dia dan para bunshinnya pun melakukan serangan taijutsu gabungan untuk mengalahkan musuhnya ini
"U..."
"Zu…"
"Ma…"
"Ki…"
"Naruto Rendan!"
Booooooommmm
"Arrrrgggghhhh!" Teriak iblis liar itu saat mendapatkan serangan bertubi-tubi dari Naruto
'Sugoi…' Batin Rias dan Akeno
'Dia kuat juga…' Batin Koneko
"Akhirnya selesai juga" Ucap Naruto, kemudian tiba-tiba kepala Naruto pun serasa ingin pecah dan membuat tubuhnya sudah jatuh dengan posisi terduduk dan tangan kanannya memeang kepalanya yang kesakitan 'Si-Sial, kepalaku sakit sekali. Aku terlalu memaksakan diri'
Pooofff
Pooofff
Pooofff
Pooofff
Pooofff
"Naruto-kun!" Teriak Rias, kemudian dia berlari ke arah Naruto dan membantunya berdiri "Naruto-kun, kau tidak apa-apa kan?"
"Aku tidak apa-apa Rias-chan" Jawab Naruto, kemudian dia melihat iblis liar itu yang sudah bangkit dan membuatnya membatin 'Cih, hebat juga dia…'
"Kau akan mati manusia rendahan!" Teriak iblis itu yang sudah melesat ke arah Naruto
Rias pun yang melihat itu langsung menyiapkan Power of Destruction di tangannya, tapi Naruto berkata "Bisa kau lepaskan peganganmu, Rias-chan?"
"Tapi Naruto-kun, kau sedang terluka. Aku tidak ingin penyelamatku kenapa-napa" Ucap Rias
"Jangan khawatir, aku terlalu bodoh untuk mati secepat ini" Balas Naruto, kemudian dia melihat mata Rias dengan intens dan berkata "Percayalah padaku…"
Rias pun melihat mata Naruto yang terlihat seperti mata seorang ksatria. Dengan itu, dia melepaskan pegangannya pada Naruto… Dan Naruto pun langsung membuat handseal yang sama seperti yang dia lakukan tadi "Kage Bunshin no Jutsu!"
Booofff
Naruto pun membuat satu bunshin di sebelahnya dan membuat ketiga gadis disebelahnya membatin 'Jurus itu lagi…'
Naruto melihat bunshinnya dengan serius dan membuatnya berkata "Ayo kita lakukan…"
"Baik oyabun" Balas bunshin dari Naruto
"Rotation…"
"Power…"
"Shape…"
Setelah Naruto mengucapkan kata ketiga, terbentuklah benda berwarna biru dan berbentuk bola kecil dan membuat Rias, Akeno, dan Koneko membatin 'Benda apa itu?'
Poooofff
Naruto pun melesat ke arah iblis liar itu yang juga melesat ke arahnya dan dia pun berkata "Rasengan!"
Naruto pun menghujamkan Rasengan miliknya ke perut iblis liar itu dan membuatnya terlempar jauh dan berputar-putar karena efek Rasengan dari Naruto dan membuat iblis liar itu hancur perlahan-lahan dan membuat para gadis di belakang Naruto terkejut atas serangan Naruto. Naruto pun menyeringai atas kemenangannya, tapi tubuhnya tidak bisa menahan diri lagi dan membuatnya terpaksa terjatuh ke tanah yang dingin di bawahnya
"Naruto-kun!" Teriak Rias yang melihat Naruto. Dia pun berlari ke arah Naruto bersama dengan Akeno dan Koneko. Setelah dia sampai di tempat Naruto, dia pun berkata "Naruto-kun… Bangun"
Tapi tidak ada respon dari Naruto, dan itu membuat Rias menangis karena dia takut kehilangan teman barunya dan juga penyelamatnya ini. Koneko yang melihatnya pun berkata "Rias-sama, dia kehilangan banyak darah karena luka dikepalanya. Kau harus mereinkarnasikannya, sebelum dia tewas"
"Aku tidak akan mereinkarnasikannya" Balas Rias
"Rias, apa kau yakin? Kalau kau tidak melakukannya, maka Naruto-san benar-benar akan tewas" Tanya Akeno
"Sudah aku bilang, aku tidak akan mereinkarnasikannya! Aku akan menyembuhkannya sendiri" Jawab Rias yang sudah menghapus air matanya dan dia pun memapah Naruto dan dia pun melihat Akeno serta berkata "Kau tahu dimana, Naruto-kun tinggal… Akeno?"
"Dia tinggal disebelah apartemen milik kita Rias" Jawab Akeno, dan perkataan itu membuat Rias terkejut. Melihat itu Akeno pun menghela nafas dan berkata "Aku tahu karena aku melihat pak tua yang bersamanya itu keluar dari kamar apartemen disebelah kamar milik kita Rias"
Setelah mendengar itu, tanpa basa-basi… Rias pun langsung menggunakan lingkaran sihir klannya untuk menteleportasikan dirinya dan Naruto ke kamar apartemen milik Naruto. Dan beruntungnya, dia… Dia belum melihat Jiraiya ada dirumah. Jadi dia langsung membawa Naruto ke kamarnya, dia pun melepas semua baju Naruto dan dirinya, kemudian dia berkata "Tetaplah hidup, Naruto-kun… Aku tidak ingin kehilangan teman baruku
Rias pun mengobati Naruto dengan cara menyalurkan kekuatan iblisnya ke tubuh Naruto, tapi dia cukup terkejut karena dia tidak perlu menggunakan banyak energinya untuk menyembuhkan Naruto. Karena dia merasa ada kekuatan lain yang ikut membantu menyembuhkan luka Naruto… Setelah selesai dengan urusannya, dia pun tertidur disebelah Naruto tanpa busana yang menutupi tubuh indahnya. Saat pagi tiba, Naruto pun bangun dan dia mengingat-ngingat kejadian yang terjadi dengannya semalam
'Perasaan aku kemarin habis bertarung melawan makhluk menjijikkan yang gila… Kenapa aku bisa disini, apa ero-sennin yang membawaku' Batin Naruto yang sedang memikirkan kejadian semalam
"Ohayou, Naruto-kun…" Ucap Rias yang sudah bangun dan dia senang melihat Naruto sudah sembuh
'Rias-chan…' Batin Naruto yang shock saat melihat tubuh Rias yang tidak ditutupi busana apapun dan dia juga melihat bahwa dirinya juga dalam keadaan yang sama dan membuatnya membatin 'Jangan bilang kalau kami habis melakukan itu…'
"Rias-chan…" Panggil Naruto yang mencoba mengalihkan pandangannya dari oppai Rias yang sepertinya sedang mencoba menantang birahi dari Naruto Uzumaki
"Ya, Naruto-kun" Balas Rias
"KENAPA KAU BISA BERADA DIKAMARKU? DAN KENAPA TUBUH KITA BERDUA TELANJANG?" Tanya Naruto yang sudah kehilangan sikap tenangnya dan panik karena dia takut bahwa baru satu hari dia berada di kota ini… Dia sudah menghilangkan keperawanan gadis berambut merah yang merupakan teman barunya di kota baru ini
-To Be Continued-
AN: Nah ini, maaf kalau beberapa chapter kedepan… Fic ini akan dipenuhi flashback dari Training Trip Naruto. Dan ini menjelaskan tentang kejadian hubungan NaruRias dan juga disini belum ada Yuuto karena dia belum bergabung saat ini. Jadi yang ada hanya Rias, Akeno, dan Koneko. Ane tau ini hanya flashback saja tapi ane harap kalian masih bersedia membaca dan mereview cerita ini. Dan soal lemon… Hmm, mungkin di chap akhir Flashback Arc ini sehari sebelum dia kembali ke Elemental Nations
Review:
Hyuuhi Ga Ara: Hinata dark dan jadi salah satu musuh Naruto dan Sasuke bersamaan dengan Toneri
Kazehaya Eito: Kalo Dei sama Saso ada nanti tempat Rias atau markas Naru bakal diledakkin sama wong sinting ini. Karena menurut Dei kan seni itu ledakan, booommm
Ryusuke RootWood: Boleh juga tuh, lagipula mereka bertiga senpai Naruto dibawah bimbingan Jiraiya. Hinata jadi antagonis, udah logis kok… Dia benci karena perasaan dia enggak pernah direspon sama dia, tapi Naruto enggak pernah ngasih penolakan atas pernyataan cintanya saat Naruto VS Pain, apalagi Naruto enggak pernah ngasih tau dia punya gadis yang dia sukai. Kaguya no! Dia udah disegel sama NaruSasu. Madara, no! Dia udah mati. Toneri boleh juga tuh, Hinata manfaatin rasa cinta Toneri ke Hinata untuk membalaskan dendamnya pada Naruto dan juga Rias. Jiaah vroh, Rias-nya aja mau dihamilin Naruto karena udah cinta… Mau diapain lagi
Wid: Ane milih Akeno karena dia sahabat Rias dan juga saat di Training Trip… NaruAkeno enggak kalah dekat dari NaruRias. Kalo Sara nanti sama mantan Kazekage, ane buatnya
Azriel Re-seevign: Oh terima kasih flamenya. Tapi kalo mau nipu orang jangan disini vroh. Malu-maluin aja. Sejak kapan bang Azriel nge-review fic ane, kalo review juga dia cuma ngucapin satu kata, lolz… Kami semua korbanmu udah tahu kali kebiasaan bang Azriel… Jadi trik anda gatot di mata saya. Wassalam
OnixDragon: Dia suka pada pandangan pertama sama Sasuke kan belum tentu jadian, vroh. Itu juga si Sasu wajahnya memerah karena shock saat dipeluk dua gadis didepan banyak orang, dia belum suka sama Sona tapi cuma malu saja. Kalau Jinchuuriki of Youkai Academy, ane lagi nunggu ide dulu nih tentang Akasha Bloodriver, ibu dari Moka. Soalnya di wiki, katanya rambut pink Moka(Omote Moka) adalah jiwa dari ibunya yang disegel di Rosario miliknya, tapi ane masih bingung bikinnya
Reyfani359: Boleh saja, thanks atas sarannya
Hany Hyuuga: Hinata tetep jadi antagonis, sorry… Soalnya ada alasan yang buat dia jadi begitu
Esya27BC: Entah, vroh… Ane bingung, soalnya ane masukkin NaYaKo biar Naruto punya waktu banyak sama para senpainya, soalnya dia cuma pernah ketemu sama Nagato dua kali, dan juga Konan aja di canon
Sajudnaufal302: Ane akan berusaha ngejawab semua pertanyaan ente
Bukan, NaruSasu pergi kesana 1 tahun setelah perang. Kan The Last, dua tahun setelah perang
Rias ketemu Naru di dunia DxD… Akan dijelaskan di Flashback Arc
Bukan, Naruto pertama suka sama Rias karena rambut merahnya tapi dia enggak tau kenapa dia bisa sangat suka sama warna rambut Rias. Tapi setelah Rias tahu identitasnya sebagai Jinchuuriki, tapi dia tidak membencinya begitu juga sebaliknya saat Naruto tau Rias itu iblis padahal Naruto sangat benci dengan iblis atau monster karena sering dianggap Demon Child di Konoha… Apalagi Rias enggak kaya Sakura yang main asal pukul kalo Naruto salah sedikit saja. Membuat mereka saling mencintai
NaruSasu bukan direinkarnasikan. Tapi Naruto jadi King dari peeragenya sendiri dan membuatnya bisa mereinkarnasikan Sasuke sebagai peeragenya… Lagipula Evil Pieces akan bisa mereinkarnasikan orang yang kekuatannya dibawahnya atau setara sama King-nya, makanya itu Naruto bisa mereinkarnasikan Sasuke
Yang ane samain dengan All-Killing Ash Bones bukan Power of Destruction-nya loh, tapi skill Ruin of Extinct milik Sirzech yang bisa menghancurkan semua bagian tubuh dari dalam jika terkena jurus itu. Kalau Power of Destruction punya Sirzech yang biasa juga bisa ditahan sama Uchiha Gaeshi, Mizukagami no Jutsu, atau Bijuu Tatsumaki
Guest: Lah, Naruto aja yang baik di Road To Ninja bisa dibuat versi jahatnya… Kenapa Hinata tidak? Lagipula alasan Hinata cukup kuat untuk menjadi antagonis… Dan jadi harem Naru, jangan bercanda lah gan. Apakah Hinata yang sudah disakiti hatinya oleh Naruto karena perasaannya meskipun Naruto enggak ngerti kesalahannya dimana, tapi dia malah mempunyai perasaan pada gadis lain akan menjadi wanita murahan dan maksa Naru untuk menjadikannya kekasihnya? Jawabannya adalah tidak dan Hinata akan membalas dendam pada Naru karena telah mempermainkan perasaannya
Sukez: Kagak, tapi Naruto dan Yamato ngerahasiain hal ini dari Sai, Sakura, dan Tsunade
Damrieo: Salahin saudara ane dong coy, jangan ane
Kanzaki Yuki: Kayaknya NaruSasu enggak bakal sekarat sama Cao-Cao deh… NaruSasu kan udah kuat apalagi kalau Naruto udah make Ashura Battle Form yang Kurama-nya jadi berkepala tiga dan juga bertangan enam dan Sasuke ngeluarin serangan panah Indra dari Susanoo miliknya. Dan Rizevim, kalo muncul juga pasti lama banget coy
Michael Gabriel: Iya, karena dia disakiti hatinya sama Naru + Dia dikompor-komporin sama Toneri
TheFourtySeventh: Kalo Sara kekuatannya Ninjutsu elemen yang bisa make 5 elemen dasar karena bantuan Hagoromo sama Kenjutsu, Genjutsu, Taijutsu, dan Medic-Nin. Hinata enggak masuk Khaos Brigade, karena dia enggak suka diperintah dan dia hanya mau satu tim dengan Toneri saja. Ane sih rencananya mau buat dia memiliki Tenseigan seperti Toneri
Aditya Pratama 081131: Enggak, dia duo aja sama Toneri
Kage Bunshin: Anebuat mereka semua dateng ada alasannya. Kalau Issei ane kasih peran juga kok, tenang aja. Kalo peerage Naru dari dunia DxD agak gimana gitu. Kalo dari Naruto, kan mereka udah bisa bekerja sama dengan baik
Fumoriki: Thanks. Masih belom ad aide
XXX GHOST XXX: Hidan dan Deidara enggak masuk karena takut ngerusuh kalo dimasukkin
Aska Van Hellsing: Itu typo, harusnya satu tangan kaya Haku. Dia udah berlatih menggunakan handseal dengan satu tangan saat berkelana habis perang. Ini dunianya Shinobi DxD loh gan, tapi karena suatu hal bagian Shinobi-nya bakal hancur. Yang nonton The Last pasti tau hancurnya kenapa
Namikaze Nagato: Sebenarnya ane buat twist disini, ane kagak buat Minato buat menghilangkan ingatan Naruto dan Yamato tentang Sara dan Rouran… Tapi mereka dipaksa berjanji sama Minato untuk merahasiakan hal ini dari siapapun
Zhai Beh: Kayaknya enggak bisa deh. Soalnya tangan Sasu itu ane buat special, sama seperti Naruto. Jadi dia tidak bisa disembuhkan dengan apapun, keculi dipasang tangan palsu artificial yang dibuat dari sel Hashirama
Muhammad Ramadhan 94695459: Thanks
Unknown Name: Bukan cemburu aja, dia benci karena perasaan dia enggak direspon-respon dan tiba-tiba Naruto kabur dari Konoha untuk menyusul kekasihnya yang bahkan tidak pernah dikasih tau ke teman-temannya kecuali anggota Tim 7 yaitu Sakura dan Kakashi
Namikazeall: Naru bisa Bijuu Mode. Hinata enggak bakal masuk Khaos Brigade… Dia enggak suka mendapatkan perintah dari seseorang
Putra Uzumaki: Tentu saja
Darknamikaze: Kurang cocok, gimana? Pas ane tulis alasan Hinata jadi antagonis di buku fanfic ane… Ane juga ngerti kok kenapa dia jadi begitu
Ero-Azazel: Thanks vroh
Nama: Pair Sara itu Gaara
Devan Boy Steln: Kan udah ente bilang, tembok dan tembok cocoknya sama tembok juga #Plaaakkk. Sebenarnya ane mau buat begitu, tapi kalau ane buat begitu nanti Itachi gelut lagi sama Sasuke karena si Itachi di fic ini suka sama Serafall. Overkill… Masa sih? Raiser aja abis kena itu masih belum pingsan, Cuma tergeletak aja. Kalo pake Shinra Tensei nanti jadi quick win vroh, tapi enggak pake sama aja sih #Plaaakkk. Ya, jadi begitulah… Karena Chouji dan Shino kurang menarik ceritanya untuk dieskpos enggak kaya Shika atau Kiba dan Neji
Kainan: Lah, ane masukkin Yahiko, Nagato, sama Konan juga reuni sama Naruto sesama murid dari jiraiya. Kalau Shisui yang terlalu overpower, Genjutsu miliknya kan bisa mengendalikan pikiran orang kalau dia mau
Ayub Pratama 792: Iya, dia sakit hati karena Naruto enggak ngebales perasaannya dan kabur demi bertemu Rias. Hidan dan Kakuzu kan jahat vroh, udah di ET dan belum dikendaliin sama Kabuto aja udah jahat… Jadi enggak bisa dimasukkin. Apalagi Kakuzu dendam banget sama Naruto sama Kakashi yang udah bikin dia tewas dan Hidan dendam sama Shikamaru
Dragon D: Yakin lah… Buat apaan ane buat cerita kalo ane gak yakin. Dan please jangan pengaruhi pikiran ane dengan permintaan kalian untuk mengubah Hinata yang akan dijadikan antagonis berubah jadi protagonist… Ane udah tahu apa jadinya kalo ane buat Hinata jd protagonist. Nanti reader lain ngelunjak dan minta Hinata jd harem Naruto padahal pasangan Naruto udah fix Rias sama Akeno. Dan kata siapa Hinata enggak cocok jadi evil… Naruto aja bisa mulu dibuat evil padahal kalo di canon dia enggak bakal begitu
Guest: Keseimbangan dunia shinobi maksudmu… Dunia itu aja nanti bakal hancur bentar lagi karena ulah Toneri Otsutsuki
Jeff: Cuma jadi peerage dan keluarga Naru aja kok… Sakura udah ane gak buat suka sama Sasuke abis dia dibunuh di dalam Genjutsu milik Sasuke dan Hinata ane udah males nyeritain alasannya dia enggak bakal suka sama Naru lagi. Fraksi manusia? Ya, Naruto dan Sasuke lbh cepet matinya karena umur manusia dan para makhluk supernatural tergolong jauh
Nah karena nanti NaruSasu bakal ane rubah menjadi iblis… Ane bakal buat susunan Evil Pieces-nya
King: Naruto Uzumaki
Queen: Sara
Bishop: Sakura Haruno, Karin Uzumaki
Rook: Rock Lee, Gaara
Knight: Sasuke Uchiha, Kakashi Hatake
Pawn: Shikamaru Nara, Sai, Yamato, Nagato, Obito, Itachi
Buat Gaara, Shikamaru, Sai, Kakashi, dan Sakura bakal ane jelasin kenapa bisa dateng ke dunia DxD di chapter mendatang. Sara ane buat special, ane soalnya suka char Sara meskipun di fic ini gak bakal jadi pasangan Naru. Obito sama Itachi sudah masuk dan juga Yamato ane masukkin agar Tim 7 bisa berkumpul lagi. Jadi sekarang… Apa ane harus memasukkan Nagato, Yahiko, dan Konan?
