Name: Heroes From Another World
Author: Izanagi – no – Ookami
Genre: Friendship,
Rating: M

Disclaimer: Naruto dan Highschool DxD bukan punya saya

Pair: Naruto Uzumaki x Rias Gremory x Akeno Himejima sama Sasuke Uchiha x Sona Sitri x Tsubaki Shinra, Sakura Haruno x , Kakashi Hatake x Rossweise, and many pair inside

Chapter 7: Flashback Arc Part III: Confession

Sehari setelah Naruto mengetahui elemen dasarnya karena bantuan Jiraiya… Dia yang sudah bangun dari tidurnya dan memakai bajunya yang sudah rapi langsung saja disambut oleh Jiraiya yang langsung saja melemparkan 2 gulungan pada Naruto dan dia pun menangkapnya.

"Gulungan apa ini?" Tanya Naruto.

"Itu gulungan jurus Futon dan Suiton yang aku kumpulkan dari pengembaraanku." Jawab Jiraiya, kemudian dia melanjutkan "Tapi belum saatnya kau menguasai jurus-jurus itu."

"Kalau aku belum bisa menguasainya kenapa kau memberikan padaku sekarang ero-sennin!" Teriak Naruto pada gurunya.

"Entah, ayo kita latihan diluar saja…" Ucap Jiraiya.

"Ero-sennin, latihan diluar… Apa kau yakin? Bagaimana kalau ada yang melihat kita?" Tanya Naruto, kemudian dia melanjutkan "Apa kau lupa kita sekarang bukan berada di Elemental Nation?"

"Aku tahu itu, makanya aku akan menggunakan Kekkai." Jawab Jiraiya.

Naruto dan Jiraiya pun keluar dari apartemennya yang luas, dan dihalaman belakang apartemen yang luas itu mereka pun berlatih setelah Jiraiya memasang Kekkai miliknya. Jiraiya pun mengambil beberapa daun dari sebuah pohon dan memberikannya kepada Naruto.

"Untuk apa daun-daun ini ero-sennin?" Tanya Naruto.

"Lakukan saja yang seperti kau lakukan kemarin." Jawab Jiraiya, kemudian dia melanjutkan "Latihan itu dilakukan untuk mempertajam serangan Futon milikmu."

Naruto pun berkonsentrasi dan melakukan hal yang diperintahkan Jiraiya, dan dia mulai berkonsentrasi. Saat dia berkonsentrasi, dia merasakan sesuatu terjadi pada daun ditangannya dan benar saja sudah terpotong menjadi dua.

Jiraiya yang melihatnya pun berkata "Kerja bagus Naruto… Sekarang gunakan Kage Bunshin milikmu."

"Memangnya kenapa ero-sennin?" Tanya Naruto.

"Aku akan memberitahukan rahasia jurus pamungkasmu itu kepadamu, Naruto." Jawab Jiraiya.

"Rahasia apa?" Tanya Naruto.

"Coba buat satu Kage Bunshin…" Balas Jiraiya, kemudian dia membuat handseal dan berkata "Kage Bunshin no Jutsu!"

Boooooffff

Bunshin Jiraiya pun muncul disebelah Jiraiya. Naruto yang melihatnya pun berkata "Yosh! Giliranku, Kage Bunshin no Jutsu!"

Boooooffff

"Lalu apa yang harus aku lakukan ero-sennin?" Tanya Naruto.

"Kau lihat saja gaki." Jawab Jiraiya.

Bunshin Naruto dan bunshin milik Jiraiya pun pergi ke tempat yang jauh dari tempat mereka. Beberapa menit kemudian, Naruto pun berkata "Hei, kau berhutang padaku karena kau kalah di permainan gunting- batu-kertas, ero-sennin…"

"Kau bilang apa tadi, Naruto?" Tanya Jiraiya.

"Tidak apa-apa…" Jawab Naruto, kemudian dia melanjutkan "Kenapa aku bisa mengingat apa saja yang dilakukan bunshinku itu, ttebayo. Bahkan aku ingat saat dia bertemu dengan Rias-chan dan temannya yang bernama Akeno."

"Kau sepertinya sudah mengetahui rahasia jutsumu ya?" Tanya Jiraiya yang memberikan cengiran kepada Naruto.

"Huh…"

"Maksudku… Jika kau membuat bunshin dan bunshin itu menghilang maka semua ingatan dan pengetahuan yang dia dapatkan akan terkirim pada master-nya, yaitu kau Naruto." Ucap Jiraiya

"Sugoiii! Jadi dengan Kage Bunshin aku bisa mempelajari jurus-jurus atau latihan yang kau berikan dengan mudah?" Tanya Naruto, kemudian Jiraiya membalasnya dengan anggukan. Melihat itu dia pun berteriak dengan riang dan berkata "Aku tidak menyangka aku mempunyai jutsu sekeren itu ttebayo. Yosh! Dengan ini kalian akan aku kalahkan, Akatsuki… Dan juga aku akan membawamu kembali ke Konoha, Sasuke. Tunggu saja nanti."

"Tapi jangan senang dulu, Naruto…" Ucap Jiraiya.

"Apa maksudmu, ero-sennin?" Tanya Naruto.

"Bukan hanya ingatan dan pengetahuan saja yang kau dapatkan dari jurus itu… Tapi rasa sakit juga." Jawab Jiraiya, kemudian dia melanjutkan "Kalau hanya sedikit mungkin kau hanya menderita sedikit rasa sakit kepala. Tapi kalau terlalu banyak seperti yang sering kau lakukan untuk melawan musuh-musuhmu seperti Gaara, Mizuki, dan anak buah dari Orochimaru yang bernama Kimimaru… Maka kau akan mati."

Naruto pun shock akan kabar ini, kemudian dia melanjutkan "Bagaimana bisa ero-sennin… Aku melakukan itu untuk melawan mereka bertiga tapi aku tidak terkena efek apa-apa?"

"Itu karena kau menggunakannya untuk bertarung. Jadi otakmu tidak akan overload karena ingatan dan pengetahuan seperti yang dilakukan untuk belajar jutsu dengan cepat" Jawab Jiraiya, kemudian dia melanjutkan "Jika kau menggunakannya untuk belajar jutsu seperti yang aku lakukan bisa saja kau mati karena otakmu overload karena menerima ingatan dan pengetahuan yang berasal dari bunshinmu sedangkan otakmu tidak cukup kuat untuk menerima semua ingatan dan pengetahuan yang berasal dari bunshinmu itu."

"Jadi begitu…" Ucap Naruto, kemudian dia melanjutkan "Kalau aku membuat 100 bunshin untuk berlatih, apa itu cukup?"

"Sepertinya cukup." Jawab Jiraiya.

"Kage Bunshin no Jutsu!" Ucap Naruto.

Boooooffff

Boooooffff

Boooooffff

Boooooffff

Boooooffff

Naruto pun membuat 100 bunshin dengan sempurna, Jiraiya yang melihat itu pun berkata "30 bunshin latihan Tree Walking Exercise, 30 bunshin latihan Water Walking Exercise, sedangkan 40 bunshin lagi latihan untuk memperdalam elemen Futon kalian… Apa kalian mengerti?"

"MENGERTI, ERO-SENNIN!" Balas para bunshin Naruto dengan sangat bersemangat.

"Sialan kau gaki! Bahkan para bunshinmu saja memanggilku dengan nama laknat itu." Ucap Jiraiya dengan nada kesal.

"Makanya… Kalau kau ingin aku tidak memanggilmu dengan sebutan ero-sennin, berhentilah mengintip wanita di onsen." Balas Naruto dengan santai.

'Bocah ini… Kenapa kau bisa mempunyai anak yang selalu membuatku jengkel begini sih, Minato.' Batin Jiraiya saat mengingat mantan muridnya yaitu Minato Namikaze aka Yondaime Hokage dan Konoha no Kiiroi Senko… Ayah kandung dari Naruto Uzumaki. Kemudian dia melihat Naruto dan berkata dengan nada setan "Untukmu… Sudah ada latihan khusus yang aku sudah siapkan hehehehe."

"Eh…"

Naruto pun berlatih dengan Jiraiya, tapi dia tidak bisa bergerak leluasa karena pergerakannya dikekang oleh segel pemberat yang diletakkan Jiraiya di kedua kaki milik Naruto. Jiraiya pun meminta dia untuk berlari memutari halaman itu dengan segel pemberat yang masih terpasang di kakinya. Beberapa menit kemudian dia pun terjatuh dan menatap tajam Jiraiya.

"Ero-sennin! Kau ingin menyiksaku ya?" Tanya Naruto dengan nada kesal kepada gurunya itu, tapi dia pura-pura tidak mendengarkan dan membuat raut wajah sang Jinchuuriki dari Kyuubi no Yoko itu kesal. Kemudian dia melanjutkan "Mana bisa aku belari dengan segel pemberat seperti ini… Berjalan saja aku susah."

"Jangan banyak mengeluh… Itu aku lakukan untuk meningkatkan kecepatanmu dasar bodoh." Ucap Jiraiya, kemudian dia melanjutkan "Apa kau sudah lupa dengan kecepatan dari si Uchiha itu dan murid dari Gai Maito, Rock Lee?"

Naruto pun terdiam mendengar perkataan Jiraiya… Memang benar mereka berdua sangat cepat apalagi saat Lee dan Sasuke melepaskan pemberat yang berada di kakinya dan membuat saudaranya sesama Jinchuuriki yang bernama Gaara tidak berkutik sama sekali dengan kecepatan mereka berdua. Naruto pun bangkit dan berkata "Baiklah, geez… Akan aku lakukan."

"Bagus…" Balas Jiraiya, kemudian dia melanjutkan "Setelah itu aku akan menambah lagi berat di segel pemberat itu. Jadi bersiap-siaplah."

Naruto yang mendengar itu pun mulai menangis ala anime dan berkata dengan lantang "KAU MEMANG KEJAM, ERO-SENNIN!"

Setelah percobaan berkali-kali untuk menyesuaikan diri dengan segel pemberat yang dipasangkan oleh Jiraiya. Akhirnya dia berhasil melakukan latihan gila yang dilakukan oleh Jiraiya. Dia pun lemas dan tertidur setelah mendapatkan ingatan dan pengetahuan dari para bunshinnya diikuti oleh Jiraiya yang sudah mengantuk karena menunggu lama Naruto berhasil melakukan latihan tahap pertamanya tapi sebelum itu dia melepaskan pemberat yang dia pasangkan di kaki Naruto. Beberapa jam kemudian, dia pun terbangun karena dia dibangunkan oleh Rias yang memakai baju berwarna merah dan juga celana jeans berwarna hitam

"Uhm, Rias-chan…" Ucap Naruto yang melihat surai rambut merah milik Rias dan juga wajah Rias yang membangunkannya dari tidurnya

"Kenapa kau bisa tidur disini, Naruto-kun…" Ucap Rias, kemudian dia melanjutkan "Tidur disini tidak baik untuk kesehatanmu loh."

"Ahahaha, aku hanya berbicara saja dengan ero-sennin disini. Tapi kami berdua ketiduran." Balas Naruto, kemudian dia melanjutkan "Kau sendiri mau kemana Rias-chan?"

"Aku tidak sedang ingin kemana-mana kok." Jawab Rias, kemudian dia menggembungkan pipinya dan melanjutkan dengan nada sebal"Aku ingin jalan-jalan bersama dengan Akeno dan Koneko… Tapi aku ditinggal mereka berdua dirumah. Dasar menyebalkan mereka berdua."

'Kawaiii!' Batin Naruto yang wajahnya memerah saat melihat Rias yang sedang cemberut,dan dia pikir itu manis dan imut. Kemudian dia mengambil nafas sejenak dan berkata "Jadi kau tidak ada urusan kan? Bagaimana kalau kau ikut denganku Rias-chan?"

'Apa Naruto-kun sedang mengajakku kencan? Kenapa jantungku berdetak sangat kencang begini…' Batin Rias, kemudian dia berkata sambil menunjukkan wajahnya yang sudah memerah karena ajakan dari Naruto "Aku mau, Naruto-kun…"

Naruto pun memegang dan menggenggam tangan Rias dengan erat dan membuat wajah Rias merona karena tindakan Naruto ini. Mereka pun berjalan lama, dan mereka berhenti ditempat dikirimnya dia dan juga Jiraiya dari Elemental Nation. Naruto pun member es krim yang sama seperti es krim yang dibelikan Jiraiya di Elemental Nation dan mematahkannya menjadi dua dan memberikan salah satu bagiannya kepada Rias.

"Ambillah, Rias-chan…" Ucap Naruto yang memberikan salah stau bagian es krimnya pada Rias

"Terima kasih Naruto-kun" Balas Rias yang sudah mengambil bagian es krimnya dari tangan Naruto dan memakannya dan membuatnya berkata "Ini enak sekali Naruto-kun…"

"Senang kau menyukainya…" Ucap Naruto dengan tersenyum, kemudian dia melihat pemandangan disekitarnya dan berkata "Rias-chan…"

"Hmmm…."

"Indah sekali ya pemandangan disini?" Tanya Naruto.

"Kau benar" Jawab Rias, kemudian dia melanjutkan "Kau tahu Naruto-kun… Ini adalah pertama kalinya aku bisa menikmati indahnya dunia luar dan tidak ditemani oleh Akeno, Koneko, dan kakakku."

"Memangnya kenapa?" Tanya Naruto.

"Ya, bisa dibilang aku ini termasuk dalam salah satu keluarga bangsawan… Dan kakakku itu terlalu overprotective kepadaku." Jawab Rias dengan kesal terlebih saat mengingat kakaknya yang agak lumayan siscon itu, kemudian dia melanjutkan "Dan aku tidak bisa pergi kemanapun tanpa Akeno dan Koneko, jadinya aku tidak memiliki banyak teman. Lagipula jika ada yang berteman padaku kecuali Akeno dan Koneko serta sepupu laki-lakiku, mereka berteman denganku karena melihatku sebagai Rias Gremory… Bukan sebagai Rias. Aku ingin dilihat oleh temanku sebagai Rias bukan Rias Gremory"

"Jadi itu alasanmu mengatakan hal yang kemarin kau katakan itu, Rias-chan?" Tanya Naruto, Rias pun terkejut akan pertanyaan Naruto yang bisa mengerti maksud pertanyaannya kemarin dan kemudian dia mengganggukkan kepalanya. Naruto yang melihat itu pun menepuk pundak Rias dan berkata "Kau tenang saja Rias-chan… Aku tidak peduli kau anak bangsawan atau tidak, aku akan selalu mengganggapmu temanku. Karena aku melihat kau bukan sebagai Rias Gremory tapi sebagai Rias ttebayo. Gadis cantik berambut merah yang bertubrukan denganku saat kita pertama kali bertemu dan juga gadis yang menolongku dan juga gadis aneh yang katanya tidak bisa tidur tanpa memakai pakaian."

Wajah Rias pun memerah karena perkataan Naruto, kemudian dia mencubit perut Naruto dan berkata "Harusnya hal yang kedua itu tidak usah dibicarakan… Malu tahu."

"Maaf, Rias-chan…" Balas Naruto.

"Tidak apa-apa." Balas Rias, yang sudah menghabiskan es krimnya bersamaan dengan Naruto, kemudian dia melanjutkan "Tapi terima kasih telah mengajakku kesini Naruto-kun… Aku sungguh senang."

"Tidak masalah, Rias-chan." Balas Naruto, kemudian dia melanjutkan "Kau masih ingat pertanyaanmu kemarin, Rias-chan?"

"Tentang apa?" Tanya Rias.

"Tentang gadis yang aku sukai… Aku menjawab dengan nama rekanku Sakura. Tapi ternyata itu hanyalah cinta yang palsu karena aku hanya ingin menyaingi sahabatku, Sasuke saja" Jawab Naruto, kemudian dia melanjutkan "Tapi sepertinya aku sudah tahu siapa gadis yang benar-benar aku sukai sekarang…"

"Siapa itu?" Tanya Rias dengan nada serius.

"Kau Rias-chan…" Jawab Naruto.

'Aku… Pasti aku sedang bermimpi' Batin Rias yang wajahnya sudah merah padam akan perkataan Naruto, kemudian dia memberanikan diri dan berkata "Apa kau benar-benar menyukaiku Naruto-kun?"

"Iya…" Jawab Naruto, kemudian dia melanjutkan "Kau cantik, baik, perhatian, dan rambutmu itu… Rambut merah itu, entah kenapa sepertinya aku pernah terhubung dengan seseorang dengan ambut berwarna merah." Setelah itu Naruto pun menyeringai dan berkata "Dan yang satu lagi, saat ciuman kita terganggu oleh sahabatmu, Akeno… Kau marah kan?"

"Aku tidak marah." Bantah Rias.

"Atau kau cemburu, Rias-chan?" Tanya Naruto.

"Aku tidak cemburu…" Jawab Rias

"Lalu karena apa?" Tanya Naruto.

"Aku tidak tahu…" Jawab Rias, kemudian dia menghela nafas dan berkata "Tapi setelah Akeno bilang dia tertarik padamu, entah kenapa hatiku hancur seolah-olah aku tidak ingin kehilanganmu… Se-Sepertinya aku juga mulai menyukaimu, Naruto-kun?"

"Kau mulai mencintaiku juga huh…" Ucap Naruto, kemudian dia melanjutkan "Kalau begitu maukah kau menjadi pacarku, Rias Gremory? Kalau kau menolakku juga tidak apa-apa… Aku akan selalu mengganggapmu sebagai sahabatku, Rias-chan."

"Aku juga menyukaimu Naruto-kun." Ucap Rias, kemudian dia menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata "Tidak, bukan menyukaimu tapi mencintaimu… Tapi aku takut."

"Apa yang kau takutkan, Rias-chan?" Tanya Naruto

"Karena aku adalah seorang iblis, Naruto-kun…" Jawab Rias, Naruto pun terkejut mendengar kabar itu tapi dia membiarkan Rias melanjutkan perkataannya "Kau tahu kan ras-ku sangat dibenci oleh ras manusia, sepertimu… Aku takut jika aku membalas cintamu dan kau mengetahui aku adalah iblis, kau akan meninggalkanku dan menjauhiku selamanya."

Setelah itu Rias pun menangis dan meremas celana jeansnya dengan tangannya. Naruto yang melihat ini pun segera menghapus air mata Rias dan berkata "Jangan menangis seperti itu Rias-chan… Nanti kecantikanmu akan luntur."

Tapi Rias hanya terdiam dan masih menangis. Naruto yang melihat itu pun menghela nafasnya dan berkata "Baiklah… Aku juga akan mengatakan sesuatu hal kepadamu."

"A-Apa yang ingin kau bicarakan Naruto-kun?" Tanya Rias dengan pelan.

"Aku bukanlah manusia biasa." Jawab Naruto. Rias pun agak terkejut saat mendengar itu dan Naruto pun melanjutkan "Tapi adalah Jinchuuriki…"

"Apa itu Jinchuuriki?" Tanya Rias karena dia belum pernah mendengar tentang Jinchuuriki dari Underworld, bahkan perpustakaan keluarga Sitri yang terkenal lengkap akan berbagai pengetahuan tidak mengetahui apa itu Jinchuuriki

"Jinchuuriki adalah manusia yang dikorbankan untuk menjadi host dari 9 monster berkekuatan besar yang dinamakan Bijuu.Dan semakin banyak ekor yang dimiliki monster ini, maka akan semakin kuat kekuatannya." Jawab Naruto, kemudian dia melanjutkan "Aku juga sama denganmu Rias-chan… Kau takut berhubungan dengan manusia karena mereka akan memburu kalian yang ternyata adalah iblis. Sedangkan aku dibenci manusia karena para manusia yang membenciku masih buta dan tidak bisa membedakan host dan juga monsternya."

"Jadi kau tidak akan membenciku seteah kau tahu aku ini iblis?" Tanya Rias

"Tentu saja tidak…" Jawab Naruto, kemudian dia melanjutkan "Aku tidak bisa membenci orang yang kucintai juga Rias-chan…"

"Naruto-kun…" Ucap Rias, kemudian dia dibuat terkejut saat bibir Naruto sudah bersentuhan dengan bibirnya dan lidahnya sudah menerobos ke dalam mulutnya

'Ternyata membaca beberapa hal dari buku novel nista ero-sennin itu tidak ada salahnya ya?' Batin Naruto yang lidahnya sudah menelusuri rongga-rongga mulut dari heiress satu-satunya klan Gremory itu. Rias pun tidak ingin kalah, dia pun melingkarkan tangannya di leher Naruto dan membalas ciuman Naruto dengan ganas.

Mereka pun melepaskan ciuman mereka berdua setelah mereka hampir kehilangan oksigen dan Rias pun melihat iris mata biru Naruto dan berkata "Aku mencintaimu, Naruto Uzumaki. Aku bersedia menjadi pacarmu."

"Aku juga mencintaimu Rias Gremory." Balas Naruto, kemudian dia melanjutkan "Terima kasih kau telah menerima cintaku Rias Gremory…"

"Hahahahahaha"

"Siapa itu?" Tanya Rias yang sudah siaga dengan Power of Destruction yang sudah siap ditangannya, Naruto pun sudah siap dengan kunai berada ditangannya

"Aku tidak percaya…" Ucap orang misterius itu yang ternyata adalah iblis liar, kemudian dia melanjutkan sambil menunjuk Naruto "Adik dari Maou Lucifer ternyata bisa berhubungan dengan manusia rendahan seperti dia, hahahahahaha!"

"Berani-beraninya kau menghina kekasihku!" Teriak Rias, kemudian dia melemparkan Power of Destruction miliknya ke arah iblis liar itu tapi dia berhasil menghindar dan membuatnya membatin 'Tch, dia gesit juga…'

"Kage Bunshin no Jutsu!" Ucap Naruto yang sudah maju dan membuat handseal.

Boooooffff

Muncullah klon Naruto disebelahnya… Iblis liar yang melihat itu pun membatin 'Tch, bagaimana bisa dia menggandakan diri seperti itu.'

Naruto pun berusaha membuat Rasengan dengan bantuan bunshinnya. Tapi iblis liar itu bergerak dengan cepat ke arah Naruto dan membatalkan Rasengan miliknya karena Naruto harus menghindar ke belakang. Rias yang melihatnya pun berkata "Naruto-kun… Apa kau tidak apa-apa?"

"Tidak apa-apa." Jawab Naruto, kemudian dia melihat dengan tajam iblis liar itu dan membatin 'Ternyata benar kata ero-sennin… Aku harus mulai bisa membuat Rasengan tanpa bantuan bunshin. Saat membuat bunshin, aku akan menjadi sasaran empuk serangan musuh bahkan sebelum aku berhasil membuat Rasengan. Aku baru tahu cara ini benar-benar tidak efektif…'

"Kau butuh bantuan Naruto-kun?" Tanya Rias.

"Rias-chan… Bisa kau menahan pergerakan orang itu?" Tanya Naruto, Rias pun menggangguk akan perkataan kekasihnya itu kemudian dia membuat handseal dan melanjutkan "Ada yang harus kucoba…"

Rias pun mulai maju dan menyerang iblis liar itu secara terus-menerus… Tapi iblis liar itu selalu menghindar dan membuat Rias kesal. Saat ini kekuatan dari Kyuubi aka Kurama sudah mengalir di tubuh Naruto(AN: Sama kaya pas pertarungan Naruto dan Neji)… Hal itu membuat Rias dan iblis liar itu terkejut dan kemudian warna mata Naruto berubah menjadi merah dan sudah muncul satu ekor serta aura berwarna merah yang menutupi tubuhnya.

'Sepertinya aku memakai kekuatanku sampai satu ekor saja sudah cukupAku tidak bisa memakai sampai ke ekor 2 atau 3 karena bisa-bisa saja tanpa sengaja aku masuk ke mode ekor 4 dan menyerang Rias-chan dan melukainya sama seperti saat aku melukai ero-sennin.' Batin Naruto

'Kekuatan apa ini… Dahsyat sekali' Batin Rias karena terkejut akan kekuatan milik Naruto. Tapi karena Rias lengah dia terkena serangan iblis liar itu dan membuatnya terlempar "Kyaaaaaahhhh!"

Tapi Naruto berhasil menangkap tubuh Rias yang terpental karena kecepatannya saat memakai chakra Kurama meningkat. Naruto yang melihatnya pun berkata "Kau tidak apa-apa, Rias-chan?"

"Iya…" Jawab Rias, kemudian dia melanjutkan "Kenapa dengan tubuhmu, Naruto-kun?"

"Tidak apa-apa, Rias-chan." Jawab Naruto, kemudian dia melepaskan tubuh Rias dari gendongannya dan berkata "SekarangLihat dan perhatikan."

Wuuusssshhhh

'Dimana dia?' Batin iblis liar itu yang melihat Naruto sudah melesat dengan cepat sampai-sampai dia tidak merasakan pergerakannya.

"Disini!" Teriak Naruto yang sudah berada didepan iblis liar itu dan mengaum dengan kencang dan membuatnya terpental meskipun dia sudah mencoba bersusah payah untuk menahan keseimbangannya "Tailed Beast Shockwave!"

'SialMakhluk apa dia ini sebenarnya? Hanya auman-nya saja bisa membuatku terpental begini' Batin iblis liar itu yang sudah bangkit saat dia terpental dan jatuh beberapa meter dari tempat Naruto berada, kemudian dia melanjutkan 'Apa dia Youkai? Tapi auranya tidak sama seperti Youkai…'

'Kekuatan yang dahsyat… Aku sudah duga Naruto-kun lebih kuat daripada aku dan Sona. Tapi sepertinya dia belum bisa mengendalikan kekuatannya dengan baik… Kalau dia sudah menguasai kekuatannya sepenuhnya mungkin dia bisa mengalahkan Sairaorg' Batin Rias yang saat ini sedang berkeringat dingin karena kekuatan Naruto ini.

'Ternyata berkat kekuatan Kyuubi dan juga latihan dengan segel pemberat itu menambah kecepatanku' Batin Naruto, kemudian dia membuat Rasengan berwarna ungu karena campuran warna biru dari Rasengan dan chakra merah dari Kurama, kemudian dia berlari dengan cepat dan berkata "Saatnya kau mati, yeaaahhh!"

"Kau yang akan mati, bocah idiot!" Teriak iblis liar itu yang juga sudah langsung melesat ke arah Naruto, tapi sayangnya dia kalah cepat dengan Naruto karena dia sudah terkena Rasengan milik Naruto didadanya. Naruto yang melihat itu pun berkata "Yoko Rasengan!"

"Guuuuaaaahhhh!" Teriak iblis liar itu, kemudian dia terlempar dan jatuh dengan posisi yang cukup jauh dengan posisi tempat Naruto sekarang berdiri. Tapi dia masih bisa berdiri dan berkata "Jangan harap kau bisa menang, bocah…"

'Keras kepala…' Batin Naruto, kemudian dia melihat Rias dan berkata "Rias-chanSilahkan jika kau ingin mengakhiri dia."

"Baiklah Naruto-kun." Ucap Rias yang sudah melihat monster itu dengan tajam dan entah kenapa monster itu merinding setelah melihat tatapan dari Rias "Kau telah mengganggu acara kencanku dengan kekasihku… Matilah!" Teriak Rias yang sudah melemparkan Power of Destruction ditangannya ke iblis liar itu. Iblis liar itu ingin menghindar, tapi ternyata efek serangan Rasengan milik Naruto membuatnya tidak bisa banyak bergerak dan dia terpaksa harus terkena mentah-mentah serangan milik Rias itu "Guuuuuuuaaaahhhh!"

Gleeeeekkk

'Ternyata Rias-chan juga bisa menjadi sosok yang menakutkan juga ya' Batin Naruto yang sudah kembali ke mode normalnya, kemudian dia berkata "Maaf ya Rias-chan"

"Kenapa kau harus meminta maaf kepadaku, Naruto-kun?" Tanya Rias.

"Coba lihat… Karena pertarungan aku dan monster jelek itu, tempat indah ini jadi hancur." Ucap Naruto dengan menangis ala anime karena tempat dia dan Jiraiya memulai petualangannya dari Elemental Nation dan juga tempat dia dan Rias Gremory resmi menjadi sepasang kekasih harus hancur lebur karena pertarungannya melawan iblis liar barusan.

"Tenang saja Naruto-kun..." Ucap Rias yang memeluk Naruto dari belakang, kemudian dia melanjutkan "Aku, Koneko, dan Akeno bisa memperbaikinya kok."

"Kau serius?" Tanya Naruto.

"Tentu saja. Itu kemampuan khususku sebagai seorang iblis" Jawab Rias.

"Sugoiii…" Ucap Naruto dengan nada kagum.

"Tapi sebelum itu ayo kita cari Akeno dan Koneko dulu. Karena aku tidak bisa memperbaiki tempat ini sendirian." Ucap Rias.

Naruto dan Rias pun pergi dari tempat itu demi mencari Akeno dan Koneko. Tidak beberapa lama kemudian, mereka pun menemukan mereka berdua sambil mengejar Jiraiya dengan wajah yang sudah dipastikan sedang murka karena perbuatan Jiraiya. Sebenarnya Akeno dan Koneko tidak mau menyerang pria tua renta itu, tapi karena perbuatannya yang mengintip mereka di onsen dan sekaligus mereka tahu bahwa Jiraiya bukanlah manusia lemah yang sekali sambar listrik atau pukulan bertenaga banteng akan langsung mati. Mereka pun mulai menyerang Jiraiya dengan tekniknya masing-masing.

"Kembali kau, pria tua mesum… Raikou!" Ucap Akeno yang sudah mengeluarkan sihir listrik andalannya ke arah Jiraiya, tapi dia bisa menghindar.

Koneko pun tidak mau kalah, dia juga menghajar Jiraiya dengan pukulan supernya… Tapi Jiraiya masih bisa memblock pukulan Koneko dengan tangannya yang sudah dilapisi chakra dan membuat Koneko sedikit terkejut, kemudian dia berkata "Kalian berdua ini cantik, tapi kasar sekali… Terutama kau gadis berambut hitam dan berdada besar."

Akeno yang dipanggil seperti itu pun kesal dan dia pun sudah mengeluarkan tawa sadisnya dan di pergelangan tangannya sudah keluar listrik bertegangan tinggi dan dia pun berkata "Ara, ara… Jadi kau benar-benar ingin bermain-main dengan kami ya pak tua mesum ufufufu. Sepertinya aku sangat senang menyiksamu hari ini ufufufufu."

Gleeeekkkk

'Sial… Dia lebih menyeramkan dari Tsunade apalagi dari yang aku lihat sepertinya dia sadist.' Batin Jiraiya.

"Akeno! Apa yang kau lakukan? Kenapa kau ingin menyerang Jiraiya-san?" Tanya Rias yang sudah datang bersama dengan Naruto.

"Emangnya kenapa Rias?" Tanya balik Akeno, kemudian dia melanjutkan "Aku hanya ingin menyiksa si tua bangka mesum ini saja kok ufufufufufu."

"Jangan bilang kau habis mengintip Akeno dan Koneko yang sedang mandi di onsen dan kau akan memasukkan mereka ke buku nistamu itu" Celetuk Naruto sambil memberi tatapan tajam kepada Jiraiya.

"Ahhh… Mana mungkin gaki" Elak Jiraiya, kemudian dia melanjutkan "Aku cuma ingin mencari kau saja kok… Tapi ternyata kau bersama dengan putrid berambut merah itu? Kalian habis darimana?"

Naruto dan Rias pun bingung ingin mengatakan apa, kemudian Akeno tiba-tiba buka suara "Ara, ara… Jangan-jangan kalian habis pergi ke tempat sepi dan mengekspresikan cinta kalian dengan liar ya ufufufu. Kalau benar seharusnya kalian juga mengajakku."

"Akeno!" Teriak Rias yang wajahnya sudah memerah padam karena tuduhan Akeno.

"Rias-sama ecchi…" Ucap Koneko dengan datar.

"Koneko-chan, kau salah paham!" Teriak Rias dengan panik, kemudian dia melihat Naruto dan berkata "Naruto-kun, tolong bantu aku disini…"

"Hmm, kami tidak melakukan apa-apa kok… Cuma aku mengajak Rias-chan jalan-jalan saja" Ucap Naruto.

"Hohohoho… Jadi kau mengajak gadis itu kencan juga Naruto?" Tanya Jiraiya dengan senyum mesumnya.

"Ya, bisa dibilang begitu…" Jawab Naruto dengan santai.

"Apa kau sudah melakukan itu?" Tanya Jiraiya yang sudah menyiapkan catatannya dengan seringai mesum yang tercetak di wajahnya.

"Hanya bicara dan ciuman saja kok, tidak kurang tidak lebih." jawab Naruto dengan wajah datarnya.

Wajah Rias pun memerah dan dia pun mencubit perut Naruto dengan keras dan dia pun berkata "Naruto-kun… Jangan katakana hal sevulgar itu disini… Aku malu, tahu. Lagipula disini ada Koneko-chan."

"Maaf, Rias-chan. Aku keceplosan" Balas Naruto, kemudian dia membatin 'Aku hanya tidak ingin si ero-sennin ini merecokiku terus.'

"Ara, jadi kau sudah menjadi kekasih Rias ya?" Tanya Akeno, kemudian dia memeluk Naruto dari belakang dan menggesek-gesekkan oppainya ke bagian belakang tubuh Naruto dan membuat wajahnya memerah dan membuat Rias mendeathglarenya. Lalu tiba-tiba Akeno pun berkata "Ara, ara… Kenapa kau tidak memilihku saja Naruto-kun… Aku kan lebih dewasa dari dia, lagipula punyaku lebih besar daripada dia."

"Akeno, apa-apaan kau ini… Lepaskan Naruto-kun sekarang!" Teriak Rias. Akeno pun melepaskan pelukannya dan Rias menghela nafas lega sebelum emosinya memuncak kembali saat Akeno tiba-tiba saja mencium pipi Naruto dengan lembut dan membuatnya membatin 'Grrrr, sialan kau Akeno! Apa-apaan dia itu pakai bawa-bawa punyanya yang lebih besar dariku. Kalau aku keturunan dari malaikat jatuh sepertimu juga ukuran punyaku akan sama seperti kau…'

'Mereka berdua memang gila, membicarakan hal sevulgar itu didepanku.' Batin Koneko dengan sweatdrop.

"Hei-hei, bukannya kau bilang kau ingin meminta bantuan Akeno dan Koneko untuk memperbaiki tempat itu Rias-chan" Ucap Naruto.

"Ahh, kau benar Naruto-kun…" Ucap Rias, kemudian dia menarik Akeno menjauh dari Naruto dan berkata "Aku tidak akan membiarkan kau dekat-dekat dengannya, Akeno."

"Ara, tapi kau tidak akan bisa menghalangiku Rias ufufufufu." Balas Akeno. Koneko yang melihat Rias dan Akeno akan mulai berkelahi lagi hanya bisa mengikuti mereka dan memisahkan mereka jika hal itu benar-benar terjadi.

"Kau hebat gaki, bisa membuat dua orang jatuh cinta kepadamu hahahaha." Ucap Jiraiya.

"Terserah apa katamu saja." Balas Naruto, kemudian dia mulai tertawa seperti orang kesetanan dan berkata "Sepertinya aku tahu cara biar kau tidak mesum lagi ero-sennin khukhukhu…"

"Emangnya apa yang akan kau lakukan gaki?" Tanya Jiraiya dengan wajah takut saat melihat ekpresi anak dari mantan muridnya itu.

"Tentu saja membakar semua naskah novel nistamu itu ufufufufu." Jawab Naruto.

"Tidaaaakkkk!" Teriak Jiraiya yang berlari dari Naruto sambil mengamankan buku catatannya.

"Kembali kau ero-sennin! Jangan kabur!" Teriak Naruto, kemudian terjadilah kejar-kejaran antara guru dan murid ini

-To Be Continued-

AN: Nah kembali lagi bersama saya di chapter 6 dari Heroes From Another World… Kali ini flashback akan membahas hubungan NaruRias… Chap depan bisa jadi merupakan akhir dari Flashback Arc jadi jangan sampe ketinggalan. BTW, kekuatan Naru disini sebelum belajar Sennin Mode lebih kuat daripada di canon, soalnya dia udah menguasai semua serangan Fuuton dan Suiton di akhir chap itu dan juga dia mempunyai Sunshin meskipun di canon, kita harus nunggu sampe Naruto Gaiden buat liat Naruto bisa make Sunshin… Dan omong-omong sama yang enggak suka flashback jangan asal ngomong untuk skip langsung ke scene utama dong. Emangnya kalian tahu akibatnya apa kalau permintaan kalian dilakuin? Kalau kalian mau tahu jawabannya adalah scene yang ane buat akan hancur lebur karena scene flashback belum tahu habisnya dimana tiba-tiba langsung diskip tanpa alasan yang jelas. Kalau yang lagi nikmatin flahbacknya tiba-tiba diskip begitu sama ane, siapa yang bakal disalahin? Ya pastinya ane lah, masa sih yang ngasih ide nge-skip yang disalahin dan diprotesin… Jadi gini aja deh, kaya anime Naruto yang fillernya banyak dan ente gak suka mendingan don't like don't view, kalo di fic ane gak suka flashback mendingan don't like don't read… Daripada kalian komen begini, begono gak jelas… Mendingan yang suka silahkan baca dan yang gak suka gak usah baca daripada kesannya kalian seperti enggak menghargai karya dari sang author yang bersangkutan. Wassalam

Izanagi – no –Ookami

PS: Buat yang nyari fic Naruto DxD Chronicles(Old Version), ane mohon maaf dengan sangat karena fic itu sudah dihapus dari akun ane dan dilanjutin sama saudara ane dengan pen name Axis Alterion dengan judul Naruto DxD: The Other Side. Jadi kalo yang mau baca silahkan baca saja disitu…

Review:

Hany Hyuuga:

Sorry, flashback gak bisa diskip. Kalo diskip entar jadinya ancur, mendingan dari awal gak usah ada flashback sekalian.

Amil:

Mungkin aja di chapter depan, soalnya chapter depan bisa jadi adalah chapter terakhir Flashback Arc.

Ryusuke AkarKayu:

Kalo ini udah ciuman beneran dan udah official jadi pasangan. Ente salam cintanya banyak banget vroh.

Namikaze Minato 123:

Ane males jelasinnya, soalnya dari kemaren udah dijelasin… Jadi capek ane bahas itu lagi, itu lagi.

Guest:

Kayaknya enggak ada. Soalnya ini chap flashback cuma sampe si Naru sama Jiraiya balik ke Konoha aja.

Ayub Pratama 792:

Kayaknya cuma Sara deh… Soalnya dia itu queen, jadi bakal ane kasih 5 elemen dasar tapi setiap pake jurus elemen itu ada tenggang waktunya, dan Obito juga bisa make Susanoo.

Michael Gabriel 455:

Ini masih, mungkin besok flashback terakhir.

The Fourty Seventh:

Tapi di fic ini Byakugan no Hime malah bantuin keturunan Hamura buat menghancurkan dunia yang diciptakan sama Rikudou Sennin karena ulah reinkarnasi anak bungsunya… Keren kan?

Teshinsha Hikari:

Please… Naruto lawan Toneri di The Last itu cuma make Kyuubi Chakura Mode yang digabung sama Sennin Mode aja ya, belum make Bijuu Mode sama Rikudou Senjutsu Mode… Apalagi kalo dibantu Sasuke? Bah, overkill

Guest:

Bisa dibilang begitu

Namikazeall:

Ada di final chapter flashback arc

Mash 787:

Ide ente bagus tong… Kalo kagak, bisa dibikin dia mati di tangan Rias karena Hinata mencoba membunuh Aisha. Thanks atas dukungannya, ane memang butuh dukungan melawan para fans NHL yang enggak rela Hinata dijadiin Antagonis sama ane.

Devan Boy Steln:

Dia kan tahunya sama Minato aja si Yasaka. Di beberapa fic, juga dibilang kalau Koneko atau Kuroka mengetahui chakra… Ane ambil aja ide itu. Akeno lebih gila disini, apalagi NaruRias udah official lagi. Yang disukain sama Yasaka itu antara Minato dan Jiraiya, tapi mereka berdua udah tewas jadi jones dah. Kalo ane malah mau-nya si kumis kucing minta bantuan sama mata panda buat bikin si Sara enggak suka lagi sama dia.

Damrieo:

Lah, si Obito, Itachi, sama NaYaKo kan memang good kalo aja si Madara enggak menghasut Obito engan kematian Rin. Tentu saja ane buat good.

Iib Junior:

Memang mantep sih, tapi pada mau-nya diskip… Padahal kalo flashback tiba-tiba diskip langsung ke scene utama malah jadi jelek alurnya.

TekoTitanic:

Mungkin One Sided. Toneri suka sama Hinata, tapi Hinata lebih peduli sama dendamnya sama Naruto. Bukan cuma sama Sara aja perangnya, tapi juga sama Akeno.

Sakamaki Izayoi:

Kalo kata di FP Naruto enggak suka filler gak usah ditonton! Kalo di fic ane, gak suka flashback enggak usah baca! Udah gitu aja.

Guest:

Karena dia dari Fairy Tail bung, ane murni pengen charnya dari Naruto sama HS DxD aja. Lah ya bisa lah, soalnya ada portal penghubung yang cuma menghubungkan Elemental Nation ke Kuoh aja, bukan sama Fiore juga.

Riski56:

Don't like flashback, don't read…

Nah karena nanti NaruSasu bakal ane rubah menjadi iblis… Ane bakal buat susunan Evil Pieces-nya

King: Naruto Uzumaki

Queen: Sara

Bishop: Sakura Haruno, Karin Uzumaki

Rook: Rock Lee, Gaara

Knight: Sasuke Uchiha, Kakashi Hatake

Pawn: Shikamaru Nara, Sai, Yamato, Nagato, Obito, Itachi, Yahiko, Konan

Buat Gaara, Shikamaru, Sai, Kakashi, dan Sakura bakal ane jelasin kenapa bisa dateng ke dunia DxD di chapter mendatang. Sara ane buat special, ane soalnya suka char Sara meskipun di fic ini gak bakal jadi pasangan Naru. Obito sama Itachi sudah masuk dan juga Yamato ane masukkin agar Tim 7 bisa berkumpul lagi. Jadi sekarang… Apa ane harus memasukkan Nagato, Yahiko, dan Konan?