Name: Heroes From Another World
Author: Izanagi – no – Ookami
Genre: Friendship,
Rating: M

Disclaimer: Naruto dan Highschool DxD bukan punya saya

Pair: Naruto Uzumaki x Rias Gremory x Akeno Himejima sama Sasuke Uchiha x Sona Sitri x Tsubaki Shinra, Sakura Haruno x , Kakashi Hatake x Rossweise, and many pair inside

Chapter 8: Flashback Arc Part IV: The Finale

Setelah satu bulan berada di Kuoh, kemampuan Naruto meningkat pesat… Dia sudah bisa menggunakan jutsu-jutsu elemen Futon dan juga Suiton dari Rank-E sampai Rank-B, bergerak dengan cepat dengan menggunakan Sunshin no Jutsu dan juga dia hampir bisa menggunakan Rasengan dengan satu tangan. Dan itu semua berkat sang Gama Sennin, Jiraiya… Berbeda dengan saat sewaktu Naruto masih di Elemental Nation, dia mengajar Naruto dengan telaten meskipun dia masih sesekali melakukan research untuk novel Icha-Icha miliknya. Hubungannya dengan kekasihnya Rias Gremory juga semakin dekat, meskipun mereka kadang sering diganggu oleh Akeno yang selalu menggodanya dan membuat Rias cemburu. Dia juga sudah dekat dengan Koneko, sampai-sampai dia mengganggap Naruto sebagai kakaknya sendiri meskipun dia masih belum bisa menghilangkan sikap dingin Koneko yang mengingatkannya dengan Sasuke. Saat ini Naruto dan Koneko sedang berlatih dengan Jiraiya dengan cara pertarungan dua lawan satu.

"Kau sudah siap, Koneko-chan?" Tanya Naruto.

"Aku siap Naruto-niichan." Jawab Koneko

"Futon: Daitoppa!" Ucap Naruto yang menembakkan bola udara dari mulutnya

"Serangan seperti itu tidak akan bisa mengalahkanku gaki." Ucap Jiraiya meremehkan, kemudian dia membuat handseal dan mengeluarkan peluru api berukuran besar dan berkata "Katon: Dai Endan!"

Boooooommmm

Api buatan Jiraiya pun semakin membesar karena bergabung dengan teknik angin Naruto. Naruto yang melihat itu pun melirik Koneko dan berkata "Sekarang Koneko-chan…"

"Hn"

Koneko dengan kecepatan yang telah berimprovisasi karena latihan yang sama dari Jiraiya pun langsung melesat ke arah Jiraiya dan melancarkan pukulannya ke arah Jiraiya sambil berkata "Rasakan ini, ero-sensei!"

'Sial, bahkan Koneko-chan juga…' Batin Jiraiya yang menangis anime karena panggilan dari kedua muridnya itu, kemudian membuat handseal dan berkata "Hari Jizo!"

"Tch…" Decih Koneko saat serangannya terhentikan oleh jurus rambut milik Jiraiya dan sebagian rambut Jiraiya yang tajam menembus kulit Koneko. Tapi karena dia adalah Rook, maka itu tidak menimbulkan luka berarti bagi Koneko.

Naruto yang melihat Koneko mundur ke belakang pun langsung membuat Rasengan dengan tangannya dan berkata "Kau sudah banyak membantu Koneko-chan… Biarkan aku yang akan menendang bokong sennin mesum ini."

Saat dia ingin melesat ke arah Jiraiya, dia pun terjatuh ke tanah karena diterjang oleh gadis berambut dark blue dengan gaya ponytail dan berukuran dada di atas rata-rata dan membuat Rasengan-nya menghilang. Kemudian gadis itu pun berkata "Naruto-kun… Aku kangen sekali padamu. Padahal aku cuma pergi sebentar saja sama Rias."

"Akeno-chan, lepas…" Ucap Naruto yang kesusahan bernafas karena terjatuh ke tanah dan tertiban dua bukit gadis bernama Akeno yang terlalu besar itu.

"Akeno! Lepaskan, Naruto-kun!" Teriak gadis berambut merah yang datang sambil membawa kantung belanjaan dan kemudian dia melihat Naruto dan Akeno dengan tajam dan berkata "Aku capek membawa semua barang belanjaan ini kau malah asyik berpelukan dengan pacarku sedangkan kau Naruto-kun… Sepertinya kau menikmatinya ya, hmm…"

'Menikmati apaan… Aku tersiksa disini tahu Rias-chan.' Batin Naruto yang mencoba melepaskan diri dari pelukan Naruto.

"Ara, Rias… Kau menganggu momen NaruAkeno saja ufufufufu" Ucap Akeno yang sudah berdiri dan melepaskan pelukannya dari Naruto dan membuat Rias mendeathglarenya dengan tajam.

'Haah… Mereka mulai lagi deh.' Batin Koneko yang pusing melihat King dan juga Quennya ini selalu bertengkar karena kakak angkatnya itu.

"Naruto-kun!" Teriak Rias yang melihat Naruto dengan kesal.

"Rias-chan… Kau salah paham." Ucap Naruto, kemudian dia melihat Rias mendekatinya dan dia pun berkata dengan nada takut "Apa yang akan kau lakukan, Rias-chan?"

Rias pun menjatuhkan kantung belanjaannya dan memeluk Naruto dengan erat dan berkata "Aku juga memelukmu karena aku juga rindu padamu Naruto-kun."

'Rias-chan…' Batin Naruto, kemudian dia pun membalas pelukan Rias dengan erat dan membuat Akeno cemburu.

"Ehem…"

"Apa ero-sennin?" Tanya Naruto yang kesal karena melihat senseinya mengganggu acara pelukannya dengan pacarnya itu.

"Kau tahu kita sedang berlatih dengan Koneko-chan kan?" Tanya Naruto, kemudian dia membuka buku catatannya dan melanjutkan "Atau kau ingin terus berpelukan disitu dan membuatku menjadikan kalian jadi referensi buku baruku."

Naruto yang melihat itu pun melepaskan pelukannya pada Rias dan membuat dia kecewa. Kemudian dia mendeathglare Jiraiya dan berkata "Jangan coba-coba ero-sennin…"

"Atau kau akan apa? Membakarnya?" Tanya Jiraiya dengan nada jahil, kemudian dia melanjutkan "Coba saja kalau bisa khukhukhu."

"Sialan kau ero-sennin!" Teriak Naruto sambil memegang sebuah korek api di tangannya dan berlari ke arah Jiraiya, kemudian dia memakai teknik Futon-nya supaya apinya semakin membesar dan mengenai buku Jiraiya… Tapi dia selalu bisa menghindar dan membuat Naruto kesal dan berkata "Kemari kau, ero-sennin!"

Melihat interaksi gila antara guru dan murid itu pun membuat Rias dan bahkan Akeno dan Koneko yang kesal pada Jiraiya karena perbuatannya dulu pun tertawa. Beberapa jam kemudian, Naruto pun kelelahan mengejar Jiraiya dan juga Jiraiya juga sudah kelelahan karena terus menghindar dari Naruto. Jiraiya pun menghampiri Naruto dan berkata…

"Stamina-mu memang hebat bisa kuat mengejarku selama berjam-jam begini…" Ucap Jiraiya, kemudian dia membatin 'Tipikal klan Uzumaki.'

"Terima kasih ero-sennin." Ucap Naruto.

"Ambillah!" Teriak Jiraiya yang melemparkan botol minuman ke arah Naruto dan dia menangkapnya dengan sigap dan meminumnya.

"Wuoohh! Air ini segar sekali ttebayo!" Ucap Naruto dengan bersemangat, sampai-sampai kata-kata khasnya keluar.

"Perkembanganmu sangat pesat setelah datang kesini Naruto." Ucap Jiraiya, kemudian dia melanjutkan "Kau sudah bisa menggunakan jutsu Futon dan Suiton dari Rank E-B, sudah bisa menangkal Genjutsu dengan baik, kecepatanmu sudah meningkat meskipun belum secepat Sasuke Uchiha dan Rock Lee, dan kau juga sudah bisa menggunakan Rasengan dengan satu tangan sekarang… Apa yang membuatmu menjadi kuat secepat ini, Naruto?"

"Karena aku bertemu dengan Rias-chan, ero-sennin…" Jawab Naruto

"Huh…"

"Sewaktu Sasuke masih berada di Team 7, aku mendapatkan misi rank-C yang seharusnya adalah misi rank-A yang mengharuskan tim kami melawan salah satu pendekar perang Kirigakure, Zabuza Momochi." Ucap Naruto, kemudian dia melanjutkan "Saat aku berada di rumah klient kami dan tertidur karena kelelahan habis latihan Tree Climbing Exercise dari Kakashi-sensei… Aku bertemu dengan anak buah Zabuza yang menyamar dan menolongnya saat dia kalah dari Kakashi-sensei, yaitu Haku. Saat aku bertanya kepada dia apakah aku bisa menjadi kuat, dia bilang kepadaku bahwa aku akan menjadi lebih kuat jika aku memiliki keinginan untuk melindungi orang yang penting dari diri kita… Dan saat aku bertemu Rias-chan, entah kenapa tubuhku ini mendorongku untuk menjadi kuat untuk bisa melindungi Rias-chan."

Tidak mereka sangka, ternyata Rias sedang bersembunyi supaya tidak terdeteksi oleh Naruto dan Jiraiya. Wajahnya memerah padam dan membatin 'Naruto-kun… Dia bertekad untuk menjadi kuat demi melindungiku.'

Jiraiya pun memasang wajah pura-pura sedih dan berkata "Jadi aku, Tsunade, Kakashi, dan orang-orang desa yang peduli padamu tidak kau anggap penting di hidupmu?"

"Bukan begitu maksudku ero-sennin…" Balas Naruto, kemudian dia melanjutkan "Tentu saja kalian semua penting bagiku… Aku mengganggap Hiruzen-jiji sebagai kakek yang tidak pernah aku punya. Aku mengganggap kau, Tsunade-baachan, dan Teuchi-ossan sebagai orang tua yang tidak pernah aku miliki. Aku mengganggap Ayame-nee, Iruka-sensei, Kakashi-sensei, dan juga Konohamaru, Moegi, dan Udon sebagai saudara yang tidak pernah aku miliki. Tapi Rias-chan… Dia spesial."

Wajah Rias pun memerah karena hal ini, kemudian Jiraiya memandang Naruto dengan senyum mengejek dan berkata "Spesial, huh…"

"Iya…" Balas Naruto, kemudian dia melanjutkan "Kau tahu… Cuma Rias-chan satu-satunya perempuan selain Hinata, Akeno-chan dan Koneko-chan yang sudah kuanggap adikku sendiri yang tahu diriku yang sebenarnya… Bahkan Ino dan juga rekanku sendiri di tim yang sama pun selalu menganggapku baka dan tidak bisa diandalkan. Lagipula dia spesial, karena dia telah mengukirkan namanya di dalam hatiku karena aku mencintainya."

Setelah mendengarkan perkataan itu, Jiraiya pun menatap sedih Naruto dan berkata "Naruto…"

"Ada apa ero-sennin?" Tanya Naruto.

"Ada kabar buruk yang harus aku beritahukan padamu." Jawab Jiraiya

'Apa maksudnya dengan kabar buruk?' Batin Rias, kemudian dia memegang dadanya dan berkata 'Kenapa hatiku sakit saat mendengar perkataan Jiraiya-san? Apa kabar buruk yang akan diberitahukannya pada Naruto-kun?'

"Kabar buruk apa maksudmu ero-sennin?" Tanya Naruto.

"Kau tahu kan tujuan kita kesini untuk membuatmu menjadi kuat untuk persiapanmu melawan Akatsuki?" Tanya Jiraiya dan pertanyaan itu langsung diberikan anggukan oleh Naruto, kemudian dia melanjutkan "Kau sudah membuktikan dirimu untuk siap melawan anggota Akatsuki, Naruto. Jadi besok… Kita akan pergi dari sini dan kembali ke Konoha."

Deg

Hati Rias pun serasa teriris-iris saat mendengar perkataan Jiraiya itu, kemudian keluarlah air mata tangisan yang keluar dari kedua lubang matanya dan dia pun membatin 'Ti-Tidak mungkin Naruto-kun akan meninggalkanku, kan…'

"Kau serius ero-sennin?" Tanya Naruto yang juga shock akan kabar ini. Dia memang siap untuk melawan Akatsuki, tapi dia belum siap untuk meninggalkan Rias yang sudah dicintainya semenjak pernyataan cinta mereka satu bulan lalu

"Aku serius, gaki… Kita harus secepatnya pulang ke Konoha. Sebelum Tsunade memerintahkan anak buahnya untuk mencari kita. Mereka tidak boleh menemukan tempat ini, tepatnya untuk saat ini karena situasi ditempat ini bisa kacau jika kedatangan ninja yang tidak diharapkan seperti Danzo atau anggota Akatsuki yang berniat untuk mengincarmu" Jawab Jiraiya.

'Aku harus kembali ke Konoha, lalu bagaimana dengan Rias-chan… Aku belum mau meninggalkan Rias-chan, tapi kalau aku tidak segera kembali ke Elemental Nation maka Akatsuki akan mengejarku kesini dan mereka akan menyakiti Rias-chan… Aku tidak akan membiarkan itu." Batin Naruto, kemudian dia berkata "Baiklah kalau begitu… Besok kita akan kembali ke Konoha."

Deg

'Naruto-kun akan pergi….' Batin Rias, kemudian dia berteriak "Ini tidak mungkin!"

'Suara ini… Rias-chan' Batin Naruto, kemudian dia melihat Rias yang berlari menjauh dari Naruto dan Jiraiya, kemudian dia berkata "Rias-chan, tunggu!"

"Kejarlah dia gaki! Jangan biarkan dia kecewa karena keputusanmu barusan" Ucap Jiraiya.

"Baiklah ero-sennin" Balas Naruto yang sudah mengejar Rias.

Jiraiya pun menatap Naruto yang sudah berlari untuk mengejar Rias dengan tatapan sedih, kemudian dia membatin'Maaf gaki… Kalau saja kau tidak diincar oleh Akatsuki, mungkin kau bisa tinggal disini bersama kekasihmu itu.'

Naruto pun mengejar Rias yang hatinya sedang hancur dan terluka karena keputusannya yang memutuskan untuk kembali ke Konoha. Rias memang tahu bahwa Naruto tidak akan selamanya, dia berada di Kuoh… Tapi dia belum rela untuk berpisah dengan Naruto, apalagi dia sudah sangat mencintai Naruto. Disisi lain, Naruto juga tidak ada keinginan untuk berpisah dengan Rias yang juga sudah dia cintai dengan sepenuh hati… Tapi dia takut kalau dia tidak segera kembali ke Elemental Nation, maka Akatsuki akanmenemukan portal yang menghubungkan Elemental Nation dan kota Kuoh untuk mencarinya dan melukai Rias. Naruto terus-menerus memanggil nama Rias, tapi Rias tidak meresponnya dan langsung masuk ke apartemennya dan masuk ke kamarnya dan membuat Akeno dan Koneko bingung karena tiba-tiba saja Rias yang tadinya sangat ceria dan sangat bersemangat untuk menemui Naruto tiba-tiba saja langsung kembali dengan situasi sedih sampai-sampai menangis juga. Saat Naruto masuk ke apartemen Rias, dia pun dilihat dengan intens oleh Akeno dan juga Koneko.

"Akeno… Apa Rias-chan ada didalam kamarnya?" Tanya Naruto.

"Ya, dia ada." Jawab Akeno, kemudian dia melanjutkan "Sebenarnya apa yang terjadi pada Rias, Naruto-kun? Apa yang telah kau lakukan padanya?"

"Ya benar Naruto-niichan…" Tambah Koneko, kemudian dia melanjutkan "Bisa kau jelaskan kenapa Rias-sama yang tadi sangat bersemangat untuk menemuimu bisa-bisa jadi menangis seperti itu?"

"Ini semua salahku…" Ucap Naruto, kemudian dia melanjutkan "Ero-sennin bilang padaku bahwa sekarang adalah hari terakhirku berada disini dan aku tidak menyangka bahwa Rias-chan mendengar pembicaraanku dan ero-sennin."

"Apa maksudmu hari terakhir disini, Naruto-kun?" Tanya Akeno.

"Begini…" Ucap Naruto yang duduk disofa didalam apartemen Rias, kemudian dia melanjutkan "Aku dan ero-sennin kesini dari tempat asal kami untuk latihan demi mengalahkan organisasi yang mengincar hidupku dan juga membawa sahabatku yang menjadi pengkhianat desaku kembali ke desa… Tapi karena ero-sennin merasa aku sudah cukup kuat untuk melawan organisasi itu, dia memintaku untuk kembali ke desa kami."

"Dan kau menerima permintaan Jiraiya untuk kembali ke tempat asalmu itu, Naruto-niichan?" Tanya Koneko.

"Aku tidak punya pilihan lagi Akeno, Koneko-chan" Jawab Naruto, kemudian dia melanjutkan "Ero-sennin telah men-delay kepulangan kami ke desa kami selama 1 bulan ini… Jika kami berdua masih berlama-lama disini, bukan hanya organisasi yang mencariku bisa menemukan portal penghubung antara kota Kuoh dan tempat asal kami, Elemental Nation… Tapi juga aku bisa di-cap sebagai Nukenin di desa kami. Dan jika aku menjadi Nukenin, maka banyak ninja dari desa lain yang akan memburuku dan membunuhku."

"Apa itu Nukenin?" Tanya Koneko karena dia tertarik pada dunia ninja yang ditinggali oleh Naruto.

"Kalian bisa menyamakan Nukenin dengan Stray Devil yang sering kalian buru" Jawab Naruto, kemudian dia melanjutkan "Jika Stray Devil adalah iblis yang meninggalkan atau mengkhianati King-nya… Kalau Nukenin, adalah ninja yang berkhianat dengan cara memutuskan aliansinya dengan desa atau menjadi pembunuh di dalam desa. Dan alasan yang paling kuat untukku memilih kembali ke desaku adalah aku takut organisasi yang mengincar namaku yang bernama Akatsuki itu akan berhasil ke Kuoh setelah menemukan portal itu dan mereka pasti akan melakukan cara apapun untuk menangkapku termasuk melukai orang yang berharga bagiku termasuk Rias-chan dan kalian berdua. Dan aku tidak bisa membiarkan itu."

Akeno dan Koneko akhirnya pun mengerti alasan dari Naruto untuk memilih kembali ke desanya. Itu semua dia lakukan demi keselamatan orang yang dia sayangi termasuk Rias. Naruto pun melihat kamar Rias yang tertutup, kemudian dia berkata "Aku tahu kau marah padaku Rias-chan… Pasti kau pikir aku ini adalah orang baka sekarang, sudah berada disuatu tempat yang terdapat orang yang kau cintai tapi kau memilih ke tempat dimana dirimu dianggap tidak ada dan selalu diincar-incar oleh organisasi yang ingin mengincar nyawaku. Tapi kau harus tahu Rias-chan, aku melakukan ini demi kau dan juga Akeno dan Koneko-chan… Aku tidak ingin kalian terluka karena aku membawa-bawa masalahku kepada kalian dan mereka akan menyakiti kalian demi mendapatkanku. Tapi Rias-chan, kau harus tahu… Walaupun aku dan kau terpisah jarak bahkan dimensi, aku akan selalu mencintaimu."

Setelah kata-kata itu, Naruto pun pergi dari apartemen Rias dan membuat Koneko dan Akeno serasa iba padanya. Sedangkan Rias, dia menyesal karena berpikiran macam-macam tentang Naruto yang berpikiran dia akan melupakannya setelah dia kembali ke tempat tinggalnya. Dia pun keluar dan ingin menemui Naruto, tapi dia sudah tidak ada disana... Kembali pada Naruto, saat ini dia sedang bersama dengan Jiraiya dan menuju ke Kyoto untuk menemui Yasaka dan putrinya Kunou yang juga sudah dia anggap sebagai adiknya sendiri. Setelah sampai di Kyoto dan dipersilahkan masuk oleh para Youkai dalam perintah Yasaka… Mereka pun langsung masuk dan Naruto pun disambut dengan terjangan dari gadis kecil yang memiliki 9 ekor.

"Onii-chan!" Teriak Kunou dengan nada senang saat melihat sosok yang sudah dia anggap kakaknya berkunjung kembali ke rumahnya dan kemudian dia melanjutkan "Onii-chan jahat… Katanya onii-chan akan sering main ke sini, tapi kok onii-chan kembali lagi satu bulan kemudian."

"Maaf, Kunou-chan… Tapi satu bulan kemarin, onii-chan sangat sibuk karena harus menjalani latihan bagaikan neraka dari makhluk absurd ini." Ucap Naruto sambil melirik Jiraiya.

"Diamlah gaki! Masih untung aku sudah serius mengajarmu seperti waktu aku mengajar Yondaime." Balas Jiraiya dengan nada kesal.

"Eh, Jiraiya, Naruto-san…" Ucap Yasaka yang baru saja keluar dari kamarnya dengan memakai kimono bermotif indah dan membuat dirinya semakin cantik. Kemudian dia melihat Jiraiya dan berkata "Ada apa kalian berdua kesini? Apa ada masalah?"

"Tidak…" Jawab Jiraiya, kemudian dia melanjutkan "Aku hanya ingin pamit pada kalian saja."

"Jadi… Ini sudah waktunya kalian kembali ke Elemental Nation?" Tanya Yasaka dengan nada sedih.

"Yup, bisa dibilang begitulah." Jawab Jiraiya, kemudian dia melanjutkan dengan nada jahil "Oooohhh, apakah sang ketua Youkai Kitsune yang cantik ini tertarik padaku dan berharap agar aku tetap bertahan disini?"

"Oh, diamlah kau kakek tua bangka bau tanah serta mesum." Balas Yasaka dengan nada sebal, kemudian dia melanjutkan dengan nada sedih "Dulu saat kau dan Minato-kun kembali ke Elemental Nation… Aku berharap bahwa aku bisa bertemu dengan kalian berdua lagi. Tapi ternyata, hanya kau yang kembali dan Minato-kun sudah kembali pada Kami-sama. Aku tidak ingin hal yang sama terjadi juga padamu Jiraiya."

"Hidup seorang Shinobi itu tidak ada yang tahu Yasaka. Aku bisa mati kapanpun." Ucap Jiraiya, kemudian dia melanjutkan "Tapi tenang saja… Asal kau tahu saja ya. Aku, Jiraiya sang Gama Sennin tidak akan mati dengan mudah. Percayalah…"

"Baiklah aku percaya padamu Jiraiya." Balas Yasaka dan dia mencium bibir Jiraiya dan membuatnya shock. Naruto pun ikut shock, beruntungnya dia masih sempat menutup mata Kunou supaya dia tidak melihat ibunya mencium cowok mesum seperti Jiraiya.

"Apa-apaan itu tadi Yasaka?" Tanya Jiraiya dengan nada serius.

"Ah, anggap saja itu jimat keberuntunganku supaya kau tidak mudah mati Jiraiya. Tidak usah dipirkan." Jawab Yasaka dengan santai, tapi Naruto menyadari bahwa wajah Yasaka merona karena mencium Jiraiya dan membuatnya memberikan seringai pada Jiraiya.

"Onii-chan! Kenapa kau menutup mataku sih?" Tanya Kunou dengan nada sebal karena tiba-tiba tadi Naruto langsung menutup matanya.

"Tidak apa-apa Kunou-chan. Onii-chan cuma iseng saja kok hehehehe." Jawab Naruto

"Kalau begitu kami pamit dulu… Aku dan Naruto harus mempersiapkan barang-barang yang harus kubawa besok." Ucap Jiraiya, dia pun keluar dari rumah Yasaka sambil membawa Naruto dan membatin 'Tsunade yang aku cintai dari dulu saja tidak pernah menciumku, tapi Yasaka… Kenapa dia menciumku? Aku pikir dia mencintai Minato bukan aku?'

Naruto dan Jiraiya pun kembali ke apartemennya. Saat mereka kembali mereka pun mempersiapkan barang-barang mereka dan saat sore harinya Naruto tertidur setelah dia mempersiapkan barang-baranngya untuk kembali ke Konoha sedangkan Jiraiya pergi ke bar untuk menikmati hari terakhirnya di kota Kuoh. Tapi tiba-tiba dia pun terbangun saat mendengar pintu kamarnya diketuk oleh seseorang.

Tok

Tok

Tok

"Masuk…" Ucap Naruto yang sudah membuka matanya sepenuhnya dan pintu itu terbuka dan meperlihatkan Rias yang memakai dress tipis dan membuat Naruto berkata "Rias-chan, sedang apa kau disini? Dan kenapa kau memakai baju tipis yang memperlihatkan lekak-lekuk tubuhmu seperti itu?"

Tapi Rias tidak menjawab sama sekali pertanyaan Naruto dan dia pun berkata "Apa keputusanmu untuk pergi sudah bulat, Naruto-kun?"

"Aku minta maaf Rias-chan… Tapi aku harus kembali ke Elemental Nation." Jawab Naruto, kemudian dia melanjutkan "Aku tidak ingin mengambil resiko Akatsuki berhasil kesini dan melukaimu Rias-chan."

"Kalau begitu…" Ucap Rias yang sudah membuka baju dan juga bra-nya dan memperlihatkan dua dadanya yang terlihat menantang bagi Naruto, kemudian dia melanjutkan "Bercintalah denganku, Naruto-kun."

"Apaaaa!" Teriak Naruto, kemudian dia melanjutkan "Jangan bercanda Rias-chan… Aku tahu kau sering menggodaku, tapi ini sudah kelewatan."

"Kau pikir aku bercanda Naruto-kun?" Tanya Rias yang menatap tajam mata Naruto.

Naruto pun terkejut saat melihat sorot mata yang menampakkan keseriusan di kedua bola mata Rias, kemudian dia berkata "Tapi kenapa kau lakukan ini Rias-chan?"

"Karena aku ingin…" Ucap Rias, kemudian dia melanjutkan "Mempunyai hal yang selalu membuatku terus mengingatmu saat kau tidak ada disisiku, Naruto-kun…"

"Tapi kenapa harus sejauh ini, Rias-chan?" Tanya Naruto.

"Karena aku mencintaimu dan aku tidak ingin melakukan ini dengan siapapun selain dirimu" Jawab Rias, kemudian dia membatin dengan sedih 'Terlebih Raiser…'

Naruto pun menghela nafas sebentar dan berkata "Apa kau yakin dengan ini, Rias-chan?"

"Ya, aku yakin." Jawab Rias, kemudian dia melanjutkan "Aku ingin mempunyai buah hati darimu Naruto-kun. Hanya kamu…"

Cup

Naruto pun bangkit dari kasurnya dan melihat Rias dengan intens. Kemudian dia menghampiri Rias dan menciumnya dengan lembut. Kemudian Rias pun terbuai dengan ciuman Naruto dan langsung membalas ciuman Naruto dan kemudian mereka berciuman dengan panas, kemudian Naruto mengangkat dan menggendong Rias dengan gaya bridal dan menaruhnya di tidurnya.

"Kalau kau tidak yakin pada keputusanmu, kau bisa berhenti sekarang Rias-chan…"Ucap Naruto, kemudian dia melanjutkan "Aku tidak akan memaksa…"

"Aku sudah yakin seratus persen" Balas Rias, kemudian dia melanjutkan "Jadi diamlah! Dan jadikan aku milikmu, Naruto-kun."

"Baiklah…" Ucap Naruto, kemudian dia membuka bajunya dan memperlihatkan otot-ototnya yang terbentuk karena latihannya dengan Jiraiya dan hal itu membuat wajah Naruto memerah. Dia pun langsung menindih tubuh Rias dan menyatukan bibir mereka dalam sebuah ciuman lagi.

Cup

Naruto pun mencium Rias selama beberapa menit, kemudian dia melanjutkan kegiatan disalah satu oppai milik Rias. Dia pun menghisapnya dan membuat Rias mendesah "Ahhhh, te-terus hisap Naruto-kun."

Naruto menghisap oppai milik Rias seperti bayi yang sedang kelaparan dan membuat Rias mendesah kenikmatan. Sedangkan tangannya kanannya pun meremas oppai Rias yang masih bebas dan dia pun membatin 'Oppai milik Rias-chan memang besar dan nikmat. Kalau aku jadi mesum begini, jangan salahkan aku Kami-sama… Ini semua salah dua senseiku yang mesum dan pacarku yang selalu membuat pikiranku menjadi liar.'

"Remas terus Naruto-kun! Oooohhh!" Ucap Rias yang dilanda kenikmatan karena perbuatan Naruto ini.

Setelah sekian lama, Naruto pun melepaskan kegiatannya pada kedua oppai Rias dan mulai memegang celana dalam Rias dan berkata "Kau sudah sangat basah disini ya, Rias-chan…"

"Itu kan salahmu sendiri karena perbuatanmu membuatku sangat teransang, Naruto-kun." Balas Rias dengan nada cemberut. Naruto dengan sigap langsung melepaskan celana dalam Rias dan langsung menghisap vaginanya dan membuatnya mendesah dan berkata "Ahhh, Naruto-kun… Le-Lebih dalam…"

Naruto pun menjilat klitoris milik Rias dengan telaten dan membuat Rias semakin bergerak liar karena kenikmatan, dan tiba-tiba Rias pun yang merasakan dia sudah akan orgasme pun berkata "Naruto-kun… Lepaskan kepalamu, aku akan keluar."

Tapi Naruto tidak mengindahkan perkataan Rias dan masih asyik dengan dunianya sendiri sambil tetap menjilat vagina Rias dengan mulutnya. Rias kemudian merasakan orgasme-nya pun datang, kemudian dia melanjutkan "AKU KELUAR, NARUTO-KUN!"

Croooottt

Croooottt

Croooottt

Keluarlah cairan cinta yang keluar dari vagina Rias yang menyiram kepala Naruto, tapi Naruto sudah siap dan menelan cairan itu. Rias pun yang melihatnya pun berkata "Naruto-kun! Aku benar-benar minta maaf… Aku tidak bisa menahannya lebih lama lagi."

"Tidak apa-apa." Balas Naruto, kemudian dia melanjutkan "Lagipula rasanya nikmat. Kau keluar banyak sekali Rias-chan."

"Mou, jangan bicara seperti itu… Aku malu tahu." Ucap Rias dengan nada cemberut.

Naruto pun melepaskan celana dan celana dalamnya dan memperlihatkan penisnya yang sudah tegang, kemudian dia berkata "Kau sudah siap untuk ini Rias-chan?"

"Aku sudah siap. Jadi masukkanlah benda itu dan keluarlah spermamu itu ke rahimku, jadi aku bisa mempunyai anak darimu untuk kujaga dan kurawat Naruto-kun" Jawab Rias, kemudian dia melanjutkan "Tapi pelan-pelanlah, ini pengalaman pertamaku kau tahu."

"Ini juga pengalaman pertamaku. Kau adalah gadis pertama yang pernah melakukan ini denganku, Rias-chan" Ucap Naruto yang berterus terang dengan Rias.

"Jadi aku adalah pengalaman pertamamu, Naruto-kun?" Tanya Rias dengan nada tidak percaya dan dibalas anggukan oleh Naruto, kemudian dia melanjutkan "Tapi bagaimana bisa kau semahir ini?"

"Ya kau tahulah, dua sensei di hidupku itu sama-sama mesum dan mereka mengajarkan ini kepadaku katanya supaya aku bisa menjadi laki-laki sejati. Dasar sensei kampret" Jawab Naruto dengan nada kesal sambil mengingat Jiraiya dan Kakashi, kemudian dia melanjutkan "Tapi aku sepertinya harus berterima kasih pada mereka karena mereka telah membuatku tidak mempermalukan diriku sendiri didepanmu dalam kondisi seperti ini, Rias-chan."

Blessshhh

"Ugh, sakit…" Ucap Rias yang menahan sakit saat penis dari Naruto yang tergolong besar berhasil masuk ke vaginanya.

"Kau tidak apa-apa, Rias-chan?" Tanya Naruto.

"Aku tidak apa-apa, Naruto-kun." Jawab Rias, kemudian dia melanjutkan "Tunggu sebentar lagi, maka rasa sakitku akan hilang dalam seketika."

"Baiklah." Balas Naruto.

"Kau sudah bisa memulainya, Naruto-kun…" Ucap Rias, Naruto pun menggangguk dan membuanya mendesah dengan kencang tapi beruntungnya Jiraiya sedang tidak berada di apartemennya "Te-Terus Naruto-kun, genjot aku terus! Ahh! Ahh! Ahh!"

Rias pun melihat Naruto yang menangis, kemudian dia berkata dengan nada sedih"Kau kenapa menangis Naruto-kun? Apa kau menyesal telah bercinta denganku?"

"Tidak…" Jawab Naruto, kemudian dia melanjutkan "Hanya saja aku sangat bahagia… Aku pikir aku yang merupakan seorang Jinchuuriki tidak akan bisa menemukan orang yang kucintai dan mempunyai keturunan dengannya… Tapi aku salah."

Naruto pun menghapus air mata bahagianya dan berkata sambil tersenyum "Aku menemukannya, orang yang kucintai… Dan orang itu ada didepanku saat ini."

'Naruto-kun…' Batin Rias yang wajahnya sudah memerah karena perkataan Naruto, kemudian dia berkata "Te-Terus Naruto-kun! Jangan berhenti, ahhh!"

"Ugh… Kau sungguh sempit Rias-chan" Ucap Naruto yang semakin liar memaju-mundurkan penisnya ke vagina Rias, kemudian dia melanjutkan "Penisku seperti diurut."

"Naruto-kun… Sebentar lagi aku akan keluar." Ucap Rias yang merasakan orgasmenya akan segera datang

"Aku juga akan keluar." Balas Naruto yang merasakan orgasmenya akan datang.

"Keluarkan di dalam, aku ingin rahimku dipenuhi dengan bayi darimu Naruto-kun." Ucap Rias.

"Kita keluarkan bersama Rias-chan." Balas Naruto, kemudian dia berteriak "Aku keluar Rias-chan!"

"Aku juga Naruto-kun!" Teriak Rias

Croootttt

Croootttt

Croootttt

Naruto pun terengah-engah dan mengambil nafas sejenak. Kemudian dia melihat wajah kelelahan Rias dan berkata "Kau masih kuat Rias-chan?"

"A-Aku masih kuat kok, Naruto-kun." Jawab Rias dengan lemah.

"Mau melanjutkan?" Tanya Naruto.

"Tentu saja." Jawab Rias.

Naruto pun melanjutkan kegiatan seksnya dengan Rias dengan berbagai gaya yang dia pelajari dari buku nista Jiraiya dan membuat Rias dan dirinya orgasme berkali-kali. Saat mereka berdua tertidur karena kelelahan, mereka tidak menyadari Jiraiya mengawasi mereka dari luar sambil mencatat semua kegiatan Naruto dan Rias kedalam buku catatnya dan berkata "Fufufufuf, that's my boy…"

Keesokan paginya, Naruto pun bangun dan mendapati bahwa Rias sudah tidak berada di kasurnya. Dan dia pun menemukan surat yang dibuat oleh Rias yang berisikan dia sudah bangun terlebih dulu darinya dan langsung kembali ke kamar apartemennya. Naruto pun langsung memakan ramen koleksinya sebelum mandi dan mengganti bajunya dengan baju jaket jumpsuit berwarna hitam dengan corak berwarna jingga di kedua sisinya dengan lambang klan Uzumaki dibelakangnya. Dia pun menggendong tas miliknya dan memakai hitai-ate miliknya. Dia pun keluar dari apartemennya dan melihat Jiraiya yang sudah berada di luar dan menunggunya.

"Kau sudah siap, eh gaki?" Tanya Jiraiya.

"Ya mau bagaimana lagi…" Balas Naruto, kemudian dia melanjutkan "Siap atau tidak, kita harus kembali ke Konoha bukan?"

"Kau benar tentang itu gaki." Jawab Jiraiya.

"Naruto-kun!" Panggil seseorang yang ternyata adalah Rias dan disertai oleh Akeno dan juga Koneko.

"Rias-chan…" Ucap Naruto yang senang karena pacarnya atau sekarang sudah menjadi kekasihnya itu menyempatkan diri untuk melihatnya, padahal hari itu akan jadi hari perpisahan mereka.

"Kau akan pergi sekarang?" Tanya Rias.

"Sepertinya iya…" Jawab Naruto, kemudian dia melanjutkan "Aku tidak mau merasakan kemarahan Tsunade-baachan. Benar kan ero-sennin?"

"Itu benar." Jawab Jiraiya.

"Ara, ara… Kau sungguh keren dengan ikat gaya baju dan ikat kepalamu itu Naruto-kun ufufufu. Aku jadi ingin mengikatmu dan memperkosamu saat ini juga ufufufufu" Ucap Akeno dengan nada menggoda dan membuat Rias menatapnya dengan tatapan membunuh dan Naruto menatapnya dengan tatapan bingung.

'Aku bingung… Itu pujian atau ancaman.' Batin Naruto yang sweatdrop akan perkataan Akeno, kemudian dia berkata "Terima kasih, Akeno. Padahal orang-orang di Kuoh ini selalu mengatakan aku aneh jika aku menggunakan baju dan ikat kepala ini."

"Kau benar-benar terlihat seperti ninja sungguhan Naruto-niichan." Ucap Koneko dengan nada datar.

"Aku memang ninja sungguhan, Koneko-chan." Balas Naruto yang sweatdrop akan perkataan Koneko.

"Apakah kau akan kembali, Naruto-kun?" Tanya Rias.

"Tentu…" Jawab Rias, kemudian dia melanjutkan "Setelah urusanku dengan Akatsuki selesai dan aku membawa rekanku si ayam teme itu… Aku akan kembali kepadamu dan juga bertanggung jawab pada dirimu, Rias-chan."

Hal itu membuat Rias tersenyum dan berkata "Benarkah?"

"Benar…" Jawab Naruto, kemudian dia melanjutkan "Dan aku tidak akan pernah mengingkari janjiku padamu, karena itu adalah jalan ninjaku ttebayo."

"Tunggu dulu…" Ucap Akeno yang mendeathglare Rias dan Naruto, kemudian dia melanjutkan "Apa maksud dari Naruto-kun dengan bertanggung jawab pada Rias?"

"Itu rahasia Akeno" Jawab Naruto dan Rias.

"Ayo gaki, kita pergi…" Ucap Jiraiya, kemudian dia melanjutkan "Kau tidak ingat kau punya tujuan untuk menendang bokong para anggota Akatsuki yang mengincarmu?"

"Segera datang ero-sennin." Jawab Naruto, kemudian dia melihat Rias dan berkata "Jadi ini perpisahan di antara kita Rias-chan."

"Aku tahu…" Balas Rias dengan sedih.

Cup

Rias pun terkejut saat melihat Naruto mencium keningnya, kemudian Naruto pun berkata "Tapi jangan khawatir, aku akan kembali kepadamu Rias-chan… Dan Akatsuki tidak akan bisa mengalahkanku atau membunuhku karena aku sudah berjanji dan bertekad untuk menjadi kuat demi kau Rias-chan. Selamat tinggal… Aku akan selalu mencintaimu"

"Selamat tinggal, Naruto-kun…" Balas Rias. Kemudian, setelah Naruto menghilang dengan menggunakan Sunshin no Jutsu. Dia pun membatin 'Aku juga akan selalu mencintaimu, Naruto-kun dan aku akan menjaga calon anak kita jika aku dikaruniai anak darimu."

Naruto pun sampai di tempat portal penghubung Elemental Nation dengan kota Kuoh, kemudian dia berkata pada Jiraiya "Ero-sennin…"

"Ada apa?" Tanya Jiraiya.

"Apa aku bisa kembali lagi kesini dan bertemu dengan Rias-chan? Tanya balik Naruto.

"Tentu saja bisa, buktinya aku bisa kembali lagi kesini setelah 10 tahun yang lalu aku pernah kesini dengan Yondaime." Jawab Jiraiya, kemudian dia melanjutkan "Dan saat kau kembali kesini aku juga akan ikut denganmu, jadi jangan sedih gaki."

"Terima kasih ero-sennin." Ucap Naruto yang sudah berpindah ke Elemental Nation dan portal itu menghilang entah kemana seolah portal itu tidak pernah berada disana.

-Flashback End-

"Terima kasih telah mengenalkan tempat ini dan membuatku bertemu dengan Rias-chan, ero-sennin." Ucap Naruto sambil teringat senseinya yang memiliki kemesuman akut itu sambil melihat istrinya yang masih tertidur. Kemudian dia melihat putrinya yang berada di tempat tidur bayinya dan berkata "Andai saja kau masih hidup… Pasti aku akan memperkenalkanmu pada putriku, Aisha."

Setelah itu dia pun keluar dari kamarnya dan pergi kehalaman tempat klub milik istrinya dan berlatih dengan Sasuke saat melihat Sasuke sedang melatih kekuatan Rinnegan miliknya. Sedangkan di Elemental Nation, pria berambut silver shaggy dengan memakai Yukata dan memakai penutup mata hanya menyeringai sambil memperhatikan tempat kelahiran Naruto dan Sasuke, Konohagakure dari kejauhan

-To Be Continued-

Review:

Uzunami Hole:

Initial D yang balapan itu ya? Wah sorry bos, ane gak tau alur ceritanya.

Ryusuke AkarKayu:

Lihat saja nanti… Tapi tubuhnya didatangkan dengan bantuan Hagoromo. Akeno juga milik perkedel ikan juga nanti tong.

Axis Artelion:

Masa sih, kayaknya iya -_- Ya deh, tapi ane kayaknya enggak bisa banget buatnya. Anjayy bro, loe make quote Auron yang dipake buat Hades di Kingdom Hearts 2 ya yang bunyinya "This is my story, and you have no part on it" kan? Tapi cuma diganti my sama our saja.

Muhammad Ramadhan 94695459:

Gak pasti tanggal update-nya, sesuai mood aja.

Iib Junior:

Oh, pasti itu… Liat aja itu nanti khukhukhu.

Namikaze Minato 123:

Shock, kaget, dan marah… Ini udah berakhir flahbacknya, so shut up!

Nazumi Ko:

Ane gak bisa lebih panjang dari 3k atau 5k, cuma waktu itu aja bisa sampe 5k sampa 6k.

The Black Water:

Gak ada scene ToneHina di fic ini, kalo ada juga cuma one-sided aja soalnya Hina lebih fokus ke dendamnya ke reinkarnasi Ashura itu.

Ayub Pratama:

Iya, dan peerage Naruto dateng abis scene kehancuran Elemental Nation.

Dimas Uzumaki:

Memang ada, tapi maaf kalo enggak bagus lime-nya.

Damrieo:

Makanya itu, kalo enggak ada Madara yang menghasut Obito maka Obito enggak akan jahat, dan kalau Obito enggak jahat maka Nagato dan Konan akan jadi baik soalnya para anggota AKatsuki bisa bantuin mereka saat Nagato dan Yahiko dikepung sama Hanzo, Itachi enggak pernah jahat memang dari dulu cuma penglihatan orang yang baru ngeliat episode Naruto enggak sampe abis Sasuke bunuh Itachi aja yang mengira bahwa dia itu jahat.

Kloprod:

Pony siapa dulu nih? Soalnya Akeno juga make pony loh.

Warga:

Ini lagi Gabriel… Kalo mau NaruGabriel baca fic saudara saya aja coy.

Guest:

Memang.

Uzunamichisen Otsutsuki:

Sakura enggak dark… Memang Hinata nawarin dia masuk ke tim-nya buat balas dendam ke Sasuke, tapi dia enggak mau. Buat kasus Hinata, Talk no Jutsu enggak akan berhasil tapi entah dengan Toneri.

The Kids no OppAi:

Biasanya next atau lanjut, kenapa pas dibilang besok chapter terakhir Flashback Arc langsung nanyain lemon?

Namikazeall:

Bagus juga tuh, soalnya si Tsubaki kan sama Sasuke entar.

Archilles:

Udah dibilang kan di AN kemaren… Kalau enggak suka flashback, enggak usah baca.

Mash 787:

Iya sih, tapi kayaknya ane bakal bikin Nagato tanpa Rinnegan deh. Kenapa? Soalnya dari awal mata itu bukan mata dia, tapi mata Madara dan juga mata itu udah kembali ke Madara. Tapi tekniknya untuk menguasai 5 elemen dasar masih ada. Meh, Hinata aja tujuannya mau balas dendam doang. Mana mau dia masuk ke organisasi yang tujuannya macem-macam kaya gitu enggak kaya Akatsuki yang punya satu tujuan dan pasti… Menangkap semua Bijuu dan menggunakan Mugen Tsukuyomi.

Agustatsumi:

Iya, soalnya akan lebih greget kalo dia mati di tangan orang yang menurut dia udah merebut Naruto darinya.

Toni Nax Nexad 881:

Sayangnya sekarang susah ada orang yang mau menghargai karya orang lain… Kalaupun ada itu sangat sedikit.

Reyfani359:

Hinata sama Toneri aja kayaknya.

TekoTitanic:

Iya, kasian Toneri-kun… Untung di fic yang satu lagi dia dapat Sera-chan. Perang tiga sisi tapi NaruSara itu one-sided, yang perang sebenarnya itu Rias vs Akeno.

Tenshinsha Hikari:

Yosh, tunggu aja… Bentar lagi kok, abis battle ngelawan Kokabiel.

Nah karena nanti NaruSasu bakal ane rubah menjadi iblis… Ane bakal buat susunan Evil Pieces-nya

King: Naruto Uzumaki

Queen: Sara

Bishop: Sakura Haruno, Karin Uzumaki

Rook: Rock Lee, Gaara

Knight: Sasuke Uchiha, Kakashi Hatake

Pawn: Shikamaru Nara, Sai, Yamato, Nagato, Obito, Itachi, Yahiko, Konan

Buat Gaara, Shikamaru, Sai, Kakashi, dan Sakura bakal ane jelasin kenapa bisa dateng ke dunia DxD di chapter mendatang. Sara ane buat special, ane soalnya suka char Sara meskipun di fic ini gak bakal jadi pasangan Naru. Obito sama Itachi sudah masuk dan juga Yamato ane masukkin agar Tim 7 bisa berkumpul lagi. Jadi sekarang… Apa ane harus memasukkan Nagato, Yahiko, dan Konan?