Name: Heroes From Another World
Author: Izanagi – no – Ookami
Genre: Friendship,
Rating: M
Disclaimer: Naruto dan Highschool DxD bukan punya saya
Pair: Naruto Uzumaki x Rias Gremory x Akeno Himejima sama Sasuke Uchiha x Sona Sitri x Tsubaki Shinra, Sakura Haruno x , Kakashi Hatake x Rossweise, and many pair inside
Chapter 9: The Invasion Begin
Pemuda yang menggunakan haori khas klan Otsutsuki itu pun menerobos masuk pertahanan Konoha demi mencari Hinata Hyuga, sang Byakugan no Hime yang diramalkan akan menghentikannya untuk menghancurkan Elemental Nation serta Naruto dan Sasuke yang merupakan reinkarnasi Ashura dan Indra. Dia pun melihat sosok cantik Hinata sedang terduduk disebuah ayunan sambil membuang sebuah syal berwarna merah ke tanah.
Sang pemuda yang melihat itu pun menyeringai karena dia mengerti apa yang dirasakan oleh Hinata saat ini, karena dia akan berencana membuat Hinata menjadi rekannya dengan cara menggunakan kebenciannya pada sang reinkarnasi Ashura, Naruto Uzumaki. Setelah itu dia pun melihat tubuh Hinata dari belakang dan berkata "Jadi kau disini, Byakugan no Hime?"
Hinata pun tecekat, kemudian dia melompat menjauh dari pemuda itu dan mulai mempersiapkan mode bertarungnya dengan Byakugan yang sudah aktif, kemudian dia bertanya "Siapa kau?"
"Namaku adalah Toneri Otsutsuki, Byakugan no Hime." Jawab Toneri.
'Otsutsuki… Berarti dia adalah?' Batin dari Hinata karena dia sudah tahu dari Sakura tentang lawannya yang dia lawan bersama Naruto, Sasuke, dan Kakashi yang bernama Kaguya Otsutsuki. Dia pun melihat mata Toneri dengan tajam dan berkata "Apa hubunganmu dengan Kaguya Otsutsuki?"
"Aku adalah keturunannya dari Hamura Otsutsuki, saudara dari Hagoromo Otsutsuki yang biasa kalian panggil Rikudou Sennin." Jawab Toneri.
"Mau apa kau kesini?" Tanya Hinata, tapi Toneri hanya terdiam. Melihat itu, dia pun berkata "Kalau kau tidak mau memberitahuku, akan aku bunuh kau disini."
"Coba saja kalau bisa, Byakugan no Hime." Ucap Toneri dengan nada menantang.
Hinata yang kesal karena diremehkan serta mood dia sedang buruk karena memikirkan tentang Naruto, membuatnya melesat ke arah Toneri dan melesatkan Jyuuken secara membabi-buta, tapi Toneri selalu bisa menghindarinya dengan mudah dan membuatnya membatin 'Mustahil! Ba-Bagaimana dia bisa melihat semua seranganku? Bukannya dia buta sampai-sampai matanya harus diperban begitu? Kenapa dia bisa melihat semua seranganku."
"Bagaimana…" Ucap Toneri, kemudian dia melanjutkan "Sudah menyerah, Byakugan no Hime?"
"Tidak akan pernah!" Teriak Hinata, kemudian dia melanjutkan "Hakke Kushou!"
'Dasar keras kepala…' Batin Toneri
Booooommmmm
"Akhirnya selesai juga…" Ucap Hinata, kemudian dia melihat asap yang ditimbulkan dari ledakan tekniknya yang sudah menghilang dan terkejut saat tubuh Toneri masih utuh setelah terkena serangannya dengan tepat. Dia yang melihat itu pun berkata "Ti-Tidak mungkin…"
"Menarik, Byakugan no Hime… Kau tidak terlalu buruk." Ucap Toneri, kemudian dia membuka penutup matanya dan menunjukkan mata seperti Byakugan tapi berwarna biru dan membuatnya berkata "Sepertinya sedikit bersenang-senang tidak buruk juga…"
.
.
Occult Research Club Room, Tokyo
.
.
Naruto Uzumaki saat ini seperti biasanya sedang berlatih dengan sahabatnya, Sasuke… Entah kenapa setelah dia mengingat kedatangan dia dan Jiraiya ke Japan, bertemu dengan Rias, Akeno, Koneko serta pernyataan cinta juga pengalaman pertama mereka, dia ingin saja sparring bersama Sasuke saat ini.
"Ini tidak menyenangkan…" Ucap Naruto, kemudian dia melanjutkan "Kita tidak bisa all-out seperti biasa."
"Heh, dasar kau ini… Usuratonkachi." Balas Sasuke, kemudian dia melanjutkan "Jika kita all-out, satu sekolah ini bisa hancur usuratonkachi… Terus kau mau diomeli kekasihmu, eh bukan istrimu lagi? Sewaktu kau menghancurkan sebagian sekolah dengan Taikyoku Rasengan saja dia sudah seperti itu, apalagi kalau kita benar-benar membumi hanguskan tempat ini?"
"Jangan mengingatkanku tentang itu." Balas Naruto yang sudah merinding saat membayangkan kemarahan Rias.
"Ohayou, Naruto-kun…" Ucap Rias yang ternyata sudah memakai baju biasanya dan tersenyum lembut pada Naruto.
"Ohayou Rias-chan…" Balas Naruto. Kemudian Rias pun cemberut, dan Naruto yang melihatnya pun berkata "Kau kenapa Rias-chan?"
"Kau sudah bangun kenapa tidak membangunkanku?" Tanya Rias yang masih setia dalam mode cemberutnya.
Naruto pun menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal, kemudian dia melanjutkan "Maaf Rias-chan… Aku tidak membangunkanmu karena aku tidak ingin mengganggu wajah damaimu yang masih tertidur."
Rias pun mendengar perkataan itu dan tersenyum, kemudian dia menjelaskan "Kau sudah makan, Naruto-kun? Kalau begitu aku buatkan sarapan untukmu ya?"
"Ti-Tidak usah Rias-chan." Jawab Naruto, kemudian dia melanjutkan "Aku sudah makan tadi."
"Ya itu betul buchou." Ucap Akeno yang muncul di dekat Naruto dan Rias, kemudian dia melanjutkan "Aku yang memasakkan masakan untuk Naruto-kun dan Sasuke-san. Dan sepertinya Naruto-kun sangat menyukai makanan buatanku buchou ufufufufu."
"Naruto-kun…" Ucap Rias yang sudah mendeathglare Naruto dengan aura hitam yang sudah menutupi tubuhnya, kemudian dia melanjutkan "Kenapa kau tidak meminta tolong aku yang merupakan istrimu dan malah makanan dari Akeno… AKU KAN BISA MASAK!"
Naruto pun tersenyum kikuk tapi di dalamnya, dia sudah panik sekali. Kemudian Naruto mengontak para Bijuu dan berkata "Bisa tolong aku disini teman-teman?"
"Tidak…" Balas Shukaku.
"Maaf Naruto-kun, kali ini aku tidak bisa membantumu" Jawab Matatabi.
"Aku tidak ingin ikut-ikutan masalah seperti ini, maaf." Jawab Isobu.
"Aku tidak bisa… Wanita itu menyeramkan seperti iblis." Jawab Son Goku, kemudian dia melanjutkan "Eits, aku lupa kalau dia memang iblis."
"Kemarahan wanita itu mengerikan. Aku lebih memilih untuk melawan Madara dan Obito daripada membantumu kali ini Naruto" Jawab Saiken.
"Kau yang membuatnya marah, kau yang urus sendiri Naruto-kun." Jawab Choumei.
"Dia itu istrimu!" Teriak Gyuuki, kemudian dia melanjutkan "Urus istrimu itu sendiri, aku tidak mau ikut-ikutan. Lebih baik aku membantumu melawan Kurama daripada istrimu ini Naruto…"
"Kau lakukan saja sendiri gaki…" Ucap Kurama dengan malas, kemudian dia melanjutkan "Tapi kalau kau gagal, aku akan mendoakanmu saat kau berada di atas sana…"
"Kalian semua kejam, hiks." Ucap Naruto, kemudian dia teringat perkataan Kurama dan berkata "Dasar kampret kau bola bulu! Kau menyumpahi aku agar cepat mati ya?"
"Tidak juga…" Jawab Kurama, kemudian dia melanjutkan "Tapi kalau itu terjadi aku akan senang sekali hahahaha."
Naruto pun memutuskan kontak-nya dengan Kurama dan berkata dengan nada gugup "Ku-Kumohon ampuni aku Rias-chan. Pe-Perutku tidak bisa dikontrol, jadi aku makan apa saja yang disiapkan oleh Akeno-chan dan juga kau kan sedang tidur… Ja-Jadi aku tidak tega membangunkanmu."
Akeno pun cemberut saat mendengar perkataan Naruto sedangkan dengan Rias… Dia pun menghilangkan aura membunuhnya dan berkata dengan nada manis "Baiklah Naruto-kun, aku memaafkanmu kok… Tapi kalau kau memang ingin makan masakan buatanku dan aku masih tidur, bangunkan saja… Aku tidak ingin kalah dari Akeno."
"Aku juga tidak akan kalah darimu buchou." Balas Akeno dan mereka pun memberikan glare pada lawan bicara mereka masing-masing.
"Apa mereka memang selalu begitu, dobe?" Tanya Sasuke yang sedang berada disebelah Naruto.
Tapi jawaban dari pertanyaan Sasuke bukan dijawab oleh Naruto tapi Koneko yang baru saja lewat dan melihat dua senpai-nya melakukan rivalitas-nya lagi dan membuat Koneko bingung… Sebenarnya, rival dari Rias itu Sona atau Akeno "Memang mereka selalu begitu Sasuke-san, hiraukan saja mereka…"
.
.
Hidden Leaf Village, Elemental Nation
Hinata saat ini sedang terengah-engah karena kekuatan Toneri bertambah berkali-kali lipat setelah dia menggunakan Doujutsu miliknya yang dia sebut sebagai Tenseigan. Kekuatan mata itu sungguh luar biasa… Memang mata itu tidak bisa menghisap jutsu seperti teknik Gakido yang dimiliki Rinnegan, tapi mata itu bisa membuat penggunanya bisa menghisap chakra musuhnya jika musuhnya dan dia melakukan kontak fisik. Melihat Hinata yang sudah seperti itu, dia pun menghilangkan Kugutsu special-nya yang dia kendalikan tanpa menggunakan benang chakra, kemudian dia mendekati Hinata.
"Mau apa kau?" Tanya Hinata, kemudian dia mengepalkan tangannya dan berkata "Kalau kau ingin membunuhku… Bunuh saja aku!"
"Kau ternyata benar-benar depresi karena reinkarnasi Ashura itu kan?" Tanya Toneri dan Hinata terkejut karena dia tahu siapa orang yang telah membuatnya menjadi derpresi kemudian dia melanjutkan "Aku tidak akan membunuhmu, Byakugan no Hime… tapi aku hanya ingin bantuanmu."
"Bantuan apa?" Tanya Hinata yang sudah berdiri dan menatap Toneri dengan tatapan serius.
"Bantu aku menghancurkan Elemental Nation dan juga membunuh Naruto Uzumaki dan Sasuke Uchiha, reinkarnasi Ashura Otsutsuki dan Indra Otsutsuki."
"APA!" Teriak Hinata, kemudian dia melanjutkan "Kau ingin aku membantumu untuk menghancurkan Elemental Nation? Kau mau bunuh diri ya!"
"Tidak juga…" Jawab Toneri, kemudian dia melanjutkan "Aku tidak akan melakukan hal yang akan membahayakan diriku seperti itu… Memang aku akan menghancurkan Elemental Nation. Tapi aku akan pergi ke tempat aku bisa menemui mereka berdua."
Hinata pun terlihat terkejut dan kemudian Toneri menjulurkan tangannya dan berkata "Jadi Byakugan no Hime… Kau ingin ikut denganku untuk menjalankan misiku ini atau kau mati bersamaan dengan dunia buatan Hagoromo ini?"
"Aku bersedia…" Jawab Hinata, kemudian dia menyeringai evil dan melanjutkan "Lagipula, sang Orenji Hokage harus menanggung rasa sakit yang aku terus tahan didalam hatiku ini dan mengabaikan pengorbananku selama ini… Tunggu kau Naruto Uzumaki,kau akan merasakan rasa sakit yang sebenarnya."
.
.
Occult Research Club Room, Tokyo
.
.
Saat ini Naruto Uzumaki telah selesai berlatih dengan Sasuke, tapi Sasuke yang gila latihan ternyata masih saja meneruskan latihannya. Dia pun menghiraukan itu dan lebih memilih untuk bermain dengan anaknya, Aisha. Kemudian dia merasakan ada dua orang yang gadis masuk ke klub milik Rias, dan Naruto bisa merasakan ke-aroganan dari salah satu gadis sedangkan gadis yang satu lagi hanya menundukkan kepalanya saat melihat Issei seolah dia menyayangkan kalau Issei bisa menjadi iblis.
"Tunggu sebentar…" Ucap Rias dengan tenang, kemudian dia melanjutkan "Jadi kau menuduh bahwa kami membantu Kokabiel untuk mencuri Excalibur? Itu omong kosong! Untuk apa aku dan peerageku membuang-buang waktu kami untuk membantu musuh kami sendiri? Kau pikir kami tidak punya pekerjaan lain sampai-sampai kami harus membantu malaikat jatuh."
"Xenovia, kau tidak bisa asal tuduh begitu." Ucap temannya yang merupakan gadis cantik berkulit putih dengan pakaian hitam ketat dan berambut orang twin-tail, kemudian dia melanjutkan "Aku tahu Excalibur itu adalah kelemahan bagi bangsa iblis karena pedang Excalibur mempunyai unsur cahaya yang bisa memberikan luka serius pada bangsa iblis. Tapi aku tidak percaya kalau bangsa iblis terlebih dari adik seorang Maou akan bertindak sejauh itu untuk beraliansi dengan malaikat jatuh."
"Tch…" Ucap Xenovia sambil memberikan glare pada rekannya itu, kemudian dia melihat Rias dan berkata "Mungkin yang dikatakan Irina benar… Tapi, aku masih menaruh rasa curiga padamu, Gremory. Jadi untuk kasus ini kami tidak butuh bantuan dari kalian berdua."
"Kau yakin tidak butuh bantuan kami? Lawan kalian adalah jendral malaikat jatuh, Kokabiel yang namanya tertulis dalam Bible kan?" Tanya Rias. Issei yang mendengar itu pun khawatir dan melihat Irina dengan tatapan cemas karena dia yakin sosok yang bernama Kokabiel itu bukanlah orang sembarangan.
"Kami tidak butuh bantuan dari kalian para iblis." Jawab Xenovia dengan kasar.
Melihat itu Naruto pun menaikkan alisnya dan membatin 'Apa salahnya dengan bangsa iblis? Walaupun iblis digambarkan jahat, bengis, dan lain-lain… Tapi disini ada kok iblis yang tidak seperti itu, contohnya Sirzech yang sifatnya sepertiku. Bodoh, easy going, tapi baik.'
"Kepercayaan kalian masih extreme seperti biasa ternyata ya huh." Ucap Rias yang menghela nafas saat melihat sosok di depannya itu. Dia sangat percaya diri bisa mengalahkan Kokabiel tanpa bantuan mereka, tapi kepercayaan diri itu bisa membuat mereka terbunuh tanpa mereka sadari… Dan berbeda dari rekannya yang sepertinya saling kenal dengan Issei, dia sepertinya cukup arogan dengan kemampuannya sebagai exorcist.
"Jangan berbicara buruk tentang kepercayaan kami Gremory." Desis Xenovia saat mendengar perkataan Rias.
"Gremory-san, aku tahu memang temanku ini telah berlebihan. Tapi aku tetap tidak suka saat kau menjelek-jelekkan kepercayaanku." Tambah Irina yang juga tidak terima saat mendengar perkataan dari Rias.
Xenovia dan Irina pun mengeluarkan pedang Excalibur mereka masing-masing, kemudian Naruto yang melihat ekspresi Yuuto yang langsung berubah pun membatin 'Jadi benda itu yang membuat Yuuto memiliki sebuah dendam… Ternyata apa yang dipikirkan Sasuke itu tepat.'
"Ini adalah pedang Excalibur Destruction… Pedang pecahan Excalibur yang memiliki daya serang yang cukup tinggi." Ucap Xenovia.
Irina pun langsung menambahkan "Dan pedangku adalah Excalibur Mimic, pedang pecahan Excalibur yang bisa berubah menjadi Excalibur apa saja yang aku mau."
Yuuto pun maju dan membuat Rias cemas, karena dia takut bahwa Yuuto akan dikendalikan oleh dendamnya kepada Excalibur. Yuuto pun melihat Xenovia dengan datar dan berkata "Aku ingin melawanmu dan mencoba teknik pedangmu."
"Siapa kau?" Tanya Xenovia saat dia melihat Kiba dengan serius.
"Yuuto Kiba, senpaimu." Jawab Yuuto dengan singkat.
"Heh, anak yang selamat dari proyek gagal itu ya?" Tanya Xenovia dengan nada menyindir dan itu menyulut emosi Yuuto dan Naruto pun cemas kalau Yuuto akan dikendalikan oleh dendamnya sama seperti Sasuke yang dulu dikendalikan dendamnya pada Itachi kemudian pada Konoha meskipun pada akhirnya dia bisa dihentikan dengan kerja kerasnya selama ini sampai-sampai dia harus mengorbankan tangan kanannya sendiri.
Yuuto pun langsung men-summon pedang dari Sacred Gear [Sword Birth] miliknya dengan emosi karena mendengar perkataan Xenovia dan kemudian Naruto pun muncul dengan keadaan dia masih menggendong Aisha dan dia pun berkata "Yuuto! Kendalikan emosimu… Jangan biarkan dendammu pada benda itu membuatmu bertarung seperti maniak. Hasilnya tidak akan pernah bagus… Lagipula, dia bilang kalau kau ini proyek gagal kan? Kalau begitu tunjukkan pada dia bahwa orang yang dibilang gagal bisa mengalahkan orang yang menurut dirinya itu sempurna menurut dia."
'Naruto-san benar… Sasuke-san lebih memperdulikan dendam daripada teman dan yang dia dapatkan adalah kesengsaraan batin dan juga kehilangan tangannya' Batin Yuuto yang mengingat perkataan Sasuke yang bilang bahwa tangan kirinya putus sebagai balasan karena lebih memetingkan dendam. Kemudian dia melihat Naruto dan berkata "Arigatou, Naruto-san."
"Sama-sama Yuuto." Balas Naruto
Rias yang melihatnya pun tersenyum dan membatin 'Terima kasih Naruto-kun karena telah membantu Yuuto dengan masalahnya… Aku harap kau bisa membantu masalah Akeno dan juga Koneko-chan juga."
Xenovia pun mendeathglare Naruto karena perkataannya, tapi anehnya Naruto tidak merasakan gentar sekalipun saat menghadapi glare dari Xenovia dan membuatnya membatin 'A-Apa sebenarnya orang ini? D-Dia manusia… T-Tapi kenapa aku merasakan ketakutan saat menatap matanya itu?'
"Kau ingin mengancamku nona… Itu tidak akan berhasil." Ucap Naruto yang duduk di sofa milik Rias sambil menggendong putrinya itu. Kemudian dia melanjutkan "Butuh lebih dari itu untuk mengancamku."
Irina yang melihat itu pun berkata pada Naruto "Jadi kau adalah lawanku?"
"Umm, maaf nona…" Balas Naruto, kemudian dia melanjutkan "Aku itu tipe bertarung menggunakan tangan kosong. Pedang bukanlah gayaku."
"Aku yang akan melawannya usuratonkachi." Ucap Sasuke yang sudah masuk dengan mata onyx-nya menganalisis Irina demi menemukan kekuatan tersembunyi yang dia miliki, tapi tidak bisa dan membuatnya membatin 'Sepertinya mereka berbeda dengan Issei… Mereka hanyalah manusia biasa yang bukan pengguna Sacred Gear], tapi kecepatannya cukup tinggi karena mereka telah terbiasa menggunakan pedang terus-terusan.'
Issei yang melihat itu pun panik kalau sampai benar-benar sahabat semasa kecilnya itu harus melawan Sasuke yang sangatlah sadis apalagi saat mengingat pertarungannya dengan para peerage Raiser "Sa-Sasuke-san! Le-Lebih baik aku saja yang menjadi lawan Irina-chan."
"Kau kenapa, Issei-san?" Kau takut aku melukai pacarmu ini?" Tanya Sasuke dengan menyeringai nista kepada Issei.
"AKU BUKAN PACARNYA!" Teriak mereka berdua tapi wajah mereka tidak bisa dibohongi. Kedua insan itu wajahnya sama-sama memerah dan membuat Sasuke semakin menyeringai sedangkan Asia yang melihat itu hanya bisa cemberut karena melihat kedekatan Irina dan Issei
"Tapi sepertinya wajah kalian berkata lain." Ucap Sasuke, kemudian wajah mereka berdua bertambah memerah. Kemudian dia mengakitfkan Sharingan 3 tomoe miliknya dan berkata pada Issei "Jadi apa alasanmu untuk menghalangiku untuk melawan gadis itu? Kau tahu pedangku belum menguliti orang sudah lama."
"A-Aku hanya takut kalau kau akan menyerang Irina-chan berlebihan setelah aku melihat seranganmu yang super sadis dan pembantaianmu pada peerage Raiser Phenex kecuali Raiser dan Ravel." Jawab Issei dengan ketakutan.
"Heh itu kan cuma pertandingan… Merekanya saja yang payah, jadi aku bantai." Ucap Sasuke dengan arogan, kemudian dia melanjutkan "Tapi… Baiklah. Aku akan menahan diri pada pacarmu itu… Paling hanya akan banyak luka tebas dan juga darah yang keluar khukhukhu."
"Itu sama saja, Sasuke-san." Balas Issei, kemudian dia berteriak dengan wajah yang memerah "Sudah aku bilang beberapa kali, IRINA-CHAN BUKAN PACARKU!"
.
.
Hidden Leaf Village, Konohagakure.
.
.
Toneri dan Hinata pun melakukan aksinya dan menyerang desa Konoha dan mereka membantai banyak ninja yang berkeliaran di Konoha selain Iruka, Ebisu, Konohamaru, Udon, dan Moegi serta para Konoha 11. Hinata pun pergi ke kediaman Hyuga untuk mengambil mata Byakugan milik Hanabi. Dia mengetahui bahwa mata Tenseigan milik Toneri berasal dari pencampuran chakra Byakugan milik Hamura yang disegel di bulan serta milik ayahnya yang di bunuh oleh Toneri, Hiashi Hyuga. Pertama, sang mantan heiress klan Hyuga ini sangat kesal saat mengetahui hal itu. Tapi Toneri bisa menghentikan upaya-nya untuk menyerangnya dan mengatakan bahwa Hinata masih terlalu naïf. Dan Toneri juga mengatakan bahwa demi membalas dendam, dia harus berani mengorbankan apapun… Termasuk keluarganya sendiri.
Hinata pun sudah berhasil sampai di kediaman milik klan Hyuga dan disambut oleh pengawalnya Ko Hyuga(Bener gak namanya) "Hinata-sama, syukurlah anda selamat… Anda dan Hanabi-sama harus segera pergi dari sini karena Konoha diserang oleh musuh, ACCCKKK!"
Buuuaaakkkk
Ko pun terkejut saat Hinata telah melancarkan Jyuuken tepat ke arah dadanya dan membuatnya berkata "Ke-Kenapa kau lakukan ini Hinata-sama?"
"Itu bukan urusanmu Ko." Jawab Hinata dengan dingin, kemudian dia melanjutkan "Aku saat ini bukanlah Hinata Hyuga yang kau kenal… Aku adalah monster yang mempunyai misi untuk menghabisi monster yang lain."
Hinata pun meninggalkan jasad Ko saat dia menghembuskan nafasnya yang terakhir, kemudian dia masuk ke kamar Hanabi dan tersenyum saat melihat Hanabi "Onee-chan! Ka-Kau tidak apa-apa kan?"
Tapi Hinata tidak merespon apalagi saat Hanabi memeluknya dan membuatnya berkata "Onee-chan kenapa? Apa ada yang salah?"
"Maaf Hanabi…" Ucap Hinata, kemudian keluarlah tangisan dari kedua bola matanya.
"Huh…"
"Selamat tinggal…" Ucap Hinata yang mengambil kunai dari kantung tas ninjanya dan menusukkannya ke dada adiknya.
Jleeebbb
"Ugh…" Ucap Hanabi yang memegang dadanya yang ditusuk oleh Hinata dan kemudian dia terjatuh ke tanah dan membuatnya berkata "Ke-Kenapa k-kau la-lakukan i-ini onee-chan?"
"Maaf Hanabi, tapi aku sangat membutuhkan mata Byakugan milikmu…" Ucap Hinata, kemudian dia mendekatkan tangannya ke kelopak mata Hanabi dan mengambilnya dengan paksa "Tapi aku akan selalu menjaga matamu ini dengan baik dan kau bisa melihatku dari balik mata ini saat diriku berhasil membunuh Naruto Uzumaki…"
"AAAAHHHHHHHHHH!" Teriak Hanabi saat kedua bola mata-nya diambil oleh kakaknya sendiri.
Sakura yang berada tidak jauh dari kediaman keluarga Hyuga pun melihat rekannya, Said an berkata "Sai… Kau bisa pergi sendiri?"
"Ada apa? Kau dengar perintah Rokudaime-sama kan?" Tanya Sai, kemudian dia melanjutkan "Jangan bertindak sendiri-sendiri, kondisi desa saat ini sedang dalam kondisi siaga…"
"Aku tahu…" Jawab Sakura, kemudian dia melanjutkan "Tapi hanya saja aku mendengar teriakan Hanabi dari kediamannya… Sepertinya dia dalam masalah."
"Baiklah." Balas Sai, kemudian dia melanjutkan "Tapi berhati-hatilah."
Sai dan Sakura pun berpisah dan Sakura akhirnya sampai di tempat kediaman Hyuga dan melihat Hinata yang sedang duduk di atas atap rumahnya tapi matanya berwarna biru muda tidak pucat seperti Byakugan pada umumnya juga bajunya dipenuhi bercak darah. Sakura yang melihatnya pun berkata "Hi-Hinata… Itu kau?"
"Tentu saja ini aku Sakura." Jawab Hinata dengan santai.
"Ta-Tapi matamu?" Tanya Sakura dengan gugup. Entah kenapa dia takut saat Hinata memiliki mata itu, seolah mata itu sama-sama berbahaya seperti Rinnegan.
"Oh ini…" Jawab Hinata, kemudian dia melanjutkan "Ini hanyalah Doujutsu terkuat yang aku miliki setelah aku mengorbankan sesuatu yang penting dalam hidupku."
'Mengorbankan…' Batin Sakura, kemudian dia menyadari sesuatu dan berkata "Jangan-jangan kau…"
"Ya, aku memang yang telah melakukannya." Potong Hinata, kemudian dia melanjutkan "Aku yang telah membunuh Hanabi."
"TAPI KENAPA!" Teriak Sakura, kemudian dia melanjutkan "KENAPA KAU MEMBUNUH ADIK YANG KAU SAYANGI SEKALIGUS MENYAYANGIMU SEBAGAI KAKAK HINATA!"
"Seorang pendendam sepertiku harus melakukan apapun asal tujuanku tercapai." Jawab Hinata, kemudian dia menunjuk matanya dan berkata "Aku akan menggunakan Doujutsu baruku ini untuk membunuh rekanmu yang bernama Naruto itu karena dia telah menghancurkan hatiku berkali-kali, Sakura. Pertama denganmu, kedua dengan gadis lain yang tidak pernah aku kenal."
"TAPI KAU TIDAK PERNAH ADA HUBUNGAN APA-APA DENGAN NARUTO!" Balas Sakura, kemudian dia melanjutkan "Naruto berhak memutuskan dengan siapa saja dia akan bersama dan memiliki keluarga dengannya. Jangan tutupi nuranimu dengan keegoisan dan keirianmu itu Hinata!"
"Lalu bagaimana dengan Sasuke? Kau mencintainya bukan?" Tanya Hinata dan Sakura pun terdiam, kemudian dia melanjutkan "Kalau begitu bagaimana kalau kita berdua bekerja sama untuk menghancurkan kedua orang itu. Kau tertarik?"
"Sayangnya aku tidak tertarik." Jawab Sakura, kemudian dia melanjutkan "Kau pikir aku dendam pada Sasuke karena dia mengabaikan cintaku? Aku tidak peduli dengan itu! Lagipula setelah Sasuke membunuhku didalam Genjutsu miliknya, aku sudah merasakan rasa cinta kepadanya lagi."
"Jadi kau sudah memutuskan untuk mati di sini?" Tanya Hinata dengan menaikkan alisnya dan menatap datar Sakura.
"Aku tidak takut mati asal aku bisa membunuhmu disini dan membuat kedua teman timku aman." Ucap Sakura, kemudian dia melompat dan mengarahkan pukulan supernya ke arah Hinata "Shannaro!"
Booooooommmm
Tapi sayangnya Hinata bisa menghindar dan dia pun berkata "Tidak buruk Sakura. Kau memang pantas disebut sebagai murid dari salah satu Densetsu no Sannin."
"Tch…"
.
.
Occult Research Club Room, Tokyo
.
.
Naruto pun melihat pertandingan itu dengan bosan. Dia kira Xenovia yang sifatnya sedari tadi arogan dan seperti meremehkan Yuuto akan menang dari Yuuto, tapi yang terjadi adalah kebalikannya… Xenovia kalah karena dia terlalu menggunakan tenaga dalam pertarungan pedangnya, sedangkan Yuuto yang sudah bisa menekan dendamnya ke titik terendah menggunakan kecepatan, kelincahan, dan refleks-nya berhasil mengalahkan Xenovia. Sedangkan Sasuke membuat badan Irina penuh dengan luka lebam karena dia memakai bagian tumpul dari Kusanagi untuk menyerang Irina. Setelah mereka berdua diobati oleh Asia, tiba-tiba saja Xenovia menahan tangan Asia dan berkata.
"Apa kau Asia Argento?" Tanya Xenovia.
"I-Iya." Jawab Asia dengan gugup.
"Aku tidak menyangka seorang Holy Maiden akan jatuh sejauh ini dan menjadi budak iblis sepertimu." Ucap Xenovia.
"Hey!"
"Xe-Xenovia, kumohon hentikan ini." Ucap Irina.
"Kenapa aku harus hentikan…" Balas Xenovia, kemudian dia melanjutkan "Dia itu pengikut Tuhan yang telah jatuh… Berhentilah membelanya Irina."
"Hey brengsek! Berhenti menghina Asia!" Teriak Issei, kemudian dia melanjutkan sambil menahan sakit kepalanya "Memangnya kau tahu apa hah? Apa kau tahu saat Asia menjadi orang yang kau katakana Holy Maiden itu dia selalu kesepian. Dia selalu disanjung karena kebaikannya untuk mengobati semua orang bahkan musuh sekalipun dan saat dia menyembuhkan seorang iblis apa yang kalian lakukan… Membuangnya seperti sampah. Orang macam apa kalian itu, habis manis sepah dibuang. Dimana rasa kasih sayang orang yang kau bilang Tuhan itu berikan saat Asia dalam masalah dan dia mati karena [Sacred Gear] miliknya diambil? Siapa yang menghidupkan Asia kembali? Apakah Tuhan yang kau bangga-banggakan itu? Tidak buchou yang melakukannya. Bukannya katanya Tuhan itu sangat adil pada setiap makhluknya."
"Issei-kun, kumohon cukup…" Ucap Irina
"Tidak bisa Irina-chan…" Balas Issei, kemudian dia menunjuk Xenovia dan berkata "Dia sudah menghabiskan kesabaranku. Dia tidak butuh bantuan kami, aku terima... Dia memanggil Yuuto proyek gagal, aku terima karena dia bisa membuktikan dirinya bukan orang yang gagal… Sedangkan dia sudah menghina Asia! Apa hak dia berani menghina Asia setelah apa yang Gereja lakukan pada Asia?"
Xenovia pun emosi karena omongan Issei dan berniat menebasnya, tapi lehernya sudah dihadapkan oleh pedang spiral yang berbentuk seperti sel DNA berwarna merah dan hitam(AN: Bukan Sword of Nunoboko) yang dipegang oleh Naruto dan dia pun berkata "Aku sudah bersabar menghadapimu dari tadi Xenovia-san… Tapi, aku sudah muak dengan kearogananmu, juga sikapmu yang seperti mengganggap bangsa iblis itu seperti sampah. Kalau bangsa iblis itu sampah… Untuk apa mereka menampung orang yang kalian buang karena masalah sepele? Kalian terlalu mengikuti peraturan sampai-sampai membuang teman kalian sendiri."
"Orang yang melanggar peraturan adalah sampah, tapi orang yang meninggalkan temannya lebih buruk daripada sampah." Ucap Naruto, kemudian dia melanjutkan "Bukti bahwa Gereja membuang Asia yang termasuk keluarga, rekan, atau saudara demi peraturan yang dibuat karena ego kalian yang mengganggap bangsa iblis musuh telah membuat kalian lebih buruk daripada sampah. Sekarang pergilah, sebelum aku kehabisan kesabaran dan membunuh sampah sepertimu."
Xenovia dan Irina pun termenung akan perkataan Naruto, kemudian mereka memutuskan untuk keluar. Tapi sebelum mereka keluar, Naruto pun berkata "Kami-sama tidak pernah membuang makhluknya. Hanya ego para makhluknya lah yang membuat kita menjadi musuh seperti ini dan tidak pernah damai dari dulu. Kalau kalian ingin meminta bantuan, minta saja pada kami… Dan Gereja tidak bisa melarang kalian untuk itu. Mereka mengorbankan kalian untuk melawan Kokabiel yang kekuatannya berkali-kali lipat di atas kalian. Semua makhluk hidup tidak akan bisa melakukan apapun sendiri, ingat itu."
"Terima kasih… Naruto-san" Ucap Irina dan Xenovia yang takut-takut dalam mengucapkannya karena dia masih kepikiran dengan kata-kata Naruto, kemudian mereka pergi dari ruangan klub milik Rias.
Sasuke pun menepuk bahu Naruto dan berkata "Kau membuat Obito dan Kakashi bangga, dobe…"
"Arigatou, teme…" Balas Naruto. Dan Rias dan para peeragenya pun tersenyum melihat ini terutama adegan battle kucing vs tikus antara Naruto dan Sasuke tidak terjadi saat ini.
Kemudian muncullah dua lingkaran sihir yang pertama mereka semua sudah kenal, dan yang kedua tidak. Kemudian muncullah tubuh Sirzech dari lingkaran sihir itu dan diikuti dengan seseorang pria lagi dari lingkaran sihir itu. Rias pun terkejut melihat kedatangan dua orang itu dan membuatnya berkata
"Eeehh! Onii-sama dan Beelzebub-sama sedang apa disini?" Tanya Rias
"Aku akan membawa Sasuke-san dan Naruto-kun ke Underworld, Rias." Jawab Sirzech.
"Untuk apa, Beelzebub-sama, Lucifer-sama?" Tanya Akeno.
"Untuk memberikan sepaket Evil Pieces kepada iblis baru." Jawab Sirzech dan sahabatnya Ajuka Beelzebub sambil menunjuk Naruto dan Sasuke.
"Eeeeeeehhhhhh!"
-To Be Continued-
Review:
Rozinamikaze:
Iya.
Singgih570:
Ini udah update.
Michael Gabriel 455:
Belom battle Naruto vs Kokabiel, tapi baru fight sebentar Toneri vs Hinata sama prologue battle Sakura vs Hinata.
Dian Rusdianto 39:
Memang bakal ane masukkin mereka.
Raitogecko:
Tapi jadi bishop dia juga keren penyembuhannya jadi Naru punya 2 Healer… Kan enak kalo tim Naru dibagi 2 tim. Trio Ame ane buat sama Obito juga soalnya bakal ane buat scene emotional Nagato sama Yasaka… Soalnya kan Yasaka sedih banget pas Jiraiya mati dan pembunuhnya adalah Nagato yang menggunakan badan Pain.
Damrieo:
Perasaan pas ane update status di FB tentang updatean fic ini ada warn-nya deh. SakuKarin dibikin jadi bishop biar kalo Tim Naru dipecah jadi dua mereka ada healer-nya sendiri2 soalnya healernya ada 2. Sedangkan NagatoYahikoKonan+Obito bakal ada scene pas di Kyoto pas Naru ngasih tau kalau Jiraiya udah mati.
Tenshisha Hikari:
Ane enggak bisa bandingin neh, takutnya salah dan ane yang kena. Tapi kalo Naru udah seimbang lawan Super Devil kaya Sirzech di fic ini pas make Rikudou Senjutsu Mode, bukan di LN… Jadi Toneri bisa ane buat sekuat Ultimate-Class Devil.
Kazuni Kiba:
Kan udah ane wanti-wanti dan ane bilangin di end chapter Flashback Arc itu bakal ada lemon NaruRias. Tapi, omong-omong emang lemonnya udah termasuk hard lemon ya? Pasti sedih banget, apalagi Yasaka udah mulai cinta sama Jiraiya.
Namikaze Minato 123:
Cuma Hinata doang dan peerage Naruto hanya dari anime Naruto saja.
Hyuuhi Ga Ara:
Ah, ente mah gitu orangnya… Minta lemon, dibikinin malah enggak dikasih pendapat.
Ayub Pratama 792:
Tepatnya pas Kokabiel mati dan Vali pergi habis ngasih tau kalo Azazel enggak terlibat sama perbuatan dari Kokabiel… Nanti Naru diserang Toneri dan Hinata dan kemudian dia dibantu oleh Kakashi and friend.
Iib Junior:
Ane kira lemonnya garing kaya kerupuk pangsit… Pas chapter kemarin dia make boneka soalnya dia harus beradaptasi sama mata Tenseigan-nya dulu.
The Black Water:
Kaya pas Naruto di The Last yang dia ngeluarin setengah Kurama dan battle pake Kyuubi Chakura Mode?
Namefrenz:
Ini udah mulai dark-nya sampe adiknya dibunuh buat dapetin Byakugan miliknya
Sagianto:
Enggak… Kan yang asli udah sama Madara.
Namikazeall:
Belum sampe, mungkin aja besok… Sakura sih udah kaget tinggal tunggu yang lain aja.
Castiel Archangel:
Naruto-nya juga sih yang salah, kan di fic ini abis dia dari Training Trip sama Jiraiya… Dia udah move-on dari Sakura dan membuat Hinata berpikir kalau dia ada kesempatan, tapi Naruto terus cuekin dia karena dia udah cinta sama Rias dan Rias-nya juga cinta sama Naruto. Dan abis invasi Pain dan perang, dia enggak pernah bales perasaan Hinata tapi enggak pernah bilang kalau dia udah cinta sama Rias dan enggak bakal cinta ke siapapun kecuali Rias dan Akeno. Adik ane aja bilang kalau dia jadi Hinata, dia bakalan jadi dark hehehehe… Korban sinetron.
TheFourtySeventh:
Bisa aja.
Shinn Kazumiya:
Ane aja bingung mau pasangin dia sama Yuuto apa si Sai? Soalnya di fic ini orang yang suka sama Yuuto sukanya sama Sasuke dan si Sai pasangannya udah mati karena Elemental Nation hancur. Inspirasi-nya dapet dari otak senpai. BTW, lemonnya bagus? #Plaaakkk
Loco:
Siapa bilang Hinata jadi pair Toneri… Hinata disini ane bikin make kata-kata dari Alfan Lucifer-Kun senpai sama Ren Akatsuki yang bunyinya "Penjahat itu tidak butuh cinta…"
Archilles:
Tuh udah up 3 kali, Konoha White Dragon Emperor 2 chapter dan Naruto DxD 1 chapter.
Nah karena nanti NaruSasu bakal ane rubah menjadi iblis… Ane bakal buat susunan Evil Pieces-nya
King: Naruto Uzumaki
Queen: Sara
Bishop: Sakura Haruno, Karin Uzumaki
Rook: Rock Lee, Gaara
Knight: Sasuke Uchiha, Kakashi Hatake
Pawn: Shikamaru Nara, Sai, Yamato, Nagato, Obito, Itachi, Yahiko, Konan
Buat Gaara, Shikamaru, Sai, Kakashi, dan Sakura bakal ane jelasin kenapa bisa dateng ke dunia DxD di chapter mendatang. Sara ane buat special, ane soalnya suka char Sara meskipun di fic ini gak bakal jadi pasangan Naru. Obito sama Itachi sudah masuk dan juga Yamato ane masukkin agar Tim 7 bisa berkumpul lagi. Jadi sekarang… Apa ane harus memasukkan Nagato, Yahiko, dan Konan?
